Lone Hero

Lone Hero
Kekuatan Jade Sword



Suo Qing mengajukan syaratnya kali ini, tentu saja tiga serangan yang disebutnya bukanlah serangan biasa, itu adalah yang terkuat yang mereka punya. Di sisi lain, Yi Lei baru saja sembuh dari lukanya menggunakan berbagai macam pil terbaik yang harusnya disimpan untuk nanti, tetapi karena Dou Huang dan Yun Xiao menghilang dia tidak punya pilihan lain lagi. Terbukti, kepergian enam hari dua ahli Master saja sudah menimbulkan gejolak hebat, apalagi kalau kematian Dou Huang serta Yun Xiao menyebar, semuanya sudah tidak punya keinginan untuk mempertahankan diri lagi.


Shin bagaimanapun setara dengan ahli Master Lanjutan dalam hal kekuatan tempur kotor, dalam pertempuran asli memang dia kesulitan melawan ahli sekaliber Suo Qing dan Yi Lei, tapi dalam kondisi dengan aturan seperti ini dia sangat diuntungkan. Dia punya berbagai kartu truf kuat dibalik lengan bajunya, kendati tidak ada satupun kartu pertahanan didalamnya, setidaknya mereka cukup untuk menghalau enam serangan ahli disini.


"Tunggu! Shin, pikirkan kembali matang-matang sebelum mengambil keputusan. Balas budimu tidak perlu sampai sejauh ini, kau pasti masih punya agenda yang belum terselesaikan kan? Simpan baik-baik nyawamu sebelum tujuanmu tercapai." Zhang Wu yang sedari tadi hanya mendengar jalannya negosiasi membuka suaranya. Dia sangat jelas tentang alasan Shin membuat rencana dan melakukan semua ini, semuanya adalah karena balas budinya, jika Shin malah terbunuh karena enam serangan ini, Zhang Wu akan merasa bersalah banyak sekali.


"Ingat, kami tidak memaksamu sama sekali, apa kau mau menerimanya atau menolaknya semua tergantung padamu. Jika kau tidak mampu menerima syarat dari kami, kau harus mengikuti rencana evakuasi kami." Kata Yi Lei.


"Rencana evakuasi apa?" Tiga hari penuh Shin terbenam dalam kultivasinya, setelah dia bangun pun dia langsung menuju kemari tanpa ada penjelasan dari Zhang Wu, karena inilah dia tidak mengetahuinya.


"Kita jelaskan saja itu nanti." Sela Suo Qing, "Sekarang, apa kau menerima syarat dari kami? Segala hal yang terjadi setelahnya kami tidak bertanggung jawab sama sekali, lebih baik kau pikirkan sekali lagi keputusanmu itu."


"Tentu saja aku menerimanya! Karena waktu sudah sangat terbatas, saya minta maaf karena harus merepotkan senior dengan permintaan untuk melakukannya sekarang." Shin terlalu semangat diawal namun untungnya dia bisa mengontrol nada dan gaya bicaranya setelahnya.


"Hoo.... Bukan usulan yang buruk. Baiklah, aku terima usulanmu. Kita akan melakukannya seratus km ke utara dari sini, ada sebuah padang kosong disana." Kata Yi Lei, mau tidak mau mereka harus pergi sejauh mungkin sebelum melakukannya. Sedikit residu dari serangan mereka saja sudah cukup untuk membunuh beberapa ahli Surgawi, apalagi diluar ibu kota banyak penduduk yang tertahan.


Keempatnya segera undur diri dan menuju tempat yang dimaksud, Zhang Wu adalah penyebab semua hal ini, dia adalah orang yang paling penasaran tentang hasilnya lebih dari siapapun. Melihat bocah sebagai ahli surgawi memanglah epik, tapi pernah gak sih lo liat ahli Surgawi menahan tiga serangan ahli Master? Beberapa saat lagi, sejarah akan diperbaiki.


Keempatnya sudah tiba di persimpangan empat lorong ini, Shin melangkah keluar namun sisanya malah menuju lorong tengah, Shin memandangnya heran sebelum Zhang Wu menjelaskan.


"Shin, selalu lebih cepat untuk menggunakan array teleportasi."


"Hehe... jadi malu." Shin menggaruk kepalanya sendiri, menertawakan ketidaktahuannya sendiri.


