Lone Hero

Lone Hero
Surat Perintah Tertinggi



Di waktu yang sama namun berlainan tempat.


"Jenderal! Kita mendapatkan surat perintah dari pusat!" Kata seorang prajurit memberikan informasi pada atasannya. Langkahnya terburu-buru dan seakan sedang dikejar oleh binatang buas, sepertinya ada hal penting yang dibawa olehnya kali ini.


"Daerah penting mana lagi yang akan kita serang?" Balas jenderal tersebut. Pria dengan tubuh yang besar dan wajah yang sudah tua, tampaknya berada dalam fase puncaknya. Berbalut armor emas yang memantulkan cahaya yang terangnya bagaikan sebuah matahari.


Dia bisa menyimpulkan seperti itu karena ini datang dari pusat dan sembilan dari sepuluh surat perintah adalah misi penyerangan. Penyerangan disini haruslah dalam skala yang besar.


"Saya memang belum melihat isinya. Namun, surat ini diberi Segel Kaisar diatasnya! Ini perintah langsung dari sang kaisar itu sendiri!" Kata prajurit ini dengan nada sedikit tinggi. Perintah langsung seperti ini memang sangat jarang terjadi, bahkan terakhir kali ini muncul adalah sedekade terakhir. Dan pada saat ini muncul pasti akan ada hal besar yang akan terjadi!


"Tidak, ini bukan dari kaisar." Kata Jenderal tersebut seraya meraih gulungan kertas putih itu. "Kaisar sedang masuk dalam kultivasi terasing dan tidak ada yang tahu kapan beliau akan keluar. Dalam dinasti ini, selain sang Kaisar itu sendiri. Orang yang mempunyai hak menggunakan Segel Kaisar pastilah sang Perdana Menteri." Kata Jenderal dengan tenang sembari mencerna beberapa informasi yang mungkin bisa menjadi petunjuk. Beberapa perintah sebelumnya ia pikirkan kembali dan beberapa penaklukan pun tak luput, namun semua ini tetap tidak bisa membuat Segel Kaisar untuk digunakan. Hanya kejadian terpentinglah yang punya kualifikasi untuk itu.


"Kau segera siapkan pasukan terbaik yang kita miliki. Kerahkan semua panglima yang berada dalam radius dua ratus km dan suruh semuanya berkumpul disini! Suruh mereka bawa pasukannya sekalian. Jangan pedulikan prajurit baru, tinggalkan saja mereka. Kirim yang terbaik dan yang berpengalaman, cepat!!" Perintah jenderal itu pada bawahannya yang bertugas dalam bidang komunikasi itu.


"Siap laksanakan!"


Segera, prajurit ini berbalik arah dan melakukan apa yang telah diamanatkan pimpinannya. Perintah tertinggi harus dilaksanakan dengan usaha dan kekuatan tertinggi pula. Tidak boleh ada keterlambatan apalagi kegagalan didalamnya. Terakhir kali Segel Kaisar menampakkan dirinya dalam sebuah surat, pergolakan besar terjadi dalam kondisi politik di kawasan ini. Perang besar terjadi dan hasilnya, mereka harus kehilangan salah satu jenderal mereka.


Sang Jenderal segera melepas Segel Kaisar dan membuka gulungan kertas putih bersih ini. Dia membacanya pelan. Dan seketika, wajahnya yang masih tetap tenang dihadapan tekanan sebuah perintah tertinggi seketika menjadi padam dan serius saat dia membaca isi perintah ini. Bagaikan didalam tubuhnya sendiri tedapat ribuan gunung yang sudah meletus dahsyat, sedikit kemarahan ditampilkan namun dia harus tahan sebisa mungkin. Sebagai ahli militer dia harus selalu mematuhi perintah dari atasannya.


"Berhenti! Perintah sebelumnya kubatalkan!"


Belum sempat prajurit tadi keluar dari ruangan ini, suara keras yang membawa kekuatan besar bergema dari arah belakang. Dari tempat dimana jenderal tadi berasal.


