
Lantai dua Paviliun Mental.
Shin saat ini sudah mampu untuk bertahan selama dua minggu dibakar dan berjalan di sini, dengan perkembangan yang menunjukkan tren positif ini, selama dua bulan ke depan dia akan berusaha untuk menyelesaikan lantai dua ini, itu adalah target sekaligus deadline yang dia miliki, jika lantai kedua saja butuh waktu yang lama, lantai ketiga dan Purgatory asli hanya akan jadi angan-angan saja. Untuk bisa menyelesaikan lantai kedua, dia harus mampu bertahan setahun di dalam sini!
Ada sebuah perbedaan besar antara lantai pertama dan lantai kedua: api di sini tidak lagi berwarna merah namun berwarna biru yang jelas jauh lebih panas daripada lantai pertama, paling tidak beberapa kali lipat. Lantai kedua pastinya lebih luas secara waktu yang dibutuhkan juga sangat panjang, namun sejauh ini belum ada rintangan dan halangan yang berarti selain nyala api yang lebih panas. Shin hanya perlu bertahan lebih lama di sini setiap kali dia terlempar dan masuk lagi, terus seperti itu hingga dia bisa bertahan satu tahun lamanya. Ini adalah tugas yang mudah dan sederhana namun tingkat kesulitannya adalah yang tertinggi.
"Ini memang lebih panas dari yang kukira! Tapi hanya itu saja, hanya panas dan api, itu sangat sederhana dan hanya dibutuhkan waktu sebentar untuk menyelesaikannya! Paviliun Mental, ternyata dirimu tak sesangar penjelasan Ratu Zhu dan Shen." Shin baru saja kembali setelah bertahan selama satu bulan di dalam, masih sedikit memang tapi dalam waktu dua bulan tersisa, Shin rasa itu sudah lebih dari cukup untuk bisa mencapai ujung. Perbandingan waktu di sini, di Devouring dragon Vessel lebih lambat daripada dunia luar, sekitar 20 : 1, juga antara Paviliun Mental dan dunia Devouring Dragon Vessel juga ada perbedaan waktu yang sangat jelas. jika di dalam Paviliun Mental adalah satu tahun penuh diluar hanya beberapa hari lebih, perbandingannya 100 : 1!
Satu bulan kemudian.
Setelah bertahan dalam waktu yang tak terhitung jumlahnya, Shin menjadi semakin tahan banting dan tahan panas. Dan bukan itu saja perubahan dan perkembangan yang dirasakannya, wajahnya menjadi lebih dewasa dan berwibawa setelah menerima kesulitan dan cobaan kehidupan, meski umurnya barulah sebelas tahun tetapi mentalitasnya setara dengan berbagai orang dewasa. Tetapi tubuh fisiknya tidak tumbuh sedikit pun, sangat bertolak belakang dengan tubuh mentalnya yang tumbuh begitu cepat, setelah menerima segala siksaan itu yang mana adalah pelatihan untuk mengolah tubuh mental, tak diragukan lagi kekuatan mental Shin adalah yang paling kuat di seluruh kekaisaran ini! Tapi dengan standar Azure Sky Empire, ini semua masih belum cukup untuk menghadapi Purgatory asli! Sebelum menyelesaikan lantai ketiga Paviliun Mental, Shin sama sekali tidak punya harapan untuk tetap hidup di dalam Purgatory asli, suhu di sana ratusan hingga ribuan kali lipat lebih panas, jalannya bukan hanya jalan mulus dan lurus seperti ini namun ada banyak rintangan lain. Bukan hanya api, bukan hanya panas, itu adalah manifestasi dari keputusasaan yang sesungguhnya!
Setelah waktu satu bulan ini juga Shin sudah mampu bertahan selama sembilan bulan waktu di dalam lantai kedua. Shen tentunya senang dengan perkembangan yang sangat menggembirakan ini, selain senang, dia terkejut dengan perkembangan tubuh mental Shin yang terlalu cepat. Bagaimana tidak, dulu Shin butuh satu bulan penuh hanya untuk bertahan satu bulan dengan susah payah, sekarang dalam waktu satu bulan yang sama dia bisa bertahan selama sembilan bulan! Pertambahan waktu delapan bulan ini sungguh sangat masif dan sepertinya tidak masuk akal, tapi begitulah adanya! Meski kekuatannya jauh lebih lemah daripada bocah sebelas tahun pada zaman primordial namun kekuatan mentalnya melebihi ahli yang berumur puluhan tahun hingga ratusan tahun.
Dan sepuluh hari kemudian, Shin berhasil melewati lantai kedua Paviliun Mental! Butuh tiga puluh hari penuh untuk menyelesaikan lantai pertama, dan lantai kedua membutuhkan tujuh puluh hari. Beda empat puluh hari ini bisa dianggap mencengangkan, kesulitan antara dua lantai ini bukan dua kali lipat, tetapi banyak! Mungkin tahan disiksa atau suka disiksa adalah bakat terpendam Shin. Terlepas daripada itu, dia menjadi lebih percaya diri lagi tentang lantai ketiga nanti, tapi bagaimana bisa lantai ketiga diselesaikan semudah itu?
