Lone Hero

Lone Hero
Jade Sword River



Suo Qing mengacungkan pedangnya kedepan, dengan Aura yang meledak-ledak membawa energi yang sangat besar, dia berniat mengeluarkan sebuah serangan yang merupakan yang terkuat yang dia punya.


"Nak Shin, apa kau pernah melihat sekilas aku menggunakan gerakan ini di Wilayah Selatan dua tahun yang lalu?" Itu adalah saat dimana The Five Devils hendak mundur dan menyerang ahli Surgawi Puncak yang awalnya diniatkan untuk mengepung mereka. Dengan emosi masing-masing dari mereka mengeluarkan gerakan terkuatnya dan inilah yang Suo Qing keluarkan dulu.


"Jika yang senior maksud adalah aliran pedang yang tak terkira banyaknya, maka saya pernah melihatnya dulu. Jangan bilang kalau...." Shin sedang memperkirakan kemungkinan terburuk didalam benaknya, dia juga mengerti kalau gerakan yang dia tidak ketahui namanya itu adalah serangan terkuat Suo Qing. Namun, menggunakannya di serangan kedua bukankah terlalu terburu-buru? Masih ada sisa satu serangan setelah dia melakukan ini, Shin tidak bisa mengerti akan tindak-tanduknya.


"Benar, kau akan diserang dengan itu kali ini. Namanya Jade Sword River, sebelum aku mengeksekusinya kau masih punya kesempatan untuk menyerah. Bagaimanapun nyawamu masih jauh lebih berharga, aku tidak ingin disalahkan oleh siapapun karena membunuh seorang jenius." Suo Qing mengemukakan kekhawatirannya. Dalam hatinya dia juga sadar bahwa Shin dijamin untuk menjadi seorang ahli Master, sungguh sayang sekali jika dia mati muda.


"Junior ini masih bersedia menerimanya!" Shin tetap teguh pendirian, meski masih ada satu serangan tersisa setelah ini, dia punya keyakinan bisa menerima semuanya.


"Shin! Tak perlu kau memaksakan dirimu untuk sekedar balas budi! Patriark Suo, apakah anda memang harus mengeluarkannya dalam serangan kedua? Bukannya anda masih punya satu serangan lagi." Zhang Wu masih khawatir tentang keselamatan Shin.


"Kak Zhang tenang saja, meski akan ada beberapa luka yang diderita, nyawaku masih akan tetap utuh." Shin tersenyum senang melihat Zhang Wu begitu perhatian padanya, sikapnya baik sekarang atau tiga tahun lalu masih belum berubah.


"Nak Zhang, asal kau tahu saja, pertempuran kami sudah disetujui kedua belah pihak tanpa pemaksaan apapun, semuanya terjadi secara adil. Untuk memastikan keberhasilan rencana dan memverifikasi klaimnya sendiri, dia memang harus bisa tetap hidup setelah menerima serangan ini." Suo Qing kembali menjelaskan dengan senyum samar di wajah, dia tidak pernah berpikir bahwa Patriark Klan Zhang generasi ini akan jadi overprotektif.


Zhang Wu membisu tak bisa membalas, dia sudah kehabisan argumen untuk menengahi kedua belah pihak. Seperti peran awalnya, dia hanya bisa menonton jalannya pertempuran.


Suo Qing kembali memandang Shin, Aura yang dia keluarkan sanggup membuat Shin sendiri merasakan ngeri. Dengan pedang yang diacungkan ke arahnya, biarpun tidak digerakkan sama sekali, jantung Shin serasa meledak karenanya, tekanan ini berasal dari Aura Pedang miliknya. Intensitas teror seperti ini setidaknya beberapa kali lebih kuat daripada sebelumnya!


"Jade Sword River!"


Jade Sword Suo Qing memancarkan cahaya kecemerlangan hijau pekat, Jade Sword kemudian diayunkan datar membentuk sebuah celah kehijauan didalam ruang. Kemudian dengan segera suara gemerincik pedang yang saling bersentuhan memenuhi udara, ruang bergetar dan dari dalam celah kehijauan ini muncul cahaya yang semakin pekat beriringan dengan menguatnya suara pedang.


