Lone Hero

Lone Hero
Perangkap



Dengan sfx yang saya tulis sebelumnya dan tindak-tanduknya sebelum suara ledakan itu terdengar, nasibnya sudah dapat ditebak oleh kita semua, ya, dia meledakkan dirinya sendiri! Satu bom api saja sebenarnya sudah cukup untuk membuatnya mati, dalam jarak yang sedekat itu wajar bila hasilnya maksimal, namun yang dia inginkan bukanlah kematian semata, yang dia inginkan adalah penghapusan bukti yang mana jika lepas ke tangan Qin semua urusan akan jadi rumit, dan bukti tersebut tak lain adalah tubuhnya sendiri. Banyak yang bisa diselidiki, karena pepatah mengatakan orang yang meninggal bisa memberi tahu lebih banyak daripada orang yang masih hidup. Inilah dedikasi tertingginya sebagai seorang mata-mata, sebelum serangan musuh bisa menebas lehernya dan memenggalnya sempurna, dia memilih sesuatu yang tepat.


Ledakan besar tercipta akibat gabungan dua buah bom api, tubuhnya seketika tercerai-berai menjadi debu bahkan tulang dan darahnya pun sama hancurnya, tidak ada darah tercipratkan dan semuanya hilang. Cincin penyimpanannya, segala surat dan benda lain yang disembunyikan di balik jubahnya itu musnah. Sama sekali tidak memberikan ruang bagi Qin untuk menyelidiki apa pun darinya. Dia mati dengan dedikasi, andai saja ini adalah mata-mata dari Qin, Taiyang sama sekali tidak keberatan memasang hormat padanya. Walaupun sebenarnya hal ini juga lumrah untuk terjadi.


Adapun serangan "One Head Chopped" miliknya tadi, itu tiba tepat setelah dia memutuskan untuk meledakkan diri, menebas kabut ledakan menjadi dua dan segera menghilang setelahnya tanpa mendapatkan hasil yang diinginkan.


Taiyang tentunya menjadi kesal, dia sama sekali tidak mendapatkan bukti apa pun yang bisa ditunjukkan pada Zhuge Chansheng, beberapa kemuliaan yang mungkin didapat juga musnah bersamaan dengan ledakan itu. Jika ia mau melaporkan adanya persiapan Wei di sini, ia hanya bisa melaporkannya secara formal melalui surat-menyurat dan mengatasnamakan tim investigasi Blazing Sun Fortress, tidak bisa dia menggunakan nama dirinya atau Great Sun Army, itu sama sekali tidak beralasan dan besar kemungkinan hanya akan mempermalukan diri sendiri jika tetap memaksa. Walaupun dia berhasil, dia juga sebenarnya gagal.


Dia sama sekali tidak melambat, tak butuh waktu lama sebelum dia mencapai tempat di mana ledakan tadi berlangsung, sesampainya dia di sana dia langsung mengutuk, "Sial! Dia berhasil menghapus semua bukti yang memungkinkan, jika saja aku sedikit lebih cepat lagi...!" Dia sudah melakukannya semaksimal mungkin, dia sama sekali tidak menahan diri. Dalam pikirannya, ingin sekali dia menyalahkan Shin yang mana jauh lebih cepat darinya, jika bocah serba putih itu memilih serius dari awal, semua ini dijamin tidak akan terjadi. Namun, dia sadar bahwa Shin hanyalah orang luar, misi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengannya, pun ia juga sudah bersumpah pada langit untuk tidak membebani Shin dengan tanggung jawab apa pun. Jika dia ingin menyalahkan seseorang, dia hanya bisa menyalahkan ketidakmampuannya saja.


Taiyang berhenti dan mendarat; menunggu kedatangan Shin dan semua anggota Great Sun Army. Terlalu berbahaya untuk bepergian sendiri-sendiri. Hanya butuh waktu sepuluh menit dan Shin sudah sampai, mengejar target yang diam tentu saja jauh lebih mudah. Shin mendarati di hadapan Taiyang, di sini adalah sebuah tanah datar dengan alas rerumputan hijau, pohon-pohon tidak tumbuh di tempat ini dalam radius seratus meter, tampak seperti lapangan.


