
Mendengar kalimat Shin yang sombong tingkat tinggi, wajah Suo Yao semakin terdistorsi karena marah. Lalu dia berkata dengan nada merendahkan. "Kau sepertinya sudah yakin akan memenangkan pertarungan ini kan?" Suo Yao bangkit dan mundur beberapa langkah ke belakang. Menciptakan jarak antara keduanya untuk kembali memulai pertarungan.
"Tentu saja, sekarang aku ingin tahu kekuatan dari dark blood palm milikmu itu!" Wtf, lelucon macam apalagi ini.
"Hahahaha, baiklah kalau begitu. Seperti yang kau inginkan, cobalah untuk tidak mati karenanya!"
Secara tiba-tiba seluruh arena diselimuti oleh darah hitam kental, bahkan bau amis darah ini bisa tercium seratus meter jauhnya. Warna langit berubah merah hitam darah yang sangat keji. Keseluruhan darah ini menyelimuti seluruh arena sebelum berkumpul di atas kepala Suo Yao. Tak lama berselang sebuah telapak tangan berukuran 2 meter hitam darah yang mengeluarkan fluktuasi keji dan jahat ini terbentuk. Ukurannya yang sangat besar dan bentuknya seperti sebuah tangan iblis yang turun ke dunia ini. Bau amis darah bercampur dengan kesan mematikan hadir dalam telapak tangan itu, dampak dari serangan ini mungkin bisa membuat ahli duniawi terluka.
Shin masih tetap tenang sambil berkata, "Bagus, teknik ini tidak mengecewakan aku!" Gila! Dia sebenarnya senang dihadapan bahaya yang mengancam ini. Tapi memang teknik ini akan dia dapatkan setelah menang nanti. Reaksi senangnya kali ini adalah wajar.
"Dark Blood Palm!" Suo Yao mengarahkan telapak tangannya kebawah seraya tapak darah itu dengan ganas jatuh dari langit. Angin yang terbentuk saat tapak itu melaju bahkan membuat penonton dibelakang Shin merasakan takut. Tapak yang seolah bisa menghancurkan gunung ini melesat dengan cepat menuju Shin.
Booom!
Saat tapak darah mengenai Shin yang tenang suara ledakan terjadi, awan darah menyelimuti tempat tabrakan dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat, setelah awan darah memudar sebenarnya terbentuk sebuah cetakan telapak tangan di arena!
"Arena yang bahkan tidak bisa digores oleh ahli duniawi sebenarnya bisa menerima kerusakan seperti ini oleh serangan Suo Yao! Skill level 5 memang tidak bisa dianggap remeh."
"Itu hebat, masa depannya pasti akan tidak terbatas!" Meski kerusakan ini disebabkan oleh kehebatan skill level 5, bisa mempelajari dan menggunakan skill ini adalah hal yang berbeda. Dibutuhkan bakat dan tingkat pemahaman yang tinggi untuk hal ini.
"Eh, apa kau lihat dimana bocah murid Feng Li itu?" Penonton yang terkagum-kagum dengan serangan Suo Yao kembali mendapat akalnya setelah tidak adanya Shin di arena!
"Jika begini hanya ada dua kemungkinan, tubuhnya hancur berkeping-keping atau dia menghindarinya! Kalian lihat kan tadi kecepatannya luar biasa. Bukan tidak mungkin dia bisa menghindarinya."
Segera para penonton memperkirakan kemungkinan pertama tapi langsung membuangnya, tubuh yang bahkan tidak bisa digores harta kelas tinggi tidak mungkin akan hancur semudah itu. Saat kemungkinan kedua dipikirkan semua penonton langsung melihat ke arah Suo Yao, mengantisipasi kedatangan Shin yang tiba-tiba. Dan benar saja, Shin berada tepat didepan Suo Yao.
"Seranganmu memang kuat... tapi itu tak berguna jika meleset!" Shin langsung menyerang bagian kaki Suo Yao dengan tendangan rendahnya lagi, tujuannya tetap sama yaitu tidak ingin merusak benda milikknya. Serangan Shin disambung dengan pukulan beruntun pada badannya, hatinya terasa sakit saat harus memukul armor dambaannya ini.
