
Latihan malam telah diselesaikan olehnya dan waktu tidur singkat bermanfaat juga sudah dinikmati olehnya, waktu terasa sangat cepat berlalu dan hari ini adalah hari dimana Shin akan membereskan faksi pertama yang akan ditemuinya. Wajahnya gugup sekaligus cemas ketika membayangkan intensitas pertarungan yang akan dia hadapi. Pada kondisi biasa dia tidak perlu takut, kecuali musuh adalah ahli surgawi dia tidak akan terluka sedikitpun, tapi karena borgol ini kekuatan dan ketahanan fisiknya juga ikut turun setengah, dan juga ini adalah fisik murni bukan fisik dengan aura. Pertahannya sangatlah terbatas, begitu juga dengan damage serangannya.
Setelah membereskan tenda dan sparring rutin keduanya berjalan ke arah timur, perjalanan dibuat agar stamina Shin bisa tetap cukup saat membantai mereka, istirahat diperbanyak tapi kecepatan masih tetap sama. Menurut peta yang dimiliki Feng Li faksi ini hanya berjarak tiga jam perjalanan dari tempat mereka berada, namun mereka butuh empat jam lebih untuk sampai.
Setelah empat jam mereka bersembunyi di semak belukar mengamati sebuah tempat berupa kamp tenda yang kecil, karena keterbatasan pasukan dan kekuatan mereka harus hidup secara nomaden. Pembukaan hutan seperti ini tidak bisa mereka lakukan sering-sering, biasanya mereka akan pindah setelah satu atau dua tahun membangun reputasi.
Shin dan Feng Li kemudian merencanakan langkah yang akan diambil oleh Shin nanti agar tidak ada yang kabur. Setelah briefing singkat rencana sudah disepakati oleh kedua belah pihak, Feng Li sungguh-sungguh dalam membuat rencana ini dan tidak memasukan fasad kedalamnya.
Srrk
Shin keluar dari semak belukar dan berjalan ke kamp ini, lebih tepatnya dia berjalan ke arah dua penjaga yang merupakan ahli duniawi. Staminanya sudah cukup banyak terkuras sebelumnya tapi dia berjalan dengan tegak tanpa beban, ini adalah salah satu rencana Feng Li.
Tenda di buat seperti lingkarang dan hanya ada satu jalan masuk untuk itu, setelah beberapa saat Shin mencoba masuk tapi langsung dihentikan oleh dua penjaga ini.
"Mau kemana kau bocah!? Ini adalah wilayah kami, enyahlah!" Kata salah satu penjaga sambil mengacungkan tombak di tangannya kedepan, bersiap menusuk jantung dari Shin.
"Aku ingin bertemu dengan bos kalian!"
Kata Shin yang merupakan bagian dari rencananya.
"Hahahaha.... mau apa kau bertemu dengan bos!? Dan kau pikir kami akan membiarkanmu begitu saja?" Kata penjaga lainnya dengan nada dingin.
"Kualifikasi apa yang bocah lemah sepertimu miliki? Lebih baik kau pulang saja ke ibumu sana!" Kultivasi Shin ditekan sehingga tidak bisa keluar atau dirasakan orang lain, dengan bantuan borgol tugas ini jadi jauh lebih mudah. Saat ini Shin terlihat seperti bocah sebelas tahun biasa tanpa kekuatan.
"Aku punya misi untuk bos kalian!" Seperti inilah faksi di wilayah selatan membangun reputasi mereka, selain dari perampokan dan pembantaian, mereka mendapat uang dan reputasi lewat misi yang diberikan orang lain, bayarannya juga tergantung dari kesulitan misi, kadang hanya pembunuhan atau bahkan sampai ada penghancuran total. Semuanya dilakukan karena uang atau benda lainnya.
"Apa kau bahkan punya koin kristal di sakumu!? Jangan bercanda denganku, jika kau punya uang tunjukan padaku!" Kata salah satu penjaga.
"Aku memang tidak punya uang, tapi aku punya ini!" Shin mengeluarkan sebuah kantung dari tubuhnya, dia sengaja tidak menggunakan cincin ruang kali ini.
Shin membuka kantung itu dan pancaran cahaya kekuningan menyeruak dari dalam, terlihat sepuluh butir bola kecil berwarna kuning transparan, itu adalah pil aura!
Kedua penjaga itu saling menatap ketika melihat ada pil aura didalam, mau bagaimanapun tidak ada ahli master di wilayah selatan yang menjadikan benda ini melonjak harganya hingga 10.000 koin kristal per satu pil.
