Lone Hero

Lone Hero
Yongheng Zhi Zun



Tak! Shin melangkah turun dari tangga tanpa ada pemaksaan dari pihak lainnya, sepenuhnya berasal dari kedalaman jiwa dan hatinya, setelah renungan dan meditasi yang cukup lama sebelumnya, Shin telah mendapat sebuah pemahaman yang sepenuhnya baru dan berbeda. Wajahnya tidak marah, malahan dipenuhi oleh jejak kedewasaan dan kebahagiaan yang tidak bisa dimengerti oleh akal sehat.


Roh buku yang selalu mengawasinya juga langsung muncul dihadapannya. Adegan yang terpampang jelas didepannya ini cukup menarik perhatiannya. Sebelumnya, dari Feng Li, Yan Shen, hingga ke semua semua Sage yang pernah menjalani ujian ini, ada cukup banyak orang yang menyerah tetapi menyerah dengan wajah seperti ini, tidak pernah sekalipun terjadi! Dalam benaknya, roh buku mengira Shin sudah jadi gila.


"Apa kau menyerah bocah? Dan apa-apaan wajahmu itu!? Apa kau terlalu lama disini sehingga mentalmu rusak?" Dia tidak langsung mengusir Shin dari sini karena ingin tahu alasannya turun tangga terlebih dulu. Dan ya, kalimat terakhirnya ada benarnya juga, walau kemungkinan seperti itu hampir tidak mungkin terjadi, tapi ini adalah yang paling logis.


"Siapa bilang aku menyerah, aku hanya ingin kau muncul di hadapanku! Beraninya kau menggunakan keluargaku dalam ujian ini!" Bentak Shin sedikit marah.


"Hahaha.... Bocah yang menarik, aku akan mentolerir turun tangga ini karena kesalahanku sendiri, berterima kasihlah karena rasa kasih sayangmu telah menyentuh hatiku. Cepat kau naik lagi dan menuju Nirvana secepatnya atau aku akan benar-benar mengusirmu!"


"Nirvana? Pfft... hahahaha.... Tidak ada yang namanya nirvana didunia ini! Kau sudah membohongiku... tidak, kau sudah menipu semua orang yang pernah masuk kesini termasuk para Sage!" Roh buku menyipitkan matanya, dicap sebagai penipu ulung tentu saja dia merasa tersinggung, namun dia tidak buru-buru mengusir Shin. Lalu, dia berbicara dengan nada yang berbeda.


"Oh, jadi kau tidak mau lulus dari ujianku. Semua usahamu, penderitaanmu, kepedihanmu, kesulitanmu, dan segala siksaan yang kau terima selama lima tahun disini tidak ada gunanya!! Apa kau bahkan tidak menyayangi dirimu sendiri? Naik cepat atau kuusir sekarang juga!!" Kata roh buku dengan sangat marah.


"Tidak ada yang sia-sia, semua kepedihan yang kuterima selama ini membawa makna dan perannya tersendiri. Aku bisa bersikap sedemikian rupa juga karena semua hal itu. Dan apa maksudmu naik untuk menuju Nirvana? Aku sudah mencapai Nirvana sekarang!" Kata Shin dengan sangat percaya diri, inilah hasil dari meditasi dan pencerahan yang telah dia dapatkan.


"Jangan bercanda denganku bocah! Aku adalah pemilik tempat ini dan tahu apa itu Nirvana yang sesungguhnya lebih dari siapapun, bahkan para Sage itu sendiri! Dulu, kelima Great Sage datang ketempat ini dan telah mencapai Nirvana dengan tekad dan kerja keras, apa kau bermaksud menghina usaha dan tekad kelima Great Sage itu!? Kau bocah rendahan beraninya membuat klaim keterlaluan seperti ini, dikehidupanmu yang selanjutnya, jangan harap bisa hidup dengan tenang!" Roh buku sangat terlalu marah besar sekali karena kesombongan Shin.


