Lone Hero

Lone Hero
Pengejaran (2)



"Hahaha, bagus juga saranmu itu." Kedua orang itu tertawa keras penuh kebahagiaan, adegan yang tidak diharapkan sebelumnya ini tidak disangka-sangka membawa beberapa hikmah, paling tidak mereka akan merasa sedikit dihargai setelahnya. Karena untuk Zhuge Chansheng sekalipun, informasi tentang persiapan rencana Wei sangatlah berharga, itu mampu menggagalkan usaha keras mereka dan tentu saja menyelamatkan pasukan Qin yang berharga. Jika dikembangkan lagi olehnya, memperkirakan pergerakan Wei dan yang lainnya, bukan tidak mungkin keadaan akan berbalik hanya karena satu kejadian ini. Namun tetap saja ini adalah pedang bermata dua, jika mereka berhasil memberikan informasi ini dan menghancurkan persiapan Wei, hasil mengesankan akan menghampiri Qin, tetapi apabila mata-mata itu lolos dan pergerakan Great Sun Army diketahui pejabat-pejabat Wei, keadaan yang jauh lebih buruk akan menghampiri Qin. Buruk di mana Zhuge Chansheng sekalipun akan kesusahan untuk melepaskan Qin dari kondisi tersebut. Semua itu, hanya dikarenakan adanya satu mata-mata.


Great Sun Army bergerak dalam satu kesatuan, dengan kecepatan tercepat yang mereka bisa untuk mengejar satu orang yang mengkhususkan dirinya dalam kecepatan. Bagi pasukan elit seperti ini, memang sangat tidak cocok untuk melaksanakan misi pengejaran dan pembunuhan tunggal seperti ini, perannya sebagai penghancur dan perubah keadaan medan perang sama sekali tidak berguna dalam situasi saat ini. Kekuatan, dalam hal itu tidak ada yang menandingi mereka di Qin, bahkan hanya beberapa saja yang mampu mengimbanginya di antara tiga dinasti, tidak ada yang mampu mengalahkan pasukan tiga puluh elit ini secara langsung. Mereka bergerak dalam satu kesatuan, saling melengkapi kekurangan satu sama lain dalam formasi pertempuran tanpa celah. Kekuatan, pengalaman, keahlian bersenjata, formasi perang yang mengesankan, Great Sun Army memiliki semua ini yang mana mengantarkannya sebagai pasukan terbaik seantero Qin, bahkan jika dikepung oleh lima puluh ahli Master Lanjutan, mereka masih bisa keluar sebagai pemenang. Hanya saja, kekurangan mereka bisa terlihat dengan sangat jelas. Kecepatan, ya, itu adalah kekurangan terbesar mereka, dalam keahlian gerakan semua orang ini hanyalah rata-rata, selayaknya ahli Master lainnya. Dalam satu kesatuan, kecepatan mereka saling memengaruhi, tidak bisa terlalu cepat karena akan meninggalkan yang lain. Mereka juga hanya punya sangat sedikit pengalaman soal pengejaran seperti ini, lari menyelamatkan diri pun mereka sangat jarang melakukannya, alhasil akan sangat sulit bagi mereka untuk bisa membunuh mata-mata yang kecepatannya setara dengan ahli Master Lanjutan tersebut. Jarak memang memendek seiring berjalannya waktu mengingat konsumsi Aura antara keduanya, namun jelas itu butuh semacam proses. Untuk bisa sampai dalam jarak serang sebelum masuk jebakan Wei atau medan perang, mereka hanya bisa pasrah pada langit.


"Huanzhi, apa kau tahu keadaan di medan perang barat saat ini?" tanya Taiyang, mencari informasi untuk menentukan langkah selanjutnya.


"Karena kita datang ke Evil Region secara terburu-buru dan rahasia, kita sama sekali tidak mendapatkan informasi terbaru tentang segalanya. Komunikasi terputus jadi kita tidak bisa memastikan secara pasti apa yang terjadi di sana sekarang dan beberapa hari ke depan. Namun dari informasi terakhir yang kuterima, Jenderal Hui baru saja mengambil langkah mundur pun juga dengan Wei, mereka sedang dalam masa pemulihan setelah perang skala menengah, seharusnya seminggu ke depan tidak akan ada pertumpahan darah terjadi." Di Huanzhi juga tidak berani berkata secara pasti, arus pertempuran bisa berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam satu jam, dalam rentang waktu mereka meninggalkan Blazing Sun Fortress, banyak hal mungkin terjadi.


