Lone Hero

Lone Hero
Violet Moon Fairy (2)



Dua tahun kemudian tepatnya waktu yang sekarang, nama dari Violet Moon Fairy telah diketahui hampir setiap orang didunia ini dan jadi idol terbesar sepanjang masa, popularitas Sekte Violet Nirvana melonjak drastis dan hampir satu bulan sekali seorang pangeran yang entah dari mana mencoba masuk meminang Ying Ai. Sayangnya, mereka semua tidak tahu bahwa fantasi terbesar mereka -- baik muda maupun tua, bahkan seorang g4y sekalipun -- sebenarnya sudah punya orang yang mengisi hatinya!! Tak lain dan tak bukan ini adalah Shin, orang yang berasal dari antah-berantah yang bahkan namanya saja sangat asing terdengar, tak terbayang dan tak terhitung sebanyak apa gelombang kemarahan yang akan tercipta jika fakta ini menyebar, mungkin Shin sudah jadi bulan-bulanan milyaran orang di dunia ini, atas rasa keambyaran mereka.


Didalam ruang kultivasi Sekte Violet Nirvana, yang terdapat sebuah kolam dengan air berwarna keemasan di tengahnya, seorang gadis muda berusia lima belas tahun sedang duduk bersila meditasi di atas sebuah platform yang berada tepat di atas kolam itu. Lalu, seorang wanita cantik mempesona berambut emas menghampiri ruangan ini dan mengeluarkan sepatah kalimat.


"Kerja bagus, kau sudah naik ke tahap Grandmaster Lanjutan dalam dua tahun ini. Dalam lima tahun yang tersisa bukan tidak mungkin kau akan naik ke Yin-Yang tingkat 3!"


Ying Ai yang secara alami senang dengan pujian langsung memasang senyum manis di wajahnya, dia bangkit dari kultivasinya dan berjalan pelan menuju Flame Empress yang juga guru barunya.


"Hehe... ngomong-ngomong, kapan aku bisa bertemu dengan Master Feng Li, Guru? Sudah dua tahun aku tidak bertemu dengannya, dan ya...." Kalimat terakhirnya terhenti karena dia sedang memikirkan Shin kembali, dua tahun memang cukup lama bagi mereka berdua tapi semenjak Ying Ai menerima memori dari Flame Emperor, pemahamannya tentang konsep waktu menjadi sangat berbeda, bahkan puluhan tahun juga dia anggap sebentar. Namun ketika dia semakin lama terpisah dengan Shin, masih ada sedikit keengganan dihatinya. Disisi lain Shin terlalu fokus dengan latihannya dalam dua tahun ini jadi jarang sekali dia bisa memikirkan Ying Ai, tiap kali dia punya waktu luang itu pasti digunakan untuk latihan, latihan, latihan dan latihan.


Su Yan sedikit tertegun manakala mendengar pertanyaan ini, perbincangannya dengan Feng Li dua tahun lalu masih segar diingatannya, dia harus selalu punya alasan kuat untuk menolak permintaan Ying Ai ini tanpa membuatnya curiga bahwa... Feng Li sebenarnya sudah mati! Sudah dari dulu sekali sebenarnya Flame Empress mengetahui maksud Feng Li, dan lagi sebagai gurunya dia tidak ingin kultivasi Ying Ai terhambat atau bahkan terhenti karena hal ini.


"Kau masih terlalu lemah saat ini, dengan kekuatanmu saat ini kau masih ada dalam bahaya besar jika berkeliaran ke luar sana. Menambahkan identitas dan wajahmu yang bisa membuat lelaki manapun menjadi gila, harusnya kau mengerti tindakan yang kau lakukan." Sebuah tujuan tersembunyi dari tindakan Flame Empress. Tak lain dia ingin menghormati keinginan terakhir Feng Li dan menjaga rahasia ini aman bersamanya.


"Lagipula bocah itu, kekasih gelapmu...."


Ying Ai tak kuasa menahan malu ketika gurunya sendiri berkata demikian, dengan wajah yang berubah menjadi sangat imut dia bicara kesusahan.


"Ke... kekasih gelap apanya, dia... dia hanya temanku, itu saja, tidak lebih."


