Lone Hero

Lone Hero
Pertemuan Singkat & Perpisahan Abadi



Suaranya mungkin sangat rendah dan lirih tapi ini sangat jelas terdengar di telinga Flame Emperor. Suara ini bergema ditelinganya kemudian mengalir ke seluruh tubuhnya, kata "aku mencintaimu" memang sangat asing di telinga kedua orang ini tapi kini mereka bisa tahu jelas apa maksud dari dua kata ini.


Suara ini adalah suara terindah dan paling membahagiakan di seumur hidupnya, tak pernah ia bayangkan akan menerima berkah keberuntungan sebanyak ini setelah dia mati. Namun banyak penyesalan dan kesedihan muncul dimatanya, umurnya ini bahkan tidak lebih dari satu bulan. 'Mengapa kita berjumpa walau akhirnya terpisah?' Batin Flame Emperor.


Setelah mengatakan kalimat yang spontan ini wajah Flame Empress kian memerah, tangannya yang menyentuh tanah menopang tubuhnya kini digunakan untuk menutup wajahnya sendiri. "L..lupakan apa yang aku katakan tadi!"


Meski dia berkata demikian bagaimana Flame Emperor bisa melupakannya. Ini adalah satu-satunya kesempatan baginya untuk bisa merasakan apa itu "cinta", dia tidak akan membiarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja.


"Apa kau yakin atas apa yang kau katakan tadi?" Flame Emperor menyentuh dagu Flame Empress dengan jarinya, dia mengirim sedikit tenaga guna mengarahkan kepalanya.


"Itu... tidak benar." Flame Empress tidak berani menatap mata Flame Emperor dalam jarak sedekat ini. Kalimatnya ini adalah kebohongan, seratus satu persen kebohongan murni, dalam matanya terpancar keinginan untuk memiliki tapi ditahan dengan image dan sikap dinginnya.


Menuruti nasehat Shen si pakar cinta, Flame Empress terus menerus dipepet olehnya.


"Su Yan, apa kau sudah mempunyai pasangan sebelumnya?" Sebuah pertanyaan yang langsung menuju inti dari permainan ini, pertanyaan yang bisa menentukan keberhasilan dan kegagalan rencana Flame Emperor !


"Aku... tidak punya..." Flame Emperor melepaskan jarinya dan Flame Empress kembali memalingkan wajahnya, membiarkan Flame Emperor menatapnya sepuas hati.


"Baguslah...." Flame Emperor menghela napas lega.


"Su Yan... apakah kau mau menjadi kekasihku?" Flame Emperor langsung nembak Flame Empress tanpa tarik ulur sebelumnya, dia to the point tingkat tertinggi dalam hal percintaan. Memang ini terlalu cepat, sangat terlalu cepat, baru beberapa jam mereka bertemu sekarang udah maen tembak aja. Pembaca menangis melihat ini.


"Itu terlalu cepat... berikan aku waktu untuk memikirkannya kembali." Huuuh... untung saja ditolak.


Disisi lain Flame Emperor tidak kecewa sama sekali dengan hal ini, dia juga sangat sadar kalau dia terlalu cepat untuk nembak, sangat wajar hasil ditolak ini terjadi. Kini dia hanya bisa memastikan untuk masa depan dari Flame Empress agar kultivasinya tidak akan terhambat.


"Su Yan, apa kau terima dengan fakta kalau aku akan pergi sebentar lagi?"


Flame Empress menggelengkan kepalanya, walau singkat tapi semua ini adalah momen berharga baginya.


"Lebih baik dicintai dan kehilangan daripada tidak pernah dicintai sama sekali." Flame Empress memberi jawaban yang tak terduga, dengan ini Flame Emperor bisa tenang saat waktunya akan datang.


"Tak pernah kusangka wanita sesempurna dirimu akan datang mewarnai hidupku yang sudah meredup ini. Aku bisa mati dengan tenang kali ini." Flame Emperor menatapnya dengan rasa sedih yang kuat. Masalah soal pewaris sudah dia selesaikan dan penyesalannya soal masalah duniawi ini hanya bisa dia pikirkan saja.


