
Setelah pertengkaran kecil karena klaim plagiat nama ini mereda, Shin berencana keluar dari dunia ini.
"Keluarkan aku dari sini, Shen." Shin masih sedikit tidak terima menyebut nama "Shen" ini.
"Apa kau yakin? Karena aku sudah rusak, aku hanya bisa membuka dunia ini lima tahun sekali. Lebih baik kau latih teknik tongkatmu disini. Mumpung kau masih punya banyak waktu."
Kesempatan yang hanya datang lima tahun sekali ini memang tidak boleh disia-siakan. Tidak perlu ada pemikiran yang rumit untuk bisa menentukan langkah selanjutnya, Shin langsung setuju untuk berlatih tongkat didalam sini. Dua setengah tahun disini hanya lima belas hari di dunia luar jadi dua bulan lebih di sini hanya satu hari di dunia luar. Jumlah pengalaman Shin akan berlipat ganda jika terus latihan di sini, bahkan mengalahkan Feng Li setelah keluar dari sini bukanlah tidak mungkin. Tentu saja kita hanya bicara soal teknik tongkat, dalam hal lainnya kurang perlu dikatakan lagi.
Shin berencana berlatih dua setengah tahun disini yang berarti tepat dua bulan. Dalam dua tahun ini dia banyak diajari oleh Shen tentang tongkat, bisa diajari oleh Grand Sage pertama juga merupakan kebanggaan terbesar. Tapi Shin tidak berpikir semacam itu, Shen ini bahkan lebih kejam dan sadis daripada Feng Li, lama kelamaan dia sudah merindukan gurunya itu. Shin mulai mengakui Shen sebagai saudara besarnya, jika dia mampu dia akan menemukan empat Great Sage Staff dan memperbaiki senjata miliknya yang sudah rusak.
Dua setengah tahun sudah berlalu dan latihan Shin sudah berakhir, bersamaan dengan berakhirnya masa-masa yang penuh derita dan kesulitan, Shin menghela napas lega penuh kemenangan, hasil dari latihan ini dia sudah rasakan sendiri. Dan kini, sudah saatnya dia kembali ke dunia nyata. Tapi sebelum hal itu, Shin ingin mengetahui beberapa hal terlebih dulu.
"Terima kasih untuk pengajarannya selama dua tahun ini, tanpa dirimu mungkin butuh waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai tingkat ini. Kalau bisa, aku ingin membalas budi dengan membantumu. Shen, apa yang dibutuhkan untuk memperbaikmu?"
"Itu terlalu susah, kau harus mencari sebuah Divine Item untuk itu." Bahkan jika itu adalah item paling langka didunia Shin akan berusaha mencarinya. Jasa besar Shen kali ini tidak sepadan dengan Divine Item di mata Shin.
"Item apa yang kau maksud?"
"Great Void Space Ring! Cincin penyimpanan dengan ruang sebesar alam semesta didalamnya, itu juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki item apapun yang beraa didalamnya hingga dijuluki sebagai Refinement Ring. Jangan terlalu berharap bisa menemukannya, bisa bertemu denganku di tempat kecil terpencil ini saja sudah merupakan sebuah keberuntungan surgawi. Tak perlu terburu-buru mencarinya. Bahkan jika dalam seumur hidupmu kau tidak menemukannya, aku masih tidak akan mempermasalahkannya." Kesulitan dan kelangkaan item ini Shen sudah sangat jelas tentangnya, sebuah Divine Item yang didambakan milyaran nyawa makhluk hidup di dunia ini haruslah sangat hebat dan tentu saja, bukan hal mudah menemukannya.
"Tenang saja, aku pasti akan menemukannya apapun yang tetjadi. Baiklah, kalau begitu keluarkan aku sekarang."
Shen tersenyum samar mendengar kalimat Shin yang seperti ini, dia tidak salah memilih penerus untuk Grand Sage yang ketiga. Dengan lambaian lengan bajunya Shin langsung menghilang dari dunia ini, dunia yang sedikit hidup sudah mati lagi sekarang.
Di rumah, ruang kultivasi.
"Sigh... dia belum bangun juga sektarang." Ying Ai yang baru akan keluar dari ruangan dan hendak membawa makanan. Tubuh Shin masih perlu asupan makanan. Ying Ai membawa makanan kedalam dan menyuapi Shin yang diam. Saat dia akan memberi suap pertama sebuah gerakan terlihat di tubuh Shin. Mata yang dua bulan menutup ini terbuka sekarang! Ying Ai menyimpan makanannya dan mendekati Shin.
