
"Eh... apa maksudnya ini ?" Kejadian yang aneh dan terjadi terlalu cepat ini tentunya menyebabkan Ying Ai tidak mengerti.
"Kau akan jadi murid langsung dari permaisuri ini, hal ini adalah keberuntungan besar buatmu, ada jutaan murid berbakat yang ingin jadi murid permaisuri ini tapi aku memilihmu. Lebih baik kau menerima ini dan panggil aku master." Flame Empress telah menerima proposal dari Shen, tentunya Flame Empress tidak akan menerimanya begitu saja tetapi setelah menggunakan bujukan kontrol atas api yang sangat hebat dan kemungkinan besar mendapatkan divine flame membuatnya menerimanya, jika Sekte Nirvana memiliki dua divine flame tak diragukan lagi ini akan memuncaki eselon tertinggi di Benua Yuan Besar Selatan ini.
Dengan begini bakal ada dua faksi besar yang muncul di Sekte Nirvana atau terserah bagaimana Flame Empress mengaturnya, bisa saja dia menyembunyikan fakta divine flame kedua sebelum Ying Ai menjadi setara dengan murid disana. Memang belum pernah dicoba menggabungkan dua divine flame dalam satu tubuh dan konsekuensinya juga belum diketahui, setelah menimbang untung rugi dari menerima Ying Ai, dia memutuskan seperti itu.
Shen juga menunggu agar Shin sepenuhnya memasuki fase trans terlebih dulu, kalau tidak dia akan menolak sepenuhnya gagasan ini.
"Di kekaisaran ini kau hanya bisa mencapai tahap master rendahan walau berkultivasi seumur hidup, dengan bakatmu mungkin kau bisa mencapai grandmaster dengan susah payah, tapi jika kau ikut denganku, dalam satu tahun kau akan mencapai ketinggian seperti itu. Kau akan diberikan sumber daya terbaik yang aku bisa, kau punya akses terhadap harta dan pil aura tak terbatas yang kau inginkan. Tak ada alasan untuk menolak gagasan ini." Flame Empress bersikeras menerima Ying Ai sebagai muridnya, tapi sifat sayang dan terikat miliknya memang jadi penghalang dalam rencana ini.
"Kenapa kau ingin menerimaku sebagai muridmu ?" Ying Ai masih harus menggali beberapa info.
"Ying Ai, kau memiliki konstitusi tubuh yang disebut sebagai Absolute Flame God Body, itu akan memberimu afinitas tertinggi pada api dan memungkinkanmu menyerap beberapa divine flame sekaligus. Memang tubuh ini bisa dibilang langka, hanya satu dalam beberapa ribu tahun, awalnya juga aku tidak percaya tapi setelah melihat api milikmu tidak bisa membakar Shin dan pupil serta rambutmu yang sepenuhnya merah aku jadi yakin sepenuhnya, kelemahan dari tubuh ini adalah tidak bisa melukai orang yang dicintai olehmu tak peduli sekuat apa kau menyerangnya. Dulu sekali ada orang yang punya tubuh yang sama denganmu dan dengan afinitasnya dia menjadi pengguna api terkuat didunia. Dalam beberapa ribu tahun pemilik tubuh ini terus bermunculan tapi kebanyakan tidak menyadarinya dan akhirnya menjadi tersia-siakan. Dan aku beritahu padamu satu hal, masa depan dari Shin berada jauh diluar jangkauan kekaisaran ini, jika kau masih ingin berbicara setara dengannya nanti maka jadi muridnya adalah satu-satunya cara." Shen menjelaskan panjang lebar agar Ying Ai mau menerima ini, tujuan utama dari Shen tentu saja agar Shin tidak terikat dengan kekaisaran kecil ini terlalu lama.
