Lone Hero

Lone Hero
1 Vs 6



Saat ini Luo Ran berada di ujung jurang kematian, bahkan sejenak ia bisa melihat bayangan rekan-rekannya yang sudah tiada, situasi kali ini adalah yang paling bahaya dalam hidupnya. Aura dan kondisinya tidaklah dalam kondisi prima, itu sudah habis beberapa dan dia pun cukup kelelahan. Musuh berjumlah enam orang sedangkan dia sendirian. Kekuatannya hanya Master mendalam, meski berada di puncaknya, masih ada jarak dengan ahli Master lanjutan. Biarpun dia memegang tombak, The King of All Weapon, itu masih belum cukup menyelesaikan semua jarak yang ada. Ditambah dengan pengalamannya, itu masihlah sebuah hal yang sulit untuk bertahan tiga puluh menit.


"Sepertinya kalian sangat serius ingin membunuhku." Awalnya dia ingin menyelesaikan He Yao saat ini juga, tetapi melihatnya sudah menghilang dan bergabung dalam barisan, Luo Ran mengurungkan niatnya segera. Seraya memutar tubuhnya ke arah mereka, dia berkata.


"Tentu saja, kau adalah orang paling merepotkan yang ada dalam pecahan Great Sun Army ini. Aku harus melakukan upaya berat dan harga yang mahal untuk bisa melakukan ini semua," ucap He Yao, dia pada dasarnya sudah memegang nyawa Luo Ran di tangannya, menunda kematiannya sedikit lebih lama tidaklah masalah.


"Apa kau tidak cemas para pasukan itu akan datang ke sini karena hal ini?" Luo Ran secara alami bicara tentang kedatangan dua assasin Master lanjutan tambahan itu.


"Hehe... kami memiliki lima ahli Master lanjutan dalam grup, tiga termasuk diriku disediakan khusus untukmu, sisanya kusimpan untuk menghadang Chen Qi dan Gao Shun," balas He Yao. Satu anggota Great Sun Army mungkin setara dengan sepuluh ahli dengan kekuatan setara, bahkan bisa membunuh seorang ahli Master lanjutan dalam pertempuran, tetapi musuh mereka ini juga yang terbaik! Dalam hal kemampuan tempur, kedua belah pihak setara.


"Ho ho ho, kematian Luo Ran sang Golden Spear mestinya membawa riak yang besar pada Qin." Salah satu assasin Master lanjutan terkekeh, kematian Luo Ran seorang jauh lebih berdampak daripada kematian lima anggota Great Sun Army biasa. Pangkatnya di kemiliteran adalah panglima, hanya di bawah jenderal--terhalang akibat bakatnya.


"Bisa kupastikan bahwa itu tidak akan terjadi!" Luo Ran menjawab dengan tegas, dia menyadari bahwa nyawanya sendiri sangatlah penting.


"Bukan kau yang menentukan hal itu," ucap He Yao dengan nada lembut, itu semakin menambah rasa dingin dalam kalimatnya.


Luo Ran menghela napas dalam hatinya, perkataan He Yao memang benar. Dia sangat menyadari bahwa dia tidak mungkin bisa memenangkan pertempuran, tetapi tujuannya bukanlah memenangkan pertempuran, dia hanya perlu mengulur waktu! Oleh karena itu, sebisa mungkin, dia akan mengulur-ulur pembicaraan selama mungkin. Menggunakan pengalaman sebesar gunung dan seluas lautan; dengan keahlian bicara yang sangat mumpuni. Tanpa perlu bersusah payah bertarung, lima menit sudah terlewati. Menambahkan waktu pertempuran tadi, dia hanya tinggal menunggu dua puluh lima menit lagi. Memang terlihat seperti waktu yang singkat, tapi percayalah, lima menit yang pendek ini bisa merubah hasil seratus delapan puluh derajat.


Barulah saat ini, keenam assasin ini menyadari bahwa dalam lima menit ke belakang mereka sedang dibodohi, mereka mengoceh dan mengutuk tak berguna dalam rentang waktu ini. Saat ini mereka menyadari, prajurit di depannya ini benar-benar seorang monster tua!


"Kau sudah membuat kami membuang waktu yang cukup lama... bayar itu dengan nyawamu!" He Yao dengan kalimatnya menyiratkan untuk memulai pertempuran, dia menghilang pun juga dengan lima assasin sisanya. Dengan pedang dan belati yang sama-sama merupakan harta kelas Surgawi tingkat rendah, mereka mengeroyok Luo Ran yang masih tenang-tenang saja.


