Lone Hero

Lone Hero
Teman Lama



"Ikuti aku, kau akan kubawa ke tempat pelatihan mental di dunia ini, Paviliun Mental. Jika kau bahkan tidak sanggup menjalaninya, jangan harap bisa selamat di Purgatory!" Zhu Long seketika terbang meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu respon apa pun, sang ratu memang sangat dingin.


"Shen, bagaimana ini? Haruskah aku mengikutinya atau apa? Tempat yang disebut Paviliun Mental, tempa seperti apa itu?" Dalam hal ini, Shin sama sekali tidak memiliki pengetahuan apa pun, mau tidak mau dia harus bertanya pada Shen untuk mendapatkan kejelasan yang dia perlukan.


"Kita ikuti saja, tempat yang dia maksudkan sangatlah diperlukan untukmu karena sebentar lagi akan memasuki Purgatory, bisa kujamin setelah kau menyelesaikan apa yang akan kau hadapi di sana nanti, Purgatory lapis pertama akan kau selesaikan dengan mudah!" Tempat yang bernama Palviliun Mental ini jelas adalah "bantuan langit" yang dia maksudkan, juga inilah tempat yang dia ingin Shin masuki untuk menjamin nyawanya. Bisa dibilang, tanpa ada Devouring Dragon Vessel, Shen akan menolak dengan sangat keras gagasan untuk memasuki Purgatory pada umur sepuluh tahun.


Shen segera mengangkat tubuhnya dan terbang menuju arah yang sama dengan yang Zhu Long lalui. Adapun Shin, dia tidak mengerti apa hubungannya tempat ini dengan apa yang akan dia hadapi nantinya, namun mendengar semua kalimat Zhu Long dan Shen tentangnya, Shin menjadi bersemangat dan tidak sabar untuk melihat seperti apa 'Paviliun Mental' itu, jadilah ia terbang mengikuti Shen dari belakang.


Butuh waktu beberapa hari bagi Shin untuk sampai di tempat yang disebut Paviliun Mental ini, dia melintasi jarak yang sangat panjang, dari pengunungan hingga hutan lebat dia lewati satu per satu. Tapi ada sesuatu yang membuatnya keheranan dengan daerah yang dilewatinya itu, pada satu daerah yang dilaluinya memiliki jejak kehidupan di dalamnya. Bangunan seperti rumah dan benteng kota yang megah beberapa kali dia temukan, apakah ada manusia yang pernah tinggal di sini? Tetapi, semua itu hanyalah reruntuhan semata, semuanya berlumut dan tampak tergerus oleh waktu. Mungkin, sudah lebih dari lima ratus ribu tahun lalu sejak manusia membangun peradabannya di sini. Melihat hal ini, Shin tidak bisa tidak takjub, jenis peradaban bangsa primordial ini cukup unik karena strukturnya terlihat sangat kokoh bagaikan benteng pertahanan, bahkan rumah saja memiliki pertahanan yang sangat kuat. Namun jika dihadapkan dengan waktu, itu masih akan terlupakan. Terlebih lagi ukurannya, itu tidak bisa diperkirakan.


Meninggalkan semua ketakjubannya itu, Shin sudah sampai. Dia mendarat di depan Paviliun Mental, di depannya ada sebuah bangunan yang besar, super besar malahan, hanya tingginya daja sudah mencapai puluhan kilometer--mengingat keterbatasan visi Shin. untuk tinggi aslinya... Shin tidak bisa membayangkannya! Meskipun sangat tinggi, tapi bangunan berbentuk segi delapan yang menjulang tinggi ini hanya memiliki diameter beberapa km saja. Terlepas daripada itu, paviliun ini terlihat sangat megah dan perkasa, dengan jumlah lantai yang berjumlah total sembilan meski hanya tiga yang bisa dilihat oleh Shin.


Paviliun ini terletak di tengah padang pasir yang luas, membentang puluhan ribu kilometer jauhnya ke segala arah, menjadikannya satu-satunya bangunan di sini. Di tengah padang pasir yang tandus tanpa memiliki vegetasi dan vitalitas apa pun, Shin tidak tahu mengapa ini bisa ditempatkan di tempat yang sangat tidak strategis. Bukankah lebih baik membangunnya di dekat perkotaan sehingga memudahkan akses keluar-masuk? Terlepas dari hal itu, Shin bisa merasakan bahaya kuat terpancar dari dalam bangunan ini. Seolah jantungnya robek dari dalam, sangat mengerikan! Dalam wajahnya, Shin menampilkan berbagai emosi, dari takut, senang, ngeri, dan tentu saja penasaran.


