Lone Hero

Lone Hero
Lantai Tiga Paviliun Mental



Shin mengeluarkan mereka bertiga ke dalam gunung berapi yang sama, hanya kurang lebih enam belas jam terhabiskan disini yang berarti sekarang sudah pagi hari berikutnya. Bekas pertarungan atau pembantaian ini masih tersisa jelas, tidak ada orang yang berani kembali ke tempat ini lagi karena sudah tidak ada hal yang bisa dipanen, saat Shin akan keluar dari gunung ini Shen segera berteriak.


'Shin ! Ada ahli surgawi menengah datang kesini dengan kecepatan penuhnya. Kurasa dia adalah tetua yang melindungi pangeran itu dan dia tidak datang dengan niat baik. Segera masuk lagi kedalam devouring drgaon vessel !!'


Shin dan Ying Ai bisa bertarung melawannya dan menang, tapi kalau soal membunuhnya Shin harus mengeluarkan salah satu kartu trufnya, lagipula keduanya harus menghemat tenaga sebanyak mungkin saat ini.


"Ying'er, kita bersembunyi dulu sekarang, ada monster tua sedang mengarah kesini." Tanpa menunggu jawaban, Shin langsung menghisap Ying Ai kedalam dunia lain, Shin juga masuk terakhir, dia membuat sebuah lubang di goa terlebih dulu. Didalam, dia mengendalikan item ini dan mengarahkannya kedalam lubang yang dia buat lalu menyamarkannya menjadi seperti dinding gua, hampir tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah Shin melakukan ini.


Tetua ini pasti menerima informasi dari tuannya dan dengan marah menuju kesini langsung, volcano essence dan nyawa Shin pasti akan diambil jika dia secara sial bertemu dengan tetua ini, tapi untungnya kita punya Shen si radar jarak jauh.


Didalam sini pada dasarnya adalah dunia kecil yang pernah ditinggali manusia sebelumnya, jadi harusnya ada sebuah rumah atau penginapan yang tersedia di tempat ini. Dengan adanya ini Shin turun di kawasan permukiman kuno yang masih terawat.


"Bagaimana keadaannya Shen ?" Tanya Shin didalam sebuah ruangan.


"Dia sedang mencari jejak-mu dan mayat dari ketiga raja ini. Dan sekarang dia sedang mengawasi bagian dalam gunung berapi ini. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama, jika ada kesempatan kau harus mengarahkan item ini ke luar hutan. Samakan juga waktu disini dan diluar agar tidak terlalu bosan." Shin sebagai pemiliki item ini dan juga sudah diakui oleh Zhu Long, dia bisa mengatur perbandingan waktu dunia ini. Dengan pikirannya, waktu di dunia ini telah menjadi normal meski tidak ada perubahan yang terjadi dan hanya Shen yang merasakannya.


Tetua ini terus mengedarkan sensor aura miliknya dengan radius lima km, semua jejak dan kehidupan ada dalam kepalanya namun dia tidak menemukan bocah atau manusia disini. Setelah satu jam pencarian yang sia-sia, dia memutuskan untuk menyisir hutan, besar kemungkinan Shin langsung lari ke luar hutan, dengan kecepatannya dia bisa mengejar bocah yang kelelahan dengan mudah.


Saat tetua ini terbang menjauh, Shin mengarahkan item ini untuk keluar dari persembunyiannya dan menuju luar hutan juga. Tidak ada fluktuasi aura yang menyembur dari item ini sehingga tidak akan terdeteksi oleh sensor aura siapapun, bentuknya juga bisa berubah menjadi apapun jadi ini adalah item penyambung nyawa terbaik didunia ini. Dengan kemampuan benda ini ditangan orang yang tepat, ini bisa menjadi benda yang mengerikan. Sesuai kata Shen dulu, ada sebuah pasukan yang bernama Hiding Dragon Army yang menggunakan item ini dibawah pimpinan Devouring Master. Musuh pasti kalang kabut dan kekacauan pasti muncul jika sebuah pasukan besar tiba-tiba muncul didalam benteng pertahanan mereka sendiri. Dengan cara seperti ini Hiding Dragon Army membangun reputasinya di seluruh dunia.


