
"Ada apa saudara Shin? Kenapa kau terlihat seperti gelisah dan sangat serius?" Wang Yan sedikit terheran dengan Shin yang diam.
'Lebih baik aku ikuti alurnya saja. Apa pun hal yang disembunyikan Wang Yan serta apa pun plot yang diatur Great Sage dalam ujian ini, cepat atau lambat pasti akan terungkap.' Seperti katanya, Shin memutuskan untuk menjalani ujian ini seperti biasa seolah tidak ada hal aneh apa pun.
"Tidak apa-apa, hanya beberapa pikiran tentang rencana perjalanan kita kedepannya. Baiklah, kuturuti saja saranmu sebelumnya, aku akan beristirahat di tenda malam ini. Pastikan jika ada bahaya kau berteriak atau memanggilku. Jangan memaksakan diri dan selalu utamakan keselamatan bersa.a." Shin memasang topeng di wajahnya, dia akan berpura-pura tidur untuk mengetahui rencana Wang Yan meski dia tidak pasti bahwa Wang Yan akan melakukannya sekarang. Bagaimanapun, semua hal masih sangat tidak jelas dan kabur saat ini, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati dan bertindak selangkah di lebih di depan.
Shin menuju tenda miliknya dan berbaring, dia menutup matanya dan memulihkan Aura yang tersisa sedikit, apabila memang benar Wang Yan berkonspirasi di baliknya dan melaksanakan rencananya malam ini juga, Shin setidaknya masih bisa memberikan perlawanan berat. Napasnya menjadi teratur dan tenang, saat ini dia sedang menipu Wang Yan dengan tidur palsu. Pun juga sama dengan insting Shin yang diatur pada tingkat maksimalnya.
Dalam kondisi seperti ini, Shin memikirkan segala kemungkinan yang terjadi dan penyebabnya dalam benaknya saat ini, semua hal yang mencurigakan dia cari-cari dan mulai mengaitkan semuanya menjadi satu, guna menciptakan sebuah kesimpulan yang mungkin adalah kebenaran.
'Tidak ada keanehan selama perjalanan ini, dia selalu memasang wajah ceria dan polos, tidak mungkin dia akan jadi jahat seperti itu. Tapi bisa saja jika ini hanyalah topeng! Semua hal bisa terjadi dan tidak pernah ada yang bisa menduganya sebelumnya.' Shin mengulang kembali seluruh perjalanan didalam kepalanya dan tidak ada yang mencurigakan dengannya. Sedikit kecewa dengan hasil ini, Shin melanjutkan kembali.
'Kenapa tadi dia berteriak saat ada Demon Beast? Tak bisakah dia memberitahuku dengan bisikan? Mungkin ini terhubung dengan sifatnya sendiri, tapi apa memang benar dia sebodoh ini? Secara dia kan sudah cukup berpengalaman dengan Hutan Kematian ini.' Shin memasuki Nirvana untuk memecahkan masalah ini, ketenangan dan fokus tinggi dibutuhkan untuk memecahkan misteri konspirasi ini.
'Kesampingkan dulu soal itu, mungkin dia hanya terkejut melihat Demon Beast. Lalu, apa dia memang berbohong padaku tentang rasa diawasi ini? Tidak mungkin insting milikku ini salah dan ada kemungkinan hal ini benar, tapi apa tujuannya melakukan ini semua? Dia seorang tidak akan bisa melawan aku seorang diri apalagi mengambil Great Sage Staff.' Perkiraan awal Shin adalah pencurian Great Sage Staff, jika sudah melihat kekuatan aslinya, asalkan kau bukan idiot kau pasti tahu kalau ini adalah harta berharga.
'Dia bukan Sage atau pengguna tongkat, dijual pun akan tidak berharga ditambah diincar para Sage resikonya terlalu besar dibandingkan dengan manfaatnya.' Kekuatan Klan Sage adalah salah satu yang paling kuat di dunia, hampir tidak ada faksi mana pun yang berani menyinggungnya, apalagi Wang Yan seorang.
'Senjata milikku sepertinya bukan incarannya. Eh, tunggu dulu,' Shin melewatkan sebuah hal penting, 'kenapa dia ingin bertarung dengan pemimpin bandit, jika dia punya Kristal Api kenapa aku tidak mendengar suara ledakan l? Atau.... Tidak ada pertempuran yang dilakukannya!" Shin tampaknya telah mencapai suatu kesimpulan yang mengerikan.
