
Dalam sekejap mata figur sang Arhat raksasa yang memegang tongkat suci muncul dibelakang Shin, Yun Xiao meninggalkan serangannya dan memandang figur besar ini dengan kagum dan takut pada saat yang sama, dia bisa merasakan intensitas aura suci yang terkandung didalamnya. Bermaksud untuk berbalik dan kabur, Yun Xiao sudah sangat terlambat. Setelah figur Arhat muncul, disitulah kekalahannya ditentukan.
Brak!
Tongkat suci sang Arhat ditancapkan ke bawah, melahap Yun Xiao seutuhnya tanpa bisa memasang pertahanan apapun. Serangan yang setara dengan seorang ahli grandmaster dibebankan pada tubuh Yun Xiao seutuhnya, dia terkapar di tanah yang retak akibat serangan ini. Keseluruhan tongkat puluhan meter ditambah dengan tenaga dari tangan dan lengan sang Arhat, Yun Xiao tidak berkutik dihadapannya. Secara dia sangat lemah dengan yang namanya aura suci.
Crak!
Tulang-tulang di seluruh tubuhnya patah dan dia kehilangan kesadarannya, kendati demikian dia belum mati sepenuhnya, dia terkapar dengan daging dan otot yang sudah dilumat menjadi gepeng. Sebuah pemandangan menyedihkan untuk seeorang pemimpin faksi terkaya di kawasan ini.
Shin memang tidak bisa bertarung secara konvensional ketika melawannya, jika dia mencoba mengulur waktu hingga katana miliknya rusak maka dia hanya menunggu kematian, hanya dengan modal teknik dan insting, Yun Xiao sudah bisa membunuhnya dalam waktu beberapa menit singkat.
Katakan saja Moon Splitter yang tadi, kalau serangan ini tidak membelah Dark Blood Palm terlebih dahulu maka tidak diragukan lagi Shin akan terluka sangat parah, bukan tidak mungkin dia akan mati seketika.
Dengan memancingnya masuk ke jarak aman serta mengatur situasi dimana dia bisa menyerang manakala Yun Xiao sedang lengah, Shin hanya bisa bertaruh dengan nyawanya sendiri.
Dia tidak bisa secara sembarangan menggunakan Arhat Staff maupun Arhat Pierce, saat itu dilakukan ada sebuah celah terbentuk dan dia sangatlah rentan diserang. Keadaan dimana Yun Xiao sepenuhnya meninggalkan pertahanan dan fokus pada serangan mutlak diperlukan, selain untuk memaksimalkan dampak serangan juga agar Shin tidak menerima serangan balasan dengan jauh lebih ganas lagi.
Pengisian Arhat Staff juga sebenarnya sudah ia lakukan sedari tadi, menggunakan Focussed Aura Control dia bisa menyembunyikan kebocoran auranya dengan mudah. Mengelabui indra Yun Xiao, menyebabkannya masuk kedalam jebakan betmen.
Ini bukan berarti bahwa Shin bisa mencapai hasil yang dicapai oleh para assasin atau Feng Li, menyembunyikan hawa keberadaan dan menyembunyikan kebocoran fluktuasi aura adalah dua hal yang sangat berbeda, bukan berarti juga kalau dua hal ini adalah bertentangan. Sebaliknya, keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Hanya ketika kedua hal ini terjalin satu sama lain dan membentuk satu kesatuan, disitulah dimana kemampuan concealment akan didapatkan. Jadi, Jikalau Shin mempelajari Crouching Tiger Step nanti, waktu yang dia butuhkan akan sangat berkurang, bukan tidak mungkin juga dia akan menyempurnakannya lebih dari Feng Li.
Shin berjalan kedepan dengan bertatih-tatih, kesulitan mengendalikan salah satu bagian tubuhnya. Dia mendekati Yun Xiao yang sudah terkapar lemah, pedangnya sudah jadi bubuk apalagi dengan tulangnya, itu menerima nasib yang sama. Sosoknya yang tampak sangat kuat dan superior, yang tertinggi dan terkaya diseluruh kawasan ini, yang membawa ambisi besar yang harus ditunda ribuan tahun untuk memuluskannya, harus direduksi hingga hampir mati... oleh bocah tiga belas tahun!!