"Sayang sekali kita harus bertemu di saat yang sangat tidak pas ini, andai kau terlahir ribuan tahun yang lalu...." Flame Emperor tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena membayangkan hal indah apa yang akan dia alami saat itu, memang hal itu terlalu indah dan menyenangkan bagi kehidupannya yang kejam dan dipenuhi darah. Semua itu bagaikan surga yang tak bisa diraih atau dicapai, hanyalah fantasi terindah yang bisa dia pikirkan saat ini.


"Apakah pahlawan dunia sepertimu harus menjadi melankolis seperti ini hanya karena wanita?" Tanya Flame Empress, dia memang tidak terlalu mengetahui masa lalu dari Flame Emperor.


"Kau mungkin tidak tahu masa laluku yang selalu dipenuhi darah dan kematian, kedamaian seperti ini adalah momen langka saat itu. Sangat wajar jika aku jadi seperti ini, apalagi saat memikirkan harus berpisah dengan keindahan sepertimu, ini tidak bisa ditahan." Flame Emperor jadi sentimentil dan emosional saat ini.


"Jangan bicara soal perpisahan. Aku tidak suka!" Flame Empress mendekati Flame Emperor, kini tubuhnya telah sangat dekat namun dia tidak menunjukan tanda penolakan seperti tadi.


"Untuk yang tadi, aku akan bilang iya." Dengan sukarela, Flame Empress menjatuhkan kepalanya sendiri untuk bersandar di pundak Flame Emperor. Tubuh mereka juga sangat dekat hingga bersentuhan satu sama lain, tanpa ada penolakan Flame Empress bertindak seperti ini dan ingin terus seperti ini.


Flame Emperor tidak mengerti secara keseluruhan apa yang telah terjadi dalam waktu singkat, segera, wajah paling bahagia dan senang ditampilkannya pada dunia. Dia telah mengerti bahwa dia telah berhasil dan diterima oleh Flame Empress, prestasi ini bahkan lebih membanggakannya daripada membunuh ribuan iblis.


Dua orang yang bisa dibilang kurang kasih sayang telah melengkapi kekurangan masing-masing, sesuatu yang mereka tidak pernah impikan atau rasakan kini dirasakan begitu kuatnya.


Takdir telah memutuskan untuk menyatukan mereka berdua meski hanya sesaat, pertemuan pertama mereka yang dibilang sangat aneh dan tak terduga ini membawa kesenangan tak terukur. Dua insan yang saling terikat oleh benang merah takdir walau terpaut ribuan tahun jauhnya telah bersatu. Memang, takdir atau langit selalu menunjukkan kekuasaannya secara tak terduga dan tak disangka-sangka, seperti mereka berdua, kisah cinta yang terpaut ribuan tahun, kisah cinta yang terpaut oleh jarak yang ternyata... sejauh dua dunia.


Agar momen ini terasa semakin romantis, diam-diam Flame Emperor meraih dan menggenggam punggung tangan dari Flame Empress, dengan lancar tangan putih bersih yang lembut ini berada dalam genggamannya tanpa sedikitpun gangguan, keduanya terlena dan terbuai oleh hangatnya dan indahnya sebuah hal yang dinamakan cinta. Sesuatu yang jarang, jarang hingga tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Dan kini, mereka tahu betapa pentingnya hal itu dalam hidup mereka.


"Su Yan, apa kau pernah menduga bahwa hal semacam ini akan terjadi sebelumnya?" Memang yang namanya jodoh mah gak akan kemana, walau harus menunggu satu kehidupan kalau memang jodoh pasti akan ketemu.


"Tidak, tapi jangan kita pikirkan hal itu, bisa bertemu denganmu disini adalah hal terindah dalam hidupku." Su Yan mengalihkan arah pembicaraan ke topik yang lebih baik.