"Apakah aku benar atau tidak harusnya kau sangat jelas akan hal ini," Flame Empress merubah ekspresinya menjadi serius, "asal kau tahu saja, asal-usul bocah bernama Shin itu jauh melebihi apapun didunia ini, itu mewakili keberadaan tertinggi yang mustahil dicapai orang lain selain mereka berdua. Dan bocah kecil milikmu itu, adalah gabungan antara keduanya, tidak ada yang dapat memprediksi masa depan yang akan diraihnya nanti, bahkan Gurumu ini juga tidak layak." Flame Empress sekalipun mengaku tidak layak, lalu siapa yang layak soal ini?


"Apakah ini artinya Guru... mengetahui identitas dari orang tua Shin?" Ying Ai tahu fakta bahwa Shin adalah yatim-piatu sejak lahir, identitas dari orang tua Shin yang juga mungkin berarti sebagai "mertua", tentu membuatnya bertanya-tanya. Apalagi dalam benaknya dia sadar bahwa mereka berdua tidak akan jadi orang yang biasa saja.


"Aku tahu dan kenal mereka cukup baik. Kepribadian ayahnya yang eksentrik sangat berbanding terbalik dengan ibunya yang lembut dan tenang, permaisuri ini tidak akan pernah melupakan pasangan ini dalam hidupnya."


"Sepertinya mereka orang yang hebat, lalu apa ada orang lain lagi yang mengenal mereka, Guru?"


"Ada cukup banyak orang dan semuanya adalah Overlord. Kata 'hebat' bahkan terlalu lemah dan biasa saja untuk mereka berdua, mereka adalah entitas tertinggi di pesawat ini dan hanya butuh beberapa waktu..." 


Meski detail dari kepergian pasangan ini tidak ada yang mengetahuinya, diantara mereka sendiri sudah bisa menebak apa yang telah terjadi pada keduanya. Kematian, itu adalah jawaban paling logis yang bisa mereka pikirkan sekaligus takuti, hanya beberapa langkah lagi sebelum mereka bisa mencapai tingkat Dunia yang sudah sangat jarang didunia ini. Meskipun demikian kedatangan Shin dengan tiga harta terhebat dunia ditangannya jelas adalah berita paling menggembirakan setelah mimpi buruk ini datang, meski hanya diketahui Flame Empress.


"Lalu apa yang terjadi pada mereka berdua?"


"Apapun yang terjadi tidaklah penting, yang penting adalah fakta bahwa anak mereka akan datang menjemputmu dalam lima tahun kedepan. Dengan berbagai harta serta keberuntungannya dia tidak akan ditakdirkan jadi biasa saja, bukan tidak mungkin kau akan kalah jauh olehnya saat dia datang membawamu. Ingat selalu tujuanmu datang kesini, Ai'er! Jangan kecewakan dia, dan jangan pernah sekalipun melupakan Mastermu!" Flame Empress secara alami bicara soal Feng Li.


"Um! Murid ini akan berusaha sebaik mungkin!" Jawab Ying Ai dengan bersemangat.


"Baguslah, sekarang kembali kedalam kultivasimu dan temui aku dalam beberapa hari lagi disini. Ada hal yang perlu dibicarakan denganmu." Tanpa menunggu reaksi Ying Ai, Flame Empress berjalan keluar ruangan ini dan memasang sebuah penghalang isolasi, diluar penghalang ia bergumam rendah, "Haah... Feng Li, permaisuri ini tidak tahu nasibmu sekarang tapi besar kemungkinan kau harusnya sudah mati. Permintaan terakhirmu bagaimanapun akan permaisuri ini hormati dan laksanakan, kau bisa tenang diatas sana dan memperhatikan kedua muridmu menjadi orang hebat. Sedangkan kau sendiri memilih untuk mati tanpa mau merasakan kemuliaan dan hormat yang akan kau dapatkan nanti, sungguh pilihan yang aneh dan tidak dapat dimengerti akal sehat. Namun, entah mengapa permaisuri ini sangat mengerti dengan niat dan maksudmu hanya setelah perbincangan singkat itu, mampu memilih sebuah pilihan berat dan menyakitkan seperti ini. Saya sebagai Flame Empress mewakili Sekte Violet Nirvana menaruh hormat terdalam pada anda, Feng Li sang Martial Master."


