Lone Hero

Lone Hero
Ujian Great Sage



Shin lalu menulis sebuah surat untuk dibaca Ying Ai dan pergi ke ruang kultivasi untuk menerima ujian dari Great Sage Staff, yang mana sama dengan yang pernah dilalui oleh Great Sage ribuan tahun yang lalu!


Shin menyimpan surat didekatnya yang berisi permintaan maaf dan alasannya melakukan ini pada Ying Ai. Saat Ying Ai membaca surat ini dia menangis tak henti-henti. Baru satu jam mereka bertemu dan harus berpisah lagi, betapa kecewanya dia tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Shen bilang dia tidak bisa membantu Shin dalam ujiannya ini dan harus melakukannya sendiri, Shin masih bingung dengan jika dia melakukannya sekarang kesulitannya akan bertambah. Memangnya seperti apa ujian dari Great Sage Staff ini? Apa karena dia masih lemah maka kesulitannya bertambah? Apakah ujian Great Sage Staff ini menguji kekuatan seseorang? Apapun itu, Shin hanya tinggal menjalaninya saja.


Lalu segera, proyeksi Shin masuk ke dalam Great Sage Staff. Kali ini, Shin sampai pada sebuah tempat, berbeda dengan sebelumnya yang tampak sama dan sangat membosankan, tempat ini dipenuhi berbagai vegetasi dan vitalitas yang tinggi. Bahkan ada binatang dan Beast didalam sini, ini hampir sama dengan dunia di dalam Devouring Dragon Vessel.


Lalu secara tiba-tiba sesosok tua dan keriput namun sangat penuh penghormatan muncul didepan Shin, penampilannya yang sangat sederhana tampak sudah lepas dari hal duniawi, jika kau berada didekatnya kau bisa merasakan kedamaian dan ketenangan sejati terpancar kuat. Dalam satu lirikan Shin menebak identitas dari sosok ini.


"Great... Sage!" Hanya ada satu tebakan yang cocok untuk sosok seperti ini dan itu adalah para sage. Bisa menemui satu dalam hidupnya Shin merasa sangat senang, mereka seperti pahlawan dalam cerita fantasi bagi Shin. Dan bertemu pahlawan ini adalah impian tiap orang.


"Great sage yang terhormat, sungguh sebuah kehormatan besar bisa menemui anda di sini." Shin membungkuk dan menyatukan tangannya untuk memberi hormat pada sage didepannya ini. Shin tidak menunjukkan kesombongan atau arogansi sebaliknya dia menunjukkan penghormatan tak terbatas padanya.


"Sudah cukup lama semenjak orang terakhir yang datang ke sini. Siapa namamu anak muda? Apa kau murid dari Yan Shen?" Suara dari great sage ini sangat lembut seperti buaian seorang ibu, pertanyaannya sederhana namun tampak sangat berwibawa.


"Nama junior ini adalah Shin, Yan Shen adalah Grandmaster dari junior ini." Shin menjawab dengan sopan dan hati-hati.


"Shin ya, apa kau ingin menjalani ujian dariku?" Kalimat ini sudah ditunggu-tunggu oleh Shin sejak tadi dan tentu saja dia tidak akan menolak tawaran ini.


"Maafkan kelancangan Junior ini sebelumnya. Tetapi maksud Junior ini datang ke sini adalah demikian."


"Tampaknya ini akan jadi lebih sulit dari biasanya." Sang Great Sage mengucapkan kalimat yang sama dengan Shen, namun Shin tidak berani untuk bertanya lebih lanjut lagi. Ujian sudah ada di depan mata, dan secara alami Great Sage tidak akan memberitahukan alasannya.


"Ini hanyalah proyeksi mental, Great Sage Staff tidak memiliki kekuatan untuk membuat dunia didalamnya. Ujianmu adalah untuk melakukan perjalanan bersama kedua orang ini dan menjaga keamanan mereka, kau akan langsung gagal jika salah satu diantara mereka terbunuh. Kau harus melewati Hutan Kematian ini untuk bisa sampai ke tujuanmu. Meski kau tidak akan menerima luka fisik atau mental apapun jika kau mati didalam sana jangan pernah anggap remeh ujian ini! Kesulitan utama ujian ini bukanlah bahaya hutan." Great Sage menghilang lalu muncul dua orang, satu wanita dan satu pria.


Keduanya tampak berusia lima belas tahun dan tampak dewasa, yang pria memiliki tubuh yang kurus namun tinggi dengan rambut hitam dan pedang tersimpan dengan rapih dipinggangnya, dia memakai pakaian merah cerah dan celana hitam pekat, jika ditelusuri lebih lanjut kau bisa menemukan chainmail dibalik pakaiannya.


Yang wanita memiliki paras yang sangat menawan dan dingin seperti es yang dibalut cadar biru yang memudarkan keindahan ini. Tubuhnya yang ramping dan mulus seakan adalah hasil karya seni terbaik dari surga. Kulit bening yang menyelimuti seluruh tubuhnya tampak seperti diukir dari giok paling indah didunia ini. Kakinya yang ramping ditutupi gaun sebiru es yang menambah keindahannya. Wanita yang tampak seperti makhluk surgawi dan peri yang turun ke dunia fana ini. Keindahan yang bisa menggetarkan dunia dan menyebabkan kehancuran negara ini berada tepat didepan Shin.


