Lone Hero

Lone Hero
Kejutan



Besok.


Shin dan Feng Li menuju markas Cabang Klan Suo di Kota Yan. Ada sebuah arena luas dengan tinggi satu meter di sebuah lapangan, terbuat dari bahan yang sangat keras yang bahkan ahli duniawi tidak bisa meninggalkan goresan padanya.


Babak akhir ini terbuka untuk semua orang sehingga atmosfer disini lebih menyesakkan daripada diluar. Seribu orang lebih memenuhi seluruh lapangan dengan meriah dan semangat. Pertarungan ini selalu dinanti setiap tahunnya, tak heran jumlah penonton membludak seperti ini. Ada sebuah tribun khusus untuk penonton VIP dan yang lainnya hanya berdiri di sisi arena, untuk alasan keamanan mereka setidaknya menjauh dua puluh meter dari sana.


"Kira-kira yang menang Zhi Shi atau Suo Yao?"


"Hey, apa kau sudah lupa tentang bocah murid Feng Li itu? Dia bahkan berani bertaruh dengan Suo Yao!"


"Yah, dia memang berani atau harus kubilang nekat! Tahap awal dan akhir pembentukan sangat berbeda jauh, tapi mungkin saja dia bisa karena dia adalah murid Feng Li."


"Kau benar, semua murid Feng Li memang jenius gila!"


Perbincangan penonton selalu tidak lepas dari Suo Yao, Zhi Shi dan taruhan Shin. Ketiganya memiliki kesempatan untuk menjadi juara. Perdebatan-perdebatan dan argumen saling menghiasi ruang disini, opini bermunculan dan berkembang namun semuanya tidak lepas dari ketiga orang tersebut. Memang, pemenang dari Kompetisi Perburuan Kota Yan membawa sensasi tersendiri setiap tahunnya.


Setelah sepuluh menit menunggu, kedelapan peserta sudah datang di arena dan akan mengambil undian.


"Ada delapan batang kayu disini, setelah mengambil nomor, musuh kalian adalah orang yang mengambil nomor yang sama. Urutan pertandingan sesuai menurut nomor itu!" Seorang pengawas maju ke arena dan membawa sebuah wadah berisi 8 batang kayu kecil. Undian semacam ini memang tidak memiliki keadilan mutlak dan mengandalkan keberuntungan, jika kau beruntung kau bisa mendapat juara tiga dengan melawan musuh lemah. Atau kalau sedang sial bisa langsung bertemu Zhi Shi atau Suo Yao, namun keberuntungan adalah suatu kekuatan juga.


Kedelapan peserta langsung mengambil undian satu persatu.


"Aku yang pertama tampil kali ini!" Secara mengejutkan Shin mendapatkan undian pertama. Suo Yao nomor 2, Zhi Shi nomor 3. Jika keduanya langsung bertemu di babak awal itu adalah keberuntungan bagi yang lain.


"Yang mendapatkan undian nomor 1 tetap di arena selebihnya turun dan tunggu giliranmu!" Pengawas itu berkata dengan lantang dan langsung turun.


Lawan Shin kali ini adalah seorang anak pengguna pedang berusia empat belas tahun, bakatnya tidak terlalu buruk dan berada di tahap pembentukan tengah. Bagi anak yang tidak berasal dari faksi-faksi besar, hasil semacam ini sudah dianggap sebagai yang tertinggi yang mereka bisa dapatkan. Karena keterbatasan sumber daya dan terutama kurangnya bakat, potensi mereka tidak bisa lebih dari Suo Yao maupun Zhi Shi.


"Kau pasti Shin yang menantang Suo Yao kan? Hahaha, bocah lemah sepertimu seperti anak sapi baru lahir yang tidak takut pada harimau. Aku peringatkan kau jangan mimpi di siang bolong! Jika aku tidak bisa mengalahkanmu dalam lima gerakan namaku bukan Ye Han lagi!" Si Ye Han ini terlihat jelas sedang menjilat Suo Yao. Dia ingin membuat Suo Yao senang dan mendapat manfaat darinya, kemampuannya dalam hal ini tidak perlu diragukan lagi.


"Tidak perlu bagiku untuk menahan diri kan master?" Shin menatap Feng Li di tribun VIP. Pada dasarnya dia ingin menghajar orang bernama Ye Han ini, kalimat yang dilontarkannya sebelumnya telah membuat Shin merasa kesal.


"50 persen." Feng Li menjawab tegas. Sebagai master dari Shin, dia yang paling mengerti sejauh mana kemampuannya.


"Baiklah." Sesuai perkataan gurunya, Shin hanya mengeluarkan setengah dari kekuatan aslinya, bahkan Shin tidak perlu menggunakan 30 persen kekuatannya melawan ikan teri ini.


"Gurumu sepertinya terlalu melebih-lebihkan dirimu." Ye Han tanpa sadar telah membuat pendampingnya sendiri naik pitam. Ya, dia telah menyinggung Feng Li!


"Kau akan tahu sebentar lagi!"


Ye Han mengeluarkan pedang dan menggenggamnya kuat, pedang panjang dengan gagang hitam itu tampak sangat mendominasi arena, dari aura yang keluar dan kekuatan yang terpancar dapat disimpulkan bahwa itu adalah harta pembentukan rendah. Mengingat tempatnya berasal, Ye Han ini haruslah jadi jenius terbaik mereka. Bisa memberikan harta setingkat ini pada seorang ahli muda, tidak akan dilakukan tanpa sebuah alasan yang kuat dibaliknya.