"Shin!" Suaranya yang ceria dan hangat membuat Shin sedikit terkejut juga, dia yang sudah lima tahun berada didalam sana pasti sudah sangat merindukan suara ini, suara yang asli dan nyata sempat menyebabkan Shin tidak percaya, dia takut bahwa ini hanyalah halusinasi lainnya. Tapi suara ini membuatnya tidak bisa tidak percaya terhadapnya.
Bagi Ying Ai mungkin hanya dua bulan namun bagi Shin sudah lima tahun. Kerinduannya telah berada dititik puncak hingga ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Melihat sosok yang sangat dirindukan berada didepannya, Shin tidak kuasa menahan kebahagiannya. Kedua tangan ia rentangkan kedepan dan punggung ramping telah berada dalam jangkauannya, dia menarik tangannya tanpa sadar.
"Ying'er.. ini asli kan?" Shin masih memverifikasi sosok dalam pelukannya ini.
Ying Ai sedikit tersentak namun dengan cepat mengerti, penjelasan ujian dari Feng Li telah memberinya pengetahuan tentang apa yang telah dialami Shin, dua bulannya tidak bertemu tidak akan bisa dibandingkan dengan Shin didalam sana.
"Ini aku, Ying'er mu ada disini sekarang." Kerinduannya ada pada tingkat yang hampir sama dengan Shin, dia memeluk Shin dan melepaskan semua kerinduannya.
Meski kondisi mentalnya telah menjadi dewasa dari anak seumurannya, dia masih tidak bisa menahan tangisnya. "Lima tahun... lima tahun aku tidak bertemu denganmu...." Meski Ying Ai sudah mengetahui waktu lima tahun ini tapi dia masih saja terkejut karenanya, tak terhitung siksaan yang dia alami didalam sana. Sepuluh menit sudah keduanya seperti itu dan tak berniat melepaskannya, mereka takut jika mereka tidak akan bersama lagi jika terpisah lagi. Lima menit kemudian mereka berdua akhirnya melepaskan tangan mereka.
Shin yang baru bangun merasakan lapar setelah tidak makan selama dua bulan, itu adalah pemikirannya dan kenyataannya adalah dia tidak makan seharian. Tapi rasa laparnya masih tetap sama.
"Aku tidak makan selama dua bulan, apa kau tahu aku bangun sekarang?" Shin melihat makanan yang dibawa Ying Ai tadi.
"Dua bulan apanya, kau hanya tidak makan seharian." Ying Ai membawa makanan tadi dan memberi Shin sebuah suapan.
Shin tidak ingin mengganggu momen ini dan membiarkannya seperti ini saja. Momen yang tidak dia rasakan selama lima tahun menjadi sangat berharga saat ini, setelah bersusah payah ini merupakan hadiah yang layak untuknya. Shin yang bangga dan sombong menjadi penurut jika sudah berada didepan Ying Ai, hubungan antara gadis kecil dan bocah kecil ini sudah sangat aneh. Pertemuan mereka diawali dengan konflik dan pertarungan dan tanpa sadar keduanya sudah menjadi dekat tak terpisahkan.
Setelah beberapa saat makanan di mangkok sudah terlahap habis, Shin memiliki sesuatu yang penting untuk dilakukan. Membuat kontrak dengan Shen.
"Ying'er, mundurlah sedikit, ada yang harus kulakukan saat ini." Shin tidak lupa perintah dari Shen untuk membuat kontrak dengannya, manfaat dari ini pasti sangat besar untuk perkembangan Shin nantinya.
Clak!
Darah menetes dan cahaya keemasan memenuhi ruangan ini, dengan banyak simbol-simbol kuno berterbangan mengisi seluruh ruang. Buku yang usang ini memancarkan aura kuno yang pekat, Ying Ai didekatnya terkejut tapi tidak bertanya lebih lanjut, takut mengganggu prosesnya.
Proses membentuk kontrak harus disetujui kedua belah pihak, untuk menundukkan item kuno seperti ini biasanya dibutuhkan waktu yang lama. Potensi penuh dari item bisa dikeluarkan setelah menjadi pemilik sejati, Great Sage Staff bisa digunakan oleh Shin tapi kekuatannya hanya sebatas tongkat biasa. Sebagian kecil Divine Item atau item kuno lainnya memiliki ujian untuk bisa memilikinya agar tidak mendarat di tangan yang salah. Karena Shin sudah mendapat pengakuan dan ujian dari buku ini proses pembuatan kontrak hanya makan waktu sebentar.
Setelah proses berakhir Shin mengetahui informasi tentang item ini, dia juga merasakan sebuah hubungan kuat yang terjalin dengannya.
