Lone Hero

Lone Hero
Satu Gerakan



Meninggalkan Zhang Wu yang sudah merawatnya selama ini, Shin melangkahkan kakinya ke utara, menuju rumah Feng Li berada. Atmosfir Kota Yan yang damai dan hangat menyebabkan perjalanan serasa cepat. Shin berhenti disebuah kedai makanan pinggir jalan, kedai itu menjajakan bermacam-macam jajanan pasar dan juga kue. Shin yang lelah berjalan menyempatkan dirinya istirahat sebentar. "Paman, aku beli yang ini, ini dan yang ini." Sambil menunjuk dengan jarinya Shin mengeluarkan uang dari cincinnya. Shin memilih beberapa kue yang tampak lezat, dia sudah kelelahan karena menyerap pil tadi.


"Ini makananmu, semuanya seharga sepuluh koin perak." Shin lalu membayar dengan uang pas dan duduk di sebuah kursi dekat kedai, tak lama ada seorang wanita muda berumur dua belas atau tiga belas tahun dengan rambut merah seperti api, matanya yang indah dan tubuhnya yang ramping ditutupi pakaian kemerahan menjadikan pria manapun serasa terbakar. Wajah kecil manisnya tampak sangat cocok dan serasi dengan semua fitur di tubuhnya. Menciptakan sebuah kombinasi maut yang membuat banyak ahli muda tergila-gila.


Wanita ini menghampiri kedai yang didatangi Shin tadi.


Shin melahap kue yang dibelinya dengan lahap, sebelum dia memulai perjalanannya, Shin bergumam terlebih dahulu. "Kak Zhang hanya memberitahu di utara kota, harus kucari kemana kalau seluas ini. Terpaksa harus bertanya lagi." Shin mendekati kedai itu dan bertanya pada pemiliknya, "Paman, apa kau tahu dimana rumah Feng Li?"


Pemilik kedai jelas terkejut dengan pertanyaan ini, dan seperti biasa, "A... aku tidak tahu." Setiap kali Shin bertanya jawabannya selalu sama, ini sudah membuat Shin stres. Wanita disebelahnya juga tertarik dengan pertanyaan ini. "Kenapa kau mencari Feng Li adik kecil?"


"Aku hanya disuruh pamanku." Shin tidak akan mengungkap fakta bahwa dia ingin berguru pada Feng Li, dia tak ingin menjadi pusat perhatian Kota Yan. "Apa kau tahu dimana dia?"


"Pertanyaanmu lucu sekali. Semua orang di kota juga tahu dimana rumahnya." Wanita itu tak bisa menahan tawa mendengar ini. "Kau pasti orang baru kan? Lebih baik kau pulang saja ke tempat asalmu, dia bukan orang baik-baik."


"Aku tak peduli, musuhku juga bukan orang baik-baik." Wajah curiga dipasang wanita itu saat mendengar kata "musuh".


"Musuh? Apa kau mau berguru padanya?"


"Ee... tidak, siapa yang mau berguru pada orang kejam seperti dia." Shin menjawab dengan wajah mencurigakan. 'Sial, aku keceplosan tadi!'


"Kau tidak bisa bohong padaku. Katakan tujuanmu mencarinya!" Wajah Shin yang polos mengungkap jelas kebohongannya.


"Bukannya aku sudah bilang tadi. Bukan hal yang baik ikut campur dalam urusan orang lain." Shin tetap teguh pendirian.


"Namaku adalah Ying Ai, murid satu-satunya Feng Li." Dengan bangga wanita bernama Ying Ai itu mengungkapkan identitasnya. Kebanggaannya sama sekali tidak kalah dengan anggota tiga klan besar. "Apa yang kau mau dengan bertemu master?"


"Kau pasti tahu rumahnya kan?" Shin kembali mengulang pertanyaan ini. Identitas gadis didepannya sebagai murid satu-satunya Feng Li memberi sebuah harapan, tanpa dia sadari dia telah bertemu dengan orang dalam.


"Apa kau percaya aku akan memberitahumu?"


"Aku tinggal mengikutimu saja saat kamu pulang." Shin mengeluarkan jawaban cerdik dan tak terduga dari mulutnya.


"Kau pikir guruku akan menerima murid lemah dan menyedihkan sepertimu?" Ying Ai masih meremehkan Shin. Dengan kekuatannya Shin masih jauh dibawah rata-rata Kota Yan.


"Kau bahkan lebih lemah dan menyedihkan saat pertama jadi muridnya." Shin sudah tahu masa lalu dari Feng Li dan muridnya dari Zhang Wu. Ying Ai terdiam karena perkataan ini, dia sudah kena skakmat. Dulu saat Feng Li menerimanya, dia adalah anak korban perang yang belum memulai kultivasinya, itu jauh, jauh lebih menyedihkan dibanding Shin.


