Lone Hero

Lone Hero
Pertarungan Sengit



Kombinasi serangan mereka dalam "Cross Execution" seperti paku dan palu, setelah menancapkan sebuah belati beracun mereka akan menekan hal itu lebih dalam. Dalam bentuk + sempurna, combo serangan empat assasin ini memang mengerikan.


Empat pancaran Aura yang dahsyat menyerang gagang belati yang keras itu, dengan kekuatannya yang besar itu dapat menekan belati menembus armor dan kulit Luo Ran. Tepat setelah langkah kedua dalam Cross Execution dilakukan, hanya gagang belati tersebut yang dapat dilihat, sisa bilahnya sudah menembus tubuh Luo Ran dengan keji.


Belati itu dilumuri racun yang sama dengan yang ada di senjata rahasia, dan dengan jumlah yang terkandung dalam keempatnya, Luo Ran tidak bisa menganggap hal ini remeh.


Dia seketika meraung keras; akibat kejadian ini situasi untuknya sangatlah kritis. Luka menganga lebar dan racun melukai dari dalam, sungguh, dia tidak punya rencana untuk bisa keluar dari situasi ini.


Alih-alih menjadi lemah dan pasrah, sorot matanya semakin tajam dan buas, jejak perjuangan masih ada dan tidak akan pernah padam. Dengan tangan kirinya, dia mencabut belati-belati itu satu per satu. Mengentaskan segala rasa sakit dan semua yang mengganggu dengan menghentakkan tombaknya dan berteriak keras, Luo Ran perlahan mulai bangkit dari keterlututannya.


"Orang tua ini benar-benar sulit untuk dibunuh!" Seorang assasin segera mendengus kesal, biasanya Cross Execution akan membunuh lawannya secara langsung. Apalagi, formasi ini dilakukan oleh tiga ahli Master lanjutan dan satu Master mendalam, harusnya itu jauh lebih kuat dari biasanya.


"Dia adalah jajaran prajurit terbaik Qin, mestinya butuh beberapa upaya untuk membunuhnya. Tapi setelah terkena ini secara telak, dia pasti tidak akan bertahan lebih lama lagi!" He Yao di belakang segera mengambil kesimpulan. Kondisi Luo Ran saat ini hanya bisa disebut menyedihkan, bahkan lebih parah daripada dirinya sendiri, membunuh target terluka seperti ini, itu terlalu mudah bagi mereka.


"Tapi awas," lanjut He Yao, "monster tua seperti dia akan jauh lebih berbahaya ketika sekarat, sebisa mungkin, bunuh dia dalam satu serangan!" Satu assasin Master mendalam sudah meregang nyawa di tombak Luo Ran, dia tidak mau kehilangan ahli papan atas seperti ini lagi.


Luo Ran tetap dalam posisinya, memang lebih baik baginya untuk bersikap defensif, tapi kali ini, dia akan memilih untuk menyerang! Tidak perlu mendekatkan diri pada mereka, semua sudah direncanakan dalam kepalanya dengan matang. Karenanya, saat dia menyapukan pandangannya pada lima sosok ini, kepercayaan diri melintas di matanya.


"Bunuh dia sekarang juga!" teriak He Yao kencang. Sepersekian detik kemudian, lima sosok termasuk dirinya sendiri menerjang Luo Ran dari depan, mereka berdiri berdekatan dan benar-benar menyerang di depannya. Dengan senjata yang sama yaitu pedang, mereka akan menuntaskan misi.


Dalam sekejap mata mereka sudah berjarak satu meter darinya, pedang mereka terhunus ke depan dengan kecepatan yang sangat gila, dan dengan arah yang rasa-rasanya tak mungkin ditahan. Bagaimana tidak, dua darinya mengarah ke kepalanya, satu ke lehernya, dan dua ke jantungnya. Dari tiga sudut dan ketinggian ini, Luo Ran hanya bisa memblok salah satunya!


"Ini masih belum cukup untuk membunuhku!" Setelah itu, dalam cara yang tampaknya mustahil, Luo Ran menggeser kaki kanannya ke kiri bersamaan dengan tubuhnya; menjadikan pedang panjang hanya menusuk udara kosong saja!


Elakan yang sungguh memukau ditunjukkan Luo Ran, akibat tindakannya ini dia menghadap ke kanan dan hanya berjarak beberapa cm dari pedang tersebut. Dengan wajah tanpa emosi, dia mengangkat tombaknya mendatar dan menekan ujungnya menuju assasin terdekat. Meskipun butuh waktu untuk menjelaskan, semua ini terjadi kurang dari setengah detik saja, akibatnya, tombak tajam yang kuat itu dapat meninggalkan sebuah luka di bahu assasin yang berada di ujung kiri Luo Ran.