"Jenderal Yang, bagaimana dengan hasilnya? Lalu, suara ledakan keras yang kudengar tadi, apa itu?" tanya Shin tanpa mengungkit soal perlombaan terlebih dulu, bagaimanapun, ledakan nyaring tadi sudah cukup untuk membuatnya berspekulasi.


"Untungnya aku berhasil dan sekarang ini dia sudah mati, jadi Wei sama sekali tidak akan mengetahui keberadaan kita. Sayangnya, dia mati bunuh diri dengan ledakan keras yang kau dengar tadi, jadi Qin sama sekali tidak akan bisa mengorek informasi dari jasadnya," jawabnya dengan suara rendah sambil menggelengkan kepala lemah, cukup jelas terlihat bahwa dia sendiri pun kecewa dengan hasil ini. Shin, dia segera mengerti apa yang telah terjadi dan apa kesalahannya kali ini, dengan Arhat Staff bukan tidak mungkin dia bisa menyusul mata-mata itu dalam waktu dua jam. Sebelum dia bisa mengeluarkan bom api, harusnya Shin sudah bisa melumpuhkannya dengan mudah. Jadi, tidak salah bila menyebut semua kegagalan ini adalah karenanya.


"Ah, ini semua salahku karena tidak menganggap serius misi ini. Maaf saja tidak cukup untuk menutupi kesalahan besar ini," ucap Shin sopan sembari membungkuk padanya, manfaat dari jasad mata-mata ini Shin sudah paham garis besarnya.


"Tidak juga, kau bahkan bukanlah anggota Great Sun Army jadi secara alami kau tidak punya tanggung jawab apa pun, dan aku tidak akan memberikannya padamu sesuai dengan kesepakatan awal. Tidak usah terlalu menyalahkan dirimu atas kegagalan diriku ini." Taiyang langsung meluruskan hal ini, bagaimanapun ini adalah kesalahannya sendiri, mengingat reputasinya sendiri sebagai jenderal besar Qin tentu saja ini cukup memalukan, tetapi akan lebih memalukan lagi jika dia menyalahkan orang lain, apalagi orang luar seperti Shin.


"Baiklah, tetapi apa yang harus kita lakukan setelah ini?" Shin menyimpan Arhat Staff dan kemudian bertanya.


"Hmm, teknik penyimpananmu terlihat cukup unik. Dan jika seperti ini, aku tebak bahwa cincin penyimpananmu itu hanyalah cincin kosong agar tidak ada yang curiga, benar begitu kan?" Dalam sekali lirikan dan hanya bermodalkan satu bukti saja: Shin yang menyimpan Arhat Staff entah ke mana, Taiyang sudah bisa menyimpulkan banyak hal.


"Mata Anda memang tidak pernah luput, sepertinya mustahil untuk berkata bohong di hadapan Anda. Dan memang benar, cincin penyimpanan ini sama sekali tidak menyimpan apa pun. Seperti kata Anda, ini hanya agar orang tidak curiga saja. Mengenai harta sebelumnya, aku menyimpannya dalam Aura Sea milikku." Dalam hal ini, sudah tidak ada gunanya lagi menyembunyikan apa pun di hadapannya, dengan pengalaman dan kemampuan analisisnya Taiyang bisa menyimpulkan hal serupa setelah beberapa observasi, tidak ada salahnya memberitahukan ini sedikit lebih cepat. Lebih dari itu, ini adalah upaya Shin untuk mengembalikan dan menambah kepercayaan antara keduanya.


