
Tepat setelah petir menggelegar begitu kuatnya, semua ahli ini langsung saling menyerang sekuat tenaga masing-masing.
Suo Qing mengeluarkan Green Jade Sword miliknya yang terbuat seluruh bilahnya dengan batu giok murni, kekuatan dan ketajaman dari pedang ini tidak perlu dipertanyakan karena ini adalah harta aura master.
Suo Qing menebas dengan lembut, tidak terlihat sangat cepat atau pun kuat, ini seperti tebasan biasa pada umumnya namun wajah Chi Lan menjadi sangat gelap dihadapan tebasan sederhana ini, dia bisa merasakan fluktuasi aura pedang yang sangat padat dan kuat disembunyikan dalam tebasan ini, dia tidak berani meremehkannya dan lalu membalas dengan tombaknya sendiri.
Kecepatannya saat menusuk menggunakan tombak ini tidak bisa silihat mata telanjang, bahkan saking cepatnya bisa terlihat beberapa bayangan tombak yang bukan hanya afterimage tapi sebuah serangan asli !!
Empat tusukan dalam sekali serangan ini masing-masing membawa aura kegelapan yang pekat namun saat bertabrakan dengan tebasan sederhana semua bayangan dan aura kegelapan menjadi musnah dan menghilang, Suo Qing telah menjadi lebih kuat darinya.
"Apa hanya ini kekuatan dari Savage Slaughterer dari Wilayah Utara !?" Suo Qing mengejek Chi Lan dengan telak.
"Kau bahkan tidak merasakan setengah dari kekuatanku. Apakah Jade Sword yang terkenal ini hanya bisa menebas seperti orang biasa ?" Chi Lan tidak ingin kehilangan muka dihadapan sekutunya.
Suo Qing kemudian menyalurkan aura miliknya kedalam pedang gioknya, cahaya hijau pekat yang indah memancar kuat dari pedang ini yang menekan aura kegelapan Chi Lan, dia mengarahkan pedangnya ke bawah dan langsung melakukan serangan frontal kedepan. Chi Lan melakukan hal yang sama dan langsung berhadapan dengan tribal, hanya dalam waktu sepuluh napas keduanya telah bertukar ratusan gerakan dengan Suo Qing diatas angin karena bantuan dari Yi Lei.
Keempat lainnya juga sudah memulai pertempuran mereka sendiri dengan musuh lama mereka, sekeras apapun mereka menjaga Yi Lei, Old Liu pasti bisa menerobos pertahanan mereka dan mengganggu Yi Lei mengeluarkan petirnya, dan akhirnya pertarungan mereka selalu menjadi pertarungan individu antara kawan lama ini.
Dou Huang juga memilih pedang sebagai senjatanya namun dia menggunakan dua pedang di tangannya, serangannya selalu cepat dan muncul dari arah yang tak terduga sehingga selalu menyulitkan Old Tu, dia tidak menggunakan apapun saat bertarung karena dia adalah martial artist, seringkali kedua pedang Dou Huang dihentikan oleh dua tinju Old Tu yang juga sama cepat dan sama kuat dengan pedangnya.
Dou Huang silih menebas menggunakan dua pedangnya dan mendesak Old Tu dalam keadaan bertahan namun masih bisa ditangkisnya, suara besi beradu terdengar dengan sangat jelas ketika mereka bertempur. Kekuatan fisik Old Tu adalah yang paling kuat diantara kesepuluh orang ini dan hanya kalah oleh Feng Li.
Kesenjangan dalam hal fisik diselesaikan dengan dua pedang yang menjadikannya setara, aura pedang milik Dou Huang memang lebih rendah daripada Suo Qing karena dia tidak terlalu fokus pada pedang, dia juga menyempatkan diri berlatih beberapa skill level 7 dan skill satu skill level 8, dengan ini kerugiannya bisa dikurangi banyak.
Seperti kata Feng Li dulu, keuntungan para martial artist adalah bisa menyerap aura dari alam untuk digunakan sendiri, aura bumi dan aura langit yang kaya seperti sudah disediakan bagi para martial artist, saat menyerap aura langit tubuh para martial artist akan jadi lebih ringan dan cepat ditambah efek penambah kekuatan yang hanya sedikit lebih lemah daripada aura bumi.
