
Tujuan utama Shin menggiring Blazing Tail Salamander adalah untuk membuat kekacauan dan membuat kesempatan lebih besar merebut volcano essence dan mendapat tiga beast core api level 8 dalam sekali jalan, rencana yang dibuat oleh grand sage ini memang cukup mudah dilaksanakan dengan panen yang melimpah, kedua beast ini terus membantai para ahli yang melawan, walau Shin adalah penyebab pembantaian ini namun dia tidak ingin mengotori tangannya sendiri, dia tidak menyerang orang lain kecuali mereka menyerangnya lebih dulu.
Langkah pertama sudah selesai, langkah kedua adalah untuk mengusir semua ahli disini, langkah ketiga adalah membuat ketiga raja ini bertarung dan selesailah sudah rencana hebat yang dibuat oleh benda terhebat. Namun keberadaan empat kekuatan besar cukup membuat Shin khawatir, keberadaan tetua yang menjaga mereka juga ada didalam list antisipasi Shin, kehadiran mereka pasti akan mengacaukan rencana meski tidak sampai mengancam nyawa.
Kedua "hadiah" ini terus melakukan tugasnya dengan senang hati, dalam sepuluh menit puluhan ahli sudah mati tanpa tubuh yang utuh, kebanyakan dibakar dan kebanyakan lagi terkena serangan ekor. Empat kekuatan besar mencari celah dengan susah payah, mereka tidak bisa secara sembarangan memanggil burung mereka karena kehadiran Magma Bird, sebagai raja dari beast burung disini dia tidak akan membiarkan beast lain hidup jika mengganggunya.
Harapan terbesar adalah membunuh Blazing Tail Salamander atau melewatinya dan langsung kabur, banyak ahli yang seperti itu namun kebanyakan gagal, ada juga orang yang masuk kedalam gunung berapi yang dijaga oleh Fire Ape King yang terluka parah. Mau bagaimanapun juga situasi ini sangat kejam dan mengerikan, teriakan pasrah mengiringi kematian setiap ahli, abu yang tercipta dari mayat segera memenuhi puncak gunung ini.
Shin mendekati Ying Ai dan mendiskusikan cara membuat ketiga beast ini bertarung, Shen tidak memberi cara untuk itu karena dia juga ingin melihat perkembangan anak didiknya.
"Kedua beast ini hanya fokus dengan manusia, kita harus mengalihkan perhatiannya pada yang lain." Shin mengeluarkan gagasannya, setelah kekuatan mentalnya menjadi lebih kuat dia bisa mengimbangi tingkat pembicaraan Shen dan Ying Ai.
"Tunggu dulu sebentar, masih ada cukup banyak ahli yang masih hidup. Kita harus menunggu mereka mengurangi kekuatan saingan kita nanti dan untungnya empat kekuatan besar telah pergi." Ying Ai memberi penjelasan yang lebih baik, pengalaman tidak akan bisa didapat hanya dengan disiksa di Paviliun Mental saja, Shin mengerti dan menonton pembantaian kejam ini. Dia semakin terbiasa dengan darah dan pembunuhan setelah mentalnya lebih kuat, bukannya dia menjadi semakin tak berperasaan tapi menjadi semakin tak peduli, musuh mereka pantas mati dan tidak membunuhnya hanya akan membawa masalah yang lebih besar.
Pembantaian berlangsung selama satu jam, tinggal sepuluh ahli yang tersisa itu juga berada didalam gunung, Shin dan Ying Ai berusaha tidak menonjolkan diri sehingga tidak diserang oleh dua beast ini. Lebih dari seratus ahli mati ditempat ini hanya dalam satu jam saja, Shin tahu bahwa waktunya telah tiba dan mereka tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Ketiga beast ini secara otomatis akan bertarung dan mereka berdua hanya dengan mudah membunuh pemenang yang kelelahan. Rencana Shen yang terlalu hebat ini bagai sebuah pepatah yang ditingkatkan, sekali dayung dua tiga samudra terlampaui !!
