
Shin lalu melesat ke arah Kota Mang kembali, jika ini memang orang yang dia cari-cari maka dia tidak akan segan untuk membunuhnya, tetapi jika ini ahli dari klan lainnya, Shin hanya bisa dengan sabar menunggu untuk lain waktu.
Adapun Ying Ai, dia bingung tidak mengerti, seluruh adegan tadi bahkan tidak berlangsung sepuluh detik sampai Shin pergi meninggalkannya. Diliputi dengan rasa khawatir dan sedikit kesal, Ying Ai akhirnya memilih mengikuti Shin diam-diam.
"Shen, di mana mereka?" Tanya Shin, mencoba menggali beberapa informasi yang berguna.
"Kau sudah dekat dengan kedua orang itu, kalian hanya tinggal berjarak satu kilometer. Terus berlari dalam arah ini maka kalian akan berkonfrontasi." Shen dengan Divine Sensenya bisa menjawab dengan mudah sekali, jangan bilang satu kilometer, sepuluh juta kilometer juga bisa dia pindai jika dalam keadaan normalnya!
Mendengar jawaban tersebut, Shin mengangguk kuat seraya semakin memacu kedua kakinya lebih cepat lagi, sekitar setengah kali lebih cepat dari sebelumnya. Dalam hal ini, bukan Shin saja yang sedang mendekat, tanpa mereka sadari mereka pun sedang mendekati Shin, jadi hanya dalam waktu dua puluh napas Shin bisa melihat siluet dua orang sedang berlari. Walaupun mereka tidak bisa melihatnya karena dia menyembunyikan dirinya dengan baik.
Duo tersebut dan Shin mungkin masih berjarak cukup panjang, namun Shin bisa mengenali wajah yang tidak mungkin dilupakannya itu, tangannya terkepal kuat sedangkan giginya bergemeretak seolah akan hancur.
"Hong Zhao dan Hong Lei! Tak kusangka kalian akan menghampiriku semudah ini!" Pada malam itu, dia memang tidak melihat ketiga orang itu secara langsung, hanya Hong Zhao yang dia temui secara langsung dan dua sisanya dia tidak tahu. Tetapi kini dia sudah bertekad balas dendam, mau itu pelaku pembunuhan pamannya atau bukan, asalkan dia adalah tetua dari Klan Hong, Shin akan membantainya tanpa ampun!
"Setelah melihat wajahnya secara langsung aku jadi sadar akan sesuatu. Shin, kedua orang di sana adalah pelaku pembunuhan pamanmu!" ucap Shen yang tak ayal membuat niat membunuh dan kobaran dendam Shin memuncak, sampai menakuti vegetasi di sekitarnya.
Shin tidak merespon apa pun namun dalam wajahnya bisa terlihat jelas bahwa dia berterima kasih. Pandangan Shin tertuju pada kedua orang itu dan sejurus kemudian dia keluar dari persembunyiannya dan mendekati Hong Zhao dan Hong Lei.
Kemunculannya terlalu mendadak dan tiba-tiba; menyebabkan duo ini berhenti saat melihat wajah dan tubuh Shin yang muncul di depan mereka, meski sudah beberapa waktu tidak melihat sosok bocah tersebut, mereka masih bisa mengenalinya dengan mudah. Bukannya takut ataupun gugup, mereka malah melengkungkan bibirnya sangat senang, jika Shin berada di sini otomatis seni yang mereka cari-cari sejak dulu menghampiri secara percuma.
"Tak kusangka kau masih hidup bocah, Kota Yan sepertinya punya beberapa dermawan yang mau menampung sampah sepertimu. Tapi tak usah risau maupun cemas, kehidupan sulitmu di Kota Yan akan segera berakhir dan kau akan berkumpul kembali dengan pamanmu!" ucap Hong Zhao, orang yang pernah bertemu dengan Shin malam itu.
"Sekarang masih sama dengan dahulu, jika kau masih ingin hidup dengan dermawanmu itu, lebih baik kau serahkan benda yang kami incar! Jika tidak, bukan hanya kau yang mati mengenaskan, tapi seluruh orang yang membantumu juga sama!" ancam Hong Lei, andai saja dia mengetahui kalau dermawan yang dia maksudkan adalah Feng Li, dia langsung bersujud minta maaf pada Shin sekarang juga, tetapi dia tidak akan berpikir sejauh itu, secara hubungan antara Hong Wei-Feng Li dirahasiakan, apalagi memang terdengar mustahil seorang ahli Master sepertinya menerima murid seperti Shin yang lemah tak berguna. Di lain sisi, Shin tidak akan mengungkapkan identitasnya pada kedua orang ini, balas dendamnya tidak akan sempurna jika dia menggunakan hal eksternal.
