Lone Hero

Lone Hero
Taiyang



Semua anggota Great Sun Army adalah ahli Master elit, bahkan yang paling lemah saja sudah merupakan ahli Master Mendalam, apalagi jumlah mereka tidak hanya satu atau dua, tapi tiga puluh! Bahkan di antaranya ada beberapa entitas kuat seperti Lu Daofu, Di Huanzhi, Taiyang dan masih ada beberapa ahli Master Lanjutan lainnya. Tidak mengherankan bahwa pasukan kecil ini menjadi pasukan paling elit yang dimiliki Qin. Hanya saja, tentunya timbul beberapa pertanyaan penting dalam benak Shin yang notabenenya adalah warga Azure Sky Empire. Perbedaan kekuatan antara keduanya terlalu jauh, bahkan jarak antara langit dan bumi sekalipun tidak bisa mendeskripsikan dengan tepat. Di satu tempat seorang ahli Master adalah puncak tertinggi yang hanya bisa diraih dengan segala usaha dan keberuntungan yang dimiliki, di tempat lainnya meski masih dibilang elit namun jumlahnya jauh melebihi apa yang dimiliki yang pertama. Menurut letak geografis, baik Azure Sky Empire, Dinasti Qin, Dinasti Wei, dan Dinasti Zhou, sama-sama berada di wilayah selatan Benua Yuan Besar Selatan, yang mana dalam radius ratusan ribu hingga jutaan kilometer standar di sini tidaklah berbeda terlalu jauh, bahkan jika berarti daerah paling selatan ini adalah yang paling terbelakang, khususnya sekitaran sini, perbedaan kekuatan yang sangat jauh tidak akan terjadi begitu saja. Tertutupnya Azure Sky Empire pun tidak berpengaruh banyak pada hal ini, apalagi dalam perjalanannya Shin masih bisa merasakan kemurnian Aura yang sama dengan tempatnya berasal. Jadi, Shin sangat kebingungan tentang hal ini, sangat kebingungan dan tidak mengerti malahan.


Waktu berlalu dengan cepat, tiga hari telah terlewati dan sisa empat hari lagi sebelum pasukan tiba ke Blazing Sun Fortress. Perjalanan terasa mulus dan penuh dengan perbincangan tentang Shin dan beberapa hal yang menarik lainnya, kadang-kadang Taiyang harus turun tangan karena topik yang diambil sedikit tidak pantas untuk seorang anak kecil. Mereka mungkin tidak menerima imbalan apa pun atas misi ini, namun setidaknya pemimpin mereka telah membawa sesuatu yang mulai membuat mereka melupakan tentang kekecewaan mereka. Kehadiran Shin--seorang anak kecil--cukup mengingatkan mereka semua soal keluarga mereka sendiri, walau ada beberapa yang masih sendiri seperti Taiyang, hampir sembilan puluh persen sisanya sudah berkeluarga. Paling tidak, ini bisa sedikit mengingatkan mereka pada anak mereka sendiri.


"Nak Shin, meski rambutmu putih sepenuhnya tapi kau sedikit mengingatkanku pada anakku. Kebetulan juga dia adalah gadis, bagaimana, kau mau melihatnya? Barangkali saja kalian bisa menemukan beberapa kecocokan dan mungkin berjodoh," ucap salah satu anggota pasukan secara frontal, walau ini hanyalah sebuah tawaran kosong namun dampaknya cukup besar.


"Hah, kamu sudah berumur ratusan tahun saat ini, mungkin anakmu juga sudah berusia seabad lebih. Bagimu dia hanyalah seorang gadis manis tapi untukku tidak ada bedanya dengan nenekku sendiri!" Dalam waktu tiga hari ini, Shin sudah melepaskan semua sikap sopan dan formalnya, mereka tidak terlalu suka hal tersebut karena cukup mengingatkan pada sikap para pejabat pemerintahan, mereka lebih baik orang yang kurang sopan namun jujur daripada yang sopan dan formal tapi hanya kebohongan. Dengan ini, Shin juga merasa sedikit senang karena dianggap setara dan tidak usah memakai topeng yang cukup menguras tenaga.