Luo Ran tidak bisa bergantung pada indera penglihatannya, tidak pula bisa bergantung pada Aura Sensenya, dia hanya bisa bergantung pada insting dan naluri pertempurannya! Baginya, kedua hal itu sudah menjadi radar sempurna, setelah ditempa ratusan tahun dalam pertempuran yang tak terhitung jumlahnya, posisi dan arah serangan assasin terbaik Wei ini dapat dirasakannya.


Clank! Clank! Clank! Clank! Clank!


Luo Ran menggerakkan tombak emas di tangannya dengan cepat, itu mengayun, membanting, menusuk, dan menyerang ke segala arah begitu indahnya. Gerakannya cepat dan tepat, setiap kali itu bergerak pasti ada bunga api yang tercipta; hasil benturan dan gesekan antar dua senjata. Keahlian bertombaknya adalah yang terbaik, menggunakan seni tombak terbaik Qin, Golden Dragon Spear Art, dia adalah ahli papan atas. Bahkan, saking tingginya penguasaannya dalam jalan tombak, senjata yang terbuat dari logam keras itu dapat dengan mudah melengkung dan fleksibel bagaikan air yang mengalir, menembus pertahanan lawan dari arah yang sama sekali tidak terduga. Selain cepat dan fleksibel, serangan tombaknya tentu saja kuat! Tiap kali pertukaran serangan terjadi dia selalu mendapatkan skor unggul, bahkan ketika melawan keenam dari mereka sekaligus.


Secara alami, bukan tanpa alasan tombak dijuluki sebagai The King of All Weapon, itu memiliki damage yang tinggi dan gerakan yang sulit, tapi alasan paling utama adalah jangkauan serang! Dihadapkan dengan pedang, tongkat, belati, dan senjata lainnya jelas tombak adalah pemenangnya! Melawan senjata pendek seperti belati, tombak memiliki keunggulan mutlak. Tetapi, mau sehebat dan seindah apa pun permainan tombaknya, serta mau seunggul apa pun senjatanya, menghadapi enam assasin terbaik seorang diri, seiring berjalannya waktu dia dapat ditekan.


Hanya saja, gaya bermain tombak Luo Ran bukanlah kejam dan dahsyat seperti biasanya, niatnya adalah mengulur waktu, secara alami dia lebih memilih berada dalam posisi bertahan. Dan dalam hal ini, dia sama hebatnya juga, sepanjang pertempuran berlangsung, yang sekarang sudah berlalu lima menit lagi, kakinya bahkan tidak beranjak dari sana barang selangkah! Hanya dengan tombaknya saja, dia sudah mampu mengungguli assasin-assasin ini.


"He Yao, ini tidak berjalan dengan baik." Salah seorang assasin Master lanjutan berucap sedikit khawatir via transmisi suara, jika seperti ini keberadaan Taiyang yang sudah mereka tangkap akan datang terlebih dahulu sebelum Luo Ran mati.


"Sudah sewajarnya dia menang dalam pertukaran senjata seperti ini. Ini hanya untuk melelahkannya saja, kita akan mulai serius dalam lima menit lagi." Menghadapi target susah seperti ini dia memang tidak bisa ceroboh, meskipun mereka siap untuk mati, tidak ada dari mereka yang mengharapkannya. Terlepas daripada itu, kematian Luo Ran mutlak terjadi, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun dalam prosesnya.


Assasin yang tadi mengangguk dan memulai kembali penyerangannya.


Adapun He Yao, yang sudah terluka cukup parah sebelumnya, dia tidak berusaha keras dalam pengeroyokan ini, bahkan dia hanya diam di belakang dan kadang-kadang melemparkan senjata rahasianya. Untuk bagian utama dalam pembunuhan Luo Ran, dia ingin memulihkan kondisinya sedikit lebih baik. Monster tua seperti Luo Ran sudah bisa dibilang mengerikan, dan apabila dia sudah di ujung tanduk... itu adalah monster yang sesungguhnya!


Lima menit mengalir cepat, dalam rentang waktu yang singkat ini Luo Ran harus mengerahkan segala yang dia bisa. Meskipun begitu, tidak semua serangan musuh dapat ditangkis atau dihindarinya, armor emasnya tergores dan terdapat banyak retakan kecil yang cukup dalam. Nafasnya cukup berat tapi jelas bahwa dia masih mampu melanjutkan satu jam lagi. Kondisinya memang lebih mengkhawatirkan dari sebelumnya, namun dalam wajahnya masih sangat jelas terlihat sebuah semangat pantang menyerah, tangguh setangguh naga!


