Lone Hero

Lone Hero
Kawanan Silver Wolf



Sejauh ini Shin sudah mengumpulkan 33 beast core level 2 dan 14 core level 3, meski skornya cukup tinggi dia masih pesimis bisa masuk delapan besar, menurut perkiraannya baik Suo Yao ataupun Zhi Shi sudah mendapat jumlah yang lebih baik. Karena inilah setelah dia bangun dia langsung melanjutkan perburuannya ke kedalaman hutan.


Targetnya kali ini adalah sekawanan silver wolf yang dipimpin oleh silverback wolf yang merupakan beast level 4, selain dari pemimpinnya, silver wolf biasa juga merupakan beast level 3 ditambah dengan jumlahnya yang berjumlah puluhan menyebabkan beast level 5 menghindarinya! Shin sudah menargetkan kawanan ini sejak kemarin namun baru berani bertindak setelah pulih sepenuhnya. Sebuah target yang sangat besar hingga saya khawatir perutnya tidak cukup besar untuk menampung nafsu makannya ini.


Shin terus mengikuti kawanan ini beberapa lama sebelum mereka berhenti di sebuah hamparan datar yang cukup luas karena mereka telah sadar diikuti. Shin juga sedikit terkejut karena sudah digiring kesini, keuntungannya untuk bersembunyi di pepohonan sudah lenyap sekarang.


"Kalian hanyalah skor untukku!" Shin keluar dari hutan dan berkata dengan keras. Dia memang tidak menduga acara ini terjadi tapi biarlah, toh ini bukan hal yang buruk juga.


AAUUUUU!!


Lolongan keras keluar dari rahang silverback wolf, beberapa silver wolf tampaknya mematuhi perintah dari bos mereka dan langsung berlari menuju Shin. Ukurannya yang lumayan besar membuat jejak yang dalam saat mereka berlari, dengan taring tajam dan wajah ganas haus darah mengarah pada Shin. Lima silver wolf meraung dengan keras sebagai bentuk provokasi.


Shin mengepalkan tinjunya dan langsung melonjak pada mereka, dalam satu napas tubuh Shin sudah berada di tengah-tengah mereka berlima, tanpa pandang bulu Shin mengeluarkan sebuah pukulan keras.


Crat!


Kepala salah satu silver wolf meledak dan darah menyelimuti padang rumput ini. Keempat lainnya melolong dengan keras meratapi kepergian saudara mereka dan langsung menyerang Shin, gigitan dan cakaran masing-masing menyerang Shin dengan ganas. Shin tidak bergerak menghadapi empat serangan ganas ini.


Krauk!


Satu silver wolf langsung melahap kepala Shin dalam satu gigitan dan serigala lain mencakar tubuh Shin beberapa kali. Tapi saat taring dan cakar mereka yang tajam mengenai tubuh Shin tidak menimbulkan luka sedikitpun. Tubuh fisiknya telah ditempa dengan keras, dan hasilnya juga sangat memuaskan.


"Lemah!" Masih dalam posisi kepalanya didalam mulut serigala, Shin mendendang serigala ini dan dia langsung terbang beberapa meter, suara benda jatuh yang keras menyertai kematiannya. Dua serigala sudah mati dengan tragis.


Dengan insting beast mereka, tiga lainnya langsung mundur kembali. Lawan dihadapan mereka terlalu kuat dan kejam, tapi Shin tidak membiarkan mereka hidup lebih lama.


Menyusul serigala yang lari dengan Earth Step miliknya dia langsung menghalangi jalur pelarian mereka, memunggungi kawanan yang jumlahnya jauh lebih banyak.


"Kau tidak akan bisa hidup setelah menjadi targetku!" Meski dia tahu bahwa percuma untuk bicara pada beast, dia tak tahan untuk melakukannya.


Grrr!


Tiga silver wolf ini menggeram dengan bengis dan niat membunuh yang kuat mengarah pada Shin melalui wajah mereka. Shin tidak menanggapi kemarahan mereka ini dan langsung menyerang satu silver wolf dengan tendangannya, ditambah dengan kecepatan dari Earth Step menyebabkan tendangan ini lebih kuat lagi. Kepala serigala ini langsung terbang puluhan meter meninggalkan tubuhnya yang terkulai lemah. Dua lainnya semakin bergidik ngeri, mereka hanya bisa pasrah mengepung Shin walau tahu itu percuma. Sebuah cakaran sia-sia dikeluarkan oleh mereka, Shin bahkan tidak mempedulikannya dan langsung memukul perut keduanya saat mereka menyerang.


Dalam waktu kurang dari sepuluh menit kelimanya sudah bertemu sang pencipta.


Silverback wolf tidak berani meremehkan musuhnya lagi dan melawan dengan seluruh pasukan, tiga puluh silver wolf dan satu silverback wolf menerjang Shin.


AWOOOOOO!


Shin memandang kawanan ini hanya sebagai skor dan makanan lezat, bahkan saat ini dia masih berpikir cara untuk memasak mereka. "Majulah! Aku sudah tidak sabar memakan daging serigala!"


