
"Duduk dan tenangkan pikiranmu, teknik ini tidak diberikan pada kelima Great Sage itu, ini adalah Grand Sage Art, seni kultivasi sempurna dan utama milikku. Proses pemahaman akan lama jadi kau harus tetap disini beberapa waktu lagi. Jangan terlalu khawatir tentang dunia luar karena tidak akan lebih dari sebulan di luar sana." Kata roh buku.
Shin menuruti perkatannya dam duduk bersila serta memejamkan matanya, roh buku lalu menyentuh tengah dahi Shin dengan jarinya, dalam sekejap mata tulisan-tulisan yang tampak dari zaman kuno mengalir deras melalui dahi Shin, memaksa masuk kedalam kepalanya. Tulisan berwarna keemasan yang tidak bisa dimengerti siapapun dengan paksa menjadi memori Shin dan menjadikannya bisa dimengerti dan dipahami olehnya.
Rasa sakit kepala hebat menggerayangi Shin, bagaikan ribuan jarum kecil menusuk-nusuk kepalanya ratusan kali. Rasa sakitnya tidak akan bisa dipahami oleh nalar manusia biasa. Tidak tahan, Shin mengepalkan tangannya dengan kuat serta menggertakan giginya kuat, seakan semua giginya akan retak dan pecah akibat tindakannya kali ini. Dahinya berkeringat banyak sekali, lebih jauh lagi seluruh tubuhnya telah bermandikan keringat dingin. Keseluruhan proses ini makan waktu satu jam sampai tulisan kuno terakhir mengalir ke kepala Shin. Dalam satu jam ini, Shin harus menahan rasa sakit yang damagenya gk ngotak ini. Untungnya, dengan tekad yang berlandaskan tujuan yang tinggi, dia bisa melalui proses ini walau kesulitan.
Shin membuka matanya perlahan seiring dengan berkurangnya rasa sakit kepala, saat dia membuka mata ada memori baru dikepalanya, semua informasi didalamnya sangat rumit dan butuh waktu yang lama untuk mengurai dan memahaminya. Untungnya dia bisa bertenang, disini Shin bisa tinggal selama yang dia mau dan berlatih sepuasnya tanpa khawatir apapun.
"Terima kasih, een.... Bolehkah aku turun dari sini?" Shin bangun dan memberi roh buku sebuah penghormatan, dia berencana memahami semua informasi kuno ini disini. Dia rasa bahwa dia keluar dengan buru-buru saat ini, entah kapan saatnya dia bisa mempelajari satu bagian saja dari Grand Sage Art.
"Lima tahun disini sama dengan satu bulan didunia luar, kau bisa berlatih sepuasnya disini. Tapi ingat bahwa tubuh fisik atau aura milikmu tidak akan bertambah kuat sedikitpun, hanya pemahaman tentang Grand Sage Art dan teknik tongkat lainnya yang bisa kau pelajari." Roh buku langsung memindahkan Shin ke dataran luas dibawah setelah memberikan penjelasan. Dan ya, bagian membengkokkan waktu sedemikian banyaknya, dari lima tahun menjadi satu bulan, perbandingannya adalah 60 : 1! Bahkan Devouring Dragon Vessel yang dimilikinya sangatlah lemah jika dibandingkan dengannya. Item ini, jauh lebih kuat daripada yang kita kira sebelumnya.
Shin yang berada didataran cukup terkejut dan tersentak setelah mendengar kemampuan buku yang dia rasa sedikit berguna ini. Namun, Shin tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan, biar waktu disini jauh lebih lambat daripada di dunia luar tapi waktu masih tetap berjalan! Jika dia bermalas-malasan di sini tetap tidak akan berbeda dengan bermalas-malasan di sana. Karenanya, Shin langsung meditasi dan mencoba memahami Grand Sage Art bagian pertama di pikirannya, semua informasi kuno ini mempunyai sedikit petunjuk didalamnya hingga Shin bisa membacanya.