Orang itu segera terhempas puluhan meter jauhnya, sedangkan Luo Ran masih belum menunjukkan tanda akan berhenti. Bedanya, dia tidak menyerang melainkan mereposisi dirinya dengan cara mundur beberapa langkah. Tepat setelah dia melakukannya, empat bilah pedang menebas ruang tempatnya berdiri sebelumnya.


Pertarungan bela diri bersenjata bukan hal yang sederhana, itu tidak melulu soal bertukar satu serangan atau bertukar jurus dengan nama yang enak didengar, itu rumit dan butuh banyak sekali kalkulasi untuk melakukannya. Kau harus tahu kapan akan menyerang, bertahan, mundur, dan banyak hal lainnya. Segala hal dapat terjadi dalam pertempuran, hanya memilih satu langkah yang salah saja sudah bisa menuntunmu ke Yellow Spring. Dan Luo Ran, dia sudah sangat menguasai semua hal tersebut.


Hindaran berupa langkah mundur ini bermanfaat cukup banyak, selain untuk menyelamatkan nyawa tapi juga mengatur dalam jarak optimal senjata. Dia menggunakan tombak, dan itu adalah senjata jarak jauh, bilahnya berada di ujung alhasil dia tidak boleh terlalu dekat dengan musuhnya agar kemampuan sejatinya terungkap. Dan sebagai bukti akan hal itu, dia merotasi tombak hingga vertikal dan mengirim sapuan datar; itu langsung membuyarkan serangan pedang lanjutan mereka.


"Apa hanya ini yang kau bisa lakukan?" Jelas, kalimat Luo Ran langsung memancing emosi mereka. Melawan orang tua yang terluka seperti dia, sangat memalukan jika mereka kalah kali ini!


"Banyak bacot!" dengus He Yao marah. Dia kemudian bersama bawahannya mulai menerjang Luo Ran dari empat arah, langkah pembunuhan cepat mereka gagal dan tidak akan pernah berhasil. Alhasil mereka harus melakukan cara yang lama.


Sementara empat sosok menerjang dirinya dalam arah yang berbeda, sosok kelima yang terhempas tadi mulai bergabung dalam pengeroyokan. Luo Ran sama sekali tidak berniat bertahan dan mengulur waktu, dia harus memenangkan pertarungan ini!


Targetnya secara alami adalah He Yao, dia yang paling mudah dibunuh di antara kelimanya. Dengan mengedarkan pandangannya, dia bisa melihat ke mana He Yao akan menuju dan itu adalah belakangnya. Luo Ran berbalik dan bahkan sebelum He Yao sampai dia sudah melakukan tebasan diagonal dari kanan atas ke kiri bawah.


Trank!


He Yao bukanlah seorang pemula dalam pedang, meskipun serangan ini amatlah tidak terduga dan tiba-tiba, dia masih bisa menggunakan pedangnya untuk memblok itu. Namun, kekuatannya jelas kalah, baru saja dia sampai namun dia harus rela terlempar beberapa belas meter. Tidak terlalu kuat dan tentu saja ada alasannya.


Luo Ran maju dua langkah ke depan; memegang ujung tombaknya, kemudian dia memutar tubuhnya ke kanan seraya melakukan sebuah sapuan datar. Serangan itu secara alami mengarah pada assasin yang mengarah ke sisi kirinya, kemudian suara dentang keras kembali terdengar. Namun, itu sangat lemah, bahkan assasin itu hanya mundur beberapa langkah saja. Pada saat ini, Luo Ran sedang berfokus pada kecepatan dan kegesitan daripada kekuatan, semua ada waktu dan situasinya masing-masing, menghadapi kepungan seperti ini, gaya seperti ini yang paling cocok.


Dari depannya assasin yang baru datang sudah menyabet pedangnya, mencoba untuk memenggal kepalanya dalam satu serangan. Luo Ran, dia mengarahkan kaki kanannya ke belakang dan tombak dipegang kedua tangannya berbaring, gagangnya diarahkan ke atas dan dengan itu dia menangkis serangan musuh. Sayangnya, sebelum dia mampu untuk mendaratkan serangan lagi, dariĀ  punggungnya sebuah tebasan terdaratkan. Itu menimbulkan sebuah goresan pada armor emasnya.


Dan kemudian keempat orang sisanya sudah dapat kembali dalam posisi serang masing-masing, mereka menyerang Luo Ran secara bersamaan sekali lagi. Sebagai langkah penyelamat nyawa, dia memilih untuk terbang ke atas beberapa meter. Dia menatap He Yao dengan tatapan ganas, tombak di tangannya terhunus dan dia menerjang ke arahnya dengan kecepatan dan kekuatan tinggi!


