
Ying Ai sudah pulih kembali dan tak terasa hari libur yang langka sudah berakhir, hari-hari pelatihan yang keras dan kejam akan kembali menghujani Shin. Tapi dia sama sekali tidak merasa menyesal atau enggan dengan itu, "tidak ada makanan yang gratis didunia ini" pepatah itu selalu Shin tanamkan dalam hati terdalamnya. Dengan memegang teguh hal ini, dia bisa melewati hari-hari keras dan penuh siksaan lainnya.
Setelah latihan fisik dan dasar dari bela dirinya Shin tidak diperintah memukul air lagi. Dia sudah menyelesaikannya dan sudah waktunya untuk hal baru.
"Kau sudah mengerti tentang dua cara penggunaan kekuatan dalam beladiri, yang pertama adalah pemfokusan dan yang kedua adalah penyebaran. Latihan kemarin hanya menunjukkanmu cara kedua penggunaan kekuatan. Untuk yang pertama kau pasti sudah tahu itu, dan sekarang tugasmu adalah membuat satu lubang sempurna tanpa ada retakan lain di kayu ini!" Feng Li mengeluarkan sebuah batang kayu berwarna kehitaman yang tampak sangat keras. Bahkan dengan menggunakan aura dan Focussed Aura Control Shin masih tidak yakin bisa melubanginya, jika hanya menghancurkannya memang itu tugas yang terlampau mudah.
Feng Li beralih ke Ying Ai dan memberinya tugas lain, "Aku ingin kau bisa mengendalikan sepuluh api secara terpisah!" Tugas yang diberikan Feng Li pada Ying Ai kebanyakan bukan tugas fisik yang berat, ini karena ia adalah seorang elemental jadi kontrolnya terhadap elemen sangat mempengaruhi kekuatannya. Dalam hal ini, penguasaan elemen sama pentingnya dengan kultivasi bagi seorang elemental. Tak seperti para ahli biasa yang harus menggunakan skill, seorang elemental bisa dengan bebas menggunakan sebuah elemen. Karena inilah kontrol menjadi sebuah hal mutlak bagi mereka.
Meski Ying Ai bisa memberi perintah pada api miliknya namun api itu masih memiliki sebuah batasan. Saat ini Ying Ai hanya bisa mengendalikan tiga api secara terpisah paling banyak. Untuk setiap api yang berbeda diharuskan untuk menerima distribusi kekuatan yang sama persis, jika Ying Ai terlalu fokus pada satu api, api yang lain akan kehilangan sumbernya dan padam. Keseimbangan rapuh yang harus ditemukan dan dijaga oleh Ying Ai dan ini sangat sulit untuk dilakukan.
Mencoba melaksanakan tugas dari gurunya, Ying Ai mengeluarkan tiga nyala api yang melayang di udara dan akan membentuk yang keempat, dia menyesuaikan api keempat sesuai dengan tiga api sebelumnya, Ying Ai terlalu fokus dengan api keempat hingga tiga api sebelumnya padam meninggalkan api keempat diudara. Dengan satu api yang menggantung di udara Ying Ai kembali menambah jumlahnya menjadi tiga sekali lagi, dia bisa dengan mudah menjaga keseimbangan nyala dari tiga api ini namun saat nyala ditambahkan dia tetap memadamkan ketiga lainnya. Ini seperti menumbuhkan sebuah anggota badan baru, kesulitannya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Disisi lain Shin masih memukul batang kayu ini, bukan dengan telapak tangan tapi dengan pukulan keras, dia yang sudah menguasai tahap pertama Focussed Aura Control pasti sudah biasa dengan memfokuskan kekuatan, tapi yang selama ini dia lakukan hanya memfokuskan kekuatan internal serangannya bukan kekuatan eksternal saat kekuatan itu dilepaskan. Ini adalah dua hal yang sangat berbeda.
Buk! Buk! Buk! Buk!
Shin memukul kayu dengan segenap kekuatannya, harusnya dengan kekuatan fisiknya saja menghancurkan pohon adalah hal yang bisa dibilang mudah, tapi saat dia memukul kayu ini goresan bahkan tidak muncul dipermukaannya! Kayu ini pasti bukan kayu biasa.