Shin terus terbang selama seharian penuh sebelum mencapai bagian luar dari Scarlet Land Forest, padang pasir kuning yang sama telah memenuhi pandangannya, dia tidak berani keluar dari item ini sebelum mencapai tempat yang aman. Dia terbang sangat tinggi ribuan kaki diatas tanah untuk menghindari ahli surgawi lainnya. Kemampuan terbang ahli surgawi juga memiliki batas, itu tidak terlalu cepat dan hanya bisa mencapai ketinggian ratusan kaki dan semakin bertambah kuat seiring meningkatnya kultivasi.


Setelah perjalanan satu hari, Shin mencapai Kota Black Water dan turun disebuah gang sempit yang tak diperhatikan orang lain, ada bahaya besar mengintai jika mereka masuk melalui gerbang. Jubah dipakai mereka untuk penyamaran saat menuju penginapan yang mereka tempati kemarin. Dalam perjalanan menuju penginapan Shen mengingatkan sesuatu.


'Shin, kalian menginap di kamar terbaik kan ? Besar kemungkinan empat kekuatan besar itu berpapasan denganmu saat menuju penginapan nanti. Kau harus masuk lewat jendela Shin !!' Bahaya sekecil apapun tidak boleh dianggap remeh, bahkan dengan kemungkinan satu banding sejuta itu masihlah bahaya besar mengancam nyawa lainnya.


Setelah mengambil kunci, Shin berdalih dan masuk ke dalam item itu dengan Ying Ai, setelah itu dia mengubah bentuknya menjadi daun dan terbang dengan mulus ke kamarnya sendiri dari luar. Tak lupa efek terbang terbawa angin dilakukan oleh Shin, manuver dan putaran menjadikan ini seperti daun terbawa angin yang sangat alami. Tak ada ahli yang memperhatikan daun yang terbang semacam ini, namun jika itu terbang lurus menuju sebuah tempat, kecurigaan pasti akan timbul.


Keduanya keluar dan menghela napas lega, setidaknya untuk beberapa bulan kedepan keduanya telah aman dari bahaya. Ada waktu sekitar dua bulan untuk keduanya mempersiapkan diri masing-masing, Ying Ai bersiap mengambil divine flame sedangkan Shin bersiap menaklukkan Paviliun Mental lantai ketiga. Alasan Shin ikut ke wilayah selatan juga dia belum memberitahukannya pada Ying Ai, namun lebih dari itu, ini adalah sebuah petualangan yang cukup menarik.


Ying Ai memilih untuk berkultivasi disini sementara Shin menjadi tubuh mental dan pergi lagi ke Paviliun Mental. Dia sudah berada didepan tempat ini dan ditunggu oleh dua orang, Shen dan Zhu Long.


"Shin, dalam dua bulan atau empat puluh bulan disini, kau harus menyelesaikan lantai ketiga, ini tidak bisa kau selesaikan dalam waktu satu-dua bulan seperti sebelumnya. Ujian disana bukan hanya berjalan menuju ujung purgatory, ada berbagai halangan dan rintangan yang harus kau lewati sebelum bisa sampai. Bisa dibilang ini adalah purgatory asli yang dikurangi kekuatannya. Setelah kau menyelesaikan lantai ketiga, jika masih ada sisa waktu kau harus terus berada didalamnya selama tiga puluh tahun !! Jika tidak memenuhi syarat ini kau tidak kuizinkan memasuki purgatory sejati !!" Zhu Long menjadi lebih protektif pada Shin sekarang.


"Baiklah, aku pasti tidak akan mengecewakan sister Zhu. Selama tiga tahun lebih kedepan aku pasti bisa menyelesaikannya !" Memiliki kemampuan membengkokkan waktu memang sangat berguna dalam kondisi seperti ini, apalagi sampai 20 : 1, manfaat seperti ini bahkan tidak dirasakan para pangeran.


Shin mengangguk lalu berjalan menuju lantai ketiga meninggalkan kedua orang ini.


"Aku ingin tahu apa yang telah terjadi diantara kalian didalam Devouring Palace, kau bahkan sampai mengizinkannya memanggilmu sister Zhu'er tanpa penolakan darimu." Shen penasaran dengan hubungan antara Zhu Long dan Shin, dia tahu betul seberala besar kesombongannya ini.