Shin mengutak-atik tulisan kuno dan memahaminya sedikit setelah perjuangan yang cukup panjang. "Grand Sage Art, hanya bisa dikultivasi setelah mencapai Nirvana, kondisi tenang dan damai adalah Nirvana. Meninggalkan semua hal dan urusan duniawi lalu mencapai Nirvana sejati. Tahap pertama dari Grand Sage Art, Battle Nirvana, membawa kondisi Nirvana kedalam pertarungan, kontrol terhadap aura menjadi sempurna, ketenangan dan pengambilan keputusan yang tepat serta tingkat fokus yang sangat tinggi. Sebuah skill bertipe buff mental yang bisa, membuatmu skipping tingkat hingga tiga tingkat sekaligus!!" Benar saja, Grand Sage Art ini sangatlah hebat sekali. Bisa melakukan skipping tingkat hanya karena sebuah skill tidak bisa dideskripsikan bagaimana hebatnya itu. Wajar saja bila bahkan didalam Klan Sage, tidak ada yang mempunyai kualifikasi untuk mempelajarinya. Dari bagian pertama ini saja sudah mengharuskan seseorang mencapai kondisi Nirvana sebelumnya, dan pencarian serta pemahaman tentang kondisi ini telah sepenuhnya dilakukan pada tes sebelumnya, yaitu menaiki "Tangga menuju Nirvana". Kendati para Sage bisa mencapai Nirvana dengan usaha dan kerja keras, mereka masih tidak mempunyai kualifikasi karena itu membuktikan kemampuan pemahaman mereka yang sangat kurang, bahkan jika mereka diberikan Grand Sage Art yang sama dan mempelajarinya seumur hidup, masih tidak mungkin untuk menguasainya.
Kemudian, Shin melanjutkan kembali pemahaman kecil yang telah didapatkannya. "Membawa kedamaian kedalam kekacauan, sebuah kontradiksi tapi saling berkaitan. Kedamaian hanya akan ada setelah pembunuhan dan pengorbanan dalam arti kekacauan, kekacauan selalu ada dan tidak pernah berakhir. Sebuah keseimbangan yang sangat rapuh namun keberadaannya sangat penting. Didunia ini membawa kedamaian terhadap seluruh dunia adalah mustahil, kekacauan didunia sudah terlalu besar dan tidak bisa dihentikan. Namun jika muncul musuh yang tidak bisa dikalahkan siapapun semua perbedaan dan konflik akan terhenti lalu muncul kedamaian sesaat, setelah musuh dikalahkan kedamaian akan hilang dan kekacauan akan muncul kembali. Kedamaian dan kekacauan adalah hukum alam, selalu ada dan tidak bisa dihentikan. Keduanya selalu melengkapi dalam sebuah siklus, kehidupan dan kematian, seseorang bisa berumur panjang namun masih tetap akan mati. Keduanya selalu melengkapi satu sama lain, ini adalah.... Yin dan Yang!"
Shin terus melanjutkan meditasinya dan tidak bicara atau bergerak sedikitpun selama tahun berikutnya, informasi didalamnya terlalu rumit untuk bisa dipelajari dalam waktu singkat. Bahkan dengan kemampuan kognitifnya yang harus kita akui sangatlah tinggi, kesulitan mempelajari Grand Sage Art adalah di luar nalar!
Pikiran Shin jatuh dan terlelap ke dalam meditasi dan pemahaman, konsep waktu menjadi pudar baginya dan tanpa Shin sadari, satu tahun lagi telah berlalu, Shin tidak bergerak dari posisinya sama sekali dalam setahun ini dan masih dalam fase pemahamannya. Dia seperti para biksu yang sanggup meditasi puluhan tahun lamanya, wajahnya masih sangat fokus dan ekspresinya menjadi lebih dalam dan dewasa walau tidak ada perubahan dalam penampilan fisiknya. Tidak ada yang tahu apa yang telah dipikirkannya dan berapa gejolak mental yang telah dialaminya selama dua tahun ini. Kontradiksi demi kontradiksi diselesaikan dan dipahami olehnya, lama kelamaan kondisi mentalnya menjadi lebih dewasa dan tenang seperti air.
Setengah tahun kemudian.
Shin terbangun dari meditasinya dan memancing roh buku untuk mendekatinya. "Bagaimana, apa kau sudah mengerti sedikit?" Kesulitan memahami seni ini dia yang paling tahu, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mulai memahami sedikit dari bagian teknik ini.
"Ya, aku sudah menguasai tahap pertama dengan susah payah. Sudah berapa lama aku berlatih disini?" Jawaban Shin yang polos sangat membuat roh buku terkejut.
"Kau menguasai tahap pertama! Itu terlalu hebat, prediksi awalku adalah kau butuh waktu lima tahun untuk itu, sekarang kau sudah mempelajari teknik milikku, otomatis kau adalah pemilik dari buku Grand Sage Art ini. Saat kau bangun nanti teteskan darahmu kebuku ini dan hubungan antara kita akan langsung terbentuk, meski aku tidak punya serangan apapun tapi aku punya pengetahuan yang sangat luas, sebagai Grand Sage pertama kebijaksanaan dan pengalamanku tak terbilang tinggi." Kata roh buku tersebut menyombongkan dirinya sendiri, meski harus kita akui bersama kalau semua klaimnya ini adalah kebenaran!
