
Keduanya berada dalam jarak satu meter singkat, berada dalam jarak serang masing-masing. Saling menatap seolah itu adalah sebuah pertempuran dengan intensitas dan bahaya tinggi.
Aura mereka saling menekan satu sama lain, hasilnya adalah kekalahan harus diderita oleh Feng Li, batas antara tahap master dan grandmaster belum bisa dia lewati seutuhnya. Walau dia bisa setara dengan ahli master sempurna, itu masih jauh dari cukup. Baik dari kepadatan dan jumlah aura yang terkandung, dia kalah telak. Menambahkan pengalaman dan keahlian bertarung, dia juga kalah. Menimbang luka yang diderita keduanya, dia unggul dalam hal ini setidaknya.
Dengan membawa kepercayaan diri yang tinggi, iblis memandang Feng Li serendah memandang sampah. Kekuatan dan kemampuan Feng Li memang tidak layak untuk bisa masuk dalam pandangannya yang luas.
Aura mereka yang berfluktuasi ganas perlahan menjadi setenang air, memasukkan dirinya dalam kondisi yang sangat cocok untuk bertarung.
Tangan mengepal dan pedang disiagakan, sebuah bahasa tubuh yang menandakan bahwa pertempuran akan berlangsung sebentar lagi. Feng Li menghirup napas panjang sebelum dia menggunakan Crouching Tiger Step untuk menerkam kedepan.
Tanpa peringatan dan pemberitahuan sebelumnya Feng Li berpindah ke sisi kiri iblis, seketika kaki kanan besarnya dibantingkan sangat kuat menuju tubuh sang iblis, menambah momentum dan kecepatan yang dia peroleh sebelumnya, kekuatan destruktif yang terkandung didalamnya harusnya cukup untuk mematahkan beberapa tulang Dou Huang.
Dengan cekatan iblis menggerakkan pedangnya kebelakang dan menggunakan gagang pedangnya untuk menahan serangan Feng Li.
Kaki Feng Li yang bagaikan sebuah bom kuat tidak bisa merangsek maju lebih jauh lagi, dampak hebat yang terkandung didalamnya sepenuhnya ditahan dan dihentikan oleh gagang pedang iblis. Udara terkompres akibat serangan ini dan meledak karenanya, menciptakan sebuah hentakan keras berupa shockwave yang bisa dirasakan dalam radius puluhan meter yang disertai dengan suara keras.
Feng Li menurunkan kakinya kembali, dia tak membuang waktu dan segera mengirim bogem mentah dari samping.
Iblis tak lagi berniat untuk menambah kekuatannya lagi, dia mundur beberapa langkah dan menghindari tinjuan dari Feng Li. Bahkan instingnya sendiri mengatakan bahwa serangan tadi akan menyebabkan luka mengerikan pada tubuhnya. Jika dia terluka terlalu parah maka semuanya hanya akan percuma.
"Red Tiger Dance!"
Feng Li berpindah posisi, melesat menuju iblis yang baru saja menghindari serangannya. Tanpa menunggu iblis menghela napas barang satu helaan, Feng Li sudah menyerangnya sekali.
Iblis tak berniat menghindarinya dan menebas untuk menghentikan hantaman Feng Li, suara besi yang membosankan terdengar ketika bentrokan serangan terjadi. Dengan cepat iblis seketika menebas horizintal dari bawah namun telat, Feng Li sudah menyerang dirinya lagi tanpa ada jeda sedikitpun.
Iblis mengedarkan auranya membentuk sebuah Aura Shield, menahan serangan Feng Li sambil meneruskan serangannya, tanpa halangan kecuali Aura Armor pedang iblis mengiris pinggang Feng Li tanpa ampun.
Tinju Feng Li menghantam Aura Shield di bagian kepala sang iblis dan langsung menghancurkannya berkeping-keping, sementara pedang yang sedari tadi ditebaskan menerkam buas Aura Armor milik Feng Li. Armor menerima sebuah tebasan dari pedang yang sangat tajam dan kuat, menciptakan sebuah celah sepanjang beberapa puluh inci. Meninggalkan kulitnya tanpa pertahanan sama sekali.
