
"Patriark Yi, siapa itu Taiyang sang Matahari Besar dari Qin yang disebutkan sebelumnya? Apakah dia berasal dari Dinasti Qin, salah satu dari tiga dinasti besar itu?" Tanya Zhang Wu, sedikit tertinggal dalam pembicaraan ini karena ketidaktahuannya.
"Menurut informasi terbaru, dia adalah satu-satunya Jendral Besar Qin yang masih aktif hingga saat ini. Kekuatannya bisa dibilang setara dengan Feng Li serta memiliki Great Sun Army di bawah kendalinya. Prestasinya di medan pertempuran tidak perlu kau ragukan lagi, hampir setiap misi yang diberikan padanya selalu berakhir dengan keberhasilan, banyak kota ditaklukkan serta banyak jendral dibunuh oleh mata tombaknya itu." Yi Lei mulai menjelaskan secara seklias.
"Satu-satunya? Bukankah Qin memiliki empat Jendral Besar yang masing-masing memiliki senjata serta armornya tersendiri?" Pengetahuan ini memang pengetahuan umum, Zhang Wu mengetahui hal ini karena dia adalah penerus Klan Zhang, keadaan dunia luar dia masih tahu beberapa.
"Sepuluh tahun yang lalu, Qin memang memiliki empat Jendral Besar yang satu darinya saja sudah bisa mengimbangi orang paling kuat di kawasan ini, Feng Li, masing-masing dari mereka memiliki sebuah senjata dan armor khusus yang merupakan harta terhebat yang dimiliki oleh Qin, senjata dan armor tersebut adalah harta Aura tingkat Master! Entah apa yang telah terjadi di sana, tetapi informasi selanjutnya yang kami dapatkan adalah kematian salah satu Jendral Besar entah yang mana dan pensiunnya dua lainnya, peristiwa besar kemungkinan besar telah terjadi dan saat ini, hanya Taiyang seorang Jendral Besar dari Qin. Jika diperhatikan lebih lanjut, saat ini Qin sedang sangat tidak stabil dan ada kemungkinan akan menemui kehancurannya, umur Taiyang sudah berada di puncaknya dan pengganti tiga Jendral Besar lainnya pun masih belum mereka temukan."
"Jangan anggap kondisi politik tiga dinasti itu sama sekali tidak mempengaruhi kawasan ini sama sekali Nak Zhang, pada masa pemerintahan Kaisar Qin Wuliang mungkin kita memiliki masa damai dan pertempuran kita dengan Evil Region tidak ada yang mengganggunya sama sekali. Tetapi bila kursi pemerintahan berganti, tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi nantinya. Apalagi, Pangeran kedua Qin, Qin Wuyou, dirumorkan memiliki ambisi besar dan sikap yang tegas serta keras untuk bisa meraih apa pun tujuannya." Yi Lei mengungkapkan kekhawatiran besarnya tentang masa depan dan kelangsungan Azure Sky Empire. Selama ribuan tahun sebelumnya, kejadian mengganggu semacam ini memang belum pernah terjadi sebelumnya, itu karena rencana iblis yang membuat bahwa Azure Sky Empire dan Evil Region asalah tempat kumuh tidak berguna, karenanya mereka bisa tenang menjalankan rencana. Meskipun begitu, setiap pergerakan politik yang terjadi di tiga dinasti masih menimbulkan berbagai kekhawatiran dan kecemasan para petinggi Kekaisaran. Bisa dibilang, nasib dan kelangsungan mereka erat kaitannya dengan keputusan tiga dinasti itu. Apabila salah satu dari tiga dinasti ingin mereka hancur, maka mereka akan hancur sehancur-hancurnya tanpa ada kemungkinan untuk bangkit.
Mendengar jawaban yang seperti ini tak ayal Zhang Wu menjadi ngeri dan takut membayangkan betapa besar dan perkasanya tiga dinasti tersebut, serta dia sekarang menyadari betapa kecil terpencilnya dia, umumnya Azure Sky Empire. Sebuah tempat yang bediri dengan berlandaskan belas kasihan, tidak ada tempat lain di dunia ini yang seperti Azure Sky Empire.
Percakapan ini sedikit tidak disenangi Shin, tanpa sadar nama baik Qin dan khususnya Taiyang sedikit tercoreng karenanya. Memang Shin juga sadar para petinggi ini tidak menyukai tiga dinasti karena beberapa alasan yang sangat logis dan sangat wajar apabila mereka tidak suka, hanya saja sebentar lagi dia akan berada dalam pengawasan Taiyang dan berada di Dinasti Qin, yang mana sama-sama tidak memiliki kesalahan sebelumnya. Karenanya, Shin angkat bicara untuk meluruskan beberapa hal.
