
Pernyataan Shin kali ini adalah yang tersombong yang pernah dia buat, menyatakan diri secara terbuka berdiri di bagian paling atas dari sepuluh juta lebih populasi di kawasan ini sangat mencoreng harga diri para ahli master. Tapi kalau kita pikirkan aspek yang membentuk kekuatan tempur Shin, ini tidak berlebihan sama sekali !!!
"Sungguh sombong! Hanya karena bakatmu yang sangat tinggi bukan berarti kau sekuat para master !! Bahkan hanya dengan satu jari sang kaisar kau akan mati mengenaskan !!" Hong Xuan mengutuk dari belakang masih dalam posisi terjatuh.
Yang paling terhina dalam pernyataan ini tentunya adalah sang walikota, meski dia hanyalah alumni rendahan dari Keluarga Imperial tapi dia tetap berasal dari sana! Prestise yang dibawanya melebihi apapun didunia ini, bahkan jika itu anggota cabang Tiga Klan Besar mereka masih harus menarih hormat padanya. Apalagi ketika sosok seperti Dou Huang disebut dengan lancang serta mengklaim berada diatasnya, dia geram ampe ke bass !!
"Terlalu sombong! Ketahui batasmu sendiri bocah !!" Tangannya meraih kedepan dibalut aura kuning, menyerang Shin tanpa peringatan terlebih dahulu. Wajah Hong Xuan kini menjadi senang dan bahagia, tujuannya telah terpenuhi walau dia harus kehilangan Hong Ning karena acara ini.
Menghadapi serangan receh seperti ini Shin tidak perlu repot memasang pertahanan atau membalas. Dia berdiri dengan tenang menunggu serangan datang menghampiri.
"Dia terlalu seombong! Apa dia pikir bisa menahan serangan ini dengan mudah !!" Patriark disekitar mulai berkomentar tentang Shin.
Trank!
Ketika cakaran sang walikota menyentuh tubuh Shin hanya suara besi yang terdengar, tidak ada luka ataupun perbedaan, bahkan pakaiannya juga masih bersih tanpa debu. Biasanya pakaian seorang ahli bisa dijaga kebersihannya dan ditingkatkan pertahanannya menjadi seperti kulit dengan aura. Yang berarti jika kulit tidak akan menerima kerusakan dengan serangan musuh maka itu tidak akan, begitu juga sebaliknya.
"Heh, hanya orang sombong lainnya. Enyahlah !!" Shin meninju tubuhnya dengan aura satu kali dan walikota langsung terdorong mundur beberapa meter, terhenti karena menabrak sebuah dinding batu dan dia segera muntah darah, tak lama kemudian dia kehilangan kesadarannya.
Semua orang menjatuhkan rahangnya, sangat tidak bisa percaya melihat pemandangan yang sangat mustahil terjadi, bahkan jika itu dua ahli surgawi yang berbeda tingkatan berkonfrontasi harusnya pertarungan akan jadi alot, semua orang hampir kehilangan kesadarannya kali ini. Hong Xuan bahkan harus menahan tidak menyemburkan darah.
"Hong Xuan, ini adalah giliranmu !" Shin berjalan pelan pada Hong Xuan yang terkapar tak berdaya, segala trik serta fasadnya sudah tidak berguna dan dia hanya bisa menunggu kematian datang menjemputnya.
"Pergi... pergi dari sini.... jangan dekati aku... PERGI !!" Hong Xuan layaknya seorang pengemis, tanpa harga diri di tubuhnya dia mengibas-ngibaskan tangannya dengan harapan Shin akan pergi.
Melihat adegan yang tak masuk diakal ini, para patriark lainnya langsung undur diri bersama dengan tetua masing-masing, sadar bahwa ini adalah konflik internal Klan Hong, jika mereka tidak ikut campur besar kemungkinan mereka akan selamat. Mereka yang awalnya iri karena Klan Hong mendapat ahli surgawi sekarang senang karena Klan Hong akan musnah.
Crat!
