
Setelah pertarungan mendebarkan dengan Shen, napas Shin menjadi berat dan terengah-engah, intensitas yang dirasakan olehnya tadi sampai membuatnya bergidik ngeri dan untung saja dia bisa menang dalam situasi terdesak. Ying Ai di pangkuannya bisa merasakan perubahan dan menjadi khawatir, sedikit takut kalau semua perubahan ini terjadi karenanya.
"Kau kenapa Shin, apa ini karena aku?" Kekhawatiran tanpa alasan yang bisa dibuktikan ini memang ciri khas wanita.
"Tenang, hanya ada nyamuk kecil yang mengganggu." Shin bahkan berani menyebut leluhurnya sendiri nyamuk, keberaniannya patut diacungi jempol! Jika Klan Sage masih ada di dunia ini, dia pasti akan dikejar hingga ke ujung dunia.
"Mn." Ying Ai mengangguk kecil.
Tubuhnya ramping dan kecil meski berumur tiga tahun lebih tua dari Shin, di depannya wanita yang dijuluki iblis ini akan menjadi lunak dan baik hati yang menyebabkan orang yang memanggilnya iblis menjadi lebih iblis dari iblis. Siapa pula yang sebegitu teganya memanggil gadis manis sepertinya iblis?
Tumbuh dan berkembang bersamanya selama setengah tahun ini telah membuat Ying Ai hanya punya satu teman sebaya, begitu juga dengan Shin. Walau singkat tapi pertemuan mereka telah membekas sangat dalam di hati mereka berdua. Teman, mereka berdua sama-sama tidak terlalu paham akan maknanya, bahkan memiliki satu pun mereka masih tidak ada. Alhasil, sebuah hubungan aneh yang dilandaskan tidak mengerti dan tidak paham tercipta antara keduanya.
Setelah setengah jam dalam posisi ini akhirnya Ying Ai perlahan rela melepaskan tubuh Shin, pundak dan bajunya sudah basah oleh air mata, Shin memegang kedua pundak Ying Ai dan mengulurkan tangannya kedepan.
Ying Ai yang tersentak dan memberontak menyebabkan Ying Ai jatuh kebelakang dan diikuti oleh Shin.
Brug.
Ying Ai menutup matanya saat jatuh, saat dia membuka matanya wajah Shin berada sangat dekat diatasnya, bahkan napas Shin bisa dia rasakan dengan jelas, dia memalingkan wajahnya ke sisi namun kedua tangan Shin menghalanginya. Shin tampak sangat mendominasi saat ini yang menyebabkan Ying Ai tak berdaya.
Shin yang menyadari posisi anehnya ini segera bangkit, dia akan menemui Feng Li di teras langganannya.
Wajah Ying Ai memerah semerah rambutnya dan mengikuti Shin menuju Feng Li, takut kalau Shin pergi lagi. Ying Ai memegang ujung baju belakang Shin dan mengikutinya.
Di teras rumah.
Dalam waktu satu minggu singkat ini, Feng Li sangat menikmati waku-waktu santai yang dimilikinya. Meski hanya satu minggu lebih itu sudah cukup untuknya. Di sela-sela kesibukannya untuk mengajar Shin dan Ying Ai, kegiatan semacam ini bisalah untuk hanya sekedar melepas penat dan melupakan semua kesulitan dan kepahitan kehidupan.
Dan saat dia sedang menikmati momen yang sangat disukainya ini, suara yang terdengar seperti mimpi buruk terburuknya itu kembali terdengar.
"Master, murid ini sudah menyelesaikan ujian Great Sage Staff dan membawa keberhasilan!"
Tidak seperti sebelumnya, kali ini Shin ditemani Ying Ai ke teras rumah. Ying Ai sendiri juga cukup penasaran tentang beberapa hal yang akan terjadi selanjutnya.
"Baguslah, sekarang kau sudah bisa dibilang sebagai Sage--meski itu hanya dalam nama saja--untuk menjadi seorang Sage sejati kau harus memiliki berbagai kualifikasi lainnya, namun itu untuk lain waktu. Latihan bela dirimu masih tetap ada seperti biasa, hanya saja itu akan dilanjutkan setelah kau pergi ke Wilayah Selatan," ucap Feng Li kembali ke sifatnya yang asli. Walau memang dia sedikit tidak senang dengan Shin yang kembali, bagaimanapun dia masih harus menunaikan ranghung jawabnya.