He Yao, dia sudah mendingan, biarpun sebenarnya tidak ada banyak perbedaan dalam kondisinya. Kelima assasin sudah ditarik mundur, lima orang ini dalam keadaan tidak baik. Luo Ran memang mengatur dalam posisi bertahan, tapi serangan tentunya tidak dia lupakan. Beberapa orang ini memiliki luka robek baik kecil maupun besar, jelas, pertempuran ini sangatlah sengit.


"Apa kau terlalu takut untuk menunjukkan wujudmu!" Segera setelah berkata, Luo Ran berganti posisi dari defensif menjadi ofensif, dia menerjang ke depan menuju assasin yang sudah menampilkan wujudnya satu per satu, kecuali He Yao tentu saja. Dengan tombak di tangan kanan yang mengarah ke bawah, dia sudah melupakan pikiran bertahan di dalam benaknya.


"Hmph! Hanya tindakan bodoh!" Dengan itu, He Yao melemparkan dua buah bom api padanya. Tetapi ini hanyalah sebuah fasad, tepat setelah dia melemparkan bom, tangannya sudah memegang beberapa senjata rahasia.


Tapi Luo Ran adalah orang berpengalaman, dia merotasi tombak miliknya hingga bilah berbentuk huruf V terbalik itu vertikal, dengan itu, dia menggerakkan tombaknya dalam sebuah sapuan dan sebuah angin kencang berhembus yang mana, menerbangkan kembali bom yang He Yao lemparkan!


Booom! Booom!


Belum sempat melemparkan senjata rahasianya, He Yao harus terlebih dahulu lari kocar-kacir bersama kelima assasin sisanya. Tetapi, interval ledakan tidak sampai satu detik, alhasil, dia terluka, menjadikan usahanya sepuluh menit ke belakang tidak ada gunanya. Dua bom api itu kuat, itu setara dengan serangan ahli Master Mendalam, jadi bukan dia saja yang terkena dampaknya, keenam orang itu terpukul mundur sejauh seratus meter.


Mereka adalah assasin profesional, mereka sudah menghilang kembali tepat setelah dihempaskan bom. Luo Ran mengernyitkan keningnya mendapati mereka melakukan hal ini, pertempuran ini memang sulit. Meskipun demikian, dia tetap berbelok empat puluh lima derajat ke kiri, seingat dia assasin yang pertama kali ditemuinya terlempar ke sana.


Satu napas kemudian dia sudah tiba di tempat yang diinginkan, sayangnya, tempat ini sangatlah merugikannya. Pohon-pohon tumbuh dengan lebat dan tinggi, bahkan sinar matahari tidak sampai di sini. Dalam medan seperti ini, assasin mendapatkan keunggulannya.


Dihadapkan kondisi mencekik, dia tidak ragu maupun takut. Tombaknya menikam ke depan dengan mantap tanpa keraguan, itu sangat cepat dan kuat. Dan tak lama kemudian darah mulai membasahi ujung bilahnya, dan sesosok pria berpakaian hitam muncul, dia tidak menduga bahwa Luo Ran akan secepat ini! Meskipun telak, masih jauh dari bisa membunuh seorang ahli Master mendalam. Assasin itu sudah mundur dengan cepat dan tidak lagi bisa menyembunyikan diri.


Sadar bahwa dia ditargetkan, dia mengeluarkan pedangnya. Sebelum akan menyerang, dia harus memberikan informasi. "Dia ada di sini!" teriaknya yang dapat didengar beberapa km.


Segera setelah itu, sorot matanya yang tajam terarah menuju Luo Ran. Dia mulai mengalirkan Aura pada senjatanya itu dan bergerak ke depan, sekejap mata kemudian dia sudah di depannya dan melakukan gerakan menusuk menuju jantung Luo Ran. Menimbang kecepatannya, semua adegan terjadi dalam sepersekian detik.


Trank!


Sfx-nya bukan jleb, itu karena sebelum pedangnya dapat menembus armor bercorak matahari itu, sebuah tombak dengan bilah vertikal menghantam pedangnya dari samping. Tanpa bisa bertindak banyak, pedangnya sudah terlempar jauh, lepas dari genggamannya. Tak berhenti sampai situ saja; tombak itu kini tidak memiliki penghalang apa pun lagi, dan dengan menggunakan seluruh tenaganya, Luo Ran menekan ujung tombaknya ke arah jantung assasin itu.


"Kau sudah berakhir!"


Jleb!


Assasin secara alami tidak memakai armor apa pun, maka dari itu tusukan berkekuatan penuh Luo Ran dapat dengan mudah menembus kulitnya, menghancurkannya jantungnya, dan bahkan terus melaju hingga melalui punggungnya! Dia mati, sudah jelas dia mati.


