Lone Hero

Lone Hero
Angin Takdir (2)



Tidak diragukan lagi, Shin tersentak dan terkejut, seolah-olah skill pasif bernama Eternal Nirvana tidak pernah dia kuasai sebelumnya. Bagaimana tidak, diajak oleh seorang yang misterius untuk pergi ke tempatnya berasal sangat aneh untuk terjadi, apalagi menimbang posisi orang tua di depannya ini di tempatnya berasal yang mana artinya kuat dan agung, Shin menjadi lebih tidak mengerti lagi.


Kini, bocah putih itu jatuh ke dalam kebingungan dan pengambilan keputusan yang sangat rumit, setelah dia menyelesaikan semua rencana ini, yang bahkan sudah berada di luar jangkuannya akibat kedatangan Great Sun Army, akan menjadi kepergiannya dari Azure Sky Empire untuk yang pertama kalinya. Mungkin sebuah hal yang bagus untuk bisa diajak dan ikut oleh eksistensi agung seperti Taiyang ini, masalahnya, Shin sama sekali tidak mengetahui maksud dan niatnya.


Mungkin hanya karena kebetulan saja rencana penyerangan Shin kali ini bertepatan dengan munculnya Taiyang beserta pasukan pribadinya, Shin memang tidak mengharapkan hal ini terjadi dan saat ini hanya sadar akan kedatangan Taiyang saja--bukan pasukannya--tapi menurutnya ini adalah sebuah hal yang bagus.


Kebetulan, ya hal ini memang kebetulan mereka bisa bertepatan, tetapi untuk bisa diajak untuk mengikutinya seratus persen bukan kebetulan! Ini keinginan dari Taiyang itu sendiri, yang mana masih menjadi misteri besar bagi Shin. Apakah itu untuk hal yang baik atau buruk, Shin masih belum tahu. Tetapi menambahkan raut muka bahagia Taiyang, harusnya ini tidak akan membahayakan nyawa. Biarpun demikian, masih ada kemungkinan kalau Devouring Dragon Vessel akan terungkap, bahkan di tempat yang sama sekali tidak mengenal benda ini, itu masih harus jadi rahasia tertinggi.


Lebih dari itu, Shin tidak mau nantinya dia akan terikat dan diikat oleh berbagai tanggung jawab yang mungkin saja akan dibebankan padanya, Shin masih punya agenda panjang perjalanan lima tahun, dia tidak mau waktunya yang berharga jadi terbuang sia-sia.


Bingung, Shin akhirnya bertanya, "Ini semua terlalu mendadak dan tiba-tiba, aku bahkan belum mengetahui identitas anda sama sekali. Apalagi mengikuti anda ke tempat di mana anda berasal, semua itu masih terlalu jauh untukku saat ini." Dalam kalimatnya, Shin menolak secara halus.


Mendengar ini, Taiyang tertawa keras, sadar bahwa dirinya memang terburu-buru. "HAHAHA... memang benar bahwa semua ini terlalu cepat untukmu, saking senangnya sampai-sampai aku lupa untuk memperkenalkan diri sebelumnya, ternyata di tempat yang sangat terpencil ini nama kebesaran Jendral ini masih belum diketahui banyak orang. Identitasku adalah satu-satunya Jendral Besar Qin, Taiyang sang Matahari Besar dari Qin!" Taiyang memperkenalkan dirinya secara resmi. Padahal jika ini bukan di kawasan Azure Sky Empire dan Evil Region, nama Taiyang dan Matahari Besar dari Qin sudah dikenal setiap individu, bahkan sampai ke pelosok terjauh sekalipun namanya masih diketahui, bukan diketahui oleh orang-orang Qin saja yang kenal karena prestasinya di medan tempur, namanya bahkan menyebar hingga ke Wei dan Zhou yang adalah musuh-musuhnya! Dia dikenal akan kehebatannya dalam bertempur hingga sering disebut sebagai General Slayer, entah berapa banyak Jendral yang mati di mata tombaknya itu.