Semakin dalam pemahaman seseorang tentang bela diri dan kekuatan fisiknya sendiri akan sangat mempengaruhi jumlah aura langit dan bumi yang bisa diserap, jika kau bisa menyerap sepuluh namun hanya bisa menampung lima kau hanya bisa menyerap lima begitupun sebaliknya.
Dikatakan bahwa jalan para martial artist adalah yang paling sulit untuk dilalui karena mereka tidak bergantung pada alat atau senjata yang jelas jauh lebih kuat dan mematikan daripada kepalan dan tendangan saja. Mereka harus melatih dan menempa tubuh mereka sendiri hingga menjadi sekuat sisik naga, seringkali latihan mereka mencampurkan rasa sakit ekstrim kedalamnya seperti purgatory milik Shin.
Jangkauan serang yang pendek, kesulitan dan rasa sakit yang dirasakan saat latihan, dan kerusakan yang ditimbulkan hanyalah sedikit dan kurang signifikan lalu sulit untuk dikuasai menjadi alasan kenapa bela diri kurang populer di kalangan ahli dunia, meski demikian masih ada juga martial artist yang berhasil dan melampaui pendekar pedang lainnya dan bahkan ada satu sekte yang isinya hanya martial artist.
Masih banyak martial artist yang bertahan atau ingin mulai karena keuntungan menyerap aura langit dan bumi sungguh menggoda sehingga beberapa keluhan sebelumnya tampak tidak signifikan, konon sang Martial Saint telah mencapai ranah baru dalam hal bela diri dan bisa menyerap aura surga yang memiliki manfaat lebih dari aura langit dan bumi.
Keadaan seri mereka telah berlangsung selama ratusan tahun, mereka telah sering bertemu di medan perang bahkan sebelum menjadi ahli master seperti sekarang. Mereka selalu melakukan percakapan terlebih dulu sebelum bertarung dan entah kenapa mulai menjadi sebuah aturan tak tertulis bagi mereka, tanpa sadar ratusan tahun sudah berlalu dan hubungan antara mereka bisa dibilang dekat dalam artian.
Keseimbangan dalam kekuatan kedua belah pihak memunculkan hasil seri sepanjang mereka bertarung tak peduli kapan itu terjadi kecuali saat ada ahli master yang kebetulan dikepung oleh musuh.
Dou Huang dan Old Tu keduanya sudah mencapai pemahaman mendalam tentang aura dan Feng Li sudah ada di kondisi lanjutan, memang hanya beda satu fase namun perbedaannya sangat besar sehingga skipping tingkat tidak mungkin lagi dilakukan.
Umur Feng Li jauh lebih muda daripada mereka bersepuluh namun kekuatannya yang paling besar, ada desas-desus kalau dia menggunakan teknik terlarang atau mendapat warisan dari ahli yang kuat atau bahkan sekte kuno dan ada juga yang menyebut kalau dia adalah jenius sejati. Bagaimana tidak, dia sudah mencapai tahap surgawi hanya dalam umur 18 namun tidak diakui secara luas karena tragedi Bloody Sky yang membuat semua informasi tentangnya jadi rahasia.
Keseimbangan pertarungan mereka kadang terganggu oleh petir Yi Lei yang mendapat celah dan memanfaatkannya saat bertarung dengan Old Liu, perwakilan Rumah Dagang Yunxia juga hadir disini dan melawan Wen Qian, seni yang dikultivasi oleh Wen Qian yang berbau darah memang cocok untuk bertarung dengannya.
"Old Liu, apa kau hanya bisa bertahan dari petirku !" Yi Lei terus menyambar Old Liu secara membabi-buta tanpa henti namun selalu ditangkis oleh pedangnya, dalam berbagai kesempatan mereka bertarung Yi Lei selalu melakukan hit and run secara kecepatannya lebih cepat karena dia elemental petir. Yi Lei selalu melakukan serangan lemah namun beruntun pada lawan-lawannya karena tugasnya adalah untuk mengganggu keseimbangan pertarungan, kalaupun dia dipaksa bertarung sungguhan dia punya banyak petir kuat yang disimpannya.
