Lone Hero

Lone Hero
Terbang Bebas Ke Angkasa Tak Terbatas



Chi Lan saking bersemangatnya hingga tak sadar jika dia sudah menggebrak meja dengan kuat, memang fakta membahagiakan ini tidak dia sangka-sangka sebelumnya.


Dalam dua hari kebelakang sebenarnya Old Tu tidak istirahat hanya untuk memverifikasi informasi ini ratusan kali dari puluhan mata-mata yang berbeda, jika begini dia memang tidak membutuhkan rencana apapun lagi, hanya menyerang dengan frontal juga mereka sudah menang, walau butuh waktu sekitar lima hingga tujuh tahun untuk bisa meruntuhkan seluruh kekaisaran. Asal kemenangan pasti sudah berada di tangan mereka tak masalah menunggu satu dua dekade. Permusuhan ratusan tahun ini akhirnya telah berakhir dengan kemenangan mereka, segala sumber daya yang ada di Azure Sky Empire akan jatuh ke tangan mereka.


Tapi mereka tahu bahwa aliansi ini hanya akan bertahan sampai Azure Sky Empire hancur seutuhnya, setelah itu perang internal akan terjadi diantara mereka sendiri karena perebutan sumber daya dan wilayah. Bahkan dengan pengaruh Old Tu dia masih belum bisa menggabungkan semua faksi di Evil Region. Dan jika dia atau orang lain berhasil, Evil Region akan menggaungkan namanya ke tempat yang bahkan tidak pernah leluhur mereka capai !


"Ya, cepat kirim informasi ke seluruh sekte dan klan di Evil Region untuk mengosongkan tempat mereka dan langsung datang kesini ! Bunuh saja siapapun diantara mereka yang menolak dan kirim mayatnya untuk dimakan beast ! Tidak ada toleransi untuk kemenangan !!!" Old Tu juga jadi sama semangatnya dengan mereka semua, godaan akan kemenangan tidak bisa dia tahan.


"Dalam dua minggu kita akan bertemu lagi disini dan memikirkan rencana perang, jangan dulu menyerang dan tunggu satu minggu disini, Dou Huang pasti akan mengetahui rencana ini, jangan bertindak gegabah ! Cukup, kalian bisa pergi sekarang !" Perintah Old Tu langsung membuat mereka semua beterbangan keluar melaksanakan perintah.


"Dou Huang... KAU SUDAH KALAH !!"


Semua ahli master langsung mengirimkan perintah tertinggi ke seluruh bawahan mereka untuk berkumpul disini, karena tidak ada rencana yang matang atau pengalihan, Dou Huang bisa mencium maksud dan niat dari Old Tu dengan mudah, sekitar tujuh puluh persen pasukan kekaisaran telah disiagakan di teritory Klan Zhang, dia tak berani membawa semua karena bisa jadi Old Tu akan menyerang dari arah lain.


Pergerakan pasukan yang begitu besar ini tentunya terlihat oleh masyarakat atau faksi lainnya, banyak yang mengira-ngira apa yang terjadi dan semua itu berhubungan dengan perang, kekhawatiran merasuki seluruh kekaisaran, hidup dan mati mereka semua ditentukan dari perang ini. Topik menghilangnya Zhang Han tidak pernah diungkit karena kekuatan informasi dari kekaisaran, hanya ahli master saja yang mengetahui hal ini dan mereka jadi sangat cemas. Kematian tidak akan terjadi meski 4 vs 5 sekalipun namun, mereka akan ditekan dan kekalahan sangat mungkin terjadi.


Feng Li masih sangat percaya bahwa kedua muridnya adalah yang mendapat manfaat tertinggi dari ekspedisi ini, dia tidak perlu terlalu khawatir karena ancamannya sangat merasuk jelas di hati ahli master lainnya, jika terbukti muridnya dibunuh didalam sana maka dia akan menyerang kekaisaran. Tapi sebelum itu, dia akan menunggu selama satu bulan.


Dua minggu kemudian.....


Pasukan kedua belah pihak sudah berkumpul di daerah utara, kamp dan tenda dibangun dengan total kamp seluas ratusan km, kota disana tidak muat untuk menampung semua ahli, terpaksa mereka harus menebang hutan atau bermukin di lapangan luas.