"Apa pun pergantian politik dan rencana yang sedang disusun oleh Perdana Mentri mereka saat ini dan kedepannya, semua ini sama sekali tidak akan membahayakan Kekaisaran menurutku. Bahkan jika memang benar Pangeran kedua mereka yang ambisius dan keras mengambil kursi kaisar, dia tidak akan sejauh itu sehingga melupakan prinsip dan moral Dinasti Qin, buktinya kita masih belum disentuh oleh mereka bertiga selama ribuan tahun lamanya. Cukup tidak realistik kalau mereka memutuskan untuk campur tangan saat ini juga. Apalagi untuk posisi seorang Perdana Mentri, setiap langkah dan tindakan yang dibuatnya tentu akan mewakili keseluruhan pemerintahan, kurasa mereka pun harus berpikir keras ratusan kali untuk bisa memutuskan menyerang dan menghancurkan kita. Aku yakin bila kita tidak menyerang mereka terlebih dahulu yang mana akan menciptakan sebuah alasan bagi mereka untuk menyerang balik, mereka tidak akan mau untuk menyerang kita. Bahkan mungkin Kekaisaran ini sama sekali tidak diperhatikan oleh mereka sama sekali, bukan tidak mungkin tidak ada Azure Sky Empire dan Evil Region di peta yang dibuat oleh mereka semua." Kata Shin memberikan pemahaman yang jauh berbeda dengan yang diberikan Yi Lei tentang ketiga dinasti.
"Meskipun aku tidak tahu apa niatmu berkata seperti itu untuk membela mereka. Kata-katamu ada benarnya juga, mungkin aku saja yang terlalu paranoid dan menganggap mereka sebagai sesuatu yang mengerikan. Hanya saja, setelah merasakan pasang-surut kondisi keberlangsungan Kekaisaran, pemahaman dan pikiranku tentang mereka sangat berbeda dengan kami." Ucap Yi Lei memberikan pandangannya sendiri.
"Oh ya Shin, kuperhatikan kau datang bersama Jendral Besar Taiyang, apa yang telah terjadi sebelumnya?" Tanya Zhang Wu.
Whooosh!
Bertepatan dengan pertanyaan ini, Taiyang sudah tiba di tempat ini bersama dengan Suo Qing di sisinya. Wen Qin sudah meninggal dunia dan sudah saatnya dia menanyakan keputusan Shin tentang ajakan yang dia katakan sebelumnya.
Dicerca pertanyaan oleh Zhang Wu, alih-alih menjawabnya secara langsung, Shin malah melemparkan pertanyaan Zhang Wu tersebut, "Kak Zhang, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung pada orang yang terlibat." Secara alami, Shin melemparkan pertanyaan Zhang Wu pada Taiyang.
Tentu saja, nyali Zhang Wu untuk bertanya seketika juga ciut hanya karena menatap sosok agung tersebut. Prestise dan wibawa yang dibawanya sudah cukup untuk membuat orang sekelas Zhang Wu merasa ketakutan dan tidak berani menyentuh atau menyinggungnya sama sekali. Sekarang dia disadarkan kembali tentang perbedaan besar kekuatan antara dua tempat yang bagaikan langit dan bumi.
Kali ini, di tempat ini telah berkumpul lima orang: Shin, Taiyang, Zhang Wu, Yi Lei, dan tentu saja Suo Qing. Para petinggi di tempatnya berasal sudah berkumpul di satu tempat dengan tujuannya masing-masing.
"Lei, kau mungkin tidak mempercayainya tetapi Wen Qin sudah mati! Dengan bantuan Jendral Besar Taiyang rencana kita sebelumnya telah mencapai hasil yang tak terkira. Pada saat ini, Azure Sky Empire akan mencapai tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya." Ujar Suo Qing bersemangat sekali. Maklum, dia tidak bisa melihat mayat Mo Gu karena tersembunyi dengan baik di balik tubuh mereka bertiga. Dan ya, dia sedikit terlalu bersemangat hingga seolah tidak peduli dengan sosok sekelas Taiyang berada di sebelahnya.
"Qing, lebih baik kau cek terlebih dahulu benda apa yang ada di belakangku dulu sebelum kau mengucapkan kalimat apa pun." Kata Yi Lei sambil menutupi wajahnya dengan tangannya; bergerak beberapa langkah ke samping untuk memberikan ruang yang bisa dilalui oleh visi Suo Qing.
"Oh."