"Baiklah, para Sage masih terlalu jauh untuk bisa kuandaikan saat ini. Hanya dengan bertambah kuat setidaknya aku bisa mendekatinya selangkah demi selangkah. Jadi, kapan kami berangkat ke Wilayah Selatan, Master?" Tanya Shon menagih janji Feng Li.
"Untung kau bertanya sekarang, kebetulan juga Ying Ai ada di sini. Meski sedikit terlalu cepat, kalian akan pergi satu minggu dari sekarang!" Batas waktu satu tahun tertinggal beberapa bulan lagi dan latihan dunia nyata sangat cocok untuk itu. Rentang waktu yang cukup lama ini Feng Li manfaatkan untuk memaksimalkan latihan dunia luar yang akan dialami dua murid kecilnya.
"Batas waktu satu tahun masih tersisa cukup lama, apakah ini tidak teralu terburu-buru, Master?" Shin baru saja kembali dan harus pergi lagi tapi untungnya dia tidak sendirian kali ini. Paling tidak dia bisa sedikit bertenang dan tidak akan terlalu merasa terbebani.
"Semua itu berguna untuk latihan dunia nyata kalian, bahaya di Wilayah Selatan sangat cocok untuk itu. Dalam beberapa bulan kedepan sekte kuno akan terbuka dan Kekaisaran telah memutuskan untuk ini sebagai ajang kompetisi bagi generasi muda dan yang tua tidak boleh ikut campur. Tapi tetap saja monster tua dari Wilayah Selatan mungkin juga tertarik dengan warisan ini dan tidak mempedulikan semua himbauan, selama beberapa bulan kedepan juga aku punya tugas untuk kalian selesaikan. Ingat untuk tidak hanya bermain-main saat menunggu di sana!" Pengalaman adalah guru terbaik, saat ini baik Shin atau Ying Ai kekurangan itu banyak sekali. Beginilah cara Feng li untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki murid kecilnya.
"Selama di sana, ada tiga tugas yang harus kalian sekesaikan. Tugas pertama kalian adalah untuk membawa pulang seluruh tubuh kalian dengan utuh. Yang kedua adalah untuk membunuh satu Beast level 8. Yang ketiga adalah kalian harus memenangkan warisan sekte kuno ini! Tak peduli apa pun yang terjadi di sana nantinya, tugas ketiga harus kalian selesaikan, nama besarku sendiri tidak boleh kalian coreng!" Untuk tugas pertama dan ketiga masih bisa dilakukan mereka berdua, hanya tugas mudah yang mereka sendiri pun sudah mengerti tanpa perlu diberi tahu. Tapi jika soal membunuh Beast level 8 yang setara dengan ahli Surgawi, bahkan jika ada sepuluh Shin dan Ying Ai masih tidak mungkin untuk melakukannya. Juga untuk mencapai tempat tinggal Beast level 8 tidaklah mudah, tempat itu harusnya lebih berbahaya daripada Pegunungan 10.000 Beast. Jika mereka ceroboh dan memaksakan diri untuk menyelesaikan tugas ini, mereka pada dasarnya hanya cari mati.
"Master, tentang Beast level 8 ini, apa tidak bisa jadi dua Beast level 7?" Shin menawar pada Feng Li, dua ahli Duniawi Akhir memang lebih baik daripada ahli Surgawi asli.
"Apa kau takut? Mendengar Beast level 8 yang setara dengan seorang ahli Surgawi, kau merasa tidak bisa mengalahkannya bahkan sebelum mencobanya?" Feng Li memanas-manasi Shin untuk memompa semangatnya, walau memang gagasan membunuh satu Beast level 8 adalah mustahil!
"Maka kau akan menerobos dalam satu minggu ini, ditambah dengan Great Sage Staff, Great Sage Art dan teknik bela diri milikku kau akan setara dengan ahli Duniawi Menengah. Kalian bisa menemukannya di wilayah terdalam dari Scarlet Land Forest, itu adalah perbatasan selatan wilayah Kekaisaran. Ada tiga Beast level 8 disana, Fire Ape King, Blazing Tail Salamander dan Magma Bird. Kalian harus mengalahkan salah satu dari mereka nanti. Mereka semua memiliki elemen api yang kuat dan adalah penguasa sejati dari Scarlet Land Forest."
"Tapi kenapa mereka semua berelemen api?" Dalam satu wilayah yang sama sangat jarang terjadi kalau penguasa dari daerah tersebut memiliki atribut yang sama, jika tidak ada hal yang spesial terdapat di sana, jal ini tidak mungkin terjadi.