"Kapan aku dan sekteku akan jadi setara denganmu ya?" Tanya Flame Empress.


"Kamu akan mencapai levelku tidak lama lagi, aku akan jamin hal ini. Tapi untuk sekte... itu adalah tidak mungkin!" Flame Emperor masih memiliki sifat sombong dan bangga terhadap sekte yang susah payah dia bangun dari nol.


Mendengar klaim sombong ini wajah Su Yan mengernyit tidak puas, dia mengangkat kepalanya dari pundak Flame Emperor dan membalas dengan kesal. "Hmph! Sekteku akan jadi sekte api pertama dalam sejarah yang mempunyai dua divine flame didalamnya! Kau tahu, dua divine flame! Ini tidak pernah terjadi sebelumnya!" Su Yan memberi jawaban dengan masa depan dari sektenya sendiri.


"Sekte kita, sektemu adalah sekteku juga. Jangan lupakan darimana divine flame kedua milikmu berasal dan jangan lupakan warisan siapa yang akan dia dapatkan. Dengan begini sekte itu adalah sekte kita, itu tidak akan lebih kuat dari sekteku karena sekteku juga ada didalamnya." Flame Emperor menggoda Su Yan yang sedang kesal, cara ini terbukti ampuh, dalam sekejap Su Yan sudah meleleh dalam pundaknya sekali lagi.


"Hmph! Kau memang punya lidah yang tajam, harusnya sudah ada beberapa wanita lain yang takluk oleh lidah milikmu itu. Katakan, ada berapa selir milikmu dulu!?" Su Yan tidak mau kalah mempermalukan masing-masing.


"Dulu, lidah tajamku ini seringkali digunakan untuk memancing emosi musuh daripada memancing sesuatu. Lagipula kenapa kau memikirkan wanita lain saat dihatiku hanya ada kamu seutuhnya?" Flame Emperor menggunakan lidah yang sudah diasahnya puluhan tahun ini kembali.


"Baiklah, aku percaya dengan ceritamu itu. Apa kau ada saran tentang nama baru dari sekte kita nanti?" Su Yan bicara seperti sedang membicarakan nama dari anak mereka, bisa dibilang Burning Heaven Divine Flame dan sekte gabungan ini adalah satu-satunya kenang-kenangan yang akan dimilikinya tentang Flame Emperor, jadi ini harus dipikirkan baik-baik.


"Bagaimana dengan Sekte Burning Nirvana? Namanya memiliki kesan kuat dan campuran yang pas antara dua sekte masing-masing."


"Tidak, sepenuhnya tidak. Itu jelas-jelas nama dari sekte milikmu seutuhnya, Sekte Burning Heaven dan Sekte Burning Nirvana, apa bedanya dua hal itu? Usulan ini pasti akan langsung ditolak empat tua-tua disana." Flame Empress walau dengan posisinya tidak bisa seenaknya mengubah nama sekte, itu mengandung semua kebanggaan dan prestise dari sekte masing-masing, bukan ambil dari yang lain.


"Kalau begitu, bagaimana dengan Sekte Violet Nirvana? Itu sepenuhnya nama baru dan fresh. Dengan menambahkan karakteristik dari warna divine flame yang satunya dan nama dari divine flame asal, ini menjadi sebuah nama yang bagus. Aku yakin orang tua disana juga akan setuju dengan ini." Flame Emperor menggunakan pemikiran terbaiknya untuk menciptakan nama ini, sebenarnya masih ada banyak tapi ini dirasa yang terbaik.


"Bagus juga, aku akan bilang pada mereka semua nanti dan mereka pasti akan setuju. Kau lihat saja nanti saat sekte kita akan menduduki eselon tertinggi dari benua ini!" Su Yan memiliki keyakinan tinggi akan hal itu.


"Pasti akan kutunggu itu di atas sana. Pastikan saja kau menjalankannya dengan benar dan jangan kecewakan aku. Juga kau harus merawat gadis kecil disana, mengingat hal yang dia peroleh anggap saja dia sebagai anak kita, hasil dari pertemuan dan hubungan kita yang singkat ini."