Shin berbalik dan mengikuti ketiganya dari belakang, mendapatkan sebuah pemandangan epik tentang punggung dan jubah Suo Qing dan Yi Lei yang gagah perkasa, terlihat seperti sudah melalui banyak pertarungan hebat yang semuanya dimaksudkan untuk melindungi kekaisaran. Meski mereka hanya menjadi boneka dalam rencana iblis.


Pada dasarnya, arsitektur bangunan Imperial Palace adalah buah dari kesombongan Kaisar Pendiri, dia yang menganggap dirinya yang terhebat suka sekali membeda-bedakan dan mendiskriminas orang-orang dalam berbagai cara, dan dalam hal bangunan adalah seperti ini:


Lantai pertama sering digunakan untuk menggelar acara kolossal dan penting, disini biasanya kosong dan hanya ada beberapa kamar dan ruang kecil lainnya. Fokus utama dalam lantai pertama adalah aula luas yang mampu menampung banyak orang didalamnya. Pernikahan, perjamuan, penobatan gelar, dan beberapa acara besar lainnya dilakukan di lantai bawah ini.


 


Lantai kedua adalah inti dan titik fokus utama kesombongan kaisar pendiri, pemosisian titik pendaratan juga merupakan sebuah hal yang sangat penting. Itu ditempatkan tepat diatas pintu masuk lantai bawah, sebagai penunjuk bagi semua orang yang hadir kalau sebenarnya istana mereka khusus untuk beberapa orang terpilih saja, menunjukkan wajah asli kekaisaran mereka pada semua orang yang hadir, serta yang terpenting adalah sebagai pembeda status antara keduanya. Yang lemah dibawah dan yang kuat menginjak-injak kepala mereka dengan senang hati, memberi perasaan lemah dan tak berdaya, takluk dan dominasi yang kuat. Intinya, ini adalah manifestasi kesombongan Kaisar Pendiri.


Di lantai dua ini jauh lebih sempit daripada yang pertama, hanya ada beberapa lorong yang semuanya mengarah pada berbagai ruangan penting didalamnya. Lorong yang kiri akan membawa ke Ruangan Kaisar, yang tengah ke tempat array berada, dan yang kanan mengarah ke Imperial Hall dan beberapa ruang kerja pribadi para patriark disepanjang jalan. Semuanya merupakan inti dari istana ini dan hanya itu saja, tidak ada aula atau tempat perjamuan lainnya. Kecuali beberapa kamar tamu yang disediakan di sepanjang lorong tengah ini.


Shin berjalan mengikuti kemanapun tiga orang ini membawanya, dia tidak mengerti denah Imperial Palace apalagi letak array disini, bahkan jika Shin menemukannya, dia tidak bisa mengatur jarak yang akan ditempuhnya dari sini, Aura miliknya belum terdaftar menjadi "admin" dari array.


"Shin, kumohon pikirkan lagi keputusan ini dengan matang, bakatmu terlalu tinggi untuk mati muda disini." Zhang Wu masih gugup soal tes nanti.


"Percuma saja Nak Zhang," kata Suo Qing, "dia sudah yakin bisa melakukan ini di dalam hatinya. Kami hanya mengetes sejauh mana dia bisa menyanggupi keyakinan diri itu. Rencana ini terlalu penting untuk hanya jadi sebuah rencana, aku ingin agar rencana ini bisa berubah jadi keberhasilan!" Tanpa berpaling dari arahnya memandang, Suo Qing bicara dengan tegas. Berdasarkan pengalamannya dia memang sadar dengan kepercayaan diri Shin, namun sekali lagi, percaya diri hanyalah percaya diri, dibutuhkan kekuatan untuk membuktikannya.


Zhang Wu terdiam dan melanjutkan perjalanan seperti semula, mungkin dia sudah berkelana ke banyak tempat di Azure Sky Empire, tapi sejatinya pengalaman yang dia punya masih ada dibawah Shin. Dalam perjalanannya Zhang Wu selalu ditemani dan dilindungi oleh tetua ahli Surgawi, yang mana akan menjamin keselamatannya sendiri. Tidak ada pertempuran hidup-mati dan hanya perjalanan biasa ke berbagai tempat lainnya, mirip seperti sedang liburan.