Melihat Shin yang termenung dengan hal ini, Shen dengan baik hati langsung menjelaskan tanla diminta. "Ini disebut Paviliun Mental, ada sembilan lantai yang mewakili sembilan surga, sembilan neraka, dan tentunya sembilan Purgatory, tingginya ratusan km jadi buang saja anganmu untuk melihat ujungnya. Tempat ini digunakan untuk tes prajurit era primordial sebelum memasuki purgatory yang asli, meski ada sembilan lantai namun paviliun ini hanya bisa meniru tiga lapis pertama Purgatory yang asli dan kekuatan siksaan disini jauh lebih kurang. Tiga lantai pertama adalah ujian api, Purgatory yang pertama. Tiga lantai berikutnya adalah es dan yang berikutnya adalah petir, setiap naik lantai kesulitannya juga akan bertambah. Biasanya hanya setelah melewati lantai kelipatan tiga seseorang memiliki kualifikasi untuk menjalani Purgatory asli. Dalam lima puluh hari kedepan setidaknya kau harus melewati lantai kedua dari Paviliun Mental, itu syarat mutlak dariku dan jika kau tidak bisa menyanggupinya, lupakan saja soal Purgatory!"


"Kau mungkin penasaran kenapa ini dibangun di sini. Mudah saja sebenarnya; ini adalah tempat tes para ahli era primordial yang satu darinya saja tidak bisa kau bayangkan bagaimana kuatnya. Tempat yang tandus, gersang tanpa kehidupan ini fungsinya sudah sangat jelas: pelepas stress dan frustasi akibat kegagalan! Sebenarnya, banyak cekungan dalam dan retakan ratusan km di sini, hanya saja seiring berjalannya waktu itu diperbaiki secara alami. Tentunya mereka tidak mau kota mereka sendiri hancur akibat pelampiasan emosi monster-monster itu."


Itu semua adalah sedikit deskripsi tentang kengerian dan kedahsyatan Purgatory "palsu" yang kekuatannya tidak sampai "sepuluh persen" dari yang asli. Sekarang terbayang kan betapa dahsyat dan mengerikannya Purgatory itu? Yang lebih penting, sang MC kita tercinta akan memasukinya!


Meskipun rentetan deskripsi tentang betapa mengerikannya purgatory itu Shin dengar satu per satu, itu sama sekali tidak mengurungkan niatnya terlalu banyak walaupin dia juga takut. Hanya saja, Shin sudah sering mendengar kengerian dan kekejaman purgatory namun manfaatnya? Dia belum diberitahu.


"Kalau aku menyeledaikan kesembilan lapis Api Penyucian ini, apa yang kudapatkan nantinya? Tidak mungkin kan aku hanya disiksa saja tanpa ada manfaat besar setelahnya, kan?" Dia masih sangat butuh kepastian.


"Manfaatnya tak terbilang berharganya. Setiap kau sukses melewati purgatory maka tubuh fisikmu adalah yang paling meningkat, Aura yang kau dapatkan setelahnya bisa langsung membuatmu menerobos tingkat! Tapi yang paling penting ini adalah jembatan untuk mengolah jiwa. Sangat sedikit seni jiwa di dunia ini, bahkan di era primordial juga hanya ada sedikit. Nine Purgatory Body adalah teknik jiwa yang paling kuat dan yang paling sulit dikuasai. Tubuh jiwa adalah tubuh manusia yang paling kuat, itu tidak bisa mati atau terluka dengan serangan biasa bahkan Aura Iblis juga kesulitan menghancurkannya! Mudahnya saja, baik tubuh fisik, tubuh mental, dan tubuh jiwa milikmu akan diolah secara bersamaan! Setelah menyelesaikan semuanya, kau akan jadi tak terkalahkan dalam tingkat yang sama!" Biarpun memiliki tubuh terbaik tanpa ada yang bisa menggoresnya serta tidak mungkin dihancurkan, keabadian masihlah sebuah angan-angan saja. Buktinya saja ketiga orang yang berhasil menguasainya masih menghadapi kematian.


"Kau dulu bilang ada tiga orang yang berhasil, siapa tiga orang yang berhasil menguasai tubuh jiwa itu?"


"Seharusnya tidak masalah untuk memberitahumu saat ini, kuharap ini akan memotivasimu lebih jauh lagi. Mereka adalah Monarch of Aura pertama dan kedua, serta sang Martial Saint, lalu beberapa orang lagi yang sama hebatnya dengan mereka."