Pedang terus merangsek maju meski kekuatannya sudah berkurang, dengan cepat mengenai tubuh bagian samping Feng Li dan menariknya saat pedang sudah tertancap cukup dalam. Mengiris otot dan daging Feng Li disana, meninggalkan bekas luka berdarah dengan daging yang berubah warna hitam.
Feng Li tidak meraung atau mengerang kesakitan, tatapannya menjadi berapi-api merah ganas seolah sedang kerasukan sesuatu. Tak peduli soal darah yang menetes dan luka yang menganga, Feng Li meneruskan Red Tiger Dance miliknya, terus menyerang iblis secara membabi-buta tanpa ampun sama sekali.
Keduanya berpindah-pindah tempat hanya setelah sekali bentrokan, bergerak dalam kecepatan sangat tinggi dengan keterampilan gerakan masing-masing. Jika dilihat dari mata orang biasa, hanya sebuah afterimage yang mereka lihat sedang mengarahkan pedangnya menebas udara kosong. Afterimage bahkan tidak bertahan satu detik dan sudah berpindah lagi puluhan meter jauhnya, terus begitu selama beberapa menit tanpa henti, sebuah tarian ganas yang gerakannya seutuhnya dimaksudkan untuk membunuh.
Pertarungan sengit dan intens juga terjadi di medan tempur lainnya, meski intensitas dan skala disana lebih kurang daripada disini, bahaya disana tidak kalah sama sekali.
Shin yang bersenjatakan tongkat harus menerima puluhan luka pedang dari Yun Xiao, dia tidak punya waktu untuk menutup semua luka ini jadi hanya membiarkannya begitu. Dari badan hingga tangan semuanya tak luput dengan bekas luka hitam kehijauan baik itu dalam atau tidak. Wajahnya terlihat sangat lelah dan mengeluarkan banyak butiran keringat, pertempuran antara pengalaman tentang penguasaan senjata terjadi dan Shin jelas kalah dalam aspek ini. Walau penguasaan dalam jalan tongkatnya setara atau bahkan lebih dibanding jalan pedang Yun Xiao, pengalaman dan insting bertarung menentukan pihak mana yang menang dan kalah. Dan Shin jelas berada di pihak yang kalah.
Yun Xiao memasang wajah datar dan bahkan tidak berubah sejak tadi, dia bukan seperti bertarung namun lebih tepatnya seperti bermain dengan anak-anak. Dia mempermainkan lawannya sendiri tanpa susah payah, meski beberapa serangan Shin berhasil mengenainya dia juga harus mempertaruhkan sesuatu untuk itu.
Yun Xiao menatap pedangnya sendiri, segera wajah yang semula tenang berubah khawatir. Karena bentrokan panjang dengan Arhat Staff yang membawa aura suci, durasi sepuluh menit harus dipangkas menjadi lebih singkat lagi. Sedikit demi sedikit ketika kedua senjata ini bentrok aura iblis Yun Xiao dimurnikan. Menjadikannya berada dibawah angin dalam beberapa aspek.
Waktu terlalu berharga baginya, apalagi dia hanya punya sisa sedikit darinya dan tidak bisa nambah. Dengan cekatan Yun Xiao melesat kedepan dan menusuk beberapa kali, menciptakan bayangan serangan yang bukan hanya sebuah bayangan, itu serangan asli!
Shin memutar tongkatnya dengan kedua tangannya cepat sekali, panjang tongkat yang sudah bertambah sanggup menyelimuti seluruh tubuhnya dalam perlindungan. Putaran tongkat yang kuat menciptakan sebuah penghalang yang tak bisa ditembus. Menjadikan beberapa tusukan katana menjadi sia-sia.
Shin memutar tongkatnya dengan satu tangan dan momentum yang datang darinya dia manfaatkan sepenuhnya, tongkat dia diarahkan kedepan dengan satu tangan dan segera melakukan gerakan menikam kedepan.
Sebuah serangan yang tidak diduga oleh Yun Xiao sebelumnya tapi dia masih bisa tahan, dia menyimpan pedangnya dekat dada dan menghalau Arhat Staff menikam lebih jauh lagi.
Shin tidak peduli dengan hasil ini dan menarik kembali tongkatnya, dia arahkan kebelakang dan sekali lagi tongkat dibantingkan kedepan, membawa kekuatan penghancur tulang yang kuat.