Di luar Paviliun Mental.
"Shin, apa kau ini seorang masokis? Gila kali dalam 2 bulan lebih dua lantai Paviliun Mental kau lewati." Shen terheran-heran dengan peningkatan Shin yang gila ini, disiksa terus menerus tanpa henti, memang hanya dia yang mau dan bisa melakukannya.
"Biasa saja, hanya api dingin seperti itu tidak akan bisa menyakitiku. Lagipula kedua lantai itu tidaklah terlalu sulit menurutku, hanya tinggal berjalan saja dan terus ulangi sampai berhasil." Meski terdengar sangat gampang dan sederhana, kenyataannya tidaklah seperti itu.
"Mungkin hanya kau saja yang berani berbicara seperti itu. Tapi ada bagusnya juga, mungkin saja, kau mampu untuk menyelesaikan Purgatiry yang asli!" ucap Shen dengan penuh pengharapan.
Shin hanya tersenyum samar dan mengangguk lalu mukai menatap wajah menawan Zhu Long, dia juga ingin mendengar bagaimana responnya mengenai hal ini. Tetapi, Shin sama sekali tidak berani memulai percakapan, pesona dan aura dingin serta dominasi yang keluar darinya lebih dari cukup untuk membungkamnya. Namun tetap saja, dia masih mengharapkan sebuah suara terdengar dari mulutnya.
Di sisi lain, tatapan penuh harap dan sedikit memelas ini dapat dirasakan dengan mudah oleh dua orang sisanya, dan Shen mulai memuji dalam hati untuk keberaniannya; adapaun sang ratu, dia balas menatap mata Shin dengan tatapan yang lebih dingin daripada es. Wajahnya dia pasang menjadi sangat sombong dan berusaha menundukkan sang rakyat jelata, namun sebagai ratu yang baik, dia akan melakukan apa yang dimintakan padanya.
"Hmph! Hanya lantai kedua saja sudah seperti menyelesaikan Purgatory asli. Dan bocah, kau bisa berenang atau tidak?" Segera, suara yang sangat merdu namun sangat berat menyebar melalui ruang kosong dan diterima telinga Shin. Tak diragukan lagi dua kalimat ditambah dengan harrumph dingin itu langsung membuat nyalinya ciut seketika. Hanya saja, Shin sama sekali tidak mengerti pertanyaannya, tapi dia tahu jika tidak menjawabnya hasil buruk akan dia dapatkan.
"Y-Ya, aku bisa. Tapi Ratuku, untuk apa Anda bertanya seperti itu?" Shin langsung menundukkan kepalanya ke bawah, sebuah pertanyaan singkat tadi sudah menggunakan semua tekad dan keberanian yang dia punya.
"Itu untukmu di lantai tiga nanti!" Zhu Long menjawab secara tidak jelas, dia memang ingin menjelaskan lagi namun Shen sudah terlebih dahulu memotongnya bahkan sebelum Shin bisa mencerna semua pembicaraan ini.
"Shin, lantai ketiga Paviliun Mental masih bisa menunggu lain waktu, dalam satu bulan ke depan apa yang ingin kau pelajari? Sebelum rencana dimulai, ada baiknya untuk meningkatkan kekuatan." Semua harus dilakukan dalam porsi yang pas dan jangan berlebihan, itulah prinsip Shen tentang gagasan menyelesaikan Purgatory. Sebelum Shin mencoba menyelesaikan lantai ketiga, dia harus menerima istirahat yang cukup.
"Ada banyak Celestial Skill di Paviliun Skill, ada juga satu Divine Skill namun sudah rusak dan tidak sempurna. Kalau kau mau aku bisa membawamu kesana." Zhu Long tanpa diduga menawarkan diri membantu Shin. Meski di luar dia sangat dingin dan bangga, dalamnya sebenarnya tidaklah sedingin itu.
"Celestial Skill, Divine Skill?" Standar Azure Sky Empire memang terlalu rendah, skill yang lebih tinggi dari level sepuluh sudah dianggap sebagai mitos oleh mereka, maklum kalau mereka tidak tahu.
"Tidak, akan percuma saja aku mempelajarinya. Meski aku bisa menguasainya tapi aku tidak akan bisa menggunakannya, Aura milikku masih terlalu lemah." Shin menjadi tahu diri dan lebih berpikiran panjang setelah pertumbuhan kekuatan mentalnya.
"Kau benar, aku lupa kalau kau masih sangat sangat sangat lemah!" Zhu Long tertawa kecil karena kelupaannya ini, menawarkan bantuan seperti itu, dia sedikit ceroboh.
