Lone Hero

Lone Hero
Perubahan



Shin segera bangkit dan berdiri tegak, mengangkat kepalanya ke atas melihat arah kemana gurunya akan pergi, wajahnya kini dibasahi oleh air yang deras dan raut mukanya sangat memilukan hati, dia mengangkat tangan kanannya dan menutup matanya dengan itu.


Dia menatap langit mendung yang mengeluarkan deras hujan itu dengan sedikit kebencian, dia yang dua tahun lalu berpisah dengan Ying Ai saja harus berkabung selama seminggu penuh di kamarnya, entah berapa lama dia harus melakukannya saat ini.


Memori Shin tentang Feng Li kembali terputar jelas didalam kepalanya, meski sembilan puluh persen kenangan ini berisi pelatihan dan siksaan bagai di neraka, dia masih saja senang dan pedih ketika mengingat ini kembali, guru yang selalu mengajari serta melihatnya tumbuh dan berkembang sudah tidak ada lagi sekarang. Guru yang bijaksana setara dengan para sage meski cara penyampaiannya yang sedikit eksentrik, sudah menghiasi kehidupan Shin selama tiga tahun ini. Dan seperti berbagai pertemuan lainnya, haruslah ada perpisahan setelahnya. Masalahnya, perpisahan ini terlalu menyakitkan untuk terjadi antara keduanya.


Shin menjadi diam dan senyap, membiarkan tetesan air hujan terus membasahi tubuhnya tanpa melawannya sama sekali, dia tenggelam dalam kesedihannya sendiri yang dalam, tanpa sadar, karena kesedihan yang mendalam ini, rambutnya yang semula hitam kelam mulai memutih dengan kecepatan yang menghkawatirkan, setelah beberapa saat proses aneh ini rambut dan poni Shin sepenuhnya berwarna putih keperakkan yang menyayat hati, rambutnya yang sedikit panjang hingga menyentuh telinga disertai dengan poni yang menyentuh alis semuanya berwarna perak, sebuah perubahan yang signifikan mengingat penampilannya sebelum ini. Tercipta akibat pikiran yang diselimuti kesedihan yang terlalu hebat, hingga bisa mempengaruhi fisiknya. Lalu tanpa sadar, aura milik Shin juga menunjukkan perubahan yang serupa, auranya berubah warna menjadi perak indah, senada dengan warna rambutnya yang sekarang. Warna aura yang mencerminkan kepribadian dan ciri khas seorang ahli, kini telah didapatkan oleh Shin, dan ciri khas unik yang dimilikinya adalah kesedihannya dan perpisahan yang dia alami selama ini. Total dari tiga orang yang punya pengaruh besar pada hidupnya saat ini: Hong Wei, Feng Li, dan Ying Ai, dia sudah berpisah dengan mereka semua, untungnya dia masih punya harapan untuk reuni dengan yang terakhir. Namun, sangat tidak mungkin melakukannya untuk dua yang pertama.


Shen dan Zhu Long yang melihat perubahan ini dari proyeksi segera menjadi cemas. Dahulu, banyak sekali perpisahan dan kesedihan pada masa perang, tapi hanya sedikit dari mereka yang hingga sampai merubah warna rambut dan aura mereka menjadi keperakkan, dibutuhkan kesedihan yang teramat mendalam untuk melakukan hal itu. Dan itu terjadi tepat didepan mata kepala mereka sendiri, orang yang secara sah mendapatkan kendali atas mereka, harus menanggung nasib semacam itu.


Shen keluar lebih dulu sedang Zhu Long memilih untuk menunggu gilirannya, mereka berdua tidak bisa muncul secara bersamaan serta dibutuhkan pemikiran Shen untuk menghindari cedera lebih lanjut.


Shen keluar cukup jauh dibelakang Shin, dia butuh penampilan yang pas untuk rencananya kali ini. "Semua ini adalah pilihan gurumu, dia sudah memikirkannya selama hidupnya. Meski banyak penyesalan tertinggal namun setidaknya dia mati dengan bahagia dan senyuman di wajahnya."


