Lone Hero

Lone Hero
Hasil dan Keputusan



"Nak Shin, aku memberimu lima puluh napas untuk mengambil keputusan, pergunakan waktu ini dengan sebaik mungkin!" Tentu saja bukan berarti Yi Lei mengasihani Shin, dia hanya ingin mengacaukan Shin lebih jauh lagi. Tapi sepertinya dia harus menelan kecewa, dengan Eternal Nirvana permainan mental semacam ini tidak akan berfungsi, namun tetap saja pengambilan keputusan tidak akan terpengaruh oleh skill pasif ini. Semuanya masih bergantung pada penilaian dan pengambilan keputusan Shin seorang.


Menanggapi hal ini, Shin memejamkan mata dan masuk ke dalam renungannya sendiri, dia merasa lebih baik untuk berada dalam kondisi fokus penuh sebagai cara mengambil keputusan yang tepat.


"Tak kusangka kalau Patriark Yi orangnya seperti ini." Zhang Wu berkomentar di bawah, dia juga mengerti pertarungan apa yang sedang terjadi di atas sana, intensitasnya juga dia sangat paham. Dalam hati dia sungguh berharap agar Shin memilih keputusan yang tepat walau dia juga tidak tahu keputusan yang tepat dalam kasus ini. Dengan sedikitnya informasi yang tersedia, keputusan tidak bisa diambil secara gegabah dan terburu-buru. Sayangnya, Shin tidak memiliki waktu kali ini.


"Kalian warga kekaisaran selalu melihat kami selayaknya melihat pahlawan dan seorang yang suci. Padahal kenyataannya kami tidak berbeda jauh dengan The Five Devils, hanya alasan kita bertarung dan cara kita mendapatkan kekuatan yang berbeda." Ucap Suo Qing. Dia beserta empat ahli Master lainnya selalu menjaga topeng makhluk suci dimanapun mereka berada, hanya pada saat bertarung lah wajah mereka yang asli akan terkuak. Masalahnya, tidak ada yang mau dan mampu menonton pertarungan antara ahli Master.


"Kalau begitu, antara para Patriark dan The Five Devils adalah dua makhluk yang serupa?" Zhang Wu tidak mengerti akan poin ini.


"Khususnya, kita dibedakan dari mana tempat kita berasal dan apa yang telah kita perbuat. Tapi pada dasarnya, kami hanyalah seorang ahli yang masing-masing mengejar kekuatan tertinggi dengan cara dan tujuan masing-masing. Mereka mencari kekuatan dengan cara mereka untuk menguasai dataran ini, dan kami mencari kekuatan dengan cara kami untuk melindungi dataran ini. Lebih jauh lagi, kami semua hanyalah manusia. Tidak pernah ada perbedaan jika kita hanya bicara soal ras saja." Sebagai seorang ahli pedang, Suo Qing sering pergi meditasi untuk mencapai pencerahan dalam jalan pedang. Karena inilah pemahamannya tentang hal ini sedikit berbeda dari ahli lainnya.


Zhang Wu mengangguk dan menampilkan wajah yang jauh lebih serius serta dewasa, namun rasa penasarannya tidak akan padam semudah itu. "Lantas apakah permusuhan kita dengan Evil Region adalah sebuah hal yang keliru?"


"Tidak juga, mereka punya alasan kuat untuk menguasai dan membasmi kita, dan kita juga punya alasan kuat untuk membasmi mereka, yaitu dengan alasan melindungi tanah air kita sendiri. Meski kita semua adalah sama manusia, manusia yang sejati jauh lebih rumit dan membingungkan dari yang kau kira, Nak Zhang. Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh ambisi dan tujuan mereka sendiri, sebagai contoh yang mudah, kita ambil saja Yi Lei di atas sana." Suo Qing meneruskan nasehatnya menjadi lebih dalam dan lebih luas lagi.


Kini, Zhang Wu mengambil tema yang menarik dalam pertanyaannya, sebuah tema yang dia sendiri masih kabur tentangnya. "Perbedaan, apakah itu sebuah hal yang baik atau tidak?"


