
"Itu gila! Setidaknya kau haruslah seorang ahli duniawi untuk bisa melakukan itu!"
"Kudengar dia seorang martial artist, bagaimana bisa ada kepala silver wolf yang tergeletak disana?"
"Tingkat kekuatan seperti ini tidak bisa diraih oleh tahap pembentukan awal biasa. Tidak, bahkan ahli pembentukan akhir pun tidak bisa melakukannya! Semengerikan apa bocah ini sebenarnya?"
"Tapi semua ini adalah wajar menurutku, apa kalian sudah lupa siapa guru dari bocah itu?"
Seketika setelah ada yang berkata demikian, semuanya merenung dan tanpa sadar menganggukkan kepala mereka sendiri. Teknik bela diri dari Feng Li pastinya mencapai tingkat yang tidak bisa dibayangkan oleh mereka. Bisa mengizinkan penggunanya skipping tingkat tiga ranah sekaligus hanya dengan sebuah teknik, tidak bisa lebih mengejutkan lagi. Tunggu, itu bisa... karena, teknik Shin belum sempurna!
Setelah pertempuran tak diharapkan itu terjadi, banyak yang langsung kembali dan menceritakan kejadian disana, informasi tentang bekas pertarungan berdarah disana telah menyebar seperti api di Kota Yan, disana masih ada beberapa kepala silver wolf yang tidak dibawa oleh Shin yang makin membuatnya lebih tidak bisa dipercaya lagi. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah tidak ada mayat disana, interval antara lolongan dan kedatangan peserta lain tak lebih dari satu jam. Dalam satu jam itu Shin harus membunuh mereka semua, memindahkan semua mayat silver wolf dan mencari tempat persembunyian yang aman. Bahkan jika dia diberi waktu satu hari ini masih tugas yang mustahil.
"Jelaskan kenapa tidak ada mayat disana!?" Zhi Shi bertanya karena kecurigaan pada Shin.
"Aku hanya beruntung!" Shin tentu tidak bodoh mengungkapkan harta kuat miliknya, itu adalah sesuatu yang harus selalu dijaga oleh Shin.
"Kau memakai sebuah harta kan? Sungguh memalukan kau hanya bergantung pada sebuah harta, hasil skor milikmu ini adalah sebuah aib di Kota Yan!" Suo Yao bertanya dengan nada interogasi.
"Apa salahnya menggunakan harta, setidaknya semua silver wolf itu aku bunuh dengan tanganku sendiri! Pedangmu itu juga sebuah harta pembentukan kelas tinggi kan? Kompetisi Perburuan ini tidak melarang pesertanya menggunakan harta apapun, siapa kau berani mengatur urusanku." Shin membalas ucapannya dengan telak. Dengan menggunakan aturan, Suo Yao tidak bisa membalasnya lagi.
"Apa kau berani mempertaruhkan harta itu saat kita bertarung nanti?" Suo Yao mencoba mendapatkan harta milik Shin, harta yang bisa menyembunyikan pemiliknya pasti bukan harta rendahan.
"Kenapa aku harus menyetujuinya? Apa kau anggap diriku ini bodoh? Taruhan itu sama sekali tidak memberiku keuntungan sedikitpun." Dalam kondisi apapun Shin tidak akan mau menyerahkan harta ini, selain karena kekuatannya juga karena ini adalah satu-satunya petunjuk bagi keberadaan orang tuanya.
"Aku mempertaruhkan pedang ditanganku ini." Suo Yao dengan berani mempertaruhkan senjata utamanya.
"Aku tidak menggunakan pedang." Shin menjawab singkat padat dan jelas.
"Lalu bagaimana dengan armor di tubuhku ini?" Suo Yao menyingkapkan bajunya dan terlihat sebuah armor besi hitam yang tampak ringan tapi sangat kuat. Dihadapan harta yang membuat orang lain meneteskan air liur Shin mengeluarkan jawaban tak terduga.
"Itu akan hancur saat kita bertarung nanti. Aku tidak ingin harta yang sudah rusak!" Sombong sekali, itulah pikiran setiap anak muda di aula ini.
"Karena kau tidak memiliki harta yang sesuai, taruhan ini tidak akan pernah terjadi." Shin sekali lagi menolak tawaran dari Suo Yao, bahkan jika dia menggunakan seluruh Cabang Klan Suo sebagai taruhan itu tetap tidak akan sebanding. Tapi Shin yakin akan menang dan jika dia menawarkan harta yang menarik mungkin Shin akan menerimanya.
"Aku menambahkan skill level 5 Dark Blood Palm kedalam taruhan, jika kau menang ketiganya akan menjadi milikmu!" Suo Yao sedikit terengah-engah saat menyebut tiga item ini, bahkan dengan statusnya mendapatkan ketiganya bukanlah hal yang mudah namun dia yakin akan mendapat manfaat yang sangat besar kali ini.