"Aura Sea ya, sungguh teknik yang misterius. Menyimpan benda di dalam tempat yang sangat sensitif dan berbahaya itu, aku sama sekali tidak berani melakukannya. Meski bahaya, itu jelas adalah tempat paling aman yang bisa kau temukan, hanya saja...." Pada titik ini, Taiyang sudah menemukan keanehan lain namun tidak akan mencarinya lebih jauh lagi. Itu adalah soal jumlah kapasitas yang dapat ditampung, beberapa harta mungkin dapat menyesuaikan ukurannya seperti armor dan harta non-senjata lainnya, untuk pedang serta senjata lainnya penyesuaian ukuran adalah mustahil untuk dimiliki. Dan bagi harta yang bisa mengecil, untuk bisa muat dalam Aura Sea, pastinya itu memiliki beberapa batasan tersendiri, memikirkan di mana Shin menyimpan banyak kebutuhan lainnya seperti Pil Aura dan sejenisnya, Taiyang hanya bisa berpikir bahwa ada semacam rahasia lagi yang disimpan bocah di depannya ini.


'Bocah yang sangat misterius dengan segudang rahasia. Apakah dia memang benar berasal dari tempat seperti Azure Sky Empire?' batin Taiyang saat memikirkan semua hal itu, di Qin sekalipun teknik menyimpan benda di Aura Sea masih belum ditemukan, bahkan jika ada sekalipun tidak akan ada orang yang mau ambil resiko,Azure Sky Empire, bagaimana bisa itu jauh lebih maju daripada mereka?


Tidak ingin mencari tahu lebih jauh lagi, Taiyang menjawab pertanyaan awal Shin. "Untuk saat ini target utama sudah dibasmi dan seharusnya saat ini kita kembali dan meneruskan perjalanan ke Qin. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus kubicarakan dengan Lu Daofu dan Di Huanzhi, jadi aku menunggunya di sini saja." Beberapa hal masih menganggu pikirannya, dan dia punya firasat buruk tentang hal ini.


Sekitar setengah jam kemudian dua orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba dengan wajah serius, untuk hasilnya mereka sudah tahu sebagian besar tapi tetap saja masih butuh kepastian. "Taiyang, apa yang terjadi dengan target kita kali ini?" tanya Lu Daofu.


"Dia mati bunuh diri tanpa jasad sama sekali. Dan ya, segala hal baik yang kusebutkan sebelumnya sudah tidak ada gunanya lagi sekarang." Dia tidak mencoba menutupi apa pun, dalam situasi seperti ini kejujuran selalu membawa hal baik.


"Jadi maksudmu kau telah gagal?" sela Di Huanzhi.


"Bisa ya bisa tidak, tergantung dari sudut mana kau melihat. Tapi aku lebih suka menganggap ini sebagai kegagalan," balasnya dengan nada biasa.


"Maka aku juga begitu," ucap keduanya secara bersamaan. Mereka marah, kesal, dengan hasil yang mengecewakan ini, mereka tidak mendapat kemuliaan apa pun dari misi panjang dan melelahkan ini, misi yang mengharuskan mereka menumpahkan begitu banyak darah, misi paling penting dan rahasia namun ini semua adalah balasan yang didapatkan mereka?


Mereka berdua kemudian menganggukkan kepala kuat, mengerti tentang situasi yang tengah dihadapi saat ini, melepaskan semua keluhan dan kembali lagi dalam semangat tertinggi menyelesaikan misi.


"Ini semua masih terlalu aneh bagiku, sudah jelas-jelas dia adalah mata-mata sebagai persiapan awal Wei untuk mengatur perangkap besar, bahkan jika itu masih belum selesai, aku tidak bisa merasakan apa pun baik dengan Aura Sense atau instingku. Seolah, mereka sama sekali tidak menyiapkan apa pun di sini!" Taiyang langsung mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya.


"Itu memang aneh, bahkan kami berdua merasakan hal yang sama denganmu juga. Ini terlalu tenang dan damai, bahkan seharusnya seorang assasin juga akan terdeteksi dalam radius satu km dariku." Di Huanzhi juga mengungkapkan hal yang sama; Lu Daofu hanya mengangguk isyarat mempunyai argumen serupa.


"Jika seperti ini, apakah artinya mata-mata itu bukanlah orang suruhan Wei?" tanya Di Huanzhi.