"Aku tahu itu... aku tahu kalau seumur hidupnya guru tidak pernah mendapatkan ketenangan atau kedamaian sejati. Sudah sejak lama baginya untuk mengharapkan kejadian ini datang. Dan aku, sebagai muridnya... harusnya merasa bahagia tentang ini kan...? Sudah sangat lama dia menderita, dan saat dia mendapatkan ketenangan... kenapa aku malah bersedih menangisinya...? Aku memang bukan... seorang murid yang baik...."


Suaranya rendah, getir, lirih dan mampu membuat siapapun tidak kuasa mendengarnya lama-lama, sebuah suara yang datang dari lubuk hati terdalamnya, yang datang dari kedalaman jiwanya. Disisi lain dia bersedih karena kepergian gurunya, disisi lain dia bahagia karena kedamaian dan tujuan dari gurunya telah sepenuhnya tercapai, gurunya tidak berniat hidup lebih lama lagi setelah acara ini berakhir, dia sangat mengerti hal itu. Membuatnya merasa dilema, antara sedih dan bahagia yang sangat memilukan hati, karena inilah dia memicu "Marie Antoinette Syndrome" untuk terjadi padanya.


"Tidak, sebaliknya malahan. Kau adalah muridnya yang paling berbakti, dia hidup sebagaimana dia mau tanpa ada pemaksaan atau keengganan dalam setiap tindakannya, dan merawat serta mengajarimu adalah salah satu keinginannya. Walau dia sendiri ingin dilupakan oleh dunia ini, kuharap kau akan selalu mengingatnya. Orang seperti dia, terlalu hebat dan agung untuk dilupakan."


Shen tidak bisa menghibur Shin secara langsung, dia harus pulih dari dalam dirinya sendiri, selayaknya yang Yan Shen lakukan pada Feng Li dahulu. Untungnya Shen sudah sigap sebelum keadaan jadi jauh lebih parah lagi.


"Guruku bertaruh nyawa bertarung seorang diri selama puluhan tahun hidupnya, dan apa yang dia dapatkan untuh hal itu!!? Master hanya... mendapat berbagai hinaan dan makian!! Lalu setelah ini terjadi, master bahkan masih peduli terhadap nasib seluruh warga kekaisaran... dia bahkan... tidak mencoba untuk membersihkan namanya sendiri... bahkan aku juga tidak diperkenankan untuk melakukannya!! Jangankan berterima kasih dan hormat, mereka bahkan merasa takut dan jijik ketika mendengar nama master!!! ... katakan padaku Shen... kenapa guruku mau melakukan ini?" Shin menurunkan tangannya dan menatap Shen dengan serius, bentakkannya tadi telah membangkitkan rasa cemas dari Shen, jika salah arah sedikit saja maka hasilnya bisa fatal.


"Kau tahu, aku bahkan tidak mengerti gurumu sepenuhnya, meski sudah ada dalam penjagaannya selama puluhan tahun dan informasi tentang dia sudah mengalir deras, aku masih belum mengerti tentang dia. Gurumu itu, Feng Li, adalah satu-satunya manusia didunia ini... tidak, satu-satunya sepanjang satu juta tahun sejarah umat manusia. Yang mana, merupakan sebuah eksistensi unik dan independen, segala tindakan yang dilakukan olehnya tidak akan pernah bisa dimengerti oleh siapapun. Namun, jika kita menilai dari sikapnya saja, Tian Chen serta ribuan pahlawan besar lainnya akan memucat jika dibandingkan. Dia adalah dia, dia tidak bisa disamakan dan dibandingkan dengan siapapun, dan perihal kenapa dia melakukan semua hal ini... dia melakukannya karena dia adalah Feng Li."


Feng Li, dua buah kata yang merupakan nama dari seseorang di Azure Sky Empire, nama yang sempat membawa kehebohan dan riak besar dalam sungai sejarah kekaisaran ini berdiri. Namun, dari sudut pandang dua orang paling berpengalaman, nama ini telah membawa rasa hormat dan takjub tertinggi, bahkan tidak mengejutkan bahwa keagungan nama ini setara dengan mantan tuan mereka dahulu. Sebuah nama yang bahkan Shen sendiri, orang paling berpengetahuan serta berpengalaman didunia ini, tidak bisa mengerti dan tidak bisa menebak jalan pikiran serta tujuannya secara keseluruhan.


"Apa kau coba bilang bahwa... guruku itu lebih hebat dari Tian Chen? Maksudmu, kalau menderita sebanyak ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan!?"