Mendengar raungan marah dari atasannya tanpa alasan yang jelas, dia berkeringat dingin banyak sekali. Kekuatan dan kehebatan atasannya ini dia sangat jelas akan hal itu. Pernah suatu ketika seorang prajurit baru mati karena telah berhasil memancing amarahnya. Dia segera berbalik dan berlutut dengan satu kaki.


"Ya, a-apa yang hamba bisa bantu?" Kata dia dengan sedikit gemetar.


"Haaah...." Jenderal menghela napas panjang untuk mencoba bertenang, "Batalkan semua perintah tadi. Tidak ada pasukan yang harus dikumpulkan. Kabarkan pada Perdana Menteri kalau Jenderal ini ingin menemuinya besok! Lebih baik dia menerimanya atau perintah ini, tidak akan Jenderal ini laksanakan!" Kata Jenderal tersebut, perintahnya kali ini tidak bisa dimengerti oleh prajurit itu. Terutama ultimatum terakhirnya itu, apakah atasannya ingin melanggar sebuah perintah tertinggi? Hukuman militer untuk hal ini tidaklah main-main, tak peduli apakah kau seorang jenderal atau hanya parjurit biasa, kematian pasti akan kau dapatkan! Masih sayang nyawa dan juga tidak mengerti dengan semua tindakan ini, prajurit ini bertanya, "Mohon maaf karena bersikap lancang. Tetapi Jenderal, apa isi perintah tersebut sehingga anda bersikap sedemikian rupa?" Walau dilanda rasa takut yang tinggi, rasa penasaran telah menggerakkan sudut-sudut bibirnya.


"Tidak apa, hanya saja Perdana Menteri berhutang sebuah penjelasan. Dia harus membayarnya apapun yang terjadi. Jangan ada pertanyaan lagi, cepat lakukan tugasmu! Dan juga, pakai Segel Jenderal Besar ini!" Sang Jenderal menyerahkan sebuah benda pada bawahannya yang dengan gemetar tangan menerimanya, benda ini terlalu penting karena hanya ada satu bahkan diseluruh dinasti ini! Jika tanpa sengaja ini hancur, maka sudah pasti dia akan dipancung.


Dengan kaki yang gemetaran serta punggung yang telah basah oleh keringat, prajurit ini berjalan jauh lebih cepat daripada sebelumnya, takut kalau dia akan jadi korban kemarahan atasannya sendiri.


"Apa maumu kali ini, Zhuge Chansheng. Apakah kau mau melanggar pakta yang disetujui seratus tahun yang lalu?" Gumam jenderal dengan lirih, dia berkata hanya setelah prajurit tadi sudah diluar sepenuhnya. Topik yang dibahas olehnya kali ini, terlalu sensisitif untuk diketahui orang kedua.


Dalam surat perintah tertinggi tadi, isinya tak seperti harapan dan ekspektasi sang Jenderal. Hanya ada enam kata didalamnya yang berbunyi, "Anjhing tidak boleh lepas dari kandangnya." Meski dia sudah menyadari maksud dan niat dari Perdana Menteri Zhuge Chansheng, dia tidak bisa memahami alasan dibalik perbuatannya kali ini.


 Prajurit tadi segera mengambil kuas dan kertas untuk menulis surat yang diinginkan oleh atasannya, selesai dia menulis semua yang dibutuhkan, dia berjalan pelan menuju sebuah perangkat transmisi. Sebuah array teleportasi namun ini dikhususkan untuk barang berukuran kecil, sangat cocok untuk saling bertukar informasi dengan cepat. Ukurannya yang kecil dan efisiensinya yang sangat berguna, menjadikan item ini sebagai item wajib dimanapun kau berada, bahkan sekte penguasa sekalipun masih memakai teknologi ini, jika kau keluar benua pun teknologi ini masih jadi favorit semua orang.


Sebagai pengamanan dan pembatasan serta pengaturan, orang tidak bisa mengirim sebuah surat seenak hati, harus ada jejak khusus yang diterima alat ini sebelum bisa menentukan tujuannya. Karena memang hanya khusus untuk mengirim surat yang notabenennya adalah sebuah kertas dan tinta, konsumsi pemakaian benda ini sangatlah rendah sekali, daripada harus buang-buang tenaga mengirim transmisi suara ratusan km jauhnya, alat ini sungguh lebih efisien.


