
Hari sudah pagi, matahari mulai membasahi dunia ini dengan sinarnya, periode ini adalah titik mulai Shin untuk memulai perburuannya sendiri; dia harus membunuh si jantan pada tepat siang hari dan memancing amarah si betina dan memancingnya ke medan pertempuran Fire Ape King. Membunuh musuh yang sudah terluka memang lebih mudah, namun itu tidak berlaku saat melawan Beast, yang ada semakin terluka malah semakin ganas dan kuat mereka. Apalagi, Shin sekarang harus melawan dua dari mereka, akan wajar jika dia harus bertarung seharian sebelum bisa membunuhnya.
Shin berada di tepi sungai lahar yang sama dan mulai mengambil bayi salamander yang imut menggemaskan ini, dia mengangkatnya dan bermain-main dengannya, jelas dia melakukan ini untuk memancing ibunya datang ke sini. Benar saja, hanya butuh sedikit waktu sebelum sungai lahar meluap dan memunculkan sosok terluka yang sama seperti malam tadi, si jantan juga merasakan aura yang sama dan langsung keluar dari sungai lahar. Mereka tidak akan membiarkan bocah di depannya keluar hidup-hidup saat ini.
"Yo, kita bertemu lagi!" Shin menyapa dua Beast di depannya lebih dulu sambil melepaskan salamander di tangannya. Kedua Beast itu mendengus kesal dan tanpa basa-basi langsung mengibaskan ekornya, Shin menghindar dan bicara kesal. "Apa begitu caramu menyapa orang lain?"
Shin mengeluarkan senjatanya dan memulai pertarungan sekali lagi, dua Beast naik ke permukaan dan menuju Shin, mereka maju bersama dan tak ingin mengalami situasi satu lawan satu lagi. Shin masih tetap pada rencananya dan meninggalkan tongkatnya di sini dengan si betina sementara dia menyerang si jantan dan lari memancingnya menjauh, namun tak peduli dia menyerang dan diserang, saat dia lari si jantan tidak mau mengikutinya seperti kemarin. Beasr berbeda dengan binatang buas biasa, semakin kuat mereka maka beberapa kecerdasan akan mereka dapatkan, puncaknya adalah pada batas level 10, mereka akan dapat memahami bahasa manusia. Dan dalam level 8 ini, mereka bisa berpikir rasional.
Melihat sikap keduanya yang seperti ini, Shin besar kemungkinan tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu, dia butuh waktu lebih lama untuk membunuhnya sekaligus luka yang akan dialami si betina akan menjadi terlalu parah; membuatnya terlalu lemah untuk bertarung melawan Fire Ape King dan menakuti ahli lainnya.
Shin memikirkan ide lain dan melihat bayi salamander yang sedang bermain di dekatnya, dia menangkapnya kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi, si jantan yang melihat ini kemudian mendengus marah sekali, bagaimana tidak, anaknya sendiri dianiaya di depan matanya. Shin menatap salamander ini dan bicara padanya, "Kau mau anakmu kembali?" Tanpa menunggu respons darinya, Shin kemudian berlari menjauh dan kembali memisahkan keduanya, sesuai harapan, si jantan mengikutinya dari belakang dan meninggalkan istrinya bersama Arhat Staff, setelah dirasa cukup jauh, Shin kemudian melepaskan anak salamander ini, dia berhenti dan menatap salamander ganas yang sudah membuka mulutnya, percikan api kecil terus membesar dalam mulutnya.
BLAAR!
"Oh sial!" Shin mengutuk dalam hati, pilar api muncul dan menuju kearahnya dengan cepat, Shin untungnya berhasil menghindar pada saat terakhir, dia lalu membalasnya dan mulai bertarung dengannya sekali lagi, Shin tidak menggunakan jurus pamungkas atau skill apa pun, dia melakukan ini untuk menghemat Aura-nya sendiri, dalam lima jam ke depan Shin harus bertarung melawannya.
Di wilayah Fire Ape King, orang-orang yang terdiri dari ahli berumur empat belas hingga delapan belas tahun menatap gunung api di depannya dengan khusyuk, suasana sangat tenang tanpa ada yang berbicara namun semua orang tahu bahwa ini hanyalah tenang sebelum badai, sebentar lagi mereka akan menyerbu wilayah Fire Ape King demi Volcano Essence, tiap orang membawa rencana mereka sendiri di dalam hatinya dan semua orang di sini adalah musuh, tidak ada yang bisa disebut kawan meski mereka bertarung bersama, karena hanya ada satu Volcano Essence dengan ratusan orang yang hadir di sini. Korban pasti berjatuhan di kedua belah pihak dan yang datang ke sini sudah sangat jelas akan hal itu. Yang paling lemah di sini adalah tingkat Pembentukan akhir dan yang paling kuat hanya tingkat Duniawi tengah, dengan umur yang masih muda dapat mencapai tingkat kekuatan seperti itu menunjukkan bakat mereka.