Suo Qing, jelas merasakan rasa malu yang kuat menyembur dari kedalaman tubuhnya, melonjak-lonjak dan terus menggempur hatinya dengan sangat kuat. Pada saat ini, dia berusaha menjaga wajahnya sendiri walau cukup terlihat jelas perasaan aslinya di kedua pupil matanya.
Mengabaikan percakapan tidak penting antara Yi Lei dan Suo Qing, Taiyang melanjutkan perbincangan yang harus tertunda sebelumnya. "Nak Shin, sudahkah kau memutuskan tentang hal yang kusebutkan sebelumnya? Kalau belum tidak usah khawatir, Jendral ini tidak terburu-buru dan masih bisa menunggu tetapi tetap saja waktu yang kumiliki terbatas."
Shin mengangguk pelan sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Tidak perlu menunggu lagi, setelah beberapa pertimbangan dan perhitungan tentang baik dan buruknya. Tidak ada salahnya untuk berada dalam pengawasan anda. Tapi tetap saja, perkataan anda tentang berbagai hal yang anda janjikan sebelumnya masih harus ditepati. Jika tidak, jangan salahkan diriku untuk beberapa hal yang akan terjadi nantinya." Walau terkesan sedikit frontal dan tidak etis diucapkan, Shin bagaimanapun harus melakukannya. Dia butuh beberapa jaminan agar dirinya bisa lebih yakin dan percaya pada sang Jendral Besar ini.
"Soal itu ya... tenang saja, ucapan seorang Jendral Besar tidak akan pernah menjadi sebuah kebohongan. Kau bisa memegangnya dengan yakin dan apabila Jendral ini melanggarnya, semoga langit memberikan peringatannya padaku." Jendral Besar, dia memang sangat merepresentasikan apa itu Jendral Besar yang sesungguhnya, tiap kalimatnya, hawa keberadaannya, wibawanya, prestisenya dan apa pun yang ada di dalam tubuhnya adalah 'Jendral Besar' itu sendiri. Ditempa oleh kerasnya pelatihan dan medan perang itu sendiri, kerasnya kehidupan tentang kehilangan rekan-rekannya, membantai ribuan musuh selama hidupnya dan akhirnya, dia saat ini mencapai ketinggian yang dia raih dengan cara berdiri di atas gunungan mayat seorang diri.
"Tunggu dulu, apa yang sebenarnya sedang kalian bicarakan sekarang ini?" Tanya Suo Qing.
"Ohh... kau belum memberitahu mereka rupanya. Biarlah, akan lebih jelas lagi kalau Jendral ini yang mengatakannya secara langsung." Ucap Taiyang lirih sebelum akhirnya menatap mereka yang belum mengerti, "Ketiga Patriark klan besar dari Azure Sky Empire. Bakat dari bocah itu harusnya kalian sudah sadari sebelumnya, terkurung di tempat kecil terpencil seperti ini sangat tidak sesuai dengan tempat di mana harusnya dia berada. Dia ditakdirkan untuk berkuasa di mana pun dia ditempatkan dan jelas bahwa Azure Sky Empire bukanlah tempat yang tepat. Juga, Jendral ini sadar bahwa Dinasti Qin sekalipun bukanlah tempat yang cocok untuknya tumbuh dan berakhir. Jadi, di masa-masa terakhir kehidupanku yang tinggal tersisa beberapa dekade singkat lagi, Jendral ini memutuskan untuk setidaknya mencoba melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Jendral ini tidak akan membawanya sebagai penerus, tetapi hanya untuk menambah pengalamannya, lebih penting lagi untuk mewarnai hidup yang sudah layu ini. Bisa dibilang, ini adalah permintaan sang Matahari Besar sebelum memutuskan untuk terbenam." Taiyang menjelaskan dengan nada yang mengandung pengharapan dan kesedihan yang cukup jelas terasa. Mau sekuat apa pun seorang ahli, saat mereka sudah mendekati yang namanya kematian maka berbagai pikiran tentang penyesalan dan berbagai hal yang tidak pernah dirasakan semasa hidupnya mulai menghantui, bahkan Taiyang sendiri memilih untuk tidak vakum di militer karena masih peduli tentang masa depan dan nasib Qin; menghargai perjuangan dan rekan-rekannya sendiri, bukan seratus persen karena dia masih ingin berada di medan perang. Apalagi saat ini kondisi politik Qin sedang bergejolak, umur Kaisar Qin Wuliang mungkin masih bisa bertahan satu-dua abad lagi, namun Qin Wuyou cukup tidak sabar untuk segera menggantikan kursi kaisar. Adapun Pangeran Mahkota, Qin Wutian, sifatnya berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan adiknya sendiri, dia baik dan cukup disegani oleh rakyatnya sama halnya dengan sang Kaisar itu sendiri. Dia sedikit tidak peduli dengan perebutan kekuasaan dan tetap melakukan berbagai hal yang bermanfaat tanpa perlu berada di puncak kekuasaan. Karenanya, dia mendapat banyak dukungan rakyat sebagai kaisar Qin yang selanjutnya.