Prajurit ini menggulung suratnya dan membubuhkan Segel Jenderal Besar, hanya dibawah Segel Kaisar dan setara dengan Segel Perdana Menteri. Lalu dia memasukkannya pada alat ini dan menyalurkan aura miliknya, alat ini bercahaya dan dalam sekejap surat ini berpindah ratusan kilometer jauhnya, menuju pusat dinasti ini tepat ke Ibukota.


Jauh di Ibukota sana.


Di ruang komunikasi sudah menunggu satu orang, sedari tadi dia mengirimkan suratnya dia sama sekali tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Dia menunggu datangnya balasan disini tanpa peduli tentang hal lainnya, seolah ini adalah yang terpenting di dunia ini. Ya, dia adalah Perdana Menteri Zhuge Chansheng. Tidak lama dia menunggu dan segera alat didepannya memancarkan cahaya kebiruan, dalam sekejap mata sebuah surat dengan Segel Jenderal Besar muncul didepannya.


Dengan senyum di bibir dia langsung meraih kertas ini dan melepaskan segelnya, mulai membaca isi surat ini satu persatu tanpa ada kesalahan.


"Taiyang, berani sekali kau meremehkan Segel Kaisar!" Alih-alih menggunakan Segel Perdana Menteri yang memang miliknya, Zhuge Chansheng lebih memilih menggunakan Segel Kaisar yang lebih berkekuatan daripada segel miliknya. Namun, menggunakan ini tidak bisa sembarangan, haruslah sebuah perintah dan sebuah keputusan yang bisa menentukan kelangsungan dinasti yang punya kualifikasi untuk bisa membuatnya digunakan.


Di kejauhan, seorang pria berumur 20-an dengan rambut hitam dan pupil biru berdiri mengamati ruang komunikasi ini, dia melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyum dingin. Sadar bahwa Perdana Menteri akan keluar, dia segera berbalik dan pergi.


Besok.


Jenderal menggunakan array teleportasi yang terdapat didalam benteng pertahanan yang dilindunginya. Dan kini, dia sudah ada di ibukota dan sedang ada dalam satu meja yang sama dengan Perdana Menteri Zhuge Chansheng.


"Taiyang, tak mungkin kau tidak mengerti maksud dari surat yang kutulis kan?" Tanya Zhuge Chansheng memulai percakapan, walau seharusnya Taiyang yang memulainya.


"Walau aku sudah tua tapi otakku tidak mengendur sedikitpun. Kau hanya berhutang dua buah penjelasan pada Jenderal ini. Yang pertama kenapa kau harus menggunakan Segel Kaisar, dan yang kedua adalah motif utamamu dalam perintah ini! Kaisar Qin Wuliang tidak membuat perintah ini, semuanya adalah atas inisiatifmu sendiri! Dan lebih baik penjelasanmu memuaskan diriku ini karena jika tidak, jangan salahkan aku bila tidak menganggap Segel Kaisar diatasnya!!" Kata jenderal yang dewasa ini diketahui namanya adalah Taiyang, sebagai pengaman dan penentu jalannya percakapan, dia membawa senjata yang berupa tombak panjang dengan bilah datar berbentuk bulan sabit, dengan bagian lain yang bergelombang. (Kalau bingung, ambil saja senjata Guan Yu)


Sebagai orang militer yang setia pada Dinasti Qin tempatnya mengabdi, kaisar adalah entitas tertinggi dan terpenting lebih dari hidupnya sendiri. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah perintah mutlak yang tidak boleh ditolak, apalagi dia bersahabat dengan Kaisar Qin Wuliang itu sendiri terlepas dari jabatannya sebagai Jenderal Besar, setiap tindakan kaisar pasti dimengerti olehnya.


"Apapun alasan penggunaan Segel Kaisar, itu tetaplah Segel Kaisar! Sebagai Jenderal Besar tindakanmu yang meragukan keabsahan dan keagungan Segel Kaisar ini sudah melebihi batas! Harusnya kau sudah dipancung sekarang."