"Jadi item ini bernama Grand Sage Record of The World, pada zaman primordial atau zaman kuno ini telah memurnikan jutaan iblis dan jutaan kilometer wilayah yang tercemar sampai akhirnya rusak karena terlalu banyak digunakan. Kemunculannya selalu disertai dengan munculnya Klan Sage didunia ini. Shen, aku tak menyangka kau begitu kuat dahulu." Setelah menjalin kontrak, Shen bisa keluar dari buku dan memberi pengetahuannya pada Shin, tentu saja dia hanya bisa dilihat oleh pemiliknya.
Shen sudah membuat kontrak dan keluar dari buku. "Heh, bagaimana rasanya memiliki item impian setiap manusia didunia ini?" Shen menggoda Shin dengan kelangkaannya.
"Biasa saja, apalagi kau sudah rusak sekarang. Bisa dibilang kau hanyalah sebuah buku rusak lima tahun kedepan!" Jawab Shin dengan telak.
"Kau sudah tahu kenapa aku rusak kan! Aku sudah memurnikan jutaan iblis dan jutaan kilometer wilayah yang tercemar Aura Iblis. Jasaku ini bahkan tidak sebanding dengan hidupmu."
"Ya ya ya.. kau adalah item terhebat yang pernah ada... yang 'pernah' ada." Shin dua kali menyebut kata "pernah" yang berarti dia sudah tidak ada lagi.
Shen, "$ & ₩ $ # !"
Meski umur mereka terpaut jutaan tahun tapi Shin menganggapnya sebagai saudara atau teman dekatnya, keduanya hampir tiap hari bertengkar saat didunia buku dan tampaknya mereka telah lupa sesuatu.
"Kau bicara dengan siapa Shin?" Ying Ai tidak bisa melihat Shen karena bukan pemiliknya, eh.
"S-siapa dia Shin!? Kenapa dia tiba-tiba muncul didekatmu?" Seperti melihat hantu atau memang hantu asli berada didepannya. Shen muncul didepan Ying Ai. Shin juga terkejut karena Ying Ai bisa melihat Shen.
"Shen, jelaskan ini!" Sebagai pemiliknya, Shin bisa mengirim transmisi suara pada Shen begitu juga sebaliknya. Kemampuan ini dia ketahui saat latihannya dulu.
"Santuy... aku masih tetap kontrak denganmu."
Shin menghela napas lega, dia tidak ingin bebek panggangnya terbang begitu saja. Pada dasarnya, hanya Shin seorang yang bisa melihat sosok Shen, apabila benar Ying Ai juga bisa melihatnya, hanya ada dua kemungkinan tersisa. Yang pertama adalah semua orang bisa melihatnya, yang mana artinya Shen berbohong dan ini jelas tidak mungkin. Yang kedua adalah Shen bisa mengatur keberadaan sosoknya sendiri, dan ini adalah penjelasan yang paling logis dan masuk akal.
"Nona Muda atau Nyonya Besar harus kubilang."
"Apa maksudmu nyonya besar!" Shin mengirim transmisi dengan marah. Hubungan antara keduanya masihlah sebagai teman tapi mesra, belum naik ke jenjang yang lebih tinggi.
"Ahem.... Aku adalah roh dari buku yang dipegangnya itu, namaku adalah Shen!" Saat dia mengatakan namaniya dia terlihat sangat bangga, namun reaksi Ying Ai melebihi harapannya.
"Pfft... Shen hahahaha.... apa kau itu keluarga dari Shin!" Ying Ai tidak bisa menahan tawa saat mendengar nama yang hampir sama ini.
"Nona Muda, aku sudah melakukan kontrak dengan dia, biasanya aku tidak akan terlihat oleh orang lain, hanya saat aku mau aku bisa terlihat. Jadi jangan kaget kalau sibodoh ini bicara sendiri." Shen tidak bisa mengungkit masalah pencemaran nama baik tadi karena identitas Ying Ai sebagai nyonya besar.
"Apa Shin berhasil melalui ujian darimu!?"
"Ya, dia melakukannya dengan luar biasa. Kalau begitu, selamat tinggal, semoga ada kesempatan lain kita bertemu lagi, Nyonya Besar." Shen menghilang dari ruangan, wajah Ying Ai menjadi merah saat dipanggil nyonya besar olehnya. Shin hanya bisa tersenyum menanggapi Ying Ai yang seperti ini.
"Ying'er, kita harus memberitahu guru tentang ini." Ying Ai terlalu malu untuk menjawab apalagi menatap matanya, panggilan nyonya besar memiliki dampak besar baginya.