Crack!


Pedang He Yao patah, dan itu adalah harga yang harus dibayarnya untuk menghentikan sebuah tikaman maut. Keempat lainnya secara alami tidak berdiam diri saja, mereka menebaskan pedangnya ke arah Luo Ran yang sangat sulit untuk bergerak. Dan benar saja, empat goresan tambahan kini sudah menghiasi armor emas Luo Ran.


Luo Ran memutuskan untuk mendarat di depan--tepat di belakang He Yao--setelah menerima serangan. Tak sampai sepersepuluh detik dia sudah sampai, kemudian dia sama cepatnya berputar untuk menebas He Yao.


Sraaaash!


Punggung He Yao yang tidak terlindungi kini mendapatkan sebuah parit merah darah yang dalam, darah memuncrat bagai air mancur dan bau amis khas memenuhi ruang. He Yao muntah beberapa suap darah namun masih bisa bergerak ke depan, menghindari serangan lebih lanjut. Semua ini adalah yang Luo Ran bisa, sangat sulit untuk bisa membunuh seorang ahli Master dalam sekali tebas saja. Untuk bisa benar-benar membunuhnya, dia harus sedikit bersabar.


"Sial! Apa racun itu tidak berguna untuknya!" He Yao sudah kembali ke barisan paling belakang. Dia secara alami sayang nyawa meski tidak takut mati, karenanya, dia tidak mau ambil resiko dan hanya bergabung dari jauh saja. Meski dia adalah pemimpin, dia lebih layak disebut beban.


Sebenarnya, Luo Ran bertaruh dan memilih untuk menekan racun yang cukup banyak itu dengan Aura-nya, gerakannya akan jadi tidak terbatasi dan dengan begitu, dia bisa bertarung dengan lebih leluasa. Meskipun, dia jelas tidak akan bisa mempertahankan kondisi ini terlalu lama. Paling banter, hanya sepuluh menit saja dia bisa tahan. Setelahnya, itu adalah momen-momen yang sangat krusial. Dalam rentang waktu ini, dia harus membunuh He Yao apa pun harganya!


Dia melakukan sebuah tebasan datar; angin kencang bertiup ke arah mereka. Dengan suara ledakan yang cukup kuat, dia menerbangkan empat orang beberapa belas meter; meninggalkan He Yao tanpa penjagaan. Luo Ran segera menatap tajam orang itu, dia mengangkat tombak tinggi dengan tangan kanannya, yang bilahnya terarah ke He Yao.


"Sudah saatnya bagimu untuk mati!"


Dengan itu, dia melemparkan tombaknya. Itu bergerak secepat kilat melintasi ruang, melesat bagaikan naga emas; berubah menjadi seberkas cahaya keemasan yang dengan kejam, mengarah tepat ke jantungnya!


Jleb!


Tanpa bisa mengelak atau mengeluarkan ocehan tak berguna lainnya, He Yao sudah tertembus hingga ke belakang. Darah terciprat ke mana-mana dan dia mati dengan sebuah tombak tertancap di tubuhnya. Tubuhnya perlahan-lahan kehilangan tenaga dan dia jatuh tersungkur.


Untuk membunuh He Yao, Luo Ran membayar harga yang sangat mahal. Dia melemparkan tombaknya sendiri, dalam kalimat lain: dia membuang penyelamat hidupnya! Dia tidak punya senjata lain lagi di Cincin Ruang-nya. Sudah tidak mungkin mengambil kembali tombak itu, para assasin itu mungkin akan melemparnya jauh-jauh. Kini dia hanya punya kepalan tangan sebagai satu-satunya senjata yang dia miliki. Tetapi, dia sama sekali tidak menyesal telah melakukan ini, melawan lima orang dia tidak sanggup bahkan dengan tombaknya. Walaupun ilmu tangan kosongnya tidak setinggi ilmu tombaknya, dia sudah mengembangkan Martial Will yang lebih kuat daripada Shin!


"Haah... sudah cukup lama aku tidak melakukan hal ini, kuharap aku masih mengingat semua gerakan rumit itu." Dia tidak seperti Shin yang belajar dua keahlian sampai puncak bersamaan, Luo Ran hanya belajar martial art sebagai sampingan saja, tombak sebagai major dan martial art sebagai minor. Dan Martial Will yang tinggi itu sebenarnya akibat waktu latihannya saja, jika diberikan waktu yang sama, Shin akan mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi lagi.


"Sungguh bodoh melemparkan senjatanya seperti ini, dia sepertinya sudah tidak sabar untuk bertemu rekannya di neraka!" ucap salah seorang assasin, kemudian dia memandang tubuh He Yao dan menarik tombak emas itu dari tubuhnya; melemparkannya acak sebagai tindakan pencegahan--sesuai dengan tebakan Luo Ran.