"Hahaha... kau ada benarnya juga Nak, mungkin aku terlalu bersemangat tentang hal ini. Apalagi mengetahui bahwa kita tidak mendapat imbalan apa pun sekembalinya, mungkin aku hanya terlalu berlebihan," ucapnya sedikit sedih, bukannya dia dan segala manusia di sini haus akan pujian dan gila harta, tetapi sebagai pahlawan mereka butuh pengakuan atas jasa-jasanya dan harga diri mereka seakan tercoreng dengan hal ini. Keadaan yang memaksa hal ini terjadi, mereka sangat sadar akan hal itu tapi tetap saja rasa dalam sukma tidak bisa salah. Terlebih lagi, ini adalah pertama kalinya mereka semua diperlakukan tidak dihargai seperti ini.


"Ayolah, keluargamu masih menunggu di sana, juga imbalan kita kali ini hanya tertunda beberapa waktu saja, surat pemanggilan dari pusat pasti akan datang setelah Kaisar keluar dari pengasingannya, aku seratus persen yakin akan hal ini," kata perwira Great Sun Army lain menyemangatinya, setelah puluhan tahun bertempur bersama perasaan mereka seakan telah dilebur menjadi satu sehingga saling mengerti satu sama lain. Hubungan mereka erat dan solid, sangat tidak mungkin ada pengkhianat di antara mereka.


Selesai menghibur rekannya ini, dia mengalihkan bola matanya pada Shin dan kemudian berkata, "Nak Shin, anaknya adalah perawan tua yang sama sekali tidak cocok denganmu. Tapi anakku adalah benar-benar gadis manis yang seumuran denganmu, bagaimana, kau mau melihatnya?"


"Bahkan jika anakmu adalah gadis paling cantik di Qin, aku masih akan tetap menolaknya!" ujar Shin, ekspektasinya adalah dengan mengucapkan hal ini dia bisa menghentikan semua tawaran perjodohan yang tidak masuk akal ini. Namun sayangnya dia membawa petaka besar bagi dirinya sendiri.


"Cukup mengejutkan kau berkata seperti itu, tapi apakah ini berarti... kau sudah punya pasangan sebelum ini! Hoo... bocah kecil kita ini ternyata sudah dewasa," ucap perwira tersebut dengan wajah menggoda.


"Pantas saja kau selalu menolaknya jika kau sudah punya sebelumnya, harus kuakui bahkan Taiyang sekalipun tidak bisa dibandingkan denganmu," tambah perwira sebelumnya.


Mendengar adus pembicaraan yang jika terus dilanjutkan akan mengarah pada topik yang sangat tidak cocok, Taiyang harus membelokkannya apa pun yang terjadi. Walaupun tentu saja, dia sangat iri, dia bahkan sampai mengerutkan keningnya atas tanda tidak terima. Sampai dibilang kalah oleh seorang bocah, dia harus membersihkan nama baiknya sendiri.


"Hey, aku hanya tidak punya calon yang sesuai untuk figurku ini. Ayolah, dia bahkan masih kecil, sebuah hal biasa baginya memiliki hal semacam itu," ucap Taiyang sebagai pembelaan. Tapi tetap saja, di mata bawahannya ini hanya menunjukkan Taiyang mengaku kalah di hadapan Shin.


"Jika kau seperti itu terus, sampai mati pun kau tidak akan merasakan apa itu cinta." Perwira ini semakin memanaskan suasana.


"Seorang Jendral Besar tidak butuh yang namanya cinta, hal itu hanya akan mempengaruhi dan menghalangi pikiran di medan perang nanti. Hal duniawi semacam itu, harus bisa ditinggalkan demi membela tanah air segenap hati," ucapnya semakin mempertegas bahwa dia hanya melakukan pembenaran-pembenaran.


Menyadari niat Taiyang untuk membantunya, Shin angkat bicara untuk bisa lepas dari topik pembicaraan soal perjodohan ini, "Jendral Yang, apa kita masih ada dalam batas-batas Evil Region atau sudah masuk dalam wilayah kekuasaan Qin?"


Taiyang menunjukkan senang di wajahnya, paling tidak dia masih bisa menyelamatkan beberapa wajahnya. Dia berkata, "Di sini masih dalam wilayah Evil Region dan lumayan jauh dari batas terluar Qin. Jika kau melakukan perjalanan dari sini ke barat daya, kau akan sampai pada salah satu medan perang utama antara Qin dan Wei--dinasti yang terletak di sebelah barat Qin. Di sana terdapat sebuah medan luas sepanjang dan selebar ratusan kilometer dan sebelum mencapainya, kau akan menjumpai sebuah hutan besar. Harus kuakui kalau hutan itu memang cukup berbahaya, karena banyak strategis baik milik Qin atau Wei menggunakan lanskap hutan yang tersembunyi untuk beberapa siasat licik. Dan saat ini, benteng pertahanan yang membatasi Wei untuk menginvasi lebih jauh sedang dijaga oleh Jendral Hui, salah satu bawahan Jendral Besar terdahulu. Dengan ditempatkannya dia di sana, kedua faksi mendapat skor imbang selama ini."