"Haah...." Suo Qing menghela napas panjang mendengar tema yang diambil Zhang Wu. "Seringkali, hal yang kau maksud membawa sebuah bencana besar, baik itu perbedaan kepentingan hingga perbedaan latar belakang, semuanya menimbulkan sebuah konflik dan bencana. Namun, selalu ingat hal ini Nak Zhang, tanpa ada perbedaan tidak ada dunia yang kita kenal selama ini. Perihal baik dan buruknya hal ini, semua terserah cara anda menyikapinya saja." Suo Qing menepuk-nepuk pundak Zhang Wu, dan menatapnya serius dengan sedikit jejak kebanggaan dan kebahagiaan muncul di wajahnya, setidaknya bibit unggul masih ada di kekaisaran ini. Hanya tinggal bagaimana cara merawat dan menumbuhkannya.


"Nak Shin, waktu milikmu sudah habis. Persiapkan dirimu dan tunjukkan pada kami semua keputusan yang telah kau pilih!" Ucap Yi Lei sembari menggerakkan awan badai di langit sana.


"Patriark Suo, menurut anda Shin akan menggunakan serangan sebelumnya atau tidak?" Tanya Zhang Wu. Pada intinya, jawaban atas pertanyaan inilah yang dicari Shin selama ini. Dan tentu ada sebuah perhitungan dan kalkulasi yang rumit hanya untuk mengeluarkan jawaban "ya" ataupun "tidak".


"Kita lihat saja nanti." Dalam hal ini, Suo Qing tidak ingin memberi kesimpulan yang bisa saja keliru.


Mendengar teriakan Yi Lei, Shin membuka matanya kembali dan dia sudah memutuskan apa yang akan dilakukannya. Shin mempererat genggamannya dan mendongak ke atas, menatap langit gelap yang sebentar lagi akan memunculkan seekor naga yang punya cukup kekuatan untuk membunuhnya.


Segera, sebuah lubang besar dengan diameter yang cukup untuk memuat tiga rumah Yan Shen didalamnya muncul begitu saja di langit gelap ini. Geraman petir bisa terdengar dahsyat dari sana dan juga, cahaya dan kilatan kebiruan mulai berkumpul ke tempat ini secara ajaib. Di ujung lubang awan ini muncul setitik kilatan petir biru yang dengan cepat membesar ke ukuran yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.


Ssperti sebelumnya, Shin berniat mendatangi petir ini terlebih dahulu. Dia naik ke atas perlahan sembari membawa Arhat Staff di tangannya. Dengan tepat menuju celah hitam besar yang mampu melahapnya.


"Falling Dragon Thunderfall!!"


Segera cahaya kilatan biru yang sudah berukuran gila melesat turun ke bawah, lama kelamaan ketika wujud nyata dari cahaya kilatan biru ini mulai terkuak. Didapatkan oleh mata setiap orang disini sebuah naga petir dengan rahang yang menganga lebar, jatuh lurus tepat mengarah pada Shin yang juga mendatanginya. Gerakannya sangat cepat hingga jika kita melihat menggunakan perspektif Zhang Wu, kita hanya akan melihat sebuah pilar petir saja.


"Arhat Absolute Strike!!" Inilah jawaban Shin kali ini. Buah dari renungan serta pemikirannya, hasil dari kalkulasi dan perhitungan rumit dan membingungkan yang dia lakukan hanya selama lima puluh napas singkat. Dan jawabannya ialah melawan yang terkuat dengan yang terkuat. Perihal serangan ketiga nanti, dia akan memasrahkannya pada langit.


Sosok Arhat yang belum lama menghilang muncul kembali dengan tongkat putih besarnya. Sosok Arhat mengangkat kepala besarnya dan mulai mengayunkan tongkat besar yang sebelumnya mengarah ke tanah ke atas. Dengan ayunan dari tangan dan lengan yang memiliki kekuatan tinggi, hanya anginnya saja sudah bisa menciptakan bencana. Dan kini, naga petir yang menukik turun harus menghadapi ganasnya hantaman tongkat sang Arhat.


 "Arhat Pierce!!"


Dilain sisi Shin tidak bisa hanya melihat dan merasakan dampak dari tumbukan dua serangan ini. Hanya kekalahan yang akan menunggunya jika dia melakukan itu, dengan sedikit intervensi semacam ini dia setidaknya memiliki kesempatan lebih besar untuk berhasil.


Tongkat dia rotasikan dengan kecepatan super cepat dan ia lemparkan langsung, tepat menuju tubuh sang naga petir melalui rahangnya yang terbuka lebar. Arhat Staff mulus menembus tubuh naga namun hanya beberapa persen kerusakan saja yang disebabkan karenanya. Tak lama berselang, kedua serangan utama ini sudah saling berhadapan satu sama lain.


