Lone Hero

Lone Hero
Pengejaran (1)



Teriakan Taiyang seketika membuat seluruh anggota Great Sun Army masuk dalam mode pertarungan, bahkan tekanan yang dipancarkan oleh mereka semua menyebabkan Shin merasa tidak nyaman. Memang, kemunculan mereka sangatlah jarang dan langka, tanpa ada sebuah kejadian penting dilakukan tidak ada kebutuhan bagi Great Sun Army untuk menampakkan dirinya. Jika saja informasi tentang terlihatnya Great Sun Army dari arah Evil Region masuk ke telinga para petinggi Wei, sebuah rencana yang disusun Zhuge Chansheng dan seisi istana akan langsung buyar. Biarpun Taiyang tidak mengetahui apa yang direncanakan perdana menteri itu, dia masih harus memegang teguh kerahasiaan misi ini.


Berbahaya, hanya itu yang mampu mendeskripsikan dampak tersebarnya informasi, walaupun nantinya rencana Zhuge Chansheng entah bagaimana tidak terpengaruh atau malah akan lebih baik jika ini tersebar, efek lainnya masih tetap menghantui. Ambil contoh saja kalau Wei memutuskan untuk melakukan investigasi, dan tak lama kemudian berita bahwa lima ahli Master Evil Region, dua ratus ribu ahli Duniawi dan ribuan ahli Surgawi mati diketahui, hanya dengan ini saja Wei sudah punya berbagai cara untuk menjatuhkan Qin khususnya Great Sun Army, citra mereka akan jatuh dan tentu saja ini melanggar prinsip-prinsip Qin apalagi sebuah pakta darah dibentuk seabad lalu--Wei tidak punya perjanjian tertulis apa pun namun mereka melakukan hal serupa dengan Qin. Jika Qin tetap berdalih dengan berbagai alasan yang dibuat Zhuge Chansheng, Wei tentu tidak akan menyerah semudah itu setelah menemukan celah besar yang dilakukan Qin, mudahnya Wei akan meminta bantuan Zhou untuk mendesak Qin menjatuhkan hukuman pada Great Sun Army, intinya ini adalah upaya untuk melemahkan musuh! Dengan itu, medan perang utara sedikit kehilangan kekuatannya, moral pasukan turun dan alhasil Zhou bisa mendapat skor unggul, tapi Wei tentu tidak akan membantu Zhou secara percuma, ada beberapa kepentingan lain yang pasti diminta. Kalaupun bukan opsi ini yang Wei pilih setelah mendapatkan kabar, ada juga opsi pendalaman motif pergerakan Taiyang lebih dalam lagi, memikirkan segala kepentingan yang ada, mengaitkan dengan berbagai pergerakan lainnya dan hasilnya, rencana Zhuge Chansheng dan seisi istana akan diketahui dan gagal total. Lebih jauh lagi, Taiyang tentu saja adalah pelaku utama dalam hal ini karena siapa lagi yang bisa disalahkan selain dirinya? Setelah itu, jika para tua-tua dan pejabat istana tidak memikirkan prestasi yang telah diraih semasa hidupnya, kepala Taiyang akan terlepas dari tubuhnya. Tapi karena ada hubungan dengan Qin Wuliang--orang dalam--Taiyang setidaknya masih bisa menunggu ajal menjemput secara perlahan. Masih banyak kemungkinan mengerikan bisa terjadi akibat lepasnya mata-mata dan bocornya informasi ini, tapi yang paling mengerikan tentu saja kehancuran Qin. Namun, akan terlalu panjang untuk membahas butterfly effect.


Dalam hal ini, Great Sun Army khususnya Taiyang bukannya tidak bertindak hati-hati penuh antisipasi, hanya saja di tempat yang jauh dari medan tempur ini memang sangat jarang ada mata-mata ditempatkan, kecuali kalau musuh juga sedang merencanakan beberapa siasat seperti yang Zhuge Chansheng lakukan. Di sini hanyalah hamparan tanah datar yang membentang ribuan kilo, sebuah dataran tanpa penghuni yang bahkan sangat jarang ada pasukan yang melintas, bukan sebuah hal yang wajar seorang mata-mata ditempatkan di tempat seperti ini.