Shin masih belum bisa berpikir secara rasional, pikirannya diselimuti oleh berbagai pikiran negatif dan jiwanya sepenuhnya tertutup, nyala yang butuh oksigen untuk terus bertahan harus kehilangan sumbernya. Perlahan tapi pasti, saat dimana jiwanya tertutup seutuhnya pasti akan terjadi, dan sangat tidak mungkin untuk memulihkannya kembali. Kecuali dia bertemu dengan Ying Ai atau bahkan pamannya kembali. Shin sudah tidak punya figur penting dalam hidupnya di kekaisaran ini, tidak mungkin juga untuknya menemukan satu, bisa dibilang ini adalah... penentu arah dan bagaimana Shin akan melalui jalan kehidupan nantinya.


"Tidak juga, menjadi orang yang paling menderita didunia tidaklah epik. Tapi kalau menjadi orang paling mengesankan dan paling agung didunia ini, setidaknya di jaman sekarang, itu adalah prestasi yang sangat membanggakan. Bisa mendapatkan kehormatan dari diriku serta seluruh Klan Sage, dari Zhu'er dan seluruh Klan Naga, adalah sebuah kemustahilan yang tidak bisa dicapai siapapun. Kecuali gurumu... Feng Li."


Shin diam tak menjawab apapun lagi, dibawah deras hujan ini tangisannya mungkin bisa disembunyikan dengan baik, tapi wajahnya tidak. Sedikit dari emosinya lenyap dan tampak raut muka yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun dalam hidupnya. Senyumnya hilang kedalam kehampaan dan tidak tahu kapan itu akan kembali. Yang pasti, dia sudah tidak bersedih lebih jauh lagi,  dengan ini pula tugas Shen sudah berhasil.


Shen berbalik dan berjalan menjauhi Shin, punggungnya yang agung dan suci berada dalam pandangan Shin, memberikan sebuah perasaan tenang dan damai yang kuat. Hanya dari hawa keberadaan dan aura yang dipancarkannya saja, seorang Grand Sage memang sangat agung. Tanpa berkata apapun lagi dia masuk kedalam dunianya sendiri.


Shin ingin mengulurkan tangannya ke depan dan ingin memanggil Shen, namun tak lama kemudian dia merasakan sebuah sentuhan hangat dari punggungnya, terasa sangat empuk dan kenyal, terasa sangat nyaman dan membahagiakan hati. Lalu dua buah tangan putih bersih yang sangat indah bagaikan giok, menjulur melalui tubuhnya dari belakang. Sentuhannya sangat lembut bagaikan kapas, indah dan menyejukkan hati siapapun, disertai dengan rasa kasih sayang tinggi dan perasaan yang dapat tersampaikan menuju kedalaman hati masing-masing.


Dua tangan ini kemudian mendekap dan memeluk tubuh Shin yang terluka kedalamnya, membenamkan diri Shin lebih jauh kedalam. Tidak ada rasa sakit meski tangan ini menyentuh tubuhnya yang penuh luka, seolah karena kelembutan mutlak ini hanya menyentuh perasaan terdalamnya.


Rasa kenyal di punggung Shin semakin intens seolah tubuhnya akan tenggelam didalamnya, Shin segera menebak identitas orang dibelakangnya.


"Sister Zhu...."


Belum sempat Shin menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara merdu terdengar jelas dari dekat telinga kanannya, sebuah suara yang mana peri juga akan kalah jika dibandingkan.


"Tenanglah... kakakmu ada disampingmu, tak perlu kau jadi khawatir." Semua tindakan yang selalu dilakukannya pada Shin hanyalah untuk kepuasan pribadinya saja, sebenarnya dia adalah kakak penyayang yang sesungguhnya jika dibutuhkan. Pemberi dukungan dan semangat yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini, karena kondisi Shin saat ini Zhu Long sekaligus mengambil peran ibu, yang selalu menyayangi dan memanjakan anaknya.


Zhu Long memindahkan kepalanya ke depan, dagunya yang sangat mulus kini bertumpu pada bahu Shin yang kecil, wajah cantik menawannya tersenyum hangat; mata hitam indah mempesona miliknya perlahan menutup menjadikannya sebagai kombinasi yang menghangatkan hati, ditambah dengan pelukan hangat yang dilakukannya, es juga bisa mencair karenanya.