Menumbuhkan generasi muda, Taiyang belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Dia terlalu sibuk mengembangkan dirinya sendiri serta Great Sun Army; bertarung untuk menaklukkan kota dan mempertahankan wilayah. Memang benar bahwasannya Great Sun Army adalah pasukan paling elit yang dimiliki oleh Qin saat ini, seluruh usaha dan effort Taiyang dicurahkan padanya, wajar jika mencapai hasil tersebut. Hanya saja, menumbuhkan seorang generasi muda belum pernah dilakukan Taiyang, bahkan di benteng pertahanan yang ada dalam perlindungannya, Taiyang jarang sekali menampilkan sosoknya pada perwira-perwira militer yang baru.
Setelah dia selesai di sini Zhuge Chansheng pernah berkata bahwa dia punya calon penerus Jendral Besar tombak yang selanjutnya. Namun itu pilihan Zhuge Chansheng, bukan pilihannya sendiri, bahkan jika mereka punya kesamaan dalam hal senjata yang digunakan, perasaan saat mengajar keduanya haruslah sangat berbeda.
"Jadi begitu, memang kami sendiri sadar bahwa Nak Shin harus segera keluar dari tempat kecil seperti ini. Namun apakah anda yakin untuk tidak merekrut monster kecil sepertinya pada Dinasti Qin?" Tanya Suo Qing.
"Tidak perlu, seperti yang kusebutkan sebelumnya, Qin juga masih tidak layak untuknya. Sudah cukup bagi Jendral ini untuk mengawasi Nak Shin selama beberapa bulan atau setahun lebih jika dia mau."
"Kita bisa mengukur dan mengetahui betapa besarnya ambisi dan tujuan seseorang dari matanya. Dari mata kalian bertiga Jendral ini sudah sadar bahwa kalian hanya berniat untuk menjadi Patriark dari klan tempat kalian berasal dan tidak memikirkan hal yang lebih jauh lagi kedepannya. Namun, saat Jendral ini melihat mata Nak Shin di sana, ambisi dan tujuan yang terpantulkan di matanya sama sekali tidak bisa diukur bahkan dengan pengalaman yang telah kukumpulkan. Sepertinya, dia adalah orang dengan tujuan dan ambisi paling tinggi yang pernah kulihat seumur hidup." Bagaimana tidak? Membawa keluar Ying Ai dari Sekte Violet Nirvana, menjadi lima besar dalam Thousand Starfall Battle, bertambah kuat hingga mencapai tingkat yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya untuk bertemu kembali dengan orang tuanya. Hanya satu dari ini saja sudah cukup untuk membuat Taiyang berkata demikian, memang benar bahwa dengan menggunakan satuan standar tiga dinasti, masih tidak mungkin untuk mengukur seberapa tinggi itu!
"Maka begitulah jadinya, kami semua memang tidak mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya, namun soal betapa tingginya itu, kami memiliki pandangan yang sama dengan anda. Batas-batas Azure Sky Empire terlalu kecil, batas-batas Dinasti Qin tidak cukup besar. Mungkin, selama hidup kita, tidak akan pernah mengetahui sejauh mana dia akan mencapai nantinya." Balas Suo Qing.
"Terima kasih untuk pengertiannya. Kalian juga pastinya butuh beberapa waktu. Nak Shin, pergi saja satu kilometer ke utara, aku akan menunggu di sana." Tanpa menunggu atau berucap sepatah kata pun, Taiyang segera menembak pergi meninggalkan tempat ini. Memberikan ruang dan waktu untuk keempat orang ini khususnya Zhang Wu untuk bicara.
"Sungguh orang yang sangat pantas menyandang gelar Jendral Besar, wibawa dan kebijaksanaannya dalam menyikapi sesuatu berada di tingkat yang sangat tinggi," Yi Lei memalingkan wajahnya pada Shin, "bisa berada dalam pengawasannya meski hanya beberapa waktu saja sudah merupakan keberuntungan besar. Tidak banyak orang berharap bahkan hanya untuk berada di dekatnya. Nak Shin, kami berdua memang hanya mengenal dirimu singkat dan tidak memiliki hubungan yang dekat denganmu, tetapi sebagai sesama warga Azure Sky Empire, Patriark ini sangat senang mendengar bahwa orang sepertimu tumbuh di tempat ini. Ke mana pun kau menuju dan berada nantinya, semuanya tergantung padamu seutuhnya." Yi Lei menutup kalimatnya.