"Lebih baik kalimatmu selanjutnya tidak keluar topik, karena jika tidak jangan salahkan tombak ini yang bergerak sendiri kedepan!" Sebagai jenderal besar, ahli yang berada dipuncak kemiliteran, dia adalah orang terkuat di dinasti ini, tak ada yang bisa mengalahkannya apalagi seorang ahli pemerintahan sepertinya. Kekuatan antara keduanya sama sekali tidak bisa dibandingkan, hanya dengan satu seranyan Taiyang saja, Zhuge Chansheng bisa terbelah dua!


Sadar bahwa perkataannya salah sekaligus dia juga sedikit ketakutan, Zhuge Chansheng bagaimanapun adalah ahli pemerintahan, dia bisa berbohong dan menyembunyikan ekspresinya dengan sangat baik. "Tenang dan turunkan senjatamu dulu." Saran Zhuge Chansheng, selepas Taiyang menarik tombaknya, dia menjelaskan, "Segel Perdana Menteri sama sekali tidak sesuai untuk menggambarkan pentingnya misi kali ini..."


Belum selesai Zhuge Chansheng menjelaskan, Taiyang sudah menyela dengan keras, "Apa melanggar moral kau sebut sangat penting!? Pakta yang sudah disahkan oleh kaisar tidak bisa dilanggar oleh siapapun, bahkan oleh dirimu sendiri! Tanpa suara dari beliau, pakta ini tidak akan pernah kulanggar apapun yang terjadi!" Kesetiaan dan loyalitasnya pada sang kaisar tidak perlu diragukan lagi.


"Tenang dan dengarkan aku selesai berbicara." Dalam hal ini, Zhuge Chansheng tidak bisa salah sepatah kata pun, "Kita akan membuat mereka, berhutang sepenuhnya pada kita. Dengan membunuh anjhing yang kuat serta menyelamatkan anjhing yang lemah, kau akan mendapatkan rasa setia dan balas budi yang tidak pernah terbalaskan. Ini bahkan jauh lebih berguna daripada menguasai anjhing-anjhing ini. Sampai sini kau sudah paham?"


"Kau terlalu memandang rendah diriku. Penjelasan semacam ini sama sekali tidak ada gunanya, sekarang jelaskan padaku, kenapa kau harus menggunakan Segel Kaisar untuk memberitahukannya?! Hal-hal semacam ini jauh dari  bisa mempengaruhi masa depan dinasti." Taiyang sudah menguatkan cengkramannya, bersiap untuk menjagal Zhuge Chansheng tanpa pandang bulu.


"Ini bisa, masa depan dari Dinasti Qin ditentukan dalam langkah pertama yang terkesan berani dan eksentrik ini. Hanya melanggar sebuah larangan untuk hasil yang jauh lebih besar adalah sebuah pertukaran yang setara. Harusnya kau sadar bahwa aku sudah memikirkan banyak perhitungan dan kalkulasi sebelum memutuskan menggunakan Segel Kaisar, beban yang dibawanya adalah sesuatu yang bahkan aku tidak bisa tanggung."


"Kau masih belum menjelaskan." Taiyang mulai mengangkat tombaknya perlahan-lahan.


Zhuge Chansheng semakin berada dibawah tekanan, penindasan yang dibawa oleh seorang jenderal besar sangat berbeda jauh daripada seorang perdana menteri, namun karena ini adalah meja negosiasi--medan perangnya--dia jauh lebih unggul. Dalam perang senjata dia mungkin kalah telak, tapi dalam perang lidah, dia masih bisa menang.


