
Shin berlari sambil menghindari bola api sampai ke gerbang utara, tembok kota yang megah dan kokoh sudah ada didepannya, walau masih pagi tapi sudah ada orang yang berjaga disana.
Shin tidak bisa memikirkan alasan logis untuk diizinkan keluar kota, keamanan disini ada pada tingkat yang tinggi, tanpa identitas dan alasan yang kuat dia tidak akan diizinkan, akhirnya dia menatap Ying Ai yang masih marah, "Bagaimana ini?"
"Hmph, tinggal jalan saja, gerbangnya pasti dibuka oleh mereka." Ying Ai yang masih cemberut dengan kesal menjawab.
Shin menuruti kata-katanya dan terus berjalan, saat dia sudah berjalan di gerbang benar saja, gerbangnya langsung dibuka tanpa banyak omong.
"Lari lagi nyonya muda?" Tanya salah satu penjaga.
"Jangan tanya aku!" Ying Ai sepertinya tidak ingin bicara dengan siapapun, wajah marahnya terlihat sangat menggemaskan dan imut, penjaga itu tertawa saat melihat wanita muda yang ditemuinya setiap hari ini.
"Hey bocah, apa yang kau lakukan padany !?" Pandangan tajam diarahkan pada Shin dan pertanyaannya seakan Shin diinterogasi.
"Aku tidak melakukan apa-apa, aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu." Shin menjawab dengan polos.
Penjaga itu menghela napas dan berkata, "Haah... Kau memang tak tahu apa-apa soal wanita." Penjaga yang sudah berkeluarga ini tentu saja sudah sangat berpengalaman soal wanita. Shin sangat penasaran dengan perkataannya ini.
"Tolong berikan pencerahanmu!" Seperti seorang murid pada gurunya, Shin meminta penjaga menjelaskan.
"Aku hanya bisa memberitahumu satu hal." Penjaga menatap Shin dengan fokus.
"Apa itu!?"
"Jadilah lebih peka bodoh!" Shin sedikit mengerti dengan kalimatnya ini, sepertinya dia sudah tahu kenapa Ying Ai sampai marah padanya,
"Maafkan aku, senior."
Ying Ai tidak menjawab tapi jelas, dia sudah tidak marah dan cemberut lagi. Keduanya keluar dari kota dan mulai berlari searah jarum jam mengelilingi kota.
Udara pagi yang sejuk dan sinar matahari yang masih malu-malu menyinari dunia membuat rasa lelah karena lari berkurang. Keduanya lari berdekatan dengan stabil, setelah satu putaran juga tidak ada tanda-tanda melambat, Latihan fisik seperti ini sudah jadi makanan sehari-hari bagi Shin sejak dulu, Ying Ai yang tidak tahu masa lalu Shin sedikit terheran, dia berniat melambatkan lajunya karena Shin tadi. karena penasaran, akhirnya dia bertanya, "Kau sering latihan fisik sebelum ini kan?"
Shin mengangguk sebagai jawaban.
"Jarang sekali bagi pengguna aura latihan fisik seperti ini, biasanya mereka hanya bermeditasi." Karena latihan semacam ini hanya berguna sebagai fondasi kedepannya, meskipun demikian banyak juga ahli yang lalai terhadapnya.
Shin diam sejenak sebelum menjawab,
"Itu karena aku bukanlah pengguna aura saat itu."
"Tidak mungkin, jelas-jelas kau menggunakan sebuah skil saat itu." Fakta kecil yang sangat mengejutkannya. Skill tidak bisa digunakan tanpa aura, bahkan bocah lima tahun juga sadar akan hal ini.
"Saat aku berumur sepuluh tahun, tiba-tiba aku bisa merasakan aura, aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi." Shin tidak memberitahu soal segel didalam tubuhnya karena itu adalah rahasia terbesar dalam hidupnya.
Ying Ai terdiam karena tidak tahu apa yang dialaminya selama sepuluh tahun itu, akhirnya dia memahami kenapa sifat Shin yang dingin dan tidak peka itu.
Dua putaran dengan cepat berlalu dan keduanya sudah pulang kembali ke rumah.
"Senior, kau kenapa?" Di halaman rumah Shin akhirnya bertanya karena khawatir.
"Tidak apa-apa." Jawab Ying Ai lemah.
"Aku memang tidak berpengalaman soal wanita, tapi sifatmu sekarang tidaklah baik-baik saja. Kemana seniorku yang ceria dan cerewet itu sekarang?" Shin mencoba sebisa mungkin untuk menghiburnya tapi dia masihlah sangat kurang.
"Seniormu itu ada disini." Ying Ai sudah kembali seperti biasa, perubahan ini menyebabkan Shin tersenyum. 'Aneh sekali, kenapa aku tersenyum?'