Booom!


Tanpa sedikit pun perasaan, dia melemparkan bom api pada mayat itu, menghapusnya bersamaan dengan segala bukti yang ada. Matanya kemudian tertuju pada Luo Ran yang masih belum berubah. Tekad seorang prajurit, itulah yang dia tampilkan sekarang ini.


"Luo Ran, takdirmu sudah dipastikan sekarang juga!"


Mereka menyerang sekali lagi; Luo Ran balas menerjang dan sebuah pertempuran dahsyat yang bahkan lebih sengit dari sebelumnya terjadi. Dan kali ini, Luo Ran sudah kembali dalam posisi defensifnya, niatnya untuk mengurangi kekuatan musuh sudah terlaksana dan secara alami, dia hanya tinggal menunggu kedatangan Taiyang saja.


***


Pertempuran tadi tentunya memakan waktu juga, biarpun tidak terlalu lama tapi hanya tinggal sepuluh menit lagi sebelum total tiga puluh menit waktu berlalu. Dan kali ini, Luo Ran mungkin tidak lagi bisa menekan racun dalam tubuhnya, namun keahliannya masih lebih dari cukup untuk bertahan sepuluh menit melawan empat assasin terbaik. Dia pada dasarnya sudah berhasil, hal itu adalah semua yang dia bisa lakukan dan dia melakukannya dengan sempurna. Tetapi, untuk bisa lepas dari situasi berbahaya ini, dia tidak bisa melupakan satu hal penting: apakah Taiyang akan datang tepat waktu atau tidak!?


Kekuatan Mental Shin sangatlah terbatas, hanya beberapa hari saja dia bisa menggunakan Floating Staff Control. Dan dia sudah menggunakannya sejak pertama kali dia berangkat, melakukannya dalam intensitas maksimal dalam pengejaran. Mungkin dia sudah memulihkan beberapa, tapi itu semua sudah dihabiskan dalam lomba lari sebelumnya. Bahkan, pada saat ini dia mengalami sebuah rasa sakit kepala yang hebat, bagaikan ribuan jarum kecil menusuk-nusuk kepalanya. Kekuatan Mental-nya sudah menipis, dan tak peduli apa dia harus berhenti lalu istirahat. Namun dia tidak melakukannya, dia sungguh menyadari keadaan bahaya yang dialami pasukan belakang, nyawa lima belas orang bergantung pada bahunya. Oleh karena itu, dia memaksakan tiap ons Kekuatan Mental yang kini tersisa sedikit. Shen, dia tidak bisa membantu dalam hal ini, bahkan jika dia menggunakan semua kekuatan yang dia bisa gunakan, itu masih belum cukup untuk meredakan kelelahan ekstrim ini.


Butiran keringat berjatuhan dari keningnya yang mengernyit; giginya bersuara dalam geretakan yang renyah; matanya memerah dan tampak jelas dalam seluruh wajahnya bahwa dia sedang menahan rasa sakit. Jenis siksaan ini sungguh menyiksa, dan semakin lama dia bertahan seperti ini siksaannya akan semakin besar.


"Nak Shin, kau sudah berjasa besar. Jika ada dari mereka yang mati hari ini, itu bukanlah kesalahanmu, itu karena diriku yang tidak becus dalam mengatur pasukan," ucap Taiyang. Dalam hatinya, dia mengutuk dirinya dengan keras; dia pertama kali dalam hidupnya merasa gagal sebagai jenderal.


Shin tidak menjawab, lebih tepatnya dia tidak bisa, hanya untuk membuka mulut saja sudah menjadi sebuah pekerjaan yang berat. Dan lagi, dia mengalihkan semua fokusnya untuk mempertahankan Arhat Staff dalam kecepatannya.


Waktu berlalu, lima menit adalah waktu yang tersisa untuk Shin bisa menemui Luo Ran, namun pada saat yang sama pula rasa sakit kepalanya berkali lipat! Perlahan-lahan, Arhat Staff mulai melambat dan kehilangan keseimbangannya. Mata Shin yang tajam mulai tertutup. Pada saat ini, Kekuatan Mental-nya sudah habis seratus persen. Karenanya, sekejap mata kemudian dia kehilangan kesadarannya dan kedua benda itu jatuh ke tanah.


Taiyang menangkap tubuh dan senjatanya dan kemudian membaringkannya di hutan. "Semuanya tergantung pada diriku sekarang...." Taiyang menghela napas panjang dalam hatinya, lima menit adalah waktu yang dibutuhkan Shin, namun dia sendiri bergerak tiga kali lebih lambat darinya, oleh karena itu... dia membutuhkan waktu lima belas menit!