Lone Hero

Lone Hero
Apakah Aku Berhak?



Jauh di utara sana, kekacauan besar tengah berlangsung tanpa ada yang bisa menghentikannya, wilayah Klan Zhang dan radius lima puluh km dari sana hancur lebur oleh pasukan Evil Region. Dinding pertahanan dikuasai oleh musuh yang menjadikannya mustahil untuk direbut kembali, wilayah Klan Zhang kini sudah dijadikan markas oleh pasukan Evil Region sebagai gerbang awal penaklukan total Azure Sky Empire.


Menurut rencana awal Old Tu, butuh sekitar tujuh tahun untuk menguasai seluruh kekaisaran, karena Zhang Han menghilang durasi jadi berkurang menjadi lima tahun. Keluarga Imperial, Klan Suo, Klan Yi, Kamar Dagang Yunxia, semua faksi ini masih berdiri tegak melindungi seluruh kekaisaran dan bukan hal yang mudah menghancurkan mereka semua. Old Tu juga sadar bahwa pihak kekaisaran masih menyimpan kekuatan besar yang belum dikeluarkan, sedangkan pihaknya sendiri sudah kelelahan akibat perang nonstop selama dua tahun penuh. Dengan berat hati, Old Tu harus memilih untuk gencatan senjata sementara. Setidaknya sampai kondisi pasukannya pulih maksimal.


Pihak kekaisaran disisi lain tentu saja menolak mentah-mentah gagasan ini, tidak ada surat atau proyeksi memang, tapi semua orang juga sadar langkah apa yang dilakukan Old Tu kali ini. Dan mereka semua... sedang menunggu Dou Huang!


"Patriark Suo, apa kau mengetahui posisi dan apa yang dilakukan Kaisar Dou Huang saat ini?" Tanya Zhang Wu, dia sebagai Tuan Muda Klan Zhang selalu diprioritaskan keselamatannya. Sekarang, dia sedang ada di Imperial Hall, sedang membincangkan beberapa hal dengan faksi pelindung, sayangnya Dou Huang tidak hadir disini dan tidak ada yang tahu kenapa atau kemana.


Suo Qing menggelengkan kepalanya pelan. "Sudah enam hari lebih dia pergi tanpa pemberitahuan, masalahnya adalah Yun Xiao juga sama menghilang dengannya! Dengan begini kita hanya punya dua ahli master di pihak kita dan sangat mustahil untuk bisa bertahan."


"Si Dou Huang Bajignan itu...! Dulu Zhang Han yang menghilang sekarang malah dia, Yun Xiao yang terlihat normal juga malah ikut pergi bersamanya! Situasi ini sudah berada diluar batas kemampuan kami semua, tidak ada lagi harapan untuk kekaisaran." Yi Lei mendengus marah.


"Nak Zhang, kau sudah mengerti situasi kita kali ini kan?" Ucap Suo Qing pada Zhang Wu, "Kehancuran kekaisaran akan terjadi mau apapun menghadang juga, dengan ini kami berdua sepakat memutuskan untuk mengirim pengungsi terpilih melalui jalur barat. Kami ingin kau memimpin pengungsian ini dan kami akan membeli waktu untukmu. Ini adalah tugas pertama sekaligus terakhirmu sebagai Patriark Klan Zhang!"


Secara alami, Klan Zhang sudah tidak ada lagi didunia ini, posisi patriark yang harusnya membawa prestise dan kebanggaan tinggi malah membawa beban berat, namun Zhang Wu tidak bisa memikirkan ide apapun lagi, dia hanya bisa berharap dua patriark ini akan membeli waktu yang cukup untuk mereka.


"Patriark Suo, bukankah ini berarti anda akan...?"


"Bukankah itu sudah sangat jelas? Tidak ada apapun lagi yang tersisa untuk dilakukan. Mengorbankan dua puluh ribu untuk dua puluh ribu warga kekaisaran sangatlah sepadan." Dua puluh ribu adalah jumlah ahli surgawi yang dimiliki oleh dua klan ini. Dan jika dihitung, satu nyawa ahli surgawi berharga satu nyawa warga kekaisaran! Sungguh harga yang tidak masuk akal.


"Tunggu, hanya dua puluh ribu!!? Bukankah itu artinya kita akan meninggalkan delapan juta lainnya disini tanpa harapan! Ini tidaklah adil sama sekali!" Zhang Wu bagaimanapun masih muda dan tidak mengetahui apa itu dunia yang sejati.