Tingkat eksistensi apa Yun Xiao itu? Seorang ahli master yang memiliki sebuah faksi yang bisa dibilang paling menakutkan di kawasan ini, sebuah faksi yang benar-benar tidak bisa disentuh oleh siapapun, nasib mereka akan lebih buruk daripada kematian. Seorang ahli master meneruskan estafet rencana iblis ribuan tahun, dengan sabar dia dan seluruh leluhurnya harus menerima tongkat estafet ini dan dia, menerima kehormatan sebagai pelari terakhir, orang yang menerima gelar juara, orang yang akan jadi satu dari dua ahli grandmaster di kawasan ini, orang yang sepenuhnya berada di posisi puncak dalam rantai makanan, bahkan jika seluruh Evil Region Utara menyerangnya seorang diri, dia masih bisa menang. Dalam hal itu, baik Suo Qing, Yi Lei, atau bahkan Feng Li sudah tidak layak lagi berada di matanya, semua orang ini bisa dia bunuh semudah membunuh semut, dia bersama Dou Huang akan jadi penguasa mutlak kawasan ini. Sayangnya... dia harus menerima nabis kalau, dia harus mati pada saat kritis kemenangan! Padahal dia hanya berjarak lima puluh langkah lagi dari garis finish, sayangnya ada sebuah jebakan bernama Shin yang mampu melenyapkannya.
Shin perlahan mendekatinya dengan tongkat di tangan, hanya butuh satu serangan lagi sampai dia bisa membunuhnya, setelah itu adalah bagian mudah untuk melenyapkan roh iblis.
Shin melangkahkan kakinya berat, luka sudah mencakar tubuhnya banyak, tenaga sudah ia keluarkan semua, hanya bersisa tekad dan niat bertempur kuat untuk dia bisa menggerakkan kakinya.
Cukup lama dia berjalan untuk mencapai tubuh Yun Xiao, dia kini ada didepan kepala yang sudah terbenam ke dalam tanah ini, Shin mengangkat tongkatnya sejajar secara vertikal, sebuah serangan penghabisan mutlak akan segera dia lakukan.
Sleb!
Tongkat Shin dihentakkan ke bawah tanah kuat sekali, hingga bisa menembus tengkorak Yun Xiao, tembus hingga ke mulutnya. Yaah... kan memang tengkoraknya sudah retak, wajar bila itu sudah jadi sangat lemah dan rapuh, dihadapan Arhat Staff, tengkorak seperti ini bisa dihancurkan dengan mudah.
Shin mulai kehilangan keseimbangannya, dia akan terjatuh ke depan namun dia segera memantapkan genggaman pada tongkatnya, dia ingin sekali beristirahat sejenak hanya sekedar menghela napas dan menutup luka tapi tidak bisa, masih ada roh iblis yang harus diurus, jika tidak maka bencana masih akan tetap menghantui kawasan ini ribuan tahun selanjutnya.
"Tidak... tidak... kau bocah sage sialan!!!" Kabut hitam perlahan merembes keluar dari pori-pori Yun Xiao yang sudah mati, kabut ini kemudian berkumpul di udara membentuk sebuah bola kabut hitam kecil dengan sedikit bentuk iblis didalamnya. Ini adalah roh iblis, sebuah benda yang ada dalam tubuh setiap iblis manapun, bahkan ras paling lemah juga memilikinya. Benda ini membawa kesadaran iblis meski tanpa kekuatan sama sekali, bisa dibilang iblis memiliki dua buah nyawa dengan hal ini. Tetapi, manusia juga punya hal yang sama persis, namanya roh aura, bedanya itu hanya dimiliki setiap makhluk disini dan juga vitalitasnya yang lebih lemah menjadikannya tidak bisa bertahan terlalu lama didunia ini. Bahkan jika roh aura menggunakan cara yang sama dengan yang iblis gunakan untuk bisa bertahan ribuan tahun, itu tidaklah mungkin. Secara roh aura tidak punya serangan jiwa apapun, itu hanya bisa dengan sabar menunggu tubuhnya direkonstruksi kembali.
Shin tanpa bertanya tentang benda didepannya segera mengayunkan tongkatnya dari bawah, ujungnya yang harusnya memiliki noda darah secara mengejutkan masih coklat bersih tanpa noda atau kotoran apapun didalamnya, sebuah skill pasif dari Paramita Divine Wood yang tidak akan membiarkan dirinya tercemar oleh apapun, dengan begini Shin bisa bebas menggunakannya seumur hidup.
Wuush!
Tongkat mengayun menabrak roh iblis ini, ketika keduanya saling bersentuhan Shin merasakan sebuah sentuhan padat, bukan seperti mengayun udara kosong seperti yang dipikirkannya.