"Mono Thunder, apa kau sudah lupa tujuan kami datang kesini ?" Old Liu berkata dengan suara dingin, jelas mereka hanya mengulur waktu untuk melakukan pembantaian pada ahli muda ini, menjebak lima tahap master juga bukan hal yang mudah, meski bisa mereka harus menghadapi Feng Li dan saat mereka bertarung hasilnya akan seri dan para ahli kekaisaran akan keluar dan menyerang dari belakang, lagipula mengatur array ini saja sudah sangat melelahkan penggunanya, membuat satu penghalang ini memang semudah membalik telapak tangan tapi energi yang dibutuhkan sangat boros, membuat satu dinding ini telah menjadi batasnya apalagi ditambah memasang tanda pada puluhan orang disini agar bisa masuk dan keluar sesuka hati beban yang dia tanggung jauh lebih besar. Biarpun dia mati di tangan Feng Li penghalang ini akan tetap ada hingga dua jam kedepan, jadi tidak ada gunanya berusaha menembus pembatas toh akan hilang juga.
Dua puluh lebih ahli surgawi akhir puncak yang selangkah lagi ke tahap master ini setara dengan tetua agung tiga klan besar yang jumlahnya sangat terbatas, hanya satu saja sudah lebih dari cukup membantai semua ahli muda disini apalagi dua puluh, hanya dalam lima menit singkat dari sepuluh ribu hanya tinggal seribu yang tersisa, banyak diantara mereka yang berlarian sehingga butuh waktu lebih lama.
Desakkan muncul dari berbagai pihak agar Feng Li membantu mereka namun semua ini diindahkan olehnya, semuanya lalu memohon pada Shin dan Ying Ai agar mau bicara pada guru mereka namun sama juga, dalam kondisi hopeless ini banyak ahli muda tak bisa menahan emosi mereka.
"Dasar tak tahu malu !! Apa kau rela para ahli jahat itu menjajah tanah air kita ini, apa kau bahkan manusia !!? Julukan Martial Master harusnya diganti dengan Massacre Master !!" Satu orang berteriak meminta keadilan ditengah ancaman kematian dibelakang mereka dengan harapan hati Feng Li akan tersentuh, karena keberanian satu orang ini yang bahkan dengan terang-terangan menyinggung ahli terkuat di kekaisaran dengan tribalnya, ahli muda lain menjadi semakin termotivasi untuk melakukan hal yang sama
"Martial Lecher !"
"Ga ada akhlak !!"
"Muridmu sama gilanya denganmu !!"
Teriakan kekesalan mereka bergemuruh dengan kuat bahkan sampai terdengar ke medan pertempuran lain menembus penghalang dan gemuruh guntur dan gemerincing pertempuran, menghadapi situasi ini Feng Li hanya melakukan satu hal.
Dia mengaktifkan aura dan hawa membunuhnya pada semua orang dibawah, dia diselimuti cahaya merah dan bagai Raja Yama yang turun ke dunia ini, semua orang menjadi lemas sampai terjatuh bahkan provokator sampai ngompol hanya karena dilirik olehnya, semua suara gaduh seketika lenyap ditelan bumi, sekarang mereka bisa secara langsung merasakan teror dari Crimson Martial Artist yang sesungguhnya.
Kemudian Feng Li menatap orang yang telah menghina murid-muridnya, dia membentuk auranya sendiri menjadi sebuah tombak merah yang sudah siap menusuknya dan akan segera diarahkan namun terhenti karena suara Ying Ai, mendengar permintaan muridnya untuk tidak membunuhnya sebenarnya sangat tidak berguna toh dia juga akan mati sebentar lagi.
"Aku tidak peduli soal mereka, asalkan kalian tidak menyentuh muridku aku tidak akan ikut campur dalam rencana kalian, tapi jika kalian masih berani melakukannya maka hanya kematian yang menunggumu !" Berakhirnya kalimat ini juga berarti berakhirnya nyawa ahli dibawah.
"Ucapan Martial Master pasti akan diingat oleh orang tua ini dan anak buahnya, kita ada didalam kapal yang sama namun dengan urusan yang berbeda, kami mohon maaf karena telah melibatkan murid yang terhormat dalam rencana ini." Orang paling depan menangkupkan tangannya dan berbicara hormat.