Dihadapan harta ini Shin tidak menujukkan ketakutan atau keterkejutan, wajahnya tetap tenang seperti sebelumnya. Tubuh fisiknya sendiri saat ini sudah bisa dibandingkan dengan harta setingkat itu, tak perlu ada kekhawatiran berlebih kala melawannya. Shin memasang kuda-kuda dan membuat semua orang terkejut.


"Orang ini.... Sebenarnya berlatih bela diri yang sama dengan Feng Li!!" Seluruh orang di Kota Yan tentu saja tahu tentang teknik ini, keganasan dan kekuatannya sudah terbukti belasan tahun silam. Kemunculan penerus dari teknik ini tentu saja membuat gempar, meski Ying Ai juga murid Feng Li tapi dia memfokuskan diri dalam kontrol api. Dan pada dasarnya, sangatlah sulit untuk mempelajari teknik tingkat tinggi seperti ini, dalam waktu enam bulan singkat bisa mencapai prestasi seperti ini, sungguh kemampuan yang mengejutkan siapapun.


Ye Han berlari mendekati Shin sambil mengayunkan longsword miliknya dengan ganas, Shin seolah tak peduli dan tetap pada posisinya. Saat pedang berada didekatnya dia dengan sigap menangkisnya.


Trang!


Tidak ada darah atau luka, tapi suara besi terdengar saat pedang bersentuhan dengan kulit.


"WOOOOAAAAH!" Suara heboh menyelimuti seluruh lapangan, tingkat pertukaran yang seimbang ini cukup membuat hati semua orang tersentak. Semuanya membayangkan, intensitas pelatihan macam apa yang harus dia jalani untuk mencapai tingkat ini. Dan pada akhirnya, Shin mendapatkan rasa kagum dari semua orang disini.


Jika diperhatikan lebih baik tubuh Shin seolah diselimuti cahaya kehijauan yang indah, intensitasnya menyerap aura bumi sudah meningkat tajam. Kondisi ini tak berbeda dengan menggunakan aura sendiri.


"Kau memang pantas jadi muridnya, tapi itu tadi hanya serangan menyelidik dariku!" Ye Han mencoba menjaga wajahnya didepan umum, pedang yang merupakan harta aura tidak bisa melukai bocah pembentukan awal, lelucon macam apalagi ini! Setelah koar-koar mengalahkan Shin dalam lima gerakan tentunya dia harus menepati ini.


"Itu tadi satu gerakan!" Shin menuangkan minyak kedalam api. Memanas-manasi lawannya memang sebuah taktik dalam pertempuran, Feng Li pernah mengajarinya hal ini dulu.


Ye Han menarik pedangnya dan mundur beberapa langkah kebelakang. Dia tidak menggunakan serangan menyelidik dan mengaktifkan aura miliknya, dia mengangkat pedang vertikal didepan wajahnya dan tampak akan mengeluarkan sebuah serangan.


"Iron Breaker!"


Longswordnya dipenuhi pancaran cahaya keemasan yang pekat, kekuatan yang terkandung dalam pedangnya kali jelas tidak bisa dibandingkan dengan sebelumnya. Sebuah skill yang menguatkan pedang itu sendiri, pasti bukan hal yang mudah mempertahankannya untuk waktu yang lama.


"Masih belum terlambat untuk menyerah! Serangan pedang ini akan terlalu kuat dan terlalu cepat untukmu!" Ye Han tidak peduli apakah Shin menjawab atau tidak, dia langsung kembali mendekatinya dan mengayunkan longsword ini lebih cepat dan kuat dari sebelumnya.


"Trik rendahan!" Shin masih tetap dalam posisinya.


Clank! Clank! Clank!


Seluruh tebasan pedang ditangkis sempurna oleh Shin, bahkan dia tidak terlihat meneteskan satu keringat pun didahinya. Dibanding sparringnya bersama Feng Li, ini puluhan kali jauh lebih mudah.


"Ini sudah lebih dari sepuluh gerakan! Kau harus memikirkan nama baru dari sekarang!" Shin masih terus menangkis serangannya dengan mudah tapi Ye Han tampak tidak baik-baik saja. Keringat menetes banyak dan napasnya tidak teratur. Konsumsi akibat menggunakan 'Iron Breaker' yang berlebih mulai menunjukkan taringnya.


'Sial, aku sudah mengeluarkan semua kekuatanku dalam serangan tadi! Kenapa tubuhnya bisa keras sekali!?' Ye Han semakin frustasi, semakin lama dia bertarung semakin tercoreng juga wajahnya. Bahkan cemoohan dan gelak tawa terdengar dari tempat penonton.


Shin merasa bosan dengan pertarungan tingkat ini, dia mengepalkan lengannya dan langsung melesat ke arah Ye Han.


'Berhasil!' Ye Han bahagia karena longswordnya telah menebas tubuh Shin, tapi yang dia tebas hanyalah sebuah afterimage!


"Eh..." Ye Han merasakan semburat dingin dari arah belakang, saat dia membalikkan diri Shin sudah berada disana seperti hantu! Hantu ini sedang mengepalkan lengan dan bersiap meninjunya.


Bug!


Shin memukul telak Ye Han, dia langsung terbang belasan meter hingga keluar dari arena dan langsung tidak sadarkan diri! Penonton membuka rahangnya lebar-lebar tidak percaya, hanya dengan satu pukulan Ye Han telah kalah!? Tapi setelah melihat tubuhnya yang tidak berdaya semua orang berdecak kagum.


"Pemuda ini... memang murid dari Feng Li!"