Lone Hero

Lone Hero
Scarlet Land Forest



Shen tidak menyangka jika Shin ternyata serakah dalam hal kultivasi namun keserakahan ini memang hal yang bagus dan dia juga sudah perkirakan sebelumnya. Hanya saja, dia jadi khawatir tentang perkembangan Shin ke depannya, pasalnya memilih untuk mempelajari dua keahlian sekaligus jauh lebih sulit daripada menguasai pedang ganda.


"Kau tidak mengecewakanku Shin, tapi harusnya kau menyadari kalau kau memutuskan untuk melalui jalan ini, itu akan jauh lebih sulit dan melelahkan lagi. Seni tongkat sangat mendalam dan sulit untuk dipelajari, butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk bisa menyempurnakannya. Seni bela diri sangat misterius dan menyakitkan, tidak menutup kemungkinan kau akan mengambil teknik pemurnian tubuh lain karena Purgatory ini utamanya adalah untuk mengolah tubuh jiwa walaupun memang tubuh fisik juga ditingkatkan. Jika kau berhasil kau akan mendapatkan manfaat besar; jika kau tidak sanggup dan menyerah di tengah jalan, pada akhirnya kau masih harus merelakan salah satunya. Jadi seawal mungkin kau harus paham tentang apa yang akan kau hadapi nantinya." Shen adalah orang yang paling perhatian tentang pertumbuhan kekuatan Shin, jika memang dia tidak sanggup, lebih baik memilih satu dari awal daripada terhambat kemajuannya.


"Ya, aku masih tetap memilih keduanya. Aku tidak bisa melepaskan salah satu dari teknik ini." Shin dalam hatinya punya keyakinan yang kuat bisa berhasil karena dua alasan: pertama karena dia adalah murid Feng Li, martial artist terbaik di kawasan ini, Shen bahkan pernah mengatakan padanya kalau tekniknya adalah tingkat tinggi. Kedua tentu saja karena dia punya Shen, pengguna tongkat terbaik sepanjang sejarah. Di bawah bimbingan dua orang hebat ini, Shin tidak perlu khawatir.


"Kau memilih ini jadi kuharap kau bisa berhasil dalam keduanya. Sekarang kita akan keluar dari sini, Volcano Essence tidak akan menunggumu untuk terbentuk. Zhu'er, keluarkan kami." Meski Shin adalah pemiliki dari item ini namun dia hanya bisa mengendalikan sedikit dari kemampuannya, kekuatannya sendiri masih lemah dan dia belum mendapatkan pengakuan dari Zhu Long. Saat ini Shin hanya bisa masuk ke sini dari hutan yang sama dan keluar dari sana juga. Tak seperti Zhu Long yang bisa masuk dan keluar dengan bebas dari sini.


Zhu Long melambaikan tangannya dan tubuh mental Shin segera terlempar keluar, dia masih punya hal yang ingin dibicarakan. "Shen, kali kedua kita bertemu, apa kau yakin dia akan melaluinya?"


"Jangan pernah remehkan mata sang Grand Sage ini!" Shen masih sangat percaya diri.


"Mata Grand Sage masihlah mata manusia biasa," balas Zhu Long seraya melambaikan tangannya; membentuk sebuah portal yang langsung Shen masuki.


Shin masuk kembali ke tubuhnya yang sedang meditasi, saat dia masuk kembali dalam tubuh utamanya, perasaan aneh yang berasal dari peningkatan kekuatan mental mulai dirasakannya. Seolah beberapa kabut yang menghalangi pengetahuannya mulai hilang membuatnya bisa menjamah hal lainnya, dia kini bisa "melihat" lebih dalam lagi.


Shin menikmati perasaan ini cukup lama sebelum akhirnya mengeluarkan Arhat Staff dan mencoba teknik barunya, Dengan pikirannya, secara ajaib Arhat Staff melayang di depannya dan Shin bisa mengendalikannya secara sempurna. Dengan kehendaknya tongkat di depannya bisa berputar dan melayang-layang ke mana pun yang dia mau, jangkauan tongkat nya juga sangat luas, bisa sampai berkilometer jauhnya. Kecepatan dari tongkat yang cepat bisa menjadi serangan yang kuat, dengan ini di tangannya ahli Surgawi juga tidak akan bisa membunuhnya. Memang sangat berguna memiliki sebuah benda terbang yang bisa dikendalikan sedemikian rupa, hanya saja ini sangatlah terbatas dan tidak ada kemampuan kuat lainnya, ternyata ucapan Shen benar, ini adalah yang paling berhuna bukan yang paling kuat.


Kedua pemahaman Shin yang sebelumnya bersebrangan sudah disesuaikan dan dilebur menjadi satu. Martial art yang berkata bahwa tubuh adalah senjata asli dan senjata lainnya hanyalah alat dan Sage yang menganggap alat sebagai tubuh, terlihat sangat membingungkan namun Shin sudah mencapai kesimpulan. "Jadikan alat ini sebagai tubuhmu sendiri". Dengan begini dua ilmu yang sudah dikuasainya bisa tetap ada dan seimbang dalam satu tubuh, dia bisa jadi martial artist sekaligus menjadi Sage. Tongkatnya bertarung sendiri dari jauh dan dia menggunakan bela diri dengan lawannya dari dekat. Jika kau melawannya itu sama seperti melawan dua musuh sekaligus! Tanpa Floating Staff Control, hal ini tidaklah mungkin.