Meski ada beberapa kejanggalan yang ditemukan, para perwira tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut karena dampak bila mereka ditemukan jauh lebih berbahaya dari apa pun. Sesuai dengan arahan komandannya, mereka yang tadinya mengarah ke utara berbelok sedikit ke kiri untuk mengarah ke barat daya, arah di mana mata-mata tersebut kabur dengan kecepatan tinggi. Menurut dari kecepatannya, dia adalah seorang ahli Master Mendalam, sangat jelas kalau ada sesuatu yang sedang Wei siapkan kali ini.


"Taiyang, ini semua terlalu aneh dan janggal. Kurasa ada yang tidak beres di sini," ucap Lu Daofu dengan khawatir. Bukan hanya dia yang merasa aneh, tetapi semua prajurit Great Sun Army juga merasakannya terkecuali Shin yang saat ini sedang terbang menggunakan Arhat Staff, jika dia menggunakan kekuatannya sendiri dia sudah tertinggal jauh sekali.


"Tentu saja aku juga merasakannya, Wei pasti sedang menyiasatkan sesuatu dan itu tidak bisa salah. Tapi menurut perkiraanku, ini semua tidak ditargetkan untuk kita, mereka sepertinya mengincar Jenderal Hui untuk masuk dalam perangkap maut. Di sini ratusan km dari medan perang Qin-Wei, apalagi sangat jarang ada orang lewat dan sebuah dataran kosong, sangat sempurna untuk menyiapkan jebakan besar. Tapi bukan hal mudah untuk melakukan hal seperti itu, dan mata-mata itu hanya sebuah persiapan awal untuk sesuatu yang akan terjadi beberapa bulan ke depan." Taiyang dengan pengalaman ratusan tahun menghadapi ratusan siasat sudah sangat mengerti semua hal ini, mungkin ini hanya sebuah kesimpulan awal yang hanya berdasarkan satu fakta, tetapi jawaban ini jugalah yang mendekati kebenaran. Persiapan, hanya itulah hal yang dapat dikaitkan dengan mata-mata itu.


"Shen, berapa jarak antara kita dengan mata-mata itu dan apa kekuatannya? Mungkin aku bisa membantu dengan beberapa hal?" tanya Shin dengan transmisi suara, tentu saja bantuan yang dia maksudkan adalah pembunuhan jarak jauh, dengan Arhat Pierce biasa tanpa ada bantuan orang lain dia bisa menyerang dari jarak lima kilometer, tetapi jelas bahwa dia tidak bisa membunuh seorang ahli Master Dasar bahkan dengan Arhat Pierce secara langsung, biarpun begitu dia bisa memperlambatnya, sehingga Shin tidak berani berharap terlalu banyak.


"Lebih baik kau buang jauh-jauh pemikiran itu, bahkan dengan Arhat Pierce yang sudah ditingkatkan oleh Suo Qing dan Yi Lei, kau hanya bisa melesatkannya sejauh lima belas km sebelum akhirnya kehilangan momentum. Dan saat ini, kalian berjarak dua puluh km dan kekuatannya adalah Master Mendalam, kau sepenuhnya tidak berguna saat ini. Juga, siapkan dirimu karena pengejaran ini bisa berlangsung selama berhari-hari." Shen dengan sangat jelas dalam kalimatnya secara terang-terangan merendahkan Shin sebagai "tidak berguna". Apalagi kalimat terakhirnya, dia sedang meremehkan seseorang.


Secara alami, tentu saja Shin tidak terima dengan hal ini, jadilah dia berkata, "Apa maksudmu berkata seperti itu?! Setelah jarak dipangkas sampai masuk dalam jangkauan Arhat Pierce pada dasarnya pengejaran telah berakhir."


"Seharusnya kau buang sifat itu dari dalam tubuhmu dan ingatlah sedang berada di mana kau saat ini! Ini bukanlah Azure Sky Empire di mana kau bisa menginjak-injak mereka sesuka hati karena kau adalah orang terkuat di sana, tapi ini adalah Dinasti Qin, dengan kekuatan setara Master Dasar dalam pertempuran asli, kau sama sekali tidak bernilai banyak. Jika kau saat ini tidak dalam pengawasan Taiyang, beberapa bulan kemudian kau akan mati mengenaskan. Ingat, standar sudah bertambah tinggi dan tinggalkan segala mindset Azure Sky Empire, kau tidak bisa bertindak gegabah walaupun benar kau adalah generasi muda jajaran atas bahkan di Qin sekalipun. Namun di hadapan monster-monster tua ini, kau sama lemahnya dengan semut." Jika Shen berkata tidak mungkin tidak ada alasan kuat di baliknya, mengingatkan kembali tentang bumi tempatnya berdiri, langit tempatnya menggantung, bahwa sebelumnya dia berdiri di batas paling atas, tapi sekarang dia hanyalah di atas rata-rata.