Setelah sarapan, keduanya melanjutkan latihan fisik lainnya, mulai dari push-up hingga sit-up. Setelah latihan fisik, keduanya masuk kedalam rumah dan sudah ditunggu oleh Feng Li. "Ying Ai, setahun dari sekarang kau akan pergi ke daerah selatan dan mengambil warisan ini." Feng Li mengeluarkan token yang dibeli dari lelang sebelumnya. "Aku menduga didalam sekte kuno itu menjadikan divine flame sebagai warisan mereka." Sebagai sekte kuno bukan tidak mungkin ada divine flame didalamnya.
"Murid ini akan berusaha." Ying Ai senang karena hadiah dari gurunya ini, jika dia bisa mendapatkan divine flame ini mungkin dia bisa menangkap mata eksistensi super itu, saat itu terjadi potensi masa depannya akan jadi tidak terbatas.
Shin juga merasakan kesenangan yang sama saat mendengar kata divine flame. Itu adalah apa yang dibutuhkan untuk Nine Purgatory Body miliknya. Persyaratan dari teknik ini terlampau langka, didunia ini bahkan tak ada lebih dari lima puluh divine flame, dan dia harus menemukan sembilan dari mereka! Kebanyakan dari divine flame dijadikan warisan sebuah sekte seperti Sekte Burning Heaven. Shin sangat beruntung karena bisa menemukan benda ilahi di tempat kecil seperti ini.
"Master, biarkan aku ikut dengannya ke selatan!" Shin tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini, dia tidak tahu kapan bisa menemukan divine flame lagi jika kehilangan kesempatan ini.
"Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, tapi divine flame itu adalah milik Ying Ai. Juga aku punya syarat untukmu." Tujuan awal Feng Li memang hanya melibatkan Ying Ai. Shin bahkan baru saja bergabung.
"Apa itu master?" Apapun itu dia pasti akan melaksanakannya.
"Menangkan kompetisi perburuan Kota Yan enam bulan dari sekarang dan kau dilarang menggunakan skill apapun saat bertanding!"
"Kompetisi perburuan?" Shin adalah orang baru di Kota Yan, tentu saja dia tidak tahu ini.
"Itu kompetisi bagi generasi muda Kota Yan, kau hanya perlu membunuh beast sebanyak mungkin. Kompetisi akan dilanjut dengan duel antara delapan besar. Jangan remehkan musuhmu, banyak dari mereka yang sudah mencapai tahap pembentukan terutama orang-orang dari Cabang Klan Suo, mereka adalah yang harus kau waspadai. terutama yang bernama Suo Yao, dia adalah yang terkuat dari generasi muda Kota Yan, dia ahli pembentukan menengah. Bakatnya sangat tinggi dan umurnya sama dengan Ying Ai." Jelas Feng Li.
"Murid ini pasti bisa mengalahkannya!" Shin hanya menganggap ini sebagai batu loncatan untuknya.
"Bakatmu sangatlah tinggi Shin, baru satu bulan kultivasi kau sudah mencapai tahap konversi akhir." Feng Li yang tahu hal ini membuat Shin khawatir. Apakah rahasianya telah terbongkar?
"Bagaimana master bisa tahu?"
"Pamanmu dan aku sering bertukar surat, dia pernah menyebutmu didalam suratnya. Harusnya kau baru bisa merasakan aura saat berumur 10 kan." Dalam surat yang ada bersama Shin memang tertulis soal segel pertama, tapi segel kedua tidak disebutkan.
"Murid hanya beruntung bertemu tuan muda Klan Zhang." Shin bicara soal kultivasinya.
"Tu-tuan muda! Maksudmu Zhang Wu yang itu!" Ying Ai yang dari tadi hanya mendengarkan akhirnya berbicara.
"Ya, aku diberi pil penyempurnaan tubuh olehnya. Kekuatanku langsung naik dua tingkat karenanya." Shin merendah dihadapan mereka.
"Dua tingkat!? Dulu aku hanya naik satu tingkat." Ying Ai terheran dengan efek pil ini pada Shin.
"Itu karna kau tidak menyerap semua efeknya." Feng Li menjelaskan pada Ying Ai. Dulu Feng Li memberikan pil yang sama pada Ying Ai dan ia hanya menyerap sekitar tujuh puluh persenĀ manfaatnya.
"Shin, ini adalah teknik yang akan kuajarkan padamu, teknik ini memiliki dua bagian, bagian pertama dibuat oleh guruku, dan yang kedua dibuat olehku. Yang pertama akan membutmu naik sampai ke nirvana sedangkan yang kedua akan membuatmu turun sampai ke niraya, apa yang kau pilih, Shin?'