Disisi lain Shen sudah kembali ke dunianya sendiri, dan dia sangat bersedih karena hal ini.


"Sial! Apa semua orang telah mendapat wanita mereka sendiri!? Shin sudah diajak Zhu Long berduaan didalam sana dan si Flame Emperor sialan ini juga melakukan hal yang sama! Lebih gilanya lagi mereka bahkan melakukannya di tempat terbuka, apa takdirku ini memang hanya sendirian seumur hidup? Memangnya ada yang mau pada roh buku tua macam aku ini?" Shen hanya bisa pasrah menerima nasib yang menyedihkan dan memilukan hati ini. Dirinya selalu sendirian, ditempat yang tak kalah sunyi dan sepi dengan kehidupannya, tak pernah merasakan cinta apalagi kasih sayang dari seorang perempuan, kurang apalagi coba penderitaan Shen?


Dalam sekejap tiga minggu telah berlalu. Dalam tiga minggu yang singkat ini hubungan antara mereka berdua telah menjadi sangat dekat, sangat dekat hingga tak terpisahkan satu sama lain. Bincang-bincang hangat dan beberapa hal lainnya mengisi waktu kegiatan mereka semasa disini tanpa sedikitpun tersia-siakan.


Flame Emperor dan Su Yan kemudian berdiri didekat divine flame untuk mendukung Ying Ai. Tak lupa Shin juga keluar namun Zhu Long tidak ada minat melihat hal ini.


Dalam waktu ini juga Ying Ai sudah menyelesaikan ujiannya dan hanya tinggal proses menyerap jiwa dari divine flame, Ying Ai membuka matanya dan Shen juga keluar guna membantu proses Ying Ai.


Divine flame berkobar hebat membakar Ying Ai didalamnya, dalam kobaran api ini wajah Ying Ai masih tetap tanpa ekspresi.


"Aktifkan auramu sendiri!" Perintah Shen.


Ying Ai kemudian mengaktifkan auranya sendiri dan segera wajahnya berkeringat dan menjadi pucat karena menahan rasa sakit saat penggabungan. Shin khawatir dengan ini dan segera mendapat penjelasan dari Shen.


Proses terus berlanjut selama beberapa jam dan akhirnya aura Ying Ai sepenuhnya berubah menjadi ungu, dengan begini divine flame sudah bergabung dengannya tapi jiwa dari divine flame belum.


Segera, kobaran dari divine flame mulai memasuki tubuh Ying Ai dengan ganas dan membakar jiwanya, proses ini jauh lebih menyakitkan daripada yang tadi.


Melihat proses telah berlanjut ke tahap ini Shen mengeluarkan perintah lainnya.  "Cepat keluarkan tiga beast core api level 8 dan gunakan itu sebagai sumber kekuatanmu!"


Dalam kesakitan Ying Ai mengeluarkan benda yang dimaksud dan mulai menyerap energi api yang terkandung didalamnya, setelah melakukan ini wajah Ying Ai menjadi lebih baik dan rasa sakit yang dirasakannya menjadi berkurang.


Proses penggabungan jiwa terus berlangsung hingga satu hari penuh namun mereka semua masih bisa dengan sabar menunggu hasilnya.


Setelah satu hari kobaran divine flame sudah sepenuhnya memasuki tubuh Ying Ai, perbedaan besar juga terjadi dalam tubuhnya, rambut dan pupil yang semula merah akibat efek bawaan dari Absolute Flame God Body kini telah berubah menjadi ungu akibat Burning Heaven Divine Flame. Dia yang semula adalah dewi api merah kini menjadi peri api ungu yang tak kalah indahnya dari sebelumnya. Shin bahkan lebih menyukai Ying Ai dalam mode ungu ini.