Setelah lima napas waktu, celah kemudian memuntahkan ribuan pedang giok yang sama persis dengan yang di tangan Suo Qing. Pedang saling berkaitan erat sekali, dimana saat mereka bergerak pedang-pedang saling bersentuhan memunculkan suara berdentang yang memekakkan telinga dalam jarak dua kilometer.


Pedang-pedang maju dalam satu kesatuan yang utuh, dimana besar dari aliran ini adalah sepuluh meter yang mampu melahap Shin dan membunuhnya secara utuh. Setiap detiknya, ratusan pedang-pedang giok terus bermunculan dari celah dalam ruang seolah tak ada habisnya. Dengan membawa kekuatan besar dalam satu saja pedang giok ini, sebuah kesatuan utuh ini menerjang membawa kekuatan diluar nalar.


Sungai pedang terus meliuk-liuk diudara bagaikan ular besar. Segera, bunyi "prank" yang berasal dari pecahnya ruang terdengar menyaingi bunyi gemericik pedang. Retakan seperti jaring laba-laba kecil terbentuk dimanapun aliran pedang ini mengarah.


Shin memandang sungai pedang dengan horor terbesar dalam hidupnya, menurut pengamatan sekilas menggunakan persepsi nya, serangan ini haruslah lebih kuat daripada "Fierce Tiger Seal" milik Feng Li, yang mana hanya satu darinya saja bisa mengakibatkan musuh sekelas Dou Huang terkapar tak berdaya. Kendati tubuh fisik Shin sudah menyaingi Feng Li kalau dihitung organ dalamnya, bagian luarnya masih setara dengannya. Luka yang akan diderita Shin kali ini mungkin harus membuatnya terbaring di tempat tidur dua minggu penuh!


Shin mengayunkan Arhat Staff beberapa kali dan menghancurkan puluhan pedang paling depan, namun semua usahanya ini tidak ada gunanya. Setelah dia menghancurkan sepuluh maka seratus pedang baru sudah siap menggantikannya dari belakang.


Clang! Clang! Clang!


Shin terus mengayunkan tongkatnya dan membuat ratusan pedang berguguran dan jatuh. Serangan tongkatnya mungkin saja kuat tapi dibandingkan dengan sungai pedang ini, serangan Shin sama sekali tidak signifikan.


Sungai pedang terus merangsek maju meski sedang digempur oleh Shin, dengan kecepatan konstan yang masih belum melambat, sungai pedang sudah berjarak beberapa meter lagi darinya.


Shin terbang mundur sembari mengeksekusi beberapa serangan tongkat biasa lagi. Secara alami, dia tidak bisa menggunakan Arhat Absolute Strike saat ini. Masih ada satu serangan yang pastinya yang terkuat yang Suo Qing punya dan tiga dari Yi Lei, jika dia mengungkapkan kartu trufnya secepat ini, dia tidak akan bisa bertahan terlalu lama. Dengan kekuatan Shin saat ini, menggunakan dua Arhat Absolute Strike dalam sehari adalah batasnya dan tidak bisa ditembus dengan cara apapun, bahkan jika Auranya sudah pulih. Ini adalah batasan yang Arhat Staff sendiri terapkan pada Shin. Lalu, dua serangan ini harus dia simpan untuk yang terakhir, dia harus memutar otak menghadapi Jade Sword River ini.


Pedang terus berjatuhan namun tetap konsisten mengejar Shin yang terbang ke mana-mana, kecepatan aliran pedang ditambahkan oleh Suo Qing sehingga Shin semakin lama semakin terpojok karenanya.


Sungai pedang meliuk-liuk dan menjilat langit mencoba menyentuh Shin dengan tubuhnya, menciptakan sebuah tekanan udara yang gila kapanpun sungai pedang ini bergerak.