Shin menyatukan jarinya dan langsung menusuk jantung Hong Xuan, dia tak ingin berlama-lama dalam membalas dendam ini.
"Haaah.... paman, semoga kau tenang di atas sana dengan kematian Hong Ning dan Hong Xuan. Haruskah aku mengirim sisa anggota Klan Hong atau tidak... itu aku tidak tahu." Shin melepaskan tangannya lalu menatap langit, kini dia sudah tidak punya lagi penyesalan yang tertinggal di kekaisaran ini, dendam pamannya sudah dia balaskan dan dia sudah puas dengan hasil ini.
Shin menyapu pandangannya pada tetua Klan Hong yang juga sama menyedihkannya dengan Hong Xuan, setelah memikirkan hal ini Shin memutuskan untuk melepaskan anggota Klan Hong, membunuh orang rendahan seperti mereka hanya mengotori tangan serta wibawanya. Tapi tidak untuk para tetua.
Shin dengan cepat melesat serta membunuh tetua Klan Hong yang tersisa, setidaknya Klan Hong masih layak untuk hancur secara perlahan-lahan.
Dia berjalan pada walikota yang tidak sadarkan diri dan menyentuh kepalanya dengan telapak tangannya, energi mentalnya masuk dan mencari memori tentang kejadian tadi, dengan energi mentalnya yang lebih kuat dia menghapus seluruh memori tentang kejadian ini dan menggantikannya dengan serangan konflik internal Klan Hong, dia juga melakukannya pada warga yang kebetulan berada di sekitar sini dan menontonnya. Dengan begini dia bisa menghindari masalah lebih lanjut dari kenyinggung Keluarga Imperial, bukannya dia takut tapi lebih mengarah pada waspada.
"Yosh! Dengan ini selesai sudah, saatnya pulang ke rumah dan menerima warisan dari guru." Shin melepaskan tangannya dan langsung terbang kembali ke arah Kota Yan, melintasi Pegunungan Beast yang membawa perasaan nostalgia kuat, disinilah dia bertemu dengan ibunya dan Zhang Wu, langkah pertamanya dalam takdir baru yang sudah menunggu dirinya.
Shin terbang beberapa jam sebelum akhirnya mendarat di radius beberapa km dari kota, warga disini lebih berpengetahuan jadi bukan hal yang bijak mengungkapkan kekuatannya sekarang. Shin berlari cepat dan butuh sekitar beberapa menit singkat untuk dapat sampai di gerbang selatan kota.
Penjaga yang sudah cukup akrab dengan Shin menyapanya.
"Yo Shin, kau sudah selesai dengan latihanmu ? Apa tingkat kekuatanmu sekarang ?" Dia berumur 30-an dan gayanya yang nyentrik cukup digemari orang-orang disini.
Shin mengirim transmisi suara meyakinkan penjaga ini, segera wajahnya berubah antara takut dan kaget sekaligus, tak percaya bahwa ada ahli surgawi semuda ini.
"Yah... kalian murid-murid Feng Li memang orang gila semua, masuk dan segera temui gurumu lagi." Penjaga membuka gerbang kota dan pemandangan yang cukup familiar mengisi bidang pandangannya.
Shin melihat-lihat arsitektur kota yang lumayan indah, sudah lama sekali terakhir kali dia tinggal disini, terhitung dua tahun yang lama. Tapi suasana disini sedikit menyebabkan Shin merasa sedih, ditempat inilah dia sering berkeliaran dengan Ying Ai, terbayang kembali wajah manis serta mata dan rambut merahnya yang indah. Namun, semua itu tinggal lah kenangan, jika dia ingin bertemu dengannya lagi dia harus menjadi sangat kuat.
Shin berjalan menyusuri arah yang sering dilaluinya, tak butuh waktu yang lama untuk dia tiba di rumah tua yang sudah setahun ditinggalinya, sangat singkat tapi sangat berharga. Bisa dibilang ini adalah tempat paling berpengaruh dalam hidupnya.