BOOOOOMM!!!


Kekuatan dahsyat yang terkandung dalam masing-masing jurus dikerahkan secara optimal dan maksimal, bertumbukan dan menciptakan sebuah shockwave yang melahap Shin dan Yi Lei didalamnya. Shin seketika langsung terpukul jatuh ke tanah dan menciptakan sebuah ceruk yang cukup dalam disertai dengan rona merah yang dibuat oleh darahnya sendiri. Lukanya adalah sangat parah namun masih mending jika itu adalah ahli lain yang menerima dampak gelombang kejut dari jarak sedekat ini.


Yi Lei terpental beberapa km pun juga dengan Suo Qing maupun Zhang Wu, semuanya terkena dampak dari hantaman mahadasyat yang sanggup mengguncang langit hanya karena tabrakan keduanya. Keempat orang ini terluka cukup parah khususnya Shin dan Yi Lei. Namun, pertukaran serangan masih akan tetap berlanjut apapun yang terjadi.


Dalam hal ini, Shin memilih menggunakan Arhat Absolute Strike karena beberapa alasan. Pertama, sangat tidak mungkin untuk menangkis atau bertahan dari petir yang sangat cepat dan kuat ini, bahkan Arhat Pierce yang dia bangga-banggakan pun tidak berpengaruh banyak pada naga petir Yi Lei. Andai kata Shin tidak menggunakan Arhat Absolute Strike dan malah memilih untuk menahannya menggunakan tubuh fisiknya yang kuat, ahli Pembentukan juga bisa membunuhnya setelah itu terjadi. Alasan kedua sekaligus yang paling penting adalah karena dia percaya pada Yi Lei dan tidak menganggap klaimnya sebelumnya adalah kebohongan. Shin memang tidak tahu apa yang akan dia terima pada pertukaran ketiga, namun yang pasti adalah dia akan menerima serangan terkuat pada urutan kedua. Yi Lei hanya membingungkannya dan membuat Shin ragu untuk mengeluarkan Arhat Absolute Strike juga, menciptakan situasi dimana dia memiliki mindset bahwa Yi Lei sama seperti Suo Qing, memiliki sebuah rahasia di lengan bajunya.


Kalimatnya yang memberikan waktu cukup lama jika dilihat dari permukaan seperti membantu, tapi nyatanya, Yi Lei malah memperparah keraguan dalam benak Shin. Misal Shin hanya diberi waktu lima napas singkat, dengan insting bertahan hidupnya yang kuat tanpa ragu dia akan memilih menggunakan serangan terkuatnya karena hanya inilah satu-satunya pilihan tersisa secara tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Beda halnya dengan yang Yi Lei lakukan tadi, dia membiarkan Shin memikirkan banyak aspek yang memungkinkan Shin menambah keraguan serta ketidak percayaan yang kuat. Dari aspek fasad, penipuan, kebohongan, kebenaran, fakta, bukti, semua ini bercampur menjadi satu dalam benaknya menimbulkan perasaan gelisah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Untungnya, Shin punya sebuah skill pasif bernama Eternal Nirvana yang sudah membantunya banyak sekali untuk pengambilan keputusan kali ini. Dia tidak terpengaruh oleh berbagai pikiran negatif ini dan pada dasarnya, Shin tidak bisa diserang oleh Iblis Batin.


Shin terkapar di tanah dengan tubuh yang masih teraliri listrik yang lemah, karena pada dasarnya Shin hanya terkena shockwave dari tumbukan dua kekuatan besar ini. Dalam pertukaran sebelumnya, Shin mendapatkan kemenangan sejati, naga petir milik Yi Lei tidak mampu menahan gempuran sang Arhat. 


Shin bangkit secara perlahan-lahan dan dengan sedikit kesusahan, kekuatan semacam ini bahkan dengan tubuh fisiknya masihlah akan menimbulkan sebuah luka yang serius. Namun Shin masih tetap yakin dengan serangan ketiga Yi Lei, yang mana jelas lebih lemah daripada yang tadi sehingga dia bisa bertenang sedikit.


"Ahh... mereka tidak memperkirakan dampaknya sebelum mengeluarkan serangan." Suo Qing yang terpental segera bangkit dan menepuk-nepuk pakaiannya, membersihkan debu yang mengotori akibat hantaman.


