Lone Hero

Lone Hero
Sekte Burning Heaven



Shin datang kesini dengan memegang tangan Ying Ai jadi mereka datang ke tempat yang sama, terlihat mereka tiba di sebuah tanah kosong yang berwarna ungu dengan sedikit campuran hitam, tanah disini seperti itu dikarenakan keberadaan Burning Heaven Divine Flame di sekitar sini, tanah yang memancarkan fluktuasi kuno ini tampak sangat datar tanpa ada tanda kehidupan, Shin tidak mengerti kenapa mereka dikirim kesini lalu bertanya pada Shen.


"Kenapa kita dikirim ke tanah kosong ini, apa mereka tidak punya sebuah aula atau tempat gitu ?"


Shen keluar dari dunianya dan mengira-ngira tempat mereka ini, Shen diam beberapa saat ketika Shin bertanya dan menjawab dengan suara lirih.


"Ada sebuah bangunan disini dulu, hanya saja itu sudah hancur saat sekte ini diserang. Kalau ingatanku benar ini adalah salah satu tempat dimana array teleportasi sekte berada dan untuk keluar juga harus melalui tempat ini. Ada lima tempat seperti ini dan hanya pemegang token yang dikirim ke tempat itu, orang biasa dikirim ke wilayah luar sekte yang cukup jauh."


Hanya ada sekitar dua ratus ahli yang tetap tinggal untuk mencoba keberuntungannya disini jadi wilayah yang sangat luas ini tampak sangat kosong, Shin tidak tahu sejauh apa tanah kosong ini terhampar dan dimana arah yang benar. Sejauh mata memandang hanya hamparan tanah saja yang bisa dilihatnya, tak ada satupun aula atau paviliun yang terlihat.


Saat Shen bilang tanah datar ini akibat pertempuran terakhir Shin menjadi sangat terkejut, kekuatan apa yang dibutuhkan untuk memusnahkan sebuah wilayah menjadi kosong seperti ini. Jika tebakan Shin benar seharusnya tanah ini terhampar puluhan km jauhnya, jadi sosok yang mengakibatkan hal ini haruslah menjadi sangat kuat.


Melihat ketertarikan Shin tentang tempat ini, Shen menjelaskan semuanya.


"Luas seluruh sekte ini ribuan km karena merupakan penguasa dari kerajaan dan kekaisaran disekitarnya, wilayah pusat dan sekaligus tempat dimana Sekte Burning Heaven yang sesungguhnya berada ada di depan kita, wilayahnya hanya empat ratusan km saja namun kekuatan yang tinggal disana sanggup mengguncang bumi. Kebanyakan wilayah adalah tempat tinggal dan tempat lainnya adalah arena, berbagai paviliun dan aula serta tempat latihan dengan platform yang terhubung dengan divine flame dan sungai aura disini juga diintegrasikan dengan divine flame yang menjadikannya lebih bermanfaat. Tempat kita berpijak saat ini harusnya adalah tempat untuk wilayah tempat tinggal para anggota sekte dan ini membentang seratus km yang menjadikannya seperti kota yang sangat ramai dahulu, aku bahkan masih ingat bagaimana penampakan kota ini pada masa jayanya dulu." Shen sedikit terdiam ketika mengingat kembali salah satu tempat yang pernah dikunjungi olehnya dulu, sekarang tempat yang membawa kenangan itu telah menjadi abu. Semua ini tak lain dan tak bukan ulah para iblis yang menyerang sekte ini.


"Shen, sebenarnya kita ini berada di dunia belah mana ?" Shin tidak pernah mendengar ada wilayah ribuan km yang bahkan belum tersentuh selama ribuan tahun setelah era kuno berakhir. Harusnya ada tanda kalau tempat ini pernah dijelajahi.