Adapun Shin, dia jadi lebih terkejut lagi walau sudah memasang beberapa persiapan sebelumnya. Jendral Besar, di Azure Sky Empire dua kata itu tidak ada, kekuatan militer Kekaisaran sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan dalam.tiga faksi yang berbeda, tidak ada satu kesatuan militer utuh. Kendati seperti ini, dua kata 'Jendral Besar' Shin masih bisa mengetahui seberapa luhur dan agungnya hal itu, dari hawa keberadaan Taiyang saja sebenarnya sudah menunjukkannya. Dua kata yang berarti bahwa dia adalah pemimpin tertinggi dari ratusan ribu perwira, memiliki senioritas dan kekuatan paling hebat di Qin, mewakili betapa pentingnya sosok seperti Taiyang ini di Qin karena memang sudah tidak ada lagi Jendral Besar yang aktif selain dirinya. Jika entah bagaimana Taiyang mati, maka kehancuran akan menghampiri Qin cepat atau lambat.


"Tapi, apa tujuan anda untuk ingin agar diriku ikut ke tempat anda berasal?" Tanya Shin to the point, "Menurut pandanganku, tidak ada gunanya sama sekali untuk membawa seorang bocah lemah dari tempat terpencil seperti ini, bahkan mungkin saja itu akan mencoreng harga diri dan prestise anda. Banyak hal yang masih kabur dan menjadi misteri, aku tidak bisa mengambil keputusan secepat itu." Kata Shin lagi-lagi menolak ajakan Taiyang. Walau memang dia terkesan dan terkesiap dengan kekuatannya yang setara dengan Feng Li, dibutuhkan beberapa pendorong dan penjelas agar Shin mau mengikutinya.


Taiyang melepaskan tangannya dari pundak Shin lalu menatapnya dalam. "Kekhawatiran dalam matamu bisa kurasakan dengan sangat jelas, kau tidak mau terikat di satu tempat dan bahkan lebih tidak ingin lagi mengabdi pada satu tuan, kau sepertinya ingin mencapai tempat yang tak pernah dijamah dan terus melangkah tanpa henti, tanpa ada satu rantai pun yang mengikatmu. Dirimu memang berbeda denganku bocah, tapi tetap saja itu tidak membuat Jendral ini mengurungkan niatnya. Tenang saja, kau tidak akan kusuruh untuk menjadi murid Jendral ini atau bersumpah setia pada Qin, kau hanya tinggal mengikuti Jendral ini layaknya sedang berada dalam pengawasanku, tidak usah risau dan cemas, ini akan jadi gerbang awalmu dalam perjalanan yang akan kau lakukan nantinya. Mungkin akan ada beberapa hal menarik yang menantimu. Dan juga, siapa namamu bocah?" Tanya Taiyang sedikit canggung.


"Dahulu, orang tuaku memberiku nama 'Shin', itulah namaku sampai saat ini juga." Shin melakukan perkenalan sampai sepanjang ini karena memang namanya terlalu aneh. Memang ada beberapa orang yang diberi nama tanpa ada nama keluarga sama sekali seperti Taiyang, tetapi orang yang hanya punya nama berupa satu suku kata sangat jarang ditemukan. Bahkan Old Tu dan Old Liu sekalipun masih memiliki nama keluarga, hanya saja diganti dengan sebutan 'Old'.


Nama Shin yang cukup aneh ini membuat Taiyang memasang raut muka aneh dan penasaran.


"Shin? Hanya 'Shin' saja? Hanya satu kata?"


Shin mengangguk.


"Tidak ada nama keluarga?"


Shin mengangguk sekali lagi.


Mendapat respon seperti ini, Taiyang memang sedikit terkesiap, dia menghela napas panjang dan mulai berbicara kembali. "Hahh... cukup langka memang memiliki nama seperti itu, tapi bagaimanapun nama itu adalah pilihan orang tuamu dan tidak bisa menjadi asal-asalan. Mau sependek apapun sebuah nama, itu tetaplah nama. Nak Shin, tak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Masih ada beberapa orang rendahan lagi yang harus dibasmi, kita lanjutkan kembali pembicaraan setelah itu."