"Itu karena terdapat jaringan vulkanik di daerah itu, seluruh Scarlet Land Forest sebenarnya adalah bagian dari jaringan vulkanik tersebut, alhasil sebagian besar Beast di sana berelemen api. Di antara mereka bertiga, yang paling lemah adalah Magma Bird tetapi bukan berarti adalah yang paling mudah dibunuh, kemampuan terbang yang dimilikinya pasti akan menyusahkan kalian. Jadi aku sarankan kalian memilih Blazing Tail Salamander, kekuatannya adalah urutan kedua dan dengan kerja sama kalian harusnya bukan hal yang terlalu sulit membunuhnya. Ingat satu hal ini saat berada di sana, jika kalian menemui Fire Ape King kalian harus lari secepatnya, melawannya tidak berbeda dengan mempercepat kematian, ada rumor bilang bahwa dia akan naik tingkat sebentar lagi. Jadi bukan hal yang bijak untuk memprovokasinya."
Shin merasa heran dengan Feng Li saat ini, tak biasanya dia memberikan informasi yang begitu akurat seperti ini. Namun tetap saja ini adalah hal yang bagus untuk diketahui. Kendati dekmikian, masih ada beberapa hal yang masih membuat Shin penasaran.
"Lalu cara untuk menerobos? Waktu seminggu sama sekali tidak cukup, minimal dua bulan aku bisa melakukannya."
Terobosan dalam kultivasi selalu hal yang sulit, butuh banyak waktu dan sumber daya untuk melakukannya sehingga ada sangat sedikit ahli solo di dunia ini. Kebanyakan bergabung dengan sekte atau klan yang kuat. Selain karena sumber daya, juga karena perlindungan dan prestise yang dibawanya.
"Mudah saja, kau hanya perlu menyerap benda ini." Feng Li mengeluarkan sesuatu dari cincinnya, itu berbentuk bundar dengan warna keemasan dan tampak sangat premium.
Tanpa perlu banyak pemikiran tentang apa itu, sudah jelas bahwa itu adalah Pil Aura dan jumlahnya bahkan ada lebih dari seratus! Itu seharga ratusan ribu koin kristal, jumlah yang tak pernah Shin bayangkan sebelumnya. Dan sekarang, dia harus membuang yang sebanyak itu hanya untuk naik tingkat.
"Shin, kau ambil tiga puluh dan Ying Ai ambil sisanya. Sebentar lagi dia akan menerobos tahap Duniawi, jumlah yang dia butuhkan jauh lebih banyak dibanding dirimu." Bisa menjadi ahli Duniawi di umur tiga belas tahun lebih pasti mengejutkan seluruh kota, meski bisa menuju tahap Pembentukan Akhir pada usia yang sama, dibutuhkan waktu mimimal dua tahun untuk menerobos dengan syarat sumber daya yang tinggi.
Setelah berkata demikian, Feng Li beranjak dari kursinya dan pergi ke dalam. Kedua muridnya saling menatap dan memutuskan untuk melanjutkan semuanya esok hari saja, mereka sudah muak dengan segala latihan ini.
Hari tanpa terasa sudah malam dan mereka akhirnya tidur di kamarnya. Dalam rentang waktu yang cukup lama tersebut, Shen sedikit penasaran dengan Shin dan beberapa kali dia mengecek benda apa saja yang ada dalam tubuhnya. Saat ia menemukan beberapa benda yang dikenalnya, dia terlejut bukan main. Pada malam ini, dia memutuskan untuk bertanya, "Shin, kau punya Nine Purgatory Body dan Focussed Aura Control, darimana kau mendapatkannya? Bagaimana bisa dua benda yang sangat berharga ini jatuh ke tanganmu!?"
"Memang kenapa kalau ini ada di tanganku? Apa yang spesial tentangnya sehingga kau--orang paling bijak--bertanya hingga segitunya?!" Dia tidak akan membocorkan informasi orang tuanya pada siapa pun, bagaimanapun semua ini adalah rahasia rertinggi yang sangat bahaya apabila diketahui orang lain.
"Nine purgatory body, kau tahu apa yang harus dicari untuk bisa mengolahnya kan? Divine Flame, kau tahu betapa langka dan berharganya Divine flame itu? Bahkan setelah kau menemukan satu di reruntuhan Sekte Burning Heaven kau masih tidak yakin menemukan delapan sisanya kan? Dan sepertinya kau belum tahu kengerian dari Purgatory ini." Semua kalimat Shen memang benar, Shin bahkan hanya tahu sedikit tentang teknik penempaan tubuh ini.