Seperti kata Old Tu, mereka sudah berkumpul lagi di aula rapat guna memikirkan strategi perang, hampir semua petinggi dikumpulkan disini untuk pendapat.


"Chi Lan, berapa banyak pasukan kita saat ini ?" Old Tu membuka rapat.


"Ada dua juta ahli duniawi, tiga puluh ribu ahli surgawi, dua ratus diantaranya sudah berada di tahap puncak. Tidak ada setengah master dan yang terakhir adalah kita, ujung tombak Evil Region, The Five Devils !" Kesemua ahli ini tersebar di seluruh wilayah utara dan membuka kamp masing-masing, sejauh mata memandang hanya ada pasukan dan pasukan saja. Ratusan km hutan dibuka dan lapangan sudah penuh sesak, inilah kekuatan penuh dari Evil Region !


"Old Tu, kau akan mengirim mereka dalam berapa gelombang ?" Tanya Wen Qin.


Medan perang di wilayah utara secara umum adalah hutan luas ratusan km yang membentengi tiap faksi, kekaisaran di selatan dan Evil Region di utara, dan sebuah tanah datar di tengah-tengah. Ini tidak cukup luas dan hanya berkisar beberapa km. Dibanding dengan jumlah dan skala peperangan ini sangat tidak signifikan.


Di hutan-hutan ini banyak dibangun pos penjagaan untuk saling memantau masing-masing, dan tembok pertahanan Klan Zhang dibangun di ujung hutan kekaisaran. Serangan berskala kecil biasanya hanya penghancuran pos atau penyergapan biasa. Tak perlu repot-repot mengirim pasukan.


Menjaga dan bertugas di salah satu pos ini juga merupakan salah satu cara Imperial Family untuk menguji dan melatih jenius muda mereka, mau tidak mau para jenius ini harus berhadapan dengan mereka, jadi kebencian dan dendam pada Evil Region harus ditanamkan sejak dini. Inilah salah satu cara Dou Huang menyaingi kebuasan dan keganasan praktisi jahat.


Perang tidak mungkin diselesaikan dalam sekali gempuran, perlawanan hebat pasti akan diberikan musuh dan mereka akan mengalami kerugian besar, mereka khawatir tidak punya kekuatan yang cukup untuk menaklukkan seluruh kekaisaran setelah ini, bisa jadi balas dendam akan terjadi dan merekalah pihak yang musnah.


"Kita kirim lima ratus ribu ahli duniawi dan dua ribu ahli surgawi kesana dalam satu minggu, serangan pertama harus jadi kemenangan kita ! Dan juga, kirim tiga puluh ahli surgawi akhir puncak ke radius dua ratus km dari medan tempur, simpan mereka di arah barat dan timur, lebih baik jika mereka adalah assasin dan perintahkan untuk bersembunyi. Aku punya rencana untuk mereka." Jumlah ini adalah seperempat dari total pasukan mereka ! Jelas sekali kalau Old Tu tidak akan membiarkan Dou Huang menang dengan mudah.


Kembali ke waktu sekarang....


Ying Ai butuh waktu satu minggu untuk membagi-bagi memori yang didapatkannya dari Flame Emperor, satu bulan penuh sudah terlewati sejak mereka masuk kedalam sini.


Di saat yang sama peperangan telah terjadi di wilayah utara, meninggalkan hiruk-pikuk kekejaman perang, Shin sudah sedia membawa Ying Ai pulang ke rumah, ini adalah pertemuan mereka yang ke terakhir kalinya.


Ying Ai membuka matanya dan berdiri, dia bangkit dan berjalan menuju Shin. Wajah dan mata dari Ying Ai terlihat sangat berbeda dari satu minggu yang lalu, wajahnya kini sarat dipenuhi kedewasaan dan pengalaman yang tinggi, seolah dia telah melalui ribuan pertempuran. Shin yang melihat Ying Ai mendekatinya merasa sedikit aneh.


"Kau masih Ying'er atau Flame Emperor ?"