"Aku memang hanya ingin terus berada disisinya, tapi saat mendengar bahwa dia akan pergi jauh dan tak bisa kugapai. Entah kenapa, aku merasa sangat kecil, aku tidak peduli soal Absolute Flame God Body atau apapun itu. Tapi yang pasti, tolong buat aku menjadi sangat kuat, sangat kuat hingga tidak perlu bergantung dan berlindung dibelakang punggungnya lagi, sangat kuat hingga aku bisa balas melindunginya, mengingat masa depannya yang terukur. Tolong jadikan aku, sangat kuat hingga.... berada di puncak dunia ini !!!" Dua orang bocah, satu laki-laki satu perempuan, bertemu secara tak terduga dan menjalin hubungan yang tak kalah tak terduga. Yang satu memiliki kewajiban dan tanggung jawab dari bloodline-nya untuk membasmi musuh terbesar umat manusia, sedangkan yang satunya memiliki takdir yang tak kalah hebatnya juga.
"Bagus, kau memang pantas menjadi muridku. Panggil aku master atau guru mulai sekarang." Kata Flame Empress.
Ying Ai yang setuju menjadi muridnya kemudian melakukan kowtow dan memberinya penghormatan.
"Murid memberi salam pada guru !"
"Bangun !" Kata Flame Empress.
Ying Ai berdiri dan mengucapkan sebuah permintaan, "Ini memang terdengar sedikit tidak pantas, tapi aku ingin waktu seminggu setelah kami kembali ke rumah." Ying Ai bahkan belum berpamitan dengan gurunya sendiri atau Shin, satu minggu ini terlihat sangat sebentar dibanding dengan waktu mereka berpisah.
"Baiklah." Flame Empress mengangguk mengizinkan hal ini. Ying Ai menjadi bahagia dan senang dengan hal ini. Setelah ini dia bertanya lebih banyak tentang gurunya.
"Guru, darimana kau berasal ?"
"Aku dari Sekte Nirvana, salah satu dari 10 sekte penguasa dan berada di urutan ketiga, ditambah denganmu didalamnya bukan tidak mungkin kami menjadi urutan pertama. Kesepuluh sekte ini berada di wilayah tengah hingga utara Benua Yuan Besar Selatan. Daerah selatan ini memiliki aura alam yang paling rendah jadi tidak cocok membangun sekte atau faksi besar disini. Detail didalamnya kau juga akan tahu nanti, yang pasti bahwa sekte milikku hanya sedikit lebih lemah daripada Sekte Burning Heaven ini !" Flame Empress menjelaskan.
Ying Ai terus bertanya soal keadaan dunia yang sesungguhnya, banyak informasi yang tidak diketahuinya masuk kedalam kepalanya, dia bahkan butuh beberapa menit untuk mencerna semua info ini.
Didalam purgatory ASLI.....
Shin sudah disambut dengan hangat saat memasuki purgatory ini, yang membuatnya semakin terkejut adalah tidak ada tempat aman atau dingin disini, semuanya hanya ada api, api, api, dan api. Dan api disini, langkah awal Shin, sebenarnya setara dengan lantai dua Paviliun Mental ! Memang tidak seberapa tapi menambahkan persentase tiga puluh persen dan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikannya sangatlah mengerikan.
"Ini memang jauh, jauh lebih sangat terlalu hebat paling mengerikan daripada Paviliun Mental." Lihat bagaimana dia menjelaskannya, Shin bahkan menambahkan enam kata untuk menegaskan kata "mengerikan" dalam kalimatnya.
Api disini memang Shin sudah terbiasa, tidak ada luka yang dialaminya selama satu tahun pertama disini. Setelah satu tahun menjalani perjalanan panjang Shin masih terlihat baik-baik saja, namun tubuhnya tidak.
Ssss
Suara desisan ini disebabkan oleh luka yang disembuhkan dan terluka dan disembuhkan dan terluka secara terus menerus tanpa henti. Setiap Shin menguatkan tekadnya maka tidak ada luka yang ada, namun saat dia memikirkan lelah dan cape luka mulai timbul di tubuhnya, tingkat pemulihan tubuhnya juga tidak terlalu cepat jadi jika kecepatan penyembuhan kalah jauh, tak diragukan lagi Shin akan mati disini.
Dua tahun.....
Tiga tahun.....
Lima tahun.....