Shin sudah jauh lebih baik karena tindakan Zhu Long ini, dia merasakan sebuah sentuhan dari bahu kanannya dan memalingkan kepala ke sana, dilihatnya wajah cantik Zhu Long yang sedang tertidur, Zhu Long tampak sangat lemah, seperti kucing hitam yang selalu ingin dimanjakan.


"Sister Zhu'er...."


"Hmm?"


Zhu Long mendesah kecil, kepalanya dimiringkan menuju Shin dan mata Zhu Long yang terpejam kembali terbuka, menampilkan sebuah pupil hitam yang mendominasi, menjadikan setiap pria didunia ini tergila-gila karenanya. Tapi, ketika mata yang mendominasi ini digunakan untuk menatap Shin, hanya ada kasih sayang yang muncul dari sana, tak ada satu ons-pun dominasi didalamnya.


"Bukankah sudah kubilang untuk diam dan jangan pikirkan apapun sebelumnya?" Dengan nada yang diatur selembut dan semerdu mungkin, Zhu Long berkata.


"Bukan begitu, tapi... tubuhku sudah basah oleh darah, aku tidak ingin sister jadi kotor karena ini." Dihadapan Zhu Long, dia pun menjadi sangat lemah. Orang yang bisa membunuh seorang ahli iblis sudah tidak ada lagi, hanya seorang anak laki-laki yang sedang bicara pada kakak perempuannya.


"Bocah nakal, harusnya kau pikirkan dirimu sendiri saja. Noda darah ini sama sekali tidak perlu disebutkan." Zhu Long membuka mulutnya lebar-lebar dan sebuah taring kecil terlihat disana, dia mengarahkan kepalanya ke depan dan membuat gerakan menerkam.


Shin tidak mengerti dengan hal ini dan dia jelas sangat ketakutan, taring dari Zhu Long lebih dari cukup untuk membunuhnya.


"A-a-apa ini...?"


"Ini adalah hukumanmu!"


Zhu Long tak berniat melepaskan Shin dan kepalanya masih terus melaju ke wajah Shin, dia terus mendekat dan mendekati wajah Shin. Terkejut karena perilaku Zhu Long, Shin tidak bisa membantu dan wajahnya sudah memerah sejak tadi, dia menutup matanya dan hanya bisa pasrah menunggu apapun yang mungkin terjadi.


"Ini bukan tempat yang tepat untuk berbicara, kita akan pergi ke tempat lain kali ini. Aku akan menunggumu disana."


Zhu Long melepaskan dekapannya dan membentuk portal didepan mereka berdua yang akan langsung mengarah pada Devouring Palace, tak ada tempat yang lebih cocok daripada ini.


Zhu Long langsung mengarahkan kakinya kedalam sedangkan Shin menyempatkan diri menatap langit, ke arah dimana gurunya berada saat ini, dia menatapnya kosong dengan masih ada kesedihan dan trauma yang mendalam. Terbayang kembali sosok Feng Li dan seketika juga ribuan belati menusuk hatinya, dia menggelengkan kepala kuat guna menyingkirkan pikiran ini. Kemudian dia mengalihkan pandangannya dan melangkah menuju portal yang dibentuk oleh Zhu Long.


Sebuah ruangan dengan lantai hitam terbentuk dalam bidang pandangan Shin, ruang yang luas dengan sebuah kasur mewah berdiri tegak ditengahnya, namun tidak ada pintu masuk apapun disini, ruang ini adalah sebuah ruang rahasia yang dikhususkan untuk Zhu Long dan pemilik Devouring Dragon Vessel. Tersembunyi didalam Devouring Palace jadi keamanan disini adalah yang teraman diseluruh dunia Devouring Dragon Vessel.


Zhu Long duduk di lantai dengan lutut ditekuk lurus kedalam, menampilkan paha yang indah dan adil, memancarkan cahaya cemerlang bagaikan giok yang memantulkan cahaya. Dia menatap Shin yang baru saja tiba disini dengan emosi yang tak bisa dijelaskan di mata.


"Bagaimana perasaanmu saat ini, xiao Shin?"


"Aku baik-baik saja, terima kasih untuk yang tadi, sister Zhu'er."