"Kau bodoh, mana bisa aku berubah menjadi Flame Emperor, aku masih Ying'er milikmu !" Tak ada yang tahu apa yang telah dia rasakan saat melihat memori Flame Emperor, entah itu kesedihan atau juga lematian. Tak kuasa menahan menahan kesedihan yang menumpuk, Ying Ai berjalan pelan dan memeluk tubuh Shin. Pelukan hangat yang dibarengi dengan tangisan kesedihan, Shin mengerti apa yang telah dialaminya dan mencoba menenangkannya, setelah beberapa menit Ying Ai sudah pulih dan Flame Empress berkata padanya, dia sudah tidak sedih lagi soal kepergian kekasihnya setelah Shen bercerita.


"Kalian harus kembali secepatnya, aku tidak bisa menunggu terlalu lama."


Mendengar kalimat ini, wajah Shin dan Ying Ai menjadi sedih, ini hanya berarti kalau dia akan segera berpisah dengannya, tapi apa daya, Shin masih terlalu lemah saat ini. Dia harus menjadi lebih kuat secepatnya agar bisa mengikuti Thousand Starfall Battle dan menjadi pemenangnya.


Keduanya mengangguk dan segera keluar dari tempat ini, Shin masih terbang menggunakan Arhat Staff sedangkan Ying Ai sudah bisa terbang sendiri, hal itu memang sangat membuatnya iri. Setelah beberapa jam perjalanan mereka sudah sampai di array teleportasi yang menuju keluar, tak butuh waktu lama mereka sudah dipindahkan ke wilayah selatan kembali.


Gurun yang sudah lama tidak mereka lihat sudah ada dalam penglihatan mereka kembali, saat mereka akan melanjutkan perjalanan, Flame Empress menghentikannya.


"Kalian terlalu lambat, aku akan merobek ruang dari sini. Senior Shen, kirim jarak dan arah ke sana." Cara ini seperti menggunakan array teleportasi tapi menggunakan kekuatan sendiri. Saat menjadi sangat kuat ruang juga tidak sanggup menahan kekuatan itu dan akan robek, meninggalkan sebuah celah yang bisa dimasuki. Cara seperti ini juga bisa digunakan dengan cara lain, seperti mengirim serangan dari jarak yang sangat jauh.


Shen mengirim letak Kota Yan dan Flame Empress mengayunkan tangannya ke bawah, segera ruang hampa muncul dan Flame Empress memegangi mereka berdua.


"Jangan sampai lepas atau kau akan mati." Tanpa menunggu jawaban, Flame Empress masuk kedalam celah ruang.


Hanya butuh waktu beberapa menit dan mereka sudah berpindah puluhan km jauhnya, sungguh sebuah kekuatan yang praktis. Dan lebih ajaibnya lagi, mereka tiba di halaman rumah ! Terlihat jelas Feng Li yang sedang ngeteh.


"Uhuk... kenapa kalian ada disini !?" Feng Li menyemburkan teh di mulutnya karena kemunculan yang sangat tiba-tiba ini.


"Dan siapa pula wanita disana ?"


"Guru, lebih baik kita bicarakan ini didalam." Ying Ai masih harus menyiapkan dirinya untuk berkata bahwa dia adalah guru barunya, Feng Li telah merawat dan membesarkannya selama beberapa tahun, bisa dibilang Feng Li adalah ayah dari Ying Ai.


Tanpa bicara lagi Feng Li masuk kedalam rumah dan segera diikuti mereka bertiga.


"Aku yang akan menjelaskan semuanya." Su Yan tahu kekhawatiran dan kesedihan di mata Ying Ai.


"Baiklah!"


Didalam rumah, meja dan kursi telah disediakan oleh Feng Li, jarang sekali dia menerima tamu jadi dia hanya punya mebel biasa.


Feng Li duduk dan menatap Su Yan dengan serius, "Langsung saja, kau berencana untuk mengambilnya sebagai muridmu kan ?" Kejadian ini memang telah diperkirakan Feng Li sejak dulu, tapi dia tidak terlalu berharap itu akan terjadi.


"Kau benar, aku datang kesini untuk membawanya pergi, kalau dia jadi murid...."