"Siapa nama mereka?" Shin tidak ingin menyia-nyiakan Shen yang sedang baik hati ini


"Kau tidak perlu untuk mengetahui semuanya, tapi untukmu akan kuberikan nama orang yang terbaik. Nama dari Monarch of aura pertama: Tian Chen!" Nama ini segera merasuk ke dalam tulang dan darah Shin, nama yang berhasil melalui siksaan terberat dan nama yang berkorban untuk dunia. Entah kenapa tapi Shin merasakan rasa hormat dan kesedihan yang mendalam saat mendengar ketiga nama itu, mungkin ini adalah perasaan dari garis keturunan dan bloodline sebagai umat manusia. Jasanya, tak terbilang banyaknya, kemuliaamnya adalah yang tertinggi, kekuatannya adalah yang paling besar. Tetapi bagaimanapun hebatnya dia, dia masihlah seorang manusia fana, tak bisa lepas dari jeratan takdir kematian.


Shin ingin sekali mendengar cerita kepahlawanannya namun ini bukan waktu yang tepat, jika dia ingin menjadi seperti Tian Chen dan bahkan melampaui mereka, langkah pertama adalah untuk melewati purgatory! Sesuai harapan Shen, Shin menjadi semakin termotivasi serta tekad dan tujuannya sudah mulai terpatri dalam hatinya.


"Shen, kirim aku ke dalam sana!" ucapnya dengan penuh semangat dan gairah masa muda, mengentaskan semua rasa takut dan pikiran negatif untuk menatap masa depan yang sangat luas.


Shen mengalihkan pupil matanya pada pupil hitam Zhu Long, mengirim sebuah pesan khusus tanpa ada suara atau transmisi suara dikirimkan. Mungkin inilah yang dinamakan komunikasi dari hati ke hati. Zhu Long langsung mengangguk dan dengan lambaian tangannya sebuah portal terbuka di pintu masuk paviliun.


"Ini hanyalah tiruan versi lemah dari Purgatory, jangan khawatirkan dengan keselamatanmu. Tak seperti yang asli yang akan membuatmu melebur dan menjadi bagian darinya, Purgatory ini akan menendangmu keluar jika kau sudah ada di ambang kematian. Perbandingan waktu di dalam sana lebih lambat daripada di sini, jadi tersiksalah sepuas mungkin!" Wajah Zhu Long yang cantik tersenyum, namun senyum ini tampak sangat menakutkan.


"Shen, apa dia punya kelainan?" tanya Shin dengan komunikasi yang khusus didapatkannya saat menjalin kontrak.


"Kau harus hati-hati dengan kecenderungan S miliknya! Meski dia sangat cantik dan menggoda, dia adalah wanita paling berbahaya sepanjang sejarah." Shin seketika merinding ketakutan lebih dari saat mendengar kekejaman purgatory.


Dengan sedikit tergugup dan merinding, Shin melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Paviliun Mental!


"Shen, apa kau pikir dia akan berhasil?" Zhu Long bertanya tepat setelah tubuh Shin sepenuhnya menghilang.


"Tenang saja, dia bahkan dapat memahami Tangga Menuju Nirvana-ku dan menjadi penerus Grand Sage. Selama ratusan ribu tahun aku menanti, dia jelas adalah orang yang kutunggu-tunggu. Mungkin dia akan memecahkan rekor Tian Chen tentang umur termuda menyelesaikan Purgatory. Juga, aku punya ekspektasi besar kalau dia tidak akan mengecewakan orang tuanya."


"Kuharap juga begitu, mereka telah meninggal terlalu cepat. Para iblis begitu licik hingga bisa menemukan penerus dari mereka sebelum matang. Andai diberikan waktu seabad lagi saja, seharusnya itu sudah lebih dari cukup." Zhu Long menunjukkan kesedihan yang teramat sangat dalam pada suara serta wajahnya itu, sebagai temannya sendiri dia jelas bisa merasakan bagaimana sakitnya rasa gagal pada saat kritis keberhasilan.


"Tenang, kita akan mendapatkan yang jauh lebih baik sebentar lagi, kita hanya harus mencari orang lain yang cocok untuk posisi satunya. Bukan seperti yang biasa tetapi satu sebagai pendampingnya sendiri, mau sekuat apa pun dia nantinya, tidak akan mampu untuk menghadapi seluruh ras iblis seorang diri. Tetapi, mencari satu yang serupa bahkan jauh lebih sulit lagi."


"Dengan aku dan kamu di sisinya, dia pasti akan menorehkan namanya sendiri di dalam sejarah. Sulit memang sulit aku harus akui itu, bahkan mungkin jalan Tian Chen jauh lebih mudah daripada miliknya, terkadang aku kasihan dan prihatin padanya, namun kuyakin jika dia pasti mampu.Tuanku juga pasti akan dilampaui olehnya!"


"Huh, Grand Sage pertama juga bisa berkata seperti itu rupanya. Sifatmu sudah berubah banyak semenjak bertemu dengannya Shen." Zhu Long tersenyum dan tertawa kecil, kecantikan sang ratu bahkan melebihi Ning'er. Tak peduli dia naga yang penting dia wanita.