Seperti biasa Feng Li sedang berada di teras rumah favoritnya, Shin memasuki halaman dan menyapa gurunya terlebih dahulu.
"Murid ini telah menyelesaikan tugas yang diberikan." Kata Shin sambil memberi hormat dan membungkuk padanya.
Feng Li menaruh cangkir teh di tangannya, gerakannya teramat lembut sehingga riak bahkan tidak timbul di permukaan cangkir, dia menatap Shin dengan sedikit enggan di matanya.
"Baguslah, kau istirahat saja hari ini, besok guru akan memberikan warisanku sendiri dan beberapa hal penting yang harus kamu ketahui." Feng Li mengalihkan pandangannya pada cangkir teh sebelumnya, tangan dan jemarinya bergerak pelan meraih cangkir dari meja. Dia menyeruput tehnya kembali dan Shin segera masuk kedalam rumah.
"Baiklah."
Di kamar....
Shin kebingungan atas apa yang harus dia lakukan hari ini, ingin keluar dan main tapi apa gunanya kalau sendiri, ingin latihan tapi dia sudah muak dengan segala hal tentang latihan, dia mendambakan ketenangan dan kehidupan damai. Tapi ketika dia mendapatkannya, dia tak tahu apa yang harus dilakukan.
Melihat Shin yang kebingungan serta kebosanan, Shen tidak akan membiarkan tuannya begitu saja, dia punya sebuah hal menarik untuk dilakukan.
"Shin, kupikir mempelajari Dark Blood Guardian bukan hal yang buruk, seiring dengan perkembangannya Dark Blood Palm milikmu juga akan bertambah kuat, menurut perkiraanku jika kau berhasil menguasai sepenuhnya itu akan setara dengan skill celestial surga !!" Sebagai sebuah divine skill tingkat tinggi dan juga merupakan seri guardian yang hanya ada 12, itu tidaklah lemah sama sekali. Hanya bagian tubuhnya saja sudah merupakan sebuah keberadaan yang maha dasyat. Dibalik kekuatan yang kuat ini terdapat sebuah beban besar yang harus ditanggung, pemilik dari skill ini wajib hukumnya untuk berperang melawan iblis dan melindungi dunia.
"Benar juga, untung saja kau beritahu hal ini." Tanpa berlama-lama lagi Shin mengeluarkan tubuh mentalnya, kalau Feng Li curiga dia menghilang keadaan bisa gawat.
Paviliun Skill yang megah berada dihadapan Shin, dia masuk kedalam dan naik ke lantai tertinggi, mengambil gulungan Dark Blood Guardian dan mencoba membaca serta memahaminya. Bau darah yang pekat disertai dengan aura yang mengerikan menyeruak keluar dari gulungan ini. Bukan hal yang mudah untuk bisa menguasai dan menggunakan sebuah divine skill.
Shin tenggelam dalam pemikirannya dan konsep ruang dan waktu sudah menjadi samar, dia kesulitan merasakan aliran waktu dan saat dia membuka matanya, sepuluh hari sudah terlewati. Saat Shin membuka matanya dia langsung disambut dengan keindahan fantastis.
Zhu Long berada didepannya, dia membungkuk dan bertumpu dengan kedua tangannya, membiarkan Shin melihat-lihat pada dua buah gundukan yang tak boleh disebutkan namanya, di antara dua gundukan ini terdapat sebuah lembah yang merupakan impian setiap lelaki.
Dia memasang wajah memelas dengan senyum samar muncul di wajahnya, menjadikannya sebagai yang terindah yang pernah dia buat. Tubuhnya yang ramping dan kulitnya yang putih bersih layaknya giok diekspos secara sempurna dalam sudut ini, menjadikannya sebagai yang terindah didunia ini. Tetapi aspek paling penting yang menjadikannya sebagai maha karya yang paling sempurna didunia ini adalah, terdapat telinga kucing hitam di kepalanya !!