"Masih di Azure Sky Empire hanya saja tempat ini telah dipasangi oleh array isolasi tingkat tinggi yang jauh lebih kuat dari array yang tadi. Array hanya bisa menutup wilayah utama sekte jadi sisa wilayah lain berubah menjadi Azure Sky Empire, Tiga Evil Region dan beberapa kekaisaran disekitarnya. Kau memang belum tahu tapi sebenarnya kekaisaran ini memiliki sedikit hubungan dengan era kuno, alasan standar disini sangat lemah juga karena aura iblis sudah mencemari tanah dan mengikis aura alam dan tidak dimurnikan secepatnya, dengan disegelnya divine flame pemurnian juga menjadi terhenti." Saat semua kepingan puzzle dikumpulkan semuanya menjadi semakin jelas. Semua alasan dari standar kekaisaran yang lemah dan beberapa wilayah sekitar juga begitu karena iblis juga. Tanah mungkin pulih dengan sendirinya tapi aura alam harus mendapat bantuan, tim yang bertugas melakukan pemurnian sudah tidak ada lagi jadi mereka hanya bisa menerima nasib tidak bisa tidak bisa menerobos tahap lain setelah tahap master.


"Tapi harusnya ada orang yang pernah melewati daerah selatan beberapa kali, kenapa mereka tidak sadar ada dinding tak terlihat disana ?" Shin yang seorang pemikir kritis dan banyak tanya sedikit membuat Shen senang, setidaknya dia bisa tenang karena penerus grand sage bukan orang bodoh. Shen tersenyum kecil dan menjelaskan kembali.


"Sudah kubilang kalau disini ada array isolasi tingkat tinggi yang menutupi area pusat ini. Efeknya bukan hanya menyegel ruang dan suara saja tapi ini punya efek menyembunyikan ruang, mudahnya kita seperti berada di dimensi lain tapi dalam pesawat yang sama. Jika dilihat dari luar reruntuhan sekte, ini hanyalah gurun pasir Wilayah Selatan biasa dan tidak akan ada penghalang, barulah setelah kau menemukan cara menemukan dan masuk ke ruang yang dikunci ini kau akan bisa melihat wujud sesungguhnya. Saat indra seseorang mencapai tingkat yang menakutkan, kemunculan dari ruang yang dikunci bisa dirasakan olehnya."


Bahasan Shen kali ini sangat berat dan Shin juga "sedikit" kesulitan mencerna semuanya dan Ying Ai bahkan tidak mengerti satu kalimat pun dari Shen.


"Jadi begitu, mereka memang pantas berada di puncak dunia." Shin butuh waktu beberapa menit untuk mengerti dan Ying Ai bahkan tidak peduli dengan array isolasi ini, yang dia pikirkan hanyalah dimana warisan ini berada.


"Shen cepat tunjukan jalannya dan jangan jelaskan apapun lagi !!" Ying Ai kesal karena tidak mencapai tingkat pembicaraan mereka, keahliannya ada di bidang rencana pertempuran dan perang, pengalamannya juga cukup banyak dalam hal itu namun kalau soal hal yang membingungkan seperti ini dia sangat tidak suka.


"Shen, terus....."


"Diam ! Jangan bertanya lagi dan jalankan saja stafg ini !!" Ying Ai memotong pembicaraan Shin yang hendak bertanya lagi, Shin hanya tertawa kecil menghadapi sikap kekanakan ini dan tidak bisa marah. Shen menunjukkan jalannya dan ketiganya lalu terbang rendah dengan cepat.


"Kemana tujuan kita kali ini Shen ?"


Dalam perjalanan menembus tanah kosong ini Shin tidak diberitahu kemana tujuannya, diatas staff yang bisa bertambah panjangnya seiring dengan pertumbuhan Shin mereka melakukan perjalanan.


"Hanya ke tempat penyimpanan pil aura, didalamnya ribuan pil aura tingkat tinggi disimpan dan sebaiknya kau cepat, aku merasakan ada tiga puluh lebih aura yang menuju ke tempat itu, sebagai satu-satunya bangunan dalam radius seratus km tentu saja itu menarik minat sebagian besar orang." Mendengar kata-kata ini Shin langsung ngebut sekencang mungkin, Ying Ai sedikit tersentak akibat akselerasi yang tiba-tiba.