Shin sudah sangat terbiasa sendirian di neraka ini jaid tidak perlu khawatir soal mental, ketika dia mulai menunjukkan tanda-tanda kalah oleh api dia juga bisa berhenti dan memulihkan diri lebih cepat, dengan cara seperti ini walau lebih lama dia sudah setengah jalan dari wilayah api merah. Perlahan tapi pasti dan biar lambat asal selamat adalah slogan Shin saat ini, meski panas disini melebihi lantai tiga tapi dia semakin terbiasa walau intensitasnya terus bertambah. Kesulitannya saat ini tidaklah terlalu hopeless dan mengerikan, lagipula ini hanyalah awalnya saja.
Sepuluh tahun....
Shin sudah berjalan selama sepuluh tahun dan berada disini selama dua belas tahun, sisa dua tahun dia habiskan untuk memulihkan diri. Dan sekarang dia sudah berada diujung wilayah api merah dan harus menghadapi hambatan pertamanya.
Shin sangat terlalu takut dengan hambatan pertama ini, bagaimana tidak, dia tidak bisa istirahat atau pulih dengan benar didalam lautan lava yang tampak seperti laut asli.
Byuur
Sraassh
Suara ini berasal dari ombak yang berasal dari lautan lava yang sebenarnya, ombak-ombak ini bergulung dan bergemuruh dengan keras, arusnya saja sudah cukup untuk menghanyutkan Shin.
Apalagi ujung dari lautan lava ini tidak pernah bisa Shin lihat dengan kepalanya sendiri dari sini, hanya hamparan lava merah sepanjang puluhan hingga ratusan km yang bisa dia lihat. Shin termenung sebentar dan langsung memutuskan untuk melaluinya secara langsung.
Ssss
Tubub Shin langsung meleleh dengan kecepatan yang gx ngotax, kulitnya melepuh dan mencair dan hanya menyisakan tulang putih bersih, kulit kemudian tumbuh kembali tapi kecepatan lelehan masih menang, Shin khawatir dengan keselamatannya sendiri dan memutuskan untuk diam di lautan yang baru mencapai bibir pantai.
Kecepatan Shin saat menjalani hambatan pertama yang asli ini hanyalah seratus meter per dua jam, padahal saat di lantai tiga dia hanya butuh beberapa menit untuk menempuh jarak yang sama. Intensitas api, ketebalan lava, ombak yang mengganggu dan luka yang membuka menambah rasa sakit yang sudah ratusan kali lipat lebih dari Paviliun Mental.
Terkadang dia tergulung ombak dan jatuh kedasar lautan, lava yang panas masuk kedalam tenggorokannya dan membakar semua organ dalam dan darahnya. Dalam kesakitan dan penderitaan Shin berulang kali naik ke permukaan laut, hanya untuk berenang sepuluh meter jauhnya.
Lima tahun sudah dihabiskan Shin hanya untuk melewati lautan lava ini, rasa sakit dan penderitaan ini telah menempa jiwanya, terbukti dia tampak lebih dewasa dan seakan tak terganggu dengan rasa sakit ini. Dia terus melanjutkan perjalanan ke wilayah api biru, panas yang ekstrim dan hal yang biasa terjadi lainnya terjadi juga disini.
Lima belas tahun hanya digunakan untuk mencapai akhir dari wilayah api biru, pegunungan yang pernah dilihatnya sekali telah masuk dalam pandangannya, tanpa penyemangat atau motivasi apapun Shin melangkah masuk kedalam sana.
Manfaat dari Paviliun Mental bisa kita lihat dengan jelas, walau Shin tidak berkata apa-apa lagi tapi tekad dan semangatnya tak pernah padam, panas hanya butuh waktu untuk terbiasa tapi tekad tidak bisa dibiasakan, ini adalah tujuan awal dari pembangunan Paviliun Mental di dalam Devouring Dragon Vessel. Alasan tempat itu dibuat disana juga agar ini tidak diketahui para iblis, jika ahli yang sedang latihan ditemukan maka mereka hanya akan mati sia-sia. Item yang mempunyai dunia independen didalamnya memang cocok untuk itu.