Zhuge Chansheng menghela napas panjang untuk mengembalikan sikapnya yang biasanya. "Jenderal Besar Taiyang, aku tidak akan terlalu banyak membocorkan rencana kami kedepannya. Rencana ini adalah rahasia tertinggi dan bahkan didalam istana sekalipun hanya sedikit orang yang mengetahuinya, para petinggi dan tetua dinasti saling bertukar pikiran mereka untuk memutuskan sebuah rencana dengan tingkat kerahasiaan tertinggi. Dan langkah awalnya adalah perintah yang diberikan ini. Kau lihat sendiri kan, walau surat ini sudah dibubuhkan Segel Kaisar, kami masih menggunakan semacam sandi. Perintah ini bukanlah rencana pribadi dari diriku, tapi gabungan dari seluruh kepala yang ada di istana! Penggunaan Segel Kaisar juga merupakan hasil persetujuan kami semua, para ahli pemerintahan yang sudah sangat berpengalaman. Suara kami semua, bisa menggantikan suara Yang Mulia Kaisar Qin Wuliang!" Pada dasarnya posisi antara Taiyang dan Zhuge Chansheng adalah setara, dia tidak perlu menggunakan kata yang formal saat berbicara dengannya. Dan ya, kemampuannya sebagai seorang negotiator tidak perlu diragukan lagi, argumennya tanpa celah yang bisa Taiyang susupi. Untuk berbicara mewakili semua tua-tua yang ada di istana, sekelas perdana menteri juga tidak bisa berbohong! Walau dia ada di posisi puncak pemerintahan, masih ada beberapa senior tua berpengaruh yang masih hidup. Juga, gabungan suara mereka semua bisa menyaingi puncak rantai makanan di dinasti ini, sang Kaisar itu sendiri! Bisa menyatukan puluhan kepala yang berbeda kepentingan dan faham untuk saling berunding dan bermusyawarah untuk satu tujuan yang sama adalah hal yang sangat langka, beberapa dekade kebelakang kejadian semacam ini pun belum pernah terjadi. Karenanya, penggunaan Segel Kaisar yang ada di tangan Perdana Menteri Zhuge Chansheng, menurut prinsip Dinasti Qin adalah sah!


Taiyang mengangguk puas dan menurunkan tombaknya kembali, walau dia merasa sedikit tidak enak melanggar pakta yang disahkan sahabatnya sendiri, perintah mutlak seperti ini tidak bisa dia tolak. Jika dia melakukannya, sama saja dengan menentang seisi istana! Hukuman yang dideritanya sama dengan kudeta, jauh lebih buruk daripada kematian.


"Lumayan, kau memang pandai bicara menurut usiamu." Zhuge Chansheng mungkin sudah berusia ratusan tahun tapi jika dibandingkan dengan Taiyang, dia masih jauh lebih muda.


Dan juga Zhuge Chansheng pernah memecahkan rekor dalam Dinasti Qin sebagai perdana menteri termuda sepanjang sejarah! Dalam umur 40-an bakat dan kemampuannya dalam hal politik dilirik oleh sang kaisar, meskipun tingkat kultivasinya sangat rendah saat itu yaitu hanya ahli surgawi awal, Kaisar Qin Wuliang tetap menerimanya sepenuh hati.


Kaisar Qin sudah terkenal karena kebaikan hati dan keputusan penilaiannya yang hebat, terbukti bahwa dua orang yang berada dibawahnya--Taiyang dan Zhuge Chansheng--memiliki hubungan tersendiri dengannya. Ikatan yang beralaskan kepercayaan dan kesetiaan, tidak mungkin akan ada pengkhianat diantara mereka berdua. Taiyang karena rasa persahabatan dan loyalitas mutlaknya; Zhuge Chansheng dengan rasa terima kasih dan hormatnya yang tak berujung. Karenanya, kedua orang ini sering disebut sebagai Pilar Dinasti Qin.


Kendati keduanya disematkan sebuah gelar yang sama, hubungan antara keduanya cukup tidak harmonis. Orang yang hidup didalam peperangan serta mendedikasikan seluruh jiwanya untuk berperang sangat berlawanan dengan orang yang hidup dalam perkataan busuk penuh trik dan muslihat didalamnya. Para Jenderal Besar yang lebih dari separuh hidupnya dihabiskan dalam peperangan serta pelatihan yang keras, secara alami tidak menyukai tindakan semacam ini. Tapi tanggung jawab dan disiplin yang kuat bisa mengentaskan rasa enggan dalam hatinya, walau dia pun masih membenci hal itu. Selain karena itu, diantara mereka berdua pun memiliki masalah tersendiri.