Tongkat dibantingkan horizontal, tepat mengarah badan Yun Xiao, dia dengan pedangnya masih tetap tenang dan santai, serangan Shin kali ini mungkin saja sangat kuat tapi itu menimbulkan celah dalam tubuhnya.
Dia mengangkat pedangnya lurus didepan wajahnya, segera pedang mengeluarkan cahaya keunguan yang segera berkobar hebat layaknya api.
"Blink Strike!"
Srrriiiing!
Sosok Yun Xiao tiba-tiba berada di belakang Shin dengan pedang yang sudah ada dalam posisi ditebaskan. Sebuah garis ungu terbentuk dari arah gerakannya sangat lurus, terlihat sangat indah bagaikan cahaya bulan namun nyatanya sangat mematikan.
Srraaash!
Perut bagian samping Shin dirobek oleh serangan pedang yang tadi, pedang yang sebelumnya hanya bisa menggores kulit Shin kini benar-benar menembus kulitnya sampai ke ujung. Kini bagian tubuh samping Shin seperti dipisahkan menjadi dua, terbelah parah dengan efek korosif yang secara langsung menyerang organ dalamnya!
"KHUAAH...."
Shin menyemburkan beberapa teguk darah segar, beriringan dengan itu darah juga merembes melalui bibirnya. Lukanya sangat parah dan dia mencoba menutupnya dengan aura.
Shin memegangi perutnya yang terbelah, terasa sangat perih dan menyakitkan. Mencoba menghentikan pendarahan dan efek korosif, walau sebenarnya cukup percuma dilakukan.
"PerhatikanĀ belakangmu!!!" Shen berteriak keras mengingatkan Shin, namun terlambat.
Sleb! Sleb! Sleb!
Yun Xiao sudah menerjang Shin kembali dengan beberapa tusukan dari pedangnya, dengan lancar pedangnya menyentuh dan menembus kulit Shin lalu ia benamkan lebih jauh lagi. Meninggalkan luka pendarahan dan korosif yang jauh lebih banyak dan parah lagi.
"UHUKK...."
Shin menyemburkan darah sekali lagi, auranya lemah dan dia terpaksa jatuh dari langit. Kakinya menyentuh tanah dan dia berlutut tak berdaya, mengerang menahan rasa sakit yang menggerogoti seluruh tubuhnya.
"Shen... bantu aku... cepat...." Bantuannya tentu berupa pelantunan sutra yang setidaknya bisa menghapus efek korosif didalam tubuhnya dan mengurangi rasa sakit yang diderita.
Shen keluar dan segera memberi bantuan yang dimaksudkan, segera tubuh Shin diliputi tirai cahaya putih terang yang memancarkan aura suci yang kuat. "Ingat kalau sutra milikku tidak bisa menyembuhkan, dan lagi ini hanya bisa bertahan beberapa menit. Lenyapkan dia cepat!"
"Hoo... kau punya banyak kartu truf yang masih tersimpan rupanya, keluarkan semuanya segera atau kau akan mati!!" Dalam perspektif Yun Xiao, Shen sama sekali tidak terlihat. Meninggalkan Shin yang tiba-tiba diisi cahaya putih untuk dilihatnya.
Cairan Korosif Mayat dalam tubuh Shin perlahan-lahan dimurnikan dan Shin tidak perlu khawatir lagi tentang ini. Kini dia bisa berfokus pada pertarungan sepenuhnya.
Setelah menyelesaikan Purgatory lapis pertama, Battle Nirvana yang dia miliki sebelumnya telah berevolusi. Karena pada dasarnya ini adalah untuk membawa kondisi "Nirvana" kedalam pertarungan, butuh kekuatan mental untuk melakukannya. Setelah Purgatory lapis pertama dan lantai enam Paviliun Mental, skill ini berubah menjadi Eternal Nirvana. Skill yang berupa skill pasif!!
Yang mana artinya akan terus aktif meski tidak diaktifkan dulu, selamanya Shin akan mendapat ketenangan pikiran dan kekuatannya juga akan melonjak secara eksponensial SELAMANYA!!
Tak ada beban mental berlebih yang diderita jadi dia bisa bertenang. Pada kenyataannya, meski Shin masihlah ahli surgawi awal, menimbang semua kekuatan yang dimilikinya, dia harus setara dengan ahli master lanjutan!