"Dasar bocah berlidah perak." Ying Ai mendengus dingin, dia sudah kehabisan kata-kata untuk membuat Shin menyerah. Karena kata-kata tidak mempan, dia hanya bisa mencoba cara ini. "Kalau satu seranganmu membuatku bergerak dari sini, aku akan memberitahumu dimana rumahnya!"


Ying Ai sudah mencapai tahap pembentukan akhir, perbedaannya dengan Shin sangat jauh sekali, bahkan dengan sepuluh Shin menyerangnya bersamaan, dia masih bisa berdiri kokoh disana.


Tapi Shin juga sudah meningkat, dengan kekuatannya sekarang dia bisa mengeluarkan tiga puluh persen dari teknik pemberian Hong Wei. Ditambah dengan teknik kontrolnya, kekuatannya bisa meningkat hingga lima ratus kg! Satu serangan ini mungkin cukup untuk membuat Ying Ai terkapar.


"Jangan sampai menangis ya, bocah."


Ying Ai mengaktifkan auranya, aura berwarna merah berfluktuasi dengan liar dari tubuhnya, rambut merahnya terangkat seolah tertiup angin. Penampilannya yang menawan hampir membuat Shin terlena, tapi ada sesuatu yang aneh, "Me... merah?"


"Oh, apa kau baru melihat seorang elemental api?" Shin sungguh tak beruntung, selain kekuatan lawan jauh diatasnya, musuhnya juga seorang elemental! Ying Ai juga tidak berniat menahan diri melawan Shin.


Dia sungguh tak tahu malu, melawan seorang junior kecil sampai harus mengaktifkan aura. Dewi Fortuna sepertinya sedang tidak memihak Shin, tapi Shin bukanlah orang yang bergantung pada keberuntungan semata.


"Fire wall" Tangan Ying Ai direntangkan kedepan dan muncul sebuah dinding api, suhu disekitar langsung melonjak naik, "Kau masih bisa menyerah sekarang."


"Buatlah perisai sesukamu, karena... seranganku datang dari atas. Focussed Pressure Strike!!" Shin merendahkan usaha sia-sia dari Ying Ai.


Bug!


Seperti sebuah palu godam dari langit, tanah di sekitar Ying Ai retak dengan mengkhawatirkan, Ying Ai diatasnya menyesal karena perisainya ada didepan.


Dari atas tubuhnya, benda seberat setengah ton dibebankan pada dirinya secara total, Ying Ai dengan sekuat tenaga menahan gempuran dahsyat ini namun percuma.


Buk!


Tubuh kurus Ying Ai akhirnya ambruk dibawah tekanan ini, satu lututnya mencium tanah saat ini. Menjadikannya dalam posisi berlutut seperti kalimat Shin sebelum ini. Tak diragukan lagi, dia akan malu sampai ke tulang! Berlutut karena seorang junior tahap konversi adalah aib terbesarnya, jika berita ini menyebar reputasinya akan tercemar.


Serangan ini sedikit berbeda dari Focussed Pressure hasil perpaduannya. Seiring dengan penguasaan sempurna dari tahap satu Focussed Aura Control, Shin memfokuskan seluruh auranya dalam satu serangan ini. Serangan tadi hanya berlangsung selama tiga napas, dengan lebih singkatnya durasi, kekuatannya juga melambung hingga tujuh ratus kg! Serangan tadi sudah menghabiskan setengah dari aura Shin.


"Mengesankan, kau sudah membodohiku rupanya bocah." Ying Ai bangkit dan membersihkan debu di pakaiannya. Sebisa mungkin dia menahan fluktuasi kesal di wajahnya.


"Kau harus menepati janjimu."


"Jangan khawatir, aku akan mengajakmu nanti. Tapi aku punya urusan penting sekarang."


"Apa itu?"


"Aku sedang istirahat dari pelatihan neraka kau tahu! Aku tak tahu kapan bisa menikmati waktu seperti ini lagi." Dengan ekspresi sedih Ying Ai berkata, wanita sombong dan bangga tadi sudah menghilang, digantikan dengan seorang wanita muda yang manja. Pergantian ini membuat Shin sedikit senang, "Aku akan mentraktirmu sebagai permintaan maaf."


"Benarkah?" Ying Ai tampak sedikit tak percaya dengan ini.


"Tentu saja." Shin masih punya sisa cukup banyak uang dari Hong Wei. Bukan hal yang buruk juga untuk membangun sebuah hubungan.


"Te...terima kasih." Pipinya memerah sedikit saat mengucapkan dua kata ini, bagi wanita sepertinya, mendapatkan teman adalah sesuatu yang langka, dengan identitasnya sebagai murid Feng Li hampir semua orang ketakutan, namun dengan rasa kesepian ini Shin juga sudah sangat berpengalaman. Takdir keduanya seakan terikat secara misterius.