"Nak Zhang, dua puluh ribu adalah batas tertinggi. Dan semuanya ini jenius dan senior harapan terakhir kekaisaran. Kau pikir berapa banyak kerajaan dan dinasti diluar sana yang mau menampung jumlah sebanyak ini?" Yi Lei menambahkan.


"Tugas kami sangatlah mudah, tugas milikmu lah yang sangat sulit, hidup diluar sana yang mana jauh dari kata nyaman dan aman, kalian akan hidup dalam hinaan dan cemoohan. Apalagi kalian harus memenuhi kebutuhan serta kultivasi masing-masing. Pikirkan rencana kedepannya dengan baik Nak Zhang. Masih ada satu bulan sebelum rencana dimulai. Kami semua, berharap padamu, Patriark Zhang!" Suo Qing mengganti sebutannya pada Zhang Wu agar dia lebih percaya diri.


"Apakah kita tidak bisa meminta bantuan pada dinasti di sekitar sini? Mereka pasti akan membantu kita kan?" Zhang Wu masih belum putus harapan.


Mendengar ini, Suo Qing menghela napas berat. "Harusnya kau sudah tahu jawabannya. Dari dulu sekali kita selalu terjebak disini dan tidak membangun hubungan serta koneksi apapun dengan dunia luar. Lagipula, tanpa kekuatan yang memadai semua surat permintaan bantuan hanyalah sampah! Menurut perspektif mereka, kehancuran kita akan lebih menguntungkan daripada keselamatan kita, tidak ada alasan bagi mereka untuk melakukannya!" Dalam kondisi ini Suo Qing harus menasehati Zhang Wu.


Yi Lei mendekati Zhang Wu dan menepuk pundaknya. "Patriark Zhang, sudah tidak ada lagi harapan untuk kekaisaran. Kamu dan dua puluh ribu jenius adalah sisa-sisa harapan terakhir yang kami punya. Meminta balas dendam mungkin terlalu banyak, kumohon, kalian harus hidup dengan aman dan damai dimanapun kalian tinggal nanti!"


Suo Qing pergi dan Yi Lei yang baru saja sembuh juga mengikutinya, meninggalkan Zhang Wu dalam pemikirannya untuk mempenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, pil, ramuan, skill, dan berbagai hal lainnya, dan yang paling penting tentu saja adalah keamanan. Dia punya waktu yang sangat sibuk satu bulan ke depan.


***


Hari sudah beranjak malam dan Shin harus menghentikan perjalanannya, dia tidak bisa meninggalkan kultivasinya satu hari pun. Dengan tahap surgawi dia mungkin akan jadi raja disini, tapi diluar sana dia hanya akan jadi biasa saja. Shin meditasi semalaman dan tidur didalam Devouring Palace. Kata Shen, tidak baik untuk terlalu bergantung pada efek pembengkokan waktu. Kultivasi adalah proses yang lambat dan panjang, memiliki item cheat seperti ini memang mengagumkan namun baginya yang masih lemah, ini malah akan menghambat prestasinya kedepan. Tak lain Shen tidak ingin Shin menimbulkan sebuah mindset di alam bawah sadarnya bahwa kultivasi adalah sebuah hal yang mudah dan cepat, mindset seperti ini jelas menyimpang dalam dunia ahli dan praktisi, besar kemungkinan Shin akan terhambat dan bahkan menerima efek rebound yang mengerikan.


Disana, didalam Devouring Palace bukannya tanpa bahaya sama sekali, Zhu Long masih ada disana dan mengingat apa yang telah dilakukan Shin beberapa hari yang lalu, dia sudah ada pada batasnya! Karena inilah Shin membuat sebuah perjanjian dengannya bahwa sebelum Shin tertidur pulas Zhu Long tidak boleh mengganggunya tanpa ada izin terlebih dahulu. Dan setelah Shin tertidur, dia sepenuhnya jadi milik Zhu Long. Karena inilah Shin selalu mengecek tubuhnya setiap bangun tidur disana.