"Aku tahu itu semua. Sekarang, apa kau berasal dari Sekte Nirvana ? Kalau bukan aku akan langsung menolak tawaranmu !" Semasa perjalanan kultivasinya dulu Feng Li mengembara jauh sekali dari sini, saat itulah dia mengetahui sepuluh sekte penguasa dan pengetahuan umum tentang dunia lainnya. Jika ini hanya setingkat sekte besar maka masa depan Ying Ai akan sangat terbatas. Meski terlihat sangat berani tapi Feng Li telah memikirkan kata-katanya ini, alasan terbesar dia bisa seberani ini adalah karena dia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi dari wanita didepannya.


"Tak kusangka kau bisa tahu Sekte Nirvana di tempat kecil seperti ini. Ya, aku berasal dari Sekte Nirvana sekaligus pemilik tempat itu !" Su Yan menjelaskan identitas gemilangnya.


"Aahh.... jadi begitu, mohon maafkan ketidak sopanan ku tadi. Untunglah dia bisa mempunyai guru sehebat dirimu, masa depannya pasti akan tidak terbatas. Orang lemah ini hanya bisa menunggu dari atas sana."


"Harus kuakui kau adalah guru yang hebat, bisa mendidik dua murid hebat seperti itu membuatku sedikit iri. Dari kelihatannya ilmu bela dirimu tidak kalah dari orang Martial Mountain, sayangnya bakatmu telah tersia-siakan dengan lahir di tempat terpencil seperti ini." Su Yan menyelidiki tubuh Feng Li dan segera menemukan keahliannya.


"Bisa memasukinya adalah impianku seumur hidup, ilmu milikku tidak akan bisa dibandingkan dengan orang-orang disana." Feng Li merendah dihadapannya.


"Oh ya, kapan kalian akan berangkat dari sini ? Sebagai master sekte kau pasti punya segudang urusan, tidak mudah melakukan hal itu." Dihadapan orang hebat ini Feng Li tidak merubah nada atau kalimatnya, ini seperti percakapan antara dua orang biasa pada umumnya.


"Satu minggu lagi, muridmu hanya mengajukan se lama itu. Maaf karena telah memisahkan kalian berdua." Su Yan membungkuk sedikit pada Feng Li.


"Kenapa kau meminta maaf, bukankah wajar ada perpisahan di dunia ini ?"


Degg!


Kalimat Feng Li telah menyerang hati Su Yan yang masih rapuh, baru saja seminggu dia berpisah dengan Flame Emperor dan sudah diingatkan lagi. Tangannya mengepal dengan kuat dan wajahnya menunduk.


"Apa aku sudah salah kata ? Maaf jika sudah menyinggungmu seperti ini."


"Tidak, tapi kalimatmu telah mengingatkanku pada satu orang, satu orang yang sangat penting, yang bahkan lebih penting daripada Sekte Nirvana... tidak, Sekte Violet Nirvana." Kesedihan dan kehilangan besar terlihat jelas dalam kalimatnya, Feng Li bahkan sedikit merasa bersalah karenanya.


"Dia pasti sangat berarti bagimu, maaf karena telah mengingatkanmu padanya."


"Jangan pikirkan. Apa ada ruang kultivasi di rumah ini ? Aku akan kultivasi disana selama seminggu." Bagi ahli setingkatnya kultivasi puluhan tahun adalah hal yang lumrah dilakukan, satu minggu terlalu sebentar bagi mereka.


"Ada sih ada, tapi konsentrasi aura disana sangat tipis dan keruh dibanding tempatmu berasal, itu hanya dua kali lebih baik daripada disini."


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin mengganggu waktu kalian bertiga."


"Ikuti aku !" Feng Li memandu Su Yan ke ruang kultivasi di rumah ini, setelah Su Yan masuk ke sana dia membuat sebuah penghalang ruang yang mengisolasi tempat ini, tidak akan ada yang bisa dengan paksa menerobos kesana.


Feng Li keluar dan memanggil mereka berdua kedalam, wajah Ying Ai tampak sangat sedih ketika dia melihat Feng Li.


Ketiganya berkumpul di meja dan melakukan diskusi yang penting, sangat penting malahan, karena ini adalah yang terakhir kalinya bagi mereka bertiga.


"Kalian berdua telah mendapat panen besar didalam sana, kalian berdua bahkan naik tiga tingkat sekaligus, dan anehnya fondasi kalian masih saja kokoh. Warisan kuno memang sangat menakjubkan."


