
Seminggu sudah Shin melakukan latihannya ini, saat ini dia sudah bisa mengeluarkan Dark Blood Palm meski kekuatannya masih sangat kurang. Selain karena kekuatannya sendiri yang masih sangat kurang, juga karena teknik ini sudah rusak dari sananya.
Latihannya dengan Feng Li belum juga mendapatkan perkembangan yang berarti, tiap kali Shin bertarung melawannya selalu berakhir dengan tanda merah di sekujur tubuhnya. Tangannya kini dibalut perban karena lecet akibat memegang tongkat. Shin yang dipukuli terus menerus tidak marah atau kesal sedikitpun, hanya setelah dia mendapatkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi dia bisa menjadi lebih kuat.
Satu minggu lagi telah berlalu, Shin sudah menguasai sepenuhnya Dark Blood Palm ini, dia bisa mengeluarkan potensi sejati dari sebuah skill level 5. Saat dia mengetes kekuatannya di luar kota karena takut merusak halaman rumah, kekuatan yang ditampilkan jauh melebihi harapannya. Sebuah cetakan telapak tangan sedalam satu meter terbentuk karenanya. Namun dalam kekuatan yang dahsyat ini Shin merasakan sesuatu yang salah.
"Entah kenapa aku merasa bahwa teknik ini tidak sempurna, telapak tangan yang terbentuk memang kuat tapi sepertinya ada yang kurang. Tapi mau bagaimana lagi, Klan Suo juga tidak bisa menjawab pertanyaanku ini." Shin tahu bahwa ada kekurangan dalam teknik ini setelah mempraktekkannnya.
Tetapi setelah masuk dalam renungan singkat, Shin telah mendaoat pemahaman baru dalam hal lainnnya. "Aku tidak boleh terlalu serakah, teknik level 5 juga sudah bagus. Kemungkinan dihindari juga bisa diselesaikan dengan teknik dari paman." Sudah lama sekali Shin tidak menggunakan Mountain Weight Pressure, dulu dia hanya bisa mengeluarkan setengah potensinya, dan sekarang tekanan satu ton bisa dia keluarkan dengan mudah.
Skill Mountain Weight Pressure adalah sebuah skill level 4, tidak heran kekuatan dan kegunannya sangat banyak, kegunaan utama dari teknik ini adalah menekan dan menahan gerakan lawan. Bisa menyerang lawan yang tidak bisa bertahan sangat luar biasa untuk skill level 4 biasa. Dalam pertarungan nyata, skill ini jauh lebih berguna daripada skill level 6 sekalipun, tetapi karena batasan tekanan satu ton yang dimilikinya, skill ini tidak berarti banyak.
Shin kembali ke rumah setelah tes kecilnya ini. Saat dia berjalan kembali semua orang tampak takut dan menghindarinya, nama Shin sudah menggelegar seperti guntur di hati mereka, prestasi sang Hercules hanya bisa disaingi oleh sang iblis Ying Ai. Nama Feng Li dan kedua muridnya adalah nama yang paling terkenal seantero Kota Yan. Bahkan jika kau adalah orang baru satu hari kemudian kau akan langsung tahu kehebatan mereka berdua.
Feng Li sudah menunggu Shin dengan tongkat ditangannya, sparringnya dengan Shin akan dimulai sekali lagi.
"Bagaimana hasilnya Shin?"
Feng Li melempar tongkat pada Shin lalu dia mengambil satu lagi. Shin menangkapnya dengan gesit dan berkata.
"Sedikit mengecewakan, skill itu tidak sempurna. Kekuatan aslinya tidak akan pernah aku keluarkan." Kata Shin dengan nada kecewa.
"Itu sudah cukup, banyak ahli muda yang bahkan tidak bisa mendapatkan skill level 4, kau tidak boleh terlalu serakah dalam kultivasi. Bisa mendapatkan tongkat yang merupakan harta tingkat tinggi, kau harusnya sanhat bersyukur."
"Baiklah, akan kuingat nasehat master."
Dalam latihan kali ini Shin hanya diperbolehkan menyerang dan bertahan menggunakan tongkatnya, jika dia kedapatan menggunakan tangan dan kaki dia harus pasrah menerima hukuman. Dua minggu sudah Shin menggunakan tongkat dan mulai terbiasa dengannya. Saat pertama kali dia bertarung dia kesusahan mengendalikan tongkat miliknya, lama kelamaan dia akhirnya bisa menahan serangan Feng Li dan membalasnya.
Tanpa banyak omong lagi Shin langsung melesat dan mengayunkan tongkatnya dari atas.
Tak!
Feng Li mengangkat tongkatnya untuk menahan serangan Shin, dia menarik tongkatnya kebelakang dan berputar lalu menusuk dengan tongkatnya.
Shin tidak bisa menahan serangan cepat ini, tubuhnya tertusuk oleh tongkat kayu ini. Shin mundur beberapa langkah dan mulai menyerang lagi.
Tak! Tak! Tak! Tak!
Shin menyerang beberapa kali tapi dengan mudah ditangkis oleh Feng Li.
"Seranganmu terlalu monoton Shin! Cobalah berbagai variasi serangan, kau sangat tidak becus menggunakannya!" Feng Li menjabarkan kekurangan Shin dalam tekniknya.
Shin mengangguk dan mundur beberapa langkah, Feng Li tidak akan menyerang sebelum Shin menyerangnya karena ini masih masa pertama Shin mempelajari tongkat. Shin merenung sebentar dan mulai menyerang lagi.
