Lone Hero

Lone Hero
Nine Purgatory Body



Setelah mengobrol semalaman Shin segera mengeluarkan makanan didalam cincin penyimpanannya. Rasa lapar yang kuat menggerogoti perutnya, setelah sekitar satu hari menahan lapar perutnya sudah berontak minta diisi.


Dia segera sarapan sebelum memulai kultivasinya. Sekarang Shin sudah bisa merasakan aura dan meditasi adalah salah satu cara mengumpulkan aura kedalam tubuh. Shin duduk bersila di platform batu, matanya perlahan menutup dan nafasnya menjadi tenang, terdengar suara angin berhembus dan burung berkicau diluar sana. Suasana tenang seperti ini sangat diperlukan untuk meditasi. Perlahan tapi pasti aura mulai berkumpul di tubuh Shin, perasaan fantastis terasa saat aura melewati otot dan tulang.


Saat ini otot dan tulangnya telah diperkuat dua kali lipat daripada sebelumnya. Shin yang terlambat merasakan auranya merupakan sebuah berkah tersembunyi, saat seseorang pertama kalinya dialiri aura, seluruh kekuatan fisiknya akan dilipat gandakan, Shin yang tubuh fisik awalnya sudah setara dengan tahap pengumpulan tengah. Walau Shin hanya dalam tahap pengumpulan awal tapi tubuhnya setara dengan ahli fase akhir! Ini akan sangat membantu untuk prestasi Shin di masa depan.


Shin mencoba kekuatan fisiknya sekarang. Dia segera mengepalkan tinjunya, mengarahkannya ke sebuah pohon didepan gua.


Bugg!


Pukulannya hanya membuat goresan kecil di batang pohon itu. Sekarang dia akan mencoba kekuatan dari aura. Segera dia mengaktifkan aura, tubuhnya sekarang seperti dibalut cahaya emas tipis. Jika dibandingkan dengan Hong Wei, perbedaannya seperti setetes air dan sebuah danau. Sangat jauh berbeda dan sangat lemah jika dibandingkan, untuk bisa mencapai tingkat yang sama seperti itu atau bahkan melebihinya, sebuah usaha dan latihan keras diperlukan.


Tangan yang dibalut cahaya emas dikepalkan dengan kuat, sebuah pukulan emas mengarah ke pohon yang sama. Saat tinju dan kayu bertemu terdengar suara keras.


Sebuah lubang terlihat, dan pohon itu dan segera rubuh. Batang pohon yang tak terlalu besar tak kuasa menahan gempuran yang datang dari pukulan Shin. Dirinya yang sudah berdiri kokoh selama beberapa dekade harus dipaksa istirahat dan berbaring.


"Jadi ini yang namanya aura, sungguh kekuatan yang dahsyat." Ucap Shin dengan kagum. Kekuatan fisiknya dibanding dengan dirinya kemarin sama sekali tidak bisa dibandingkan, sebuah peningkatan yang merupakan selangkah lebih dekat menuju tujuannya.


"Tapi ini adalah batasku, aku harus beristirahat untuk menggunakannya lagi." Walau tenaga Shin lebih kuat dari orang lain tapi saat ini auranya masihlah sangat dangkal. Konsumsi yang kecil seperti ini saja sudah menghabiskan sebagian besar aura dalam tubuhnya.


Itu adalah demonstrasi singkat tentang kekuatan aura. Sebagai kekuatan utama didunia ini aura tidaklah lemah sama sekali. Sekarang Shin hanya bisa merobohkan satu pohon dengan pukulannya dan ketika Shin melangkah ke tahap master, menghancurkan seratus pohon sampai jadi debu juga tidaklah sulit.


Shin penasaran dengan teknik yang disebut ibunya, Nine Purgatory Body.


Dia membuka kotak hitam berukiran naga ini dan mengeluarkan teknik itu. Sebuah gulungan berwarna merah menyala ada di genggamannya, saat dia membukanya ratusan huruf melayang dan masuk kedalam kepalanya. Shin merasa kepalanya meledak karena dibanjiri informasi.


Perlahan-lahan informasi yang masuk kedalam kepalanya diurai dalam bahasa yang bisa dimengerti olehnya. Setelah beberapa saat mengalami rasa sakit kepala ekstrim dia sudah memahami sedikit tentang Nine Purgatory Body ini.


Kini ia mengerti tentang Nine Purgatory Body ini. Teknik ini mengharuskan Shin untuk dibakar dalam api untuk meningkatkan kekuatannya. Bukan api biasa tapi divine flame yang sedikit darinya saja sudah bisa menguapkan sebuah danau. Sebuah benda divine yang langka di dunia ini, jumlahnya bahkan tidak lebih dari 50. Bisa kita lihat seberapa sulit hanya untuk mendapatkan syarat mengolah teknik ini.