"Bocah yang sangat kuat, dari kekuatan kotor saja dia seharusnya melebihi diriku ini. Haah... hanya darimana datangnya kekuatan sekuat ini. Yah, mungkin keberuntungannya tidak bisa dimengerti oleh akal sehat biasa." Gumam Suo Qing dengan campuran iri didalamnya. Dan dia hanya bisa menghibur dirinya sendiri dengan anggapan bahwa Shin adalah orang beruntung.


Di Azure Sky Empire ini, yang mana tempatnya terpencil dan sangat minim sumber daya. Sebuah skill level 8 saja sudah menjadi yang tertinggi yang kekaisaran miliki. Apalagi harta Aura, hanya harta setingkat harta Surgawi yang ada di brankas senjata kekaisaran ini. Bisa menemukan skill dan harta yang memungkinkan penggunanya melakukan skipping tingkat dari Surgawi Awal hingga Master Lanjutan, hanya bisa dibilang sebagai kemustahilan.


Dalam hal kekuatan, baik Falling Dragon Thunderfall, Jade Sword River, dan Fierce Tiger Seal sebenarnya sudah melebihi batas-batas yang bisa dilakukan oleh skill level 10, ketiga skill ini setara dengan skill Terestrial Bumi, yang mana jauh lebih unggul daripada skill level 8 milik Keluarga Imperial. Namun karena skill yang disebutkan sebelumnya adalah sebuah skill original, sangat sulit untuk mewariskan serta menjadikannya sebuah skill pembeda. Dalam Keluarga Imperial, jenius terbaik bisa mempelajari skill level tertinggi ini, yang mana akan menyebabkan kekuatan total kekaisaran akan melonjak naik. Tetapi karena ketiga skill tersebut adalah skill original, hanya murid langsung yang memiliki tekad dan jalan yang sama dalam mengejar kekuatan dengan penciptanya, pada dasarnya sangat sulit untuk memperbanyak jumlah pengguna skill tersebut. Dan bagi Suo Qing, Yi Lei, juga Feng Li, bukan hal yang mudah untuk menciptakan skill yang mereka banggakan ini. Butuh latihan dan percobaan ribuan kali sebelum akhirnya tercipta skill ini. Karena semua inilah skill level 8 dianggap sebagai yang tertinggi di kekaisaran.


Selepas membersihkan pakaiannya sendiri, Suo Qing kembali mengingat orang yang juga menonton dan terpental bersamanya, dia berjalan beberapa langkah ke belakang. "Ahh... kau tidak apa-apa Nak Zhang? Maaf tidak melindungimu sebelumnya." Suo Qing mengulurkan tangannya, meraih Zhang Wu yang mencoba bangkit.


Sebagai ahli setengah langkah surgawi, dia jauh lebih lemah daripada Suo Qing, Yi Lei, dan bahkan Shin itu sendiri. Tubuhnya juga sangat rapuh sehingga walau dia berjarak cukup jauh dari asal shockwave terbentuk, dia masih akan menerima luka yang cukup parah. Kondisinya sedikit menyedihkan, dia berguling-guling sebelumnya sembari meludahkan darah dari mulutnya. Hanya dengan menonton pertarungan saja, dia bisa meninggal dunia!


Zhang Wu meraih tangan Suo Qing dan mencoba bangkit dengan bantuannya. "Saya baik-baik saja. Patriark Suo tidak perlu merasa tidak enak dengan kejadian tadi, anda sendiri bahkan tidak sempat melindungi diri anda sendiri." Bagaimanapun, Suo Qing adalah senior yang kedudukannya jauh lebih tinggi darinya, sedikit tidak pantas dia diperlakukan seperti ini.


"Patriark Suo, kita tidak bisa menggunakan standar normal untuk mengukur Shin. Baik dari bakat hingga kartu yang disimpannya, semua melebihi batas-batas pengetahuan yang kita miliki saat ini." Setelah melihat sendiri hasil yang telah dicapai oleh Shin, kesimpulan seperti ini telah didapatkan olehnya. Kesimpulan yang mana menyiratkan bahwa Shin adalah sebuah eksistensi yang pada dasarnya, melampaui semua orang disini.