Setelah sejam perjalanan terlihat sebuah bangunan tinggi menjulang tanpa sedikitpun kerusakan diderita, penampilan yang aneh ini tentunya menyebabkan Shin terheran.


"Apa ada array disana ?" Shin mengeluarkan sebuah pertanyaan yang lebih spesifik, dia tidak ingin terlihat tidak berpengetahuan didepan Shen.


"Yo pastinya, tempat yang merupakan inti dari sekte ini pasti dipasang sebuah array kuat dan untuk membukanya kalian juga bisa, setelah ribuan tahun dipasang kondisinya saat ini pasti berada pada titik paling rendah." Sebuah array yang bisa tetap tegar dihadapan kemarahan ahli puncak pasti sudah kehilangan banyak kekuatannya dulu, array ini juga harus aktif selama ribuan tahun setelahnya jadi wajar jika menjadi sangat lemah bahkan tidak sepersejuta dari kekuatan aslinya. Tapi jika dia memakai kekuatan gabungan maka Shin tidak bisa mendapat hasil maksimal dan sekarang waktunya Shen beraksi sekali lagi.


"Shen, kau tahu apa yang kupikirkan kan ?" Shin memasang wajah rakus yang dengan cepat dipahami Shen.


"Segera singkirkan wajah menjijikan itu !!" Shen meletakkan telapak tangannya di wajah Shin dan menekanya.


"Aduduh... baik, baik."


"Ahem... Setelah kalian berada disana kalian hanya punya satu cara yaitu mengusir mereka semua dengan kekuatanmu sendiri dan menggunakan staff ini untuk menghancurkan segel." Saat Shen mengeluarkan rencana brilian ini wajah Ying Ai menjadi sedikit aneh, dia yang diam sedari tadi mulai menunjukkan kemampuannya.


"Shen~ apa kau ingin kami menyinggung semua faksi lagi ?" Semenjak rencana pengambilan volcano essence terakhir diadakan Ying Ai bisa merasakan bahwa Shen berusaha untuk membuat mereka semakin kesulitan entah apa tujuannya. Julukan strategis terbaik dunia ini sedikit diragukan kebenarannya oleh Ying Ai.


"Bukan begitu, tapi ini untuk latihan bocah kecil tak berguna ini, hidupnya selalu terlalu damai dan butuh sedikit kebar-baran agar dia bisa menjadi lebih kuat." Damai darimana a*g, selama tiga tahun dia disiksa terus menerus kau bilang itu damai !!


Ying Ai awalnya sangat menentang rencana pamer kekuatan ini namun setelah mendengar bahwa ini berguna untuk pertumbuhan Shin dia akhirnya mengalah, ternyata wakil strategis kita juga memiliki kelemahan fatal.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tujuan mereka, ini adalah sebuah bangunan yang cukup besar dan menjulang keatas. Mereka berhenti di tempat yang cukup jauh dari sana karena arahan Shen.


"Shen, apa pil aura itu ada dipuncak bangunan ini ?" Hal paling logis namun tetap harus dikonfirmasi kebenarannya.


"Tidak, yang asli disembunyikan dibawah tanah, bangunan ini dibuat menjulang tinggi karena berfungsi sebagai tempat perdagangan harta dan brankas uang sekaligus. Walau hanya harta rendahan bagi murid sekte tapi jika ini bocor keluar itu akan mengundang keributan." Total ada empat lantai yang setiap lantainya memiliki ketinggian sepuluh meter, entah apa yang merasukimu sekte kuno.