"Jadi begitu, kau bertemu dengannya untuk menyusun rencana dan membuat dia mengawasi kami, kau berbohong padaku untuk memurunkan penjagaan, kau berteriak untuk memancing Demon Beast yang menyebabkan Aura milikku menyusut. Kau memilih mengganti shift milikku... jika semua ini disusun... memikirkan timeline dan segala tujuan dan tindakan mereka... mereka akan melakukannya sekarang Saat kekuatan kami sedang turun...! Dan incaran mereka... Ning'er!!' Shin sudah mencapai kesimpulan yang sangat mengerikan ini, sadar bahwa dia tidak punya banyak waktu lagi, Shin segera bangun dari tidur palsunya dan berlari menuju tenda Ning'er, di pos jaga malam juga tidak ada Wang Yan. Shin menjadi sangat yakin soal kesimpulannya setelah melihat hal ini, pun dia menjadi ngeri dan takut karena saat ini Shin sudah kalah cepat dibanding Wang Yan.
Srrak!
Shin berlari terburu-buru sehingga tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat ini. Tenda dibuka dan sebuah penampilan yang tidak ingin dilihat Shin dipertontonkan... tidak ada siapa-siapa disana!
"Bhajingan!! Beraninya dia memasang topeng di depan batang hidungku sendiri! Berharaplah aku tidak menemukanmu, WANG YAN!!" Shin menjadi sangat marah karena ditipu olehnya, teriakan nama Wang Yan tadi bahkan dia lapisi dengan Aura yang menyebabkan suaranya akan terdengar sangat jauh.
Suatu tempat di Hutan Kematian.
"Hooo... kau bisa menyadarinya dengan cepat juga, saudara Shin, sayangnya Ning'er sudah berada di tanganku sekarang ini. Kawanan bandit Black Dragon juga sudah mengepungmu saar ini, tubuh indah dari Ning'er sudah jadi milikku sekarang!!" Wang Yan berlari membawa Ning'er yang tampaknya dibius itu menjauh dari Shin, dari gelagatnya ini sudah jelas apa yang akan dia lakukan pada peri kita tercinta. Tapi dia tidak akan melakukannya sekarang, keadaan masih terlalu berbahaya untuk mantap-mantap.
Di perkemahan.
Srrk
Saat semak bergetar sosok tinggi dan empat bawahannya keluar dari kegelapan malam, sosok ini adalah ketua bandit yang ditemui Shin beberapa hari lalu. Walau Shin belum pernah melihat sosok dan wujudnya secara langsung, dia bisa dengan mudah mengenali identitasnya.
"Jadi kalian yang selalu mengintaiku selama ini, bandit rendahan macam kalian bahkan bisa diperintah oleh bocah bangsyat seperti Wang Yan itu, standar bandit di dunia ini telah menjadi sangat rendah ternyata, kalian bahkan rela menggunakan barang bekas pakai!" Shin mencaci dan menghina bandit ini lebih dulu, dia menggunakan mereka sebagai pelampiasan emosi pada si jahannam Wang Yan.
"Hahaha, meski barang bekas itu masih barang terbaik di dunia ini, bocah itu memang lumayan cerdik dan licik, kau harus belajar padanya tentang hal ini. Bagaimana rasanya dikhianati oleh teman sendiri? Pasti sangat sangat mantap sekali kan?" Ketua bandit membalas ucapan Shin dengan kalimat yang lebih menusuk kalbu. Shin tak pernah mengira bahwa Wang Yan adalah cabe di dalam tahu.
"Hahahaha... kabut darah? Apaan tuh!" Salah satu bandit tertawa dengan ucapan Shin.
Semua bandit disini adalah inti dari Bandit Black Dragon, kelimanya adalah ahli Duniawi Awal. Dan ketuanya adalah yang paling kuat diantara mereka, Wang Yan memang berbohong tentang luka ditubuhnya. Ketua ini bahkan tidak seperti habis memulihkan diri, Wang Yan pasti melukai dirinya sendiri agar Shin tidak curiga.
"Battle Nirvana." Dalam kondisi battle nirvana kontrol Shin terhadap Aura miliknya menjadi sempurna yang menyebabkan dia setara dengan ahli Duniawi Awal. Membunuh orang-orang ini masih bisa Shin lakukan meski dia hanya punya sekitar enam puluh hingga tujuh puluh persen Aura di dalam tubuhnya.