Lalu kenapa dia bisa setara dengan Yun Xiao? Semua ini tak terlepas dari keunggulan persenjataan yang jauh lebih unggul, bisa kita perhatikan bahwa sebenarnya dalam hal teknik bertempur Shin sangat tidak bisa dibandingkan dengan ahli master disini. Bisa dibilang dia melakukan pay to win.
Sadar bahwa dia dikejar waktu yang sangat sedikit, Shin akan mempertaruhkan semuanya dalam beberapa menit singkat ini. Begitu juga dengan Yun Xiao, katana-nya sudah berada dalam batasnya, hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya menyerah dihadapan korosifitas Cairan Korosif Mayat.
Shin maju ke depan, menjauhi Yun Xiao yang berada di belakangnya. Ketika dirasa cukup jauh Shin berbalik dan menatapnya lekat dengan mata yang berbinar-binar. Bersorak akan kemenangan dengan dukungan mental dari sutra yang dilantunkan Shen.
Shin menerjang kedepan kembali dengan cepat, walau banyak luka dan rasa sakit dirasakan di tubuhnya dia tetap tidak gentar. Dengan tongkat di tangan kanannya Shin menembak kedepan. Memegangnya layaknya sebuah pedang.
Yun Xiao mendekatinya dengan niat pedang yang tinggi dikumpulkan, menyuntikkan semua kekuatannya pada pedang kesayangannya. Raut wajahnya masih saja tenang dengan angan kemenangan sudah berada di tangan, melawan bocah yang sudah terluka dia akan bunuh diri karena malu jika kalah.
Tak berniat menunggu Shin mendatanginya, dia menembak kedepan menghampiri Shin yang juga mendekatinya. Dengan kecepatan yang tinggi keduanya akan saling bentrok senjata, sebuah bentrokan dimana satu serangan yang luput saja akan menentukan kemenangan dan kekalahan... tidak, kehidupan dan kematian.
Keduanya masih ada dalam jarak yang cukup jauh, meski begitu Shin sudah mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi dengan kedua tangannya. Sesuai kalkulasinya ini adalah jarak yang sesuai dengan kecepatan mereka bertemu.
"Blink Strike!"
Sshing!
Meski masih berjarak cukup jauh, itu masih dalam jangkauan Blink Strike milik Yun Xiao, dia mengangkat pedangnya dan dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia menerjang kedepan sembari mengacungkan pedangnya kedepan.
Bug!
Tidak ada suara "sraassh" ataupun "trank" yang terdengar, itu adalah sfx dari sebuah gerakan yang biasanya berasal dari bagian tubuh seseorang.
Tubuh Yun Xiao tanpa diduga terpental puluhan meter kebelakang sembari memuntahkan darah segar dalam penerbangannya, lintasan terbangnya lurus ke belakang yang merupakan hasil sebuah serangan telak ke badannya.
Beberapa saat yang lalu, ketika Yun Xiao sedang menerkam Shin dengan serangannya, Shin hanya sedang mempermainkannya. Dia membuat gerakan seolah-olah dia memiliki celah yang terbuka lebar, dengan demikian dia bisa menebak apa yang akan dilakukan Yun Xiao dan membalasnya telak dengan kakinya sendiri. Menambahkan kecepatan Yun Xiao yang gila, efek rebound serta efek kekuatan dari tendangannya sendiri yang sudah kuat, akan cukup untuk memusnahkan organ dalamnya!
Shin tidak akan berani mengambil keputusan seperti ini kalau tidak tahu karakteristik unik serangan Yun Xiao tadi. Menurut pengamatannya itu hanyalah serangan kecepatan super tinggi jadi cara mengatasinya juga berbeda, dan inilah cara paling tepat untuk melakukannya.
Shin terbang menembak cepat mendekati Yun Xiao sembari memindahkan tongkat ke tangan kirinya, tangan kanannya dia lakukan untuk sesuatu.
"Dark Blood Palm!"
Segera, sebuah tapak besar yang memiliki kekuatan jauh lebih besar daripada sebelumnya, setara dengan skill terestrial bumi, menerjang Yun Xiao yang masih terkapar lemah tak berdaya meratapi kehancuran organ dalamnya.