Setelah mendapat tamparan telak ini, Shin juga tersadar bahwa keputusannya sangatlah gegabah terutama bagian membantu Great Sun Army dengan Arhat Staff. Sama seperti Taiyang, hubungannya belumlah terlalu erat dan dekat, masih sebuah hal yang berbahaya untuk mengungkapkan kartu terbaiknya terlalu cepat.


"Terima kasih untuk nasehatnya, Shen. Aku terlalu bodoh sampai masih berpikir ini adalah tempat yang sama. Dan kau memang benar, di sini sangat berbeda jauh dengan Azure Sky Empire, haeusnya sikap dan tindakanku juga ikut berubah sesuai keadaan."


"Anggota Great Sun Army yang terlemah adalah ahli Master Mendalam, setelah aku naik ke tahap Surgawi Menengah harusnya aku setara dengan ahli Master Dasar dalam pertempuran asli, apa segitu jauhnya perbedaan antara aku dengannya?"


"Menurut kekuatan kotor, termasuk Arhat Staff, diriku, Devouring Dragon Vessel, dan segala hal lainnya yang kau miliki, kau punya potensi kekuatan setara ahli Master Mendalam dalam pertempuran asli dan Master Lanjutan jika beberapa batasan diterapkan. Kau memiliki semua itu, benda paling hebat di dunia, tapi sayangnya kau sama sekali tidak punya pengalaman yang cukup untuk menggunakan semua potensi yang kau miliki, contohnya saja Eternal Nirvana, pengendalianmu terhadap Aura dan kekuatan mental harusnya sangat tinggi, dan mengantarkanmu setara dengan Master Mendalam, tapi nyatanya Suo Qing pun bisa membunuhmu jika beberaoa cheat tidak kau gunakan. Lalu anggota Great Sun Army, mereka bahkan jauh lebih berpengalaman daripada Suo Qing, pemahaman mereka akan senjata sudah mencapai tingkat sangat tinggi, pada dasarnya kau sama sekali tidak bisa melawan mereka!" Agar lebih mudahnya, Shin punya "potensi" kekuatan sebanyak 1000, dan dia akan melawan perwira terlemah Great Sun Army yang punya "potensi" kekuatan 900. Jika dibandingkan tentu Shin bisa menang, tetapi di sinilah letak permasalahannya, dengan 1000 yang dimiliki itu, dia hanya bisa menghunakan sekitar 500-600, sedangkan lawannya bisa mengeluarkan potensi penuhnya bahkan lebih! Intinya, tak peduli kalau kau punya pedang tertajam di dunia, jika kau masih pemula dalam berpedang, kau akan kalah dengan seorang ahli yang memakai ranting kayu.


"Kau ada benarnya juga, selama ini aku terlalu bergantung pada Arhat Staff terutama 'Arhat Absolute Strike', walaupun itu kartu terpenting tapi aku sering menggunakannya. Setelah dua setengah tahun berlatih tongkat padamu, aku sangat jarang memperdalamnya kembali. Tapi tunggu dulu, apakah itu artinya pelatihanku dulu tidak berguna?" Dalam semua kalimat Shen tadi, pengalaman adalah hal yang paling ditekankan olehnya, terutama tentang pemahaman senjata. Namun, Shin juga punya beberapa kepercayaan diri soal senjata, setelah dua setengah tahun latihan bersama Shen, harusnya dia sudah bisa dibilang mahir, 'kan?