"Kau pemilik tempat ini harusnya kau yang paling tahu tentang ujian dari tempat ini kan!? Tangga ini adalah jalan untuk mencapai Nirvana tapi sayangnya, Nirvana bukanlah tempat sama sekali!"


"Jelaskan bocah, jika penjelasanmu tidak memuaskanku kau akan langsung gagal dan dilarang masuk kesini lagi SELAMANYA!!!" Bagaimanapun, Shin sudah bertindak diluar batas, hukuman semacam ini memang layak dia dapatkan. Hanya saja, melihat ekspresi percaya diri Shin, benih harapan muncul dalam kedalaman hati roh buku. Orang yang telah sangat lama ia tunggu, mungkin telah hadir saat ini.


Shin menghirup napas panjang dan langsung menjelaskan hipotesis hasil dari pencerahannya yang mendadak. "Tidak ada Nirvana didunia ini, tidak ada kebahagiaan setelah mati didunia ini, tidak ada apapun, sepenuhnya tidak ada secara harfiah. Sekeras apapun kau beramal itu hanyalah sebuah dosa, kebaikanmu tidak membawa manfaat bagi dirimu sendiri sebaliknya itu hanya mengundang bencana. Bagi orang yang lemah kebaikan adalah bahaya yang fatal namun bagi orang yang kuat mutlak, kebaikan hanyalah sejenis amal. Aku tanya padamu sekarang, apa para Sage itu orang yang sangat kuat atau hanyalah orang biasa yang baik!?" Shin mengacungkan jarinya pada roh buku dan berkata lantang, roh buku tetap diam tidak menjawab pertanyaan Shin.


"Jika Nirvana adalah sebuah tempat maka jika kau sudah berada didalamnya, bahkan para Sage sekalipun tidak akan pernah mau meninggalkannya! Tempat yang sempurna indah dan sangat damai tanpa perpecahan dan pertumpahan darah hanyalah sebuah fantasi belaka! Mustahil tempat semacam itu ada di dunia ini, bahkan diluar dunia ini sekalipun masih hal yang mustahil. Didunia yang kacau balau ini Nirvana hanyalah dasar dari kotak pandora, sesuatu yang diyakini adanya tapi tidak pernah ada didunia ini. Kepercayaanmu akan sebuah tempat yang bernama Nirvana sangat menyesatkan orang lain. Nirvana bukanlah sebuah tempat, nirvana tidak bisa didatangi siapapun, nirvana bukanlah bagian dari dunia ini.... Karena aku, adalah nirvana itu sendiri!"


"Apa maksudmu bicara seperti itu bocah! Kesombonganmu sudah melewati batas. Nirvana adalah dirimu sendiri, jelaskan itu!" Walau dia jelas sangat marah saat ini, entah mengapa tapi suaranya terdengar sangat bersahabat. Seolah dia hanya berkata dengan nada tinggi.


"Tangga ini adalah tangga untuk menuju Nirvana, atau harus kubilang tangga yang menunjukkan Nirvana. Tidak ada Nirvana di ujung tangga ini karena tangga ini selalu berputar dan berputar tanpa henti seperti siklus reinkarnasi dan kehidupan. Pemandangan yang tidak berubah menunjukkan bahwa kita harus menjadi diri kita sendiri untuk mencapai nirvana. Nirvana bukanlah sebuah tempat, Nirvana adalah sebuah keadaan dimana kita lepas dari segala hal duniawi, sebuah kedamaian yang hanya akan ditemukan dan dirasakan oleh diri kita sendiri dan bukan orang lain! Jika Nirvana adalah tempat maka orang akan berbondong-bondong memasukinya dan akan ada pertarungan karena jumlahnya yang terbatas. Rakus dan ambisi yang besar adalah sifat alami manusia dan Nirvana tidak mengijinkan itu berada didalamnya. Setelah jutaan langkah, bertahun-tahun disini dan keluargaku yang kau bawa kesini akhirnya aku mengerti apa itu Nirvana yang sesungguhnya. Tidak ada lagi kebutuhan bagiku menaiki tangga ini lagi. Karena aku, telah mencapai Nirvana!" Tidak tahu darimana asalnya dan mengapa, namun punggung Shin tiba-tiba disinari cahaya matahari yang terang, menjadikan sosok kecil mungilnya bak seorang dewa nan suci.