Dalam dunia ini jangan remehkan dua kondisi, marahnya orang sabar dan kecewanya orang setia. Meski sangat jarang terjadi namun dampak yang terjadi akan sangat mengerikan. Para Sage adalah orang yang kuat dan baik, namun saat mereka marah jutaan iblis menyertai kehancuran mereka, bahkan iblis yang menginvasi pesawat ini harus menanggung akibat besar untuk meruntuhkan mereka.
Dalam kondisi dikepung, mengalahkan lawan paling lemah dan mengurangi kekuatan tempur memang masuk akal namun Shin langsung menerjang pemimpin mereka! Dengan begini waktu yang dibutuhkan akan berkurang signifikan meski kesulitannya akan bertambah signifikan juga.
Shin melesat kedepan dan menusuk dengan tongkatnya, ketua bandit tidak bergerak dan hanya mengeluarkan Aura Shield miliknya.
Crack!
Hanya setelah tahap Duniawi Aura seseorang cukup padat untuk membentuk perisai yang bahkan sulit dipatahkan oleh Pembentukan Akhir. Retak dalam Aura Shield ini memang tidak banyak tapi tetap saja serangan Shin merusaknya, sebuah prestasi yang sangat mengagumkan mengingat dia hanyalah ahli Pembentukan Awal.
"Hohoho... kau hebat juga bocah. Dengan kekuatanmu ini harusnya kau bisa mendapatkan apa pun yang kau mau. Bagaimana, maukah kau bergabung dengan kami? Bocah Wang Yan itu sudah tidak ada lagi harganya di mataku. Kupastikan kau akan kebagian jatah pertama." Kata ketua bandit dengan tidak tahu malu.
"Menjijikkan! Lebih baik aku mati daripada bergabung dengan sampah-sampah seperti kalian!" Shin meraung marah karena merasa disejajarkan dengan bhajingan seperti mereka.
Shin terus menusuk dengan tongkat berkali-kali bahkan serangannya yang terlalu cepat meninggalkan banyak afterimage tongkat. Serangan Shin seperti hujan deras yang menghujani dunia, setiap serangan ini menimbulkan retakan didalam Aura Shield miliknya, setelah beberapa saat Aura Shield akhirnya pecah!
Jika hanya ahli Pembentukan Akhir merusak Aura Shield miliknya juga sudah mengejutkan, apalagi ahli Pembentukan Awal. Ini tidak pernah terjadi dalam seumur hidupnya.
Aura Senjata dan Aura Asli dikumpulkan menjadi satu ke staff ditangannya, Great Sage Staff dipenuhi Aura putih yang berfluktuasi ganas, tidak seperti sebelumnya yang tenang bagai air di danau yang bisa menenggelamkan apapun sekarang seperti ombak ganas di lautan yang bisa menghancurkan apapun!
Ketua bandit tersenyum dan melawan staff dengan tinjunya.
Bug!
Kedua serangan ini seimbang, Shin tidak menyangka bahwa ketua bandit adalah martial artist, sedikit tidak biasa bagi bandit untuk membuang waktunya pada pelatihan seperti itu. Pantas saja Shin tidak menemukan senjata ditubuhnya.
Shin menarik tongkatnya dan menghantamkannya ke tubuh yang terbuka lebar ini, saat seluruh dampak serangan dikirimkan pada ketua bandit itu, dia sebenarnya hanya terdorong mundur lima langkah. Shin baru pertama kali menemukan musuh yang melatih fisiknya hingga ke tingkat yang menakutkan seperti ini.
"Focussed Pressure!" Shin tidak tertarik melawan ketua ini lebih dulu, dia menatap keempat sisanya dengan tatapan yang dingin, tanah sudah retak dimana-mana keempat orang ini menerima tekanan berat dan tidak bisa bergerak dari sana. Ketua mereka masih bisa bergerak meski kesusahan.
Keempatnya tidak mampu melawan dan hanya mengaktifkan Aura Shield-nya, perisai yang menyelimuti seluruh tubuh bahkan penyok dihadapan tekanan gila ini.
Shin mengayunkan tongkatnya mendatar dan seketika dua bandit di kanan terkena serangan telak, mereka tidak terdorong mundur dan malah menerima luka dalam, mereka kehilangan tenaga dan berlutut karena tekanan masih ada sambil memuntahkan darah segar. Shin lalu melakukan hal yang sama pada dua bandit dikiri.