
Di rumah.
"Shin, dalam enam bulan kedepan kau harus bisa menguasai teknik itu dan kultivasi gila-gilaan. Setidaknya kau harus menerobos ke fase menengah. Ingat, musuhmu nanti akan jauh lebih ganas dan kejam daripada yang tadi, mereka tidak akan peduli dengan latar belakangmu dan tanpa ampun membunuh. Saat di wilayah selatan nanti kau pastikan setidaknya harus membunuh satu lawan, itu akan sangat berguna untuk pengalamanmu!" Feng Li memberi nasehat dan syarat untuk Shin sekali lagi.
"Me... membunuh orang?" Membunuh beast dan membunuh manusia adalah dua konsep yang berbeda, meski kekejaman Shin sudah ditunjukkan saat membunuh beast tapi dia belum pernah membunuh manusia. Mau bagaimanapun nyawa seseorang hanya ada satu, bagaimana bisa ada orang yang menganggapnya sebagai rumput tak berharga?
"Aku tidak menyuruhmu membunuh orang tak bersalah, kau hanya diizinkan membunuh lawan dalam pertarungan! Lagipula ini untuk pelatihanmu kedepan, kau harusnya tahu sudah berapa banyak nyawa yang melayang ditanganku ini kan?" Memang, jumlah orang yang Feng Li bunuh bisa mencapai tujuh digit! Setelah membunuh puluhan ribu manusia akan tercipta sebuah hawa membunuh dan aura haus darah yang kuat, hanya dengan mengeluarkan aura ini bahkan bisa menekan lawan yang setingkat. Sebuah hal yang sangat berguna dalam dunia ini, menunjukkan betapa kuat dan hebatnya dirimu yang sesungguhnya.
"Master, aku punya dua pertanyaan." Tanya Shin sedikit ragu
"Katakan saja, tidak perlu sungkan."
"Dalam pertarungan tadi aku menyadari sesuatu, tinju dan tendangan kita ini selalu memiliki batasan dalam kerusakan dan daya tahan, jika dibandingkan dengan pedang itu masih kalah jauh. Apa master adalah martial artist murni dan bukan seorang pengguna senjata?" Tangan dan kaki meski sangat fleksibel dan mudah dikendalikan tentu saja memiliki kekurangan, kerusakan yang ditimbulkan oleh daging dan kulit pasti tidak akan sebesar pedang atau tombak, pertahanan tubuh kedagingan pasti tidak akan melebihi perisai atau armor. Oleh karena itu hanya ada sedikit sekali martial artist yang tidak menggunakan senjata sama sekali.
"Dulu, guruku adalah seorang pengguna tongkat jadi aku juga mewarisi keahliannya itu. Kau memang benar tentang batasan tubuh kedagingan ini, meski dialiri aura bumi dan aura asli tetap tidak akan sebanding dengan harta tingkat tinggi. Tapi ada juga beberapa yang tetap mempertahankan pemikiran mereka sebagai martial artist murni. Kau akan memilih senjata yang cocok denganmu besok. Lalu apa pertanyaan keduamu?" Jelas Feng Li padanya.
"Master kan sudah mencapai tahap master, saat kita bertarung di udara bukankah keuntungan menyerap aura bumi para martial artist menjadi hilang?" Shin adalah orang yang berpikir kritis dan suka memikirkan hal yang jauh didepan sebagai antisipasi.
"Hahaha, tak kukira kau berpikir sampai kesana. Ada dua cara yang bisa digunakan, yang pertama adalah menyerap aura bumi dari atas tanah. Tapi cara ini jarang digunakan karena tidak efisien dan jumlah yang diserap jadi jauh lebih berkurang. Namun saat kau memiliki pemahaman dan konsep tentang bela diri yang sangat kuat cara ini lazim dipakai. Yang kedua merupakan yang paling mudah, menyerap aura langit. Aura langit sedikit berbeda dengan aura bumi, aura langit memiliki warna putih murni dan juga sedikit lebih mudah disalurkan dan fleksibel daripada aura bumi yang sedikit kaku tapi kuat. Tapi saat kau bisa menyerap kedua aura ini kekurangan keduanya akan lenyap dan menjadi sangat kuat, jika digunakan dengan benar kau bisa melawan musuh yang satu tingkat diatasmu dengan mudah."
Shin terkagum dengan kekuatan para martial artist ini, bisa melakukan skipping tingkat seperti ini sangat menakjubkan baginya. Apalagi kenaikan tingkat kultivasi saat menjadi lebih kuat akan lebih sulit lagi. Tahap master misalnya, untuk naik dari fase dasar ke fase mendalam dibutuhkan latihan dan budidaya selama puluhan tahun. Puluhan tahun latihan bisa dilewati dengan hanya menyerap kekuatan luar akan menjadi tidak terduga dan membuat iri. Tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa mencapai level itu.