"Sepertinya, monster kecil kita dengan cepat meninggalkan sarangnya, tak sampai dua bulan sejak pertemuan pertama dengan Patriark ini, itu pun diawali dengan cara yang tidak cukup baik. Untungnya, sebelum kau memutuskan untuk pergi dan keluar dari tempat ini, kamu memberikan hadiah dan manfaat yang besar bagi seluruh Kekaisaran. Bisa kujanjikan padamu, nama 'Shin' akan ditulis dengan tinta emas dalam buku sejarah Azure Sky Empire serta akan dikenang sebagai pahlawan penyelamat Kekaisaran!" Kata Suo Qing dengan rasa bangga yang sangat kuat.
"Yahh... kematian mereka memang membawa pengaruh dan gejolak yang sangat besar bagi kestabilan Kekaisaran. Apa pun alasan dan cara mereka mati, memang lebih pantas untuk menjadi sebuah rahasia yang tidak perlu diketahui. Bahkan jika benar kamu membunuh mereka dengan tanganmu sendiri, semua itu sudah tidak ada gunanya lagi untuk dipersoalkan. Sudah terlalu telat untuk memperbaiki kesalahan dan kejadian besar ini, sekarang hanya tinggal bagaimana Azure Sky Empire akan mengarah pada masa depan yang lebih baik." Suo Qing bersikap bijak dan seolah tidak peduli telah kehilangan Dou Huang dan Yun Xiao, lagipula dia hanya dekat dengan Yi Lei saja.
"Banyak pekerjaan yang menanti kita kedepannya. Kebangkitan dan pemulihan wilayah-wilayah Klan Zhang tidak bisa dilakukan seorang diri saja, penstabilan situasi politik akibat meninggalnya Dou Huang serta memberikan penjelasan yang sesuai dan pas pada warga Kekaisaran serta Kamar Dagang Yunxia. Tapi yang paling penting, kita harus memilih orang untuk posisi kaisar!" Ucap Yi Lei yang sebenarnya dia hanya sedang curhat saja.
"Dari titik ini dan seterusnya, Azure Sky Empire akan memiliki wajah baru dan kehidupan yang baru! Tiga ahli Master Kekaisaran sudah tidak ada lagi. Lei, mungkin sudah saatnya juga kita mengambil pensiun. Wajah baru Kekaisaran sepertinya tidak lagi memerlukan sosok tua dan lama seperti kita, biarkan saja yang muda dan baru menentukan ingin seperti apa mereka menjadi." Ucap Suo Qing padanya.
"Usulan yang tidak buruk juga. Cukup melelahkan juga hidup sebagai sosok yang disegani dan dihormati, sekali-kali kehidupan damai tanpa urusan yang mengganggu cukup layak juga untuk dicoba. Tapi sebelum itu, masih ada beberapa urusan yang masih harus ada campur tangan kita di dalamnya. Bagaimanapun, para tunas muda itu masih memerlukan beberapa bimbingan kita." Sepertinya, pembicaraan mereka sudah mencapai sebuah kesimpulan yang sama.
"Bimbingan ya... bukan hal yang buruk untuk mengambil beberapa murid untuk mengisi waktu yang masih tersisa cukup lama ini. Jendral Besar Taiyang, mungkin aku akan mengambil jalan yang sama dengan yang kau tempuh saat ini." Suo Qing sendiri dan Yi Lei sebenarnya masih memiliki umur yang cukup panjang, namun mempertimbangkan perubahan besar yang akan terjadi pada Azure Sky Empire nantinya, mereka lebih memilih untuk meneruskan semuanya pada generasi baru, di jaman yang sudah berubah itu, sosok mereka mungkin sudah tidak diperlukan lagi.
"Sudah sekitar seabad kurang semenjak pertemuan pertama kita berdua, waktu memang berjalan dengan terlalu cepat. Zhang Han, Dou Huang, Yun Xiao, mereka semua sudah mati dan tampaknya masih cukup lama sebelum kita menyusul mereka. Di waktu hidup yang tersisa nantinya, jalan hidup kita mungkin sudah berbeda satu sama lain, mungkin hanya akan ada beberapa kesempatan kita bertemu kembali. Yi Lei, senang bisa mengenalmu selama ini." Suo Qing menangkupkan tinjunya dan memberikan Yi Lei sebuah penghormatan tertinggi yang bisa dia berikan.