Semua disini hanyalah tantangan yang ditingkatkan intensitasnya, tak terlalu sulit bagi Shin untuk menyelesaikannya. Tak terlalu sulit disini tentunya dalam artian lain, Shin masih butuh waktu beberapa tahun penuh untuk menyelesaikan hambatan kedua ini.
Shin masih butuh waktu lima tahun hanya untuk melewati pegunungan pertama, sekarang dia sudah berada di pegunungan kedua yang merupakan labirin. Ada sepuluh jalan masuk dan Shin hanya asal memasuki salah satu ini.
Waktu Shin berkurang banyak karena dia tidak perlu lagi menghapal jalan untuk yang kedua kalinya, dengan begini dia bisa sampai lebih cepat lagi.
Karena dia hanya perlu menyelesaikan ini sekali Shin menggunakan cara keliru yang pernah dicobanya dulu, dia berlari masuk dan hanya merangsek maju.
Tiga belas tahun.....
Waktu Shin melonjak banyak karena salah satu kemungkinan terburuknya dulu terjadi disini, pegunungan disini bisa bergerak dan memunculkan jalan baru. Waktu Shin terbuang banyak karena jalan benar yang selalu dihalangi oleh pergerakan gunung ini, terpaksa dia harus mencari jalan lain atau bahkan jalan memutar untuk bisa berjalan lebih jauh.
Shin keluar dari pegunungan dan api ungu sudah menunggu dirinya, Shin tidak peduli lagi soal api atau apapun itu, semua hal disini sudah tidak memiliki kualifikasi untuk membuatnya menyerah.
Tidak ada suara desisan saat dia berjalan karena api ini tidak lagi melukainya lebih jauh, semakin lama Shin disini kepribadiannya, mentalnya, dan terutama jiwanya telah ditempa dengan tekanan terbesar yang menyebabkannya menjadi sangat kuat. Berlian hanya akan tercipta dibawah tekanan, seperti inilah mungkin perumpamaan yang tepat untuk purgatory.
Dua belas tahun....
Durasinya berkurang dan ini tentu saja adalah hal yang bagus, hanya jurang dalam yang memisahkannya menuju kemenangan. Shin meluncur kebawah dan ternyata butuh dua hari jatuh untuk bisa sampai, api hitam juga terus membara dan menyerang mentalnya tapi Shin sudah kebal dengannya, kini Shin hanya tinggal memanjat perlahan-lahan.
Tak perlu butuh waktu lama untuk menuju puncaknya, hanya dua tahun pemanjatan tapi Shin harus mengulanginya sebanyak empat kali. Tanah yang menuju kemenangan menjorok kedepan dan menjadi sisi miring segitiga. Shin harus terjatuh beberapa kali dan harus mengulanginya lagi dari awal.
Semua tujuh puluh tahun Shin dalam kesepian dan penderitaan hanyalah untuk sembilan langkah yang singkat, jika dia hanya mampu berjalan lima langkah disini Shin dengan berat hati akan mengajukan diri untuk menyerah, fondasi miliknya haruslah kokoh dan kuat, kelemahan dan kerapuhan apapun tidak akan dia izinkan meski ini berarti mengorbankan divine flame.
Dan begitulah, kini dia sudah berada di langkah penentuan dalam perjalanan panjangnya didalam purgatory, kerja keras ratusan tahunnya didalam Paviliun Mental tidak akan dia biarkan sia-sia begitu saja.
Langkah pertama...
Tekanan yang hebat langsung menghantam tubuhnya tapi ini masih dalam rentang yang dia masih bisa tahan.
Langkah kedua...
Langkah ketiga.....
Langkah keempat....
Langkah kelima....
Semua ini jelas hanyalah pembuka yang tidak berarti, tujuan utama Shin berada di empat langkah berikutnya, bahkan lebih jauh lagi.
Langkah Shin mulai terasa berat saat ini, dia harus menguatkan seluruh kakinya hanya untuk membuat satu langkah kecil.
Langkah keenam....