"Tentu saja aku akan menerima hadiah ini dengan baik, akan tidak sopan jika makanan ini hanya tersaji di meja makan." Kata-kata sombong Shin memenuhi ruangan, wajah Suo Yao memerah karena marah. Bocah lemah tahap pembentukan awal sebenarnya berani padanya. Dia yang bahkan disegani ahli surgawi tentu tidak akan terima dengan kalimat Shin kali ini.
"Aku harap perutmu bisa menampung nafsu makanmu yang besar itu!" Suo Yao tidak kalah mengucapkan kalimat sombong dan merendahkan juga, tapi jawaban Shin lebih menohok.
"Semoga kau bisa masuk final!"
Setelah taruhan ini orang-orang semakin bersemangat menanti pertarungan mereka, tak ada yang berani meremehkan Shin setelah berhasil membunuh kawanan silver wolf. Tapi kekuatan Suo Yao sudah sangat meresap dalam tulang setiap orang dsini. Hasil dari taruhan ini tak bisa mereka perkirakan.
Sheng Yi naik ke podium dan menjelaskan tentang babak utama. "Delapan besar akan bertarung mulai besok di arena Cabang Klan Suo ini. Untuk taruhan tadi aku, Sheng Yi, berperan menjadi saksi antara mereka, hasil dari pertarungan harus disetujui oleh kedua belah pihak!" Dia melakukan ini karena dia tidak bisa menyinggung Feng Li apapun yang terjadi, jika Cabang klan suo menginjari janjinya, kalimatnya saat ini bisa jadi sebuah antisipasi sempurna. Karena, sekuat apapun sebuah faksi, tidak akan ada yang berani menolak perintah Keluarga Imperial!
Setelah beberapa kalimat membosankan lainnya acara ditutup.
Di Rumah.
"Kau berani memeras Tuan Muda Cabang Klan Suo, muridku kali ini sepertinya cukup ambisius." Feng Li juga tahu taruhan yang dibuat oleh muridnya ini dan menganggapnya sebagai hadiah tambahan.
"Salahkan saja panitianya karena hadiah mereka hanya segitu." Meski Shin menyebut pil penyempurnaan tubuh "hanya segitu", tapi efek pil ini sangat bermanfaat baginya. Meminumnya dua kali memang tidak akan memberi manfaat apapun selain aura yang bertambah sedikit, tapi bagi anak muda lain hadiah ini bisa dibilang mewah.
"Kau beruntung karena Sheng Yi sampai bersaksi untukmu karena aku tidak akan ikut campur sama sekali." Dia memang bukan guru yang baik.
"Shin, aku juga sedikit penasaran tentang item milikmu itu, tapi jangan khawatir, aku tidak akan pernah memintamu menunjukkannya." Item Shin ini memang pantas menarik mata Feng Li, ini memang tidak memiliki efek offensif apapun tapi kemampuan lainnya menjadikan benda ini sangat OP.
"Ini adalah rahasiaku, aku tidak akan pernah menampilkannya pada orang lain!" Shin sudah tahu sikap apa yang harus dilakukannya dengam harta sekelas ini ditangan.
"Bagus, sikap hati-hati itu memang yang kau perlukan Shin. Harta milikmu itu harus kau minimalkan penggunannya." Feng Li menasehati Shin.
"Aku keluar dulu karena ada beberapa urusan penting, untuk makanan kau bisa memasaknya sendiri kan?" Tak menunggu jawaban Shin, Feng Li langsung keluar rumah dan terbang menjauh. Shin tidak tahu urusan apa yang menyebabkan Feng Li menyebutnya penting.
Malam sudah datang dalam diam dan Ying Ai sudah keluar dari ruangan meditasi itu. Dia lalu langsung mencari makanan ke dapur dan ada Shin yang sedang memasak disana.
"Belum." Shin menjawab sangat singkat, sangat padat dan sangat tidak jelas.
"Itu memang kau."
"Tunggulah sebentar lagi Ying'er, butuh beberapa saat untuk daging ini matang sempurna."
"S-siapa itu Ying'er?" Ying Ai malu-malu mau dengan sebutan itu.
"Bukannya itu kau? Dulu kau sama sekali tidak menolalnya."
"Ahem.... Berapa banyak skormu kemarin? Skor antara kita adalah 25-25, ini bisa menyelesaikan hasil seri ini!" Ying Ai memperbaiki citra miliknya dan mengalihkan pembicaraan.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, selama lima bulan ini keduanya terus melakukan pertandingan dan hasilnya seri. Shin percaya diri dengan skor pertama dalam sejarah ini.
"Skorku itu yang pertama sepanjang sejarah.. 908 poin! Bahkan silverback wolf hanya jadi skor bagiku." Katanya menyombongkan diri sendiri.