"Kau sepertinya menuruti perintahku!" Dulu Shin bilang untuk mereka bertiga untuk tidak mati ditangan orang lain, Shin akan menyesal seumur hidup jika mereka tidak mati di tangannya sendiri.
Keduanya mengerutkan kening, Hong Zhao karena secara tidak sadar menuruti permintaannya; Hong Lei tentu saja karena dia tidak mengerti, malam itu dia bahkan tidak bertemu dengan Shin. Kendatipun tidak tahu, dia tidak bertanya pada rekannya karena sadar bahwa itu tidaklah penting. Pandangannya tertuju pada mata Shin dan kemudian dia mulai merasakan sejauh mana kekuatan Shin berkembang. Bagaimanapun, dia masih penasaran dari mana datangnya kepercayaan diri untuk bisa muncul di depan keduanya dengan wajah tenang.
Aura Sensenya meyapu tubuh Shin dan wajahnya segera padam. "K-Kau naik ke tahap Pembentukan Tengah! Tidak mungkin, baru sembilan bulan terlewati sejak kejadian itu terjadi!" Bakat terbaik Klan Hong: Hong Niwa dan Hong Taixie butuh empat belas tahun untuk mencapainya, dan itu adalah jajaran tertinggi di Kota Mang, beberapa kemungkinan mengerikan segera terbesit dalam benak mereka berdua.
Selain itu, ada banyak penyesalan tertampil di wajah mereka, jika anak yang sangat berbakat ini masih anggota Klan Hong maka dia akan sangat meningkatkan reputasi dan prestise Klan Hong di seluruh kekaisaran. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, mereka sudah terlambat untuk membujuk Shin menjadi anggota Klan Hong sekali lagi. Semua angan tentang kejayaan hanyalah angan semata, bahkan, fantasi indah tersebut malah akan membawa bencana besar pada mereka.
Duo itu saling menatap dalam dan segera mencapai kesimpulan. "Zhao, kita harus bunuh anak ini sekarang, jika harimau dibiarkan kembali ke gunung hanya akan membawa bencana yang mengerikan! Dan sepertinya, rumor bahwa dia adalah murid Feng Li adalah benar adanya, tetapi masalah kedepannya lebih berbahaya daripada reputasi Feng Li. Ini adalah jalan menuju Wilayah Selatan, bahkan Feng Li sekalipun tidak bisa berbuat banyak setelah perjanjian dibuat Kaisar. Jadi, kita bisa membunuhnya tanpa khawatir!" kata Hong Zhao, kematian Shin adalah jalan satu-satunya untuk keberlangsungan hidup Klan Hong, keduanya tidak bisa hidup berdampingan lagi dan satu pihak harus dihapuskan untuk mencapai keputusan. Dalam hal ini, keduanya tentu saja memilih menghapus Shin, dengan kekuatan mereka berdua akan sangat mudah untuk membunuh Shin saat ini, atau begitulah harapan mereka.
"Dia hanya anak harimau yang ingin melawan harimau asli! Sepuluh tahun lagi mungkin kau bisa menginjak-ibjak Klan Hong dan seluruh Kota Mang dengan mudah, tapi sekarang kau tidak berguna!" Hong Lei menatap Shin dengan niat membunuh, dengan umurnya yang puluhan tahun sudah tak terhitung jumlah orang yang mati di tangannya. Hawa membunuh pekat yang berasal dari dua orang ini diarahkan menuju Shin yang masih berdiri tegak, tapi sepertinya hal ini tidak banyak berguna.
Dalam pertempuran ini, Shin tidak tertarik menggunakan apa pun selain teknik dari pamannya dan Focussed Aura Control, skill yang sangat mereka rindukan selama ini adalah apa yang membunuh mereka. Sebagai sebuah penghormatan dan ego yang berasal dari dirinya sendiri.
Shin mengeluarkan Arhat Staff dan mengaktifkan semua kekuatannya, setelah menjalin kontrak dengan Arhat Staff, Aura Tongkat milik Shin menjadi berkali lipat. Jika dibandingkan, setidaknya itu hanya lebih lemah daripada Aura Bumi yang bisa digunakan Feng Li.