"Heh, cukup aneh juga melihatmu bertindak tidak biasa seperti ini. Tapi yah, senang bisa mengenalmu juga." Pria berjubah biru ini kemudian memberikan tanda penghormatan yang sama dengan yang Suo Qing lakukan. Mereka berdua saling memandang dengan dalam, memikirkan berbagai memori yang cukup menghiasi kepala mereka selama ini. Rekan yang saling bertempur dalam pertarungan hidup-mati bukan hanya sekali, tapi banyak kesempatan mereka melalui hal tersebut. Walau sering diwarnai oleh sikap Suo Qing yang seperti itu, keduanya tetap saja memiliki hubungan yang cukup erat.
Mereka memasang senyum samar yang cukup sulit dibentuk karena mereka memang tidak terbiasa dengan yang melankolis seperti ini. Setelah itu, tanpa ada sepatah kata yang terucap lagi, tanpa ada keraguan dalam benak mereka lagi, keduanya segera berbalik arah menuju tempat di mana klan mereka berada. Dalam keadaan saling memunggungi ini, mereka mengangkat tangan kanan, membiarkan punggung tangannya untuk menghadap masing-masing. Dengan isyarat perpisahan ini, mereka langsung berpisah.
Rekan, sesuatu yang pada dasarnya cukup mudah untuk didapatkan namun sangat sulit untuk dipertahankan dalam waktu yang lama. Dan beruntung bagi Yi Lei maupun Suo Qing, mereka telah berhasil menemukan rekan dan kawan yang bisa diandalkan tanpa ada pengkhianatan namun di balik pertemuan pasti ada perpisahan, tidak mungkin mempertahankan sepanjang jaman karena memang, semuanya ada di tangan tuhan. Dengan semua perjuangan untuk mempertahankan tanah kelahiran, mereka berjumpa dan saling bergandeng tangan, banyak musuh sudah dilawan dan banyak pertempuran sudah dimenangkan. Dan sekarang, saat jaman sudah berganti dari gelap menjadi terang, mereka berdua sudah menetapkan tujuan, berada di balik bayangan terus mengawasi perkembangan tanpa harus berada paling depan, dengan tenang menikmati pensiunan dan berharap bahwa, suatu saat nanti mereka dapat bertemu kembali, menikmati kehidupan yang penuh dengan perasaan.
Dua orang sudah meninggalkan tempat ini, dengan angin segar perubahan yang akan membawa Kekaisaran menuju ke masa depan yang penuh dengan harapan. Kesusahan dan tantangan masih akan menghadang, tapi bagaimanapun itu generasi muda masih harus berjuang dan memberi perlawanan. Dilindungi oleh dua sosok yang akan menjadi legenda di balik bayang-bayang, setidaknya mereka bisa bertenang. Angin takdir yang aneh tdan misterius telah membawa Shin menuju Dinasti Qin, namun angin takdir yang sama juga... telah membawa sebuah kekaisaran bernama Azure Sky Empire, ke dalam nasib yang tak pernah mereka harapkan sebelumnya.
Sebagai Suo Qing dan Yi Lei pergi ke tempatnya masing-masing, tertinggal dua orang di sini: Shin dan Zhang Wu.
"Hahh... tiga tahun yang lalu masih saja segar dalam ingatanku, jujur saja aku sendiri pun tidak mengira bahwa keputusan yang terlihat sangat sederhana tersebut ternyata telah membawa dampak yang tak terbilang besarnya. Walau aku tidak pernah mengharapkan semua ini terjadi, tapi aku bersyukur tentang semua ini. Walau ayahku sendiri meninggal dan meninggalkan tanggung jawab besar untuk memulihkan Klan Zhang kembali ke masa jayanya, setidaknya masih ada beberapa harapan yang tersisa untuk kuraih. Shin, Azure Sky Empire akan menuju masa depan yang belum pernah terjadi sebelumnya, meski kau tidak akan ada di sini dan merasakan semua perubahan yang akan terjadi nantinya. Izinkan aku untuk bilang satu hal bahwasannya Klan Zhang akan menjadi faksi nomor satu sepanjang sejarah Azure Sky Empire!" Ucap Zhang Wu dengan sangat percaya diri, semua semangat dan motivasinya telah diisi kembali oleh rencana yang membawa angin takdir besar ini. Dia jadi sangat optimis dan ambisius mengenai masa depan Klan Zhang yang mana, akan dipimpin olehnya beberapa waktu ke depan.