Menarik tombaknya kembali, Luo Ran segera mengalihkan fokusnya ke arah kanan, di sana sudah terdapat lima assasin yang sebelumnya sudah terpisah. Dia segera menghela napas lega dalam hatinya, dalam waktu yang sangat singkat tadi dia menaruh semuanya agar bisa membunuh satu orang. Syukurlah usahanya berhasil.


"Ambil kembali mayat temanmu ini!" Luo Ran meraih jasadnya dan langsung melemparkan itu ke arah mereka.


Tidak ada sedikit pun fluktuasi emosi di antara kelimanya, salah seorang assasin bahkan tanpa perasaan melemparkan sebuah bom api, dan dengan ledakan itu meledak, mencipratkan darah ke mana-mana.


"Sampah tidak berguna." Begitulah ucapan yang terlontar dari mulut orang itu. Sebagai assasin, didikan sejak kecil memang sudah kejam, kasih sayang dan cinta, dua hal itu tidak ada dalam kamus mereka.


"Tidak usah banyak bacot, serang dia langsung!"


Dengan anggukan, mereka menyerang Luo Ran lagi. Gerakan mereka sangat cepat dan sama sekali tidak menyembunyikan diri, empat garis cahaya hitam segera melintasi ruang dan melewati tubuh Luo Ran seraya meninggalkan goresan kecil di armornya. Luo Ran sama sekali tidak mampu bereaksi!


He Yao juga tidak diam saja, dia mengeluarkan senjata rahasia dan berlari ke samping dan masih terus berlari tanpa henti. Saat Luo Ran sibuk dengan empat assasin yang gerakannya secepat kilat dan gesit itu, He Yao mengganggunya dengan terus melemparkan senjata rahasia dengan kecepatan yang tidak kalah dengan mereka. Jelas, inilah cara mereka menundukkan Luo Ran sang Golden Spear. Kombinasi antara kekuatan, kecepatan, racun, gangguan, dan kebingungan, akan memastikan hasil yang mereka inginkan. Karena jika ditelisik, garis hitam yang tercipta karena gerakan mereka itu adalah acak dan tidak berpola, bisa saja itu datang dari udara, kiri, tengah, bahkan dari bawah sekalipun. Membingungkan musuh, membuat konsentrasi mereka buyar. Apalagi setiap kali mereka melintas, sebuah tebasan kecil akan sukses mereka daratkan pada Luo Ran. Ditambah dengan bantuan senjata rahasia He Yao, segalanya jadi jauh lebih mudah lagi.


Posisi pemburu dan diburu kembali menjadi seperti semula, Luo Ran mau tidak mau harus mengatur gaya bertombaknya menjadi defensif sekali lagi. Meskipun jauh lebih sulit, dia akan mencoba bertahan sebisa mungkin.


"Sudah saatnya kita melakukan itu!" Keempat assasin yang bertugas menyerang dari dekat segera mengangguk setelah mendengar He Yao, mereka yang hendak menyerang segera mengurungkan niatnya.


Mereka menyembunyikan diri sekali lagi, membaur ke alam sekitar yang langsung membuat Luo Ran menenggak ludahnya sendiri, dia sama sekali tidak bisa merasakan mereka! Dalam senyap, mereka memosisikan dirinya dalam empat arah mata angin dengan Luo Ran sebagai pusatnya, berjarak sekitar dua puluh meter darinya. Segera, Aura dalam tubuh mereka meluap dalam fluktuasi yang sangat mengerikan, belati dan pedang diatur dalam kekuatan penuh seraya menekan kaki belakang ke tanah.


"Cross Execution!"


Whooosh!


Mereka berubah menjadi seberkas cahaya hitam yang dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya! Itu menuju Luo Ran seraya mengarahkan senjata di tangan dengan kejinya.


Sraaash!


Empat belati kini menancap di armornya, luka sayat yang dalam segera menghiasi dirinya, Luo Ran segera mengeluarkan jeritan tajam kesakitan. Luka itu jelas tidaklah ringan sampai-sampai dia harus terlutut dengan satu kaki. Tak sampai di situ saja, orang-orang itu tidak berhenti dalam terjangannya dan setelah berjarak dua puluh meter, mereka berhenti dan berbalik; tangan mereka membentuk segel yang sama dan setelah itu pilar Aura berwarna hitam berkekuatan penuh menembak tanpa ampun menuju Luo Ran yang berlutut dari empat arah.


Bang!