Keduanya mengangguk dan salah satu penjaga langsung mengambil pil ini dari tangan Shin sedangkan yang lain mengancamnya dengan tombak.
"Cepat antar aku ke bos mu!"
"Hahahaha... kau memang bodoh! Kenapa aku harus repot-repot melakukannya? Cepat bunuh dia, pasti ada lebih banyak harta yang disembunyikan olehnya!" Kata penjaga yang mengambil kantung. Sifat yang tak tahu malu dan jahat ini memang sangat biasa di daerah ini, Shin bahkan sedikit terkejut karena ada manusia semacam itu didunia ini, dan yang paling mengejutkannya adalah orang semacam ini ada diseluruh hutan ini!
Penjaga lain segera mengerti maksudnya dan langsung menusukkan tombak ini tepat ke arah jantung Shin, ekpresi Shin masih kalem dan tenang tidak peduli, senjata biasa seperti ini tidak akan bisa melukainya.
Tombak sudah menyentuh tubuh Shin tapi itu tidak bisa masuk lebih jauh lagi, bagaikan sedang menembus sebuah baja tebal, penjaga ini berusaha sekuat mungkin dan bahkan mengaktifkan aura namun tombak masih saja tertahan.
"Ada apa denganmu? Apa kau bahkan tidak bisa menusuk bocah atau... ada armor dibalik bajunya!" Penjelasan ini memang yang paling logis bagi siapapun, belum pernah ada kasus kalau bocah sebelas tahun memiliki fisik sekuat ahli master sebelumnya.
"Pantas saja dia begitu tangguh. Cepatlah bantu aku membunuhnya!" Pengguna tombak mendengus kesal.
"Kalian akan menyesali ini semua!" Shin berkata sesuai peran.
"Kau yang akan menyesali ini!" Penjaga satunya menyimpan kantung dan mengeluarkan golok dari pinggangnya, dengan cepat dia menyabet ke arah leher Shin guna memenggalnya, dia menyeringai dan tersenyum ketika menyerang, mereka sudah mendapat panen besar.
Mau secepat apapun serangannya itu masih lambat di mata Shin, melihat golok sedang menuju lehernya dia menahannya dengan dua jari, dalam waktu yang tepat golok sudah ditangkap dalam dua jari Shin dan tidak bisa dilepaskan. Shin tersenyum puas dan berkata.
"Apa hanya ini kekuatan kalian? Ini bahkan tidak membuatku geli."
Mendengar kalimat ini wajah kedua penjaga menjadi terdistorsi karena marah, mata mereka memerah dan urat serta vena muncul didahi mereka. Si pengguna golok mencoba menarik senjatanya kembali tapi tidak bisa, sekuat apapun dia menariknya itu masih tidak bergerak, barulah saat Shin melepaskan jarinya golok ini mau kembali beserta dia tersungkur di tanah.
Si penjaga tombak terus menerus menusuk tubuh Shin tapi hanya suara besi yang terdengar, bahkan setelah dia mengeluarkan teknik tombak miliknya itu masih belum mau melukai tubuh Shin.
"Kau cukup mengganggu!" Shin menangkap tombak yang terus menghujaninya dengan tangan kanan, lalu dia langsung meninjunya dari atas dengan tangan kiri, seketika tombak itu patah menjadi dua bagian dan wajah penjaga menjadi sangat ketakutan layaknya melihat hantu di siang hari. Masih dalam ekspresi ketakutannya, Shin memutar bagian tombak di tangannya dan maju kedepan.
Sleb!
Dia menusukkan dari dekat tombak di tangannya tepat di jantung penjaga itu, kekuatan penetrasi dari ini menyebabkan tombak tembus sampai belakang. Seketika dia mati dan jatuh tersungkur dengan tombak yang masih menusuk.
Penjaga lain bangkit dan melihat Shin dengan ngeri, kini dia tahu bahwa dia telah menyinggung monster.
"I... ini pil aura milikmu... lepaskan aku, jangan bunuh aku... akan kubawa kau menuju bos." Dia memberikan kantung yang diambilnya tadi. Penjaga ini yang sok kuat didepan Shin sebelumnya kini posisinya telah ditukar, dia yang harus memohon belas kasihan pihak lain sekarang.
"Aku bisa pergi sendiri!"