"Apa! Tapi skorku milikku juga yang pertama dalam sejarah... 1004 poin!" Shin memang yang pertama dalam sejarah memperoleh 900-an poin, tapi seribu keatas sudah dipecahkan oleh Ying Ai. Dalam hal ini, saya sendiri juga tidak mengerti siapa yang telah memecahkan rekor.
"Apa kau tidak khawatir dengan ekosistem!" Shin tidak terima telah kalah darinya, alasannya ini terdengar sangat konyol dan tidak logis.
"Tentu saja, hanya seperempat dari skor itu yang merupakan beast buruanku, sisanya aku curi dari peserta lain."
"Kau memang pantas dijuluki iblis." Selama satu tahun terakhir nama Ying Ai menggema di seluruh hati generasi muda Kota Yan, lebih dari setengah peserta menjadi korban kekejaman dia. Setelah itu sebuah julukan iblis disematkan pada wajah mungil dan menggemaskan ini.
Ada satu peraturan tak tertulis di Kota Yan yaitu jangan buat Ying Ai marah, jika tidak maka bersiaplah menjadi abu. Terbukti, Ying Ai sudah mengeluarkan api miliknya, untung sang protagonis kita tahan api kalau tidak cerita ini akan segera tamat.
"Shin jahat!" Ying Ai mengarahkan apinya tapi langsung memadamkannya, dia diam sejenak. Karena disebut iblis oleh Shin dia tidak bisa menahan tangisnya, air mata keluar dari mata indahnya, suara tangisnya bahkan membuat iblis dari neraka terdalam pun tidak tega, sungguh kejam MC kita ini.
Tak mau dicap tak berperasaan oleh seluruh pembaca, Shin akhirnya mengambil tindakan, dia menaruh centong di tangannya dan langsung mendekatinya. Setelah lima bulan tumbuh bersamanya Shin mendapat sedikit pemahaman tentang wanita, sikapnya kini jauh lebih baik dari dulu tapi masih belum mengerti bahasa mereka.
Kadangkala Ying Ai bilang tidak mau tapi sebenarnya dia mau dan bisa juga kebalikannya. "Memecahkan misteri ini, akan jadi tujuan hidupku!" Itulah tujuan Shin tiga bulan yang lalu tapi dia segera menyerah karena ini terlampau sulit.
Saat ini dia mengerti bahwa kata-kata tak akan berguna jika sudah seperti ini. Shin mengambil mangkok dan sendok lalu mengambil sup yang dimasaknya, dia tiup-tiup itu dahulu.
Hup!
Shin langsung menyuapi Ying Ai yang menangis keras, karena mulutnya terbuka saat menangis Shin bisa dengan mudah melakukannya.
Saat sensasi menyegarkan dan panas merasuki mulutnya Ying Ai berhenti menangis, karena kepanasan tentunya. Wajah habis menangis dan merah karena sup panas ini bahkan bisa menyebabkan raja iblis sekalipun tersentuh karenanya.
"Diam dan makanlah, kau pasti lapar setelah meditasi seharian." Shin terus melakukannya lagi, tapi Ying tidak menunjukkan tanda menolak. Setelah beberapa suapan lagi akhirnya Ying Ai bicara.
"Aku bisa sendiri!" Tapi Shin masih khawatir dia masih marah padanya.
Ying Ai mengambil mangkuk dari tangan Shin dan sendoknya lalu pergi ke meja makan. Shin mengikutinya tapi tidak langsung menemuinya.
Dirumah ini hanya ada mereka berdua, Ying Ai terus makan supnya tanpa suara. Shin yang mengawasinya merasa jika ada yang salah dengan ini. Ini terlalu sepi.
Shin membawa sepanci sup dan nasi ke meja makan sebelum menemuinya. Shin menyimpannya di meja dan duduk didepannya. "Kau tak bisa menipuku Ying'er."
Trank!
Sendok ditangannya terlepas dan wajahnya menunduk, air mata jernih turun tetes demi tetes. Ying Ai masih menangis. Tangisan ini berbeda dari biasanya, setelah beberapa saat pasti dia akan berhenti, ada sebuah alasan lain dibalik sikapnya ini.
"Kau tak perlu sekhawatir ini padaku." Shin menepuk kepala Ying Ai yang menunduk, dia pasti khawatir setelah Shin menyebut silverback wolf dan Ying Ai juga tahu dengan spesies ini.
"Bagaimana tidak, kau selalu
membahayakan dirimu sendiri." Sambil menunduk Ying Ai berkata lembut.
Shin hanya tersenyum lirih dan berpindah kesampingnya, "Itu urusan untuk nanti, sekarang makan saja dulu." Shin menyuapi Ying Ai yang menangis lemah ini, menghadapi Ying Ai, Shin tidak sedikitpun menunjukkan arogansi, kesombongan, keganasan atau kelicikan apapun. Dia hanya bisa bersikap lembut padanya.