Beberapa menit jalan kaki kemudian mereka sudah tiba di penghujung lorong, terdapat sebuah ruangan berbentuk lingkaran yang cukup luas, meski terbenam didalam istana ruangan ini masih memiliki pencahayaan yang bagus.


Di tengah ruangan ini terdapat sebuah tulisan rumit yang merupakan array teleportasi yang disebutkan sebelumnya. Tanpa bicara apapun lagi keempatnya segera berjalan kedalam ruang lingkup array ini.


"Lei, kau saja yang lakukan." Kata Suo Qing sedikit keberatan.


"Tidak, kau tahu sendiri kan harga yang harus kubayar untuk menyembuhkan lukaku?" Yi Lei menolaknya secara halus.


"Ayolah, aku hanya membawa sedikit Pil kali ini. Kau bayar dulu sekarang nanti aku ganti." Suo Qing terus memaksa, tak lain yang dia bicarakan adalah harga yang harus dibayar untuk mengaktifkan array ini dan itu berupa lima puluh Pil Aura. Butuh usaha yang cukup keras untuk mendapatkan jumlah sebanyak itu. Mereka mungkin bisa membayar untuk diri mereka sendiri, tapi pemain utama tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Shin harus dibayarkan oleh salah satu dari mereka.


"Aku tahu bahwa tipikal orang yang bicara seperti itu biasanya tidak akan membayar hutang mereka. Hanya seratus Pil, bukan hal yang banyak kan?" Yi Lei terus menolak.


Pasrah bahwa Yi Lei sama sekali tidak berniat membantunya, Suo Qing mengedarkan pandangannya pada Shin dengan mata berbinar.


"Eenn.... Nak Shin, begini, apa gurumu memberikan beberapa Pil padamu?" Dia, sebagai ahli Master pengguna pedang terbaik, sebagai Patriak dari Klan Suo, harus menurunkan harga dirinya dan mengemis pada seorsng junior!


"Hahaha... apa kau sangat miskin Qing?" Yi Lei tertawa puas sekali.


"Jika yang senior maksud adalah Pil Aura, saya punya seribu. Untuk apa hal ini sebenarnya?" Shin tidak mengerti dengan percakapan dua orang didepannya ini.


Segera, wajah Suo Qing berubah menjadi jauh lebih baik, wajahnya bahagia hingga pancaran sinar memancar dari wajahnya ini. Seolah dia telah terlepas dari beban berat yang dia sendiri tidak mampu tanggung.


"Ahem.... Untuk mengaktifkan array ini dibutuhkan lima puluh Pil Aura tiap orang, kau bisa bayar untuk dirimu sendiri kan, Nak Shin?" Suo Qing kembali memverifikasi kebenaran.


Shin mengangguk dan mengeluarkan sebuah kantung berisi lima puluh Pil Aura. Dia memberikannya pada Suo Qing dan tidak peduli apapun yang terjadi selanjutnya. Kehilangan jumlah uang sebanyak ini sama sekali tidak membuatnya bersedih.


Suo Qing memegang kantung kulit ini dan berubah serius sekali lagi. Dengan tangan yang satunya dia mencoba mengubah koordinat array ini menuju. Lalu, sebuah bola kristal putih bersih muncul dibalik telapak tangan Suo Qing, dia mengutak-atiknya sangat serius. Ini disebut Mata Array, inti dari sebuah array dan jantung kehidupannya, ini bisa dirubah sesuka hati dan jika ini dihancurkan, array juga akan hancur.


Setelah beberapa saat mengubah koordinat array, bola kembali ke tempatnya semula dan Suo Qing mulai menjatuhkan dua kantung ini ke sebuah pilar batu yang tak terlalu tinggi didepan. Yi Lei dan Zhang Wu juga mengikutinya, sebuah tempat dimana Aura yang tersimpan dalam Pil Aura akan diserap menjadi kekuatan untuk mengaktifkan array. Bila ada dua orang tapi hanya satu tas yang dilemparkan, maka yang dipindahkan adalah acak.


Tulisan dibawah kaki mereka mengeluarkan cahaya cemerlang dan tak lama kemudian tubuh mereka sudah menghilang dari sana. Saat Shin membuka matanya dia berada dalam celah ruang dan waktu, berupa pemandangan langit berbintang dimana-mana, dimana dia sedang terbang dalam kecepatan tinggi menembus ruang secara instan.