"Aku ingin mempelajari hal lain saja. Shen, keluarkan tubuhmu!" Tubuh milik Shen adalah buku yang bernana Grand Sage Record of the World yang mengandung Grand Sage Art sebagai seni utamanya dan banyak teknik kuat lainnya sebagai dasar dan fondasi dari Klan Sage.
"Apa kau ingin mempelajari bagian kedua dari Grand Sage Art, Shin?" Shen paling ahli kalau soal menebak dan prediksi, bagian kedua memang lebih mudah dipelajari karena mau bagaimanapun ini hanyalah teknik tongkat. Dengan kekuatan mental Shin saat ini, menguasainya dalam satu bulan bukanlah mustahil.
"Ya, sepertinya teknik itu terlihat sangat kuat dan berguna. Lagipula teknik utama seorang Grand Sage pastinya tidak akan lemah sama sekali." 'Berguna' yang disebut oleh Shin adalah nafsunya sendiri, karena tongkatnya bisa melayang jadi dia bisa terbang menaiki Arhat Staff miliknya. Dia bukanlah ahli Surgawi yang bisa terbang dengan bebas, dan dia ingin mencoba melakukan hal itu.
"Ini memang bukan teknik tongkat terkuat milikku, namun ini jugalah yang paling penting dan berguna! Jika kau bisa mempelajarinya hingga benar-benar sempurna, segala teknik tongkat yang akan kuberikan padamu nanti akan jadi lebih mudah dipelajari dan lebih kuat lagi. Namanya Floating Staff Control. Bisa membuat tongkat milikmu dikendalikan dari jauh dan jika kau sudah mengumpulkan tiga pecahan Paramita Staff, tongkat milikmu akan memiliki kesadaran sendiri dan tanpa dikendalikan juga akan melindungi pemiliknya. Tapi karena kau adalah martial artist sebelumnya, akan ada sedikit halangan dalam mempelajarinya." Shen mengeluarkan tubuhnya sendiri dan memberikannya pada Shin, buku usang dan kuno ini adalah tubuh asli milik Shen.
Shin duduk bersila dan mulai membuka buku itu, tulisan suci yang berasal dari dahulu kala menggantung di udara dan memasuki kepala Shin. Tidak ada rasa sakit kepala atau tersiksa karena proses ini, kelebihan mengolah tubuh mental tidak ditunjukkan dalam pertarungan namun sangat mempengaruhi hasil pertarungan.
Setelah satu jam, tulisan suci terakhir sudah memasuki kepala Shin, dia terlihat sangat fokus dan secara mendalam mencoba memahami isi dan maksud dari tulisan ini. Dia menutup matanya dan tidak akan membukanya dalam waktu dekat.
"Zhu'er, aku ingin melihat Divine Skill yang rusak itu, aku punya firasat yang bagus tentang ini." Zhu Long mengangguk dan keduanya langsung terbang menuju Paviliun Skill entah di mana. Shin ditinggalkan disini dengan pemahamannya.
Tiga minggu kemudian.
Shin masih belum memahaminya dan Shen juga masih belum kembali, Shin hanya punya waktu satu minggu lagi untuk bisa memahaminya, dia mulai kehabisan waktu untuk berangkat menuju Scarlet Land Forest. Karena sebelumnya Shin adalah martial artist, kedua pemahaman dalam kepalanya ini berbenturan dan tidak padu satu sama lain.
"Tubuh adalah senjata dan tongkat hanyalah alat namun tongkat adalah bagian dari tubuh dan bukan senjata, apakah sebuah tongkat adalah alat ataukah alat tersebut merupakan bagian dari tubuhku? Kedua pemahamanku bersebrangan dan jadi kontradiksi... aku harus pilih salah satu dari mereka dan merelakan yang satunya." Shin frustasi karena kontradiksi yang disebabkan olehnya sendiri, jika dia ingin mempelajari Grand Sage Art dia harus merelakan teknik bela dirinya begitu juga sebaliknya. Kondisi kebingungan ini terus berlangsung selama enam hari berikutnya, Shen sudah kembali lagi pada Shin dan melihatnya dengan khawatir.
"Kekhawatiranku sudah menjadi nyata, pemahamannya bersebrangan dan dia harus melepaskan salah satu... mana yang kau pilih Shin, Sage atau martial artist?"
Besok.
Batas waktu terakhir Shin sudah di depan mata, Shin harus segera bangun dan menuju Scarlet Land Forest, Volcano Essence tidak akan menunggunya.
Setelah hari sudah sore mata Shin yang selalu tertutup terbuka kembali, dia seperti orang yang tercerahkan dan terlahir kembali, dia terlihat sangat berbeda sebelum dia datang ke sini, pengalamannya mungkin sudah setara dengan Feng Li. Shen jelas sangat penasaran dengan hasil yang Shin raih dengan pemahaman selama sebulan ini.
"Apa yang kau pilih Shin?"
"Aku pilih keduanya."