
"Ada apa ini, kenapa mereka semua sudah kembali lagi?" Salah seorang perwira Great Sun Army yang berada di pasukan belakang mulai memperhatikan suatu keanehan; dengan Aura Sensenya dia bisa merasakan kedatangan rombongan pasukan depan yang bergerak dengan kecepatan tinggi, ini cukup mengherankan bagi mereka.
Dia berkata cukup keras sehingga dapat didengar oleh semua orang di sini yang memang cukup berdekatan, mereka memejamkan mata dan mulai menyebar Aura Sense, memastikan apakah hal yang dia ucapkan benar atau tidak. Hasilnya, itu cukup untuk membuat mereka berekspresi sama dengan orang yang tadi.
"Kau benar, ini cukup aneh juga. Tapi aku tidak bisa merasakan keberadaan Taiyang di sana, bagaimana dengan kalian?" Keberadaannya memang yang paling dicari, jika Taiyang tidak ada di jajaran pasukan depan ini, mereka akan jatuh dalam kebingungan yang lebih parah.
"Bukan hanya Taiyang," jawab anggota Great Sun Army lainnya segera. "Lu Daofu dan Di Huanzhi juga tidak ada, pun juga dengan Shin yang menyalip kita dengan kecepatan tinggi sebelumnya, mereka berempat sepertinya masih berada jauh di belakang."
"Tapi ada apa ini sebenarnya, jika misi tambahan ini sudah berhasil dan mata-mata itu dibunuh, bukankah mereka semua termasuk para petinggi akan kembali pulang menuju Qin? Kenapa hanya pasukan depan saja yang mereka kirim untuk kembali." Ahli Master mendalam yang berbicara kali ini namanya adalah Luo Ran, dia adalah pengguna tombak dengan kemampuan yang cukup mumpuni. Senioritasnya di pasukan belakang adalah yang tertinggi mengingat dia adalah generasi pertama Great Sun Army, hanya bakat yang menjadi penghalang.
"Jika begini hanya ada satu kemungkinan tersisa: yang pertama adalah Taiyang menyuruh pasukan depan itu kembali lebih dulu dan meninggalkan dirinya jauh di belakang, bisa disimpulkan bahwa misi tambahan sudah berhasil saat ini. Dia pasti memberikan perintahnya entah untuk apa, tapi sepertinya itu adalah hal yang sangat mendesak. Dan sepertinya... itu ada hubungannya dengan kita!" Jawab ahli Master mendalam lainnya yang mempunyai marga Chen dan nama Qi, seorang pengguna pedang. Berbeda dengan Luo Ran, orang ini cukup muda dibanding orang-orang tua ini, penampilannya masih lima puluhan. Meski begitu, kemampuan berpedangnya tidak perlu diragukan lagi sehingga dia disegani oleh semuanya.
Bagaimanapun, mereka masihlah anggota Great Sun Army, meski berada di titik bawah pasukan, mereka jauh lebih unggul daripada pasukan mana pun. Tentunya mereka bukan orang bodoh yang hanya bisa bergantung pada setiap perintah dan keputusan jenderalnya, dalam situasi seperti ini pun mereka bisa mengambil keputusan bersama yang tepat.
"Menilik dari kecepatannya, sepertinya mereka datang dengan kecepatan tertinggi yang bisa formasi raih, mereka tidak akan begitu jika tidak ada hal penting terjadi. Bila terus seperti ini, kita akan bertemu dalam waktu dua jam lebih." Yang menjawab adalah seorang pengguna tombak (guan dao), namanya adalah Gao Shun yang penampilannya cukup tua, dia adalah generasi kedua Great Sun Army. Manakala situasi tak terduga semacam ini terjadi, Taiyang sudah memerintahkan untuk mereka bertiga mengambil alih komando dan memutuskan keputusan, beberapa pertimbangan dipikirkannya dan ketiga orang ini adalah yang paling cocok menurutnya. Pengalaman, kemampuan, dan kelicikan, ketiganya memiliki masing-masing satu yang jika ketiganya disatukan bersama, hasilnya tidak akan beda jauh dengan petinggi utama.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang? Berbalik arah dan pulang kembali ke Qin atau tetap dalam jalan ini dan bergabung kembali dalam formasi lengkap?" Dengan pertanyaan ini, Chen Qi telah membuka sesi rapat dadakan.