"Dari seluruh pengalaman hidupku ini, tak pernah sekalipun aku membayangkan bahwa, Azure Sky Empire yang kecil terpencil ini bisa menghasilkan sebuah monster kecil yang mengerikan. Hanya tinggal bagaimana monster ini berkembang, apakah dia akan berhasil menjadi monster tertinggi atau perjalanannya harus terhenti. Semuanya, berada di luar jangkauan kita semua. Dan kau benar, menggunakan standar dan pengetahuan yang kita miliki, pada dasarnya tidak mungkin mengukur sejauh mana potensi anak ini kedepannya. Bahkan, dengan menggunakan standar dinasti yang mengelilingi kita juga sepertinya masih belum cukup." Puji Suo Qing lebih jauh lagi.


"Sepertinya, kita harus merevisi buku sejarah mulai besok."


Shin berdiri di atas tanah cukup jauh dari retakan semula, karena luka yang dideritanya kali ini lebih mudah untuk bertarung di atas tanah, bukan hanya dia saja yang berpikir seperti ini, Yi Lei yang sudah berada di dekatnya pun sedang berdiri dan menatapnya dengan kesal dan bahagia yang dicampurkan.


"Pilihan yang bagus Nak Shin. Kau tidak mengecawakan Patriark ini." Yi Lei berkata dengan penuh kepuasan dalam hati, andainya Shin memilih keputusan lain, dia hanya bisa menelan ludah. Rencana yang menurut pikirannya sendiri bisa memenuhi klaim membunuh tiga ahli Master sangat dia harapkan terjadi, tapi kualifikasi masih dibutuhkan untuk melaksanakannya. Kualifikasi untuk kekuatan sebenarnya sudah dibuktikan saat Shin menahan tiga serangan Suo Qing, tapi kualifikasi kualitas pikiran dan kelicikan, Yi Lei harus mengetesnya sendiri. Dan untungnya, hasilnya sangat memuaskan dirinya sendiri. Sekarang dia tidak punya keraguan lagi dalam rencana ini, namun tetap saja serangan ketiga akan dia lakukan sekuat tenaga.


"Apakah pilihanku tadi adalah pilihan yang benar?" Tanya Shin.


Yi Lei mengangguk puas dengan senyum di wajahnya. Dan sekarang hanya tinggal satu serangan tersisa, serangan yang mana akan menentukan berjalan atau tidaknya rencana Shin kali ini.


Kemudian Yi Lei menggunakan orb-nya sekali lagi, dengan aliran petir yang terus mengalir deras dan kuat, dia arahkan semuanya pada tangan kanannya. Menjadikannya berwarna biru seutuhnya dengan fluktuasi yang mengerikan, petir biru tampak bermain-main disana. Sangat bahagia namun kebahagiaan ini bisa membawa bencana besar.


Melihat ini, Shin menjadi kebingungan. Serangan ketiga Yi Lei seharusnya sebuah serangan jarak dekat jika diperhatikan gerak-gerik persiapannya kali ini. Cukup berbeda dari bayangannya tentang seorang Elemental.


Bermaksud meluruskan, Yi Lei berkata, "Nak Shin, hanya karena aku seorang Elemental, bukan berarti aku tidak tahu apa itu memukul. Bahkan di luar sana cukup banyak juga martial artist yang merupakan Elemental."


Keraguan Shin seketika sirna setelah mendengar kalimat Yi Lei, memang dia terlalu muda dan tidak berpengalaman. Dunia luar jauh lebih luas dan tak terduga daripada pikiran terliarnya, hanya dengan menjalaninya sendiri dia bisa mengerti semua hal ini.


Shin menyimpan kembali Arhat Staff. Karena lawannya berniat menggunakan kepalan tangannya sendiri, sebagai seorang martial artist tentunya dia akan menggunakan hal yang serupa. Dalam hal beladiri, Shin memiliki keyakinan kuat bisa mengungguli Yi Lei, apalagi dia telah mendapatkan Martial Will. Namun, kekuatan petir yang berada di tangannya cukup membuat Shin ngeri. Kekuatan serangan Yi Lei, tidak bisa ia anggap remeh.