"Namaku Shin, dan apakah semua hipotesis dan teoriku sebelumnya adalah benar?" Tanya Shin sedikit khawatir. Walau dia mendapatkan ini


dari sebuah pencerahan, yang notabenenya tidak mungkin salah, bagaimanapun dia harus memverifikasi kebenaran dari sumbernya langsung.


"Ya, semua jawabanmu benar tanpa kesalahan sama sekali, sebuah hasil yang sangat mengejutkan. Bahkan para Great Sage itu tidak bisa menandingimu dalam hal ini, aku harap wasiat dan kehendak para Sage terus ada hingga selama-lamanya." Kata roh buku dengan nada yang sudah diganti menjadi kebahagiaan dan sukacita.


"Para Sage terlalu hebat dan suci untuk dibandingkan dengan diriku yang masih lemah dan hina ini. Tapi aku ingin tahu apa yang telah mereka lakukan selama ujian ini." Mengetahui kehebatan dan kekuatan para Sage adalah salah satu keinginan terbesar Shin, catatan dari zaman kuno terlalu sedikit dan mahal, pun belum tentu memuat para Sage didalamnya.


"Ada ratusan ribu Sage yang hidup di zaman kuno, diantara mereka ada lima yang paling hebat, mereka adalah lima sage yang telah sempurna mengkultivasi Great Sage Art, kelimanya dijuluki The Great Five Sage. Pemilik dari Great Sage Staff milikmu itu kebetulan adalah pemimpin mereka, kekuatannya terkenal seantero dunia, dia beserta keempat Great Sage lainnya telah membunuh jutaan iblis pada Great Desolate Era. Dengan satu ayunan tongkatnya bumi dan langit terbelah, ribuan iblis dihancurkan menjadi darah yang mengalir dan menumpuk hingga menjadi laut. Tapi pada akhirnya seluruh klan mereka dibantai oleh para iblis, 4 dari 5 Great Sage Staff menghilang dari dunia, dia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menjaga buku ini dan senjatanya. Tekad dan kerja kerasnya sangat kuat, meski dia tidak menyelesaikan ujian ini sepertimu dia telah melangkah lebih dari dua puluh juta langkah dalam waktu lima puluh tahun lebih disini. Karakternya yang kolot dan kaku menyebabkan dia tidak pernah mempertanyakan keputusanku ini. Alhasil dia meraih hasil yang cukup mengecewakan." Lima puluh tahun dan dua puluh juta langkah, angka ini terlalu mengejutkan dan banyak bagi Shin, dia bahkan baru berjalan satu setengah juta langkah dengan kepayahan dan ada banyak sekali pikiran untuk menyerah di kepalanya. Tekad para sage, intensitasnya tidak akan pernah bisa Shin bayangkan sebesar apa itu. Karena hal ini pula kekaguman serta rasa hormatnya pada mereka bertambah, apalagi saat bagian membunuh jutaan iblis dia menjadi lebih hormat lagi padanya, meski Shin tidak tahu apa itu iblis dia bisa langsung tahu bahwa mereka bukan makhluk yang baik.


"Apa itu Great Desolate Era?" Poin ini dia sangat tidak mengerti sehingga rasa penasarannya melonjak-lonjak.