"Ini tidak semudah itu, pertama-pertama kita harus mencari tahu dulu alasan Taiyang memberi perintah demikian, baru setelahnya kita bisa menentukan langkah yang akan kita ambil." Mereka bisa dibilang sudah cukup lama bergabung dalam pasukan ini, mungkin sudah seabad lebih sejak mereka bergabung, alhasil akal bulus Taiyang mereka sudah paham hingga tingkat tertentu, walaupun tidak semengerti Lu Daofu dan Di Huanzhi.
"Mungkin saja sebenarnya kita sedang dalam bahaya," jawab Luo Ran dengan segera, dari pengalaman, kemampuan, dan kelicikan, dia memegang yang pertama sebagai alasannya dipilih Taiyang. Sebagai generasi pertama Great Sun Army, pengalamannya sama sekali tidak kalah dengan Lu Daofu dan Di Huanzhi.
"Bahaya? Sampai bisa membuat Taiyang sampai membuat perintah seperti ini, bukankah ini artinya kita bisa mati kapan saja!" Mereka bertiga sudah mengenal Taiyang sejak lama, kepercayaannya pada bawahannya pun sangatlah tinggi, dan menurut semua bukti ini, Chen Qi hanya bisa memikirkan hal itu, dan dari ketiganya dia memegang kemampuan sebagai yang lebih muda.
"Jika kita bisa mati kapan saja, bukankah sudah jelas perangkap Wei akan/sudah diinjak oleh kita? Mereka pastinya tidak akan mau melepaskan mangsa besar seperti ini!" timpal Gao Shun langsung menuju kesimpulannya tanpa perlu diskusi lebih lanjut, dia memegang kelicikan yang mana sudah terbukti jelas saat ini, sebagai sesama orang licik, siasat orang licik lainnya dia bisa kenali dengan mudahnya.
"Jebakan Wei ya, itu harusnya ditujukan pada Jenderal Hui, sayang sekali kita harus menjadi target mereka." Luo Ran menghela napas berat. "Perangkap ini bukanlah yang biasa-biasa saja meski detail lebih lanjutnya aku tidak tahu, yang pasti kita semua bisa mati karenanya! Taiyang sangat memikirkan keselamatan kita karena jika kita mati di sini hari ini, yang akan meninggal setelahnya bukan hanya satu-dua orang, tapi banyak. Sayangnya, kita tidak dalam formasi lengkap, mampu keluar dari situasi mencekik ini hidup-hidup adalah tugas terbesar kita!" Pidato Luo Ran segera membangkitkan semangat dan fokus semuanya, dengan ini mereka semua sudah paham akan situasi yang mereka hadapi dan menjadikan semuanya jauh lebih mudah lagi.
Mereka bertiga yang terbang paling depan saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya menganggukkan kepala, langkah yang harus mereka ambil sudah mereka sepakati bersama. Segera, Luo Ram menghirup napas panjang dan memerintah, "Pasukan! Kalian tidak diizinkan untuk mati sebelum kita bergabung kembali dengan pasukan depan! Ini perintah!"
Teriakan keras itu seketika langsung membuat atmosfir berubah, mereka sadar bahwa bahaya besar mengintai, mereka sadar bahwa saat ini mereka bisa mati kapan saja, dan tugas mereka adalah untuk tetap hidup sehingga tidak perlu membuat jenderal mereka merasa bersalah atas kejadian ini.