"Melawan bocah Pembentukan sepetrinu hanya mencoreng nama baikku, dengan satu serangan kau akan terkapar dan tidak akan bangkit lagi. Aku tidak tahu dari mana kepercayaan dirimu berasal, tapi menantang dua ahli Duniawi Tengah dengan kekuatan Pembentukan Tengah, bahkan kata 'idiot' tidak bisa menggambarkan betapa bodohnya dirimu!" Hong Lei memang bicara kenyataan, bahkan jika ada seratus ahli Pembentukan Tengah biasa melawannya, dia masih bisa menang melawan mereka semua. Hanya saja dia tidak tahu bahwa Shin bukanlah ahli Pembentukan Menengah biasa.
"Pada titik ini sudah terlalu jauh untuk mundur, tapi bukan berarti tawaran sebelumnya dilupakan begitu saja. Serahkan senjatamu dan dua benda yang diserahkan Hong Wei padamu, maka kami akan memberikan sebuah kematian cepat tanpa rasa sakit."
"Ambil saja sendiri!" Shin memasang wajah jijik seraya menyapukan Arhat Staff ke depan, gelombang kuat muncul dan mengarah tepat ke arah dua orang tersebut. Keduanya memandangnya dengan senyuman--meremehkan sebuah serangan sederhana ini. Tanpa repot-repot menggunakan Aura Shield, Hong Zhao maju lebih dulu dan mengulurkan tangan kanannya ke depan, mencoba memblok serangan tersebut dengan telapak tangannya.
Bang!
Melihat rekannya sendiri terpental akibat sebuah ayunan sederhana, Hong Lei pun sama, tidak lagi berani meremehkan bocah lemah di depannya. Terlepas dari hal itu, keduanya masih menunjukkan ekstasi, adegan tersebut semakin menguatkan fakta bahwa senjata Shin adalah harta yang berharga.
"Lei, kita serang dia bersamaan, barang rampasan kita atur nanti saja." Hong Zhao tahu kalau dia tidak akan pernah bisa membunuh bocah di depannya sendirian, jika hanya mengalahkan, dia masih yakin tapi untuk membunuh, dia sangat pesimis.
"Great Sky Palm!" Serangan yang sama pada saat melawan Hong Wei, sebuah tapak berwarna biru langit yang tampak seperti penjelmaan langit ini muncul di depannya. Ukurannya yang mencapai beberapa meter ini menyebabkan Shin tampak sangat kecil didepannya.
"Aura Spears!" Skill favorit dari Hong Zhao ini dia keluarkan untuk membunuh Shin, puluhan tombak aura hitam muncul disekitarnya dan siap untuk menusuk dan menembus apapun.
Wajah Shin masih tenang dan tidak akan mengeluarkan skill apapun, para Sage tidak butuh yang seperti itu, keahlian tongkat mereka melebihi skill apa pun di dunia ini. Shin hanya menggunakan Battle Nirvana sat ini, dengan peningkatan kekuatannya dia menjadi setara dengan ahli Duniawi Tengah!
Tapak besar dan tombak tajam menyerang Shin dengan ganas. Shin membuat senyum di bibirnya, akhirnya dia mendapat kesempatan untuk mengeluarkan potensi penuh senjatanya, dia semakin mengalirkan Aura ke dalamnya, menambah daya rusaknya banyak sekali. Dia memegang ujungnya dan Arhat Staff dia angkat ke atas, sejurus kemudian dia merendahkan tubuhnya seraya tongkat dibantingkan ke bawah kuat srkali. Menghasilkan sebuah serangan yang akan menghadang gabungan Hong Zhao dan Hong Lei dengan muxah.
Ledakan!
Kedua serangan bertemu dan hasilnya adalah seri, dengan ledakan kuat dihasilkan yang menyebabkan angin kencang menyapu tapi tidak cukup untuk mementalkan ketiga orang ini.
Tepat pada saat dia selesai menyerang tadi, tanpa menunggu serangan bertabrakan Shin sudah berlari menghampiri keduanya dari samping dengan berbagai serangan yang menunggu untuk dilontarkan.
Shin datang dari kiri dan di sanalah Hong Lei berdiri, dia menggenggam senjatanya erat seraya bergumam, "Focussed pressure!" Gaya gravitasi seketika diperkuat dan kedua orang yang tidak siap ini berlutut dengan satu kaki akibat tidak kuasa menahan beban.
Saat Hong Lei mengangkat kepalanya untuk melihat Shin, sebuah tongkat kayu coklat mulus sedang melayang ke wajahnya dari samping. Tanpa bisa berbuat banyak, Hong Lei harus menerima pukulan tongkat secara telak. Tubuhnya jatuh dari tanah dan tersungkur di samping; darah mengucur deras melalui sela-sela mukutnya; bahkan sebuah gigi terlepas dari gusinya.