"Lalu untuk Blazing Sun Fortress yang berada dalam yurisdiksi anda, ada di mana itu?" Tanya Shin kembali, dia yang awalnya hanya berniat untuk mengubah topik pembicaraan dan tidak mau terlibat terlalu jauh, menjadi tertarik untuk mengetahui kondisi politik dan peperangan antara ketiga dinasti.


"Blazing Sun Fortress berada di batas utara Qin yang berbatasan langsung dengan Zhou--dinasti yang terletak di sebelah utara Qin. Tidak ada medan pertempuran di wilayah yang dekat dengan kami, medan perang berada sedikit ke timur dari benteng. Pada dasarnya, kami bertindak sebagai pencegah dan pemutus bala bantuan Zhou untuk pasukannya, memutus segala siasat musuh dan memberikan bantuan pada pasukan Qin. Tentu saja, kami adalah pasukan paling elit yang dimiliki Qin saat ini, perang biasa tidak memerlukan campur tangan kami di dalamnya. Kecuali ketika ada perang skala besar, rencana berbahaya dari musuh ataupun Qin yang menderita kekalahan, kami tidak akan muncul. Jadi, tidak berlebihan kalau menyebut bahwa seluruh medan perang utara Qin berada dalam kendaliku sepenuhnya!" Hanya karena dia seorang Jendral Besar, bukan berarti dia tidak bisa memikirkan strategi atau siasat apa pun, kalai dibandingkan antara Taiyang dan Zhuge Chansheng--jika hanya bicara soal strategi dalam perang--keduanya adalah setara! Memang caranya berbeda, tapi hasilnya tetap sama yaitu kemenangan.


"Jadi begitu... hanya saja, apa yang melatarbelakangi peperangan yang terjadi antara tiga dinasti ini?" Sebagai warga Azure Sky Empire, Shin bisa dengan jelas menebak alasan permusuhan dengan Evil Region, itu hanyalah sebuah penjajah dan dijajah, saling mempertahankan tanah air dari musuh kejam tak berperasaan. Tetapi jika kita bicara soal tiga dinasti, harusnya tidak ada dendam terlalu banyak antara ketiganya.


"Itu karena kekuasaan. Sepanjang sejarah, tiga dinasti telah berperang dari sejak kaisar pendiri masing-masing berkuasa, tidak ada yang tahu sebab utamanya tapi tentu saja siapa yang bisa menahan hasrat manusia akan kekuasaan dan kekuatan? Bahkan setelah banyak waktu dan generasi telah terlewati, hasrat dan tekad akan kekuasaan yang tak pernah terpuaskan itu masih ada. Dan mungkin, seribu generasi ke depan pun hal ini masih akan tetap berlangsung. Sampai setidaknya, keseimbangan telah terganggu dan muncul satu pemenang tunggal dari perang tak berkesudahan ini," jelas Taiyang dengan sedikit kesedihan.


"Sepertinya anda sendiri sekalipun sudah muak dengan segala perang dan pertempuran. Lalu, tidak adakah yang berharap akan kehidupan yang tenang dan kedamaian?" Tanya Shin polos, menyebabkan Great Sun Army secara reflek berhenti serentak dan seketika juga tertawa liar tak terkendali, bahkan Taiyang sekalilun ikut tertawa juga, walau hanya sekilas.


"Kedamaian? Jika hal semacam itu ada mungkin kami tidak akan pernah masuk militer!"


"Bagi warga Kekaisaran sepertimu permusuhan hanya sebatas baik dan jahat, kau tidak pernah mengetahui betapa kejamnya manusia itu!"


Mendengar bawahannya menyalak satu per satu, Taiyang mulai menjelaskan, "Jangan merasa tersinggung atau tersakiti karena mereka, Nak Shin. Mereka sudah sejak lama menghapus pikiran tentang perdamaian pada kepala mereka sejak dahulu. Setelah mengalami apa yang terjadi dan apa yang akan selamanya terus terjadi, kata 'perdamaian' akan menjadi sebuah lelucon tertinggi dan hanya fantasi orang idiot belaka."