"Aku akan menunggu saat itu terjadi di luar sana, Kak Zhang! Pastikan bahwa Klan Zhang akan mengalahkan Imperial Family dan menjadi faksi nomor satu. Meskipun saat itu terjadi aku tidak tahu akan berada di mana aku nantinya, Azure Sky Empire tetaplah memiliki tempat tersendiri di hatiku karena di sinilah diriku tumbuh dan berkembang. Jika kita tidak pernah bertemu sebelumnya, aku sendiri juga tidak yakin bisa mencapai ketinggian seperti ini. Jadi, izinkan aku untuk memberikan rasa terima kasih yang teramat dalam ini." Dalam hidupnya di Kota Mang dan Kota Yan, umumnya Azure Sky Empire, takdir telah secara aneh mengaitkan dirinya dengan beberapa penemuan tidak terduga dan sangat tidak masuk akal sebelumnya. Dikirimkan dari tempat yang sangat jauh ke antah-berantah dan secara kebetulan menemukan dua item terhebat di dunia serta manusia paling unik, tidak bisa dipikirkan oleh siapa pun sebelumnya. Di tempat seperti ini, bersemayam dua item penting dunia, namun bersemayam hanyalah bersemayam, tidak ada bedanya dengan hilang tidak ditemukan. Namun agar bisa keturunan seorang yang tiada di tangan iblis untuk menemukannya, itu sungguh luar biasa. Seolah langit memang ingin memberikan yang terbaik yang bisa dia lakukan pada orang yang bisa menyelamatkannya dari nasib kejam yang harus dialami pesawat ini beberapa waktu ke depan.
Zhang Wu adalah orang kedua yang memperlakukan Shin dengan baik setelah Hong Wei, dan kini utang budi sudah dibalaskan, sudah saatnya untuk meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan menuju tempat lain yang penuh dengan rintangan, pertemuan, dan tentu saja harapan. Semua ini adalah proses kehidupan, semua ini adalah nasib yang sudah ditentukan, semua ini adalah tanggung jawab yang harus diemban, semua ini adalah... bagaimana caranya dia menghargai, memaknai, mewarnai, betapa indahnya itu perpisahan.
"Kak Zhang, meski kita hanya bertemu sebentar dan itu pun harus berjarak tiga tahun lamanya. Jasamu tidak akan pernah bisa kulupakan. Kini, janjiku dulu padamu sudah ditunaikan, sudah saatnya untuk mengucapkan salam perpisahan." Shin menangkupkan kepalannya dan memberi hormat pada Zhang Wu.
"Ya, memang sudah sepantasnya begitu untuk takdirmu sendiri. Kau mungkin akan menjadi penguasa di mana pun kau berada dan tidak akan pernah puas sebelum seluruh dunia ini kau kuasai. Bagiku, itu semua masih terlalu jauh, menjadi penguasa di tempat ini saja sudah cukup bagiku. Dan ya, senang bisa mengenalmu, Shin!" Zhang Wu kemudian melakukan hal serupa.
Dengan gestur tubuh seperti ini, mereka melengkungkan bibir mereka sendiri menjadi bentuk bulan sabit yang sangat tulus tanpa paksaan, tidak seperti apa yang duo Qing-Lei lakukan. Setelah dirasa cukup untuk menumpahkan semua emosi yang tersisa, keduanya pun berbalik dan pergi ke tempat ke mana mereka akan menuju dan singgah: Shin pergi ke utara menuju Dinasti Qin; Zhang Wu pergi ke selatan untuk ke Imperial Palace terlebih dahulu; Suo Qing pergi ke timur kembali ke Klan Suo; Yi Lei pergi ke barat kembali ke Klan Yi. Empat orang yang berbeda, empat arah yang berbeda, empat tujuan yang berbeda, empat masa depan yang berbeda. Namun, mereka berempat memiliki sebuah kesamaan, dengan senyum di wajahnya entah itu dipaksakan atau itu tulus, mereka menyikapi perpisahan yang mungkin tidak akan pernah ada reuni lagi setelahnya.
Angin takdir, dua kata yang membawa makna yang sangat berbeda bagi tiap orang di dunia apa pun itu, ada yang dibawa olehnya menuju singgasana megah bermandikan kemewahan dan segala kenikmatan kehidupan, ada pula yang dibawa menuju jalanan bermandikan siksaan dan segala kepahitan kehidupan. Apa pun itu dan ke mana pun itu membawamu pergi, entah meniupmu terbang ke langit kesembilan atau menghempaskanmu menuju neraka terdalam, semuanya masihlah dengan beberapa makna tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi, beberapa harapan tersimpan yang menunggu kalian untuk terus mengharapkan adanya masa depan yang mapan, beberapa makna kehidupan... yang akan mengantarkan kalian menuju pintu gerbang kebijaksanaan.