Shin sangat sangat kaget dengan kalimatnya ini, terutama bagian dia adalah Grand Sage pertama, tak bisa mengerti dan membantu, Shin berucap dalam hati. 'Roh buku ini adalah Grand Sage pertama! Bagaimana bisa dia direduksi hingga jadi seperti ini!?'
Lalu, roh buku menjelaskan lebih jauh dan lebih rinci lagi. "Aku bukanlah manusia, aku hanyalah kecerdasan dan kesadaran dari item ini, karena aku yang pertama mempelajari Grand Sage Art jadi aku adalah Grand Sage yang pertama dan kau mungkin yang ketiga."
"Ketiga? Kau bilang kelima Great Sage tidak mempelajari ini, lalu siapa yang kedua?" Satu lagi bagian yang dia tidak mengerti.
"Pemilikku yang sebelumnya."
"Grandmaster Yan Shen adalah seorang Grand Sage!?" Memang hanya sebuah terkaan awal, tapi jika memang ini adalah sebuah kebenaran, itu tidak terbayangkan.
"Tentu saja bukan! Mustahil Grand Sage selemah itu, jangan tersinggung Shin, tapi guru dari gurumu itu memang terlalu lemah. Bahkan jika ada satu milyar dari gurumu tidak bisa melukai pemilik pertamaku barang sehelai rambut!" Tentu saja Shin sangat tersinggung dengan ucapannya ini. Grandmasternya sendiri dianggap rendah sampai-sampai satu miliar dari Yan Shen tidak akan sebanding dengan sehelai rambutnya, siapa yang tidak akan marah dengan hal ini?
"Oh, memang sekuat apa pemilik pertamamu itu?" Meski Shin sangat marah dalam hatinya, dia bagaimanapun harus menghormati roh buku di depannya. Karena orang di depannya ini adalah Grand Sage dan itu tidak bisa bohong!
"Setara dengan Monarch of Aura dan Elements Sovereigns!"
"Kau tahu Monarch of Aura dan Elements Sovereign yang hidup pada zaman kuno kan?" Roh buku bertanya dengan jawaban yang sudah dia tahu, kan dia yang memberitahu Shin tentang itu tadi.
Shin mengangguk sebagai jawaban.
"Sebenarnya mereka adalah Monarch of Aura dan Elements Sovereign generasi kedua. Yang pertama adalah pada zaman primordial. Dan aku sendiri berasal bukan dari era kuno tapi dari era primordial. Ahh... masa keemasan para Sage telah berlalu lama sekali." Jelas roh buku, "Pada saat itu ada satu Grand Sage dan ratusan Great Sage, ditambah jutaan murid biasa lainnya menyebabkan Klan Sage menjadi salah satu faksi terkuat didunia. Namun sekuat apapun mereka kematian dan kehancuran tetap menjemput." Jumlah ratusan Great Sage saja sudah sangat membuat Shin tercengang hingga hendak tidak sadarkan diri, ditambah jutaan murid dan satu Grand Sage didalamnya. Shin jadi gila seketika!!
"Apakah para iblis juga?" Kehancuran faksi super seperti itu sangat tidak mungkin jika disebabkan oleh sesama manusia, jika ini benar maka para iblis telah ada jauh dari dulu.
"Ya, itu adalah invasi pertama bangsa iblis. Ratusan milyar iblis menyerang pesawat ini, kematian menyelimuti seluruh dunia. Semua faksi bergabung membentuk aliansi yang dipimpin oleh Monarch of Aura dan Elements Sovereign pertama. Perang terus berlanjut selama berabad-abad. Milyaran jiwa kembali pada penciptanya, jutaan nyawa pahlawan gugur dalam perang yang tak berkesudahan itu. Dunia tidak bisa menang saat itu bahkan dengan dua pahlawan besar ikut serta didalamnya, dunia tercemar oleh aura iblis yang sangat pekat, Aura Iblis ini mengkorosi semua jenis kehidupan bahkan aura dari dunia ini telah dikorosi olehnya. Seluruh ahli didunia berkali-kali mencoba memurnikannya tapi kerusakan yang sudah ada terlalu banyak. Setiap kali iblis menyerang, aura dunia menjadi semakin menipis, itulah kenapa semakin hari semakin lemah para ahli dunia ini. Untuk mengakhiri perang dan mempersiapkan generasi mendatang, Monarch of Aura menyulut auranya sendiri dan menyegel pesawat ini hingga dunia bisa aman jutaan tahun, Elements Sovereign mengorbankan nyawa untuk memurnikan seluruh Aura Iblis didunia. Perang ini hanya berakhir dengan gencatan senjata yang sangat lama dan meninggalkan kesedihan yang sangat besar. Grand Sage juga gugur saat berperang melawan iblis. Senjatanya, Paramita Staff, dia pecah menjadi lima yang disebut Great Sage Staff sekarang. Kau harus mengumpulkan kelima tongkat itu untuk bisa menjadi Grand Sage yang sejati!" Kata pahlawan bahkan tidak bisa mengungkapkan jasa mereka yang terlampau besar, tidak ada catatan yang berisi tentang pahlawan masa lampau ini. Tapi demi keberlangsungan umat manusia mereka tidak peduli jika tidak jasa mereka tidak diketahui, namun mereka semua memiliki penyesalan yang sangat besar, tidak bisa membantai para iblis ini.