"Semoga diatas sana, anda tidak akan menyesali keputusan yang anda buat ini. Tapi jangan khawatir, salah satu murid anda akan dilatih oleh saya sebaik mungkin, sedangkan yang satunya akan dilatih oleh kejamnya dunia. Hasil antara keduanya tidak akan berbeda jauh, anda bisa bertenang di atas sana."


Flame Empress menatap langit kosong dengan hormat, perasaan Feng Li bahkan bisa membuat orang sekaliber Zhu Long memberi hormat, wajar kalau Flame Empress melakukan hal yang serupa. Dengan langkahnya yang anggun, Flame Empress terus berjalan kedepan tanpa peduli sekitarnya, menuju tempat yang hanya dia yang tahu.


Didalam ruang yang terisolasi, Ying Ai masuk dalam kondisi meditasinya, dalam kondisi seperti ini waktu beberapa bulan hingga tahun bisa terlewati dalam sekejap mata tanpa sadar. Lalu, dalam ruangan yang sunyi-senyap ini, tanpa ada angin ataupun hujan, Ying Ai merasakan gejolak hebat dihatinya. Bagaikan sebuah pilar yang menopang hidupnya runtuh dan hancur berkeping-keping tanpa peringatan sebelumnya. Emosi dan perasaan tinggi mencuat timbul dari kedalaman jiwanya dan bermanifestasi dalam bentuk bulir air mata yang tidak diketahui asal-usulnya.


"Apa ini... kenapa aku bisa merasa sedih secara tiba-tiba seperti ini? Apakah ini artinya, di kejauhan sana... diAzure Sky Empire... Master atau Shin.... Tidak, jangan berpikiran seperti itu, ini hanya fenomena aneh yang tidak bisa dijelaskan lainnya, semuanya baik saja, pasti baik-baik saja. Tidak ada yang bisa mengancam guruku... kan?"


Ying Ai tidak keluar dari sini meskipun dia bebas melakukannya, selama menunggu kedatangan Flame Empress dia ingin melenyapkan Iblis Batin ini dari pikirannya sendiri. Menjadikan suasana hatinya kembali cocok untuk berkultivasi.


Beberapa hari kemudian, Flame Empress telah kembali sesuai perkataannya. Dia ada didalam ruang kultivasi dan menatap Ying Ai yang sudah kacau akibat pikirannya terus saja diserang selama hari-hari ini.


"Apa yang terjadi denganmu, Ai'er?" Sebenarnya Flame Empress sudah bisa menebaknya, tidak berlebihan kalau perasaan antara guru-murid yang sangat dalam bisa saling mempengaruhi walau berjarak ribuan km.


"Begini, entah mengapa tapi aku merasa sangat rindu pada Master dan ingin segera kembali menemuinya, anda mengijinkannya kan Guru?"


Kekhawatiran terbesar Flame Empress ternyata menjadi kenyataan, hubungan antara mereka berdua sangat dekat dan jika Ying Ai tahu fakta menyedihkan tentang Feng Li, itu akan berakhir lebih buruk daripada Shin.


"Awalnya ada beberapa hal yang ingin dibicarakan, tapi melihatmu yang diserang Iblis Batin hingga separah ini, kau harus mengambil istirahat Ai'er. Jika situasi belum membaik kau bisa memanggil gurumu ini."


Flame Empress bagaimanapun tidak bisa mengatakan kebenaran, tidak juga mengatakan pesan terakhir dari Feng Li pada Ying Ai sebelum Shin datang menjemput, dan itu masih sangat lama menurut perspektif lain. Dia hanya bisa berbohong dan mengalihkan topik sebisa mungkin, yang penting adalah kebohongan yang dilontarkannya tidak terlalu mempengaruhi perkembangan Ying Ai. Dalam hatinya dia mendesah kuat, tak menduga bahwa hanya menjaga kepercayaan itu sesulit ini.