Suo Yao terlempar beberapa meter dan meraung kesakitan, dalam penderitaannya ini dia memaksakan berbicara.
"Kau pecundang, terima seranganku kalau berani! Apa kau hanya bisa menghindarinya seperti kelinci!".Suo Yao kesal karena tapaknya tadi tidak mengenai Shin, dan tentu saja Shin tidak memiliki kewajiban menerima serangan itu secara sukarela.
"Kenapa aku harus menahannya? Pertarungan tidak selalu sesuai dengan harapanmu!" Shin menskak mat Suo Yao dalam satu langkah.
Shin langsung melesat ke depan Suo Yao dan menatapnya dengan rendah dan hina. "Kau masih bisa menyerah sekarang, sebelum kau harus berbaring satu bulan di tempat tidur!" Shin mengancam Suo Yao.
"Janga harap!"
Shin meninju wajah Suo Yao yang baru saja bangkit dan langsung menyerang kakinya sekali lagi. Shin tentunya bukan orang yang terlalu kejam, dia mengangkat Suo Yao dan langsung melemparnya keluar arena. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit pemenangnya sudah muncul.
"Dia memang pantas jadi murid Feng Li. Dari sikapnya saja dia tidak terlalu jauh dengan gurunya." Secara alami dia membicarakan tentang sikap kejamnya.
"Tapi bukankah dia terlalu kejam?" Penonton lain tak tahan untuk bertanya hal ini, namun penonton lain langsung membantah argumennya.
"Kejam kepala bapak kau, dia jelas-jelas mengasihani Suo Yao dengan melemparnya keluar arena." Tindakan Shin memang tidak mendefinisikan apa itu "kejam" yang sesungguhnya. Dia hanya bertarung tanpa memberi lawan kesempatan untuk membalas.
"Wow, dengan mudah bocah itu dapat tiga item hebat, Suo Yao mendapat kerugian besar kali ini!" Seseorang mengingatkan tentang taruhan yang mereka buat sebelumnya.
"Aku ingin lihat reaksi Cabang Klan Suo soal taruhan ini, tiga item yang ditaruhkan bukan item sembarangan, apalagi teknik yang terakhir. Itu adalah teknik yang sangat berharga di perpustakaan Klan Suo." Tapi dalam diskusi panas ini seseorang yang lain sudah menuai panen besar. Ya, dia adalah orang yang memasang taruhan untuk Shin.
"Hey kalian jangan coba kabur! Serahkan uang taruhan kalian tadi!" Orang ini dalam satu hari sudah mengumpulkan seratus koin kristal, bahagia menyelimuti wajahnya, dalam hatinya dia sungguh berterima kasih pada Shin. Dilain sisi, orang yang bertaruh pada Suo Yao harus memasang wajah muram dan sedih. Kehilangan uang sebanyak ini sungguh sebuah cobaan yang berat.
"Pemenang sudah diputuskan, Shin murid Feng Li adalah sang juara! Dia berhak menerima sebuah pil penyempurnaan tubuh. Taruhan dengan Suo Yao dan aku sebagai saksi memerintahkan Suo Yao memberikan tiga item yang dijanjikan!" Kata Sheng Yi di tribun VIP. Selain membawa gemuruh keras dari penonton, kalimatnya kali ini pun membawa suara yang tidak terima.
"Tuan Sheng Yi, untuk dua harta itu aku bisa memberikannya tapi untuk Dark Blood Palm. Suara Suo Yao tidak memiliki hak untuk itu, kuharap bocah Shin ini bersedia menukarnya dengan beberapa teknik level 4." Seorang pendamping Suo Yao yang merupakan tetua Cabang Klan Suo ini angkat bicara. Teknik level 5 memang tidak terlalu langka tapi teknik miliknya ini sedikit spesial. Teknik ini didapatkan pemimpin Cabang Klan Suo di sebuah makam kuno dan teknik itu sudah rusak saat ditemukan. Kekuatan asli teknik ini saat rusak parah juga sudah semenakutkan ini, apalagi saat sudah sempurna. Kesempatan memiliki kekuatan besar tidak akan dilepaskan begitu saja oleh mereka. Menukarnya dengan beberapa teknik level 4 atau bahkan teknik level 5 lain masih tetap lebih baik.