"Great Desolate Era adalah saat kapan para iblis menyerang pesawat ini, banyak ahli kuat diseluruh dunia bersatu bahkan para beast juga ikut bernaung dalam satu panji. Saat itu milyaran iblis datang kedunia ini dan dihentikan oleh pasukan ini, karena kalah jumlah, pasukan dunia semakin terdesak mundur oleh pasukan iblis. Pada saat-saat terakhir ini muncul dua pahlawan besar umat manusia, Monarch of Aura dan Elements Sovereign. Dengan kemunculan dua orang ini pasukan dunia terus menemui kemenangan dalam pertarungan, jutaan iblis mati dan jutaan manusia bisa tetap hidup karenanya. Saat pasukan manusia bersuka cita karena kemenangan ini dan nama keduanya telah terpatri di hati setiap makhluk di pesawat ini sebagai penyelamat mereka, namun mereka berdua memilih keputusan yang tidak pernah diduga." Kesedihan menyelimuti roh buku saat akan mengucapkan kalimat terakhir. Seluruh kehebatan dan prestasi kelima Great Sage telah membuat hati Shin berdecak kagum, namun saat dia mendengar nama Monarch of Aura dan Elements Sovereign hatinya menjadi sangat sangat sangat kagum dan perasaan bangga sebagai umat manusia melonjak. Roh buku yang dia akhirnya memutuskan untuk bicara.


"Mereka memilih pergi ke pesawat para iblis untuk mengakhiri masalah sampai ke akarnya dan menyelamatkan umat manusia secara berkepanjangan Namun tidak semua iblis dibunuh saat Great Desolate Era, kemampuan mereka dalam bertahan hidup sangat merepotkan umat manusia saat itu. Tak ada yang mengetahui nasib mereka berdua setelah pergi ke pesawat iblis. Setelah itu seluruh makhluk didunia bersedih karena pengorbanan dua pahlawan besar mereka. Langit menurunkan hujannya tanpa henti selama sebulan penuh di seluruh dunia, tangisan kesedihan para beast dan binatang lainnya terus memenuhi alam. Sukacita yang ada langsung berisi penghormatan tak terukur bagi keduanya. Itulah alasan kenapa dinamai Great Desolate Era. Untuk mempersiapkan kedatangan para iblis lainnya dan penghormatan pada pahlawan besar ini, seluruh ahli terkuat didunia memutuskan menciptakan sebuah catatan yang dinamai Yongheng Zhi Zun atau Eternal Respect, seluruh catatan informasi mengenai iblis dan prestasi semua pahlawan yang telah gugur selama Great Desolate Era semuanya ada didalam sana. Jika kau ingin informasi tentang apa yang terjadi secara lengkap kau harus menemukan catatan itu!" Kedua pahlawan besar ini memang pantas menerima rasa hormat tertinggi dari seluruh makhluk dunia ini, jasanya membawa sukacita tak ternilai, kepergiannya membawa kesedihan yang tak terukur tingginya. Nama Great Desolate Era memang pantas untuk penghormatan mereka berdua.


"Monarch of Aura dan Elements Sovereign, kekuatan seperti apa yang mereka miliki?" Dengan kapasitas pengetahuannya saat ini, hanya Feng Li lah yang terkuat yang dia ketahui. Entitas yang berada jauh diatasnya, Shin tidak bisa bayangkan!


"Monarch of Aura adalah pengguna aura terkuat didunia ini, fisiknya adalah yang paling tangguh, tidak ada manusia atau iblis yang bahkan bisa menggoresnya. Satu pukulan darinya bisa meratakan seribu gunung, menghancurkan dan menjungkir-balikkan langit. Laut akan tsunami jika dia memukul laut. Gempa akan terasa dalam ratusan kilometer jika dia memukul tanah; Elements Sovereign memiliki afinitas terhadap lima elemen, seluruh alam bisa dikendalikan olehnya. Dia bisa membuat longsor atau bencana lainnya dengan jentikkan jari, selalu ada perdebatan antara mana yang lebih kuat diantara mereka,  akhirnya karena rasa penasaran massa, dua pahlawan besar ini pernah bertarung sekali dan hasilnya adalah seri!"


"Apa tingkat kultivasi mereka?" Shin selalu penasaran dengan tingkat kekuatan setelah tahap master, ibunya dulu bilang bahwa ini tidak baik bagi pertumbuhannya.


"Itu tidak baik jika kau mengetahuinya terlalu cepat, yang pasti itu bukan berada di batas kekaisaran kecil ini."


Shin mengangguk.


"Sekarang duduklah, aku akan mengirim great sage art yang sempurna padamu yang bahkan tidak dimiliki para Great Sage!"