Shin bertanya tentang hal itu dan jawaban Shen adalah ada sebuah lubang yang menembus keempat lantai ini, jika seorang murid ingin masuk ke lantai yang lebih tinggi mereka harus melewati lubang ini yang memiliki tekanan disana. Ini juga sebagai tes bagi para murid yang ingin jual-beli disini. Semakin ke atas semakin bagus juga kualitas barang yang dijual dan tidak mungkin bagi ahli muda disini untuk terbang ke atas sana juga untuk Shin. Meski dia bisa juga dia tidak akan melakukannya, harta dan warisan tidak membuatnya tergoda sedikitpun.


Mereka turun cukup jauh dan tiga puluh orang yang disebutkan Shen sudah berkumpul disini dan untungnya ada ahli dari Klan Yi disini yang berarti mereka membawa Token Burning Heaven di tangan mereka. Shin yang butuh itu untuk mendapatkan divine flame jelas tidak bisa menahan godaan disini.


"Ying Ai turunlah, biar Shin seorang yang jadi musuh bersama, jika kau ditanya apa kau memiliki hubungan dengan timdakannua kau bilang saja tidak." Shen mengirim transmisi suara pada Ying Ai, kekuatannya yang sudah melemah banyak hanya bisa mengirimkan satu paragraf seperti tadi. Ying Ai menatap Shen dan mengangguk kecil dibarengi dengan sebuah senyum dingin di wajahnya. Jarang sekali dia ingin lihat Shin seperti itu.


"Shin, aku tidak tertarik dengan rencana ini, kau lakukan saja sendiri ya !" Ying Ai berkata semanis mungkin agar Shin tidak berani untuk menolak, dan benar saja, Shin tidak menolaknya dan pasrah. Diam-diam Shen memuji kelicikan gadis ini dalam hatinya.


Ahli Klan Yi, Yi Kun dan tiga sisanya berdiri didepan pintu masuk tipikal ahli dari empat kekuatan besar yang suka memerintah.


"Kami tidak punya informasi mengenai bangunan dihadapan kita semua sekarang, namun saya yakin bahwa ada harta yang disimpan didalamnya dengan baik dan kami berniat membaginya dengan kalian atas keberanian kalian tetap datang ke tempat ini." Ahli lainnya jelas tidak bodoh menelan mentah-mentah omongan dari empat kekuatan besar, pastinya ada sesuatu yang mengharuskan mereka meminjam kekuatan dari ahli lainnya. Cara ini memang biasa dan tidak terlalu memancing emosi namun gaya bicara mereka yang sok memerintah memancing keributan, mereka hanya bisa mengutuk dalam hati sebagai bentuk pelampiasan emosi.


"Bilang aja ada segel disana !"


"Dasar harimau berkulit maung !"


"Si Yi Kun durjana."


Menghiraukan semua kekesalan dan umpatan mereka, Yi Kun sudah mulai bicara lagi.


"Tapi sebelum kita bisa menuai manfaat dari tempat ini kita harus menyatukan seluruh kekuatan dan menghancurkan segel yang menghalanginya !"


"Apa gw bilang tadi !"


"Kan lu ngomong dalem hati woy !"


Kembali ke cerita semula...


"Sekarang sudah pas, pergi ke sana dan bicara 'Woy ! Pergi atau mati !' Pada mereka semua." Shen


menampilkan pose saat nanti Shin bicara lalu dia mendorong punggung Shin dan menyuruhnya melakukan rencana. Dia memberi Shin kalimat dan pose bicara yang pas agar Shin tidak mati gaya.


Shin yang berada tidak berada di kerumunan menaiki staff miliknya dan langsung terbang ke sana. Ketika dia sudah berada tepat diatas kepala Yi Kun dia berdiri di Arhat Staff secara horizontal dan bicara kayak orang ga disekolahin sambil menunjuk dengan jarinya dan menutup wajahnya dengan tangan satunya.(kek kenal)


"Woy ! Pergi atau mati !"


Krik krik


Gagal total ! Tidak ada yang merespon dan hanya menatapnya saja, kemunculannya yang terlalu cepat dan tidak ada jeda dalam aksinya telah membuat semua rencana akting kuat dan gahar buyar.