Pada dasarnya, array teleportasi, skill teleportasi serta perobekan ruang adalah melakukan perjalanan melalui ruang dan waktu, jarak yang dibutuhkan berkurang banyak serta kecepatan mereka melonjak tajam. Tapi jika menggunakan sebuah array kau hanya tinggal duduk diam tak bergerak dan membiarkan kekuatan array menuntunmu menuju portal ke luar yang telah disediakan.


Shin tertegun sesaat ketika melihat pemandangan yang sangat indah ini, bintang-bintang berpendar malu-malu menghiasi biru gelapnya langit, menjadikannya sebuah pemandangan epik yang tidak akan pernah bisa kau temukan dimanapun.


Tapi Shin harus sedikit bersedih, hanya dibutuhkan waktu setengah jam bagi mereka untuk langsung berada di sebuah dataran kosong tak berpenghuni. Ya, mereka sudah sampai.


Rasa mual akibat perjalanan didalam celah ruang dan waktu segera dirasakan oleh Shin, dia mengeluarkan isi perutnya padahal dia tidak makan sama sekali dalam beberapa bulan. Sangat aneh jika memikirkan dari mana muntahannya berasal.


"Kau pastinya belum terbiasa dengan perjalanan ruang dan waktu, lama-lama juga kau akan terbiasa dengannya." Ucap Suo Qing untuk mengembalikan kehormatan dan harga dirinya. Dia berbicara dengan wajah tenang dan serius, Suo Qing dan ketenangan, mengingatkan saya pada sebuah lukisan.


Setelah beberapa saat memulihkan dirinya akibat efek samping, Shin sudah kembali dalam kondisi prima, dia sekarang adalah ahli yang setara dengan tahap Master Lanjutan biarpun dia bisa kalah saat melawan ahli Master Dasar.


"Kau bebas memilih dengan siapa kau ingin melawan pertama kali." Ucap Yi Lei.


Shin tentunya tidak akan ceroboh memilih melawan keduanya secara langsung dengan alasan tidak ada waktu. Dalam serangan pertama, dia sudah ditakdirkan untuk kalah.


"Jika senior berkenan, aku memilih Senior Jade Sword. Sudah dari dulu junior ini mendengar tentang kehebatan anda dalam jalan pedang, saya ingin melihat dan merasakan kehebatan anda." Secara alami, Shin memilih Suo Qing.


Mendengar pujian dari Shin, Suo Qing telah sepenuhnya mendapatkan harga dirinya kembali.


"Baiklah. Karena kau sangat mengagumi diriku ini, aku tidak akan segan-segan!"


Suo Qing mengeluarkan sebuah pedang hijau yang bilahnya seratus persen terbuat dari giok murni. Tampak sangat indah dan menawan namun sejatinya sangatlah menakutkan, ketajaman dan kekuatannya sudah diakui secara luas dan nama pedang ini adalah Jade Sword, sama dengan gelarnya.


"Qing, apa kau sangat menganggap hal ini serius? Kau bahkan mengeluarkan harta tingkat Surgawi milikmu sendiri, kau tidak ingin bocah disana terbunuh kan?" Dan ya, Jade Sword miliknya ini adalah salah satu dari lima Harta Aura Surgawi kekaisaran, juga merupakan urutan kedua dalam hal kekuatannya. Yang pertama adalah milik Yun Xiao, yang ketiga milik Dou Huang, yang keempat milik Zhang Han, dan Yi Lei memiliki yang terlemah diantara harta ini. Biar dikatakan yang terlemah, itu masihlah sebuah Harta Aura Surgawi!


"Asal kau tahu saja Lei, fisik bocah ini haruslah menyamai gurunya. Tidak mungkin bisa melukainya jika aku menggunakan pedang biasa." Suo Qing tentu menerka asal-usul dari kepercayaan diri Shin, dan hal ini adalah yang paling mudah diterima akal sehat.


"Begitukah? Mungkin klaim sombongnya bisa berubah menjadi kebenaran." Yi Lei sedikit termenung karenanya, sebagai elemental yang punya tubuh fisik lebih lemah dan rapuh daripada ahli pada umumnya, dia menginvestasikan beberapa waktunya untuk melatih fisiknya sendiri hanya sekedar menyamakan dengan ahli lain. Saat dia melakukannya, kesulitan dan penderitaan yang harus ditanggungnya sudah meresap dalam tulangnya, dia tidak mau merasakannya lagi. Apalagi membayangkan intensitas penderitaan macam apa yang telah dirasakan Shin.