Kali ini, Taiyang sama sekali tidak perlu menagih pertanyaan keduanya. Dalam satu set kalimat Zhuge Chansheng tadi sudah berisi alasan, motif, latar belakang, dan bukti yang bisa memuaskan Taiyang sepenuhnya. Rencana besar yang dimaksudkan oleh Zhuge Chansheng dia memang tidak tahu apapun, namun sebagai seorang Jenderal Besar bukan hal yang pantas untuk meragukan ucapan dengan bobot yang sama dengan ucapan kaisar. Dia hanya bisa mematuhinya walau itu adalah misi bunuh diri sekalipun.


"Jenderal Besar Taiyang, pasukan mana yang akan kau kerahkan kali ini? Walau kesulitan misi ini bukanlah yang tertinggi tetapi kepentingan misi ini tidak ada tandingannya. Dan apa kau akan menggunakan itu? Sudah cukup lama semenjak terakhir kali kau memakainya." Tanya Zhuge Chansheng.


"Kau bilang sendiri kalau ini adalah misi dengan tingkat kerahasiaan tertinggi, jumlah yang besar tidak cocok dengan tujuan awalnya. Pasukan elit dengan jumlah kecil sesuai untuk misi ini. Mungkin sudah saatnya dunia mengingat kembali kehebatan Great Sun Army!" Sebuah pasukan elit yang hanya beranggotakan tiga puluh orang saja, namun jelas ini adalah pasukan paling elit sekaligus ujung tombak dari Dinasti Qin. Karena, yang terlemah disana saja haruslah seorang ahli Master! Dan pemimpin mereka, Jenderal Besar Taiyang, adalah seorang ahli Master Puncak! Lebih kuat daripada Feng Li.


"Aku sudah tidak sabar melihat bagaimana sang Matahari Besar dari Qin kembali 'membakar' medan perang dengan ganas!" Lanjut Zhuge Chansheng, "Armor dan senjata para Jenderal Besar, apakah kau ingin memakainya?"


"Misi peringkat tertinggi haruslah dilaksanakan dengan persiapan tertinggi pula. Sudah terlalu lama aku menyimpannya di rumahku sendiri, semenjak kejadian sepuluh tahun lalu kedua benda ini tidak pernah digunakan lagi. Ingin sekali aku menggunakannya tetapi aku sudah bersumpah pada diriku sendiri, sebelum dinasti berada diujung tanduk, keduanya tidak akan pernah kupakai apapun yang terjadi!"


Sepuluh tahun yang lalu, saat dimana Segel Kaisar menampakkan dirinya diatas sebuah surat, terjadi peperangan sengit dengan Dinasti Wei yang berada disebelah barat Dinasti Qin. Skala perang tersebut adalah yang tertinggi dan akibatnya juga yang tertinggi, salah satu dari empat Jenderal Besar Qin gugur dalam perang tersebut, dua sisanya juga keluar dari kemiliteran Qin. Umur mereka sudah sangat tua dan tidak lagi cocok berada di medan perang, peperangan tersebut, adalah yang terakhir yang mereka lakukan. Dan akhirnya, hanya tersisa satu Jenderal Besar Qin yaitu Taiyang itu sendiri. Dan sebagai pelindung terakhir, cahaya harapan terakhir yang dimiliki Qin, Taiyang membuat sumpah tersebut.


"Sayang sekali, sepertinya Item Jenderal Besar tidak akan menampilkan wujudnya kembali dalam waktu dekat. Penerus dari tiga Jenderal Besar lainnya masih belum muncul, terpaksa mereka harus mendekam lebih lama di istana." Kata Zhuge Chansheng sedikit kecewa.


"Umurku sendiri juga tidak tersisa banyak. Sebelum sisa waktu yang semakin menipis ini habis sepenuhnya, kau sebagai Perdana Menteri harus cepat memilih dan memilah penerus keempat Jenderal Besar. Kalau tidak, Qin tidak akan mendapatkan kejayaan yang selalu jadi impian kita semua selamanya! Dan sumpah tadi, aku khawatir tidak bisa menyanggupinya." Dalam kalimatnya, Taiyang menyiratkan kehancuran Qin!