BUZZZ
"Shin menghindar !!"
Saat mereka belum selesai bicara terdengar suara ledakan yang cukup keras, tanpa peringatan sebelumnya seorang ahli surgawi tiba-tiba menyerang Shin tanpa alasan terlebih dahulu, Shen yang tetap waspada langsung berteriak pada Shin, namun serangan ini terlalu cepat untuk dihindarinya, serangan dari ahli jahat ini kena telak pada Shin yang membuatnya terpukul mundur puluhan meter jauhnya, Shin kehilangan kontrol atas staff miliknya dan terkusruk di tanah dengan luka yang cukup parah.
Baru saja mereka menyetujui agar tidak saling mengganggu urusan masing-masing namun ternyata sudah tidak berguna lagi, Feng Li menjadi sangat marah bukan hanya pada si penyerang tapi juga seluruh ahli surgawi disana.
"Kau berani !!!" Dia mengeluarkan semua niat membunuh tanpa ditahan sedikitpun yang menutupi seluruh area ini, ahli surgawi yang negosiasi tadi jelaa tidak mengerti dengan kejadian yang super cepat ini dan berusaha menenangkannya.
"Dia pengkihanat, cepat bunuh dia segera !!" Dengan menunjukkan niat baik seperti ini setidaknya kemarahan Feng Li akan berkurang.
"Senior Martial Master kami mohon maaf atas kecerobohan pihak kami tadi, kuharap dengan kematiannya bisa menghapus permusuhan diantara kita." Setelah ahli yang menyerang itu dibunuh oleh gabungan beberapa ahli lainnya dia masih memohon belas kasih. Setelah menjadi sangat kuat biasanya seseorang akan semakin tidak peduli dengan segala urusan duniawi lainnya namun menjadi sangat peduli soal hal yang paling penting baginya, oleh karena itu kemarahan Feng Li tidak akan reda semudah itu.
Tanpa berbalik dan menemui Shin yang terkapar di tanah tidak sadarkan diri, Feng Li menyerang semua ahli musuh ini dalam kemarahannya. Dalam sekejap dia sudah berada tepat didepan orang yang bicara dengannya tadi dan langsung melayangkan satu pukulan kuat, dampak dari pukulan ini menyebabkannya mundur kebelakang seperti peluru dan dihentikan oleh bumi, luka menganga dengan lebar karena dia tidak mampu bereaksi. Dengan satu serangan ini dia sudah mati dengan mengenaskan.
"Ahli kelas teri macam kalian beraninya menyentuh muridku sendiri !!" Feng Li menatap ahli yang sudah menjadi mayat itu di ketinggian, kesombongannya sebagai ahli master dia tunjukkan pada semua lawannya, ahli surgawi akhir yang berada dipuncak dunia ini hanya sekelas teri bagi ahli setingkatnya, bahkan jika ada seratus musuh sekelas mereka Feng Li masih bisa menang dengan mudah.
Sisa ahli lainnya mendapat pukulan keras di pikiran mereka, tak pernah ada pikiran bahwa mereka sebenarnya telah membangkitkan seorang monster. Ingin minta maaf dan membangun hubungan baik seperti semula telah tidak mungkin untuk dilakukan, hanya tersisa bertarung sebagai pilihan mereka.
Feng Li menatap semua ahli yang tersisa dengan niat membunuh yang sangat kuat, kemarahannya telah mencapai tingkat ekstrim dan tak bisa dipadamkan, hanya darah dari semua lawannya yang bisa menenangkannya.
Sadar tidak punya pilihan lain lagi, semua ahli disini mengeluarkan serangan mereka namun dianggap seolah tidak ada olehnya, Feng Li masih tetap tenang dan tidak memunculkan ekspresi di wajahnya.
Ledakan demi ledakan terjadi di tubuh Feng Li dan ketika asap yang menutupinya perlahan memudar terungkap bahwa tidak ada luka yang disebabkan oleh serangan ini. Tubuh fisik Feng Li adalah yang terkuat disini jadi wajar saja jika serangan "lemah" mereka tidak mampu menggoresnya.
"Fist Aura !"