Dahulu, angin takdir telah membawa Shin--anak seorang pejuang umat manusia--menuju tempat yang dikenal sebagai Azure Sky Empire, menerbangkan beberapa benda yang kelak dikenal sebagai tiga sampai lima besar jajaran item terhebat dunia, menyajikannya guru terbaik dan gadis yang selama ini dia jadikan sebagai motivasi dan alasan. Angin takdir mengangkatnya tinggi hingga ke langit namun langsung menghempaskannya keras kembali ke bumi, dengan berbagai perpisahan dan kematian yang harus dia lewati. Sampai-sampai bagian tubuhnya berubah akibat pergantian peristiwa yang mendadak dan tidak terduga ini. Untungnya, beberapa item yang diutus oleh angin takdir ini telah menyelamatkannya untuk tidak tetap terjerumus lebih dalam lagi, menyiapkan dirinya sekali lagi untuk bisa terbang... lebih tinggi dari yang bisa dia lakukan sebelumnya.
Dia mungkin bisa terbang sangat tinggi hingga menyentuh batas-batas langit dari bumi di bawahnya, namun dia harus ingat bahwa semakin tinggi dia berdiri semakin kencang pula badai menerjang, mungkin saja suatu saat nanti penyelamat yang telah diutus tidak akan bisa berbuat banyak membantunya, mungkin saja karena dia telah jatuh dari tempat yang terlampau tinggi itu, dia akan kehilangan motivasi untuk terbang ditiup kencangnya angin takdir sekali lagi, namun saat ini juga dia sudah sadar bahwa semua itu akan ia lalui cepat atau lambat.
Kini, setelah ia jatuh dari langit tempatnya menggantung, ia sudah bangkit dari tanah berlumpur tempat dia bertempur dengan dirinya sendiri, menuju bagian bumi dengan batas langit yang lebih tinggi, menuju bagian bumi dengan jarak dan jangkauan yang lebih luas lagi, menuju bagian cakrawala di mana dia akan menembus batas-batas mutlak yang tidak pernah ditembus.
Badai pasti akan datang, entah itu besar atau kecil, badai pasti akan datang. Pertemuan pasti akan terjadi, dan jangan lupakan bahwa perpisahan akan selalu menyertai. Kehidupan selalu membawa harapan dan semangat namun jangan bilang bahwa kematian selalu membawa kesedihan dan keputusasaan, semua masih misteri dan hanya kita bagaimana menyikapi. Semua telah terjadi, dan semua masih akan terjadi, tidak ada yang tahu apa yang akan dia hadapi... nanti... di tempat di mana angin takdir akan menuntunnya.
Lima tahun, bagi beberapa orang waktu segitu adalah lama bagi yang lain adalah sebentar, tapi baginya, waktu seperti itu tidak bisa ia ukur dengan hitungan sebentar atau lama, ada beberapa hal yang cukup spesial dengan waktu selama itu. Baginya, waktu seperti itu dapat dihitung dengan ketidaktahuan. Entah berapa perpisahan yang akan ia rasakan; entah berapa banyak tempat yang akan ia singgahi; entah berapa kali angin takdir akan mengangkatnya; entah berapa kali angin takdir akan menghempaskannya kembali. Apa pun ketidaktahuannya itu, dia masih saja mempercayai satu hal yang sangat penting: masih terlalu jauh untuk memikirkan itu semua saat ini, dia bahkan belum merasakan betapa dahsyat dan anehnya angin takdir itu. Dalam hal ini, angin takdir atau benda apa pun yang akan menuntunnya nanti, dia akan mengikutinya.
Berjalan ke mana pun takdir ingin dia berjalan
Berhenti di mana pun dia kelelahan
Angin takdir memang menentukan segala tujuan
Namun untuk segala tindakan, dia masih harus memutuskan
Akhir masih terlalu jauh untuk ada dalam pikiran
Awal masih terlalu dekat untuk bisa menarik perhatian
Tengah masih menjadi misteri yang membuatnya penasaran
Untuk saat ini, dia hanya akan memikirkan jalan... berada dalam pengawasan.... mempersiapkan diri dan keadaan.... bersama seorang yang agung dan pahlawan... mempersiapkan dirinya... untuk sebuah keputusan... memilih persimpangan....