Shin menyalurkan semua Aura yang dia miliki dalam tubuhnya kedalam tangan kanannya, ini akan jadi sebuah tumbukan yang intensitasnya tidak akan kalah dengan sebelumnya! Dengan Aura Bumi yang kuat dan Aura Langit yang fleksibel, menciptakan sebuah kombinasi yang saling melengkapi antara keduanya, membuat sebuah kekuatan yang jauh lebih superior dari Aura Asli. Ditambah dengan teknik bela diri dari Feng Li yang juga sama kuatnya, teknik yang berfokus pada ledakan kekuatan sesaat untuk membunuh banyak musuh dalam satu serangan. Dengan semua hal ini pun Shin memiliki kepercayaan diri yang masih saja kecil.


Yi Lei selesai melakukan persiapannya dan langsung melonjak kedepan, dengan langkah yang diringi raungan guntur yang kuat, dengan kecepatan yang juga tidak kalah dengan guntur itu sendiri. Yi Lei menerjang Shin dengan kepalan yang sudah siaga sepenuhnya.


Shin disisi lain juga sudah menyelesaikan semua hal yang perlu dia siapkan, Shin mencengkram tanah dengan kuat sehingga menciptakan retakan yang merekah dengan tingkat yang mengkhawatirkan. Selesai memantapkan langkahnya, Shin melontarkan tubuhnya kedepan layaknya sebuah peluru. Kecepatan tubuhnya kali ini sama sekali tidak kalah dengan Yi Lei.


Kepalan tangannya ditarik kebelakang untuk mengandalkan momentum serta menggunakan berat tubuh untuk menambah kekuatannya. Dengan Focussed Aura Control, Shin menyalurkan lagi energi kinetik yang dihasilkan akibat gerakannya kali ini. Kepalannya semakin bertambah kuat, bahkan ini adalah pukulan paling kuat yang Shin pernah keluarkan semasa hidupnya.


Tak butuh waktu yang lama, hanya satu napas waktu untuk keduanya berada dalam jarak serang masing-masing. Shin dan Yi Lei meninju lurus kedepan tepat kepada target mereka sendiri tanpa ada penahanan dan pembatasan. Kepalan tangan yang mengandung berbagai Aura dan gaya melawan kepalan petir.


BOOOM!!!


CRACK!!


Ledakan kekuatan yang mengerikan terjadi saat kedua serangan ini saling bertabrakan. Shockwave yang mengerikan muncul saat Shin meninju, membuat sebuah halo vertikal, namun Shin tidak berada diatas angin. Kekuatan petir yang dahsyat menerkam tangannya mengalahkan dan menetralkan segala Aura yang terkandung didalamnya. Tanah dibawah mereka retak dan pecah bagaikan gelas yang terjatuh, hancur berkeping-keping tak kuasa menahan dampak dari shockwave yang diakibatkan keduanya.


Lengan baju Shin tercerai-berai hancur dan tubuh Shin terpental jauh sekali sembari melepaskan beberapa panah darah dalam perjalanannya. Shin jatuh menghantam tanah dan berguling-guling berkali-kali sebelum akhirnya berhenti dengan tubuh yang sudah terluka parah sekali. Terutama lengannya, tulang disana telah patah dan daging serta kulitnya menderita luka bakar ekstrim akibat menerima listrik bertegangan tinggi. Sepertinya, Shin tidak bisa menggunakan tangan kanannya dalam waktu dekat. Bahkan pil penyembuh tidak bisa menyembuhkan luka separah ini, kecuali tiga (dua) klan besar mau membuka penyimpanan mereka, rencana harus ditunda beberapa minggu hingga satu bulan lamanya.


Disisi lain, Yi Lei hanya terpental berkilometer jauhnya, dia juga menderita sebuah luka yang mana, tulang di tangannya patah akibat adu serang dengan Shin tadi! Walau lebih ringan daripada Shin, dia masih patah tulang. Shin yang pada dasarnya memang sudah terluka sebelumnya harus terpaksa kalah dengan Yi Lei dalam hal kekuatan fisik. Dalam kondisi prima, Shin bahkan tidak perlu berpikir tentang retak tulang. Dia masih bisa bertukar pukulan beberapa kali lagi setelahnya. Fisik yang lebih kuat dari Feng Li, tidak mungkin selemah ini!


Zhang Wu langsung mendekati Shin walau dia butuh waktu yang tidak sebentar untuk itu; Suo Qing mendekati Yi Lei dan dia bisa dengan cepat tiba di tempat dimana Yi Lei sedang terkapar.