Setelah mendapat energi api yang cukup, ia bisa mengaktifkan "Purgatory" dan sekarang giliran jiwanya yang dibakar. Shin tidak akan menderita luka fisik apapun tapi rasa sakit yang disebabkannya jelas sangat ditingkatkan. Jika Shin tidak bisa menanggungnya, jiwanya akan melebur menjadi bahan bakar bagi Purgatory.


Total seseorang harus dibakar 18 kali untuk mencapai penguasaan sempurna dari teknik ini. Sembilan pembakaran tubuh dan sembilan pembakaran jiwa.


Teknik ini memiliki total tiga tahap, Hong Wei dulu hanya mencapai tahap pertama dari teknik ini dan jelas bahwa itu bukan potensi sejatinya. Ditulis dalam buku ini jika sudah mencapai penguasaan sempurna seseorang akan mencapai kontrol penuh atas auranya sendiri. Memfokuskan, mengkompresi, menyebarkan, menekan atau apapun dapat dilakukan secara bebas, interval untuk memindahkan aura dari satu tempat juga sepenuhnya menghilang.


Shin tidak mungkin untuk mencoba menguasai Nine Purgatory Body sekarang, selain karena tidak ada sumber api yang cukup juga karena tubuh Shin yang terlalu lemah. Jangankan divine flame, api biasapun bisa membakarnya hingga jadi debu.


Pandangannya kemudian menuju ke buku teknik Focussed Aura Control.


Shin mulai membuka buku teknik tersebut dan membaca bab pertama, Focussed aura, memfokuskan aura pada satu atau beberapa titik kecil untuk membuat kekuatannya meningkat, dibutuhkan pemahaman yang tinggi tentang aura untuk menguasai teknik ini, beruntung, Shin sejak kecil sudah memulai studinya tentang aura. Pemahamannya dalam hal aura lebih dari apa yang orang dalam generasi yang sama dengannya capai.


Meski sudah menguasai teorinya, namun prakteknya sangatlah sulit bagi Shin. Berkali-kali dia mencoba tapi auranya tetap tidak mau bergerak. Menyerah, Shin akhirnya beralih ke kultivasinya. Meditasi yang tenang ini berlangsung selama tiga minggu. Shin yang beranjak hanya untuk makan dan tidur menunjukkan tanda-tanda terobosan. Aura hutan mengalir terus menerus ke tubuh Shin tanpa henti, saat tubuhnya diselimuti cahaya kehijauan aura dalam tubuhnya melonjak keluar.


Tahap pengumpulan tengah!


Seolah tak puas dengan peningkatannya, Shin terus memaksa aura dari bumi untuk terus masuk kedalam tubuhnya. Aura yang kaya menyelimuti tubuhnya, Shin merasakan tubuhnya telah diperkuat sekali lagi. Kini tubuh kedagingan milik Shin sudah sekeras batu.


Seiring dengan peningkatan fisiknya, auranya juga terus mengalami peningkatan. Aura dari bumi membentuk pilar cahaya yang menutupi seluruh gua dengan Shin didalamnya.


Tahap pengumpulan fase akhir!


Shin mengalami dua terobosan dalam sekali jalan. "Kekuatanku sekarang sudah cukup, namun tak ada salahnya lebih berhati-hati."


Sebagai jaminan keamanannya selama perjalanan, Shin mendata apa saja yang ada didalam cincin penyimpanannya. Ada teknik Mountain Weight Pressure dan beberapa teknik aura level 3 lainnya.


Skill aura memiliki sepuluh level, semakin tinggi levelnya semakin langka juga tekniknya, di Kekaisaran Azure Sky ini hanya ada satu teknik level 8 milik keluarga kerajaan. Karena kelangkaannya, setiap kemunculan teknik tingkat tinggi pasti membawa pembantaian massal. Shin tidak bisa mempelajari teknik ini sekarang, auranya masih sangat terlalu dangkal untuk bisa melepaskan teknik tersebut.


Tatapan Shin beralih ke kotak hitam yang bernama Devouring Dragon Vessel itu. Setelah segelnya dibuka kepemilikan harta ini juga beralih pada Shin, dia bisa dengan bebas mengatur ukuran dan bentuk dari item ini.


'Lebih baik aku simpan saja ini dulu.' Pikir Shin, menerima warisan yang kuat seperti ini bukanlah dosa, namun saat ahli belum punya kekuatan yang cukup, itu hanya mengundang kematian. "Benda ini sangat cocok untuk kabur, aku bisa bersembunyi didalamnya dan menunggu sampai keadaan aman." Shin memutuskan untuk menjadikan ini sebagai item penyambung nyawa, sebuah kartu truf yang bisa menyelamatkan hidupnya dalam situasi genting.


Suplai makanan Shin sudah habis, dan sekarang sudah saatnya memulai perjalanan ke Kota Yan.