Telinga ini layaknya bagian tubuh Zhu Long sendiri, ini bisa bergerak lembut yang menambah godaan. Kedua telinga tambahan tampak sangat imut, rambut dan pupil hitamnya tampak sangat serasi dengan telinga ini yang meningkatkan nilai estetika.
Menambahkan wajah dan ekspresi Zhu Long ini adalah perpaduan sempurna antara kecantikan dan keimutan tingkat tertinggi !!!
Kini Zhu Long yang digadang-gadang sebagai naga purba yang ganas dan kejam berubah menjadi kucing hitam yang patuh, tak akan menolak permintaan apapun dari tuannya. Inilah yang dimaksud olehnya "sesuatu yang lebih" sebelumnya.
Deg!
Tekad Shin tidak kuat untuk pertunjukan keindahan sehebat ini, pipinya memerah dan dia tampak sangat menggemaskan kali ini, sesuatu yang diincar oleh Zhu Long. Dengan tekadnya dia berusaha menutup matanya sendiri tapi tidak bisa !! Damagenya gk ada otak!
Zhu Long bergerak mendekati Shin, dia yang tadinya memang sudah dekat kini jadi lebih dekat lagi, tangannya berada di samping tubuh Shin sedangkan wajah dan tubuhnya tepat ada didepannya, sudut sempurna didapatkannya ke arah dua benda yang kenyal dan lembut.
Shin menggigit lidahnya sendiri dan memalingkan wajahnya yang sudah merah.
Zhu Long tertawa kecil melihat Shin seperti ini, wajahnya dipenuhi kebahagiaan dan senyum dingin dipancarkan olehnya, menaikkan kecantikkannya ke level selanjutnya. Dia mengarahkan wajahnya kedepan dekat sekali dengan wajah Shin, sangat dekat sehingga keduanya bisa mendengar dan merasakan hembusan nafas masing-masing.
Pipi Shin yang merah terekpos sempurna tanpa pertahanan sedikitpun, wajah Zhu Long perlahan maju dan berhenti didekat telinga Shin.
"Ara-ara~~♡"
Suaranya yang rendah dan lembut memasuki telinga Shin, sudah berapa kali Zhu Long berkata demikian tapi jelas ini yang paling berbekas, bibir merah indahnya digerakkan mengeluarkan sebuah suara surgawi, hanya dua kata namun dua kata ini bisa menyebabkan semua orang didunia menggila kegirangan.
Tubuh Shin bagai tersetrum listrik, tubuhnya bergetar dan tersentak ditempat, dua kata sederhana namun sangat indah ini masuk ke telinganya dan bergema di seluruh tubuhnya tanpa henti. Jantungnya berdetak semakin kencang hingga Zhu Long juga bisa mendengarnya, darah semakin mengaliri wajahnya yang membuatnya semakin memerah, Shin menahan keinginannya untuk berpaling menatap Zhu Long saat ini. Jika dia melakukan itu, dia akan kehilangan akal !!
Zhu Long tertawa kecil kegirangan di dekat telinga Shin, tawa kecilnya kembali bergema dan Shin semakin kesulitan menahan diri, dia mengepalkan tangannya dan menggertakan gigi.
Zhu Long seolah tak puas menggoda Shin sampai ke tingkat seperti ini, dia akan menambah kesulitannya.
"Apa keinginanmu... master~ ?"
Zhu Long berkata dengan sangat lembut, nada suaranya sangat menenangkan hati siapapun yang mendengarkannya tapi tidak dengan isinya, itu sangat menegangkan !!
Hanya tiga kata tadi telah memberi Shin damage dua kali lipat dari sebelumnya, tiga kata yang menyiratkan bahwa Zhu Long adalah sepenuhnya milik Shin. Sebuah pernyataan terbuka tentang posisi antara mereka berdua sebagai master dan servant. Dengan begini Shin punya perintah mutlak yang tak bisa ditolak oleh Zhu Long dalam setiap kalimatnya, segala permintaan apapun akan dilaksanakan oleh Zhu Long termasuk.....