Tapak merah darah besar menerjang secara gila, ukurannya yang puluhan meter tampak sangat mendominasi dan mengintimidasi, dimana saja tapak merah besar ini lewat jejak darah segar akan tertinggal didalam ruang. Memberikan sensasi bahwa penguasa dan bangsawan darah telah turun ke dunia ini.
Menatap tapak ini dengan ngeri, Yun Xiao bangkit menstabilkan posisinya. Yun Xiao menghela napas panjang, memosisikan dirinya masuk kedalam kondisi setenang mungkin. Pedang dia pegang dengan kedua tangannya guna memaksimalkan kekuatannya. Dia memejamkan matanya lembut dibawah ancaman kematian ini, masuk kedalam renungan guna mencari pencerahan baru dalam jalan pedang di situasi dan kondisi genting.
Segera, katana di tangannya bersinar dengan cahaya ungu berpendar yang indah, cahaya mungkin tidak terlalu kuat tapi tetap saja itu sangatlah memukau. Dari gagang hingga keujung, campuran antara warna hitam dan ungu menjadikannya setara dengan sebuah lukisan.
Yun Xiao menyimpan katana miliknya ke tanah sembari menyesuaikan napasnya sendiri, setelah mencapai harmonisasi dan sinkronisasi sempurna antara keduanya, Yun Xiao telah mencapai terobosan dalam jalan pedangnya! Dengan bibirnya yang bergerak dia berkata dengan lembut.
"Moon Splitter!"
Dengan pedang yang masih terbenam perlahan terangkat dari tempatnya terpaku, Yun Xiao menebas dari bawah ke atas. Berbeda dari yang biasa dia lakukan selama ini.
Energi pedang yang kuat menyeruak mengisi langit, membentuk sebuah garis ungu tipis yang membawa sifat tajam yang tak terkira. Kecepatannya adalah sama dengan Blink Strike yang tadi!
Srring!
Garis ungu tipis yang tercipta dari ayunan sederhana Yun Xiao melesat jauh kedepan, dengan ganas membelah tapak merah darah menjadi dua! Menjadikan skill terestrial bumi sebagai lelucon semata. Tebasan ungu tipis tidak berhenti di sana, itu masih saja melesat kedepan secepat kilat. Menebas Shin yang masih belum siap.
Srrashh!
Garis ungu tipis akhirnya mencapai tujuan akhirnya, itu menebas tubuh Shin bagian samping, dari ujung kaki hingga ke pundak semuanya mendapat sebuah luka sayatan yang dalam. Sebuah garis lurus sempurna tergambarkan disana, diwarnai oleh merahnya darah. Otot Shin robek dan dagingnya hancur, membiarkan darah segar mengalir deras tanpa ada yang bisa menahannya.
Shin terhuyung lemah, dia yang memang tidak terbang terjatuh dengan suara gedebuk, untungnya adegan ini tidak terjadi karena Shin menopang tubuhnya sendiri dengan tongkatnya. Tubuh bagian kirinya mati rasa, tak ada tenaga apapun yang bisa ia keluarkan dari sana. Luka yang dialaminya sangatlah parah saat ini.
Yun Xiao harus mengisi kembali aura pedang yang dimilikinya untuk mengeluarkan serangan seperti tadi, sebuah serangan hasil terobosannya yang terburu-buru ternyata menghasilkan hasil yang cukup memuaskan. Dia menembak kedepan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini begitu saja.
Shin menatap Yun Xiao yang datang ke arahnya dengan lemah, pasrah akan nasib yang akan menimpa dirinya nanti, dia sudah tidak punya kekuatan apapun lagi dan tak mungkin untuk lari dalam situasi hopeless seperti ini.
Yun Xiao sudah berada sangat dekat dengannya, hanya sekitar lima meter lagi, dia mengacungkan pedangnya ke depan berniat menghancurkan jantung Shin dengan satu serangan telak. Raut muka Shin yang pasrah tadinya kini berubah, bibirnya melengkung seperti bulan sabit walau harus sedikit merintih kesakitan. Auranya kembali melonjak dan meledak-ledak dengan ganas seolah tidak terluka.
"Arhat Absolute Strike!"