"Memang sebuah masalah besar jalur komunikasi kita terputus, jika memungkinkan sekarang juga aku akan mengirim surat bantuan pada Jenderal Hui. Tapi tetap saja, aku penasaran melihat bagaimana raut wajahnya saat mengetahui kalau Wei memasang siasat besar tepat di depan batang hidungnya sendiri. Mungkin Wang Qi akan malu punya bawahan seperti dia." Taiyang tak bisa menahan tawanya ketika memikirkan hal tersebut.


"Jenderal Besar Wang sudah pensiun dari militer sepuluh tahun yang lalu, dia sama sekali tidak ada urusan lagi dengan militer. Jangan bawa-bawa namanya hanya untuk mempermalukan Jenderal Hui, bagaimanapun dia adalah veteran legendaris yang satu generasi denganmu. Tak sepantasnya menggunakan namanya sebagai candaan!" Lu Daofu entah mengapa sangat tidak terima dengan lawakan garing Taiyang tadi, namun dalam sekejap mata Taiyang sudah mengerti alasannya.


"Hanya karena senjatamu dan senjata Wang Qi sama kau jadi membelanya, begitu? Sebagai pengguna golok memang wajar kau mengaguminya karena tak diragukan lagi dia adalah yang terbaik di bidangnya, tapi jangan lupakan kau adalah bawahan siapa!" Wang Qi adalah salah satu dari empat Jenderal Besar Qin, dia menggunakan golok sebagai senjatanya dan merupakan yang paling ganas di antara keempatnya, tidak ada yang mampu menahan gempurannya, bahkan Taiyang hanya mampu mengimbanginya saja. Jika ditanya siapa yang terkuat di antara keempat Jenderal Besar Qin, selalu ada perdebatan sengit antara kedua orang ini, namun bukan berarti dua sisanya tidak berguna dan lemah, pasalnya gaya bertarung mereka bertolak belakang dengan Taiyang dan Wang Qi, itu sangat indah dan penuh akan kelembutan.


"Lagipula apa hebatnya si Wang Qi itu? Dia hanya bisa menyerang membabi-buta selayaknya bhabi yang buta, terus merangsek maju dan menggempur keras tanpa memedulikan pertahanan. Gaya bertempur gila macam apa itu? Wajar saja korban pasukannya adalah yang tertinggi, sampai-sampai hanya Jenderal Hui saja yang tersisa dari tiga Jenderal bawahannya. Harusnya kau bersyukur bisa masuk dalam pasukanku ini." Taiyang tentunya tidak senang apabila rivalnya sendiri dielu-elukan oleh bawahannya. Kekaguman Lu Daofu pada Wang Qi memang sudah ia ketahui sejak dahulu, saat awal-awal Great Sun Army terbentuk, hanya saja karena tuntutan pekerjaan dia harus membenamkan impiannya untuk bertarung bersama Wang Qi dalam-dalam.


"Kau pengguna tombak rendahan yang hanya bisa menyerang dari jauh tidak akan pernah mengerti! Itu namanya seni bertempur yang unik dan mengesankan, layaknya seorang predator yang akan terus mengejar mangsanya hingga ke neraka, itulah seni pengguna golok yang sejati," dengus Lu Daofu kesal.


Taiyang segera mengernyitkan keningnya, sekarang dia terang-terangan direndahkan sebagai pengguna tombak, maka dimulailah perdebatan antara pengguna keempat senjata utama ini. "Apanya yang unik dan mengesankan? Itu hanya gerakan bodoh yang dilakukan oleh orang bodoh lainnya! Menerjang lawan dan terus mengejarnya tanpa memikirkan hal lain, apa itu yang kau sebut seni golok sejati? Kadang aku terheran kenapa itu bisa dijuluki sebagai The General of All Weapon. Oh baru ingat, tentu saja itu karena sangat mudah untuk dipelajari, bahkan Nak Shin sekalipun bisa mempelajarinya dalam waktu sepuluh hari singkat."


"Senjata yang diperuntukkan bagi para pengecut sama sekali tidak layak dibandingkan dengan ini! The King of All Weapon apanya?! Hanya sepasang tongkat yang dipasangi bilah saja sudah berani berulah. Kalau kau benar seorang pria, pegang bilahmu dengan tanganmu sendiri bukannya dengan bantuan tonggak! Harusnya itu dijuluki sebagai The Coward of All Weapon!" Lu Daofu balas menyerang dengan ganasnya. Kini, mereka saling merendahkan senjata masing-masing.