Perubahan besar juga terjadi dalam aura dan kekuatan fisiknya sendiri. Dalam proses penyerapan divine flame ini kekuatan Ying Ai sudah naik hingga tingkat surgawi! Tubuh para elemental yang lebih lemah dan rapuh dari ahli biasanya juga sepenuhnya dihapus dengan divine flame ini, meski tidak sekuat Shin tapi tubuh fisiknya telah menyaingi ahli master dasar!


Walau masih surgawi awal tapi jelas ini sangat mengejutkan siapapun, ternyata efek dari menyerap divine flame hampir sama dengan purgatory.


"Gadis kecil, ini adalah warisan yang kutinggalkan. Isinya adalah memori tentang berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah kudapatkan dan seni dari sekteku, Burning Heaven Art. Mohon jaga dan gunakan semua ini baik-baik dan jangan kecewakan gurumu nanti." Flame Emperor mendekati Ying Ai dan memberikannya sebuah buku, Ying Ai lalu menaruhnya dalam cincin penyimpanan untuk dipelajari nanti.


"Persiapkan mentalmu dan coba terima isi dari memori ini, tak perlu menyerap semuanya sekarang, cobalah untuk menerima dan menyesuaikan ingatan ini dan ingatanmu sendiri agar tidak bercampur." Flame Emperor kemudian menyentuh antara dua alis Ying Ai yang masih duduk bersila. Kemudian cahaya terang muncul di ujung jarinya dan gambar-gambar ingatan mulai mengalir kedalam. Ying Ai kemudian memasuki fase trans dan memfokuskan dirinya.


Flame Emperor menatap Shen dengan fokus, "Shin, katakan pada Zhu Long kalau kita akan masuk. Cepat!" Shen mengerti maksud dari tatapan Flame Emperor ini, tak lama lagi dia akan kehilangan kekuatannya dan mati seutuhnya. Sebuah portal terbentuk dan Shin segera masuk tapi Shen masih butuh beberapa kata terakhir, dia menatap Flame Emperor dengan sedikit sedih.


"Terima kasih untuk semua ini Shen!" Kata Flame Emperor, memang jika Shen tidak memberinya nasehat lebih dulu maka Flame Emperor tidak akan bisa mengembangkan hubungannya seperti ini.


"Bisa memenuhi permintaan terakhir teman lamaku juga sebuah kehormatan tersendiri, silakan nikmati momen terakhirmu dengannya. Selamat tinggal, kawan lama!" Tanpa berlama-lama karena waktu terus berjalan. Shen berbalik dan mengangkat tangan kanannya sebagai bentuk salam terakhir sambil berjalan menuju portal.


"Dia memang masih belum berubah!" Seiring dengan berakhirnya kalimat ini tubuh Shen sudah sepenuhnya masuk kedalam portal.


Dengan sedikit sedih Flame Emperor menatap Su Yan, mereka sangat dekat hingga tak terpisahkan dalam tiga minggu singkat disini, harus berpisah seperti ini memang sangat menyakitkan hati.


"Aku akan mencari klon aura lainnya!" Su Yan masih tidak rela berpisah dengan lelaki pasangannya ini.


"Percuma, seranganmu telah menghancurkan mereka semua, dulu aku menyembunyikan ini didalam jiwa divine flame. Aku adalah yang terakhir!" Jawaban Flame Emperor menusuk tepat di bagian paling lemah Su Yan.


"Tidak... ini tidak mungkin... masih ada... pasti masih ada...." Isak tangis mengisi kalimatnya saat ini, dia yang selalu mempertahankan kebanggaan dan kesombongannya harus menangis dihadapan perpisahan yang menyakitkan ini.


Flame Emperor mendekatinya dan mulai memeluknya untuk yang terakhir kalinya, wajah cantik dan tubuh sempurna dari Su Yan sudah ada dalam jangkauannya lagi, dia menoleh ke bawah menuju wajah Su Yan yang mulai basah oleh air mata. Tak terhitung sudah berapa kali mereka berpelukan tapi yang ini jelas yang paling bermakna.


