Lone Hero

Lone Hero
Kompetisi Iblis



"Sedikit lagi!!" Ying Ai mulai berhasil menjaga keseimbangan dari sepuluh api kecil ini tapi dia masih menjaga fokusnya karena ledakan semakin cepat terdengar.


"Aku hanya butuh satu pukulan lagi!" Shin langsung mengganti kayu dan mulai memukul untuk yang terakhir kalinya.


Buk!


"Berhasil!!" Shin bersorak-sorai karena ada satu lubang sempurna hingga bisa melihat melewatinya. Shin menengok ke arah Ying Ai dan terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.


"Bukan hanya kau yang berhasil!" Ying Ai sudah membentuk api kesepuluhnya dalam waktu yang hampir sama dengan Shin.


"Tapi aku yang lebih cepat kan?!" Shin dengan sepihak mengakui kemenangannya sendiri dan ini menyebabkan Ying Ai tidak terima.


"Apa kau buta? Jelas-jelas aku yang lebih dulu!" Kata Ying Ai dengan emosi.


"Apa kau tuli? Tidakkah kau dengar suara ledakan lebih dulu?" Shin menyanggah dengan kalimat yang hampir sama, perseteruan keduanya berlangsung cukup lama hingga sang iblis mengambil alih.


"Diam! Kalian selesai secara bersamaan! Putuskan pemenangnya sesuka kalian saja!" Feng Li tahu bahwa Shin terlambat beberapa detik dari Ying Ai tapi memilih mensamakan skor antara mereka. Iblis yang ahli dalam adu domba ini menunjukkan taringnya sekali lagi.


"Hmph! Jelas-jelas aku yang menang tadi!?" Ying Ai masih tidak terima dengan hasil ini.


"Apa kau tidak menuruti perintah guru?" Shin mengancam dengan menggunakan Feng Li.


"Kenapa kau membawa guru kedalam masalah ini!? Apa kau takut denganku?"


"Hahahaha... Aku takut padamu? Lelucon apalagi itu!" Shin tertawa keras dan lebih keras lagi.


"Ooh, apa kau berani bertarung denganku!?" Ying Ai sepertinya sudah melupakan satu hal yang sangat penting.


"Tentu saja, itu memang hal yang kutunggu dari tadi." Shin tertawa keras dalam hati karena rencananya berhasil, dia membuat Ying Ai naik pitam dan kehilangan rasionalitasnya, dalam keadaan rentan ini dia mengarahkan Ying Ai kedalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan baginya yaitu bertarung melawan Shin.


Shin tidak tahu kenapa api Ying Ai tidak akan pernah bisa melukainya, tak peduli semarah apapun Ying Ai padanya api yang dikeluarkan olehnya tidak akan pernah membakarnya. Tentu saja api lain masih bisa membakarnya sampai habis. Dulu dia pikir ini adalah efek dari Nine Purgatory Body, jika iya maka itu adalah tubuh yang sangat keterlaluan OP. Tapi dibalik pertarungan ini, yang tertawa paling keras adalah iblis Feng Li.


"Kau mau melawanku dengan apa!?" Shin mengingatkan Ying Ai tentang apinya.


"Tentu saja dengan a... kau Shin sialan!!" Ying Ai sangat menyesal dengan keputusannya ini, bagaimana dia bisa bertarung jika dia tidak bisa melukai lawannya sedikitpun? Tapi dia tidak bisa mundur dari pertarungan ini, wajahnya diperatuhkan dalam pertarungan ini. 'Aku harus meminta bantuan dari guru !' Ying Ai memikirkan rencana agar ini adalah sebuah pertarungan yang adil.


"Guru, entah kenapa tapi sepertinya dia kebal dibakar oleh apiku, aku mohon agar guru membuat sebuah peraturan dan menjadi pengawas dalam pertarungan ini." Dengan adanya Feng Li sebagai wasit, keduanya dipastikan tidak bisa curang.


'Sial, rencanaku gagal!' Dengus Shin dalam hati. Ying Ai menatap Shin dengan tatapan dingin saat berbicara tadi. Rencana kemenangan mudah Shin sudah dibuyarkan olehnya.


"Baiklah, disana ada tiga kayu besi, Shin harus melubangi setiap kayu besi untuk bisa menang. Dan untukmu kau harus menyentuh Shin dengan sepuluh api milikmu itu!" Feng Li menunjuk ke sisi rumahnya dan ada tiga kayu besi yang berdiri kokoh.


"Eh, kenapa ada tiga kayu disana? Perasaan kemarin disana kosong." Shin bertanya pada Feng Li.


"Eee.... Itu alat latihan untukmu sebelumnya." Feng Li menjawab dengan sedikit ragu. Dihadapan mata iblisnya kemungkinan pertarungan seperti ini tidak akan luput dari pandangannya, begitu juga tentang api Ying Ai yang tidak berguna pada Shin.


Jarak ke kayu besi lumayan jauh, dan untuk bisa melubangi satu kayu, Shin harus diam selama lima detik dan ini terlalu lama, waktu segitu sudah cukup untuk membuat Shin kalah, "Aku harus menyerap aura bumi dari sekarang!" Shin mematuhi aturan dari Feng Li untuk tidak menggunakan aura. Disisi lain Ying Ai juga sudah mengatur kesepuluh apinya.


"Pertarungan, dimulai!"


Shin langsung berlari secepat mungkin sambil menyerap aura bumi di setiap langkahnya, posisi kokoh dan fokus tidak ada lagi dan sekarang dia harus menyerap dibawah tekanan. Kayu itu tidak berada dalam garis lurus tapi menyebar membentuk segitiga. Ying Ai juga berlari mengikuti Shin meski lebih lambat darinya dan langsung menembakkan dua bola api kecil.