Tetapi, Focussed Pressure tidak terlalu berguna banyak di hadapan ahli Dunawi Tengah, hanya sebagai stun sementara saja. Hong Zhao sudah bangkit dari posisinya dan masih bisa bergerak walau lebih lambat--paling tidak dua puluh persen. Tatkala Shin ingin memukul Hong Lei sekali lagi, Hong Zhao sudah menerjang ke arahnya dengan sebuah pukulan kuat.
Shin tersenyum puas, dalam hal pukulan dia sangat yakin bisa mengungguli siapa pun di bawah tahap Surgawi. Arhat Staff ia jatuhkan ke tanah--di atas punggung kaki kananya; tangan kanannya terkepal. Dalam jeda singkat ini, dia menyerap Aura Bumi dan mengarahkannya ke satu tempat, lalu dia memukul dengan tangan tersebut.
Bang!
Angin liar menyapu saat tinju bertemu dan sebagai hasilnya, Hong Zhao terpukul mundur belasan meter jauhnya sedangkan Shin hanya mundur beberapa langkah pendek saja. Shin tidak berpikir banyak tentang hal ini dan kaki kanannya mencungkil ke atas; melemparkan Arhat Staff yang dengan mudah ditangkapnya.
Hong Zhao sudah bangkit dan sebuah tombak berujung runcing tergenggam tangan kanannya. Biarpun kondisinya tidak dalam kondisi terbaik akibat pukulan tadi, dia masih bisa bertarung cukup baik. Dia berlari ke arah Shin dan dengan tombaknya itu, dia menusuk sekali dengan seluruh kekuatan yang dia punya.
Shin dengan pikirannya mengatur tekanan untuk dirasakam Hong Lei saja, menyebabkan gerakannya semakin melambat dan tidak bertenaga. Sebaliknya, Shin masih seperti biasa tanpa masalah. Alih-alih menunggu dan menahannnya, Shin balas maju hanya saja saat mata tombak berjarak tiga puluh centi dari jantungnya, Shin berjongkok yang menyebabkan dia bisa mengjindarinya dengan mudah. Saat ini, Shin berada dalam posisi yang sangat sempurna untuk menyerang, Hong Lei sudah tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Sejurus kemudian, Shin menikam Hong Zhao beberapa kali dengan senjatanya, perut, leher, pundak, dagu, kepala, dada. Semuanya telak diserang olehnya, dan sebagai langkah penghabisan, Shin menyapukan kaki kanannya ke depan, membuat Hong Zhao jatuh dan segera mendudukinya. Kedua kepalannya berwarna emas; hal terakhir yang dilihat Hong Lei.
Bug! Bug! Bug! Bug! Bug!
Wajahnya sudah tidak berbentuk dan Hong Lei sudah mati. Shin memalingkan matanya ke arah Hong Zhao yang sekali lagi menyerangnya. Kini banyak Aura Spear menggantung di sekitarnya dan dengan isyarat jarinya, semua itu dilesatkan ke depan bagai anak panah.
Shin melompat dari sana dan naas, tubuh Hong Lei-lah yang menjadi tujuan akhir Aura Spear tersebut, merubah jasadnya menjadi seperti sarang lebah.
Belum sempat Hong Zhao mengutuk, Shin sudah mendatanginya dan memukul sendi lututnya, menyebabkannya tersimpuh tak berdaya. Setelahnya adalah hal mudah, Shin menendang kepalanya dengan keras; menghancurkan tengkoraknya dengan sebuah bantingan tanpa ampun dari atas; mengakhiri riwayat hidupnya dengan cara yang sangat mengenaskan.
Keadaan mereka saat ini terlalu menyedihkan dan memilukan, tetua dari Klan Hong yang gagah perkasa telah terluka sedemikian rupa oleh bocah yang bahkan belum genap berumur sebelas tahun. Prestise Klan Hong memang tidak terlalu kuat namun kekuatan mereka tidak boleh dianggap remeh juga. Dengan patriark seorang ahli Duniawi Akhir yang selangkah lagi menuju ahli Surgawi tidak ada orang yang berani menyinggungnya apalagi sampai membunuh dua tetua mereka! Kecuali Shin, hanya dia yang berani.
Membersihkan noda darah di kepalannya, Shin kemudian memandang langit dengan sedikit sedih. "Paman, aku sudah membalaskan sebagian dendammu, sisa Hong Ning, tidak, aku akan menghancurkan seluruh Klan Hong sebagai pembalasan!"