Semua ahli lain menatap seorang bocah yang menggantung di udara dengan ekspresi aneh, tidak ada yang menyadari apa yang terjadi karena terlalu cepat dan singkat, mereka terlalu fokus dengan umpatan dalam hati mereka pada Yi Kun sehingga tidak memperhatikan Shin.


Shin tidak punya muka untuk ditunjukkan pada mereka lagi dan segera melesat ke arah Shen dengan malu di wajahnya, saat Shin sudah lumayan jauh ada ahli yang berkata menyakitkan.


"Kasian, mana masi muda."


Saat seseorang berkata seperti ini kerumunan hening sejenak dan melihat Shin yang sedang terbang berbarengan, setelah beberapa detik gelak tawa dan beberapa guyonan lainnya dikeluarkan ahli lainnya dan membuat suasana hangat kembali, Yi Kun menjadi diabaikan akibat ulah Shin ini dan dia susah payah mengambil alih kerumunan kembali.


Ketika Shin sudah sampai dengan menutup wajahnya Shen dan Ying Ai yang sedang puas tertawa sudah siap menyambutnya.


"Awoakaowkowk... Woy ! Pergi atau mati ! Hahahaha." Shen melakukan reka adegan Shin berteriak disana dengan pose yang sama persis.


"Kasian, mana masi muda. Ahahahahah...." Tak lupa Ying Ai juga meledek Shin yang sudah terlalu malu ini, mereka berdua tampak sangat puas sekali tertawa sampai mengeluarkan air mata tapi tidak dengan Shin.


Wajahnya memerah karena malu dan dia hampir menangis namun ditahan sebisa mungkin, dia melihat Shen yang sedang tertawa dengan niat membunuh terkuatnya.


"Shen! Kau harus menerima hukuman setelah ini." Shin menggenggam tangan Shen dengan kuat sambil terbang karena dia terlalu pendek. Matanya berapi-api karena kemarahan akibat rasa malu yang disebabkan olehnya.


Shen menahan tawanya sendiri dan mulai menjelaskan kesalahan Shin tadi.


"Harusnya kau diam dulu setelah kemunculan yang tiba-tiba dan menatap mereka, itu yang disebut mengendalikan dengan tatapan. Lakukan beberapa basa-basi paling basi dengan mereka dan Yi Kun dulu lalu pada saat semua perhatian dan kesempatan telah datang baru kau bilang itu. Kau bahkan tidak mengerti hal-hal dasar seperti ini, senolep apa kau saat hidup dengan pamanmu dulu Shin." Dulu Shin hanya berkomunikasi dengan pamannya dan pelayan rumah, karenanya dulu dia tidak mempelajari cara berkomunikasi yang benar.


"Diam ! Aku ingin kesana lagi !" Shin lalu berbalik dan berniat mengikuti saran Shen.


"Mana bisa udah telat !"


"He'em mana bisa."


"Hahahahahahaha...."


Combo dari Shen dan Ying Ai kembali menghantam Shin sekali lagi, Shin yang tidak punya pengetahuan dalam hal sosial tidak mengerti alasan mereka berkata demikian.


"Aduuuh.... ini karena kau sudah kehilangan unsur kejutan, jika kau kesana lagi kau akan langsung ditertawakan mereka. Untuk mengembalikan nama baikmu kau harus bersikap sangar bin gahar pada mereka secara langsung dan jangan pernah merasa malu, saat ada seseorang yang tertawa serang saja dia langsung." Shen mengaduh guna menghentikan tawa, dia memberi tahu Shin lebih dulu karena waktu sudah mepet.


Shin mengangguk dan melesat kembali dengan siap sekarang. Orang-orang yang masih belum move on membahas Shin sudah melihatnya datang lagi kesini sekarang,


"Semuanya, kita gabungkan kekuatan kita !!" Seorang ahli yang suka bercanda ini menatap semua ahli lain dan mengalihkan pandangan ke Shin, dia menatap semuanya dengan sungguh-sungguh dan semua orang akhirnya mengangguk. Dia berdiri didepan Yi Kun dan berkata dengan lantang.