Booom booom booom booom booom


"Bagus Shin, dengan begini lama-kelamaan Patriark Suo akan kehabisan Auranya. Meski tidak menghadapinya secara langsung dia bisa dikatakan berhasil menurut aturan kan, Patriark Yi?" Komentar Zhang Wu, rencana Shin sudah terbaca olehnya.


"Nak Zhang, kau terlalu meremehkan Jade Sword River milik Suo Qing. Pada dasarnya skill semacam ini merupakan sebuah skill toogle yang memakan aura setiap berjalannya waktu. Namun hanya dengan kekuatan yang dimilikinya saja, Feng Li tidak akan bertahan setengah jam dihadapan gempuran pedang tanpa batas ini." Yi Lei sebagai rekannya tentu memiliki pemahaman yang tinggi tentang skill ini.


"Lalu, apakah ini artinya Jade Sword River milik Patriark Suo tidak memiliki kelemahan?"


"Tidak juga, setiap skill pasti memiliki kelemahannya tersendiri. Hanya tinggal bagaimana Nak Shin disana menemukannya saja." Kata Yi Lei seraya memandang titik lemah yang dia maksud.


Boom boom boom


Sepuluh menit sudah terlewati dengan adu ketangkasan dan adu stamina antara keduanya. Shin yang memang lebih lambat dari aliran pedang ini harus terkena serangannya beberapa kali, memberikan luka gores yang banyak dan dalam.


Setelah observasi selama sepuluh menit, dia akhirnya sudah memutuskan apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi serangan ini, dia menaiki Arhat Staff untuk terbang sejauh yang dia bisa menjauhinya.


Melihat adegan ini, Suo Qing tersenyum samar. "Nak Shin, kau harus menerima tiga serangan dariku dan bukannnya lari dari tiga seranganku! Kalau kau pergi dan menunggu durasi skill ini habis maka kemenanganmu tidak valid! Buang jauh-jauh saja rencanamu itu." Dengus Suo Qing kesal.


Di kejauhan sana Shin tidak ada niat untuk kabur darinya, dia hanya berniat untuk membuat jarak. Setelah sejauh satu kilometer dari Suo Qing, aliran pedang sudah berhenti dan tidak merangsek maju lebih jauh lagi. Jelas bahwa sebenarnya Suo Qing sedang mengolok-olok dan memprovokasi Shin, bukannya Jade Sword River ini memiliki batasan jarak satu km.


Shin meraih Arhat Staff dengan tangannya sambil mengukir senyum dingin di mukanya, Shin mengarahkan Arhat Staff lurus kedepan dan mengambil ancang-ancang. Tongkatnya dirotasikan dengan kecepatan tinggi sehingga udara sekalipun tampak mengitarinya, menambah kekuatan serta kecepatannya.


"Arhat Pierce!"


Tongkatnya dilemparkan kedepan dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, Arhat Staff yang menerapkan teori riflingĀ  menciptakan sebuah serangan penetrasi terkuat.


Swoooosh!


Clank! Clank!


Suo Qing mengerutkan kening, sadar bahwa lama kelamaan pedangnya akan dihancurkan jika seperti ini terus, dia kembali mengeluarkan pedang giok dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi. Setidaknya lima ratus pedang dalam satu napas waktu!


Arhat Staff atau tongkat biasa paling keras didunia jika digenggam oleh Shin, berputar cepat sekali menerapkan putaran angin kedalam serangan ini. Dari kecepatannya saja serangan ini sudah sangat kuat, menambahkan beberapa faktor lainnya ini jadi sangat mengerikan. Namun, masih jauh untuk menghancurkan serangan Suo Qing dalam sekali jalan. Kecepatan regenerasi pedang bisa membuat kekuatan penetrasi dinetralisir sedikit demi sedikit.


Sungai pedang kembali mengalir dengan sangat deras, terus memunculkan torrent pedang giok namun seolah ada bendungan besar yang menghadang pedang ini bergerak lebih jauh lagi. Pergerakan kedua belah pihak terhenti dan mencapai jalan buntu, Arhat Staff hanya berhasil menembus jarak tiga ratus meter.


Clank! Clank! Clank!