"Tidak, dia pasi orang Wei," sanggah Taiyang. "Harta racun yang digunakannya tadi adalah harta ciptaan Wei dan dilarang peredarannya di sini--mata-mata kita disiapkan dengan hal berbeda. Tidak mungkin mendapatkannya kecuali kau masuk sendiri ke dalam gudang senjata Wei, bahkan di sana sekalipun harta racun yang mampu membunuh seorang ahli Master mendalam haruslah harta yang langka. Ditambah bom api itu, sudah jelas dia adalah orang Wei."


"Sepertinya kau ada benarnya juga," sela Lu Daofu. "Tapi tidak menutup kemungkinan hal itu salah. Hanya saja, kupikir kita bahkan belum mencapai perangkap yang mereka siapkan. Jika berpikir secara realistis, daerah sekitaran sini tidak cocok untuk menjebak siapa pun, tidak mungkin keberadaan kita diketahui sebelumnya. Apalagi target mereka pastinya Jenderal Hui dan Red Hawk Army, secara alami mereka akan memasangnya dekat dengan medan perang, dan itu adalah di hutan."


Tanpa ada jeda yang lama Taiyang segera membantahnya, "Tidak, kurasa semua ini tidaklah sesederhana itu, jika memang benar mereka memasangnya di hutan, itu hal yang bagus kita tidak memasukinya, tapi untuk memasang pengawas hingga ratusan km jauhnya, skala perangkap Wei kali ini harusnya sudah bisa kita tebak. Dan itu, sangatlah berbahaya." Taiyang sendiri cukup ngeri ketika membayangkan hal tersebut, banyak hal yang harus Wei perhatikan untuk bisa melaksanakan satu buah siasat ini saja, butuh waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun persiapan untuk melakukannya, dan ketika semua itu berjalan sesuia keinginan mereka, Red Hawk Army milik Jenderal Hui yang kekuatannya hanya kalah dengan Great Sun Army milik Taiyang akan menerima nasib yang menyedihkan! Membuat satu pukulan telak pada Qin yang mengguncang seluruh tatanan militer Qin.


Kemudian, Lu Daofu memberikan opininya, "ini semua informasi yang sangat penting dan berharga, sayangnya kita tidak punya bukti untuk diberikan pada mereka. Tapi yang terpenting, kita sama sekali tidak punya alasan yang kuat untuk memberi tahu mereka. Jika kau mengatakan ini langsung pada mereka, besar kemungkinan mereka akan percaya menimbang reputasi dan prestisemu. Tapi sama saja, kedatanganmu nanti tidaklah beralasan, ditambah informasi besar yang sangat penting ini, para tua-tua itu pasti tidak akan percaya." Alasan dan bukti, dua hal tersebut mutlak diperlukan mereka saat ini, Taiyang memang bebas mengerahkan Great Sun Army untuk apa pun, namun tetap saja ada batasan yang dia miliki, otoritas tertinggi masihlah berada di tangan pusat. Misalnya saja: yurisdiksi Taiyang adalah Blazing Sun Fortress dan segala medan perang utara, kenapa dia harus repot mengerahkan pasukan terbaik untuk menginvestigasi medan perang barat? Dengan begitu, secara tidak langsung dia tidak memberikan Jenderal Hui wajah apa pun, dan menurut prinsip Qin, ini bisa dibilang penyelewengan kekuasaan. Juga, melaporkan hal ini sudah pasti membocorkan pergerakan Great Sun Army, biarpun pejabat-pejabat itu sudah mengetahuinya, publik dan sesama perwira tinggi militer lainnya tidak.


Mendengar ini, Taiyang menghela napas berat. "Ingin sekali aku menyangkalnya tapi begitulah kenyataannya. Tapi kesampingkan dulu hal itu sekarang, masih ada urusan mendesak yang harus dibahas dan diselesaikan."