Pertarungan ketiganya berlangsung selama dua jam, dengan sedikit campur tangan Shin dan Ying Ai agar pertarungan berakhir lebih cepat, mereka bersekongkol membunuh Magma Bird yang lebih sulit dihadapi, Fire Ape King langsung terbunuh saat pertarungan baru saja dimulai dengan serangan gabungan dua beast lainnya, mereka menyiratkan bahwa penguasa tempat ini harus diganti, dan selebihnya dua beast ini bertarung secara tidak adil dan berakhir dengan kemenangan sulit daei Blazing Tail Salamander, dia terluka sangat parah dan mati dengan tusukan dari staff milik Shin.
"Ying'er, kita harus cepat mengambil beast core ini, volcano essence tidak lama lagi pasti akan terbentuk." Shin memperingati, keduanya mengambil beast core secepat mungkin dan menuju kedalam kawah gunung berapi.
"Kau pergilah lebih dulu !" Shin melakukan ini untuk menyerap ketiga mayat beast ini kedalam devouring dragon vessel miliknya, ini adalah beast level 8 ! Setiap bagian dari tubuhnya pasti sangat berharga dan sebanding dengan ribuan koin kristal, uang sebanyak ini pasti tidak akan Shin buang begitu saja. Shin mengambil mayat ketiganya dan bergegas menuju dalam gunung api.
Ada sebuah platform batu disini yang bisa digunakan sebagai pijakan, kesepuluh ahli yang bersembunyi didalam langsung diusir oleh Ying Ai, Shin mengikutinya dan berlindung didalam gua ini.
Didalam gua keduanya melakukan bincang-bincang hangat, sudah satu minggu lebih keduanya tidak mengobrol seperti ini, mereka terlalu sibuk latihan dan latihan selama ini, dan setelah ini juga mereka harus latihan lagi. Meski singkat, ini masih sebuah panen lain dari rencana ini.
Sepuluh menit....
Gunung bergetar dengan kuat, gua luas tempatnya bernaung menerima efek yang paling kuat. Bukannya sedih atau ketakutan, Shin malah senang karena gempa ini. Ya, volcano essence akan segera muncul ! Tak lama berselang gempa mereda, namun ini hanya tenang sebelum badai.
BLAAAR!
Lahar menyembur kuat dari dalam gunung, panas yang sangat meresap kedalam gua, suhu disekitar melonjak naik saat bumi memuntahkan isinya. Gua menjadi sangat terang berwarna oranye, jika menatap ke mulut gua, hanya ada warna oranye lava bergerak yang terlihat. Semburan ini bertahan selama sepuluh menit dan akhirnya mereda, Shin melihat kebawah dan ada sebuah batu giok merah yang bahkan dalam jaraknya ini dia bisa merasakan panas menyengat timbul dari sana, itu adalah volcano essece !
Shin turun ke dasar gunung dan menggenggamnya. Panas yang keluar seperti memegang sebuah panci yang sedang digunakan untuk memasak tapi Shin sudah sangat terbiasa dengan panas yang ribuan kali lebih panas dari ini sehingga dia bisa meraihnya dengan mudah.
Selain dari panas yang panas dan kuat, dia juga bisa merasakan fluktuasi aura bumi yang sangat murni terkumpul dan terkondensasi menjadi item ini, aura yang terkandung didalamnya sangat kaya dan bermanfaat bagi terobosan atau kultivasi seseorang. Shen selalu memperhatikan pergerakan mereka dan akhirnya muncul juga.
"Cepat serap Shin, tapi tetap saja itu bukan hal yang mudah dan butuh waktu lama untuk melakukannya. Kusarankan kau menyerapnya sekarang di devouring dragon vessel, soal Ying Ai kau urus saja sendiri." Shin masih harus mempertahankan nyawanya selepas keluar dari hutan ini, ada sangat banyak faksi yang telah disinggung olehnya, dia harus memiliki kekuatan yang cukup untuk sekedar menggertak dan melawan mereka semua.
Dasar gunung ini tidak terlalu dalam jadi Shin bisa melompat pada platform batu, dia menemui Ying Ai dan berkata.
Tanpa menunggu lama, keduanya langsung masuk kedalam dunia lain. Shin memilih untuk turun di sebuah puncak gunung yang tenang dan damai serta jauh dari vegetasi apapun. Ying Ai terkejut karena dia tiba-tiba berada di tempat yang berbeda.
"Dimana ini Shin ?"