"Dia adalah keturunan dari temanku, wajar saja ratu ini bersikap seperti itu." Dia menunjukkan kesombongannya kembali didepan Shen.


"Hahaha..... semoga saja keturunan dari temanmu itu tidak bernasib sama dengan temanmu." Shen bicara tentang orang tua Shin.


"Dengan ratu ini disampingnya dia akan jadi orang yang luar biasa." Zhu Long menyilanglan tangannya di dadanya.


"Disampingnya ?" Shen jelas hanya memancing Zhu Long berkata seperti itu dan mengakui hubungannya dengan Shin. Zhu Long telah menyadari keceplosan fatal ini, dengan wajahnya yang tebal juga dia masih merasakan rasa malu, wajahnya memerah dan penampilan ini tampak sangat indah, bulan purnama juga akan tertutup awan melihat pemandangan ini. Dan penampilan ini adalah apa yang Shen incar dari awal.


"Shen ! Beraninya kau mempermainkan ratu ini !!" Zhu Long marah besar karena Shen, meski dia adalah jiwa yang telah mati, dia masih bisa menggunakan sepuluh persen kekuatannya dengan bantuan item ini. Dia mengeluarkan fluktuasi mengerikan dan semuanya diarahkan pada Shen.


Shen sedikit menyesali prilakunya tadi. Dan begitulah, Shen tidak berani diam disini lebih lama dan kembali ke wujudnya meninggalkan Zhu Long yang marah.


Didalam lantai ketiga Paviliun Mental.


Shin berdiri di area aman dan belum memutuskan memulai disiksa, warna api disini merah yang sama seperti lantai pertama, dia pikir harusnya menjadi ungu atau hitam yang menandakan api yang lebih panas, apa Zhu Long berbohong padanya ?


Untuk menyelesaikan kebingungan ini, Shin melangkah masuk, panas dari api merah ini sama seperti api biru di lantai kedua, dan semakin jauh dia berjalan apinya menjadi semakin panas lagi. Shin baru berjalan seratus langkah dan panas dari api telah mencapai tingkat yang ekstrim ! Tak terbayang sepanas apa api di ujung tempat ini, julukan purgatory asli versi lemah memang tidak mengecewakan.


Dalam langkah ke lima ratus, Shin tidak kuasa menahan api didalam sana dan terlempar keluar. Panas yang terus naik setiap langkahnya menjadikannya tidak bisa beradaptasi terlebih dahulu. Shin bahkan tidak bertahan selama satu hari pada saat ini dan warna dari api disini masih saja tetap merah sejauh mata memandang. Purgatory yang telah dilemahkan sedemikian rupa saja sudah menyebabkannya tersiksa banyak sekali dan menyerah berulang kali, tak terbayang jika Shin tidak menemukan Shen dan dengan ceroboh memasuki purgatory asli tanpa persiapan sama sekali, dalam satu napas dia berada disana dia pasti langsung menjadi bagian dari purgatory.


Shin terus melakukan siklus masuk-terlempar-memulihkan diri untuk menaklukkan tempat ini, dia tahu bahwa dia tidak akan melakukannya dalam waktu dekat, waktu selama tiga tahun lebih juga terasa sekejap jika dia memikirkannya lebih jauh lagi.


Dalam empat bulan pertama, Shin berhasil melihat warna api yang berbeda dalam penglihatannya yang menandakan dia memasuki wilayah kedua dari purgatory, namun saat dia mendekati batas wilayah itu, semua harapan dan kesenangannya berubah menjadi situasi tanpa harapan yang membuatnya bahkan terjatuh dan terkulai lemas.


"I-ini tidak mungkin... tidak mungkin...." Shin terus menyangkal penampilan didepannya ini, wajahnya menjadi lebih gelap dan senyum sepertinya tidak akan muncul di wajahnya dalam waktu dekat. Dalam situasi tanpa harapan ini Shin mencoba melangkahkan kaki kedalamnya namun dia langsung terlempar keluar.


"Bagaimana bisa ada lautan lava didalam sana !!!"