Sebuah tinju besar seketika mucul ketika Feng Li meninju udara kosong, serangan ini terbentuk dari kondensasi aura asli dan aura langit dan bumi yang hanya bisa dilakukan dengan niat bela diri yang tinggi, bahkan Old Tu juga tidak bisa mencapai level seperti ini dalam hal bela diri.
Ketika mencapai tahap pembentukan seseorang bisa mengubah bentuk auranya menjadi berbagai bentuk dengan bantuan skill tapi ketika setidaknya mencapai tahap surgawi aura seseorang bisa dirubah sesuka hati menjadi sebuah serangan yang kuat biarpun tidak menggunakan skill dan contoh nyata ada didepan mata.
Ketika tinju besar ini menghantam mereka, ke dua puluh ahli surgawi sudah dipastikan akan mati tanpa jenazah yang bisa dimakamkan. Karenanya mereka juga mengeluarkan serangan terkuat mereka guna melawan serangan biasa-biasa dari Feng Li.
Berbagai serangan diluncurkan dengan ukuran yang sama besarnya juga namun konsentrasi aura serangan Feng Li jauh lebih padat, karena inilah saat dua puluh serangan gabungan telah gagal membendung serangan ganas Feng Li ini.
Tinju agung masih bisa melaju tanpa hambatan dan menghantam sepuluh ahli yang tidak beruntung, seketika aura didalamnya bocor dan meledak membumi hanguskan kesepuluh ahli musuh ini, Feng Li kemudian menatap sisanya dengan hina dan lalu melesat ke salah satu ahli dan memukul perut mereka dengan keras.
Sleb !
Tangan Feng Li dengan lancar menembus daging dari ahli itu dan membentuk sebuah lubang di perutnya, dia menyemburkan darah segar dan membasahi seluruh lengan Feng Li, dia melepaskan tangannya dan ahli ini langsung jatuh ke tanah dengan suara "gedebug."
Kini posisi perburuan telah tertukar dengan hebat, mereka yang sedari tadi asyik membantai ahli muda dengan mudahnya kini sedang asyik dibantai dengan mudahnya. Kesenjangan dari dua tingkat yang berbeda ini memang seperti langit dan bumi.
Didalam riuh pertempuran dan kekacauan ini suara Zhu Long mengganggu ketenangan Shen.
"Shen, siapa orang yang menyerang tadi dan apa tujuannya ?"
"Dia hanya pion yang bertugas memancing keributan." Jawab Shen. Kesimpulan ini dia dapat karena dua hal, yang pertama adalah jelas tidak mungkin ada pengkhianat diantara ahli jahat ini, yang kedua adalah dia adalah ahli surgawi puncak, serangan terlemahnya bisa membunuh ahli duniawi semudah mematahkan ranting, sangat jelas bahwa sekuat apapun tubuh Shin saat ini tidak mungkin bisa menahan satu serangan ini, dengan begini tujuannya hanyalah mengundang amarah Feng Li dan juga hanya di rencana ini saja, jika dia sampai berani membunuhnya maka Feng Li akan segera tahu identitas dalang darinya.
"Shen, sebenarnya apa tujuan dari rencana ini ? Pembunuhan generasi muda, warisan kuno, melemahkan musuh atau kemenangan dalam perang ?" Semua kemungkinan dilikirkan Zhu Long namun ini semua tidak cocok untuk alasan dia menyerang Shin kecuali yang terakhir, namun dengan begini Feng Li akan tahu bahwa si kaisar sendiri yang menyuruh orang itu karena hanya dia yang diuntungkan darinya lagipula Dou Huang bukanlah orang keji dan hanya rubah tua biasa jadi tidak mungkin dia.
"Pembantaian, hanya itu yang bisa kupikirkan sekarang. Soal siapa yang mengatur pembantaian ini aku tidak berani berspekulasi lebih lanjut." Terlalu banyak kemungkinan yang mungkin menjadi kebenaran, dengan info yang masih sedikit Shen tidak mau menghasilkan sebuah kesimpulan yang salah.
Jika Shen saja tidak mampu apalagi Zhu Long, dia kemudian berhenti bertanya karena tahu itu sia-sia.
"Tapi biar kuberitahu satu hal, ini sangat berkaitan erat dengan Feng Li !"