Shin berjalan pelan ke arah penjaga yang sedang gemetar tak terkendali, karena ketakutan dia bahkan tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk kabur. Setelah dalam jangkauan serang, Shin langsung meninju penjaga ini beberapa kali dalam satu napas. Tak bisa menahan satupun serangan ini, penjaga ini menerima serangan dengan sangat telak, tubuhnya terdorong mundur sambil menyemburkan darah dalam proses. Akhirnya tubuhnya terhenti karena menabrak tenda yang langsung roboh seketika, Shin melesat ke arahnya guna mendaratkan serangan terakhir, Shin berdiri di atas tubuhnya dan mengangkat kakinya 90 derajat, dengan kejam dia ayunkan ke bawah, tepat mengenai kepala dari penjaga ini. Dengan ujung belakang kakinya, Shin mengakhiri nyawa dari penjaga ini.
Suara rubuhnya tenda mengundang perhatian dari seluruh penghuni kamp, semuanya termasuk bos mereka berkumpul ke tempat ini guna mencari tahu apa yang terjadi.
Dalam sekejap lima puluh orang kurang sudah berada di tempat ini dan segera melihat Shin dengan kaki berdarah serta penjaga dengan kepala yang sudah tidak berbentuk. Segera mereka mengacungkan senjata mereka, namun dihentikan oleh bos mereka.
"Tahan, biar aku yang bicara padanya dulu." Kalimat singkat dari orang berbadan kekar ini telah menghentikan semua tindakan mereka, sangat mudah ditebak bahwa dia adalah bos mereka.
"Apa yang kau inginkan bocah!? Lebih baik jawabanmu memuaskan kita semua atau kau akan mati hari ini!" Meski dia waspada tapi kemarahannya tidak bisa diselesaikan begitu saja.
"Hmph! Aku datang untuk memberi kalian misi tapi dua idiot itu menyerangku lebih dulu." Mau tidak mau Shin harus sama gahar dan sangar disini, tidak ada orang baik yang bertahan hidup lama disini.
"Misi? Katakan dulu berapa bayaranmu, asal kau tahu saja kalau kami meminta 1.000 koin kristal untuk misi tingkat rendah!" Kebutuhan untuk uang disini sangat besar, wajar mereka memasang tarif segitu.
"Ya, apa yang bocah sepertimu punya!?" Sahut seorang anggota lainnya, mendengar dua orang yang sangat berani, anggota lainnya menjadi semakin termotivasi untuk mengusir Shin sekaligus membunuhnya.
"DIAM!"
Si bos berteriak dengan marah. Segera semua orang tertunduk malu terutama dua provokator tadi, sadar bahwa akan ada hukuman menanti.
"Aku memang tidak punya uang... tapi aku punya ini!" Shin mengeluarkan kantung tadi, cahaya kekuningan ini menyebabkan mata semua orang hanya bisa fokus padanya, benda yang sangat mahal ini hanya bisa mereka impikan setiap harinya. Bahkan si bos juga tidak bisa menahan godaan dari pil aura ini.
"Itu... pil aura, dan jumlahnya juga ada sepuluh!" Sahut seorang anggota.
"Ini panen besar!"
Anggota lain telah mengungkap maksud sejati faksi ini.
"Diam dulu, kita masih belum tahu misi apa yang akan dia berikan. Bocah, kemarilah! Kita akan bicarakan ini didalam." Si bos berkata mengajak Shin, setelah melihat sikap ahli disini saat melawan dua penjaga Shin kurang lebih sudah punya pengalaman, semua tindakan bersahabat ini tak lain adalah kebohongan yang menipu. Tak akan ada kebenaran yang terlontar dari mulut mereka.
"Baiklah." Shin berjalan mendekatinya mengikuti alur yang disediakan Feng Li, jika dia menyerang sekarang besar kemungkinan akan ada orang yang kabur, Shin ingin pemusnahan total bukan sekedar penghancuran faksi biasa, dia harus punya rencana yang matang untuk itu. Apalagi sekarang Shen tidak bisa dan tidak mau membantu Shin, dia pikir bahwa latihan ini harus dilakukan olehnya sendiri.
"Hehe..."
Anggota lain nyengir dan cengengesan melihat Shin yang mudah diperdaya walau kuat ini.
Shin sudah berada di depan bos yang membawa twin axe di punggungnya, dia meraih kantung pil aura dari Shin dan segera berbalik kebelakang, Shin mulai mengikutinya tapi lima ahli duniawi menghalangi jalannya.
"Kalian lakukan apa yang harus dilakukan. Sebentar lagi kita akan jadi faksi menengah!" Tanpa berbalik karena terlalu semangat mendapat pil aura, dia terus berjalan menuju tendanya sendiri. Dia berniat menerobos dengan bantuan pil aura.
"Kau... apa kau melupakan misi dariku!!" Shin meraung marah, yang juga bagian dari acting.