"Soal itu kamu bisa sedikit bertenang, saya sudah menemukan satu ahli muda sebagai salah satu kandidat Jenderal Besar. Umurnya 20-an dan bakat bertarung serta kepemimpinannya tak perlu diragukan lagi."


Mendengar ini, sedikit kebahagiaan mekar dalam wajah Taiyang. "Oh, kau kerja cepat juga ternyata. Katakan, dia penerus Jenderal Besar yang mana?"


Zhuge Chansheng gugup dan ragu ketika hendak mengatakan kalimatnya, dia tidak ingin secara tidak sengaja memprovokasi Jenderal Besar didepannya. Setelah momen singkat menenangkan diri serta berpikir matang-matang, Zhuge Chansheng memilih untuk angkat bicara. "Dia penerus dari Jenderal Besar Tombak, penerusmu sendiri. Kemampuannya baru-baru ini diketahui olehku jadi tidak ada waktu untuk memberi tahumu sebelumnya." Zhuge Chansheng tanpa jeda sedetik pun langsung memberikan klarifikasi atas ketidak sopanannya ini. Sebagai Jenderal Besar Tombak yang asli tentu sangat lancang menentukan penerusnya tanpa mengambil pendapatnya terlebih dahulu.


Ekspresi Taiyang masih tetap sama, tidak marah maupun kesal, pun tidak senang maupun bahagia. Tidak ada jejak fluktuasi emosi yang terpancar seolah berita bahagia ini hanyalah sekedar angin lalu.


"Itu bukan sepenuhnya salahmu. Kemampuannya akan aku cek sendiri sepulang dari sana. Tapi yah, pada dasarnya tiga Jenderal Besar masih hidup dan keberadaannya masih jadi penghalang bagi dinasti lain untuk menyerang kita. Hanya Jenderal Besar Tongkat lah yang posisinya benar-benar kosong. Kuharap kau lebih memprioritaskan posisi ini." Dia lah Jenderal Besar Qin yang gugur sepuluh tahun yang lalu, Jenderal Besar yang menggunakan tongkat sebagai senjata utamanya.


Taiyang kemudian berdiri dan membawa senjatanya kembali, dia bermaksud undur diri dan mempersiapkan penyerangan yang akan terjadi sebentar lagi. Dia melangkahkan kakinya keluar ruangan ini. Pada saat dia hendak mencapai pintu keluar, dia berhenti dan mengatakan beberapa hal.


"Perdana Menteri Zhuge Chansheng, ingat dengan baik saran yang kukemukakan tadi. Lalu selalu ingatlah pepatah yang tertanam di hati kami para ahli militer, ketika keempat Jenderal Besar dengan Zirah Emas dikenakan ditubuhnya dan Senjata Para Jenderal berada di genggaman tangannya bertempur dalam satu medan perang yang sama. Kemenangan pasti akan diraih apapun yang terjadi!!"


***


Sedikit menjelaskan soal senjata Taiyang sekaligus kesulitan saya dalam menulis season 2 ini. Sebenarnya, dalam bela diri cina, nama senjata yang saya sebut tombak itu harusnya "Guan Dao". Kalau tombak yang asli disebutnya sebagai "Qiang". Bisa dicek sendiri di gugel dan maaf tidak ada gambar.


Rencananya sih mau dibikin ala-ala novel wuxia (cersil) gitu yang ada pertarungan bela diri bersenjata, tapi yah sangat sulit menerjemahkan gerakan-gerakan bela diri cina khususnya tongkat--senjata utama sang MC--dalam bentuk tulisan. Banyak putaran dan gerakan rumit yang saya rasa cukup sulit diimajinasikan bagi orang awam yang belum pernah mempelajarinya sebelumnya. Bisa cek sendiri di yutub, banyak kok. Yang mudah pake aja keyword "gun shu". Untuk referensi awal, silakan baca ulang ch 52 sebagai gambaran.