Arhat Staff dengan sepenuh tenaga mengebor, memecahkan torrent pedang menjadi berkeping-keping. Hanya saja, Arhat Staff yang tidak bisa meregenerasi kekuatan serangnya berada di bawah angin. Shin sangat sadar akan hal ini dan sudah menyiapkan rencana cadangan. Dia mendekati tempat dimana kedua torrent ini berbenturan dan mengeksekusi sebuah skill.


"Dark Blood Palm!"


Segera sebuah tapak darah besar muncul membumbung tinggi di udara, ukurannya yang jauh lebih besar dari dua serangan ini memandang rendah setiap orang. Tapak darah maju kedepan dan menghantam ujung belakang Arhat Staff.


Ledakan!


Dengan suara ledakan keras menyertai terkenanya Arhat Staff dengan tapak darah, membuatnya sebagai sumber energi dan dorongan baru untuk Arhat Staff merangsek lebih jauh lagi.


Mendapatkan lonjakan kekuatan besar dari belakang, dalam sekali jalan Arhat Staff yang sedang berputar melaju seratus meter lagi. Membelah aliran pedang dan menghancurkan ribuan pedang giok dalam prosesnya.


"Apa dia gila! Menyerang senjatanya sendiri hanya untuk kekuatan sesaat terlalu ceroboh dilakukan." Zhang Wu yang juga bisa merasakan kekuatan Dark Blood Palm hanya bisa menelan ludah, dia juga akan mengalami luka parah jika diserang itu. Apalagi hanya sebuah tongkat kayu biasa yang bahkan tidak terlihat seperti sebuah Harta Aura, kehancuran bisa dipastikan terjadi. Tapi dia tidak tahu kalau tongkat kayu ini adalah yang paling keras didunia.


"Bukan ceroboh, tapi dia hanya punya cara ini saja," Yi Lei membenarkan kalimat Zhang Wu, " untuk bisa dan berani melakukan hal ini dia setidaknya sadar akan dua hal, yang pertama adalah tentang kekuatan senjatanya sendiri dan yang kedua adalah perbedaan kekuatan serang antara keduanya. Dari gelagatnya ini niatnya sudah bisa kubaca, dia ingin menyerang titik lemah Jade Sword River!"


"Titik lemah? Dimana memangnya itu berada?"


"Kau lihat celah yang terus mengeluarkan pedang disana?" Yi Lei menunjuk dengan jari telunjuknya. "Disanalah titik lemah Jade Sword River berada. Hanya menyerangnya sudah bisa menghancurkan skill ini. Tetapi, untuk bisa menyadari letak titik lemah ini dalam waktu singkat apalagi dia sedang bertarung, aku tidak tahu darimana ketenangannya berasal." Tak lain ini adalah dari skill pasif Eternal Nirvana yang Shin miliki, selamanya termasuk dalam pertarungan dia akan mendapatkan ketenangan pikiran.


"Lalu serangan penetrasi ini digunakan untuk menyerang titik lemah itu? Bukannya perbedaan kekuatan antara keduanya membuat hal ini mustahil?"


"Nak Zhang, untuk menembus sesuatu selain dibutuhkan sebuah paku, dibutuhkan juga palu untuk memastikan hasilnya!" Terang Yi Lei.


"Lalu Patriark Yi, apa anda berpikir bahwa kombinasi serangan Shin akan berhasil menembus Jade Sword River Patriark Suo?" Tanya Zhang Wu, perkiraan awal miliknya sendiri dia sangat ragu akan kebenarannya, karena ada yang lebih berpengalaman tidak ada salahnya bertanya.


"Aku masih belum bisa mengatakannya. Jika hanya ini saja palu yang dia siapkan dia memang akan gagal, tetapi kita masih belum tahu sebanyak apa kartu yang dia sembunyikan di balik lengan bajunya." Yi Lei pun tidak berani berpikir terlalu jauh dengan informasi yang masih minim.