"Kau tahu, dari jarak ini aku sudah bisa membunuhmu dengan mudah, apa yang bisa golokmu lakukan selain menepis serangan yang kulancarkan? Julukan 'Raja' memang sudah sepantasnya tersemat dalam senjataku ini."


"Bukan hal yang baik berdebat pada saat seperti ini," sela Di Huanzhi antara dua hewan ganas ini, "pengejaran masih terus berlanjut dan kemungkinan besar dia akan lolos."


"Diam kau pendekar gemulai! Senjata ringan tak bertenaga itu hanya cocok untuk para sarjana! Apalagi julukannya, 'The Genteman of All Weapon', meh, para martial artist bahkan lebih baik darimu." Lu Daofu tanpa memedulikan isi ucapannya langsung menyerang dengan sengit, menyentuh titik paling sensitif para pengguna pedang.


Di Huanzhi yang niat awalnya adalah untuk melerai perdebatan tak berguna ini sekarang memilih untuk mengikutinya, apa pun yang terjadi dia harus ikut! Setelah direndahkan banyak sekali sampai disebut "pendekar gemulai", dia pada dasarnya sudah tidak peduli dengan pengejaran lagi!


"Senjata rendahan punya rakyat jelata sepertimu tidak akan pernah mengerti! Dengan latihan singkat saja aku sudah bisa dianggap sebagai master golok. Dan apa pula gaya bertarung ganas itu, sama sekali tak ada keindahan dan seni di dalamnya!"


"Meh! Perang tidak membutuhkan seni atau keindahan apa pun! Perang itu kejam dan seninya perang adalah seni berdarah! Kau sedang berperang atau sedang menari!?" Lu Daofu menjadi semakin bringas dan keluar kendali, memang sifatnya yang seperti ini cukup menyusahkan Taiyang.


Lalu kemudian, Lu Daofu kembali mengoceh tak berguna soal betapa hebatnya golok dan mulai merendahkan senjata lainnya, biarpun bringas dan sama sekali tidak berakhlak, mereka sudah terbiasa dan senang dengan hal ini. Waktu berhari-hari dibutuhkan untuk bisa selesai mengejar mata-mata tersebut, ocehannya bisa jadi semacam penghibur tersendiri di mata semua perwira Great Sun Army. Sampailah ocehan Lu Daofu pada topik yang seharusnya tidak disinggung olehnya. "...Para pengguna tongkat itu, betapa langka dan tidak lakunya senjata itu, julukannya sebagai 'The Grandfather of All Weapon' juga menambahkan fakta bahwa hanya tua-tua saja yang memakainya, setelah mereka semua mati maka tidak akan ada lagi generasi muda yang memakainya."


"Hey, sepertinya kau harus berhenti sekarang juga." Taiyang tentunya tidak mau Shin tersinggung dengan ucapan Lu Daofu ini, dia masih orang baru jadinya sangat wajar bila langsung terprovokasi.


"Tapi ucapanku ini benar Taiyang, mudahnya saja hanya ada satu pengguna tongkat di antara kita. Dan umurnya, dia seumuran denganmu. Senjata tumpul seperti itu memang tidak sepantasnya digunakan di medan perang, itu tidak akan memberikan pembunuhan cepat yang diharapkan."


Kalimatnya, sudah jelas menyinggung tiga orang: perwira Great Sun Army yang dia maksud tadi, Shin, dan tentu saja Shen! Dia adalah Grand Sage pertama, pengguna tongkat terhebat sepanjang sejarah, pengetahuannya tak terbatas soal keahliannya ini, dan sekarang, tepat di depan batang hidungnya sendiri, itu dihina secara terang-terangan!. Karenanya Shen mengirim transmisi suara, "Orang tua yang sangat muda ini rupanya sedang menantang kita. Shin, kau datang ke sana dan ikuti ucapanku sepenuhnya, akan kubuat dia menyesal karena telah memprovokasi Shen, Grand Sage pertama!!" Baru kali ini saja Shen memproklamirkan dirinya secara langsung sebagai Grand Sage, ini sudah menunjukkan betapa seriusnya Shen dalam menghadapi hal ini.