Tekanan ini menjadi lebih kuat lagi, tubuh Shin tidak bisa tetap tegak dan sedikit membungkuk karenanya, lututnya juga sedikit tertekuk dan bergetar. Shin memegang kaki kanannya guna menguatkan kakinya membantu melangkah.
Langkah ketujuh....
Shin sudah mencapai batasnya saat di Paviliun Mental dulu dan dia sepertinya sudah sangat kewalahan dan kesusahan, wajahnya berkeringat deras namun dia masih menolak untuk berlutut, dengan sangat kesusahan Shin hanya bisa menyeimbangkan tubuhnya.
"OOOHHH!!!" Shin berteriak guna menyemangati dirinya sendiri dan untungnya dia berhasil.
Langkah kedelapan.....
Kini dia sudah setara dengan Martial Saint dan Monarch of Aura kedua ! Sosok yang hanya bisa dibayangkan kehebatannya ternyata setara dengannya. Dan kini dia hanya selangkah lebih jauh dari Tian Chen, Monarch of Aura pertama sekaligus tujuan dan cahaya penerang motivasinya.
Dan tentu saja bukan tanpa alasan hanya dia yang berhasil mencapai langkah kesembilan, tanpa ada keraguan lagi Shin langsung terkapar ke tanah tanpa bisa melawan atau bertahan barang sedetik. Sekuat apapun Shin berjuang atau berusaha tubuhnya masih tidak mau bergerak.
Shin yang memiliki ambisi dan tujuan yang terlampau tinggi tentunya tidak terima hasil kurang dari orang lain ini, dia menggunakan ambisinya dan tujuannya sebagai bahan bakar berjalan satu langkah yang sangat jauh.
"HOOOOOAAAAAHHH"
Walau dengan tekad dan ambisinya, ditambah dengan teriakan penyemangat miliknya dia hanya bisa mengambil posisi berlutut dengan kedua lutut masih ditempelkan ditanah. Sekarang dia tahu bahwa kesulitan ini memang tidak bisa dilewati oleh orang biasa.
Tubuhnya serasa akan remuk dan hancur kapan saja dia melupakan tujuan dan motivasinya, Shin tetap dalam posisi ini selama beberapa saat sebelum dia memikirkan alasan yang lain. Orang tua, Feng Li, Shen, Zhu Long, dan terutama Ying Ai, dia tidak bisa membiarkan orang-orang ini kecewa atas kinerjanya disini.
Juga dia sudah berjanji pada Ying Ai kalau dia akan berhasil dalam standar Shin tentunya, tak mungkin Shin berani untuk mengecewakannya. Orang tua yang memberinya teknik dan beberapa benda lainnya juga berharap kalau Shin akan bisa melakukan yang terbaik disini. Shen yang selalu mengatur dan memerintahkannya namun selalu memberinya pengetahuan, Zhu Long yang selalu melindungi dan menyayanginya. Feng Li yang memberinya jalan dan menuntunnya ke gerbang dalam masa depan yang tidak terduga dan pamannya yang merupakan orang yang bisa disebut keluarga bagi Shin untuk pertama kalinya.
Mereka semua bisa dibilang sebagai orang terpenting dalam kehidupan Shin saat ini, dan masing-masing dari mereka membawa harapannya sendiri pada Shin dikemudian hari. Meski berbeda-beda tapi semuanya memiliki satu kesamaan, mereka hanya ingin Shin terus hidup.
Shin meminjam tenaga dari semua orang dan semua ambisinya untuk melangkah kesembilan kalinya, "HOOOOAAAAAAHHH!!!" Shin bangkit dengan semua tenaga yang dimilikinya dan mencoba melangkah dengan cepat, jika dia jatuh lagi dia tidak akan bisa bangkit.
Kakinya bagai diderpa gunung lima belas juta ton, pundaknya seolah membawa lautan beserta isinya, dan hatinya serasa membawa seluruh dunia bersamanya. Tekanan mahadasyat menerpa Shin yang mencoba maju selangkah, hanya satu langkah. Tapi kesulitannya sama dengan melangkah ke surga kesembilan.