"Hmph!" Bukannya senang dan bahagia, Zhu Long malah memasang wajah kesal dan cemberut di wajahnya, dia marah dengan sikap Shin kali ini!


"Hehe...." Shin menggaruk kepalanya sendiri dan memasang senyum polos di wajahnya. Zhu Long tak tahan lagi dengan sikapnya dan menjulurkan tangannya ke depan.


Segera, Devouring Force yang kuat muncul dan menarik tubuh Shin ke sana, menyebabkannya untuk melesat ke depan ke arah Zhu Long tanpa bisa berhenti sesuai keinginan.


Plop!


Dengan suara seperti diatas, tubuh Shin dengan sempurna berada diatas paha Zhu Long, menduduki paha adil miliknya dengan tubuhnya sendiri; wajahnya terbenam dalam pada dada Zhu Long yang masih kencang dan mempesona; tubuhnya terdorong ke depan dan tangannya terulur lurus kedepan, melewati tubuh Zhu Long dan hampir menyentuh lantai.


Zhu Long sama sekali tidak keberatan dengan posisi ini, harus diakui bersama kalau sebenarnya dia cukup senang. Segera kembali fokus pada tujuan utamanya, Zhu Long menggenggam kedua pundak Shin dengan tangannya, mengarahkannya ke belakang dan menciptakan jarak antara keduanya.


"Ada apa, sister Zhu'er?" Kata Shin dengan biasa.


"Hmph!" Zhu Long tidak menjawab dan hanya meng-hmph keras sembari menambah kesal di wajahnya.


Shin, "..."


Sadar bahwa respon Shin kali ini tidak seperti dalam harapannya, Zhu Long menarik tubuh Shin kedalam. Dengan gerakan halus sehalus sutra dia memeluk Shin kembali, wajahnya tersenyum hangat tak seperti sebelumnya.


"Bocah nakal, kau sudah melupakan kalimat kakakmu ini kan?"


Suaranya yang lembut merasuk dalam ke seluruh tubuhnya, Shin yang terluka dalam berbagai artian mengubah raut mukanya menjadi lebih gelap dan suram, terbenam didalam tubuh Zhu Long yang punya fungsi menenangkan hati.


"Gurumu, orang terpenting dalam hidupmu meninggal beberapa saat yang lalu, wajar bila kau sangat bersedih kali ini. Kehilangan figur yang menyaingi keberadaan seorang ayah pasti membuatmu sangat tersiksa kan? Bukannya kakak ini sudah bilang padamu, kalau kau... harus melepas topengmu itu."


Dengan tangan dan jemarinya yang lembut, Zhu Long mulai membelai rambut dan kepala Shin yang berubah putih, tanpa peduli soal darah yang membasahi serta mengotori tubuhnya, Zhu Long meneruskan belaiannya dengan senyum di wajah.


Shin masih belum menjawab perkataan Zhu Long. Namun yang pasti, dia bisa merasakan perbedaan dalam tubuh dan jiwanya selepas Zhu Long berkata demikian, seolah beban yang tadinya terkumpul dan mengendap di kedalaman jiwanya mulai terangkat sedikit demi sedikit dalam bentuk air mata.


Segera, Zhu Long merasakan tubuhnya basah oleh sesuatu dan ini bukanlah darah, bukan pula berasal dari tubuh Shin yang terluka. Ini berasal dari wajah Shin yang tenggelam dalam tubuhnya sendiri. Dia tersenyum manis dan terus meneruskan belaiannya.


Sesungguhnya, Shin akan menerima nasib yang sama dengan yang Feng Li alami dulu kalau dia dibiarkan begitu saja. Untungnya dia punya dua orang yang selalu mendukung dan merawatnya dengan sepenuh hati, dari Shen yang bijak dan segala pengetahuannya hingga Zhu Long yang lembit dengan segala tindakannya. Semua ini digunakan sepenuhnya untuk memulihkan jiwa Shin yang terluka dan hampir padam, menjadikannya bisa kembali seperti semula secepatnya. Keberuntungan surgawi yang dia miliki telah kembali menyelamatkan nyawa dan masa depannya, sungguh berbanding terbalik dengan gurunya sendiri.