Shin mengangguk karena sepemikiran dengannya, dia mendekatkan dirinya dan bcara tanpa ada semili pun akhlak di dalamnya, "Hey orang tua, kau sepertinya melupakan satu orang di sini." Ini sepenuhnya adalah kata-katanya sendiri bukan plot dari Shen.


"Shen, lakukan tugasmu."


Di dalam dunianya, Shen meregangkan tubuhnya sebagai pemanasan sebelum mengeluarkan kata-kata mutiara. Agar nanti lidahnya tidak keram akibat kebanyakan bacotan yang keluar dari mulutnya, juga agar bisa menahan diri karena Shin yang bicara secara langsung.


"Golokmu itu ..."


Sebagai penjelas, jika semua kalimat yang diucapkan Shen ditulis dalam bentuk kata-kata, itu akan memakan sebanyak dua chapter penuh, jadi hanya dua kata pertama saja yang disebutkan.


Isinya terlalu panjang, terlalu rinci, terlalu kejam dan tanpa ada aklak yang harusnya dicerminkan oleh seorang Grand Sage sepertinya. Semua kata-katanya jujur, menohok langsung ke titik yang Lu Daofu sekalipun tidak bisa membalasnya dengan cara apa pun. Bahkan Taiyang dan segala makhluk hidup di sini tercengang mendengar rentetan serangan panjang bertubi-tubi yang dikeluarkan Shin. Dari keahlian tongkat, kekurangan golok dalam berbagai situasi dan kondisi, kelebihan tongkat dibandingkan golok dalam situasi tersebut. Prasyarat pengguna, penghinaan tentang mudahnya itu dikuasai, hujatan tentang betapa buruknya cara bertarung yang sembrono itu, bullyan tentang betapa tidak bergunanya itu semua dibandingkan dengan gerakan tongkat yang fleksibel dan bervariasi, makian tentang itu, cacian tentang ini, sarkas tentang bla, satire tentang ble, dan masih banyak lagi, jika disebutkan satu-satu tidak cukup 2000 kata. Kesemua bacotan super panjang itu, yang isinya sungguh menusuk kalbu siapa pun yang mendengarnya, seratus persen menyerang Lu Daofu tanpa ampun! Jika dia bukan seorang anggota Great Sun Army sekaligus seorang Jenderal, dia akan langsung down dan tidak akan bangkit setelah berminggu-minggu karena trauma yang sangat mendalam itu. Sebagai penjelas, Shen dan Shin berkata selama tiga jam penuh!


'Ba-Bagaimana mungkin... bocah sialan ini, bagaimana bisa dia begitu berpengetahuan!?' Lu Daofu membatin seraya menangis keras dalam hatinya, menangisi betapa bodohnya dia karena telah memprovokasi monster kecil ini, atau monster tua jika dia tahu trik di baliknya.


Taiyang yang awalnya berniat untuk menghentikan Lu Daofu karena dirasa terlalu berlebihan kini menarik simpati terhadapnya, dia bagaimanapun adalah atasan Lu Daofu, melihatnya tak berdaya seperti ini dia juga kasihan. Dan saat ini, Shin sudah menjadi antagonisnya hanya dalam waktu tiga jam singkat. Keadaan telah berbalik, dia yang dianggap lemah tak berpengetahuan ternyata eh ternyata adalah harimau yang berkostum domba! Dalam hatinya, Taiyang menjadi lebih bersyukur bisa menemukan anak sepertinya di antah-berantah.


Dan sekarang, sudah saatnya Shen mengirim serangan penutup, "Lebih baik kau ganti saja senjatamu itu, golokmu bahkan tidak bisa menghadang tongkat milikku; tidak bisa menebas seorang pengguna tombak. Hanya bisa menerjang dan menghancurkan ke depan, bahkan sebuah ranting kayu jutaan kali lebih berharga dibanding senjata para prajurit rendahan itu!" Dengan itu, lengkap sudah segala serangan Shin (Shen).


Adapun Lu Daofu, dia sangat, sangat tersakiti dan terluka akibat semua serangan ini, tetapi tentu saja dia tidak akan marah sampai menyerang Shin akibat segala ucapannya itu. Karena, dia sendiri juga sadar bahwa itu semua adalah benar! Dari kekurangan gaya bertarungnya saja dia memiliki dua puluh lebih saat diuraikan, saat diminta menggenggam goloknya saja masih ada kurang yang ditemukan. Sampai-sampai semua perwira Great Sun Army menggelengkan kepala mereka, itu adalah seni bergolok terbaik yang Qin miliki, bagaimana bisa itu memiliki banyak kekurangan? Setelah banyak tahun yang tak terhitung jumlahnya disempurnakan dan diperbaiki, harusnya itu adalah teknik tingkat tinggi, apakah ini memang sesampah itu? Mereka bahkan bertanya-tanya, dari mana Shin sebenarnya berasal.