Semua orang di sini diam dan tidak menyerang, mereka menunggu kedatangan sosok yang bisa membunuh Fire Ape King untuk mereka, siapa lagi kalau bukan tiga klan besar dan Imperial Family! Hanya dengan kedatangan mereka kesempatan menang masih ada walau sedikit, paling tidak, orang yang merrka tunggu ada di tingkat Duniawi akhir! Namun, mereka sadar kalau Volcano Essence hanya ada dalam angan-angan semata, tidak mungkin untuk mendapatkannya di hadapan empat kekuatan besar itu, meski begitu, para ahli muda masih ke sini untuk pengalaman dan Beast Core yang melimpah. Keuntungan seperti ini juga merupakan panen yang lumayan, Beast Core level 5 bisa mereka jual menjadi uang yang lumayan banyak.
Setelah menunggu selama satu jam, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul, kedatangan mereka disambut oleh teriakan dan ricuh yang memuncak dan memecah ketenangan. Kedatangan mereka juga bukan biasa saja, mereka ke sini menggunakan Beast yang telah dijinakkan dan semuanya adalah Beast tipe burung.
"Lihat! Itu adalah Imperial Hawk milik Keluarga Imperial! Dan yang naik di atasnya adalah Pangeran Ketiga, Dou Qian, konon kekuatannya telah mencapai tingkat Duniawi akhir puncak dan selangkah lagi menuju tahap Surgawi!" Seorang ahli melihat penampakan sebuah elang yang ganas dan mendominasi langit, Imperial Hawk ini merupakan Beast level 6 dengan spesialis kecepatan. dengan cepat dia bisa mengidentifikasi identitas orang yang menaikinya. Kaisar kekaisaran ini, Dou Huang, memiliki enam orang putra dan semuanya adalah ahli elit yang didukung sumber daya kuat. Namun kini hanya ada lima pangeran tersisa karena pangeran keempat telah dibunuh oleh Feng Li dulu.
Setelah kedatangan sang pangeran yang sensasional, ada tiga lagi yang muncul di langit bersamaan, mereka berasal dari tiga klan besar. Tunggangan mereka juga merupakan Beast terbang level 6 lainnya, segera ahli yang berpengetahuan luas mengenali wajah yang naik di Beast itu.
"Itu adalah Zhang Cao, Suo Wang, dan Yi Gaobi! Sepertinya mereka tidak bisa tahan godaannya." Ketiga nama ini memang cukup terkenal di kekaisaran, kekuatannya berada di Duniawi akhir meski masih jauh dari puncaknya. Keahlian dari masing-masing tokoh ini tak perlu diragukan lagi dan semua orang telah yakin bahwa kemenangan telah ada di tangan. Lineup ini memang kuat, bahkan seorang ahli Surgawi juga akan kesulitan mengalahkannya.
Dou Qian kemudian mengarahkan burungnya ke depan para ahli di bawah, diikuti oleh ahli dari tiga klan besar, dengan suara lantang dia berbicara, "Volcano Essence ada di dalam kedalaman gunung berapi di depan kita. Namun, seperti yang kalian tahu bahwa ada Fire Ape King dan kawanannya menjaga kawasan ini. Kekuatan kami sendiri tidak akan pernah cukup untuk melawan mereka semua, karena itulah, kita akan menggabungkan kekuatan kita bersama dan menyerbu tempat itu!! Volcano Essence dan Beast Core elemen api lainnya adalah milik orang yang beruntung, kami tidak akan berselisih tentang siapa pun yang mendapatkannya."
Para ahli di bawah hanya mendengarkan ocehan mereka selanjutnya, setelah beberapa menit dihabiskan dengan suara tidak berguna, suara yang ditunggu-tunggu akhirnya terdengar juga.
"Semuanya, SERANG!" Bak komandan di medan perang, Dou Qian memerintah para ahli untuk menyerbu gunung berapi yang sudah ditunggu oleh kawanan Fire Ape, saat keduanya bentrok, raungan kesakitan dan bunyi berdentang bergema di seluruh kawasan. Keempatnya masih menggantung di udara dan akan menuju medan pertempuran juga.