"Dalam hal sekte, kekuatan, asal, dan suku kita mungkin berbeda, tapi semua ini tidak lagi berguna saat ini, kita harus mengumpulkan segenap kekuatan dari jiwa dan raga kita demi satu tujuan suci didepan mata, jika anda sekalian ingin berpartisipasi dalam perang suci ini silahkan hadap kiri dan tunggu aba-aba saya."


Ahli ini mengangkat tangannya ke atas bak seorang komandan perang, pidatonya yang sangat menyentuh ternyata bermaksud untuk hal lain.


Drap !


Semua ahli langsung hadap kiri tanpa komando darinya dan menjaga jarak antara mereka layaknya sebuah pasukan terlatih lalu...


HEEEUP


Semua orang menarik napas sebanyak mungkin dan Yi Kun dkk masih tidak mengerti juga apa yang akan mereka lakukan.


"Mulai !"


Dia mengayunkan tangannya kedepan lalu semua orang membuka mulutnya dan berteriak sekencang mungkin.


"WOY ! PERGI ATAU MATI !!"


Mereka mengulangi kalimat dan pose Shin tadi dengan sama persis. Sangat kompak, mereka bersuara sangat kompak dan serasi bagai sebuah paduan suara. Gemuruh yang dihasilkan dari suara gabungan tiga puluh orang ini diarahkan ke Shin yang sedang melesat, seperti suara guntur, suara ini menggelegar di semua dimensi.


"Mantap !" Sang komandan mengacungkan jempolnya pada mereka semua.


"Awokawoskaowkaoakaoawaowkao." Semua orang tidak bisa lagi menahan gelak tawa mereka dan berniat menghabiskan kotak tertawa mereka, tidak ada penahanan dalam tawa mereka.


Yang pertama bagaikan paku yang ditancapkan dengan kuat di hati lembut Shin, sedangkan yang kedua adalah pukulan palu kuat yang menghantam paku ini dan menambah luka yang sudah parah. Menghadapi serangan mental yang super duper kuat ini Shin hampir menyerah dan menangis dihadapan para ahli ini, mau bagaimanapun dia masih bocah sebelas tahun. Apalagi dia belum pernah merasakan yang namanya dibully sebelumnya jadi dengan kekuatan mentalnya saat ini juga dia masih bisa takluk melawan serangan kuat ini.


Shin mencoba tetap tegar dalam rasa sakit dan rasa malu ekstrim, dia menggigit bibir bagian dalamnya sendiri guna mempertahankan fokus, kendali atas staff-nya kian melemah, kecepatannya turun dan dia seperti akan jatuh kapan saja. Dengan tekad Shin saja dia hanya bisa bertahan dengan kesulitan dan jangan pikirkan tentang bertarung, mentalnya terpukul dan dia tidak bisa bertarung dengan benar.


"Shen, apa ini tidak terlalu kejam untuknya ? Maksudku ayolah, mereka bahkan menjadi sebuah pasukan terlatih dalam sekejap." Ying Ai juga tahu batas dalam bercanda.


"Tenang saja, ini hanya latihan mental yang kusiapkan untuknya, dan memang para ahli itu terlalu berlebihan aku akui itu, tapi lebih sakit rasanya lebih mantap juga sensasinya !" Shen, kau berkata hal yang salah.


"Sensasi apa ?" Ying Ai masih polos kawan-kawan.


"Ahem.... maksudku lebih mantap hasilnya nanti, ini kuatur untuknya di purgatory nanti, siksaan api biasa sudah tidak mempan jadi siksaan mental murni sangat cocok untuknya." Lebih tepatnya Nine Step Into Purgatory, dengan begini Shen bisa yakin kalau Shin bisa tahan serangan ini maka delapan hingga sembilan langkah bukan hanya angan-angan saja.