"Apa kau berencana menyinggung Keluarga Imperial dan Feng Li sekaligus!? Bahkan Klan Suo yang asli pun tidak akan berani melakukannya!" Sheng Yi dengan tegas menegakkan aturan, sebagai anggota Keluarga Imperial rasa keadilan dalam dirinya sangat kuat.
"Kami tidak akan berani, tapi kalau bocah ini mau kami bisa menukarnya dengan teknik level 5 lain." Dihadapan dua pengaruh besar, Cabang Klan Suo ini tidak memiliki kemampuan apapun, tapi teknik ini harus dia lindungi segenap hati. Dia diam-diam mengutuk Suo Yao dalam hatinya sebagai pembawa masalah besar.
"Bagaimana menurutmu anak muda?" Sheng Yi bertanya pendapat Shin tentang masalah ini.
"Tentu saja aku mau yang ini. Dia bersikeras melindunginya berarti teknik ini sangat kuat dan berharga kan?" Tebakan Shin yang tepat ini menyebabkan tetua itu berkeringat dingin.
'Apa semua anak muda sepintar dia!?' Tetua ini sangat terganggu dengan kepintaran Shin.
"Kau dengar dia kan? Cepat ambil tiga item itu dan berikan padanya! Jangan buat aku mengulangi perkataanku lagi!" Tetua itu tidak berani menentang lagi dan pasrah mengambil teknik itu di perpustakaan klan.
Lima menit kemudian tetua itu kembali dengan buku teknik Dark Blood Palm. Dia menuju Suo Yao lalu mengambil pedang dan armornya. Shin menunggu dengan tenang diatas arena.
Saat tetua itu menyerahkan tiga item ini tangannya gemetar tak terkendali seperti membawa gunung lima belas juta ton ditangannya. Shin dengan mudah meraihnya dan melihat-lihat item itu. Ketiga item itu langsung ia hisap kedalam cincin ruang miliknya. Setelah melepaskan tiga item berharga, tetua serasa akan muntah darah karena marah. Pada Suo Yao pastinya. Marilah kita sejenak mengheningkan cipta untuk jasa dan hukuman yang akan diterima Suo Yao.
Upacara pemberian hadiah dilakukan dengan cepat, Shin mendapatkan pil penyempurnaan tubuh dan bingung mau diapakan pil ini. Saat dia melihat kuda hitam baru yang tampak penuh harap dia akhirnya memberikan pil ini padanya. Dia sedikit terkejut tapi langsung menerimanya dengan senang hati, saat dia menanyakan alasan Shin memberikan ini Shin menjawab singkat, "Aku tidak butuh itu."
Dan begitulah, Kompetisi Perburuan Kota Yan ditutup dengan meriah, tapi gemuruh dari pertandingan terakhir masih menyelimuti Kota Yan seminggu setelah kompetisi ini berakhir. Dan nama Shin langsung menyebar keseluruh kota. Kinerjanya yang sangat mengagumkan terutama beast core silverback wolf terus menyebar dari mulut ke mulut. Bahkan nama Shin ini terus dilebih-lebihkan setiap menyebar dari satu orang ke yang lain. Ini menyebabkan nama Shin sudah bagai legenda hidup di seluruh generasi muda Kota Yan. Bagaimana tidak, membunuh silverback wolf, mengalahkan Zhi Shi dan Suo Yao berturut-turut, gerakannya yang terlalu cepat dan tekniknya yang terlalu hebat. Itu adalah prestasi yang mengagumkan, para pendengar bahkan lebih terkejut lagi saat mengetahui tingkat kultivasi Shin. Sejak saat itulah dia dijuluki oleh seluruh kota sebagai "Hercules".