"Shen, apa aku bisa terbang dengan menaiki ini?" Shin sangat tertarik dengan gagasan ini.


"Nanti juga kau bisa terbang dengan Aura sendiri, namun dengan ini kau akan terbang dengan kekuatan mental. Jadi meskipun kau bisa terbang nantinya, tidak ada salahnya menggunakan hal ini."


Shin mengangguk puas dengan senyuman lebar, dia menuruti nafsu terbangnya dan mulai menaiki benda di depannya dengan hati-hati, dia tidak duduk namun berdiri di atasnya. Tongkat ini sudah menjadi bagian dari tubuhnya sendiri jadi Shin bisa mengendalikan keseimbangan dengan mudah dan tidak akan jatuh darinya. Atap penginapan tidak terlalu tinggi jadi Shin hanya terbang rendah, dia mengarahkan senjatanya ke depan.


Terbang bukan hal baru bagi Shin, saat dia adalah tubuh mental dia bisa terbang dengan mudah, namun perasaan terbang dengan tubuh mental dan tubuh asli sangatlah berbeda, meski hanya sekejap dan tidak jauh tapi Shin sangat merasa bahagia, perjalanan menuju Scarlet Land Forest juga akan menjadi lebih singkat dan mudah dengan ini.


"Shen, dengan kekuatan mentalku saat ini, aku bisa mempertahankannya berapa lama?" Kekuatan mental Shin sudah kuat namun tetap saja masih memiliki batasan tertentu.


"Dua puluh jam, kalau dengan Battle Nirvana jadi sepuluh jam per hari. Setelah kau menyelesaikan Nine Purgatory Body lapis pertama kau bisa dengan bebas mengendalikannya selama yang kau mau. Battle Nirvana juga akan menjadi lebih efektif dan berguna, manfaat dari Purgatory jauh melebihi perkiraanmu." Shen mengucapkan ini agar Shin tidak menyerah dan tetap semangat menjalani Purgatory. Karena kenyataannya setelah memasuki Purgatory lapis pertama pun masih ada batasan yang dia miliki, dia harus menunggu menyelesaikan Purgatory lapis keempat jika ingin melakukan hal itu.


Besok.


Hari ini berbondong-bondong orang datang ke Scarlet Land Forest, Shin masih tetap di penginapannya bersama Ying Ai, mereka briefing dulu sebentar.


"Pertarungan akan terjadi besok saat Volcano Essence baru saja terbentuk, malam ini kita harus bermalam di dekat sarang Beast level 8 itu. Saat kalian melihat tanda dariku kalian akan langsung memancing dua Beast level 8 ini, ingat, timing sempurna adalah yang paling penting di sini. Jangan sampai terlalu cepat atau terlalu lambat, ini bisa mempengaruhi rencana secara berkelanjutan! Sarang Magma Bird ada di dalam gunung berapi di Scarlet Land Forest dan sarang Blazing Tail Salamander ada di sungai lava, kalian berdua harus bermalam di dekat sana malam ini dan ingat untuk berbaur dengan sekitar." Shen mengatakan garis besar rencananya ini, untuk memastikan bahwa semuanya sudah siap dan mengerti. Jika ini berhasil semua akan jadi lebih mudah, tapi jika satu hal saja terlewatkan, semuanya akan jadi urusan rumit.


"Baiklah, tapi kau masih harus memberi kami arahan nanti," kata Ying Ai sebagai jaminan.


"Ayo, ada hal menarik yang ingin kutunjukkan nanti!" ajak Shin dengan raut muka bahagia, dia berniat mengajak Ying Ai terbang. Hanya saja Shin tidak berani menggunakan Arhat Staff di dalam kota, kemunculan harta seperti itu pasti menarik mata banyak ahli kuat.


"Mn!" angguk Ying Ai penuh harap tentang kejutan yang disiapkan.


Shin akhirnya memilih menunggu hingga cukup jauh dari kota sebelum menggunakannya. Scarlet Land Forest adalah wilayah perbatasan paling selatan Azure Sky Empire, ini berada 150 km dari Kota Black Water. Dan setelah sekitar lima km dari kota, dia berhenti berjalan dan mengeluarkan Arhat Staff lalu menaikinya.


"Ying'er naiklah, ini akan jauh lebih cepat dan menyenangkan daripada berjalan!" Shin bicara sambil berdiri di atas tongkat yang melayang ini.


"Apa ini aman? Berdiri di atas sebuah tongkat sambil melaju dalam kecepatan tinggi, itu terlihat berbahaya bagiku." Ying Ai juga sangat ingin menaikinya namun dia lebih sayang nyawanya sendiri.