"Tuan-tuan, mari kita menuju sarang Fire Ape King, jika Volcano Essence terbentuk sedikit lebih cepat dan dia menyerapnya kita tidak akan bisa keluar hidup-hidup!" Suaranya sangat meyakinkan dan memang pantas menyandang gelar pangeran, setiap ucapan dan perilakunya adalah elegan tak terkira, ucapannya juga berisi peringatan dan antisipasi. Meski hanya beda satu level, tahap Surgawi awal dan menengah perbedaannya sangat jauh, saat masih pada tahap Pembentukan akan wajar bila ada yang melakukan skipping tingkat, namun setelah memasuki tahap Duniawi, skipping tingkat menjadi semakin mustahil, latihan dan upaya selama bertahun-tahun tak bisa dilewati dengan mudah.
Ketiganya saling menatap dan mengangguk, kemudian tanpa basa-basi lagi keempatnya menuju ke dalam gunung beraapi. Fire Ape King pasti sedang menunggu Volcano Essence terbentuk dan tidak ingin ada yang mengganggunya di dalam. Sebagai Beast elemen api dia tidak akan terpengaruh oleh panasnya lava dan magma yang mengalir di sana, alasan dia menjadikan tempat di dalam gunung berapi sebagai sarangnya adalah karena sangat bermanfaat bagi kultivasinya sendiri. Aura alam atribut api ini dibutuhkan olehnya.
Setelah terbang 15 menit mereka telah mencapai bibir kawah, di dalam gunung ini masih ada platform batu sebagai pijakan mereka namun suhunya pasti sangat tinggi. Kedatangan mereka ke sini pasti dilindungi oleh tetua mereka dalam bayang-bayang jadi mereka tidak perlu khawatir soal keselamatan, namun menghadapi Fire Ape King tidak akan membuat tetua ini muncul dan mengalahkannya untuk mereka, oleh karena itu, mereka membuat semacam antisipasi lebih dulu. Pakaian mereka saat ini bisa dibilang adalah harta karena bisa menahan panas tinggi, dari kepala hingga ujung kaki yang menyelimuti mereka adalah harta tingkat tinggi lainnya, mulai dari senjata hingga armor yang disembunyikan.
"Fire Ape King adalah Beast level 8 puncak dan akan menerobos sebentar lagi, kita tidak akan memenangkan pertarungan jika bertarung sendiri-sendiri, aku mohon kerja samanya untuk membunuh Fire Ape King ini, setelah itu urusan pembagian Volcano Essence dan benda lainnya kita putuskan saja nanti," kata Dou Qian pada ketiganya di atas kawah sarang Fire Ape King.
"Saudara Dou tidak perlu merendah seperti ini, semua orang juga akan mengerti dengan keadaan ini tak mungkin untuk bertarung solo," timpal Yi Gaobi, formalitas semacam ini ditunjukkan untuk penghormatan dan kesopanan, mau bagaimanapun juga prestise dari Imperial Family lebih besar dari tiga klan besar.
Keempatnya setuju dengan pengaturan ini dan turun dari Beast mereka, dengan satu lompatan mereka turun ke dalam gunung berapi dengan Fire Ape King yang sudah menunggu. Tamu tak diundang semacam ini pasti telah membuatnya marah besar.
"Bunuh dia!"
Pertempuran dari tiga sisi ini terus berlanjut hingga siang, Fire Ape King sedang melawan keempat kekuatan besar sedangkan kawanannya melawan ahli yang mencoba keberuntungannya. Shin di wilayah Blazing Tail Salamander juga sudah mendapatkan sinyal dari Shen, begitu juga untuk Ying Ai, dia mulai menyerang sarang Magma Bird dengan apinya dari jauh, dengan begini kekuatan Magma Bird akan ada pada puncaknya dan memudahkan mereka.
"Focussed Pressure Blood Palm!" Shin mengeluarkan combo untuk serangan pamungkas pada si jantan, Dark Blood Palm miliknya menjadi lebih gelap dan lebih padat dengan kekuatannya yang bertambah kuat.
Boom!
Dengan satu serangan ini si jantan menderita luka parah dan langsung Shin selesaikan dengan tinjunya, si betina melihat ini dengan sangat marah, dia tidak mempedulikan tongkat yang menyerangnya dan berlari ke arah Shin, dia memanggil kembali Arhat Staff dan langsung menaikinya; memancingnya Blazing Tail Salamander ke arah wilayah Fire Ape King, di sisi lain, Ying Ai juga membawa Magma Bird ke tempat yang sama, ahli yang melawan kawanan Fire Ape telah berhasil menembus pertahanan dan menuju puncak gunung, Fire Ape King keluar dari sarangnya karena dirasa terlalu kecil untuk pertarungan mereka dan bertarung di puncak gunung.
Momen yang menentukan akan terjadi sebentar lagi!