Shin berhasil berdiri tegak dan mulai mengangkat kaki kanannya, rasa untuk mendorong kakinya kembali ini menyebabkan rasa sakit ekstrim. Kakinya mendapat perlawanan keras dan mulai terdorong kembali.
"Ini tidak bisa..... AKU BIARKAN !!" Shin meraung marah dan mengangkat kakinya kembali, agar tidak ditekan kembali Shin langsung melangkahkan kakinya !!
Shin yang sudah berpikir tentang kemenangan harus menelan pil pahit, sebenarnya ada kekuatan tolakan disana !! Kaki Shin tidak bisa didorong lebih jauh seolah ada tembok besi diantara mereka.
"HANCURKAN !!!!" Shin terus mencoba menekan kakinya lebih kuat lagi, namun ini hanya membuatnya mendekat lima cm, sedangkan masih ada sisa sepuluh cm lagi.
"Kau....mempermainkanku...sungguh.......lelucon !!!" Shin sudah tidak kuasa menahan tekanan di tubuhnya sambil menekan kan kakinya kebawah, ini bagai ditekan dan dilumat dari atas dan bawah sekaligus.
"Aku bisa kalah.... dan gagal..... TAPI BUKAN DISINI !!" Shin memeras setiap inci kekuatan dari jiwanya. Semua alasan, tekad, ambisi, tujuan, dendam, marah, dan semua emosi lainnya ia gunakan sebagai bahan bakar bertenaga super guna mengisi kembali kekuatan yang telah terkuras habis. Shin tidak peduli lagi soal tubuh dan keselamatannya, dia mengalirkan seluruh kekuatannya kedalam kaki kanannya, sekarang semua ini adalah tarung daya tahan, apakah tubuhnya hancur lebih dulu atau penghalang ini yang ditembus lebih dulu.
Tubuh Shin mulai penyok dibawah tekanan gila dan darahnya seakan tidak bisa mengalir lagi, dilain tempat yaitu kakinya, ini masih dipenuhi tenaga hebat yang merupakan semua tenaga yang digunakan sebagai pertahanan. Shin semakin menekan kakinya kebawah dan usahanya berhasil, lama kelamaan kakinya merembes melalui penghalang.
Step !
Shin berhasil melangkah untuk yang kesembilan kalinya !!! Ini berarti dia adalah orang kedua yang berhasil melakukannya didunia ini, kini dia harus berbangga diri karena melebihi Tian Chen dalam hal ini. Bocah sebelas tahun memasuki purgatory dan berhasil adalah informasi yang mengguncang dunia, tapi bocah sebelas tahun yang berhasil melangkah sembilan kali di Nine Step Into Purgatory adalah informasi yang menghancurkan seisi alam !!! Bahkan pejuang lainnya akan sangat wajar untuk berpikir kalau ini adalah kebohongan yang dilebih-lebihkan. Kami pejuang terhebat juga tidak bisa apalagi bocah ? Sebuah mindset yang sangat wajar.
Ini bukan berarti kalau tekad dan ambisi Shin melebihi para pejuang dan ahli yang berperang melawan iblis, dari tujuan juga sebenarnya Shin sudah kalah jauh, yang menjadi faktor terpenting keberhasilannya adalah umurnya dan tingkat kultivasinya yang masih sangat lemah. Jika Shin datang pada umur 20 dan kultivasi setara dengan ahli master puncak, dengan ambisi dan tekadnya sendiri dia hanya bisa berjalan enam hingga tujuh langkah. Tekanan akan semakin bertambah seiring dengan peningkatan kekuatan dan juga seiring dengan bertambahnya umur. Bocah memang sangat terlalu tidak mungkin menyelesaikan purgatory karena kesulitannya tidak akan dikurangi sedikitpun. Tapi karena tempat ini menguji tekad dan ambisi, menurut standar bocah 11 tahun itu setara dengan Tian Chen dalam umur 20-an. Jadi Shin sudah melebihi Tian Chen dalam hal ini.