"Aku hanya harus dibakar delapan belas kali kan? Walau rasa sakitnya akan jadi mengerikan, semua masih bisa diusahakan," jawab Shin plos sambil berusaha untuk tidur, tidak memedulikan apa kalimat Shen selanjutnya.
"Matamu dibakar delapan belas kali! Purgatory ini berbeda setiap kali kau membukanya, lapis pertama dan kedua purgatory itu berbeda. Tiga lapis pertama adalah trial tubuh, tiga lapis berikutnya adalah trial mental, sisanya adalah trial jiwa. Yang pertama memang api, tapi kau harus siap di dalam sana selama puluhan tahun. Dengan panas yang lebih ganas daripada Divine Flame dan berbagai siksaan lainnya akan membuat seluruh makhluk di bawah langit ngeri karenanya. Aku tidak tahu dari mana kau mendapatkannya namun yang pasti teknik ini sudah ada dari era primordial dan hanya ada tiga orang yang berhasil mengkultivasi teknik ini hingga sempurna."
Shin terkejut saat mendengar kata era primordial dan lebih lagi hanya tiga orang yang berhasil. Bahkan orang kuat saat itu juga tidak mampu menahan siksaan Purgatory ini, seberapa menakutkannya kah Purgatory itu?
"Siapa orang yang telah mengkuktivasi teknik ini hingga sempurna?" Tanya Shin penasaran.
"Kau tak perlu tahu karena kau masih lemah. Kau akan terkejut sampai mati kalau tahu siapa mereka. Sekarang jelaskan padaku dari mana Devouring Dragon Vessel ini kau dapatkan?" Shen mengeluarkan item dari cincin ruang Shin, dia punya beberapa trik khusus untuk ini.
"Oh, apa itu dari era primordial juga?" Shin menebak asal-asalan, jika iya maka identitas kedua orang tuanya haruslah sangat hebat.
"YA!!! Item ini terbuat dari tubuh Primordial Sky Devouring Dragon yang telah punah saat ini. Item ini dibuat dari tubuh terakhir spesies itu, naga yang bisa melahap langit dan cahaya itu telah punah saat era primordial, tidak ada lagi makhluk seperti mereka sekarang. Makhluk yang sangat bangga dan perkasa itu telah melahap ratusan juta iblis ke dalam perutnya. Dia akhirnya mati setelah dikepung oleh beberapa iblis yang sangat kuat, dengan susah payah mayatnya diambil oleh manusia dan jiwanya juga ingin tubuhnya dijadikan sebuah item dan jadilah item ini. Devouring Dragon Vessel ini sudah menyelamatkan ratusan ribu nyawa umat manusia dan melakukan ribuan serangan mendadak dengan sukses, pasukan yang terkenal bersembunyi di dalamnya disebut Hiding Dragon Army, mereka telah berhasil menghancurkan ratusan benteng iblis dan merebut kota yang dikuasai iblis dengan bantuan item ini. Dulu item ini dimiliki oleh Devouring Master, kekuatannya adalah salah satu yang terhebat saat itu. Bagaimana bisa benda yang menduduki peringkat keempat dari Primordial Divine Item List jatuh ke tangan bocah lemah sepertimu?! Langit sepertinya sedang mencoba bercanda denganku." Setelah mendengar kehebatan item ini akan wajar bila siapapun termasuk Shin terkejut karenanya, masalahnya adalah Shin juga diberi item ini oleh orang tua yang tidak diketahui keberadaannya.
"Itu dari orang tuaku meski mereka telah meninggal saat aku lahir." Shin memberi tahu Shen karena harapan dapat menerima informasi tentang orang tua biologisnya.
"Hahahaha.... Langit ternyata masih sayang pada pesawat ini, siapa yang mengira di tempat terpencil seperti ini aku akan menemukan anak dari mereka." Ini artinya Shen tahu siapa orang tua dari Shin.
"Kau tahu siapa mereka. Cepat beritahu aku!" Ibunya bilang bahwa dia harus menjadi kuat untuk bisa mengetahuinya, harapan bisa tahu lebih cepat tidak boleh disia-siakan.
"Pasti ada segel didalam tubuhmu kan? Orang tuamu tidak ingin kau tahu tentang identitas mereka, meski aku ingin tapi itu adalah keinginan dari orang tuamu juga. Yang bisa kuberitahu padamu hanyalah... mereka telah terbunuh oleh iblis!"