"Aku hanya ingin bilang, walau pertemuan kita ini singkat tapi dibalik pertemuan lainnya, ini adalah yang paling bermakna bagiku. Terima kasih telah datang kedalam kehidupanku yang suram dan menyedihkan ini, terima kasih telah menjadi pendamping hidupku selama tiga minggu ini, terima kasih karena telah memberiku kasih sayang dan cintamu yang begitu besar hingga aku merasa tak pantas merasakannya. Yang terpenting, terima kasih karena engkau telah mengajarkanku apa itu cinta yang sesungguhnya." Suara Flame Emperor jelas mengandung kesedihan yang mendalam, dia bahkan harus berhenti untuk menyesuaikan suara dan emosinya.


Su Yan dalam pelukannya sangat mengerti kenapa dia melakukan dan berkata hal seperti ini, seolah tak terima hal yang akan terjadi Su Yan terus berkata tidak padanya.


"Dan juga aku minta maaf karena harus berpisah secepat ini. Maaf karena harus meninggalkanmu secepat ini padahal akulah yang kamu tunggu selama ini. Tapi dibalik semua hal itu, aku memberikanmu rasa terima kasih yang paling dalam karena sudah menjadi orang yang paling penting selama hidupku. Jika kita lahir pada era yang sama kita pasti sudah memiliki keluarga yang indah sekarang, tapi jika hanyalah jika, itu tidak pernah terjadi. Sebenarnya masih ada banyak, sangat banyak hal yang ingin kusampaikan padamu dan banyak hal juga yang ingin kudengar darimu, namun takdir tidak mengizinkan kita melakukan hal itu, waktuku hanya tersisa beberapa menit lagi." Flame Emperor sudah merasakan waktunya.


"Tidak.... tidak... kau masih hidup... masih ada klonmu yang lain kan ? Kau hanya bohong.... bohong...." Su Yan semakin erat memeluk Flame Emperor dan membenamkan dirinya dalam pelukannya.


"Dan berbahagialah dengan kehidupan barumu yang lebih berwarna dan bermakna daripada sebelumnya, jangan pernah lupakan aku, sekte kita dan anak angkat kita itu." Flame Emperor meneruskan pesan-pesan terakhirnya.


"Aku kehabisan kata, dan hampir tak dapat bicara, dalam hati hanya ada rasa, yang tak dapat kuwakilkan pada sajak lagu atau bunga. Demi kamu aku pamit, sebentar aku kelangit. Kita akan bersama lagi, dalam kehidupan berikutnya!" Flame Emperor melanjutkan permintaan terakhirnya.


"Su Yan, waktuku sudah tidak banyak. Lihat dan tatap aku dengan gentar dan jangan menangis, aku tidak ingin kau bersedih atas kepergianku." Flame Emperor memegang pundak Su Yan dengan kuat. Sebagai permintaan terakhirnya Su Yan tentu tidak bisa menolak, dia menatap Flame Emperor dan tidak ada kesedihan sedikitpun didalamnya, hanya ada rasa kasih sayang dan cinta yang tak memiliki batasan.


Cup!


Flame Emperor mencium bibir merah indah dari Su Yan, Su Yan sedikit tersentak pada awalnya tapi dia segera menerimanya dan sangat menikmati momen singkat ini. Kebahagiaan dalam merasakan momen ini hanya berlangsung sesaat, tubuh Flame Emperor mulai menjadi bintik-bintik cahaya ungu yang beterbangan ke angkasa.


Flame Emperor melepaskan ciumannya dan berkata untuk yang terakhir kalinya.


"Aku diatas sana, akan senantiasa memperhatikanmu dan melindungi seluruh semesta, beserta kau didalamnya. Jangan bersedih karena, aku mencintaimu.... Su Yan!"


Tepat setelah nama yang sering diucapkannya diucapkan kembali untuk yang terakhir kalinya... Flame Emperor telah... menghilang sepenuhnya.