"Hehe, bagaimana menurutmu tentang kayu besi itu?" Feng Li tertawa jahat saat berkata, kayu yang digunakannya ini adalah kayu besi, hanya bisa tumbuh diatas tanah yang mengandung mineral besi tinggi. Mineral dari dalam tanah diserap oleh akar pohon ini dan membuatnya lebih keras daripada kayu biasa, bahkan bila dibandingkan dengan besi asli kekerasannya tidak akan kalah sama sekali! Kokoh seperti besi tapi ringan seperti kayu menjadikannya bahan baku favorit dalam pembuatan bangunan atau kereta kuda, harga satu batang pohon ini bisa sampai 10.000 emas. Banyak sekte dan klan yang menggantungkan bisnis mereka pada perdagangan kayu besi ini, yang mana memang permintaan pasar cukup tinggi.
Shin mengernyitkan dahinya saat tahu kayu apa ini, kekerasannya yang tidak kalah dengan besi dan tebal kayu ini yang berukuran tiga jengkal menandakan bahwa kayu ini sudah dewasa yang berarti kekerasannya dalam tahap maksimal! Menghancurkannya dengan aura juga Shin sepertinya masih kesulitan apalagi hanya dengan tubuh fisik biasa. Tapi mau tidak mau tugas yang mustahil ini harus dilaksanakan dengan baik oleh Shin.
"Berhenti memukul, Shin! Pukulanmu itu tidak ada rasa bela diri sedikitpun didalamnya, bahkan Ying Ai bisa melakukan yang lebih baik darimu! Biar aku tunjukkan padamu apa itu bela diri yang sesungguhnya!" Feng Li yang selalu duduk di teras dan memperhatikan keduanya akhirnya mengambil tindakan, ini adalah pertama kalinya Feng Li mengajarkan Shin secara langsung.
"Mohon petunjukmu, master!" Shin bahagia karena akhirnya bisa melihat langsung kekuatan dari seorang Martial Master Feng Li.
Feng Li beranjak dari kursinya dan berdiri didepan kayu besi ini, dia berdiam diri dan menghembuskan beberapa napas sebelum merendahkan kakinya, jari kakinya mencengkram tanah dengan kuat. Tangan kirinya berada didepan dan tangan kanannya dia kepalkan dengan kuat disisi pinggangnya, pose bela diri ini terlihat sangat gagah dan tak tergoyahkan. Tangan yang mengepal akhirnya menghantam kayu dalam satu garis lurus dengan lembut seolah tangannya itu hanya menyentuh kayu itu. Sebagai seorang master, menghancurkan seratus kayu yang sama dengan kekuatannya sendiri adalah hal yang mudah, namun sepertinya Feng Li menggunakan suatu kekuatan lain yang misterius. Tidak ada suara ledakan apapun saat tangan bertemu dengan kayu, namun saat dilihat dengan seksama sebuah lubang sempurna berada tepat dimana pukulan tadi mendarat, hanya ada lubang disana, satu retakan kecil juga tidak ada. Kontrol atas kekuatannya pasti sudah mencapai tempat yang sangat tinggi.
Shin melihat adegan ini dengan fokus tanpa satupun yang terlewat tapi dia masih tidak mengerti kenapa hasilnya bisa seperti ini.
"Ini adalah teknik dasar dari bela diri manapun, memukul!" Feng Li mengeluarkan sebuah kayu baru dari cincin ruang miliknya dan kembali keatas teras lagi.
Shin berusaha mempraktekkan gerakan dari Feng Li, dia posisikan tubuhnya sama persis seperti Feng Li tadi, dia juga mencengkram tanah dengan kakinya. Berbeda dengan Feng Li yang mengirim pukulan lembut, Shin mengeluarkan serangan terkuatnya kali ini.
Bug!
Tidak ada lubang atau goresan baru hanya suaranya saja yang lebih keras, kekuatannya memang meningkat tapi itu masih jauh dari cukup.
"Lagi... lagi... lagi." Shin memukul sampai sore hari dan tinjunya kini sudah berdarah, bahkan darah sudah mengucur dari kedua tangannya itu. Saat Shin melihat Feng Li memukul tadi, dia bisa merasakan sebuah kekuatan eksternal mengalir dalam serangannya, berkali-kali dia melakukan hal yang sama tapi dia masih belum bisa menemukannya juga, dia mengerti bahwa jika dia ingin berhasil dalam tugasnya kali ini dia harus menemukan sumber kekuatan eksternal itu!