"Aku tidak bisa memberitahumu, tapi aku adalah penguasa dari tempat ini." Keberadaan Shen terungkap karena Shen ingin dia diketahui dan Shin juga tidak keberatan dengan itu. Tapi item ini sangat berbeda dengan Shen, asal-usul Shin mendapatkan item ini terlalu penting untuknya.
"Baiklah, aku juga punya rahasia yang ku simpan sendiri. Tapi apa yang harus kulakukan selama beberapa hari kedepan disini ? Aku tidak mau ya kalau harus menunggumu di tempat yang membosankan ini."
"Kau tidak ingin kultivasi ?" Shin bertanya, aura di tempat ini bahkan lebih padat dan murni daripada di ruang kultivasi, jarang sekali Ying Ai menolak berlatih.
"Hmph! Aku sudah kultivasi selama beberapa bulan dan belum mendapatkan satu hari libur. Aku tidak sepertimu yang maniak latihan Shin." Memang Feng Li sudah menyuruhnya latihan nonstop, wajar saja dia berkata seperti ini apalagi dia kan wanita.
"Hahahaha.... sudah kuduga akan jadi seperti ini, ikutlah denganku, akan kutunjukkan padamu tempat yang menarik disini." Shen muncul tiba-tiba dan membuat Ying Ai terkejut tapi setelah mendengar kata "tempat menarik" dia menjadi lebih bersemangat lagi.
"Tapi disini terlalu tinggi, dan tempat itu pasti jauh, aku takut kita takkan sempat mendatanginya." Ying Ai menjadi muram sekali lagi.
"Tenang saja, aku punya cara untuk itu." Shen berkata meyakinkan.
"Apa itu ?"
"Menjadi tubuh mental !" Ucapan Shen menyebabkan Shin menjadi khawatir.
'Apa kau ingin membuatnya melatih tubuh mental dan datang ke Paviliun Mental !! Aku tak akan pernah mengizinkanmu melakukan itu dan membuatnya tersiksa !!!' Shin sangat mengerti tentang konsep melatih tubuh mental ini, hanya ada siksaan yang menanti jika melatih tubuh mental.
'Tenang saja, aku hanya ingin dia bisa terbang disini.' Setelah Shen mengucapkan ini, Shin menjadi jauh lebih tenang. Jika Ying Ai mengolah tubuh mental dia tidak bisa tidak merasakan sakit dihatinya, dia ingin gadis didekatnya ini menjalani kehidupan yang mudah dan bahagia, Shin ingin dia sendiri yang menanggung semua rasa sakitnya.
Shen mengajarkan Ying Ai mengolah tubuh mental dan Shin sekarang hanya berfokus untuk menyerap volcano essence dan menerobos secepatnya.
Shin menuju puncak sebuah gunung dan duduk bersila, dia meletakkan volcano essence didepannya dan mulai menyerapnya, untaian aura berwarna merah dengan sedikit campuran transparan meresap kedalam tubuh Shin, suhu tubuh Shin melonjak naik saat menyerap aura api dari inti bumi ini, seluruh tubuhnya memerah dan serasa dibakar. Shin tidak terganggu sama sekali dan meneruskan menyerap aura didalamnya.
Shin terus berada dalam kondisi ini selama dua minggu, Shen juga terus mengajak Ying Ai ke berbagai tempat disini dan membuatnya menjauh dari Shin.
Aura Shin menjadi sangat padat dan murni setelah menyerap volcano essence, auranya bagai gunung berapi yang siap meledak karena dia menyerap semuanya, aura yang terkandung didalamnya sangat kaya dan menyebabkan dia harus menekan kultivasinya sendiri untuk efek maksimal, dia ingin menuju ahli pembentukan puncak dengan bantuan volcano essence ini.
Setelah menstabilkan auranya sendiri Shin bersiap melakukan terobosan lain, aurasea dia perluas dan aura yang ditekan langsung melonjak tajam mengalir ke seluruh tubuhnya, menguatkan tulang dan ototnya.
Tahap pembentukan akhir puncak !
Shin merasa sangat puas dengan hasil ini, selain dari kultivasinya sendiri yang naik tingkat, tubuh fisiknya juga menjadi semakin tirani, ahli duniawi menengah juga akan sebanding dengannya jika hanya bicara soal fisik. Shin harus segera keluar dan kembali ke penginapannya lalu bersiap melewati lantai ketiga Paviliun Mental !!