"Nak Zhang, lebih baik kita mundur cukup jauh." Yi Lei memandang Zhang Wu yang hanya mengangguk.


Keduanya mundur beberapa puluh meter, memberikan ruang bagi kedua orang ini untuk saling serang-diserang.


Kaki Suo Qing perlahan beranjak dari tanah, dia terbang perlahan dan akhirnya berhenti setelah ada dalam jarak seratus meter di atas tanah. Shin mengerti niatnya, dia tidak ingin menghancurkan dataran kosong ini. Shin naik ke udara dan berhenti dua puluh meter didepannya.


Shin mengeluarkan Arhat Staff sebelum pertukaran dimulai, Shin tidak yakin bisa menahan satu serangan pedang dari Suo Qing hanya dengan tubuh fisiknya saja.


Suo Qing menggencangkan cengkramannya, Aura berwarna hijau giok segera muncul dan meletup-letup dari tubuhnya memunculkan tekanan yang tak kalah dengan Yun Xiao dahulu. Pakaian hijau giok, pedang yang terbuat dari giok, Aura giok, pantas saja gelarnya adalah Jade Sword.


Suo Qing bukan hanya mengeluarkan tekanan dari Aura Asli miliknya namun juga ikut menambahkan tekanan Aura Pedang kedalamnya. Aura yang tajam menusuk-nusuk Shin dalam artian, menjadikannya merasakan sebuah tekanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Tampak dalam matanya seakan ada ratusan pedang tergantung diudara siap menyerangnya, membuatnya merasa terancam banyak sekali.


Suo Qing menghela napas panjang, menyesuaikan kondisi mentalnya dalam ketenanangan tertinggi. Memberikan sebuah serangan kuat yang tidak bisa dia lancarkan dalam pertempuran asli.


Setelah sepuluh napas panjang dia hembuskan, dia sudah dalam kondisi terbaiknya. Dia menyuntikkan Aura miliknya pada pedang ditangannya, tidak ada fluktuasi hebat atau ganas yang memancar dari sana. Hanya sebuah pedang giok yang terlihat sangat biasa, seolah semua Aura tadi terhisap dalam lubang hitam di perjalanan. Kendati seperti ini, insting milik Shin memperingatkan bahaya besar yang sanggup untuknya meregang nyawa.


Bagaimanapun, serangan ini berasal dari Suo Qing, ahli pedang terhebat di kawasan ini! Bahkan ranting sekalipun akan jadi senjata yang mematikan jika berada di tangannya. Nah, sekarang dia sedang menggunakan Harta Aura Surgawi! Nomor dua dalam urutan kekuatan harta tingkat Surgawi kekaisaran. Satu ayunan dan tebasan sederhana darinya lebih dari cukup untuk memotong seratus ahli Duniawi menjadi dua. Dan kini, dia tidak akan menggunakan serangan sederhana, ini adalah serangan kekuatan penuh!


Segera, syok melintas di mata Shin, dia merasakan dingin disekujur tubuhnya dan darahnya seakan mengalir perlahan, tingkat kekuatan sebesar ini jauh melebihi apa yang "Moon Splitter" bisa capai. Shin menggenggam Arhat Staff erat dan mengeluarkan semua Aura yang dia punya, tak lupa sebuah Aura Shield juga dia bangun. Menghadapi serangan penuh seorang ahli pedang terkuat dengan pedang terkuatnya, Shin tidak bisa ceroboh.


Suo Qing menatap Shin dengan serius, lalu dia mengangkat pedangnya tinggi dan mengayunkannya kebawah, gerakannya sangat pelan dan lemah lembut. Tak ada fluktuasi hebat yang bisa dirasakan dari gerakannya, sepenuhnya indah dan menawan. Gelombang serangan pedang seketika mucul menerjang Shin, hanya sebuah serangan pedang dasar yang siapapun juga bisa melakukannya memang, namun Shin bisa merasakan teror mengerikan yang terkandung didalamnya.