Roh iblis meraung keras karena dimurnikan, raungannya hanya bertahan selama beberapa saat sebelum dia berubah dan menghilang menjadi kehampaan, berbarengan dengan menghilangnya masalah yang menghantui kawasan ini selama ribuan tahun lamanya.
Brug!
Shin yang sedang mengayunkan tongkatnya telat untuk mengembalikan sandarannya, kakinya gemetar hebat dan bahkan terlalu lemah untuk menopang tubuhnya sendiri, dia terjatuh ke depan dengan wajah mencium tanah, sama dengan Yun Xiao, bedanya dia tidak memiliki lubang di kepalanya.
"Tidak... aku harus... menemui guru!" Shin mencoba bangkit dari posisinya, dirinya masih memiliki Arhat yang masih belum dikeluarkan, dia sengaja menyimpannya untuk saat terakhir, Yun Xiao dikatakan jauh lebih lemah dari Dou Huang, dia tidak mau menyia-nyiakan kartu truf miliknya pada orang seperti itu. Tanpa sadar, Shin telah memilih keputusan yang sangat tepat, dia tidak mengetahui kondisi bahwasannya gurunya sendiri sedang melawan ahli grandmaster! Jikalau dirinya datang kesana tanpa ada Arhat yang tersisa, hanya kematianlah yang menunggunya, apalagi durasi pemanggilan Arhat maksimal hanya sepuluh menit, durasi yang singkat mengingat intensitas pertarungan disana.
Boom boom boom boom
Suara debuman keras dapat terdengar dari sini, walau berjarak berkilometer jauhnya, Shin bisa menerka intensitas pertarungan disana. Fluktuasi aura meletup-letup ganas walau hanya berasal dari satu orang, begitulah apa yang dirasakan Shin. Dia tidak tahu kemana satu orang lainnya pergi, apakah itu Feng Li atau Dou Huang dia juga tidak tahu itu, yang dia ketahui dan yakini adalah... dia harus segera kesana!
"Shen, katakan posisi guruku."
"Tujuh km selatan, posisi mereka selalu berubah jadi siagakan telingamu!" Tak tahu mengapa, Shen sama sekali tidak melarang atau mempertanyakan keputusan ini.
Shin bangkit dan menaiki Arhat Staff segera, dengan sedikit lambat dia terbang menuju tempat yang diarahkan Shen, dia juga masih harus menutup pendarahan yang diderita, untuk pulih sepenuhnya aku khawatir itu butuh waktu yang cukup lama, bahkan dengan pil penyembuh diberikan.
Dhuak!
Feng Li meninju perut iblis dengan telak, dirinya yang tidak sadar seakan sedang kerasukan oleh roh yang gila tempur, terus menerus menyerang iblis secara membabi-buta. Tak peduli separah apa luka yang telah diderita, dia terus saja menyerang tanpa pandang bulu. Walau harus kuakui dia sudah terluka parah saat ini, beberapa bekas tebasan dan tusukan baru muncul di tubuhnya meski Aura Armor sudah pulih seperti sedia kala.
"Orang yang sangat merepotkan, apa kau bahkan tidak memiliki kesadaran sekarang?" Iblis ini memperthatikan gerak-gerik aneh Feng Li selama bertarung, gelagatnya yang tidak bisa dimengerti akal sehat akan menyebabkan siapaun penasaran. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana Feng Li bisa masuk kedalam kondisi seperti itu.
Dou Huang atau harus disebut sebagai iblis, dipaksa dalam keadaan bertahan selama pertempuran, manakala dia ingin melancarkan serangan balasan Feng Li selalu menyerangnya lebih dulu. Kendatipun seperti ini, beberapa serangan pedang telah sukses mendarat di tubuh Feng Li.
Aura Feng Li yang selalu ganas dan kejam perlahan tenang dan damai, matanya yang berapi-api mencari pertempuran mulai padam dan diam, raut mukanya menjadi lebih santai dan kepalan tangannya dibuka. "Siapa bilang aku orang yang seperti itu? Aku hanya mengulur waktu."
"Oh ya, apa kau pikir bocah disana bisa membantumu memenangkan pertarungan ini?" Iblis menunjuk arah dimana Shin berada.
"Apa kau pikir aku akan melakukannya? Si idiot bernama Dou Huang ini hanya akan jadi bulan-bulanan jika melawanmu, dia tidak pantas melawan dirimu. Bukankah kau selalu mencari kesenangan dalam pertempuran? Ayolah, aku sudah banyak melihat orang sepertimu dalam hidupku, orang yang selalu bisa bertambah kuat seiring pertarungan yang mereka hadapi dan menangkan. Feng Li, kau orang seperti itu kan?"