Perjalanan menuju batas paling utara dari batas paling selatan Azure Sky Empire sangatlah panjang, beberapa kota dilewati Shin tapi dia tidak singgah sama sekali, perjalanannya dimulai dari luar kekaisaran dan bukannya dari dalam. Selain dari tujuan awalnya, Shin juga akan membalas budinya pada Zhang Wu, sesuai dengan janjinya saat dia berpisah dengannya dulu. Sebuah kebetulan atau tidak, bencana yang mampu (telah) menghancurkan Klan Zhang benar-benar ada, padahal kalimatnya dulu hanyalah janji kosong. Tapi tetap saja ini adalah hal yang bagus, Shin tidak akan punya penyesalan yang tertinggal apapun lagi disini.


Zhang Wu, orang yang juga punya peran penting dalam perkembangan Shin hingga saat ini. Manfaat yang didapat Shin karena "dipungut" olehnya tak terbilang tinggi, dari pengalaman hingga pil berharga semuanya ia dapatkan darinya. Termasuk juga beberapa set pakaian yang setia Shin gunakan sebelumnya, semuanya berasal dari hasil Zhang Wu memungut Shin.


Harus diakui bersama, kalau sebenarnya firasat Zhang Wu tidak pernah salah! Klaimnya mungkin terdengar sombong dan arogan dulu, tapi sekarang? Dia sudah bisa membuktikan klaimnya. Yang terpenting, hasil dari membangun hubungan serta membuat murid dari Feng Li berhutang budi padanya, sangatlah tinggi!


Keselamatan sudah pasti akan terjamin dan mungkin dia punya beberapa rencana lain dengan hal ini. Walau sebenarnya jauh di utara sana dia tidak menyadari fakta ini.


Mendapatkan bantuan seorang ahli surgawi hanyalah bantuan ahli surgawi, tidak ada yang spesial dan unik tentang hal itu. Tetapi, ketika mendapatkan bantuan seorang ahli surgawi bersama tiga benda terhebat sepanjang masa, dengan penguasaan setengah dari Focussed Aura Control, dua tahap dari Grand Sage Art dan tentu saja teknik bela diri terbaik di kawasan ini. Adalah hal yang mutlak berbeda! Bantuan ini bahkan setara dengan seorang ahli master lanjutan! Membunuh salah satu dari The Five Devils bukan mustahil dilakukan.


"Kupikir kau sudah tahu hal ini. Pada kenyataannya, wilayah Klan Zhang sudah hancur lebur dan posisi patriark mereka telah digantikan oleh Zhang Wu. Kau mau balas budi padanya kan?" Balas Shen dengan wajah bingung, Shin bahkan tidak tahu apapun dan main pergi aja, sebuah tindakan yang tidak bisa dimengerti olehnya.


"Hehe.... Lalu, kalau wilayah mereka hancur, lantas kemana aku akan datang menemuinya? Tak mungkin aku mencarinya dalam aula klan yang diduduki musuh kan?"


"Tenang saja, posisinya sudah ada dalam radar milikku, dia ada di Imperial Palace di Ibukota Imperial. Sudah satu minggu semenjak kepergian kita jadi harusnya tak butuh waktu lama untuk sampai disana."


Shin kemudian mengubah lintasannya sedikit ke timur, dimana Ibukota Imperial--kota terbesar--di Azure Sky Empire berada. Sebuah kota yang merupakan yang paling megah di seluruh kawasan ini, dengan luas wilayah yang tak terkira dan kekuatan yang kuat tersembunyi didalamnya. Namun saat ini kesan megah dan mewah sudah tidak ada lagi, berita kekalahan menyebar layaknya tsunami, menghanyutkan ribuan orang kedalam Ibukota Imperial. Menyebabkannya menjadi kacau dan daerah kumuh bermunculan dimana-mana. Kekerasan dan kejahatan tak terhindarkan lagi dan tak ada yang bisa menghentikannya.


Besok.


Sebuah tembok kota yang menjulang puluhan meter disertai dengan kubah yang tercipta dari array masuk dalam penglihatan Shin, gerbang besar yang sepuluh meter diatas tanah tidak tertutup apapun terlihat menghalangi antrian dari banyak orang yang memaksa untuk masuk, dengan ini Shin juga mengerti kalau dia mungkin tidak diizinkan masuk kedalam sana. Tetapi, siapa yang mampu menghentikan ahli surgawi?


Shin terbang melesat ke arah gerbang diatas sana yang memang khusus disiapkan untuk ahli surgawi, tanpa berniat menyembunyikan identitasnya Shin terbang dengan kesantuyan.