Shin di atas sana tentu sadar bahwa tidak mungkin untuk sebuah Dark Blood Palm mampu menyediakan kekuatan yang dibutuhkan. Dan meski dua serangan ini sama-sama sebuah skill Terestrial Bumi, kekuatan diantara keduanya sangatlah berbeda. Akibat dari perbedaan kekuatan sang caster.


Shin terbang kedepan sembari terus mengandalkan momentum Arhat Staff yang makin membaik, dia meninju beberapa kali menciptakan tinju Aura berisikan Niat Beladiri yang langsung menerjang ujung Arhat Staff, menambah kekuatannya sekali lagi.


Booom booom booom booom


Shin menyerang ujung Arhat Staff dengan tinjunya beberapa kali, menyebabkan yang terakhir menerima asupan energi yang sangat besar, merubahnya menjadi energi kinetik yang mampu membuat torrent Jade Sword River dalam keadaan terdesak.


Suo Qing memasang wajah sangat serius, serangannya perlahan-lahan dipukul mundur meski sudah mengatur regenerasi lima ratus pedang per detiknya. Tidak bisa membiarkan harga dirinya runtuh dengan hancurnya Jade Sword River, Suo Qing menambah jumlah aura yang digunakan untuk menggunakan teknik ini. Segera, pedang-pedang giok bermunculan menjadi aliran deras layaknya air bah, dengan intensitas seribu pedang per detik! Dua kali lebih banyak yang mana artinya dua kali lebih kuat! Meski durasinya akan turun banyak.


Boom boom boom boom


Shin terus menyerang ujung Arhat Staff namun dia merasakan bahwa situasi telah berbalik, torrent pedang menjadi lebih deras dan dia tidak mampu menerobos lebih jauh lagi. Padahal hanya butuh empat ratus meter lagi sebelum tujuannya tercapai.


Shin menaikkan kecepatan serangnya namun percuma, dunia didepannya adalah sepenuhnya hijau giok dan perlahan-lahan dia tenggelam dalam aliran pedang giok ini. Penglihatannya berkurang dan dari atas dan bawah beberapa pedang luput dari serangan Arhat Staff, mulai melahap dirinya kedalam derasnya aliran sungai pedang.


Beberapa saat kemudian sebuah ombak yang terdiri dari dua puluh pedang menerjangnya dari atas, Shin mengalihkan fokusnya dan memukul ombak ini, memecahnya dengan kekuatan besar yang ada didalam kepalannya. Lalu Shin kembali mengalihkan fokus pada Arhat Staff kembali. Tanpa dia sadari dari bawah sudah ada sebuah gelombang serangan lain, untungnya dengan insting bertahan hidup yang kuat dia bisa dengan segera menyapukan kakinya.


Semakin lama Shin berada disini makin banyak gelombang pedang giok yang menerjang dirinya, Shin menggertakkan gigi dan mengambil langkah yang beresiko.


Shin menyalurkan seratus persen auranya pada tangan kanannya dan langsung mengirimkan telapak tangannya pada ujung Arhat Staff.


Prank!


Ledakan sonik terjadi yang menghancurkan semua pedang dalam radius lima meter darinya, mengirimkan Arhat Staff yang semakin tersudut dengan hantaman palu terakhirnya.


Swooosh!


Arhat Staff melesat dalam kecepatan super tinggi, membelah aliran pedang menjadi dua, dengan mulus menembus batas-batas yang sebelumnya belum pernah dilewati.


Dengan serangan berkekuatan penuh tadi, Shin menggantungkan harapannya, dia mengirim Arhat Staff karena sadar bahwa tidak mungkin meraih kemenangan jika terus mengulur pertarungan. Bahkan jika serangan ini tidak berhasil menembus titik lemah Jade Sword River secara utuh, dia bisa dikatakan menang jika durasi skill ini habis.


Disisi lain, bilah pedang terakhir pun sudah dikeluarkan oleh Suo Qing. Celah ruang kehijauan menutup dan menyisakan aliran pedang yang tak akan bertambah lagi. Sekarang adalah pertarungan antara kekuatan murni antara Arhat Staff yang menerapkan teori rifling dan pedang giok yang berjumlah sepuluh ribu!