Taiyang membalik badannya dan mengambil tombak dengan diameter tonggak yang bahkan tidak bisa Shin kepal secara penuh, jelas bahwa tombak ini adalah khusus untuk pengganti senjata Taiyang. Yang mana, mungkin tidak akan pernah muncul kembali ke medan pertempuran.


Dengan cepat Taiyang menentukan target selanjutnya: Mo Gu, yang saat ini sedang berada dalam pertempuran intens melawan Yi Lei dan Zhang Wu seorang diri. Pada awalnya Chi Lan harusnya datang bertempur bersamanya, tetapi karena pergantian peristiwa yang tidak terduga yaitu Shin yang memancing emosinya, Mo Gu jadi harus bertarung sendirian. Meskipun seperti ini, dia tidak terlalu ambil pusing dengan kekalahan jumlah ini, salah seorang musuhnya hanyalah seorang ahli Half-Step Surgawi yang bahkan belum bisa terbang. Pada dasarnya dia hanya sedang bertarung dengan Yi Lei dengan sedikit gangguan tidak penting. Kendati gangguan ini kecil dan tidak penting, tetap saja ini mengundang kesal dan tidak senang padanya, sebisa mungkin dia membunuh Zhang Wu namun kerjasama antara keduanya mampu menyelamatkan nyawanya. Dalam situasi ini, Mo Gu terjebak dalam situasi seri tanpa bisa mendapat keuntungan, pun juga sama dengan Yi Lei dan Zhang Wu. Bedanya, mereka terlihat senang dan bahagia dengan hal ini, tujuan mereka adalah untuk mengulur waktu sebanyak mungkin yang mana, tujuan mereka telah tercapai.


Sebagai Taiyang melesat ke arah tiga orang ini, Shin langsung mengikutinya dari belakang. Meski rencana telah berada di luar batas yang telah ditentukan sebelumnya, Shin sama sekali tidak mempunyai daya untuk menghentikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia hanya bisa dengan tenang memperhatikan bagaimana The Five Devils hanya akan menjadi sebuah nama, lebih jauh lagi, dia akan memperhatikan bagaimana Evil Region Utara akan menjadi puing-puing bercorak merah darah dan potongan tubuh manusia.


Dalam perjalanan yang cukup singkat ini, Shin memikirkan banyak hal terutama tentang keputusannya terhadap ajakan yang dilontarkan sang Jendral Besar, nanti adalah petualangannya yang pertama kali dalam hidupnya dia lakukan seorang diri, ke tempat yang sama sekali tidak diketahuinya memang lebih aman dan nyaman memiliki sebuah orang dalam. Hanya saja, Shin masih wajib lapor pada mentornya dalam bidang kultivasi dan peningkatan kekuatan, walau seharusnya Shen sudah mengetahui hal ini.


"Shen, kau pastinya sudah tahu banyak tentang tempat-tempat di sekitar kawasan ini dan tempat di mana Jendral Besar ini berasal kan? Bagaimana menurutmu, haruskah ajakannya aku terima atau kutolak saja?" Tanya Shin menggunakan transmisi suara.


Shin mengangguk kuat dan sudah menetapkan keputusannya, dia tidak tahu di mana dan bagaimana tempat yang bernama 'Qin' yang sekaligus sebagai tempat Taiyang berasal tersebut. Apa yang menantinya di sana pun Shin tidak tahu, apa yang sedang menatapnya tajam penuh ancaman dan permusuhan Shin lebih tidak jelas lagi. Yang pasti, karena ini adalah perintah dan keputusan dari Shen, hasilnya haruslah tidak akan terlalu mengecewakan.