Keindahan yang tampak seperti fantasi ini telah berada tepat didepan Shin, bahkan dia, yang tidak peduli soal wanita sedikit terpengaruh oleh keindahan ini. Menaklukan wanita semacam ini bahkan lebih sulit daripada naik ke surga itu sendiri.


"Perkenalkan, namaku adalah Wang Yan dan dia adalah Bing Ning'er. Kami berdua adalah anggota dari Sekte Roaring Dragon, kau pasti orang yang ditugaskan untuk mengawal kami kan?" Wang Yan membuka pembicaraan dengan perkenalan pada Shin, dia mengulurkan tangan untuk sebuah salaman, Shin dengan sigap meraih tangannya dan memperkenalkan diri.


"Aku Shin, ditugaskan Great Sage mengawal kalian." Meski dibilang mengawal Shin bahkan tidak tahu tujuan mereka, kekuatan mereka bahkan lebih kuat daripada Shin, Wang Yan adalah pembentukan akhir dan Bing Ning'er juga sama sepertinya. Meski Shin sebanding dengan ahli duniawi tapi tetap saja, mengawal orang yang lebih kuat dan berpengalaman adalah hal yang aneh.


Shin masih bisa membawa proyeksi dari Great Sage Staff kesini. Dia pada dasarmya tidak perlu khawatir tentang keselamatan dirinya sendiri, bahkan jika ada sepuluh Silverback wolf dan bawahannya menyerang, Shin masih bisa keluar sebagai pemenang.


Shin menatap Bing Ning'er dengan heran, berbeda dengan Wang Yan yang berapi-api, Bing Ning'er ini diam dan dingin seperti es. Sebuah kelompok yang sangat tidak sesuai dan serasi.


Shin kemudian mencoba mengajak Bing Ning'er untuk berbicara, tetapi peri surgawi ini hanya mengacuhkannya dengan ekspresi dingin yang tidak berubah. Wang Yan tertawa kecil dan kemudian mulsi menjelaskan.


"Sifatnya memang seperti itu karena dia adalah Elemental es dan aku adalah Elemental api. Seni kultivasinya bisa membekukan semua emosinya, saudara Shin tak usah mempedulikan sifatnya yang seperti itu."


Meski ini hanya dunia proyeksi tapi apakah seni yang membekukan emosi itu ada? Dan juga apa-apaan lineup mereka berdua, Elemental api dan es yang berpasangan! Elemen keduanya berlawanan dan tidak cocok satu sama lain, bagaimana bisa mereka dikirim Great Sage kesini.


"Kau pasti belum tahu tujuan kita kan? Tujuan kita adalah kota dibalik Hutan Kematian ini, Kota Sage, tempat Klan Sage berada dan rumah bagi ribuan Sage. Konon kelima Great Sage juga tinggal disana, jika kau beruntung kau bisa bertemu dengannya." Wang Yan menjelaskan tujuan dari perjalanan ini dan siapa sangka bahwa tujuannya adalah tempat para Sage tinggal! Proyeksi mental ini memang ajaib, bisa memproyeksi tempat yang sudah lama hancur seperti sedia kala, sangat mengagumkan.


"Lalu ada ancaman apa di Hutan Kematian ini?" Shin tentunya ingin tahu informasi dari musuh-musuhnya. Ini adalah semacam jaminan keamanan untuk mereka berdua.


"Didalamnya ada Beast level 6 walau sangat jarang. Dan jangan lupakan bandit dan pencuri yang bersembunyi didalamnya. Bahkan ahli Duniawi Akhir juga tidak mau masuk kedalamnya secara sembarangan! Tapi jangan khawatir, kita sudah menyiapkan rute paling aman dari hutan ini. Perjalanan akan makan waktu total dua bulan, selama dua bulan kedepan aku mohon bantuan dari saudara Shin untuk melindungi kami!" Hutan Kematian memenuhi tuntutan dari nama ini, bandit dan pencuri saja sudah cukup untuk menjadikan tempat ini bernama Hutan Kematian, ditambah beast level 6 didalamnya, nama 'Hutan Kematian' bahkan terdengar sedikit imut.


Ujian dari Great Sage memang memenuhi reputasinya, kesulitan semacam ini menyebabkan siapapun bergidik ngeri karenanya. Memang keputusan Shin untuk masuk sekarang sedikit tidak tepat, andai dia sudah mencapai tahap Duniawi saat ini, dia bisa dengan mudah menyelesaikan ujian ini. Namun Shin juga yang memilih menerima ujian setelah diperingatkan jadi dia harus menjalaninya.


Terlepas dari kesulitan dan resikonya, hadiah dari ujian ini sangat sangat berguna bagi Shin. Mendapat dua item tertinggi para Sage bisa dibilang keberuntungannya sangat tinggi, namun untuk bisa menggunakan dan diakui dua item ini keberuntungan saja tidak cukup untuk itu. Hanya kemauan dan kerja keras tinggi yang bisa melakukannya.


Tanpa bicara lagi, Shin memimpin keduanya memasuki Hutan Kematian!