Jauh di kejauhan, Taiyang selalu mengedarkan Aura Sensenya untuk mengamati pergerakan pasukannya sendiri maupun fluktuasi mencurigakan guna mendeteksi arah kedatangan musuh. Namun, grup pembunuh yang diutus kali ini bukan kaleng-kaleng, itu adalah yang terbaik dan tentu saja bisa bersembunyi dari Aura Sense ahli sekelas Taiyang. Awalnya, Taiyang mengernyitkan keningnya kala tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, namun saat merasakan pergerakan pasukan belakang, dia tersenyum lega. 'Memang bukan keputusan yang salah menyerahkan komando pada mereka bertiga, sejauh ini hampir semua hal berjalan sesuai keinginanku, hanya tinggal bagaimana langit saja, apakah dia akan membantuku atau tidak.' Taiyang menatap langit dan membatin, dia sungguh tidak ingin melihat ada korban jatuh hari ini.
"Jenderal Yang, apakah memang pasukan belakang sama sekali tidak berkutik melawan grup pembunuh itu? Keduanya sama-sama yang terbaik di bidangnya, jadi seharusnya waktu satu jam bisa mereka ulur, 'kan?" tanya Shin memecah keheningan dan mencairkan suasana yang tegang.
"Keduanya sangat berbeda. Dari jumlah saja, untuk pemakaian assasin luar ruangan, sekitar tiga puluh ahli dalam satu grup, mengingat level mereka yang tertinggi di Wei, tiap asaasin itu adalah ahli Master mendalam hingga lanjutan. Mereka sudah kalah jumlah, kekuatan, dan stamina. Apalagi para pembunuh itu sering menggunakan serangan diam-diam dan cara bertarungnya pun sangat membingungkan, mereka bisa membunuhmu bahkan sebelum kau sadar bahwa jantungmu sudah tertusuk belati beracun. Mereka sangat berbahaya sekaligus musuh alami kami. Tetapi jika satu Great Sun Army utuh berada dalam komandoku, tiga grup semacam itu masih bisa dibasmi dengan mudah!" Secara umum, prajurit dan pembunuh adalah dua jenis yang bertolak belakang, yang satu bertempur di siang hari dengan gagah berani melawan ratusan musuh seorang diri, bentuk sejati dari seorang pahlawan. Sedang yang satunya bertempur di malam hari yang seperti namanya, mereka berspesialis dalam membunuh target tunggal, wujud mereka tidak terlihat, mereka tidak mengharapkan jadi terkenal. Secara alami, keduanya saling bermusuhan.
"Paling lama setengah jam sebelum jatuh satu korban, dan sekitar lima jam lebih untuk mereka musnah, dengan membawa dua puluh musuhnya bersama ke neraka!"
"Eh, bukankah jumlah ini sedikit tidak sinkron? Ini seperti mereka mampu memberikan perlawanan yang sangat sengit."
"Nak Shin, tahukah kau kalau semakin terdesak dan putus asa manusia, semakin dia akan mengeluarkan kemampuannya? Pada saat-saat pertama, korban akan jatuh dengan mudah dan moral pasukan akan turun drastis, memudahkan para assasin itu untuk membantai mereka hingga pertengahan pertempuran, lalu pada saat menengah hingga akhir, di sinilah letak paling beresiko bagi para pembunuh itu. Mereka sudah tidak punya harapan lagi dan di dalam hatinya hanya ada pikiran untuk membunuh dan membunuh, mereka akan lebih kuat selayaknya Beast. Tapi asalkan jenderal ini ada di sana tepat waktu, tidak akan ada nyawa yang melayang kecuali nyawa para badjingan itu!" Emosi Taiyang sudah hampir tak terbendung, Aura dakam tubuhnya sudah siap untuk meledak sejak pertama kali dia mendengar soal "suar".
"Hm... kenapa kehadiran seorang jenderal bisa mempengaruhi hasil pertempuran sedemikian banyaknya?" Sebagai warga negara yang tidak mengenal peperangan sama sekali, dia kurang memahami apa itu "jenderal" yang sesungguhnya.