"Ini tidaklah sehebat itu, aku hanya menyerap divine flame. Lihat, rambut dan mataku bahkan berubah menjadi ungu !" Kata Ying Ai sambil memamerkan mode ungu miliknya.


"Ying Ai, aku ingin tahu apa yang dinamakan divine flame itu, dulu aku hanya pernah mendengar namanya dan kehebatannya." Feng Li menunjukkan antusias tinggi dengan kekuatan baru Ying Ai. Meski hanya ahli surgawi awal, kekuatannya setara dengan ahli master dengan bantuan divine flame.


Ying Ai sudah memutuskan cara menguji kekuatannya, dia mengeluarkan api dari tangannya dan langsung melemparkannya pada Feng Li. Sebagai api yang dilemparkan oleh muridnya, Feng Li tidak akan repot-repot menggunakan pertahanan, dia menjulurkan tangannya guna menangkis api ini.


Psshh


Suara teredam terdengar mengiringi divine flame yang menyentuh tubuh Feng Li, jika ini hanya api biasa ini akan langsung padam, tapi ini adalah Burning Heaven Divine Flame yang diakui sebagai yang paling sombong dan paling panas, itu tidak akan membiarkan dirinya padam semudah itu.


Api masih melekat di tangan Feng Li dan masih mencoba membakar tangannya, bahkan setelah lima menit itu masih belum padam. Feng Li memang tidak menerima luka tapi tetap saja ini sangat mengganggu memiliki tangan yang terbakar, dia menggunakan aura guna memadamkan api ini. Kini waktunya review Feng Li tentang divine flame.


"Ini sangat kuat, meski itu hanya api kecil tidak signifikan aku bisa merasakan panas sedikit, dengan itu ditangan kau harusnya setara dengan Jade Sword dan Mono Thunder !" Feng Li tak sengaja menyebutkan julukan mereka, Ying Ai memang mengerti tapi Shin tidak.


"Siapa mereka ?"


"Patriark Klan Suo, Suo Qing dan Patriark Klan Yi, Yi Lei. Kekuatan mereka harusnya kau sudah mengetahuinya."


"Jadi itu julukan dari mereka..."


"Shin, hari masih pagi diluar sana dan ini sangat cocok untuk 'olahraga ringan.' Sudah cukup lama kita tidak melakukannya." Feng Li menatap Shin yang kekuatannya melonjak tajam dengan ganas, olahraga yang dia maksud tentunya adalah sparring atau harus kubilang pemukulan.


Shin baru saja keluar dari purgatory beberapa waktu lalu dan belum mendapat kesempatan untuk melihat hasilnya, ini bisa jadi sebuah kesempatan emas untuk melakukannya.


Tanpa basa-basi lagi keduanya langsung keluar dan bersiap memulai sparring, Ying Ai juga tak ingin melewatkan kesempatan yang cukup langka ini, dia duduk di teras dan menjadi penonton.


Setelah dua jam pertarungan yang cukup melelahkan mereka berdua akhirnya berhenti, Shin cukup terkejut melihat hasil dari purgatory, kini tubuhnya sudah setara dengan gurunya sendiri. Feng Li hendak menanyakan kenapa, namun setelah menyadari banyak rahasia yang disimpan oleh Shin, dia mengurungkan niatnya.


Memiliki tubuh yang sekuat gurunya bukan berarti dia punya pengalaman dan keahlian yang sama pula, Feng Li hanya memain-mainkan Shin dan menggunakannya sebagai pelepas stress. Setelah beberapa bulan tidak menggunakan bela diri Shin mulai lupa beberapa gerakan, dia harus menjalani pelatihan pahit setelah satu minggu berakhir.


Feng Li tidak berniat mengajari mereka berdua selama satu minggu ini, sebagai minggu terakhir dia harus memanfaatkan waktu yang sekejap ini sebaik mungkin. Tapi yahh... kebanyakan waktu Ying Ai dihabiskan dengan Shin, setelah perbincangan keluarga tiga orang tadi mereka hampir tidak melakukannya lagi, makanan juga sudah tidak diperlukan lagi bagi mereka jadi Feng Li hanya bisa menikmati waktu dalam kesendirian. Bagai seorang burung yang melihat dua anaknya terbang bebas dan tak pernah kembali lagi dari jauh.