Lone Hero

Lone Hero
Perjalanan



Sebelum memulai perjalanan Shin ingin memverifikasi sesuatu. Ada beberapa hal yang mengganjal pikirannya dan harus segera diluruskan.


"Wang Yan, apa kau sering bertemu para Sage? Dari gaya bicaramu yang seperti ini harusnya kau punya beberapa pengalaman tentang ini." Shin merasa bahwa dunia ini terlihat seperti dunia asli, dan anehnya adalah tokoh fiksi ini tampak sangat akrab dengan orang yang mengikuti ujian ini. Setting plot di sini bahkan sampai membuat Shin meragukan realitas.


"Tidak, kami hanya menemui mereka saat ada pengawal yang akan mengawal kami ke Kota Sage. Itupun sudah jarang sekali terjadi, paling terakhir kami melakukannya adalah setahun yang lalu." Jawab Wang Yan seadanya.


'Ini terlalu aneh, apa mereka sudah tahu kalau mereka itu hanya proyeksi? Tapi ini terlalu nyata untukku, AAHH.. ini semua membuatku bingung!' Tindakan mereka yang sangat nyata dan pemandangan ini hampir membuat Shin lupa tentang dunianya sendiri.


Tapi untungnya, jawaban Wang Yan telah menegaskan satu hal, satu tahun yang lalu tidak ada orang lain yang menerima ujian ini, tidak mungkin juga Feng Li memberikan ini pada Ying Ai. Yang mana menunjukkan bahwa tiap orang mengalami ujian yang berbeda. Setidaknya, Shin yakin bahwa dia ada di dunia yang berbeda.


"Kau elemental kan? Terus kenapa kau masih membawa pedang kesini?" Bagi elemental dengan fisik yang lebih lemah dan menyerang dari jarak jauh, sangat jarang ada yang menggunakan senjata untuk bertempur. Meskipun ini hanyalah pendapat dari Shin yang masih kurang berpengalaman. Nyatanya di luar sana adalah hal lumrah untuk para elemental memegang senjata jarak dekat.


"Itu karena aku melatih fisikku sendiri, namun yang terpenting adalah aku tidak ingin menyebabkan kebakaran hutan." Wang Yan berkata dengan begitu polosnya, ternyata masih ada kultivator yang masih peduli tentang alam.


Shin tidak bicara lagi, dia sudah tidak punya keraguan dalam benaknya lagi dan langsung berjalan memimpin mereka ke Kota Sage. Sebenarnya Shin juga ingin datang dan melihat Kota Sage ini, pemandangan epik yang datang dari ribuan orang bijak berkumpul dan saling menjalani hidupnya, Shin tidak sabar untuk melihat hal itu.


Saat Shin melangkah ke dalam Hutan Kematian untuk pertama kalinya, kesan pertamanya adalah kejam, darah, dan kematian. Ketiga itu menyelimuti seluruh hutan tanpa satu yang tertinggal. Pohon-pohon disini berwarna hitam dan sepertinya sudah mati semua, tanah berwarna hitam, daun berwarna hitam, langit pun berwarna hitam karena terhalang daun pohon mati ini. Bau kematian juga tercium dari pohon-pohon ini, pohon yang menjulang tinggi ini tampak sangat menakutkan dan berbahaya, bagaimana jika ada musuh yang bersembunyi diatas pohon?


"Bentuk alam di sini sangatlah aneh, sangat tidak biasa ada tempat yang sepenuhnya hitam seperti ini. Bahkan seharusnya tempat yang bernama serupa tidak akan seaneh ini. Wang Yan, apa yang sebenarnya telah terjadi di sini?" Pastinya ini tidak akan terjadi secara alami begitu saja.


"Ini karena tempat ini adalah medan perang dengan para iblis jadi hutan ini sudah tercemar oleh Aura Iblis sepenuhnya. Para Sage mencoba memurnikannya berkali-kali namun tidak berhasil, karena dirasa tidak ada manfaatnya untuk memurnikan tempat ini, akhirnya para Sage membiarkan hutan ini seperti ini." Kalau kita selidiki kata-kata Wang Yan, ini berarti Shin sekarang berada di zaman kuno. Namun para Sage masih ada yang berarti Great Desolate Era belum berakhir. Besar kemungkinan Shin akan bertemu iblis disini. Jika Shin memang sangat sangat sial hingga bertemu iblis disini, seperti kata Shen, dia akan terbunuh dengan mudah.


"Kalau begitu, apa masih ada iblis disini?" Shin juga merangkai fakta dan mencapai kesimpulan yang sama.


"Saudara Shin tenang saja, jika ada iblis disini berarti tidak akan ada manusia yang tinggal disini." Benar juga, jika ada iblis berarti tidak ada bandit atau pencuri karena mereka juga takut.


Bing Ning'er tetap diam selama perjalanan dan hanya mengikuti mereka, keindahan surgawi di tempat seperti ini sangat menyegarkan mata. Kadang Wang Yan terlihat mencoba bicara dengannya namun tidak digubris olehnya, kepribadiannya yang sangat suci dan tertutup makin membuat siapapun ingin menaklukannya.


"Saudara Shin, aku lupa bilang tadi. Beast didalam sini sudah tercemar dan dipengaruhi oleh Aura Iblis yang menjadikan mereka sebagai Demon Beast!" Shin pertama kali mendengar kata "Demon Beast" ini.