"Bo-bocah itu... ahli surgawi!!?" Semua orang mendongak ke atas serempak, memverifikasi kebenaran yang tampak mustahil ini.


"Mustahil, dia pasti memakai semacam harta untuk bisa terbang! Apa kalian bodoh sampai meragukan kejeniusan Pangeran Mahkota Dou Yehan!?" Salah seorang warga meneriaki orang sebelumnya. Segera, semua orang menjadi tenang, yang awalnya hendak memuji karena bakat Shin berubah jadi menghinanya, menggunakan harta semacam ini memang melanggar aturan.


Para penjaga yang ditugaskan disini memiliki SOP yang jelas, hanya ahli surgawi keatas yang punya hak untuk masuk toh jumlah mereka sedikit serta yang merupakan ahli surgawi haruslah seorang sosok penting. Untuk menanggulangi kejadian seperti Shin, penjaga gerbang saja haruslah seorang ahli surgawi juga!


Mereka naik ke udara dan mengacungkan pedang mereka sendiri.


"Berhenti dan cepat turun! Enyahkan harta terbang itu dari tubuhmu, hanya ahli surgawi sejati yang bisa masuk kedalam kota!"


Shin tungkul dan menatap kakinya, dia tidak memakai Arhat Staff saat ini, lantas kenapa dia masih dilarang masuk? Bukankah ini maksudmu membuat gerbang yang atasnya terbuka?


"Tunggu saja giliranmu bocah! Kami bahkan harus menunggu berhari-hari disini. Enyahlah bersama harta terbang rendahanmu itu!" Kata seorang warga di bawah yang merupakan ahli duniawi akhir, umurnya kepala lima dan sangat mengerti tentang hambatan saat menerobos ke tahap surgawi. Tidak mungkin bocah biasa sepertinya bisa melakukannya.


"Ya, turunlah! Hargai usaha kami pergilah dari sini! Bocah yang bahkan belum berkultivasi tidak layak untuk masuk kedalam." Teriak berbagai rakyat jelata lainnya.


Shin mengerutkan keningnya, dia baru sadar bahwa sebenarnya dia sedang menyembunyikan auranya sendiri! Pada dasarnya dia memang tidak mau menimbulkan perhatian besar, dan ketika dia sadar bahwa dalam sudut pandang orang lain, dia masihlah seorang bocah! Reaksi semacam ini memang sangat wajar dimanapun.


"Hahahaha.... Aku lupa menonaktifkannya." Shin tertawa dengan keras yang menyebabkan semua rakyat rendahan, juga sama tertawanya. Perilakunya yang bodoh dan polos tak diragukan lagi menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi mereka semua.


Dengan senyum dingin terpampang di wajahnya, Shin melakukan sesuatu. Segera, langit dipenuhi oleh cahaya putih keperakkan yang cerah, dari bawah bahkan cahaya ini seterang matahari asli. Selain intensitas sinarnya yang pekat, aura ini berfluktuasi dengan Shin sebagai pusatnya, memberikan tekanan ekstrim pada setiap rakyat dibawah.


Semuanya diam tidak berbicara.


Tak puas dengan hasil seperti ini, Shin mengeluarkan niat membunuhnya! Hal ini mungkin tidak memiliki wujud dan rupa yang bisa dilihat mata telanjang, namun jika kondisi mental seseorang sangat lemah dihadapannya, sosok sumber aura ini akan seperti diselimuti oleh darah merah segar.


Niat membunuh hasil dari ratusan ribu pembunuhan mengisi setiap ruang disini tanpa terkecuali, menyelimuti setiap orang dalam ketakutan dan rasa lemah ekstrim. Semua orang menggigil kuat dan terlutut dengan kedua kakinya, tubuh mereka bergetar tak bisa mengucapkan sepatah kata apapun. Tekanan dari ahli surgawi saja sudah cukup untuk membuat mereka membisu, menambahkan hawa membunuh ratusan ribu nyawa, itu hanya akan jadi teror tertinggi! Karena hal ini, para praktisi dibawah tahap duniawi, kehilangan kesadaran mereka!


Shin kemudian menatap penjaga yang juga merinding ketakutan, pedangnya masih dalam posisinya tapi sebenarnya dia terbujur kaku.


"Jadi, apakah aku berhak sekarang?"