"Apa yang akan dikatakan Devouring Master jika melihatmu seperti ini?" Shen membawa nama pemilik Zhu Long sebelumnya.


"Sang Grand Sage juga kecewa melihatmu menjadi kekanak-kanakan seperti ini, ke manakan wibawa para Sage yang kau selalu banggakan itu Shen?"


"Hahahaha, tak ada gunanya membicarakan orang yang sudah mati, baik Grand Sage atau Devouring Master aku yakin sudah membusuk sejak lama. Aku sudah lelah menjaid orang bijak dan kaku, dalam waktu yang panjang ini orang bisa banyak berubah. Aku juga yakin sang ratu akan ditaklukkan olehnya tidak lama lagi." Shen tertawa puas, bisa bertemu teman lama seperti ini juga merupakan kebahagiaan terbesarnya.


"Di dunia ini tidak ada pria yang bisa menaklukkanku, bahkan Devouring Master sekalipun masih berada di bawah kendaliku, aku hanya mengizinkannya mengendalikan Devouring Dragon Vessel saja karena jenis Aura kami sama." Zhu Long berkata dengan sombong, dia sudah kembali menjadi ratu favorit bersama.


"Maka bocah Shin itu adalah yang pertama!" Shen tampaknya sangat penuh harapan pada Shin. Hal ini juga tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.


"Ratu ini tidak akan takluk semudah itu, Devouring Master juga butuh waktu dan usahanya banyak untuk membuahkan hasil tak berguna. Jangan katakan bocah itu." Zhu Long mempertahankan kebanggaannya sebagai seorang ratu.


"Tapi harus kuakui juga kalau mereka sangat cerdik, memasang segel untuk membodohi surga, cara itu sama sekali tak bisa kupikirkan." Zhu Long berkata tentang orang tua Shin. mengalihkan topik pembicaraan seperti sedia kala.


"Memang benar, cara seperti itu terlalu licik dan cerdik, jangankan kau, aku sekalipun hanya bisa terkagum melihat surga bisa dibodohi begitu mudahnya. Setelah sekian lama... akhirnya kita menemukan dasar dari kotak pandora!"


"Jangan pernah terlalu berharap pada sesuatu, jika sesuatu itu menghilang kau akan kehilangan semua kekuatanmu! Lagipula, jalannya masih sangat panjang dan berbahaya, banyak hal bisa berubah sepanjang dia menapaki jalan yang disedikan takdir itu." Zhu Ling memperingati shen dengan keras.


"Kau benar, tapi aku tidak bisa tidak berharap padanya. Kita mungkin bisa membalaskan dendam tuan kita nanti."


"Itu juga benar, bukan tidak mungkin juga iblis-iblis tua itu masih hidup sampai sekarang juga. Tetapi, kau bohong soal sesuatu kan?" Zhu Long berkata tidak jelas.


"Tentang apa?" Shen kebingungan dengan ucapannya.


"Waktu invasi ketiga." Meski di dalam item tapi Zhu Long bisa mendengar dan melihat apa yang terjadi di dunia luar.


"Hahaha, tak kusangka kau menyadarinya! Padahal saat itu aku sudah sangat berhati-hati." Shen menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.


"Katakan, kapan itu akan terjadi!?"


Wajah Shen menjadi gelap dan tak berdaya, prediksinya selalu benar dan ini adalah pertama kali dia berharap kalau prediksinya salah. "Hanya tinggal tiga atau empat dekade!"


"Apa itu cukup untuknya? Waktu sependek itu hanya cukup untuk menjadikannya sebagai Emperor saja. Tidak mungkin, itu sangat mustahil!" Zhu Long tampak sangat putus asa saat ini.


"Untuk menjadi ahli terkuat dalam empat dekade... itu bahkan lebih sulit daripada naik ke surga itu sendiri! Namun dengan peninggalan dan warisan dari empat Divine Beast itu harusnya sudah cukup!" Shen memiliki secercah harapan dalam kalimatnya.


"Apa empat Divine Beast sudah mati juga? Mereka yang sering disebut sebagai Dewa Pelindung harusnya tidak akan mati semudah itu kan?"


"Tidak juga, semua selain Vermillion Bird masih hidup walau terluka parah, kekuatannya sudah habis dan lebih baik baginya untuk mati."


"Lalu sisanya?"


"Mereka sudah mati." 


"Bahkan divine beast juga tidak sanggup menahan mereka, kapan kalian akan mencarinya?"


"Apa kau sudah lupa dimana kita berada?"


"Great Yuan Continent Selatan!"