"Itu adalah Beast yang tercemar oleh Aura Iblis, mereka berevolusi dan menjadi lebih kuat oleh Aura Iblis ini. Jika Beast level 4 melawan Demon Beast level 3 maka Beast level 4 itu akan mati dengan mudah! Mereka juga membawa sedikit sifat iblis didalamnya, keganasan mereka berlipat ganda dan tidak memiliki hati atau kecerdasan apapun. Jika kita bertemu dengan salah satunya lebih baik kita menghindarinya. Tapi tenang saja, jumlah Demon Beast sangat sedikit bahkan di Hutan Kematian ini, mereka harus tercemar Aura Iblis bertahun-tahun untuk bisa menjadi Demon Beast." Peringatan Wang Yan memang tidak berlebihan sama sekali, Beast level 3 bisa sebanding dengan Beast level 5 hanya dengan Aura Iblis. Jika mereka menemukan Demon Beast level 6, bahkan jika orang tua biologis mereka datang kesini mereka tidak akan mengenali sisa-sisa tubuh mereka!


Shin memang bisa menggunakan Aura asli miliknya tapi dia tidak bisa menyerap Aura Bumi. Aura Bumi di sini sudah tercemar oleh Aura Iblis, jika Shin memaksa maka dia hanya akan menyerap Aura Iblis kedalam tubuhnya. Efek korosif aura iblis akan langsung menghancurkan organ dalam Shin dan memberi kematian yang pasti.


Hari pertama perjalanan mereka berakhir dengan damai, mereka tidak menemui satu bahaya sedikitpun dalam perjalanan ini karena mereka masih berada di bagian terluar dari hutan ini. Lama kelamaan bahaya dari hutan ini akan menunjukkan taringnya.


Shin selalu mempersiapkan hal yang dibutuhkan didalam cincin penyimpanannya, mulai dari makanan dan air yang cukup untuk berminggu-minggu hingga tenda juga ada didalamnya. Devouring Dragon Vessel dan Grand Sage Record of The World juga ia sembunyikan dengan baik didalamnya. Shin juga tidak perlu khawatir kedua item ini dicuri orang lain, meski bisa dicuri tapi mereka tidak akan bisa menggunakannya karena kepemilikan item ini sudah berada di tangan Shin.


Mereka memutuskan untuk berhenti karena hari sudah malam, ada sebuah tanah datar yang tidak ditanami pohon cukup luas. Shin memasang tiga tenda ditempat ini. Shin tidak membuat api unggun karena bisa memberi tahun posisi mereka pada bandit atau pencuri bahkan Beast lainnya. Sebuah pengetahuan umum yang mana bisa meningkatkan peluang bertahan hidup.


Mereka membagi shift jaga malam kalau-kalau ada bahaya di malam hari. Shin kebagian pertama dan yang paling lama karena dia adalah pengawal mereka. Bing Ning'er tidak mendapat bagian karena diambil oleh Shin.


Wajahnya saat sedang tertidur sungguh menawan, rambut biru miliknya terurai di alas tenda miliknya, gaun es yang menutupi keindahan ini tampak longgar saat ini menunjukkan kulit seputih dan sehalus giok yang sangat mulus. Tangan dan jemarinya tampak seakan diukir oleh seniman terhebat dunia, mahakarya dari alam sedang berada pada posisi paling rentan, untung saja protagonis tercinta kita ini kuat iman, kalau tidak....


Satu hari telah berlalu, peri indah dari negeri impian bangun dari tidurnya, saat dia mengusap matanya yang seindah mutiara, Aura Iblis yang membuat suasana mencekam hilang dari dunia ini, pesona yang bisa meruntuhkan negara bahkan tidak bisa dikalahkan oleh Aura Iblis semata. Kesuciannya sangat dijaga sepenuhnya dan hampir tak tersentuh. Andai saja ini bukan dunia proyeksi atau dunia di dalam novel.


Setelah sarapan singkat dan mengembalikan tenda ke cincin ruang, ketiganya melanjutkan perjalanan kembali, dua bulan memang waktu yang cukup lama, tapi dengan keindahan surgawi disampingnya, dua bulan masih sangat terasa singkat.


Butuh waktu satu minggu perjalanan bagi mereka untuk meninggalkan daerah luar Hutan Kematian, tidak ada bahaya berarti saat mereka menjalani perjalan itu. Dan akhirnya mereka telah mencapai daerah tengah. Aura iblis disini lebih pekat dan kental daripada area luar, bahkan bernapas di area ini kau bisa merasakan bau yang menyengat dan perasaan tidak menyenangkan. Aura Iblis mencemari udara di area tengah ini.


"Saudara Shin, ini adalah area tengah Hutan Kematian, area tengah dan luar dipisahkan oleh Lembah Iblis, banyak bandit dan Beast muncul disana, jika ingin sampai ke area tengah dan Kota Sage kita harus melaluinya. Bahaya dari Lembah Iblis adalah yang ketiga di seluruh Hutan Kematian ini. Dan asal kau tahu saja, ini adalah jalur TERaman di Hutan Kematian!" Yang paling aman saja sudah seberbahaya ini, apalagi tersulit, hanya orang gila yang mau menjalani rute itu.


"Lembah Iblis atau iblis yang asli sekalipun tidak akan bisa menghentikanku!" Shin yang bertekad menjalani ujian ini tidak akan pernah terhenti karena tempat semacam ini.


"Aku ingin tahu sejauh mana kemampuanku sudah berkembang, akan kujadikan ini sebagai latihan." Shin yang terlalu percaya diri bahkan menganggap bahaya sebagai latihan, hanya dia yang berpikiran seperti itu didunia ini.


"Lembah Iblis, aku akan tes sejauh mana keiblisan mu itu!"