"Kau salah, aku bukanlah orang seperti itu. Hanya balas dendamlah tujuanku bertambah kuat selama ini, tidak ada yang lain. Sebuah tujuan paling penting dalam hidupku. Kalau kau tidak mau, setidaknya kau biarkan saja dia mengambil alih pada saat terakhir kematianmu!"
"Hahahaha... Apa kau pikir kesempatan seperti itu akan datang?" Iblis kesal dengan kalimat sombong Feng Li yang secara terang-terangan menyatakan kemenangannya secara sepihak. Dia yang ada dalam posisi diuntungkan tentu saja terusik dan tergelitik dengan pernyataannya.
"Kita akan tahu itu, sebentar lagi."
Feng Li langsung menggunakan Crouching Tiger Step mendekati iblis, dia mendaratkan beberapa serangan pada tubuh musuhnya namun masih bisa ditangkis dengan mudahnya.
Iblis mengirim tebasan secara diagonal dengan pedang yang sudah melukai Feng Li banyak sekali, Feng Li melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman dingin ketika menatap tebasan ini datang menerjang, dengan cekatan dia menangkap pergelangan tangan iblis dan tak berniat melepaskannya apapun yang terjadi, menghentikan tebasan sebelum bisa mencapai dirinya.
Insting iblis mengatakan bahwa hal yang berbahaya akan segera terjadi, dia meledakkan auranya sendiri namun Feng Li tetap tidak terhempas dari sana, tetap tegak dalam posisinya tanpa beranjak satu langkah sedikitpun, meski luka dahsyat menerjang tubuhnya.
"Tiger Claws!"
Dengan tangan satunya Feng Li melakukan gerakan mencakar kedepan, segera tanpa perlu berlama-lama lima buah luka robek yang dalam muncul di tubuh Dou Huang, menjadikannya sebuah mata air yang mengalirkan darah tanpa henti.
Kemudian Feng Li merapatkan tangan yang tadi, segera aura merah darah miliknya berkumpul dalam telapak tangannya. Raungan harimau dan dominasi yang ganaa terpancar kuat dari sana, menyebabkan iblis menatapnya dengan ngeri di wajah. Sadar bahwa kematian sangatlah dekat, iblis memasang beberapa lapis Aura Shield sekaligus.
"Fierce Tiger Seal!"
Gambar harimau merah langsung seketika muncul ketika Feng Li mendaratkan telapak tangannya ke tubuh Dou Huang, harimau secara langsung menabrak penghalang tanpa kompromi. Melahap iblis dalam citra yang berukuran besar.
Break!
Beberapa lapis aura shield seketika hancur berkeping-keping seolah serapuh kaca, sayangnya serangan Feng Li juga harus terhenti oleh ini, beberapa lapis Aura Shield yang dibuat oleh ahli grandmaster adalah batas kekuatannya, Feng Li melepaskan tangannya akibat serangan ini dan menjadikan iblis lepas kembali.
"Wew, tadi itu sangat berbahaya." Iblis meremas pergelangan tangannya yang sudah lecet karena Feng Li.
Iblis mengacungkan pedangnya kedepan dan aura pedang serta auranya sendiri disuntikkan kesana, tanpa ada kata apapun terlontar dari mulutnya, sebuah piton sepanjang puluhan meter menyeruak keluar dari pedangnya, piton membuka rahangnya dalam rangka melahap Feng Li kesana. Sebuah serangan kuat dari seorang ahli grandmaster, sangatlah berbahaya.
Piton merah darah meliuk-liuk di udara sebelum akhirnya menghantam tubuh Feng Li secara langsung!
Dengan suara "Prank" yang kuat, Aura Armor Feng Li yang memang tipis dan lemah hancur seketika juga, membiarkan tubuh Feng Li tanpa pertahanan sama sekali.
Dirinya terpukul mundur ratusan meter jauhnya menjadi sebuah streamer merah cerah sembari menyemburkan beberapa suap darah di udara. Beberapa rusuknya patah dan sekitar empat puluh persen organ dalamnya lenyap tak bersisa. Kendati terluka parah, dia masih bisa bertempur dengan lancar, bahkan lebih kuat daripada sebelumnya. Sikapnya telah tertempa dengan keras selama dia hidup, menjadikannya sangatlah agresif.
Ledakan!
Jatuhnya Feng Li menciptakan sebuah lubang besar di bukit kecil yang dihantam oleh tubuhnya, dia terbaring lemah tak berdaya namun masih bisa mengeluarkan senyuman di wajah, dia seolah tak pernah peduli atas apa yang menimpa dirinya.