"Yakinlah padaku." Shin mengulurkan tangannya untuk membantu.


Ying Ai dengan ragu mulai meraih tangan Shin lalu duduk menyamping, setelah dirasa sudah pas Shin langsung menaikkan ketinggian, Ying Ai berteriak ketakutan karena adegan Shin yang tiba-tiba ini. Shin hanya tertawa kecil melihatnya seperti ini.


Setelah mencapai ketinggian beberapa ratus kaki dan bersembunyi di balik awan Shin menggerakkan tongkatnya ke depan, kecepatan dari harta ini jauh melebihi kecepatan mereka berdua, dengan begini, sampai ke Scarlet Land Forest dalam satu hari juga bukan masalah.


"Bagaimana dengan pemandangan di sini?" Shin duduk di sampingnya untuk mengobrol, Ying Ai tidak menjawab karena terlalu ketakutan, dia mencengkram harta dengan sangat kuat sambil menutup mata.


Mendengar pertanyaan menggoda Shin, Ying Ai memberanikan diri membuka matanya dan sejauh mata memandang adalah lautan awan yang indah sekali, sekali-kali ada awan yang bolong dan membocorkan pemandangan bumi di bawah mereka, angin berhembus kuat menerpa wajahnya hingga rambut merahnya tercerai berai dan berkibar dengan elegan. hanya dengan hal ini saja dia sudah tidak ketakutan lagi dan mulai bisa menikmati perjalanan yang memang jauh lebih menyenangkan.


pengalaman terbang seperti ini belum pernah dirasakannya. Keindahan langit dan bumi terpapar di hadapannya, Ying Ai terus membuka matanya dan menyelesaikan phobia ketinggiannya, dia terlena dengan semua keindahan ini sampai-sampai wajahnya tampak sangat bahagia sebelum akhirnya menjawab.


"Ini indah!"


Shin hanya tersenyum samar melihatnya seperti itu, kejutannya sudah berhasil dan dia sungguh menikmati saat-saat seperti ini.


Mereka jadi lupa waktu dan tanpa sadar beberapa jam sudah terlewati; Scarlet Land Forest sudah berada dalam pandangan mereka. Meski disebut hutan namun hutan sejati di tempat ini hanyalah bagian luarnya saja, setelah masuk lebih dalam jaringan volkanologik di dalamnya menjadi lebih kuat, magma mengalir seperti sungai, tanah terbakar dan langit menjadi merah olehnya, udara menjadi sangat panas di sekitar sini dan tumbuhan beradaptasi dan menyerap lava bak air di sini. Kebayakan vegetasi berwarna kemerahan dan mengeluarkan panas yang menyengat, Beast di sini juga sebagian besar memiliki elemen api, jaringan volkanologik di sini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kekuatan mereka.


Ada tiga kawah gunung berapi di sini yang ditempati oleh tiga raja, meski ada tiga tapi hanya gunung berapi yang dikuasai Fire Ape King yang menghasilkan Volcano Essence saat ini, dua Beast lainnya harus menunggu beberapa tahun lagi untuk mendapat hasil yang serupa. Jika Fire Ape King berhasil mendapatkan dan menyerap Volcano Essence ini dia akan melakukan terobosan dan menjadi raja sejati dari Scarlet Land Forest. Para Beast lainnya tidak akan membiarkan dia melakukan ini dan ingin merebutnya, begitu juga dengan manusia. Monster tua dari kekaisaran tidak diizinkan memasuki wilayah selatan dan mengambil harta apapun, ini dimaksudkan sebagai ajang untuk generasi yang lebih muda meski semua ini hanyalah alasan yang dibuat Keluarga Imperial, dengan kekuatan dan sumber daya tertinggi pasti generasi muda mereka haruslah seorang ahli Duniawi, bisa dibilang ini hanyalah ajang Imperial Family dan tiga klan besar lainnya. Tapi mau bagaimanapun juga ini adalah Wilayah Selatan, prestise dan pengaruh dari Imperial Family hampir tidak terasa di sini, ada kemungkinan monster tua Wilayah Selatan akan ambil bagian dalam ekspedisi warisan Sekte Burning Heaven ini.


Shin menggantung diudara dan bertanya lebih dulu. "Shen, kita harus mendarat dimana?"


"Sarang Magma Bird lebih dulu lalu kita akan menurunkan Ying Ai di sana lalu kau harus bertarung semalaman dengan Blazing Tail Salamander."


"Meski dia tidak mudah marah, tapi apa dia memang sesabar itu?" Shin memang jauh lebih kuat kini, namun tetap saja ini hal yang sulit.


"Dia memang seperti itu, dulu Fire Ape King pernah menyerang wilayahnya namun dia tetap tenang, namun setelah anaknya terbunuh dalam invasi itu dia mengamuk dan setengah populasi Fire Ape terbunuh olehnya! Kau harus melakukan sesuatu yang bisa membuatnya marah Shin, meski dia adalah Beast yang baik tapi kematiannya lebih bermanfaat bagimu."