"Darimana para iblis itu berasal? Dan kapan era primordial itu berlangsung?"
"Tidak ada yang tahu darimana mereka berasal namun yang pasti mereka bukan dari pesawat ini. Era kuno terjadi ribuan tahun yang lalu dan era primordial terjadi pada satu juta tahun yang lalu! Itulah kenapa ada sangat sedikit warisan dari era primordial sekarang ini, kau sangat sangat sangat sangat beruntung bisa menemukanku Shin." Kelangkaan dari warisan primordial bahkan sampai membuat empat kata "sangat" ditambahkan sebelum kata "beruntung" keluar dari mulut salah satu benda primordial ini.
"Jangan berharap bisa melawan mereka dengan kekuatanmu saat ini, bahkan iblis yang baru lahir pun bisa membunuhmu ratusan kali!" Kata-kata roh buku menusuk jantung Shin. Dikatai lemah oleh sebuah buku adalah penghinaan yang sangat besar. Tapi Shin juga sadar akan kekuatan para iblis ini, mereka yang bisa membunuh ahli kuat pada zamannya pasti sangat mengerikan.
"Bagaimana aku harus memanggilmu? Apa kau punya semacam nama?" Biarpun orang didepannya adalah leluhur dari leluhurnya yang paling tinggi serta harus diulangi ribuan kali, entah kenapa tapi Shin tidak bisa bicara formal padanya. Mungkin karena hal yang dilakukannya sebelumnya dan penampilan yang masih muda barangkali.
"Pemilikku dulu memberikan nama 'Shen'. Panggil saja aku begitu."
"Apa kau plagiat namaku!" Namanya yang terdengar sama dengan Shin membuatnya curiga.
"Bapak kau yang plagiat! Aku adalah leluhurmu yang berumur jutaan tahun! Harusnya kau menghormatiku karena nama ini." Kata Shen tidak mau kalah, bahkan dia sampai membawa senioritasnya dalam kalimatnya, tapi hal ini sama sekali tidak dianggap oleh Shin.
"Lalu siapa yang memberikanmu nama itu?" Pada dasarnya, Shin kehabisan kata-kata.
"Pemilik pertamaku!" Kata Shen mengulangi kalimatnya lagi. Dia sedikit menyesal dalam hati karena penerusnya akan sebodoh ini!
"Oh, terus kau dibuat oleh siapa?" Ralat, Shin sebenarnya sedang menjebak Shen.
"Een.... Dia adalah orang yang sangat kuat dan terhormat. Rakyat jelata sepertimu tidak berhak mengetahui keagungannya!" Shen memegang rambutnya sendiri saat berkata, wajahnya sedikit berkerut dan ekspresinya berubah. Karena, dia juga tidak tahu siapa yang membuatnya!
"Hahaha... item yang bahkan tidak tahu penciptanya sendiri. Kau seperti seorang anak yang bahkan tidak tahu nama ayahmu!" Hey, kau juga sama seperti dia!
"Oh, lalu siapa nama ayahmu!?" Sebuah pertaruhan yang sangat beresiko tapi Shen tetap mengambilnya. Soal konsekuensinya, dia akan pikir belakangan.
"Dia terlalu hebat dan terhormat, buku murahan sepertimu tidak layak mengetahui keagungannya!" Shin menggaruk lehernya dan ekspresinya sama seperti Shen. Kalimatnya pun hampir sama dengan kalimat Shen tadi. Kali ini, Shin telah mendapat counter attack yang kuat sekali.
"Hahaha... kau bahkan sama sepertiku! Takdir memang sangat aneh."
***
Pesawat(planes) bisa dibilang juga dunia, tapi maksud dari "dunia" itu terlalu luas jadi saya pake kata ini, (ef**ek kebanyakan baca mtl**).