Gelombang pertama berisi tujuh silver wolf sudah sampai lebih dulu dan mati lebih dulu juga. Pukulan dan tendangan keras menyertai kematian mereka, barulah saat sisanya mengepung Shin, dia bisa merasakan sedikit bahaya, Shin akhirnya menggunakan aura miliknya, sebelum ini dia hanya menganggapnya sebagai latihan dan hanya menggunakan aura bumi. Dibelakang kawanan haus darah ini berdiri seekor serigala dengan ukuran dua kali lebih besar dan punggungnya dipenuhi dengan duri perak yang tajam. Itu adalah silverback wolf yang merupakan alpha dari silver wolf, punggungnya memiliki duri perak seperti landak, ketajaman dari duri ini tak perlu dipertanyakan lagi.


Silverback wolf menggunakan duri ini untuk menyerang sekaligus bertahan, selain dari ciri khususnya ini tubuh fisik dan senjata utamanya jauh lebih unggul dari silverwolf biasa. Meski tubuh Shin sudah menjadi sekeras besi, serigala ini bisa dengan mudah melukainya.


Serigala ini terus memperhatikan Shin yang membunuh bawahannya, setiap kali bawahannya mati, niat membunuh dan sifat haus darahnya menjadi lebih kuat lagi, dia berniat mengumpulkan ini hingga titik puncak dan menggunakannya untuk bertarung melawan Shin.


Setelah setengah jam, tiga puluh silver wolf tidak lagi memiliki kepala, beberapa ada yang hancur atau bahkan terlempar jauh. Padang rumput hijau kekuningan yang indah ini telah tercemar oleh darah, merah menyelimuti dan menutupi warna kehijauan ini disertai dengan tubuh perak besar menutupinya.


"Apa kau hanya bisa bersembunyi dibalik kroco-kroco ini?" Shin membersihkan noda darah di tangannya dan menatap silverback wolf yang semakin ganas.


GRRR!


Matanya memerah dan sampai mengeluarkan air liur, taring dan cakar perak dikeluarkan, duri perak dia kembangkan hingga tampak sangat mengerikan. Bagian paling mengerikan saat melawan beast bukanlah karena tubuh fisiknya yang lebih kuat daripada manusia, tapi karena kekejaman dan keganasannya yang melewati batas, mengalahkan serigala seperti ini memang tugas yang sulit namun membunuhnya bahkan lebih sulit lagi. Semakin kau melukainya dia akan menjadi lebih ganas dan mengerikan lagi, serangannya menjadi membabi buta dan tak bisa diprediksi. Saat kau berpikir sudah memojokkannya dia akan bangkit lebih kuat lagi, situasi ini tak akan berakhir sampai salah satu dari mereka mati.


Dibalut cahaya kuning kehijauan, Shin tampaknya menyesal telah memprovokasi beast ini. Silverback wolf dalam kondisi seperti ini bahkan sebanding dengan beast level 5! Tapi dengan lawan yang kuat ini, jantung Shin berdegup kencang memompa darah lebih cepat lagi, ketegangan sebelum pertarungan ini adalah momen yang selalu dihayati Shin. Dia menatap silverback wolf dan memberinya penghormatan.


"Tidak ada dendam diantara kita namun kondisi memintaku untuk melakukan ini. Akan menjadi sebuah kehormatan untuk bisa bertarung denganmu!" Shin melakukan ini bukan karena kasihan padanya, dia melakukan ini sebagai bentuk terima kasihnya, hanya setelah pertarungan hidup dan mati ini dia menjadi lebih kuat lagi dan itu meminta nyawa lawannya sebagai pengorbanan.


Sebagai beast tentu saja silverback wolf tidak bisa menjawabnya dan hanya menggeram, setelah hening akhirnya dia mengambil gerakan lebih dulu, dia melonjak kedepan dan mengeluarkan cakar depannya, Shin tidak berani menerima serangan ini seperti sebelumnya, dia menghindar ke kanan dan langsung balik menyerangnya.


Saat tinju Shin akan mengenai kepala beast ini, dia menggulung tubuhnya dan mengembangkan duri miliknya, Shin dengan lincah menghentikan tinju tepat didepan sebuah duri perak yang bisa menembus kulitnya.


"Huuh... Tadi itu hampir saja." Shin menghela napas lega dan tak berani meremehkan lawannya ini. Andai saja dia tetap menyerang tadi, kepalan tangannya sudah memiliki beberapa lubang.


Dalam posisi bertahan ini Shin tidak punya cara untuk menyerangnya dan hanya berdiri diam dan terus mengawasi. Duri-duri ini bergetar sedikit dan menyebabkan Shin penasaran, dia mendekatinya dan bahkan menyentuhnya.


SRRAK!


Duri yang bergetar dengan kejam lepas dari silverback wolf dan ditembakkan keluar seperti peluru, duri perak tajam terlontar dan mengenai tubuh Shin yang berada didekatnya. Shin berhasil menghindari luka fatal tapi masih tertusuk beberapa kali.


"Kau memang sedikit mampu, tapi inilah batasmu!" Shin masih berlagak kuat sambil menahan rasa sakit ini, duri perak ini meninggalkan lubang di pakaian dan tubuhnya, dalam lubang ini mengucur deras darah lalu membasahi seluruh tubuh Shin.


"Sepertinya ini akan sulit."