Tekanan langsung menghilang seketika dan Shin menghela napas lega, "Huuh... aku sudah selangkah lebih dekat menuju tujuanku !" Shin terbaring di tanah tak berdaya dan menatap langit hitam, dia mengangkat tangannya ke atas dan mengepalkannya kuat.
Segera, Shin dipindahkan ke ruang yang putih sepenuhnya tanpa noda, bahkan pijakan Shin berwarna putih bersih dan semuanya tampak sama, Shin tidak mengerti dan jelas ketakutan dengan ini. 'Apakah ini tes lainnya ?' Pikir Shin.
Shin tidak bisa membantu dan hanya melihat-lihat saja, kemudian aliran cahaya merah yang sangat pekat muncul dari segala arah dan mulai masuk kedalam tubuh Shin, dia tak mengerti tapi berpikir bahwa ini hanyalah proses akhir.
Rasa panas kuat memasuki tubuhnya dan dia hanya bersikap biasa dan lebih memperhatikan efeknya. Tiap kali aliran cahaya merah ini mengalir masuk itu bisa dengan sempurna menyatu dan menjadi auranya sendiri tanpa sedikitpun lubang atau ruang kosong, semuanya penuh dan padat dan fondasinya tidak menjadi rapuh malah jadi lebih kokoh.
Shin juga bisa merasakan kalau tubuh fisiknya terus diperkuat dan diperkeras setiap kali cahaya merah memasuki tubuhnya. Biasanya hanya kulit dan tulang yang diperkuat dan organ dalam selalu jadi titik vital, tapi dengan cahaya merah ini organ dalam juga diperkuat ! Hanya kekuatan fisik luarnya saja sudah setara dengan gurunya, jika ditambahkan dengan organ dalamnya, fisiknya adalah yang terkuat diantara Azure Sky Empire dan Tiga Evil Region.
Mentalnya juga tak lupa diperkuat, dengan kekuatan mentalnya saat ini mengendalikan Arhat Staff bisa dia lakukan tanpa batas, efektifitas dan durasi dari Battle Nirvana juga melonjak tajam, dia bahkan bisa melakukan skipping tingkat hingga setara dengan ahli master jika mengaktifkannya !
Hasil paling utama, tubuh jiwa. Shin awalnya tidak tahu dan tidak bisa merasakan apa itu jiwa atau dimana letaknya, kini dia bisa merasakan sebuah benda yang berada didalam tubuhnya dan selalu berpindah-pindah dan tidak bisa disentuh, kadang dia merasakan jiwa berada diseluruh tubuhnya. Semua aliran cahaya merah mengarah ke jiwa ini dan membuatnya berkembang dan lebih kuat, jiwa yang dialiri tenaga besar makin lapar dengan kekuatan ini seolah sebuah lubang hitam tanpa batas. Walau tidak bisa menggunakan kekuatan jiwa tapi Shin bisa merasakan kekuatan yang terkandung didalamnya, dan itu diluar jangkauannya. Shin tidak mengerti kegunaan jiwa saat ini dan hanya mengikuti alurnya.
Diluar tubuh Shin yang berada didalam divine flame mengeluarkan fluktuasi aura yang kuat dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti bahkan setelah satu jam.
"Dia berhasil, dan itu harus lebih dari tujuh langkah." Shen mengeluarkan perkiraan awal.
"Hmph! Itu lebih dari delapan langkah !" Zhu Long melebih-lebihkan hasil Shin.
"Itu bagus, sangat mungkin bahwa dia akan naik tiga tingkat sekaligus, menjadi ahli duniawi akhir dalam umur sebelas tahun !! Ini pasti akan menimbulkan kegemparan tak terduga di kekaisaran walau ini biasa didunia luar." Kata Shen.
Setelah beberapa saat singkat, mata Shin terbuka dan pilar aura satu kilometer terbentuk dengan kuat, aurasea miliknya diperluas beberapa kali dan langsung dipenuhi tanpa sedikit kekosongan. Tingkat kekuatan ini sama sekali tidak kalah dengan senior Zhang Feng yang ditemui Shin dahulu.
Ahli duniawi akhir !!