Tak terasa bulan sudah menggantung di langit dengan bintang-bintang sebagai hiasan. Ying Ai sudah keluar dari ruangannya dan langsung menujuĀ kamar untuk tidur. Shin sudah menduga ini dan menunggu Ying Ai datang, dia hendak memberikan armor yang didapatkannya pada Ying Ai, sebagai elemental pertahanan dan kekuatan fisiknya pasti lebih rendah daripada Shin. Meski Shin juga ingin memakai armor ini tapi Ying Ai lebih membutuhkannya.
"Hey...." Shin hendak memberi armor ini sebagai kejutan untuknya, tapi saat melihat Ying Ai yang kelelahan sedemikian rupa Shin mengurungkan niatnya karena ini bukan waktu yang tepat. Ying Ai langsung membenamkan dirinya di kasur miliknya, setiap hari Shin melihatnya namun ini adalah pertama kalinya dia melihat Ying Ai seperti itu.
Tubuhnya menggigil, dan jika dilihat lebih dekat sebenarnya Ying Ai kedinginan, bagi Shin ini adalah masalah sepele namun bagi elemental api sepertinya ini adalah masalah besar, fisik yang lebih rentan dan resistensinya terhadap dingin rendah. Ying Ai yang seperti ini jelas membuat Shin sangat khawatir.
Shin langsung memakaikan Ying Ai selimut miliknya dan membawa segelas air hangat, namun saat Shin kembali lagi kondisi Ying Ai masih belum berubah, dia masih menggigil dan kedinginan. Shin segera mengambil selimut miliknya dan memakaikannnya pada Ying Ai.
"Jangan banyak bicara, kondisimu masih belum membaik." Shin pergi ke dapur dan membawa makanan dari sana. Setelah latihan seharian perutnya pasti kosong.
"Buka mulutmu, kau harus makan untuk pulih." Shin mengambil makanan lembut dari dapur agar bisa Ying Ai makan. Shin duduk disebelah Ying Ai dan mulai menyuapinya. Setelah sepuluh menit semua makanan sudah habis dimakannya.
"Istirahatlah dengan baik dan jangan memaksakan diri, dalam dua hari mungkin kau bisa sembuh." Shin menyimpan piring kotor dan mengisi ulang segelas air untuknya. Hari sudah malam, Shin juga harus tidur untuk latihan besok.
"Shin...." Dalam nada bicara Ying Ai jelas dia masih kedinginan, Shin kehabisan cara dan hanya bisa menjawab.
"Apa, aku masih disini." Jika Ying Ai adalah orang biasa masalah ini sudah terselesaikan sejak tadi, tapi resistensi dingin Ying Ai terlalu rendah, masalah ini menjadi beberapa kali lipat lebih rumit.
Wajah hangat dan ceria sudah tidak ada lagi, Ying Ai yang sakit sangat membuat Shin tersiksa. Dia tidak tahu cara menyelesaikan masalah ini dan ini membuatnya makin frustasi.
Masalah yang harusnya terselesaikan dengan mudah harus menjadi sedemikian rumit dan berbahaya. Hipotermia mungkin masalah besar bagi orang lain, tapi bagi Ying Ai, ini adalah bencana besar! Shin tidak bisa menyelesaikannya pun juga dengan Feng Li, dia hanya bisa berharap esok akan ada tabib yang dipanggil gurunya. Dalam kondisi seperti ini, Shin hanya bisa mendukung sebisanya.
Ying Ai beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju Shin. Shin yang mencoba tidur membuka matanya saat mendengar langkah kaki dan melihat Ying Ai mendekatinya. Langkahnya tidak cepat namun jarak antara keduanya tidak sampai dua meter. Ying Ai berada dikasur Shin dan mulai berbaring disisinya.
"Apa yang kau lakukan?" Shin terkejut dan bertanya tentang ini, dia segera beranjak meninggalkan kasurnya.
"Jangan pergi..." Kata Ying Ai yang masih kedinginan.
"Tenang, aku hanya mengambil selimut disana." Suaranya yang lemah dan tak berdaya menyebabkan Shin tidak tega. Shin mengambil dua selimut itu dan kembali ke kasurnya.
Keduanya kini tidur dalam selimut yang sama, namun Shin merasakan sebuah hawa dingin yang kuat, Ying Ai memeluk tubuh Shin dengan kuat karena kedinginan, dingin yang dirasakan Ying Ai ini dirasakan oleh Shin juga. Hawa dingin yang serasa menembus sampai tulangnya terasa sangat menyiksa. Shin yang hendak melepaskannya hanya bisa membiarkannya. Dalam keadaan lemah ini Ying Ai memaksakan dirinya untuk tertidur, napas dingin yang dihembuskan oleh Ying Ai membuat Shin makin khawatir lagi.
Shin yang merasakan dingin yang sama tidak mengeluh, dia tidak ingin membuatnya khawatir. Shin membalikkan badannya ke arah Ying Ai, tangannnya dengan lembut menyentuh punggung Ying Ai dan menariknya lebih dalam. Ying Ai sedikit terkejut tapi tidak mempedulikan masalah ini lebih jauh lagi. Dalam dingin, keduanya sebisa mungkin tertidur.