Shin menangis terisak-isak dakam pelukan Zhu Long, tanpa henti Zhu Long juga berkata lembut menenangkan Shin yang menangis layaknya seoranh ibu dan bayi. Entah berapa kali Shin berkata "guru" dan sebanyak itulah juga Zhu Long menenangkannya. Tanpa henti dengan kasih sayang dan cinta yang tak terbatas, dia menenangkan Shin.


Setelah waktu yang cukup lama dihabiskan hanya untuk proses ini, Shin mulai kembali tenang. Setidaknya sudah tidak ada beban tertinggal meski masih sulit menyembuhkan lukanya.


Ketika Zhu Long memeriksa kondisi Shin saat ini, ditemukan olehnya Shin yang sedang tertidur pulas di tubuhnya, wajahnya yang kelelahan tak lagi menunjukkan keseriusan dan kewaspadaan seperti tadi, ini sepenuhnya tak berdaya dan lemah, selayaknya bocah tiga belas tahun yang sejati. Jiwanya bisa lepas dari segala pikiran kesedihan akan gurunya dan dengan tenang mulai pulih, tubuhnya beristirahat tenang setelah pertarungan hebat dan kelelahan yang menggerogoti tubuhnya.


Tak tega membangunkannya untuk memindahkannya ke atas tempat tidur, Zhu Long membiarkan Shin berada didalam tubuhnya lebih lama lagi, dia mengangkat tubuh Shin dan dengan bibir merah merona indahnya, dia arahkan ke depan dan menyentuh kening Shin, seperti seorang ibu yang mengirim anaknya terlelap dalam mimpi. Kemudian Zhu Long merubah posisi Shin dalam posisi tertidur dengan pahanya sebagai bantalan. Zhu Long mengulurkan tangannya dan Degouring Force menarik sebuah selimut dari atas kasur, lalu dia menaruh selimut ini ke atas tubuh Shin, menyelimutinya, tak membiarkannya kedinginan.


Selama dalam posisi seperti ini, Zhu Long sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari Shin bahkan tidak satu detik, jaga-jaga kalau ada kejadian tidak terduga yang akan terjadi.


Dengan sedikit sedih di mata, dia menatap rambut Shin yang memutih, dia sangat jelas tentang kejadian ini karena pada era primordial, hanya orang yang sangat menderita yang akan mengalami kejadian seperti itu, hanya sekitar sepuluh orang yang mengalaminya dan semua orang itu sangat terkenal akan kisahnya masing-masing. Tiap kali itu dibacakan, hujan akan mengiringi jalannya cerita.


 


Kala jaman itu berlangsung, perang sedang berkecamuk jadi tingkat kesengsaraan dan kesedihan dua jaman ini tidak bisa dibandingkan dalam satu kata yang sama. Meski begitu, fakta bahwa hanya "orang paling menderita" yang mengalami sindrom ini masih belum berubah.


Faktor utama penyebab Shin sampai berubah warna rambut sebenarnya bukanlah kematian dari Feng Li, itu lebih kepada cara kematian dan nasib yang harus dia jalani sebelum mendapatkan kematian yang dia impikan ini. Keinginan dari Feng Li sendiri untuk mati sudah merupakan fakta yang menyakitkan, tersirat dengan jelas bahwa dia sudah tidak kuasa menahan rasa sakit ini tapi harus dipaksakan karena ada hal yang belum terselesaikan. Cara kematiannya yang tidak pernah diduga sama sekali juga merupakan sebuah poin penting, apalagi jika kita mengingat pertarungan yang intensitasnya berada diluar akal sehat itu. Lalu nasibnya, takdirnya, hidupnya, dendamnya, tujuannya, keinginannya, semua ini bercampur menjadi satu, menciptakan sebuah rasa yang sama sekali belum pernah dirasakan satu orangpun didunia ini semenjak satu juta tahun sejarah umat manusia, dan itu dirasakan oleh Shin, dampaknya bahkan sedikit mengejutkan Shen dan Zhu Long.


Sebuah entitas unik yang teramat-sangat langka mengakhiri hidupnya, membawa sebuah perasaan kuat pada orang yang punya hubungan paling dekat dengannya.


Dan begitulah, akhir dari kisah seorang Feng Li, membawa riak yang jauh lebih besar daripada yang kita duga sebelumnya.