"Misi apa? Kenapa bos harus melakukannya? Salahkan saja dirimu yang terlalu bodoh mengekspos harta seperti itu disini!" Kata salah satu ahli duniawi, dari belakang juga sisa ahli lainnya sudah mengepung Shin tanpa ada celah melarikan diri.
Melihat kondisi yang sudah sempurna, Shin melepaskan topengnya dan berubah menjadi dirinya yang asli.
"Majulah bersama-sama, aku tidak punya waktu mengurus kalian semua!"
"Kami juga tidak punya waktu! Serang!!" Semua ahli secara kompak menerjang ke arah Shin dan menggunakan semua senjata mereka menyerang tubuh Shin yang kecil mungil jika dibandingkan. Lima ahli duniawi menyerang paling pertama dan Shin sama sekali tidak berani meremehkan serangan gabungan ini, dalam kondisi biasa dia tinggal menggunakan aura shield tapi sekarang tidak seperti itu.
Kecepatan adalah faktor terpenting dalam pertempuran kali ini, Shin melangkah mundur menghindari serangan ahli dari depan, setelah ini dia berbalik ke belakang dan sepuluh ahli pembentukan sudah berada didekatnya, dengan kakinya dia mengirim sapuan datar, setengah dari mereka terkena dan mundur beberapa meter, Shin mengalihkan fokus dan berpaling kembali ke lima ahli duniawi.
Dia melesat ke depan dan mengirim pukulan pada kelimanya, tanpa peduli hasilnya Shin berbalik ke kanan dan beberapa ahli pembentukan dan duniawi datang dari sana. Sudah dalam jarak serang mereka, sebuah sabetan datang dari atas dan untungnya segera di tepis oleh Shin, baru saja dia menangkis ini dua tusukan tombak sudah menghujani dirinya, dengan satu tangan tersisa dia hanya bisa menangkis salah satunya, walau tidak menimbulkan luka ini masih menyebabkan Shin kesal.
Melihat kondisinya yang semakin terdesak dan terpojok oleh hujan serangan musuh, Shin menggunakan battle nirvana untuk melawan mereka. Pikiran Shin menjadi sangat tenang setenang permukaan air, dia menoleh ke beberapa arah dan mengamati situasi secara keseluruhan. Setelah mendapat informasi yang dibutuhkan dia kembali fokus ke lawan didepannya.
Seperti tadi, dia menggunakan senjata lawan untuk membunuh mereka dengan cepat, Shin butuh beberapa serangan jika ingin membunuh mereka dengan tekniknya sendiri.
Shin menangkap salah satu tombak dan langsung mematahkannya, bagian tajam ini dia lemparkan ke arah pemiliknya sendiri, bullseye, lemparan Shin mengarah tepat ke kepalanya.
Musuh lainnya menengok kawannya yang tertusuk di muka dan lengah sesaat, Shin tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung melesat ke arah mereka, beberapa pukulan dilontarkannya menyerang telak orang itu, Shin menatap orang lain dan seketika tendangannya dirasakan oleh musuhnya.
Shin melangkah ke kiri dua langkah dan seorang musuh yang sedang menebas jatuh terkusruk disana, dia berniat membokong Shin sebelumnya. Shin mengaktifkan menyerap aura bumi dan langsung mengirimkan semuanya ke ujung kaki kanan, dia mengangkat kakinya dan menginjak musuh ini sekuat tenaga, kakinya menembus tubuh ahli itu dan sebuah lubang terbentuk di punggungnya. Shin segera melepas aura bumi karena tekanannya yang cukup kuat, dia tidak bisa menggunakan itu selamanya.
Karena serangannya hanyalah pukulan biasa dan itu juga diperlemah, hanya sedikit musuh yang mati setelah Shin memukulinya, mereka bangkit dan menyerang ke arah Shin sekali lagi, kini Shin harus menghadapi sepuluh dari mereka secara langsung dari sepuluh arah yang berbeda, juga semua musuh ini adalah ahli duniawi dan puluhan ahli pembentukan sudah menunggu giliran dibelakang.
Sadar bahwa menyelesaikan tugas ini adalah hal yang mustahil dengan kondisinya, Shin mengaktifkan seperempat dari auranya, borgol bereaksi dan tekanan bertambah banyak. Seolah tak peduli, Shin mengambil langkah pertama dengan menyerang ke depan, dia mengirim semua aura ke tangannya dan memukul salah satu ahli duniawi, setelah itu dia mengalirkannya ke siku dan melesat cepat ke salah satu musuh dan langsung meyiku ulu hati miliknya.