Suo Qing berdiri didepannya dan menatap Yi Lei sedikit aneh. Dari pandangan sekilas, Suo Qing bisa tahu kalau Yi Lei itu masih sadar, luka yang diderita olehnya pun tidaklah parah. Bangkit dari tanah dan berdiri tegak harusnya bukan hal yang sulit. Tidak bisa mengerti, Suo Qing mengulurkan tangannya namun segera ditepis oleh Yi Lei.


"Tidak, biarkan saja aku begini sebentar lagi. Perasaan dikalahkan seorang junior, sungguh mantap sekali rasanya. Dan lihat ini, dia bahkan mematahkan tanganku. Klaimnya yang bisa menang melawan seorang ahli Master dan seimbang melawan dua harusnya menjadi kebenaran." Patah lengan ini memberi dampak besar pada Yi Lei. Karena kebanggaannya telah dipatahkan bersamaan dengan patahnya tulang di tangannya, apalagi karena seorang junior yang melakukannya. Dampaknya jauh lebih besar lagi.


"Sudahlah, jangan terlalu diambil hati. Kita tidak bisa menggunakan standar biasa untuk mengukurnya. Hanya karena dia telah mendapat berbagai kekuatan dan keberuntungan besar. Bukan berarti dia tidak mempunyai kerja keras dan tidak melalui usaha besar untuk mencapai tingkat ini." Lanjut Suo Qing, "Untuk rencananya, aku tidak terlalu yakin tentang hal ini. Posisi kita saat ini adalah 3 vs 5, atau 3 vs 4 jika memang satu berhasil dibunuh. Dan entah bagaimana nantinya Shin akan mengalihkan salah satu ahli Master musuh, kita ada dalam keadaan seimbang. Dia memang bisa menang melawan satu, tapi 'membunuh' seorang ahli Master adalah konsep yang sepenuhnya berbeda. Hanya dari kekuatan kotor dia adalah yang terkuat di kawasan ini, namun jika bicara soal pertarungan sejati. Aku pun masih bisa mengalahkannya."


"Tidak, kau salah." Yi Lei punya argumen yang berbeda dengan Suo Qing. "Kau lihat serangan yang dia gunakan saat melawan Ultimate Jade Sword dan Falling Dragon Thunderfall? Harusnya itu cukup sebagai serangan pembunuh seorang ahli master. Kekuatannya harusnya setara dengan Ultimate Jade Sword asalkan dia tidak terluka. Andai saja musuh tertangkap lengah dan terkena serangan itu, mereka akan mati. Jadi menurutku, besar kemungkinan rencana ini akan berhasil."


"Tapi kau lihat sendiri kan, konsumsi Aura yang diperlukan sangatlah tinggi. Dan juga, untuk hanya menggunakannya pada saat terakhir, harusnya ada beberapa batasan yang diterapkan." Kata Suo Qing.


"Dua kali, ia hanya bisa menggunakannya dua kali. Atau begitulah menurutku." Ucap Yi Lei mengemukakan pendapatnya sendiri.


"Kuanggap saja hal ini benar, berarti dia hanya punya dua kesempatan untuk membunuh musuhnya sendiri. Dan untuk bisa melakukan hal ini, dia haruslah pulih terlebih dahulu!" Suo Qing menatap Yi Lei dengan mata yang berbinar.


Seketika, Yi Lei menyemburkan darah segar ke udara. Dalam hal ini, dia sudah mengerti maksudnya. "Uhukk.... Aku bahkan baru saja membayar harga yang mahal untuk memulihkan lukaku sendiri. Patah tulang ini juga membutuhkan perawatan terbaik, aku tidak bisa menanggung satu orang lagi!"


"Eitss... ingat siapa yang membuatnya terluka separah ini? Salahkan saja dirimu sendiri yang tidak bisa menahan diri!" Suo Qing terus mengelak.


"Ayolah Qing, Ultimate Jade Sword tadi bahkan jauh lebih kuat daripada Falling Dragon Thunderfall, argumenmu sama sekali tidak valid!" Yi Lei tidak mau kalah berdebat dengannya.


Disisi lain, Suo Qing masih menunjukkan rasa schadenfreude yang kuat. "Jangan membuat alasan! Ultimate Jade Sword milikku bahkan tidak melukainya, kau sepenuhnya bertanggung jawab atas hal ini!"


'Sialan, bagaimana bisa orang seperti dia jadi Patriark Klan Suo!?'