Feng Li segera bangkit terhuyung, dia menatap kedepan dan ternyata iblis sudah mendatanginya, dengan membawa hadiah berupa lima pedang merah yang tercipta dari aura sedang melesat ke arahnya seperti anak panah.
Sleb! Sleb! Sleb! Sleb! Sleb!
"KHUAAHH...."
Kelima pedang darah menusuk tubuh Feng Li mulus sekali, segera dia terjatuh kebelakang; menyemburkan beberapa suap darah kembali. Pedang darah segera menghilang dan menambah jejeran luka yang dalam di tubuhnya. Menjadikannya bagaikan air terjun dengan darah sebagai airnya.
***
"Dua kilometer ke utara!" Kata Shen, memperbaiki posisi pertarungan Feng Li dan Dou Huang/iblis.
"Cepat sekali gerakan mereka, master memang sangat kuat." Shin memuji Feng Li dalam perjalanannya, kini dia sedang duduk bersila mencoba menutup luka seraya mengendalikan Arhat Staff.
"Percepat gerakanmu Shin! Tinggalkan pemulihan dan fokus saja pada tongkatmu, pertarungan mereka sudah mendekati akhir." Shen bisa merasakan perbedaan fluktuasi yang keluar dari masing-masing orang disana, dan hasil bahwa Feng Li dalam keadaan terpojok dia rahasiakan lebih dulu. Biar Shin melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
"Baiklah." Shin membuka matanya lembut dan mempercepat laju Arhat Staff, setidaknya setengah kali lebih cepat daripada sebelumnya.
"Shen, apa kau punya pikiran yang sama denganku?" Zhu Long mengirim transmisi suara pada Shen.
"Ya, inilah tujuannya yang sebenarnya, dia hanya mengulur waktu sebelumnya."
"Yah, tetapi aku tak menyangka kalau ada manusia seperti itu didunia ini. Jalan pikiran dan tindakannya selalu diluar nalar dan tidak terduga." Zhu Long dengan pengalaman ribuan tahun miliknya juga masih saja kaget, heran, terkejut, dan yang terpenting adalah tidak menduga tindakan Feng Li.
"Dia berbeda dari semua orang didunia ini. Dulu, kita tumbuh dalam perang dan darah, kesedihan dan perpisahan, kematian layaknya sebuah acara yang biasa terjadi dahulu, hasilnya perilaku dan sikap kita selalu keras akibat ditempa dengan berbagai hal tersebut. Berbeda dengan jaman sekarang, mereka ditempa dengan berbagai kenikmatan dalam hidup dan susahnya hanyalah berasal dari diri mereka sendiri atau manusia lainnya, jauh lebih lembut daripada yang kita alami."
"Namun, apa yang menempa diri Feng Li sangat jauh berbeda dari yang manusia alami jaman ke jaman, bisa dibilang dia adalah manusia unik yang hanya ada satu di seluruh dunia ini. Dia yang menyebabkan kematian orang tuanya harus menerima nasib jiwanya terluka, lalu dia bertemu denganku dan Sage Yan Shen, lukanya berangsur pulih dan dia jadi semakin lembut, tanpa ada peringatan sebelumnya gurunya tiba-tiba pergi meninggalkannya dan disitulah titik balik kehidupannya. Dibalut dengan dendam yang ekstrim dirinya berniat melatih dirinya sendiri dengan gila, dia pergi jauh ke utara dan terpaksa harus menerima nasib yang jauh lebih menyedihkan lagi. Dirinya ditempa dengan keburukan dan kebaikan secara bersamaan, perpaduan antara baik dan jahat, benar dan salah, dalam satu tubuh. Sikapnya selalu tak terduga, kejam, ganas, tapi dibalik semua itu ada sebuah kebaikan dan kebenaran kuat didalamnya. Dan sekarang tujuannya sudah hampir tercapai, alasan dari kehidupannya." Shen memberikan penilaian hebat tentang Feng Li, dia yang disimpan olehnya informasi Feng Li pasti mengalir kedalam kepalanya, dan sama seperti Zhu Long, dia juga terkejut pada awalnya, dan pada akhirnya... dia hanya bisa takjub.
"Sangat tidak terduga, ada manusia yang harus menerima nasib sekejam ini. Tapi biarlah, dia bisa beristirahat setelah ini semua berakhir." Zhu Long juga membuat nada bicaranya sesopan dan seserius mungkin, hanya sedikit orang yang bisa membuatnya seperti ini dan Feng Li adalah salah satunya.