Shin total membutuhkan sepuluh menit waktu hanya untuk menyelesaikan gelombang ahli duniawi ini, tubuhnya terkena berbagai serangan dan luka kecil memenuhi tubuhnya. Dia menonaktifkan auranya dan tubuhnya sangat kelelahan, staminanya telah terkuras banyak dan nafasnya tersengal-sengal dan berat. Tubuhnya sedikit membungkuk karena tekanan yang diderita.
Seluruh ahli pembentukan yang tersisa menatap Shin dengan ganas, musuh sudah berada di kondisi lemah sedangkan mereka masih bugar, hanya orang bodoh yang akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Mereka makin termotivasi membuhuh Shin setelah melihat ahli duniawi yang sudah mati, dengan berbagai senjata di tangan dan mata yang memerah karena marah, mereka menyerang Shin tanpa dikomandoi sebelumnya.
Kanan, kiri, depan, belakang, semuanya sudah ditempati minimal lima ahli musuh, bahkan dengan kondisi battle nirvana Shin tidak bisa keluar dari kondisi ini tanpa terluka, Shin memulihkan keadaan mentalnya dan kembali tenang, setelah beberapa detik memikirkan solusi dia menemukan cara, lakukan saja rutinitas memukul.
Itu adalah serangan terkuat yang bisa Shin keluarkan dalam kondisinya saat ini, dia menyerap aura bumi dan mengirim ke kedua tangannya, satu untuk bertahan dan satu untuk menyerang. Pada kondisi ini, Shin hanya bisa tahan sekitar satu jam lebih.
Shin tak seperti tadi, dia menunggu semua orang untuk menyerang dirinya dulu, dari depan ada satu pemegang tombak dan lima pemegang golok, sebagai senjata dengan jangkauan terpanjang yang punya tombak tiba terlebih dahulu, saat sudah dekat dia langsung menusukkan tombaknya.
Disisi lain Shin masih tetap tenang, ketika dia melihat tombak sedang menusuk, dia meninju ke depan tepat ke ujung runcing dari tombak ini. Tombak tidak langsung hancur tapi mengirim tenaga pukulan terlebih dahulu, merambat dalam tombak sebelum akhirnya menerpa orang ini. Shin menendang ke atas dan orang ini langsung meninggal.
Clank!
Beberapa tombak sudah menusuk dirinya dari arah lain, tanpa bisa bereaksi dengan ini Shin hanya bisa menatapnya dengan pasrah, dia merapatkan jari-jarinya dan menggunakannya layaknya pisau, dia menebas ke depan menyerang beberapa musuh. Luka menganga terbentuk namun masih tidak cukup untuk membunuh dalam sekali serang. Saat dia akan menyerang lagi sebuah golok sudah menempel di lehernya dari belakang.
"Serang terus! Meski dia punya tubuh yang keras tapi itu tidak akan bisa menahan kita!" Kata orang yang mencoba memenggal Shin.
"OOOOHHHH!!"
Semuanya menjadi semakin termotivasi untuk menyerang, awalnya mereka ragu tapi setelah dia berkata demikian, semangat mereka muncul kembali.
Shin memutar tubuhnya sambil meninju dari samping, lalu sabetan muncul dari arah lain dibarengi dengan beberapa tebasan dan tusukan lainnya.
Meski perbedaan kekuatan mereka cukup besar, Shin berada dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan, dalam kondisi terborgol ini dia hanya bisa bergantung pada tubuh kerasnya. Tapi semakin waktu berlalu, tubuhnya jadi semakin melemah, ingin sekali dia menyelesaikan ini dengan cepat tapi tekniknya masihlah sangat kurang, terpaksa dia harus jadi bulan-bulanan musuh beberapa waktu kedepan.
Satu setengah jam kemudian Shin sudah membunuh semua musuh di tempat, mayat berserakan tapi hanya sedikit darah mengalir. Serangan Shin kebanyakan melukai bagian dalam dan membunuh setelah beberapa serangan.
Sekujur tubuh dan pakaiannya telah basah oleh darah musuhnya atau darahnya sendiri, banyak luka sayat yang cukup dalam ada di tubuhnya. Kakinya gemetaran menahan tekanan tapi dia masih belum diizinkan untuk istirahat, napasnya semakin berat dan terengah-engah tapi dia masih harus mempertahankannya, dia tidak bisa lagi menggunakan aura apapun karena begitu dia melakukannya, dia akan langsung ambruk. Sekarang dia harus melawan ahli duniawi akhir yang merupakan yang terkuat disini, dia membiarkannya untuk yang terakhir karena perintah dari Feng Li. Dan sebentar lagi adalah pengalaman pertempuran hidup dan mati pertama Shin!