Tepat ketika Shen selesai berbicara, Taiyang dan Shin sudah berada di tempat tujuan mereka. Yi Lei sedikit tertegun kala melihat kedatangan yang dirasa terburu-buru ini, saat dia hendak berbicara pada sosok berbedan besar serta berarmor emas itu, sang Jendral Besar sudah berada di dekat Mo Gu.


Srrrassh!


Taiyang mengirim sebuah tebasan datar yang langsung membuat Mo Gu meninggal seketika! Darah terciprat ke mana-mana dan menjadikannya sebagai air mancur yang tak kunjung berhenti, darah mengucur deras sehingga menodai langit dan bumi. Hanya dalam satu serangan saja, seorang ahli Master lainnya telah meregang nyawa!


Zhang Wu yang hanya berjarak sekitar lima meter darinya tentu sangat tidak mengerti dengan adegan yang sangat tiba-tiba ini. Apalagi, seorang ahli Master telah mati di depan mata kepalanya sendiri sekali lagi! Pada saat kematian Old Tu, dia tidak terlalu heran dan terkesiap karena sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi sebelumnya, kendati, Zhang Wu pun masih belum bisa menjaga ketenangannya beberapa saat lalu. Dan kini, tanpa ada pemberitahuan, tanpa ada angin atau pun hujan, seorang ahli Master, sudah terbelah dua!


Tanpa memberi penjelasan apapun, Taiyang sudah menembak kembali ke arah Suo Qing dan Wen Qin, meninggalkan Shin di sini untuk meliruskan berbagai kesalahpahaman yang mungkin akan terjadi.


"Nak Shin, kau jelaskan semuanya pada mereka dulu, setelah beberapa saat kemudian Jendral ini akan kembali lagi." Kata Taiyang dengan wajah yang sama sekali tidak merasa menyesal atau malu.


Shin, "..."


Yi Lei, "..."


Zhang Wu, "..."


Semuanya hening, tidak mengerti.


Dalam kebingungan dan keterkejutan tingkat ini, Shin adalah orang yang pulih pertama kali, diikuti Yi Lei dan yang terakhir tentu saja Zhang Wu. Setelah beberapa saat, Yi Lei memalingkan mukanya pada Shin, bahkan tanpa ada suara yang terucap, wajahnya sudah menunjukkan pertanyaan yang akan dia


ajukan nantinya. Pun juga dengan Zhang Wu yang melakukan hal serupa, keduanya saat ini membutuhkan penjelasan lebih dari apa yang pernah mereka butuhkan selama hidupnya.


"Patriark Yi, Kak Zhang, begini ..." Shin mulai menjelaskan runtuyan kejadian yang tidak bisa dimengerti ini dengan sesingkat mungkin. Paling tidak bisa dimengerti dengan kondisi pikiran yang sedang terguncang ini.


"Ta-Taiyang katamu! Apa yang dilakukan Matahari Besar dari Qin di sini? Pastinya ada beberapa gerakan yang ingin dilakukan Qin pada kita." Yi Lei sudah sepenuhnya pulih dan kini, dia berpikir jauh ke depan tentang langkah apa dan tujuan apa Qin sebenarnya. Karena, jika mereka memang menumpangkan tangannya ke kawasan sini, pihak Azure Sky Empire hanya bisa tunduk tanpa kuasa.


"Aku tidak tahu apa yang menyebabkannya datang ke sini, tapi sepertinya dia sedang berusaha membantai seuluruh Evil Region. The Five Devils sudah tidak ada lagi dan harusnya Azure Sky Empire akan bisa menguasai seluruh Evil Region sebentar lagi. Kekuatan antara dua pihak sudah berbalik seratus delapan puluh derajat dan kemenangan telah berhasil diraih." Kata Shin.