Lu Daofu meskipun merasa kesal dan sakit, tetapi mata dan raut wajahnya menampilkan rasa terima kasih yang amat dalam. Dia telah menerima pengetahuan yang sangat bermanfaat dan tak ternilai harganya secara percuma! Sepulang ke Blazing Sun Fortress, dia ingin sesegera mungkin melakukan terobosan dalam hal senjatanya.


"Nak Shin, kau sudah memperluas cakrawalaku banyak sekali. Banyak terima kasih aku sampaikan padamu," ucapnya sembari menyatukan kepalannya pada Shin.


"Tidak perlu, lagipula aku tadi tidak berniat membantumu," balasnya.


"Harus kuakui juga dia itu lumayan," ucap Shen monolog, "di tempat yang terpencil seperti ini keahlian goloknya sudah bisa dianggap mahir, sepertinya tempat ini memang sedikit spesial di antara tempat lain di sekitar sini. Tapi aku sama sekali tidak berniat membantunya walau memang itu tadi menolongnya banyak, aku harus belajar menahan diri agar tidak mengundang bahaya nantinya." 


Setelah kejadian ini, Shin seketika menjadi pusat perhatian dan cukup banyak yang bertanya padanya, namun Taiyang langsung sadar bahwa ini adalah salah satu rahasia bocah yang dibawanya. Dengan satu kalimat darinya, semua hal ini sama seperti angin lalu terkecuali untuk Lu Daofu, dia panen besar saat ini.


Sebagai pengingat, mereka sama sekali tidak berhenti atau melambat bahkan saat berdebat tadi sekalipun, misi masih dijunjung tinggi oleh mereka. Saat ini, sudah waktunya untuk melanjutkan kembali pengejaran yang panjang dan lama ini, waktu mereka habiskan dengan berbagai ocehan tanpa ada banyak makna. Sedangkan ketiga petinggi juga sibuk dengan urusan dan diskusi mereka masing-masing.


Waktu dengan cepat berlalu dan tanpa sadar, sudah tiga hari semenjak perdebatan itu terjadi. "Ini gawat, kita hanya mendekat sebanyak lima km dalam tiga hari ini, jika kita meneruskan perjalanan dengan kecepatan ini, waktu tidak akan cukup dan peperangan akan sudah dimulai di medan perang barat. Taiyang, mau tidak mau kita harus melakukannya," kata Lu Daofu, dia sudah kembali menjadi dirinya yang semula.


"Sepertinya hanya itu saja pilihan yang tersisa. Baiklah, pecah pasukan menjadi dua! Tingkat Master Lanjutan ikuti aku untuk mengejarnya dalam kecepatan penuh, jika tertinggal maka salahkan saja diri kalian sendiri. Sisanya, ikuti kami dalam jalan ini dan bergabung secara perlahan-lahan dengan pasukan yang tertinggal. Ini akan mempercepat laju kita dan memastikan keberhasilan." Taiyang dengan tegas memerintah, dia berniat menyelesaikan misi dalam satu langkah ini. Dia tidak perlu repot menyimpan satu kekuatan untuk mendampingi pasukan belakang ini, mereka sudah sangat berpengalaman sehingg apabila dikepung dengan jumlah dan kekuatan dia kali lipat pun masih bisa keluar hidup-hidup.


"Nak Shin, maafkan aku tapi kau harus di sini bersama mereka."


"Tidak, aku akan mengikuti Anda, kecepatan tongkatku ini seharusnya bisa menyamai seorang ahli Master Puncak." Shin, dia tentu saja sedikit merendah tentang Arhat Staff, pada kenyataannya seorang ahli Master Sempurna pun akan bisa dia ekori.


"Baiklah. Kita memiliki lima belas ahli Master Mendalam, empat belas Lanjutan, dan satu Puncak. Jika diperlukan, aku akan meninggalkan kalian jadi berusalah semampunya." Selesai Taiyang berucap demikian, dia mengangkat tangan kanannya tinggi ke atas kemudian berteriak.


"Pasukan, berpisah!"