Gelombang kehijauan melesat melalui ruang angkasa dengan cepat, membawa kekuatan dahsyat yang mampu memberikan luka fatal pada siapapun. Tanpa ada tambahan lain dan sepenuhnya berisi dari Aura Pedang tertinggi yang dia punya selama hidupnya, hasil dari keadaan konsentrasi sangat memuaskannya, jika dia bisa ada dalam kondisi seperti ini selama pertempuran bukan hal yang sulit untuk mengalahkan salah satu The Five Devils.


Shin mengerutkan dahi kala menatap gelombang pedang sedang menerjang ke arahnya. Dia menyuntikkan semua Aura yang dia miliki seratus persen kedalamnya hanya untuk bisa menghentikan dampak serangan ini dari menebas tubuhnya. Dengan menggunakan tangan kanannya, Shin mengayunkan tongkat di tangannya.


Ledakan!


Shin terpukul mundur jauh sekali ketika gelombang pedang menghantam tubuhnya, Arhat Staff dengan aura Shin memang menahan serangan Suo Qing secara utuh namun tidak bisa menahan semuanya, kekuatan yang terkandung antara dua serangan ini tidak bisa dibandingkan sama sekali. Klaim "tongkat biasa super keras" telah membuktikan dirinya sekali lagi.


Ratusan meter jauhnya Shin terlempar akibat sebuah serangan yang sederhana ini, dia jatuh terguling-guling beberapa kali ketika tubuhnya menghantam tanah dengan keras. Meninggalkan bekas seretan dan beberapa hantaman diatas tanah kosong ini.


Sebuah luka akibat pedang tercipta di tubuhnya. Membuatnya sebagai parit merah yang terus menerus mengalirkan darah tanpa henti. Shin terlutut dengan satu kaki lalu sensasi manis menyusuri tenggorokannya sebelum seteguk darah segar menyembur dari mulutnya, mewarnai tanah kehitaman dengan merahnya darah.


"Lumayan, kau tidak mati dalam serangan pertama. Sepertinya kau punya sedikit kualifikasi untuk menyelesaikan syarat yang aku ajukan." Puji Suo Qing, kekuatan serangannya ini dia sangat jelas akan hal itu, sebuah prestasi membanggakan tidak terbelah dua karenanya.


Shin segera bangkit dan terbang kembali ke tempatnya semula, biar luka yang dideritanya saat ini bisa dibilang parah, dibanding dengan semua pertempuran hidup-mati yang dia alami di Border Forest, ini masih belum sebanding.


"Sebagai seorang tetua sedikit tidak pantas jika aku menggunakan serangan ini. Nak Shin, kamu masih punya kesempatan untuk menyerah." Suo Qing memperingati Shin yang sudah ada didepannya.


"Qing! Apa kau benar-benar berniat menggunakannya untuk serangan kedua!? Bukankah selalu lebih baik menyimpan yang terbaik diakhir." Yi Lei sepertinya sudah paham betul niat Suo Qing kali ini. Tetapi dia tidak mendapat respon apapun darinya.


"Tetua Suo, saya yang mengusulkan rencana ini dan anda secara alami harus mengetes sejauh mana kekuatan saya demi keberlangsungan rencana. Tidak perlu merasa khawatir hanya karena saya seorang junior. Silakan anda gunakan serangan yang anda mau!" Dalam kalimatnya, Shin menantang Suo Qing secara halus. Hanya dia yang berani melakukan ini diseluruh kawasan, bahkan The Five Devils juga tidak akan mau melakukannya. Memancing seorang Suo Qing menggunakan serangan terkuatnya, hanya dilakukan oleh orang gila.


"Kau yang meminta. Apapun yang terjadi akibatnya, semua itu adalah tanggung jawabmu sendiri!" Kata Suo Qing seraya mengeluarkan semua aura-nya tanpa penahanan sedikit pun, langit seolah diwarnai oleh giok dan pedang yang sangat tajam.


"Patriark Yi, bukankah ini berarti Patriark Suo akan menggunakan..." Zhang Wu memandang Suo Qing dan menebak apa yang akan dia lakukan setelah ini.


"Ya, dia akan mengeluarkan Jade Sword River!"


***


Jangan lupa like, komen, dan vote, karena hanya dengan tindakan sederhana seperti ini saja anda sudah memberikan support yang berarti.


Bila ada waktu, mangga di-share novel ini ke teman-teman kalian khususnya sesama penggemar novel xianxia.