Whoosh


Shin selalu waspada dan mengawasi Ying Ai, saat dia melihat dua bola api ditembakkan padanya dia langsung menghindar dengan cepat, dua bola api itu terus melaju kedepan dan menabrak udara.


"Oh, benarkah?" Ying Ai mengeluarkan senyum dingin yang menakutkan, Shin lengah dan langsung melihat kedepan lagi. Dua bola api yang melesat jauh kembali lagi padanya dengan cepat, Shin mencoba menghindar lagi tapi sudah terlambat, dua bola api sudah menyentuh tubuhnya dan langsung padam. Dia hanya bisa menerima delapan serangan lagi sebelum kalah.


Tak perlu waktu lama, Ying Ai sudah mengirim dua bola api lagi menuju Shin yang masih tersentak, Shin tidak memperhatikan dua bola api baru ini dan langsung mengenai tubuhnya.


"Apa hanya itu kemampuanmu?" Ying Ai mengulang perkataan Shin padanya. Alasan kenapa dia mengeluarkan serangan dalam dua bola api adalah untuk kontrol sempurna, dengan berkurangnya pengalih perhatian dia bisa fokus mengendalikan dua ini.


Shin sudah mencapai kayu yang berada di sebelah kiri segitiga yang merupakan paling dekat dari titik awal.


Brak!


Satu lubang sempurna sudah muncul dalam kayu itu tapi Shin sudah kehabisan aura bumi untuk pukulannya ini. Terpaksa dia harus bisa menghindari semua bola api yang menuju ke arahnya. Ying Ai melempar serangannya lagi saat Shin memukul tadi, tapi Shin langsung berlari ke kayu atas. Serangannya langsung dibelokkan menuju Shin.


Shin berdiri didepan kayu atas dan memandang Ying Ai dan serangannya, saat serangan Ying Ai tepat satu meter didepannya dia langsung menghindar ke kanan.


Ssh


Suara teredam terdengar seiring dengan api yang menabrak kayu itu padam hingga tak bisa digunakan menyerang lagi. Ying Ai tidak berlari mengejar Shin tapi berlari ke kayu yang berada di kanan.


"Aku akan menunggumu di kayu ini!" Merasa tidak berguna jika terus mengganggu Shin di kayu itu, dia langsung memotong jalur kemenangan bagi Shin, dengan satu target terakhirnya dijaga ketat oleh Ying Ai, Shin bisa dipastikan kalah. Meski Shin bisa melubangi dua kayu, kayu ketiga tak akan bisa disentuh olehnya.


Setelah Shin memukul kayu kedua, dia diam sejenak mencari solusi dan mengumpulkan kekuatan lagi. Dia berdiri dibelakang kayu dan berlindung dari api Ying Ai. Tapi Ying Ai jelas tidak akan memberi lawan kesempatan sedikitpun, dia segera mengirim dua api dari sisi kanan dan kiri. Serangan ini membelokkan diri tepat disebelah Shin.


"Terlalu gampang ditebak!" Dalam kondisi seperti ini Shin langsung melompat mundur kebelakang untuk menghindar, tapi saat dia melompat dia merasakan sebuah sentuhan dari punggunggnya dan memperlambat lajunya, dua api langsung dibelokkan lagi dan mengenai Shin. Dia hanya punya tiga nyawa tersisa.


Api ketiga yang mengenai Shin dikirim melalui blind spot pandangan Shin dan secara diam-diam melaluinya dan menunggunya mundur. Dia tidak akan pernah memenangkan pertarungan ini jika hanya berlindung seperti kura-kura.


"Sial! Serangannya selalu aneh dan tak terduga. Untuk melawan yang semacam ini aku juga harus menjadi aneh dan tak terduga juga!" Shin langsung berlari menuju kayu didepannya dan mengangkatnya dengan kedua tangannya, "Eh, kenapa kayu ini lebih kecil?" Jari-jari sang iblis menunjukkan dirinya dalam diam.


Shin dengan mudah mengangkat dan membawanya, dia langsung berlari menuju Ying Ai sambil membawa kayu besi ini. "Membawanya hanya memperlebar celahmu bodoh!" Ying Ai langsung mengeluarkan serangan terakhirnya, tiga api dengan tiga arah yang berbeda mengarah pada target dengan banyak celah, tak perlu dipertanyakan lagi siapa yang memenangkan pertarungan ini.


Tapi tak disangka-sangka dan tak diduga-duga, Shin melempar kayu besi dalam pelukannya seperti tiny.(buat yang ngerti aja)


Kayu hitam dan berat itu menuju ke arah Ying Ai dengan ganas, konsentrasi Ying Ai terpecah karena bahaya ini. Menyebabkan tiga api terakhir menabrak udara kosong.


Tanpa basa-basi Shin berlari sekencang mungkin menuju target terakhirnya.


Brug!


Kayu menghantam tanah dengan ganas dan meninggalkan sebuah retakan. Meski Shin bisa mendapat kemenangan karena melakukan ini, dia tidak bisa lepas dari hukuman Feng Li.


"Kau gila! Aku bisa saja mati tadi!!" Ying Ai terjatuh disamping kayu itu dan memarahi Shin, tapi dia tampak tak peduli sedikitpun dan langsung meninju kayu terakhir.


Brak!


Sebuah lubang sempurna menandakan pemenang dari pertandingan ini.


"Kau masih ingat dengan taruhannya kan?"


"Tentu saja ingat, cepatlah katakan keinginanmu!"


"Aku ingin kau...."