Lu Daofu langsung menganggukkan kepalanya kuat; belum sempat ia berbicara sekali lagi Taiyang sudah berucap kembali. "Saat ini kita sudah cukup dekat dengan medan perang, dan pasukan belakang sudah jauh tertinggal. Entah mengapa, aku sama sekali tidak bisa berhenti mengkhawatirkan mereka."


"Yah, jarak kita sekitar dua ratus km lebih jadi masih butuh waktu bila ingin menemui mereka. Tapi tenang saja, dalam waktu empat hari lebih ini kurasa mereka sudah bergabung kembali. Tapi memang benar, mereka saat ini sangat rentan untuk diserang." Di Huanzhi merespon.


Kemudian, mereka membahas beberapa hal penting lagi, permasalahan tentang perjalanan dan kehati-hatian agar tidak terlihat menjadi topik utama diskusi kali ini, mereka tidak mau ambil resiko lagi untuk buang-buang waktu dan tenaga untuk membasmi mata-mata yang mungkin masih tersisa. Selebihnya, mereka gunakan untuk menebak siasat Wei kali ini terutama letak di mana hal tersebut akan/sudah disiapkan. Hal itu menyangkut nasib Jenderal Hui dan pasukannya, lebih jauh lagi mempengaruhi nasib Qin secara keseluruhan. Walau tidak mungkin menyebabkan kehancuran, itu masih mungkin untuk membuat bagian barat Qin jatuh ke dalam kekacauan. Inilah apa ancaman yang bahkan Zhuge Chansheng dan Qin Wuliang tidak bisa selesaikan dalam waktu singkat.


Mereka punya waktu satu jam sebelum ahli Master lanjutan terdepan datang menghampiri, dan tanpa sadar setengah dari waktu itu sudah dihabiskan. Dalam waktu setengah jam ini, waktu terasa singkat bagi ketiga monster tua itu, tetapi bagi Shin, itu sungguh waktu yang panjang dan membosankan. Dia tidak punya hak bicara sama sekali di sini, suaranya tidak ada bobotnya dan ya, dia hanya bisa menunggu dengan sabar sembari mendengarkan semua isi percakapan dengan seksama. Tetapi, dia punya sedikit keheranan dengan kejadian sebelumnya, jadinya ia memberanikan diri untuk menyela dan bertanya, "Enn... Jenderal Yang," panggilnya dengan lemah.


"Hm, ada urusan apa, Nak Shin?" balasnya menghentikan percakapan dan menoleh ke arah Shin.


"Begini, ada keheranan yang masih membuatku bingung sampai saat ini: untuk apa mata-mata itu tadi menembakkan suar ke udara?" Shin bertanya dengan polos, walaupun polos tetapi dia sudah memikirkan hal ini dengan serius sebelumnya.


Namun, dia tidak mengira bahwa pertanyaan polosnya ini membawa dampak yang begitu besar. Wajah Taiyang yang sebelumnya biasa saja dan santai seketika serius dan terlihat jelas bahwa dia sedang menahan emosinya untuk meluap-luap, sorot matanya menjadi tajam dan panas, itu melotot seolah melihat hantu yang mengerikan; tangannya terkepal kuat hingga suara ditimbulkan oleh aksi ini. Saat ini, ketika dia mendengar kata "suar", berbagai informasi dan insting yang ada dalam pikirannya bekerja dalam kecepatan tertinggi, banyak hal langsung dia pikirkan dan hubungkan satu per satu, menciptakan sebuah kesimpulan yang dia rasa tidak mungkin untuk salah.


Adapun Lu Daofu dan Di Huanzhi, mereka tidak mengerti dan merasa aneh dengan sikap Taiyang yang sangat serius, biasanya atasan mereka ini hanya bersikap seperti itu jika hal sangat genting dan mendesak terjadi.


"Taiyang, ada apa denganmu itu? Kenapa setelah Shin bertanya kau berubah sedemikian rupa?" tanya Lu Daofu.


"Tidak, kuharap semua ini adalah salah perhitungan. Tapi jika benar ini nyata terjadi... kita tidak punya banyak waktu lagi!"