Pikiran Shin sudah melenceng jauh dengan tiga kata sederhana ini, dia sudah tidak bisa berpikir secara rasional lagi dan mulai kehilangan kontrol atas tubuhnya. Namun tekadnya tidak akan runtuh semudah itu !! Wanita dan keindahan sama sekali tidak akan menghalangi jalannya !!
"Maaf, tapi ada hati yang harus dijaga."
Seketika Shin berkata dia langsung menarik tubuh mentalnya kembali dan saat dia membuka matanya, dia sudah berada di kamar meninggalkan Zhu Long sendirian disana. Dia bisa lolos dari jebakan maut yang disebut sebagai Zhu Long, dia menghela napas lega dan kapok masuk ke sana lagi.
Shin merinding ketika mengingat lagi kejadian tadi walau harus kita akui bahwa dia juga ingin ke sana lagi. Wajahnya yang takut menyebabkannya memeluk dirinya sendiri menenangkan diri, berbanding terbalik dengan Zhu Long yang sedang kegirangan di sana.
"Wanita itu terlalu menakutkan... Zhu'er terlalu pro melakukan ini." Shin terpaksa harus mengakui kehebatan Zhu Long.
Setelah sepuluh menit tenggelam dalam pemikirannya Shin berangsur-angsur pulih. Dia bangkit dan berjalan menuju ruang tengah dimana Feng Li sudah menunggunya disana.
Shin menarik kursi dan duduk tenang disana, proses pewarisan sebentar lagi akan terjadi. Segala sesuatu yang Feng Li bisa wariskan atau sesuatu yang mencerminkan dirinya akan diberikan pada Shin, sesuatu yang menjadikannya sebagai sang Martial Master sekaligus ahli terkuat di kawasan ini.
Feng Li menatap Shin dengan lamat sebelum akhirnya membuka mulutnya.
"Shin, kau sudah menguasai semua teknik bela diriku. Kau hanya kurang dalam hal niat bela diri, itu akan kau dapatkan dalam perjalananmu nanti. Sekarang, kau sudah menyelesaikan latihan dariku dan berhak menerima warisanku, hal yang menjadikanku sebagai diriku yang sekarang, kau ambil ini." Feng Li mengeluarkan sebuah buku teknik dari cincin penyimpanan miliknya, Shin meraih buku ini dan bertanya tentangnya
"Teknik apa ini master ?"
"Namanya Aura Armor, mirip aura shield tapi bedanya ini tidak memiliki batas gerakan, kau bisa bergerak dengan bebas ketika memakainya. Jika aku menggunakan ini pertahanannya akan setara dengan armor surgawi tingkat tinggi, selain dari pertahanan yang meningkat kekuatan seranganmu juga akan melebihi batasan tubuh kedagingan. Ini bukan skill toogle jadi jangan khawatir tentang konsumsi aura, tapi kalau kau ingin armor ini bisa beregenerasi kau bisa menjadikannya sebuah skill toogle."
"Dulu, aku mendapatkannya saat dalam pengembaraan di sebuah sekte kuno, skill sehebat ini tidak mungkin aku buat sendiri. Sayangnya, kesulitan dalam mempelajarinya terlalu tinggi, itu mengharuskan dirimu memiliki kontrol atas aura yang ekstrim, gurumu ini hanya berhasil menguasai tahap pertama saja." Ketika menyangkut soal kontrol aura Shin nyengir kegirangan, dengan setengah penguasaan Focussed Aura Control bukan hal yang terlalu sulit untuk hanya sekedar mengkondensasi aura saja.
"Baiklah, aku pastikan akan menguasai teknik ini dan menggabungkan teknik dari guru !!" Shin menjawab bersemangat sembari memasukkan teknik ini kedalam Devouring Dragon Vessel, dia menggunakan cincin spasial agar orang tidak curiga padahal isinya kosong.
"Lalu, apa hal penting yang ingin guru ceritakan padaku ?"
"Aku akan memberitahumu.... sebuah kebenaran."