Ying Ai menuruti perintah gurunya dan pergi ke daerah pemukiman anggota sekte, dia memakai berbagai penyamaran dan wig yang membuatnya sangat berbeda. Dia berkeliling ke banyak tempat seolah ini adalah Kota Yan tempatnya tinggal dulu.


Beberapa hari terlewat dengan cepat namun Iblis Batin Ying Ai masih belum mau menyingkir, Ying Ai putus asa dan memanggil gurunya kembali.


Di ruang kultivasi berdiri dua orang wanita yang saling memandang dengan serius.


"Guru, katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Master!" Mengingat kejadian dua tahun lalu, Ying Ai merasa bahwa ini ada kaitannya erat.


"Kau hanya terlalu banyak latihan, gurumu masih baik-baik saja dengan tehnya atau sedang melatih kekasih kecilmu."


"Guru, saya tahu bahwa anda ingin saya untuk tidak terganggu dalam pelatihan, dan sepertinya ada juga campur tangan Master dalam hal ini. Tapi, perasaan yang menghantui diriku ini tidak mungkin bisa salah, sesuatu telah terjadi disana dan anda tahu itu. Dan saya juga tahu bahwa ada semacam fakta yang disembunyikan disini." Ying Ai merubah nada dan gaya bicaranya menjadi mode serius.


"Haah...." Flame Empress menghela napas berat, "Ai'er, kau memang benar. Ada beberapa fakta yang disembunyikan darimu saat ini. Tapi ingatlah satu hal, Feng Li adalah yang menginginkan ini dan permaisuri ini hanya melaksanakannya." Flame Empress telah meremehkan efek Iblis Batin pada Ying Ai, terpaksa dia harus membocorkan sedikit dan memberinya harapan. Jika tidak maka tidak ada harapan baginya untuk selamat.


"Tapi setidaknya, guru bisa memberitahuku kebenarannya kan? Maksudku, apa yang telah terjadi pada Master?"


"Kau menginginkan sebuah kebenaran? Aku tidak bisa memberikannya padamu. Janji Permaisuri ini pada Feng Li tidak bisa dilanggar, lima tahun atau lebih lagi dimana bocah Shin itu akan membawamu keluar dari sini, adalah hari dimana kau akan mendapatkan semua yang kau mau, mengetahui semua yang ingin kau ketahui. Lagipula, bocah itu mungkin sudah memulai perjalanannya, gurumu bilang sendiri kalau dia tidak ingin reuni berdua saja, saat kalian berdua bertemu lagi, itu akan jadi reuni tiga orang." Flame Empress sedikit tega ketika mengucapkan kebohongan yang sangat menyedihkan ini, dia sangat sadar bahwa "reuni tiga orang" yang disebutkannya sangatlah mustahil terjadi, tapi dia sudah tidak punya banyak pilihan lain lagi. Lebih baik sebuah kebohongan manis daripada kebenaran yang pahit.


"Reuni tiga orang ya, Master memang tidak pernah melakukan sesuatu yang biasa saja. Baiklah, dengan ini Iblis Batin sudah lenyap dan aku bisa latihan dengan benar lagi. Menjadi lebih kuat... dimana aku bisa melindungi Master dengan tanganku sendiri!"


Ying Ai hanya mendapatkan sebuah harapan terang yang sebenarnya, hanyalah pantulan kosong tak berarti. Tanpa tahu fakta memilukan bahwa orang yang dirindukannya telah tiada, Ying Ai terus saja berpikir bahwa Feng Li masih ada.


Hidup dalam kebohongan... tidak pernah sebercanda ini sebelumnya.


***


Sedikit meluruskan soal sebutan Ying Ai agar tidak bingung.


"Ying'er" dan "Ai'er", sama-sama diakhiri oleh akhiran 'er' tapi berbeda awalan. Jadi, yang mana yang benar dan tepat? Pada kenyataannya, awalan 'er' ini harus diawali dengan nama belakang, bukannya marga. Dan penggunaan oleh Flame Empress adalah benar. Lantas bukan berarti Shin salah.


Berbeda dengan Shin yang menyebutnya "Ying'er". Karena alasan dia menyebutnya demikian adalah berbeda, yaitu sebagai panggilan baru. Seperti Zhu Long yang nyebut Shin sebagai xiao Shin.