"Tidak semudah itu Nak Shin, pola pikir Qin sangat berbeda dengan kita, mereka selalu berperang dengan Wei dan Zhou sehingga tiap gerakan yang dibuatnya tidak akan menjadi sia-sia. Mereka pastinya tidak akan mengirim Jendral Besar mereka sendiri, mungkin juga mereka mengirim pasukan elitnya hanya untuk membantu Azure Sky Empire dengan cara menghapus Evil Region. Menurut kacamata seorang pejabat pemerintahan, melakukan hal ini sama sekali tidak ada untungnya bagi mereka. Kecuali... ada semacam rencana berskala besar dengan waktu persiapan yang lama sedang mereka susun secara hati-hati. Dan langkah pertamanya, mereka menghapus Evil Region dengan kedok membantu kita. Intinya, ini hanyalah sebuah siasat yang kemungkinan besar, berasal dari Perdana Mentri Qin, Zhuge Chansheng!" Tak seperti ahli lainnya, para Patriark memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia luar, meski sudah dibatasi oleh Dou Huang dan Yun Xiao, hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk tahu hal-hal yang umum itu.


"Lalu, apakah hal ini bisa berakibat buruk bagi kita? Tidak menutup kemungkinan bahwa yang selanjutnya dihabisi adalah kita sendiri." Zhang Wu sudah pulih dan ikut dalam diskusi masa depan Azure Sky Empire ini.


"Tidak ada yang tahu soal hal itu. Yang pasti, saat berita ini menyebar ke seluruh Azure Sky Empire, Qin pasti akan dijadikan pahlawan penyelamat di hati mereka semua. Dalam situasi yang tanpa harapan ini, timing kedatangan Great Sun Army terlalu sempurna. Dalam sekali jalan, mereka sudah menyelesaikan dua tujuannya. Zhuge Chansheng, sungguh orang yang sangat menakutkan."


"Untungnya, kita masih beruntung karena rencana penyerangan mereka bertepatan dengan rencana penyerangan kita sendiri. Jika mereka membantai semua musuh kita seorang diri tanpa mengharap imbalan apapun dan berita itu tersebar, arus besar yang akan timbul nantinya tidak akan bisa dikendalikan dengan cara apapun. Pada saat itu, mungkin fase kedua siasat Zhuge Chansheng akan dilaksanakan dan hasilnya, mungkin akan jadi sebuah hal yang mengerikan." Argumen Yi Lei, tak ayal menjadi sebuah bom besar yang meruntuhkan segala kepercayaan Shin pada Taiyang. Jika memang benar bahwa Taiyang berniat buruk untuk Azure Sky Empire yang susah-susah dilindunginya, Shin tanpa ragu akan menolaknya mentah-mentah!


"Itu semua hanyalah argumen tentang kemungkinan buruk yang akan terjadi," Shen apapun yang terjadi ingin agar Shin mengikuti Taiyang, "kenyataannya sama sekali tidak seburuk itu. Meski memang ada rencana yang mungkin saja sedang dipersiapkan oleh Perdana Mentri mereka, Taiyang hanya bertugas menjalankan misinya sendiri. Dia adalah seorang Jendral Besar, tempatnya adalah di medan perang, setiap kata-katanya membawa wibawa dan beban yang sangat berat, jika dia memang ingin menghancurkan Azure Sky Empire dan menjadikannya sebuah pangkalan ataupun jalan pintas, mereka tidak akan repot-repot melakukan semua hal ini. Yang pasti, bisa kujamin bahwa mereka khususnya Taiyyang dan Zhuge Chansheng sama sekali tidak memiliki maksud buruk pada tempat ini. Tapi tidak tahu untuk Wei dan Zhou, bagaimanapun mereka masih berperang dan ini hanyalah sebuah siasat. Mereka sedang berkonflik dengan faksi yang sebanding dengan mereka sendiri, tidak mungkin mereka mengundang kehancuran untuk dirinya sendiri." Shen menutup kalimatnya yang mana menjadikan Shin lebih tenang, paling tidak dia tidak kehilangan kepercayaannya serta Shin sudah memutuskan langkah yang akan diambilnya. Terlepas dari segala saran dan kalimat persuasif Shen serta argumen kemungkinan buruk dari Yi Lei, Shin dengan keinginannya sendiri, memilih untuk mengikuti Taiyang!