"Kau tahu, dari empat senjata utama: pedang, golok, tombak, dan tongkat, serta banyak jenis senjata lainnya, tongkat jelas merupakan yang paling sulit dipelajari. Bentuknya yang hanya sebatas sebuah batang kayu atau besi yang berbentuk silinder menyebabkannya memiliki ribuan variasi baik ofensif maupun defensif, bahkan hanya dengan posisi genggaman tangan saja harus sangat kau perhatikan untuk bisa disebut sebagai ahli. Tergolong sebagai sebuah senjata tumpul juga menjadikannya kurang diminati sebagian banyak ahli. Apalagi kesusahan menguasainya yang berada di jajaran teratas semua senjata, alhasil hanya para tua-tua saja yang biasanya memilih tongkat sebagai senjata mereka. Jadinya senjata ini sering dijuluki sebagai The Grandfather of All Weapon. Lalu untukmu, yang baru saja belajar dua setengah tahun, hanya dasar paling dasar yang sudah kau kuasai." Shen, Grand Sage pertama di dunia, kemampuannya dalam bertongkat sudah pasti nomor wahid sepanjang siklus reinkarnasi berjalan, memaparkan semua hal tentang itu dan bagaimana susahnya menguasainya serta hasil yang akan didapat nantinya, semudah membalikkan telapak tangan baginya.


"Tapi waktu hanyalah angka," lanjutnya, "dengan bimbingan dariku kau bisa melakukannya lebih cepat daripada yang lain. Untuk seni tongkat, kau sudah punya satu yaitu Floating Staff Control, mungkin kau mengiranya lemah karena hanya memungkinkanmu membuat tongkatmu terbang. Tapi percayalah, itu hanya bagian awalnya, sama seperti Battle Nirvana yang berevolusi menjadi Eternal Nirvana, itu juga akan melakukan hal yang sama. Untuk efeknya kau juga akan tahu nanti. Lalu untuk teknik lainnya, akan kuberikan yang paling cocok dengan tingkat penguasaanmu--yang lemah. Tapi lemah hanya tingkat kekuatannya, ini akan menjadi dasar bagimu untuk melangkah ke depannya, apalagi kau secara tidak sadar mendapat ajaran seorang Sage, harusnya ini lebih mudah bagimu."


Shin mengangguk paham dan kemudian menanyakan banyak hal lainnya dalam masa-masa pengejaran ini. Membunuh rasa bosan karena memang butuh waktu yang sangat lama untuk mempersempit jarak antara keduanya, mata-mata tersebut berspesialis dalam kecepatan.


"Taiyang, jika kita terus melakukan pengejaran dalam arah ini, lama-kelamaan kita akan mencapai hutan besar dan bahkan tembus sampai medan perang!" kata Lu Daofu yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan, Taiyang juga sudah mengerti.


"Ini memang sangat buruk," jawabnya, "dia tidak memilih kembali ke Wei karena memang lebih jauh dan malah pergi ke medan perang, dengan itu kita sekalipun tidak bisa mendekat terlalu banyak karena kemungkinan terlihat lebih besar, bahkan sekutu juga sama bahayanya. Tapi bukan itu yang paling kukhawatirkan, kupikir persiapan Wei bukan hanya mata-mata ini saja, jika memang benar jebakan sudah mereka siapkan... maka kita harus memasuki dan menghancurkannya!' Dalam hal ini, Taiyang ingin dia dan segala bawahannya tidak terlihat, datang dan pergi tanpa ada yang mengetahui, sesuai arahan dari Zhuge Chansheng untuk mereka.


"Masalahnya," kata Di Huanzhi, "dengan kecepatan kita ini--yang tercepat--masih butuh beberapa hari untuk bisa masuk dalam jarak serang, dikhawatirkan kalau kita berhasil membunuhnya tepat setelah masuk ke medan perang barat."


"Bukan itu saja," tambah Lu Daofu, "jebakan yang Wei persiapkan juga kita tidak tahu ditempatkan di mana, jika kita memasukinya sebelum dia dibunuh, besar kemungkinan dia akan lolos. Jika kita masuk setelah dia dibunuh, seperti katamu kita harus menghancurkannya secara total. Tetapi, hanya dengan satu Great Sun Army ini, aku masih khawatir apakah kita punya kekuatan yang cukup atau tidak. Rencana Wei kali ini, tidak bisa menjadi rencana yang biasa saja."


"Hoo... sudah banyak kali kita masuk dalam jebakan musuh, dan semua itu sama sekali tidak bisa menghancurkan kita. Apalagi, kita bisa menggunakan ini sebagai alasan pada Zhuge Chansheng, sifatnya pasti berubah nantinya." Taiyang masih bisa menemukan manfaat di balik tragedi.