"Pada dasarnya, kami semua orang militer juga menginginkan hal yang bernama perdamaian, perang ribuan tahun tak berkesudahan, siapa yang tidak muak dengan hal itu? Banyak tokoh bermunculan dengan gagasan tersebut, baik dari Qin, Zhou, dan Wei sekalipun punya sejarah yang ada orang mengharapkan perdamaian di dalamnya. Tapi semuanya memiliki kesamaan, tak ada yang berhasil di antara banyaknya tokoh semacam itu, hanya sebuah fantasi tertinggi yang bisa diharapkan tiap manusia di sini. Di dunia yang menjunjung tinggi kekuatan, semua gagasan dan kalimat indah akan percuma jika tanpa kekuatan menyertainya. Sampailah pada suatu keputusan yang diakui ketiga dinasti secara bersama-sama, jika mereka ingin mencapai sebuah perdamaian, maka ketiganya harus berada di bawah satu panji yang sama! Tapi tentu saja, itu hanya keputusan yang diambil para sarjana dan pejabat pemerintah, orang-orang militer seperti kami menolaknya mentah-mentah. Karena tidak ada yang mau berada di bawah yang lain dan tidak bisa memutuskan siapa yang memerintah, akhirnya semua kembali seperti biasa. Pasti ada undangan diplomatis untuk menyatukan ketiga dinasri ke dalam sebuah panji baru dan pemimpin akan diputuskan setelahnya, tapi tetap saja, tanpa ada kekuatan dan latar belakang kuat yang menyertainya, itu semua dipandang sebelah mata. Dan pada akhirnya, semua orang di wilayah ini memutuskan menggunakan cara lama, memutuskan semua keputusan dan pemimpin menggunakan kekuatan militer! Memang terdengar kurang memuaskan, tapi hanya inilah cara yang dapat disetujui ketiga belah pihak. Sangat berbeda dengan tempatmu berasal, di mana kalian bertarung sebagai pihak baik dan Evil Region sebagai pihak jahat. Tapi begitulah kenyataan yang harus dihadapi kami sepanjang sejarah berdirinya tiga dinasti." Saat mengatakan hal ini, Taiyang sekalipun tidak bisa menyembunyikan emosinya dengan sempurna. Karena tentu saja perang pasti akan membawa kematian dan kesedihan, terhitung semenjak Great Sun Army pertama kali didirikan, ada seratus orang ahli yang merupakan generasi pertama Great Sun Army, tapi pada akhirnya hanya ada beberapa saja yang bertahan sampai sekarang, di antaranya adalah Lu Daofu dan Di Huanzhi, sisanya merupakan pilihan Taiyang untuk mengisi slot kosong yang tidak boleh ditinggalkan. Biarpun begitu, hanya ada beberapa saja yang bertahan sampai saat ini. Dari seratus orang jumlah awal pasukan, hanya tiga puluh yang bertahan sampai sekarang. Dan semua itu, disebabkan karena perang.


"Ahh... maafkan aku karena kurangnya pengalaman serta telah bertanya hal yang kurang pantas seperti ini. Apa yang telah kalian semua lewati untuk mencapai tingkat seperti ini, aku juga tidak bisa membayangkannya sama sekali," ucap Shin memberikan permintaan maafnya secara tulus. Setelah mendengar cerita dan penjelasan dari Taiyang, dia sekalipun tidak bisa tidak tersentuh dan emosional karenanya. Untuk mencapai titik ini--Great Sun Army yang sekarang--entah berapa banyak kesulitan dan perpisahan yang telah mereka alami. Rekan pasti ditemukan oleh mereka, namun tentu saja mereka telah berpisah dengan rekan tersebut... selamanya. Kemudian, orang lain datang dan menjadi rekan mereka yang baru, dan terjadilah sebuah siklus antara pertemuan dan kematian. Menempa mereka semua dengan palu godam yang keras dan kuat, sebuah prestasi membanggakan bisa bertahan selama ini, tapi tentu saja ada beberapa yang tak tahan dan menyerah di tengah jalan. Ada yang beruntung didukung oleh keluarga dan cinta, ada yang lebih tersiksa harus menanggungnya seorang diri, apalagi dialah orang yang mengantarkan nyawa mereka sendiri menuju kematiannya, itu adalah sang Jendral Besar, Matahari Besar dari Qin, Taiyang.