Mendengar jawaban ini, Taiyang tersenyum hangat walaupun tidak bisa dilihat oleh Shin. "Itu karena aku adalah seorang jenderal, dengan kehadiranku saja moral pasukan sudah melejit hingga tingkat tertinggi dan tidak akan pernah turun, mereka akan mudah dikontrol dan mampu melepaskan semua kekuatan potensial dengan arahan dan perintah yang benar--sama seperti saat mereka sekarat. Mau sekuat apa pun sebuah pasukan, bila tidak memiliki jenderal itu hanyalah satu kelompok ahli yang memakai armor yang sama. Pasukan dan jenderal, dua hal itu tidak bisa dipisahkan satu sama lain, dan jika keduanya saling bergabung secara sempurna, kekuatan tertinggi akan tercipta! Bisa dibilang, pasukan belakang jika dipimpin diriku akan bisa bertarung setara dengan pasukan depan!" Itu jelas sebuah peningkatan yang sangat signifikan, tak heran dia bisa mengucapkan klaim yang rasa-rasanya tidak masuk akal.
Shin, dia sangat puas dengan jawaban ini, cakrawalanya telah diperluas sekali lagi, dia sudah mengerti beberapa hal tentang peperangan, para jenderal dan wibawanya, itu adalah apa yang sangat ia kagumi. Dan dia pun berharap bahwa dapat melihat sosok hebat seperti ini menunjukkan kehebatannya.
"Mungkin aku sudah terlalu tua...." gumamnya dengan suara yang sangat rendah.
***
"Suar khusus sudah dinyalakan beberapa waktu yang lalu, tapi sepertinya target kita kali ini cukup sulit. Great Sun Army, aku cukup tak menyangka mereka bisa seceroboh ini," kata seorang pria berpakaian serba hitam begitupun dengan semua ahli di belakangnya, mereka berlari dengan kecepatan tinggi di hutan secara diam-diam mendekati target, yang ternyata berjarak cukup jauh dari persembunyian.
"Pilihan kita hanya setengah bagian darinya saja, itu pun yang lemah. Sebelum orang tua menyusahkan itu datang, sebisa mungkin kita harus membunuh sebanyak yang kita bisa." Mereka juga menyadari batas-batas kemampuan mereka, dalam waktu yang tergolong sebentar ini terlalu jauh untuk berpikir menyapu bersih.
"Heh, reputasi kelompok kita sama sekali tidak kalah dengan mereka!"
"Tapi kemampuannya?" Dengan ini pria yang berlari paling depan dengan kekuatan Master lanjutan menumpahkan seember air dingin tepat ke kepala orang ini. Bagaimanapun, itu masihlah Great Sun Army! Pasukan paling elit Qin, akan sangat bodoh jika berpikir mereka lemah.
"Uuh... memang benar bahwa ini sedikit melebihi kapasitas kita." Setelah menerima tamparan keras, dia telah berpikir rasional kembali.
"Tapi tenang saja, ini hanya pasukan lemah dan Taiyang juga tidak ada di sana. Setidaknya... kita bisa membunuh lima hingga sepuluh dari mereka sebelum orang itu tiba!" ucap ahli yang berdiri paling depan itu, bagaimanapun dia dan kelompoknya sudah bertekad untuk mati bahkan sebelum ditugaskan, mereka akan memberikan perlawanan sengit!
"Sayangnya kita cukup jauh dari mereka, waktu yang kita miliki jadi semakin tipis saat ini. Orang-orang itu memang tidak becus, hanya memancing musuh saja tidak bisa," dengus salah seorang assasin kesal, mereka saat ini berada di sebelah kiri pasukan belakang Great Sun Army, dan cukup jauh darinya. Tepat setelah mereka mendengar suar yang dikhususkan untuk memanggil mereka itu dinyalakan, secara alami mereka sudah siap membunuh siapa pun di sekitar mereka, sayangnya saat mereka bangun, semuanya hening dalam jarak beberapa puluh km. Barulah saat pemimpin mereka ambil resiko untuk menyebar Aura Sense, target mereka kali ini dapat diketahui. Tindakan itu sangat beresiko, posisi mereka dapat dengan mudah terlacak tapi untungnya tidak.
"Dengan kecepatan kita saat ini, kapan kita akan bersinggungan dengan mereka?" tanya salah seorang assasin dengan kekuatan Master mendalam pada orang sebelumnya.
"Tiga puluh menit kurang lagi!"