Melawan seorang yang sudah cukup berpengalaman dalam bidangnya, dengan teknik yang dicampurkan antara bela diri dan tongkat. Shin tidak punya kesempatan untuk sekedar bertahan sama sekali. Segala trik maupun siasat tidak berguna untuk bisa menang, tapi tujuan utama pertarungan kali ini adalah latihan. Shin tidak perlu banyak ambil pusing tentang kemenangan.
Tongkat Shin terhenti lajunya tepat di sebelah kaki Feng Li, tongkat miliknya menahan tongkat Shin. Feng Li mengangkat senjatanya dan menyerang Shin yang terkapar.
"Aduuh!" Shin mengaduh kesakitan, kini tubuh dibalik bajunya sudah memerah karena serangan ini. Shin bangkit dan melesat ke belakang Feng Li dan ingin menusuknya dengan tongkat miliknya, namun Feng Li sudah menduga ini. Dia mengangkat tongkat miliknya dengan satu tangan dan mengarahkannya kebelakang tanpa menoleh.
Saat Shin bersiap menusuk, tongkat Feng Li sudah lebih dulu menghantam tubuhnya. 'Apa master punya mata dibelakang kepalanya!' Shin yang berencana melakukan backstab terkena backstrike oleh Feng Li. Insting pertarungan milik gurunya ini telah diasah selama puluhan tahun, wajar bila dia bisa merasakan bahaya dan ancaman yang mengintai dirinya.
Tubuh Shin terjatuh kebelakang dan langsung pergi menjauhinya lagi. Shin mulai kehabisan trik dan ide lainnya dan hanya bisa menyerang dengan bar-bar.
Tak! Tak! Tak! Tak!
Shin terus menyerang Feng Li tanpa henti, tiap kali dia menyerang Feng Li selalu membalasnya, jika Shin menyerang tubuhnya, Feng Li akan menyerang tubuhnya juga, serangan Feng Li yang cepat ini tidak bisa ditahan atau dihindar oleh Shin. Shin harus pasrah menerima beberapa serangan darinya.
Shin berlari ke arah Feng Li setelah dilempar jauh, ini sudah terjadi sebanyak puluhan kali sejak tadi. Tiap dia berlari lagi tidak ada jejak menyerah didalam hatinya, Shin mendekat namun kakinya langsung diserang oleh Feng Li yang menyebabkannya terjatuh.
Pertarungan atau harus kubilang pemukulan ini terus berlangsung hingga sore hari, Shin lanjut kultivasi di ruang yang sama dengan Ying Ai. Dan begitulah hari-hari pemukulan lainnya berakhir dan berlanjut esok hari.
Besok.
"Shin, sekarang kau harus mempelajari aura senjata." Aura senjata adalah aura yang tercipta dari pemahaman tentang senjata miliknya, ini tidak lain adalah semacam aura pedang tapi untuk tongkat. Seseorang harus mendapatkan pengalaman yang banyak dan pemahaman yang sangat mendalam tentang senjatanya, Shin sudah memiliki aura bumi yang merupakan aura para martial artist.
"Master, aku tidak ingin berlatih tongkat lebih dulu."
"Oh, apa yang ingin kau pelajari?"
"Great Sage Art!" Shin menjawab dengan semangat, dia pikir akan butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai level Feng Li dan sekarang dia tidak punya banyak waktu untuk itu, Great Sage Art adalah sebuah jalan pintas dalam berlatih tongkat.
"Meski teknik tongkat didalamnya sangat kuat tapi kau harus tahu bahwa ada ujian sebelum kau bisa mempelajarinya. Ujian itu adalah sesuatu yang tidak bisa aku lalui, apa kau yakin bisa Shin!?"
"Murid akan berusaha!"
"Baiklah, tapi ingat ini Shin, setelah kau melalui ujiannya kau harus menunggu lima tahun untuk bisa mulai lagi. Resiko jika gagal ini terlalu besar, kau masih yakin menerimanya?"
"Murid ini akan tetap mengambilnya apapun resikonya!" Walau dalam hatinya, Shin juga sedikit gentar dengan resiko ini. Jika dia gagal kali ini, dia harus menelan ludah karena tidak bisa mempelajarinya lagi, yang mana dia tidak akan bertambah kuat dengan cepat, malahan perkembangannya akan terhambat.
"Bukalah buku itu dan rasakan panggilan dari dalam, jangan lawan panggilan itu dan biarkan saja mengalir. Duduklah seperti bermeditasi."
Shin lalu duduk dan membuka bukunya, melihat hal ini, Feng Li segera memarahinya, "Jangan lakukan disini! Prosesnya makan waktu lama."
Shin lalu masuk kedalam rumah dan memilih ruang kultivasi karena tempat ini tenang dan terisolasi dari dunia luar. Shin duduk bersila dan membuka buku kuno itu, dia merasakan sebuah panggilan untuk masuk dan membiarkannya membawamya ke tempat dia menuju. Semakin lama semakin kesadaran Shin memudar, dia merasa seperti dihisap sebuah lubang hitam tak berdasar.
Setelah sekian lama akhirnya Shin merasakan bahwa dia sudah mencapai tempat yang tak dikenal, tubuh fisiknya tetap berada ditempat sebelumnya, hanya tubuh mentalnya yang datang kesini. Dia kini menjalani ujian yang sama dengan para sage!